cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,127 Documents
Analisis Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Desa Ujung Kubu Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara Tahun 2025 Rahmah Annisa Hasibuan; Asfriyati Asfriyati; Sri Rahayu Sanusi; Maya Fitria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan usia dini didefinisikan sebagai pernikahan yang dilakukan di bawah usia 25 tahun bagi laki-laki dan di bawah 20 tahun bagi perempuan. Pernikahan usia dini memiliki dampak yang serius pada remaja seperti dampak fisik (perdarahan pasca persalinan, kontraksi palsu, masalah tumbuh kembang anak, dan pengasuhan yang belum optimal, dan KDRT), dampak sosial (risiko perceraian, kehilangan masa remaja, putus sekolah, dan hilangnya peluang pekerjaan), dan dampak psikologis (malu, cemas menghadapi peran baru, penyesalan, terhindar dari perbuatan zina, dan peningkatan rasa tanggung jawab). Berdasarkan hasil dari survei pendahuluan pernikahan usia dini yang telah dilakukan pada 2 informan terjadi karena adanya pergaulan bebas dan kurangnya perhatian dari orang tua tentang pergaulan pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri dari 4 remaja putri yang menikah di usia dini sebagai informan kunci, serta 9 informan pendukung seperti suami, keluarga (ibu/nenek), dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab, dampak, proses pernikahan usia dini, dan dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab pernikahan usia dini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pengaruh lingkungan pergaulan bebas, keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, faktor ekonomi yang tidak mampu membiayai pendidikan, serta paksaan dari orang tua. Dampak yang dialami remaja meliputi dampak fisik, dampak sosial, dan dampak psikologis. Terdapat dua proses pernikahan usia dini yaitu nikah secara agama/siri dan nikah di KUA melalui dispensasi pengadilan agama. Dukungan sosial yang dibutuhkan remaja putri berasal dari keluarga yang memiliki kedekatan emosional seperti suami, ibu, dan nenek. Disarankan kepada remaja untuk meningkatkan pengetahuan dampak pernikahan usia dini, kepada orang tua untuk memberikan pendampingan dan pengawasan yang baik, serta kepada pemerintah untuk memperkuat program edukasi dan regulasi terkait pencegahan pernikahan usia dini.
Karakteristik Perkembangan Fisik, Intelektual, Emosi, Sosial, Moral, dan Spiritual Anak Usia 3 Tahun Ramadan Lubis; Marhamatul Khair; Ayu Putri Andini; Amanda Alia Misara; Dewi Sundari; Haddadul Ilmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak usia tiga tahun di enam domain fundamental: fisik, intelektual, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Penelitian ini dimotivasi oleh kebutuhan untuk memahami bagaimana proses perkembangan awal berlangsung di lingkungan alami dan bagaimana interaksi keluarga membentuk pertumbuhan holistik anak. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, yang melibatkan observasi langsung terhadap aktivitas harian anak dan wawancara semi-terstruktur dengan ibu untuk mendapatkan informasi tambahan. Temuan menunjukkan bahwa perkembangan fisik dan motorik anak telah mencapai tingkat yang sesuai dengan usianya, ditandai dengan koordinasi yang stabil, peningkatan kemandirian, dan perilaku eksplorasi yang aktif. Perkembangan intelektual tercermin dalam munculnya pemikiran simbolis, peningkatan kemampuan verbal, dan rasa ingin tahu yang semakin besar. Regulasi emosional masih berkembang, sementara keterampilan sosial menunjukkan transisi dari perilaku egosentris ke interaksi kooperatif sederhana. Pemahaman moral muncul dalam bentuk kepatuhan terhadap aturan dasar, dan perkembangan spiritual muncul melalui imitasi rutinitas keagamaan di rumah. Studi ini menyimpulkan bahwa stimulasi yang konsisten, komunikasi yang mendukung, dan keterlibatan orang tua yang hangat secara signifikan berkontribusi untuk mendorong perkembangan optimal pada usia tiga tahun.
User Interface and User Experience (UI/UX) Design of Scholar East Based on Design Thinking Ravendiartha Muchlas Aldino; Hidayah Kamulia; Jonathan Rizky Sitorus; Rahma Hanum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) aplikasi Scholar East dengan pendekatan Design Thinking. Pendekatan ini digunakan untuk memudahkan siswa dan pencari beasiswa dalam menemukan peluang pendidikan. Metode penelitian menggunakan lima tahapan: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Tahap Empathize melibatkan penyebaran kuesioner terhadap 35 responden dan wawancara dengan 2 responden untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Kebutuhan tersebut kemudian dianalisis menggunakan Model Kano pada tahap Define. Hasil dari penelitian ini adalah prototipe desain UI/UX yang dievaluasi melalui Usability Testing. Pengujian usabilitas dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap 21 responden. Temuan penelitian menunjukkan skor rata-rata SUS sebesar 77,88. Skor ini mengindikasikan bahwa aplikasi Scholar East termasuk dalam kategori “Good” hingga “Excellent” dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan pengguna dalam mengeksplorasi informasi beasiswa secara efisien
Kecanduan di Ujung Jari: Studi Kualitatif tentang Dampak Gadget terhadap Produktivitas Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar Marlia Herman; Nur Riswandy Marsuki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36449

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena kecanduan yang semakin marak di era digital, dengan fokus pada dampaknya terhadap perilaku individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecanduan serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan survei terhadap informan yang mengalami kecanduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan tidak hanya disebabkan oleh faktor individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan teknologi yang ada. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih efektif dalam menangani masalah kecanduan di kalangan mahasiswa.
Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Kegiatan Daurah Asaasiyyah di Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2025 Yeva Rahayu; Priscilia Chairunnisa; Ruby Aina Kamil; Salma Adibah Rukman; Khaerudin Kurniawan; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36450

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara bangsa Indonesia yang digunakan sebagai acuan nilai-nilai dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kegiatan Daurah Asaasiyyah dapat dijadikan sebagai acuan sarana pembentukan karakter pancasila mahasiswa atau tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini memiliki 15 item pernyataan yang terdiri dari 3 butir item tiap sila yang di sebar melalui angket kepada 53 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket skala likert lima poin yang disusun berdasarkan lima sila pancasila. Untuk menjamin kelayakan instrumen, dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil uji validitas yaitu semua item pernyataan memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel, sehingga dinyatakan valid. Selanjutnya yaitu uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha untuk mengukur konsistensi internal instrumen. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha harus lebih besar dari 0.60, sehingga dapat dinyatakan reliabel dan layak digunakan dalam penelitian.
Peran dan Fungsi Bank Indonesia dalam Pengaturan, Pengawasan, dan Pengembangan Kegiatan Ekonomi Syariah di Indonesia Santosa Santosa; Attar Zhagy Insani; Moh Fahmi Ihsan; Sawitri Yuli Hartati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36451

Abstract

Bank Indonesia memiliki peran penting dalam pengaturan, pengawasan, dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia menetapkan kebijakan yang mendukung stabilitas sistem keuangan syariah melalui penyusunan regulasi, mekanisme pengawasan, dan penguatan infrastruktur kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode normatif untuk menganalisis dasar hukum serta implementasi peran BI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah, dan memperkuat ekosistem keuangan syariah agar lebih stabil dan kompetitif.
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Metode Bercerita Menggunakan Media Gambar di TK Al-Hidayah Desa Tikong Kecamatan Taliabu Utara Kabupaten Pulau Taliabu Yulianti La Bobi; Muhamad Safiuddin Saranani; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media gambar di TK AL-Hidayah subjek dalam penelitian adalah anak di TK AL-Hidayah desa tikong kecamatan taliabu utara kabupaten pulau taliabu berjumblah 17 orang anak terdiri dari 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini jenis analisis data yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tahapan-tahapan dalam mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas yaitu: (1) perencana, (2) pelaksana tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Berdasarkan observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I diperoleh nilai presentase 75% dan meningkat pada siklus II menjadi 92%, sedangkan observasi aktivitas belajar anak pada siklus I diperoleh nilai prestase sebesar 75 % dan meningkatkan pada silus II menjadi 92% berdasarkan data hasil belajar anak pada siklus I menunjukan bahwa rata-rata perolehan nilai anak berada pada kategori Bekembang Sesuai Harapan (BSH) dengan presentase 76% sedangkan hasil belajar anak pada siklus II keberhasilan anak didik yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan presentase 94%. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara anak dapat ditingkatkan menggunakan media gambar di TK AL-Hidayah Desa Tikong Kecamatan Taliabu Utara Kabupaten Pulau Taliabu.
Strategi Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri 21 Buton Arum Safitri; Afifah Nur Hidayah; Damsir D.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan keterampilan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK Negeri 21 Buton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas B TK Negeri 21 Buton. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran melalui beberapa metode, yaitu keteladanan, pembiasaan, bermain peran, bercerita, diskusi kelompok, pemberian pujian, dan komunikasi efektif. Melalui penerapan metode tersebut, guru mampu menanamkan nilai-nilai sosial seperti empati, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa strategi guru dalam mengembangkan keterampilan sosial emosional anak di TK Negeri 21 Buton terlaksana dengan baik dan efektif. Melalui penerapan berbagai metode pembelajaran tersebut, anak menunjukkan perkembangan sosial emosional yang positif, seperti meningkatnya rasa empati, kemampuan berinteraksi, mengendalikan emosi, serta membentuk perilaku sosial yang baik.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Meyelesaikan Soal Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Matematika Dasar Irvan Malay; Riski Syahputra S; Ganda Marpaung; Wibi Habbansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36454

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial matematika sebagai sarana berpikir logis dan sistematis, di mana penguasaan operasi bilangan bulat menjadi fondasi utama bagi siswa sekolah dasar sebelum mempelajari topik yang lebih kompleks seperti aljabar dan kalkulus. Namun, transisi dari bilangan asli ke bilangan negatif seringkali menimbulkan hambatabelajar yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai jenis-jenis kesalahan serta faktor penyebab kegagalan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui instrumen tes tertulis berupa soal uraian yang dirancang untuk menguji pemahaman konseptual dan prosedural, serta diperkuat dengan wawancara mendalam terhadap subjek yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Proses analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan temuan dipastikan melalui teknik triangulasi yang membandingkan konsistensi antara jawaban tertulis siswa dengan hasil klarifikasi lisan saat wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kesalahan siswa secara garis besar terbagi ke dalam tiga aspek utama: aspek konseptual, prosedural, dan teknis. Kesalahan konseptual merupakan jenis kesalahan yang paling dominan, di mana siswa gagal memahami fungsi tanda negatif baik sebagai operator hitung maupun sebagai karakter bilangan. Pada aspek prosedural, ditemukan ketidakmampuan siswa dalam menyusun langkah-langkah penyelesaian secara sistematis pada operasi campuran. Sementara itu, kesalahan teknis umumnya berkaitan dengan rendahnya ketelitian siswa dalam melakukan perhitungan dasar. Faktor penyebab kesalahan tersebut mencakup miskonsepsi yang terbentuk akibat generalisasi aturan perkalian ke dalam operasi penjumlahan, rendahnya kemampuan literasi dalam menerjemahkan soal cerita ke dalam model matematika, serta ketergantungan pada metode hafalan tanpa pemahaman logika yang kuat pada sistem garis bilangan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan penggunaan media pembelajaran visual dan konkret guna menjembatani transisi berpikir siswa dari pemahaman yang abstrak menuju pemahaman yang lebih substantif.
Makna Pendidikan Kewirausahaan bagi Pemuda dalam Membangun Kemandirian Kerja dan Menghadapi Pengangguran Anisah Setiani; Metha Wardiyah; Naila BR S Depari; Zahra Wadhiah Simanjuntak; Nurlia Sartika Ritonga; Maulidah Hasnah Anas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pendidikan kewirausahaan bagi pemuda dalam membangun kemandirian kerja dan menyikapi realitas pengangguran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya tingkat pengangguran pemuda yang menunjukkan ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif dan orientasi fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif pemuda yang mengikuti pendidikan kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dimaknai secara multidimensional oleh pemuda, tidak hanya sebagai pembelajaran teknis bisnis, tetapi sebagai proses pembentukan pola pikir, identitas kerja, dan ketahanan psikologis. Pendidikan kewirausahaan berperan dalam menginternalisasi nilai kemandirian, keberanian menghadapi risiko, serta fleksibilitas dalam merespons ketidakpastian kerja. Selain itu, pendidikan kewirausahaan membantu pemuda merekonstruksi makna pengangguran dari stigma kegagalan menjadi fase transisi yang dapat direspons secara kreatif. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan kewirausahaan perlu dipahami secara kontekstual dan humanis, tidak semata-mata berdasarkan capaian ekonomi.