cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 25,715 Documents
Analisis Nilai Moral dan Pendidikan Karakter dalam Satua Pan Balang Tamak Ni Ketut Suryani; Ni Made Ari Dwi Prasini; I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39203

Abstract

Satua Bali merupakan salah satu bentuk sastra tradisional yang mengandung nilai moral dan pendidikan karakter yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Namun, minat generasi muda terhadap sastra daerah mulai menurun akibat perkembangan teknologi dan budaya modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dan pendidikan karakter yang terdapat dalam satua Pan Balang Tamak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian berupa teks satua Pan Balang Tamak yang dianalisis melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satua tersebut mengandung nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kecerdikan, kepedulian sosial, dan sikap menghargai orang lain. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui tindakan tokoh dan konflik cerita. Dengan demikian, satua Pan Balang Tamak dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan karakter sekaligus sarana pelestarian budaya daerah.
Perkembangan Politik dan Masalah – Masalah yang Ditimbulkan Masa 1959-1966 (Demokrasi Terpimpin , Irian Barat , Interaksi Tiga Kekuatan, dan Konfirmasi Malaysia) Falda Mutiara Ridwan; Dhea Ananda Putri; Muhammad Rahman Rohim; Etmi Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39204

Abstract

Periode 1959–1966 merupakan salah satu babak paling dinamis dan penuh gejolak dalam sejarah politik Indonesia. Penelitian ini mengkaji empat dimensi utama perkembangan politik pada masa tersebut: (1) konsepsi Demokrasi Terpimpin beserta implementasi Manipol-USDEK; (2) perjuangan diplomatik dan militer dalam pembebasan Irian Barat; (3) interaksi tiga kekuatan sospol utama, yakni Soekarno, TNI-AD, dan PKI; serta (4) kebijakan konfrontasi terhadap Malaysia. Dengan menggunakan pendekatan historis-deskriptif dan analisis sumber primer maupun sekunder, artikel ini menunjukkan bahwa keempat dimensi tersebut saling berkaitan dan pada akhirnya memicu krisis politik yang berujung pada berakhirnya Orde Lama pada tahun 1966. Demokrasi Terpimpin yang semula dirancang sebagai solusi ketidakstabilan justru menciptakan sentralisasi kekuasaan yang memungkinkan tumbuhnya rivalitas antar kekuatan politik. Konfrontasi dengan Malaysia memperparah kondisi ekonomi, sementara interaksi tiga kekuatan berakhir dengan tragedi G30S/PKI yang mengakhiri era Soekarno.
Sekitar G.30.S/PKI: Prolog, Epilog, dan Analisis Berbagai Pendapat Haney Septria Hendomon; Septia Rahmadani; Nabila Septiyani; Etmi Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39205

Abstract

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau yang lebih dikenal dengan G.30.S/PKI merupakan salah satu tragedi kelam dalam sejarah Indonesia yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan dan perdebatan di kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif tiga aspek utama dari peristiwa tersebut: prolog yang melatarbelakangi terjadinya gerakan, epilog berupa dampak dan akibat yang ditimbulkan pasca-peristiwa, serta analisis berbagai pendapat dan teori yang berkembang mengenai siapa sesungguhnya dalang di balik gerakan ini. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan pendekatan historis-kritis, penelitian ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa G.30.S/PKI merupakan peristiwa yang sangat kompleks dengan latar belakang politik, sosial, dan ekonomi yang saling berkelindan. Setidaknya terdapat empat teori besar yang berupaya menjelaskan peristiwa ini: teori PKI sebagai dalang utama, teori keterlibatan militer, teori intervensi asing khususnya Amerika Serikat, dan teori Soekarno. Setiap teori memiliki argumentasi dan bukti pendukungnya masing-masing, sehingga kebenaran mutlak peristiwa ini masih menjadi perdebatan akademik hingga saat ini.
Identifikasi Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder pada Daun Kunyit (Curcuma longaL.) melalui Skrining Fitokimia Diana Keysha; Fasellah Ike Rosadi; Naylah Arfah; Salsa Marlinang Nababan; Tedi Firmansah Darma; Yessee Paulina Sijabat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39206

Abstract

Pemanfaatan daun kunyit (Curcuma longa L. ) sebagai herbal alternatif masih terkendala karena minimnya data saintifik mengenai komposisi kimianya, terutama jika dibandingkan dengan rimpangnya. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi profil senyawa metabolit sekunder dari golongan alkaloid, flavonoid, dan saponin dalam daun kunyit asal Kota Medan, menggunakan uji fitokimia kualitatif. Tahapan yang dijalani meliputi persiapan simplisia kering, proses ekstraksi dengan maserasi memakai pelarut etanol 70% selama 72 jam, dan pengujian kualitatif dengan reagen khusus. Analisis kualitatif menunjukkan hasil negatif pada semua indikator yang diperiksa; tak terbentuk endapan pada uji Mayer dan Dragendorff (alkaloid), tak ada perubahan warna merah tua pada uji Shinoda (flavonoid), dan tak timbul busa stabil saat uji kocok (saponin). Kondisi ini mengindikasikan bahwa kadar ketiga jenis senyawa tersebut berada di bawah ambang deteksi metode kualitatif yang dipakai. Secara biologis, keadaan ini merefleksikan perbedaan peran organ tanaman, di mana daun lebih terfokus pada fotosintesis, sementara penimbunan metabolit sekunder umumnya terjadi di rimpang sebagai organ penyimpan cadangan makanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa daun kunyit dari Kota Medan memiliki kadar alkaloid, flavonoid, dan saponin yang sangat sedikit, sehingga kurang ideal dijadikan sumber utama untuk memisahkan senyawa-senyawa tersebut.
Identifikasi Metabolit Sekunder Pada Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) Annisa J Sidabutar; Aulia Balqis; Kirania Bintang; Lincewaty Sitanggang; Nabila Maulidya Putri; Nazla Salsabilla; Pirly Padila Sinaga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39207

Abstract

Tumbuhan Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan tumbuhan khas Sumatera Utara yang secara tradisional digunakan sebagai bumbu masakan dan obat herbal. Potensi aktivitas biologisnya yang tinggi diduga kuat berasal dari kandungan senyawa aktif di dalamnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengecek kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada buah Andaliman. Metode Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% pada suhu kamar selama 3 x 24 jam. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuji secara kualitatif melalui skrining fitokimia menggunakan berbagai pereaksi spesifik untuk mendeteksi golongan senyawa metabolit sekunder. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah Andaliman positif mengandung senyawa metabolit sekunder golongan ( alkaloid dan saponin). Hal ini membuktikan Metode maserasi efektif dalam menyari senyawa aktif pada buah Andaliman. Kandungan metabolit sekunder yang ditemukan menunjukkan bahwa buah Andaliman memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agen terapeutik maupun bahan baku farmasi.
Uji Keberadaan Metabolit Sekunder Pada Daun Tumbuhan Jeruk Purut (Citrus hystrix) Kasih Lasmaria Pardosi; Neylan Dwi Cherish Hulu; Putri Nabila; Sagiv Afrand Shuja Harahap; Salwa Mahnira Lubis; Sufi Salsabila
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, dan saponin pada daun jeruk purut Jeruk Purut melalui uji fitokimia sederhana. Metode penelitian dilakukan dengan pembuatan simplisia daun, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan dengan pengujian alkaloid menggunakan pereaksi Mayer dan Dragendorff, pengujian flavonoid menggunakan serbuk Mg dan HCl, serta pengujian saponin melalui pembentukan busa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pengujian memberikan hasil negatif, ditandai dengan tidak terbentuknya endapan putih maupun merah jingga pada uji alkaloid, tidak terjadi perubahan warna merah tua pada uji flavonoid, serta tidak terbentuk busa stabil pada uji saponin. Hasil negatif tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsentrasi ekstrak yang rendah, metode ekstraksi yang kurang optimal, kerusakan senyawa selama preparasi, serta sensitivitas pereaksi yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode dan kondisi sampel sangat memengaruhi keberhasilan identifikasi metabolit sekunder pada daun jeruk purut
Identifikasi Metabolit Sekunder Pada Daun Sirih (Piper Betle) dengan Metode Uji Fitokimia Aulia Putri; Aulia Rahmadani; Fransiska Ratnawati Hura; Hotmaria Saragih; Juningsih Telaumbanua; Wulandari Wulandari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39209

