cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 25,715 Documents
Representasi Fenomena Sosial Remaja Era Digital dalam Novel Mariposa Karya Luluk H.F.: Kajian Sastra Kontemporer Meiza Oxanda; Hibatullah Adam Villalba; Widya Tika Rahma Dina; Gatot Sarmidi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi fenomena sosial remaja era digital dalam novel Mariposa karya Luluk H.F. melalui kajian sastra kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt yang memandang karya sastra sebagai refleksi kondisi sosial masyarakat. Sumber data penelitian berupa novel Mariposa cetakan ke-12 tahun 2018. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menafsirkan bentuk-bentuk fenomena sosial yang muncul dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Mariposa merepresentasikan lima fenomena sosial remaja era digital, yaitu: (1) budaya FOMO, stalking, dan validasi sosial di Instagram; (2) gaya pacaran impulsif dan digital dating violence; (3) krisis identitas dan standar kecantikan remaja perempuan akibat media sosial; (4) fenomena personal branding dan gengsi akademik; serta (5) budaya spill dan hilangnya ruang privat remaja. Tokoh Acha dan Iqbal merepresentasikan remaja generasi digital yang mengalami tekanan sosial akibat tuntutan citra diri, validasi virtual, dan budaya komunikasi media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Mariposa tidak hanya berfungsi sebagai karya hiburan, tetapi juga sebagai kritik sosial terhadap kehidupan remaja modern yang sangat dipengaruhi oleh media digital. Novel ini memperlihatkan bahwa media sosial memiliki dampak positif dalam mempermudah interaksi sosial, tetapi juga dapat menimbulkan kecemasan sosial, krisis identitas, dan tekanan psikologis pada remaja. Oleh karena itu, novel Mariposa relevan dijadikan media refleksi sosial dan edukasi mengenai kehidupan remaja di era digital.
Analisis Nilai-Nilai Moral Satua Bali “I Durma” untuk Pendidikan Karakter I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana; I Putu Erik Sanjaya; I Gede Dharma Surya Arta; I Gede Suardana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39154

Abstract

Satua Bali merupakan warisan budaya lokal yang sarat dengan nilai moral dan pendidikan karakter yang penting bagi generasi muda. Namun, menurunnya minat generasi muda terhadap satua Bali berpotensi mengurangi pemahaman mereka terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai moral dan pendidikan karakter dalam satua Bali I Durma serta menjelaskan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan menelaah teks satua secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satua I Durma mengandung nilai ketekunan, kerja keras, hormat kepada orang tua dan guru, rendah hati, tidak dendam, ketakwaan kepada Tuhan, serta semangat menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam perjalanan hidup tokoh I Durma selama belajar dan mengabdi di Pasraman Jero Dukuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa satua I Durma memiliki fungsi edukatif sebagai media pembelajaran karakter yang relevan untuk mendukung pembentukan karakter sekaligus pelestarian budaya Bali.
The Role of Learning Administration in Optimizing Teachers' Professional Competencies in the Era of Education Digitalization Eyrik Indriyanto; Muhamad Sidiq Asyhari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39155

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan mendorong perubahan signifikan pada sistem pembelajaran dan tata kelola administrasi pendidikan sehingga menuntut guru memiliki kompetensi profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pembelajaran. Namun, implementasi administrasi pembelajaran berbasis digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi teknologi, keterbatasan infrastruktur, dan belum optimalnya pengelolaan administrasi akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran administrasi pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pada era digitalisasi pendidikan, mengidentifikasi tantangan implementasi administrasi pembelajaran digital, serta mendeskripsikan strategi optimalisasi administrasi pembelajaran secara efektif dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kajian literatur melalui analisis artikel ilmiah, jurnal bereputasi, dan sumber akademik relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis tematik, content analysis, dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi pembelajaran berbasis digital berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, kompetensi digital guru, efisiensi administrasi akademik, dan adaptasi profesional terhadap transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Relasi Guru dan Murid dalam Meningkatkan Interaksi Pembelajaran di MTs Nurul Falah Pasangrahan Petir Kabupaten Serang Silvia Rizqy Maulidia; Talitha Zahra Damayanti; Sharfina Bazliah; Agung Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39156

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami hubungan sosial antara pengajar dan siswa dalam meningkatkan interaksi pembelajaran di MTs Nurul Falah Pasangrahan Petir. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkap bahwa hubungan sosial antara pengajar dan siswa terbentuk lewat interaksi dan komunikasi yang berlangsung secara berkesinambungan di lingkungan sekolah. Hubungan yang positif ditandai dengan adanya komunikasi yang lancar, sikap saling menghargai, dan suasana pembelajaran yang mendukung sehingga mampu meningkatkan partisipasi serta motivasi siswa. Selain itu, pandangan sosial dan harapan pengajar terhadap siswa juga berperan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik yang menjelaskan bahwa makna yang ada dalam interaksi sosial memengaruhi kualitas hubungan antara pengajar dan siswa dalam pembelajaran.
Fungsi, Manfaat, Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran Maulida Annisa; Aulia Hafizoh; Mardia Hayati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39157

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Media pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu bagi guru dalam menyampaikan materi, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan pentingnya media pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis berbagai referensi yang berkaitan dengan konsep media pembelajaran. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai fungsi, manfaat, serta penerapan media pembelajaran dalam kegiatan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat membantu memperjelas penyampaian materi, meningkatkan motivasi belajar peserta didik, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Oleh karena itu, pemanfaatan media pembelajaran secara tepat dan inovatif sangat diperlukan untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Efektivitas Problem-Based Learning Berbantuan Modul Terintegrasi AR Cagar Budaya Semarang untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Indar Rizky; Nabilla Arisatul Faizah; Isna Riska Amalia; Cindy Setya Amanda; Suri Mecilita; Adi Satrio Ardiansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39159

Abstract

Indonesia menempati urutan 10 negara terbawah dengan skor matematika 379 pada PISA 2018. Geometri merupakan salah satu materi yang berkaitan dengan konten PISA yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis. Namun, kemampuan berpikir kritis peserta didik Indonesia masih rendah. Problem Based Learning (PBL) berbantuan modul terintegrasi augmented reality (AR) cagar budaya Semarang merupakan inovasi untuk masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas PBL berbantuan modul terintegrasi AR cagar budaya Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental. Populasi terdiri seluruh peserta didik kelas VIII SMPN 21 Semarang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa peserta didik: (1) Tuntas secara klasikal; (2) Tuntas secara individual; (3) Terdapat perbedaan rata-rata nilai posttest dan pretest; (4) Peningkatkan kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol. Dengan demikian, model PBL berbantuan modul terintegrasi AR cagar budaya Semarang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibandingkan menggunakan PBL saja.
Analisis Kemampuan Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Sekolah SMP Negeri 12 Medan Kelas VII-8 Nurul Azmira Pane; Adam Rafli; Aulia Syahputri; Hiyoshi Friyona Silalahi; Rosmaini Rosmaini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar pada siswa kelas IX-7 SMP Negeri 12 Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 22 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis yang mengukur pemahaman siswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah dan konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa mencapai 86,55 dengan ketuntasan klasikal sebesar 90,91%. Sebanyak 20 siswa (90,91%) dinyatakan tuntas, sementara 2 siswa (9,09%) belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 75. Nilai tertinggi yang dicapai adalah 96 dan nilai terendah 67, dengan rentang nilai 29 poin. Distribusi nilai menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sangat baik (45,45%) dan baik (45,45%). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktuntasan siswa meliputi faktor kognitif, motivasi belajar, kebiasaan belajar, serta dukungan lingkungan keluarga. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program remedial bagi siswa yang belum tuntas, program pengayaan bagi siswa berprestasi, serta peningkatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan berdiferensiasi, asesmen formatif, dan kolaborasi dengan orang tua.
Konstruksi Sosial tentang Gangguan Jiwa dalam “Deaf Community Kupang” dan Potensi Implikasinya terhadap Perlakuan Orang dengan Gangguan Jiwa di Luar Komunitas Rakhel Gabriela Fuah; Hotlif A. Nope; Aris Lambe; Hildigardis Maria Imakulata Nahak
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39161

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi sosial tentang gangguan jiwa dalam Deaf Community Kupang serta implikasinya terhadap perlakuan terhadap orang dengan gangguan jiwa di luar komunitas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tujuh partisipan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur berbantuan penerjemah bahasa isyarat, dan dokumentasi, serta divalidasi melalui member checking. Hasil menunjukkan bahwa makna gangguan jiwa dibentuk melalui praktik komunikasi visual-linguistik dalam bahasa isyarat, yang memandang individu dengan gangguan jiwa sebagai pihak yang membutuhkan dukungan, meskipun masih terdapat pengaruh pandangan kultural yang mengaitkannya dengan faktor mistis atau moral. Konstruksi ini memengaruhi sikap komunitas, yang cenderung menjaga jarak dalam situasi tertentu, namun tetap menunjukkan empati tanpa diskriminasi langsung.
Siapa yang Lebih Rentan? Faktor Demografis dan Pola Penggunaan dalam Kecenderungan Adiksi TikTok pada Mahasiswa Riza Akhdisholikhah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran faktor demografis dan pola penggunaan TikTok terhadap kecenderungan adiksi TikTok pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Responden berjumlah 158 mahasiswa yang merupakan pengguna TikTok minimal 12 bulan terakhir. Kecenderungan adiksi TikTok diukur menggunakan adaptasi TikTok Addiction Scale (TTAS). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui jamovi v. 2.7.9 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, kelompok usia, semester, lama menggunakan TikTok, dan durasi penggunaan TikTok harian secara bersama-sama menjelaskan 14,7% variasi kecenderungan adiksi TikTok. Prediktor yang berkontribusi signifikan adalah durasi penggunaan TikTok harian pada kategori tertentu serta semester 4 dan semester 8. Temuan ini menunjukkan bahwa kecenderungan adiksi TikTok lebih berkaitan dengan intensitas penggunaan harian dan konteks akademik mahasiswa dibandingkan karakteristik demografis umum.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa dalam Presentasi Perkuliahan Matematika Monica Dina Rosari Sihite; Aisyah Putri Simanjuntak; Lita Datita Saragih; Christania Rossalin Sagala; Sahru Ramadhan; Hendra Kurnia = Pulungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa dalam presentasi perkuliahan matematika. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran terhadap 21 mahasiswa Program Studi Matematika. Data dikumpulkan melalui angket Google Form dan dianalisis menggunakan persentase serta deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis mahasiswa berada pada kategori baik, terutama dalam menjelaskan langkah penyelesaian soal dan penggunaan media digital dalam presentasi. Presentasi tugas juga membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman konsep dan kepercayaan diri. Namun, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide matematis dengan bahasa yang mudah dipahami audiens. Dengan demikian, presentasi tugas efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa.