cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,133 Documents
Peningkatan Literasi Media Melalui Pelatihan Jurnalistik Lapangan bagi Mahasiswa di Harian Waspada D. R. Puri; Y. D. V. Br. Pinem; E. Canda; Indhira Indhira; S. F. Siagian; H. Anggreini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi media dan kompetensi jurnalistik mahasiswa melalui praktik langsung di Harian Waspada. Mahasiswa menghadapi kendala seperti pemahaman terbatas terkait alur liputan, istilah hukum, teknik wawancara, serta penyusunan berita akurat. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan participatory-based service learning melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan analisis konten terhadap naskah berita. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami struktur berita, memilih angle, melakukan observasi, serta menerapkan verifikasi informasi dan framing. Evaluasi mingguan oleh jurnalis profesional memperkuat keterampilan teknis dan etis peserta. Secara keseluruhan, program ini efektif memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai calon jurnalis yang kritis dan adaptif terhadap tantangan media digital.
Pengembangan Model Pembelajaran RESE (Reading, Exploring, Solving, Evaluating) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Rahmawati Razak
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran abad 21 atau revolusi industry 4.0 menuntut guru untuk menyiapkan peserta didik memiliki kemampuan memecahkan masalah, menguasai keterampilan teknologi dan informasi serta mampu berinovasi. Keterampilan yang harus dimiliki pada abad 21 yaitu 7C. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu aspek yang perlu dikembangkan dalam keterampilan abad 21. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Produk berupa model pembelajaran RESE yang mengacu pada model pengembangan SAM (Successive Approximation Model) yang terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu: (1) evaluasi, (2) desain, dan (3) pengembangan. Model pembelajaran RESE telah mengarah pada pembelajaran abad 21, peserta didik diarahkan untuk dapat memecahkan masalah dengan 4 (empat) tahap, yaitu (1) Reading, (2) Exploring, (3) Solving, (4) Evaluating. Inovasi model pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat memberdayakan keterampilan memecahkan masalah, sehingga manjadi bekal dalam menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pendidikan di Indonesia.
Analisis Persepsi Pasien Pengguna Kartu BPJS terhadap Pelayanan di Rumah Sakit (Studi Deskriptif Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci) Diana Florenta; Mhd Ramadhan; Zenila Zalukhu; Rosita Simanungkalit
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pasien pengguna kartu BPJS terhadap kualitas pelayanan di Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci. Persepsi pasien merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan layanan kesehatan, khususnya dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menuntut rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan fokus pada pemahaman mendalam mengenai pengalaman, penilaian, serta harapan pasien selama menerima pelayanan kesehatan dengan menggunakan fasilitas BPJS. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada pasien BPJS rawat jalan dan rawat inap, observasi langsung proses pelayanan, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap pelayanan di Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci berada pada kategori cukup baik, namun masih ditemukan beberapa aspek yang membutuhkan peningkatan. Dari sisi ketepatan waktu, sebagian besar pasien menilai bahwa proses administrasi BPJS masih memerlukan waktu yang cukup lama, terutama pada saat pendaftaran dan verifikasi berkas. Pada aspek komunikasi, pasien mengapresiasi sikap tenaga kesehatan yang ramah dan informatif, meskipun masih terdapat keluhan terkait penyampaian informasi medis yang dianggap kurang rinci. Dari segi fasilitas, pasien menilai bahwa ruang tunggu dan kebersihan rumah sakit sudah baik, namun ketersediaan tempat tidur pada waktu tertentu dinilai masih terbatas. Adapun dari aspek pelayanan medis, pasien secara umum menilai petugas medis cukup responsif meskipun pada waktu tertentu terjadi keterlambatan karena tingginya jumlah pasien.
Pengguaan Model Blended Learning dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Bilingual di Sekolah Dasar Tiarnita Maria Sarjani Br. Siregar; Zuhti Atitta Putri; Anggina Hasanah Putri; Yuricha Nadwa At Tazkia Rambe; Annekarela Annekarela
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pustaka yang mengkaji penerapan blended learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris bilingual di sekolah dasar. Blended learning mengombinasikan pembelajaran tatap muka dengan aktivitas digital sehingga siswa memperoleh paparan bahasa yang lebih kaya dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan blended learning serta menganalisis temuan penelitian terbaru yang terbit pada tahun 2019 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa blended learning dapat meningkatkan penguasaan kosakata, keterampilan menyimak, motivasi belajar, serta kepercayaan diri siswa dalam berbicara melalui penyediaan sumber belajar digital yang bersifat multimodal. Model ini juga mendukung pembelajaran berdiferensiasi serta memperluas kesempatan belajar mandiri. Namun, terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, ketimpangan literasi digital, dan kesiapan guru. Secara keseluruhan, blended learning merupakan model pembelajaran yang potensial untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris bilingual di sekolah dasar apabila didukung sarana dan kompetensi memadai.
Gambaran Resiliensi Komunitas pada KSM di RW 15 Kelurahan Tanjung Mas Anggi Oktafia; Ahsa Khoirunnisa; Faila Sifa Ulya; Mona A Irmahjati; Hidayatus Sibyan; Siti Hikmah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan resiliensi komunitas Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di RW 15 Kelurahan Tanjung Mas yang berhasil mendorong perubahan lingkungan ditengah kompleksitas masalah yang dihadapi. Dengan menggunakan kualitatif deskriptif yang diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat partisipan yang aktif dalam KSM dengan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi komunitas terbentuk melalui empat komponen utama: pengembangan ekonomi berbasis swadaya, modal sosial yang kuat melalui gotong royong dan kohesi warga, sistem informasi dan komunikasi yang terorganisasi, serta kompetensi komunitas yang tercermin dari kepemimpinan lokal, kemampuan adaptasi, dan pembelajaran kolektif. Keberadaan KSM yang mendorong perubahan lingkungan dan sosial. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya peran organisasi lokal dalam memperkuat resiliensi komunitas di tingkat mikro.
Semoor sebagai Representasi Akulturasi Budaya Kolonial Belanda dan Indonesia dalam Perspektif Kuliner Nusantara Calosa Chiquita Engracia; Carrisha Hamiz Abassy Prasetya; Kaila Bilqis Sabira; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji proses akulturasi antara budaya Belanda dan Indonesia melalui bidang kuliner, dengan semur sebagai contoh utama hasil perpaduan dua tradisi. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis sumber sekunder seperti jurnal, buku, dan publikasi ilmiah. Kajian menunjukkan bahwa masa kolonial Belanda (1602–1949) tidak hanya mempengaruhi bidang politik dan ekonomi, tetapi juga membawa perubahan dalam kebiasaan makan masyarakat Nusantara. Interaksi antara juru masak pribumi dan keluarga kolonial melahirkan adaptasi kuliner yang memadukan teknik Eropa dengan rempah dan bahan lokal. Hidangan smoor vlees kemudian berevolusi menjadi semur melalui penggunaan kecap manis, minyak kelapa, dan bumbu khas Indonesia. Kini, semur tidak hanya menjadi makanan rakyat, tetapi juga simbol keberhasilan masyarakat Indonesia dalam menyerap dan memodifikasi pengaruh asing menjadi bagian dari identitas gastronomi nasional.
Persepsi dan Dinamika Motivasi Guru dalam Mengintegrasikan Teknologi Digital dalam Proses Pembelajaran Maulida Annisa; Nur Aisyah Zulkifli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital di era pasca-pandemi menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan perangkat dan media digital ke dalam pembelajaran. Namun, keberhasilan integrasi sangat dipengaruhi oleh persepsi dan motivasi guru yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap teknologi digital serta memahami dinamika motivasi yang memengaruhi penerapannya dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap tiga guru senior sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap manfaat teknologi, terutama dalam meningkatkan efisiensi, variasi metode, dan keterlibatan siswa, meskipun masih menghadapi hambatan teknis dan keterbatasan literasi digital. Motivasi guru dipengaruhi oleh kepuasan profesional, dukungan institusi, serta keyakinan terhadap kemampuan diri. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital akan lebih optimal apabila didukung pelatihan berkelanjutan, fasilitas memadai, dan penguatan motivasi intrinsik guru.
Perkembangan Leksikografi Digital di Indonesia: Analisis Literatur Inovasi dan Tantangan Anggun Luthvita Siregar; Carol Shelila Manik; Elvi Susana Dalimunthe; Raudhatul Amaliyah; Sri Emelda Mangunsong; Anggia Puteri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan leksikografi digital di Indonesia, menjelaskan inovasi yang muncul dalam penyusunan kamus digital, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik kajian literatur yang menghimpun berbagai sumber ilmiah terkait teori leksikografi klasik, pendekatan korpus, teknologi digital, serta hasil penelitian terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi korpus, algoritma frekuensi, basis data relasional, NLP, dan fitur multimodal mampu meningkatkan kualitas makrostruktur dan mikrostruktur kamus digital. Namun, pengembangan leksikografi digital masih terkendala oleh keterbatasan korpus Bahasa Indonesia, kurangnya tenaga ahli, minimnya dokumentasi bahasa daerah, dan rendahnya penerapan standar seperti TEI/XML.
Relevansi Makanan Tradisional sebagai Penguatan Nilai Nasionalisme Generasi Z di Era Digital Aisha Rozaanah; Kania Widyana Nugroho; Dinda Ratu Nilawati; Muhammad Bagas Fakhril Algifari; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan Generasi Z tentang makanan tradisional masih terbatas pada pengenalan umum, tanpa pemahaman mendalam tentang sejarah, budaya, dan proses pengolahannya. Tetapi tren positif muncul di mana Generasi Z tertarik kembali pada kuliner lokal yang dikemas dalam konten kreatif dan inovatif. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa makanan tradisional tetap relevan di era digital, namun perlu adanya strategi dalam memperkenalkan dan melestarikannya agar dapat diterima lebih luas oleh generasi muda.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Sumatera Barat Emira Emira; Hesi Eka Puteri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketenagakerjaan yang masih menjadi salah satu masalah yang belum dapat diselesaikan. Hal tersebut diakibatkan karna jumlah penduduk dan angkatan kerja yang terus meningkat namun tidak di imbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai. Oleh karena itu diperlukan penyediaan lapangan pekerjaan yang besar agar dapat mengimbangi pertumbuhan ekonomi. Salah satu tujuan penting dalam pembangunan ekonomi adalah penyediaan lapangan kerja yang cukup untuk mengejar pertumbuhan angkatan kerja, Permasalahan paling pokok dalam ketenagakerjaan Indonesia terletak pada pertumbuhan angkatan kerja yang tidak berbanding dengan penyediaaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, dan Inflasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelian kuantitatif dengan data yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat. Data yang di peroleh yaitu berupa data Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, Inflasi, dan penyerapan tenaga kerja Di Provinsi Sumatera Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari suatu perusahaan (sumber internal), kepustakaan, website BPS dan lainnya yang di olah menggunakan spss 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat, variabel pertumbuhan ekonomi (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat, variabel Upah Minimum (X3) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Barat dan variabel Inflasi (X4) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat.