cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,133 Documents
Kajian Literatur terhadap Peran Guru dan Orang Tua dalam Deteksi Dini Keterlambatan Perkembangan Anak Assyifa Farhanah Syahrul; Dinda Sri Hanifah Harahap; Nurul Hasanah; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini keterlambatan perkembangan pada anak usia dini sangat bergantung pada kolaborasi antara guru dan orang tua sebagai dua pengamat utama dalam lingkungan kehidupan anak. Kajian literatur ini mensintesis temuan empiris tahun 2019–2025 untuk menganalisis bagaimana kompetensi guru, literasi perkembangan orang tua, pola komunikasi, serta penggunaan instrumen skrining berstandar memengaruhi ketepatan proses deteksi dini. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis pada Google Scholar dan repositori institusi dengan fokus pada artikel full-text yang membahas praktik skrining perkembangan pada layanan PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru berkontribusi melalui observasi kelas yang terstruktur dan pemantauan perkembangan rutin, sedangkan orang tua memberikan gambaran perilaku anak dalam konteks rumah. Namun, akurasi deteksi sering melemah akibat rendahnya pengetahuan orang tua, dokumentasi yang tidak konsisten, serta pelatihan guru yang belum memadai. Penguatan mekanisme kolaboratif—seperti format pelaporan bersama, interpretasi hasil skrining secara terpadu, dan komunikasi rutin—menjadi faktor penting dalam meningkatkan ketepatan identifikasi dini. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa deteksi dini yang efektif tidak hanya bergantung pada instrumen skrining, tetapi juga pada sinergi peran, kompetensi, dan komunikasi antara guru dan orang tua.
Peran Guru dalam Mendeteksi Dini Gangguan Perilaku Pada Anak Usia Dini Annisa Rahayu Sulistyo; Siti Sarah Sari Mangunsong; Zahra Atiah; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitaian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam upaya pendeteksian awal terhadap gangguan perilaku pada anak usia dini. Metode yang diterapkan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada guru PAUD di TK Pelangi, Medan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru memegang peranan strategis dalam melakukan pengamatan, pengenalan, serta pengidentifikasian indikasi awal gangguan perilaku, seperti temperamen yang sulit dikendalikan, perilaku tantrum, interaksi sosial, dan kestabilan emosi anak. Proses deteksi dini dilakukan melalui pengamatan secara terus menerus terhadap perilaku, interaksi sosial, serta ekspresi emosional anak selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu, keberhasilan deteksi sini dipengaruhi oleh pemaham guru mengenai karakteristik anak dan adanya kerja sam antara guru, orang tua, serta pihak sekolah. Meskipun demikian, perbedaan pandangan orang tua dan keterbatasan waktu dalam berkomunikasi menjadi kendala yang dihadapi. Oleh sebab itu, diperlukan pola komunikasi yang efektif dan kolaboratif untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.
Analisis Deteksi Dini Perkembangan Motorik, Bahasa dan Sosial Kemandirian Pada Anak Usia 9-12 Bulan Nurhidayah Nurhidayah; Dinda Alfiyah Damanik; Nurmala Hayati; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deteksi dini perkembangan motorik, bahasa, dan sosial kemandirian pada anak usia 9–12 bulan melalui observasi langsung, wawancara dengan orang tua, serta penggunaan kuesioner pra-skrining. Subjek penelitian terdiri dari dua anak, yaitu Atta (9 bulan) dan Arsiyila (12 bulan), yang diobservasi di lingkungan rumah masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua anak berada pada tahapan perkembangan yang sesuai usianya. Atta memperlihatkan kemampuan motorik seperti duduk stabil dan merangkak, kemampuan bahasa berupa ocehan dan pemahaman instruksi sederhana, serta respons sosial awal. Sementara itu, Arsiyila menunjukkan kemampuan motorik lanjutan seperti berdiri dan berjalan berpegangan, kemampuan bahasa berupa kata bermakna, dan perilaku sosial yang lebih mandiri. Temuan ini konsisten dengan teori perkembangan Gesell, Piaget, dan Bowlby yang menekankan kematangan biologis, interaksi sensori-motorik, serta kelekatan emosional sebagai faktor penting perkembangan anak. Penelitian ini menegaskan bahwa deteksi dini melalui observasi, komunikasi intensif dengan orang tua, serta pra-skrining sangat penting untuk memastikan perkembangan anak berjalan optimal pada masa usia emas.
Pancasila sebagai Dasar Pedoman dan Nilai Kebangsaan dalam Menghadapi Krisis Moral Generasi Muda di Era Media Sosial Sri Yunita; Dina Theresya N. Sitorus; Riska Tri Ramadhani; Stepanus Simatupang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman moral bagi bangsa dalam mengatasi masalah moral di kalangan pemuda di era media sosial. Fenomena penurunan kualitas moral yang ditandai dengan meningkatnya ujaran kebencian, penyebaran informasi palsu, perundungan daring, dan sikap konsumerisme di ruang digital menunjukkan pergeseran nilai-nilai etika yang disebabkan oleh pengaruh budaya global dan berbagai algoritma teknologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka sistematis dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi berbagai penelitian dan studi konseptual yang relevan pada periode 2021 hingga 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial sangat relevan dalam membentuk etika digital generasi muda. Pancasila memainkan peran penting, berfungsi sebagai pedoman moral yang dapat menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial di dunia maya. Penguatan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan pendidikan karakter berbasis proyek, literasi digital moral, dan dukungan dari kebijakan publik dan teknologi dianggap efektif dalam menghasilkan generasi muda yang berintegritas, cerdas secara digital, dan memiliki rasa nasionalisme. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila merupakan strategi penting dalam membangun moralitas digital yang beradab sekaligus mempertahankan identitas nasional di tengah era globalisasi yang pesat.
Pengaruh Lingkungan Kampus, Media Sosial, dan Pendidikan Akhlak terhadap Fenomena Pacaran Mahasiswa Muslim Atika Husna; Rafeyfa Asyla Nasution; Salsabyla Khairunnisa; Sheril Adinda Zahwa; Hapni Laila Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena pacaran di kalangan mahasiswa Muslim tidak lagi dianggap tabu seiring dengan terus berkembangnya budaya digital dan keterbukaan kampus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kampus, media sosial, dan pendidikan moral Islam terhadap perilaku pacaran di kalangan mahasiswa Muslim menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 55 mahasiswa Muslim berusia 18–22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58% responden setuju bahwa lingkungan kampus bersifat permisif dan menormalisasi hubungan romantis; media sosial merupakan faktor yang paling dominan, dengan 47% menyatakan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang kuat terhadap komunikasi dan kedekatan emosional; dan 55% responden setuju bahwa pendidikan moral Islam memiliki pengaruh, meskipun tidak cukup kuat untuk membatasi perilaku pacaran. Temuan ini menyoroti pentingnya memperkuat pendidikan moral Islam dan pengawasan etika di kampus untuk membangun perilaku sosial mahasiswa yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
Digitalisasi Pendidikan Melalui AI: Peluang Inovatif dan Tantangan Perilaku Belajar Peserta Didik di Era Digital Putra Ramadhan Syah; Dhea Fransiska; Septiana Widyaningrum; Saffana Dwi Salwa; Hepy Yulianawati; Afifah Putri Wulandari; Achmad Farchan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi Kecerdasan Artifisial (AI) dalam proses pembelajaran telah menjadi fokus utama dalam inovasi pendidikan abad ke-21 dalam konteks pendidikan modern. AI dalahttps://drive.google.com/drive/folders/11TpwqvmC7Q_HiubaUIeonHRYf_sxrXKxm konteks pendidikan sering digunakan dalam membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran serta membekali keterampilan peserta didik sesuai kebutuhan pembelajaran abad 21. Namun ada risiko menurunnya motivasi belajar pada peserta didik karena ketergantungan berlebihan pada AI yang berdampak pada perubahan perilaku belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sintesis konseptual mengenai pemanfaatan AI yang mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran tanpa menurunkan minat serta tanggung jawab aktivitas belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah dan hasil penelitian empiris yang membahas implementasi AI dalam pendidikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis AI serta implikasi praktis bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
Analisis dan Rancangan Pekerjaan dalam Meningkatkan Produktivitas SDM di Bank Mandiri Halima Tussakdiah; Hendra Riofita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan analisis dan rancang pekerjaan pada Bank Mandiri sebagai bagian dari strategi peningkatan kinerja sumber daya manusia (SDM). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diperoleh melalui kajian literatur ilmiah dan sumber dokumen terkait manajemen SDM di sektor perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pekerjaan di Bank Mandiri meliputi proses sistematis untuk mengidentifikasi tugas, tanggung jawab, serta kualifikasi jabatan yang digunakan sebagai dasar dalam rekrutmen, pelatihan, dan penilaian kinerja. Rancang pekerjaan difokuskan pada penciptaan struktur kerja yang efisien, produktif, dan adaptif terhadap perubahan teknologi digital. Penerapan teknik seperti rotasi pekerjaan (job rotation), perluasan pekerjaan (job enlargement), dan pengayaan pekerjaan (job enrichment) terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta kepuasan kerja karyawan.Dengan demikian, analisis dan rancang pekerjaan yang efektif berperan penting dalam mendukung kinerja SDM serta daya saing organisasi di era industri 4.0.
Simbol dan Makna Gerak pada Seni Dzikir Saman di Desa Wanagiri Saketi Pandeglang Banten Nuke Trinia; Alis Triena Permanasari; Wahyuning Tiyas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dzikir Saman merupakan kesenian tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Wanagiri Saketi Pandeglang Banten, Dzikir Saman ini memiliki simbol-simbol yang kaya akan makna. Penelitian ini bertujuan menganalisis simbol-simbol dalam gerak dzikir saman di Desa Wanagiri dan mengungkapkan makna dengan menggunakan teori semiotika oleh Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan sifat deskriptif, di mana data diperoleh melalui teknik wawancara mendalam, pengamatan langsung di lapangan, serta penelusuran dokumen pendukung. Berdasarkan hasil kajian tersebut, rangkaian gerak dalam praktik Dzikir Saman yang berkembang di Desa Wanagiri, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, meliputi Dodok Sila, Sinuku, Ngeprak, Renggeg Hiji, Renggeg Dua, Renggeg Tilu, Sikut Buka, Gojlok Saman, Gojlok Ngadek, Saman Haji, dan Saman Ngarubuhkeun. Gerak-gerak ini menunjukkan kesederhanaan, penghormatan kepada Allah SWT, kolaborasi, pertahanan diri, kekuatan, dan serangan. Dari simbol- simbol gerak Dzikir Saman tersebut memiliki makna yang terkait dengan nilai-nilai spiritual dan keagamaan, serta konteks budaya masyarakat Desa Wanagiri.
An Analysis of Common Syntactic Errors Made by English Education Students at UINSU Nuri Handayani Siregar; Dinda Sabda Aulia; Siti Nur Zanah; Kayla Lubna Lubis; Siti Ismahani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan sintaksis yang paling umum dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Tadris Bahasa Inggris) di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), khususnya mahasiswa semester pertama dan ketiga, serta untuk menyelidiki faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesalahan tersebut. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui kuis sintaksis yang didistribusikan menggunakan Google Forms dan wawancara yang dilakukan dengan peserta terpilih. Kuis tersebut terdiri dari sepuluh pertanyaan yang mencakup kesesuaian subjek-predikat, ketepatan tenses, urutan kata, struktur frasa, dan penghilangan atau penambahan unsur tata bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis paling sering terjadi pada kesesuaian subjek-predikat, konsistensi tenses, dan struktur frasa, terutama pada kalimat yang memiliki lebih dari satu kata kerja atau kata sifat. Wawancara lebih lanjut mengungkapkan bahwa kesalahan-kesalahan ini dipengaruhi oleh generalisasi berlebihan terhadap aturan tata bahasa, pengaruh bahasa Indonesia, pengetahuan tata bahasa yang terbatas, dan kecenderungan siswa untuk mengandalkan intuisi daripada menerapkan analisis aturan. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun siswa memahami dasar-dasar tata bahasa, mereka menghadapi tantangan dalam menerapkan aturan sintaksis secara konsisten. Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan pengajaran tata bahasa yang lebih terfokus dan kontekstual, serta meningkatkan latihan analisis kalimat, untuk meningkatkan kemampuan sintaksis siswa.
Perbandingan Efektivitas Proses Seleksi Konvensional dan Digital Pada PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Syamruddin Lubis; Hendra Riofita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas proses seleksi konvensional dan digital pada PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam upaya meningkatkan efisiensi, objektivitas, dan kualitas hasil rekrutmen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana data diperoleh melalui kajian buku, jurnal, serta artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses seleksi konvensional memiliki keunggulan dalam menilai aspek interpersonal dan kepribadian calon karyawan secara langsung, namun cenderung membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar. Sementara itu, seleksi digital dinilai lebih efisien dalam hal waktu, biaya, dan pengelolaan data pelamar, serta memberikan transparansi dan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Meski demikian, seleksi digital memiliki keterbatasan dalam menilai soft skills dan kecocokan budaya kerja calon karyawan. Oleh karena itu, hasil penelitian menyarankan penerapan sistem seleksi hybrid yang menggabungkan kedua metode tersebut. Model ini dinilai paling efektif karena mampu memanfaatkan keunggulan teknologi digital tanpa mengabaikan dimensi kemanusiaan dalam proses seleksi. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan perusahaan lain dalam merancang strategi rekrutmen yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia di era digital.