Abstract

Daun Sirih (Piper betle) merupakan tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak daun sirih menggunakan uji fitokimia. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan pelarut etanol 70% melalui proses maserasi. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, dan saponin berdasarkan perubahan warna, terbentuknya endapan, serta munculnya busa pada pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji alkaloid memberikan hasil negatif karena tidak terbentuk endapan. Uji flavonoid menunjukkan hasil positif yang ditandai dengan terbentuknya warna merah pekat. Sementara itu, uji saponin menunjukkan hasil negatif karena tidak terbentuk busa yang stabil. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih mengandung senyawa flavonoid, namun tidak menunjukkan adanya kandungan alkaloid dan saponin pada pengujian yang dilakukan.
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jahe Putih (Zingiber officinale Rosc. var. officinarum) Dinda Nazwa Fadilah; Flora Handati Siregar; Mutiara Simaremare; Nazwa Asriyani Br. Hasibuan; Pintasari Simanjorang; Putri Dwi Ayuningrum; Steviq Colose Andreas Sitompul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39210

Abstract

Daun jahe putih (Zingiber officinale Rosc.) merupakan tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional karena memiliki berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada daun jahe putih serta mengetahui potensinya sebagai tanaman herbal di Kota Medan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui uji fitokimia terhadap ekstrak etanol daun jahe putih. Tahapan penelitian meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi maserasi menggunakan etanol 96%, dan pengujian metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak daun jahe putih negatif mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin dikarenakan tidak adanya endapan, perubahan warna, atau busa pada masing-masing uji. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti intensitas cahaya, suhu, kelembapan, jenis tanah, serta ketersediaan unsur hara pada tanaman.
Identifikasi Metabolit Sekunder Daun Bangun-Bangun (Coleus Amboinicus) sebagai Tanaman Herbal di Kota Medan Cynthya Juliarna Dakhi; Sri Olivia Br. Barimbing; Indah Andini Sinaga; Charisa Elmawati Sinaga; Gita Sundali; Muhammad Rafli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39211

Abstract

Daun bangun-bangun (Coleus amboinicus) merupakan tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan masyarakat Sumatera Utara sebagai obat tradisional dan pelancar ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada daun bangun-bangun sebagai tanaman herbal di Kota Medan. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui uji fitokimia terhadap ekstrak etanol daun bangun-bangun. Tahapan penelitian meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 72 jam, serta pengujian alkaloid, flavonoid, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bangun-bangun tidak menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, maupun saponin. Hal tersebut ditandai dengan tidak terbentuknya endapan pada uji alkaloid, tidak terjadinya perubahan warna pada uji flavonoid, serta tidak terbentuknya busa stabil pada uji saponin. Hasil negatif tersebut diduga dipengaruhi oleh metode ekstraksi, kondisi simplisia, konsentrasi ekstrak, dan faktor lingkungan tempat tumbuh tanaman. Meskipun demikian, daun bangun-bangun tetap berpotensi sebagai tanaman herbal sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan metode ekstraksi dan teknik analisis yang lebih spesifik dan sensitif untuk memperoleh identifikasi metabolit sekunder secara lebih optimal.
Peran Bagian Kerja Sama dalam Meningkatkan Efisiensi antar Daerah Pada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Nina Wijayanti; Rizki Syafril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39212

Abstract

Dalam pelaksanaan otonomi daerah, kerja sama antar daerah merupakan upaya penting untuk meningkatkan efektivitas pembangunan dan pelayanan publik. Bagian Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sumatera Barat berperan dalam memfasilitasi koordinasi, menyiapkan dokumen kerja sama, serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kerja sama antar daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antar daerah dapat dibangun melalui komunikasi yang baik, koordinasi yang berkelanjutan, dan penyelarasan perencanaan pembangunan antar daerah. Proses kerja sama dilakukan melalui tahapan perencanaan, eksplorasi, penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. Namun, beberapa kendala masih ada dalam pelaksanaannya, seperti perbedaan kepentingan antar daerah, digitalisasi administrasi kerja sama yang kurang optimal, dan kendala dalam menyelaraskan substansi perjanjian. Oleh karena itu, penguatan sistem informasi kerja sama daerah dan peningkatan koordinasi antar instansi daerah diperlukan untuk memastikan pelaksanaan kerja sama yang lebih efektif dan berkelanjutan.