cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 25,715 Documents
Kajian Ekolinguistik terhadap Diskursus Penggunaan Plastik dalam Interaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Brayan Tia Maharani; Hoirina Pulungan; Regita Amelia; Shiwi Sulistyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39213

Abstract

Penggunaan kantong plastik dalam aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Brayan masih menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Tingginya penggunaan plastik berpotensi meningkatkan jumlah sampah yang berdampak pada pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilakukan karena kajian mengenai penggunaan plastik umumnya berfokus pada aspek lingkungan dan kebijakan, sedangkan hubungan antara penggunaan bahasa dan kesadaran ekologis masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis diskursus penggunaan plastik dalam interaksi jual beli di Pasar Tradisional Brayan melalui perspektif ekolinguistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif karena mampu mengungkap fenomena kebahasaan secara mendalam dalam konteks alamiah. Data penelitian berupa 20 tuturan pedagang dan pembeli serta hasil wawancara terhadap 8 informan. Data dikumpulkan melalui observasi, perekaman, pencatatan, dan wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan plastik masih dinormalisasi melalui tuturan yang menekankan aspek kepraktisan, kemudahan, dan efisiensi. Tuturan seperti “pakai plastik aja” dan “dobel aja plastiknya” merepresentasikan pandangan masyarakat yang menganggap plastik sebagai kebutuhan utama dalam aktivitas jual beli. Di sisi lain, ditemukan tuturan yang menunjukkan kesadaran ekologis, seperti penolakan penggunaan plastik dan kebiasaan membawa tas belanja sendiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merepresentasikan cara pandang masyarakat terhadap lingkungan. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji diskursus penggunaan plastik pada lokasi yang lebih luas untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Peningkatan Aktivitas Belajar Bahasa Indonesia melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC di Kelas X 2 SMA Negeri 1 Sei Suka Naifa Kayla Anjani; Mutia Aulia; Desi Puspita Sari; M Reza Palevi; Mhd. Isman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Comprehension (CIRC) di kelas X IPS 2 SMA Negeri 1 Sei Suka. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Aktivitas belajar siswa yang diamati meliputi membaca, bertanya, menjawab, menyanggah, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I rata-rata aktivitas belajar siswa mencapai 31,3%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 85,4%. Aktivitas tertinggi terdapat pada aspek membaca, sedangkan aktivitas terendah terdapat pada aspek menyimpulkan. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe CIRC terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce dalam Puisi Sajak Matahari Karya W.S. Rendra Dea Artika Sari Dewi; Nabila Zahwa Triadi; Nabillah Adinda; Mhd. Isman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda semiotika berupa ikon, indeks, dan simbol dalam puisi Sajak Matahari karya W.S. Rendra menggunakan teori Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan bait puisi yang mengandung unsur ikon, indeks, dan simbol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan kajian pustaka dengan cara membaca, mencatat, dan mengelompokkan data sesuai teori semiotika Charles Sanders Peirce. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan mengidentifikasi tanda-tanda semiotika dalam puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Sajak Matahari mengandung ikon seperti “pelangi”, “cahaya matahari”, dan “bara” yang menggambarkan harapan dan semangat perjuangan. Selain itu, ditemukan indeks seperti “lumpur”, “mata menyala”, dan “membakar dunia” yang menunjukkan penderitaan dan perlawanan sosial. Simbol dalam puisi ini ditunjukkan melalui kata “matahari”, “wanita miskin”, “tuan tanah”, dan “cakra jingga” yang melambangkan harapan, kekuasaan, penderitaan, dan perjuangan rakyat kecil.
Cognitive Behavioral Therapy untuk Mengurangi Repetitive Negative Thinking Diah Ayu Permatasari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39216

Abstract

Repetitive Negative Thinking (RNT) merupakan pola berpikir berulang, sulit dikendalikan, dan berfokus pada pengalaman negatif maupun kemungkinan buruk di masa depan. RNT diketahui berperan sebagai faktor transdiagnostik yang mendasari berbagai permasalahan psikologis, termasuk kecemasan, stres akademik, dan gangguan fungsi sehari-hari. Partisipan berusia 27 tahun yang mengalami kecenderungan berpikir negatif berulang terkait penyelesaian tesis, ketidakpastian pekerjaan, konflik interpersonal, dan penilaian sosial dari lingkungan. Intervensi diberikan dalam enam sesi CBT yang meliputi asesmen dan konseptualisasi kasus, identifikasi pikiran otomatis negatif, restrukturisasi kognitif, problem solving, pengambilan keputusan, serta pencegahan kekambuhan. Data diperoleh melalui wawancara klinis, observasi, catatan terapi, dan evaluasi perkembangan partisipan selama proses intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan intensitas RNT, peningkatan kemampuan mengidentifikasi serta mengevaluasi pikiran otomatis negatif, peningkatan keterampilan pemecahan masalah, serta peningkatan kemampuan menghadapi tuntutan akademik dan interpersonal secara lebih adaptif.
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Web dalam Pembelajaran Unsur dan Prinsip Desain pada Elemen Dasar Fashion Design Fase E Keahlian Tata Busana di SMKN 2 Tuban Zahrotun Naila Hasanah; Deny Arifiana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39217

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kendala pada pembelajaran unsur dan prinsip desain pada elemen Dasar Fashion Design di SMKN 2 Tuban, hal tersebut diakibatkan oleh keterbatasan media pembelajaran yang kurang menarik perhatian siswa, media yang digunakan berupa handout dan buku paket, serta metode pembelajaran yang masih didominasi oleh penjelasan satu arah. Kondisi tersebut belum selaras dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pemanfaatan TIK. Tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan kesesuaian e-modul interaktif yang berbasis web, berdasarkan penilaian ahli media dan materi, serta hasil belajar siswa setelah modul tersebut digunakan. Metode penelitian dan pengembangan yang diterapkan mengikuti model ADDIE. Data mengenai kesesuaian dikumpulkan melalui validasi dari para ahli, sementara data hasil belajar siswa didapatkan melalui penilaian di bidang kognitif dan psikomotor. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa modul elektronik ini dinilai sangat sesuai, dengan skor rata-rata validasi 3,75%. Selain itu, media ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dengan tingkat keberhasilan belajar mencapai 93% dan skor rata-rata akhir 87,5. Sebagai kesimpulan, modul elektronik interaktif berbasis web ini sangat sesuai dan efektif.
Pembelajaran Inklusif bagi Warga Binaan Perempuan melalui Program Kesetaraan di Lapas Kelas II B Bengkulu Ari Putra; Wiwin Yunita; Kezia Kasandravati; Dhea Aprifa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39242

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang menekankan akses pendidikan yang setara bagi semua, dengan lingkungan belajar yang inklusif maka mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, serta kesiapan warga binaan perempuan untuk kembali dan beradaptasi di masyarakat. Pendidikan sebagai hak dasar setiap individu, termasuk warga binaan, memiliki peran penting dalam proses pembinaan, pemberdayaan, serta persiapan reintegrasi sosial. Penelitian pada warga binaan Lapas II B ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Proses pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel sesuai kondisi lapas dengan pendekatan yang adaptif, terbuka, dan partisipatif. Tutor berperan sebagai fasilitator, motivator, evaluator, dan informator dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Meskipun masih terdapat keterbatasan fasilitas belajar, pelaksanaan pendidikan telah menunjukkan adanya upaya menciptakan lingkungan belajar inklusif melalui pemberian kesempatan belajar yang setara tanpa diskriminasi.
Evaluasi Penggunaan Media Digital pada Tahap Perencanaan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Irda Suriani; Ririn Bagani Harahap; Nuri Raudha Harahap; Sakinah Tanjung; Ivan Abbas; Marisa Fadillah; Siti Hajar Nasution; Mardiah Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana media digital digunakan dalam proses perencanaan pembelajaran IPA. Pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis beragam sumber ilmiah. Temuan menunjukkan bahwa berbagai platform digital seperti Ruang GTK, Canva, PhET, Quizizz, Wordwall, Kahoot, serta AR/VR mendukung guru dalam menyusun alat pembelajaran, menciptakan media visual, melaksanakan asesmen awal, dan memetakan kemampuan siswa dengan cara yang lebih efisien. Namun, penggunaan media ini masih belum maksimal karena adanya batasan dalam kemampuan digital guru, fasilitas yang tersedia, akses internet, waktu, dan kesesuaian media yang digunakan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan peningkatan kemampuan guru dan penyediaan fasilitas agar penggunaan media digital dapat lebih efektif dalam pembelajaran IPA.
Problematika Adaptasi Guru terhadap Tuntutan Pembelajaran Inovatif Pada Kelas Tinggi Sekolah Dasar Rachel Dewi Putri Silalahi; Saskhia Rahmadani; Shofiatul Izza Marpaung; Najwa Arisha Putri; Khairunnisa Khairunnisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39258

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika adaptasi guru terhadap tuntutan pembelajaran inovatif pada kelas tinggi sekolah dasar di SD Negeri 106163 Bandar Klippa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran inovatif melalui model Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PJBL), diskusi kelompok, dan penggunaan media pembelajaran. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan penggunaan teknologi, pengembangan media kreatif, pengelolaan kelas aktif, serta tuntutan administrasi pembelajaran. Perbedaan pengalaman mengajar dan kemampuan adaptasi teknologi juga memengaruhi implementasi pembelajaran inovatif. Guru senior lebih unggul dalam pengelolaan kelas dan pemahaman karakter siswa, sedangkan guru muda lebih cepat beradaptasi dengan media digital. Kolaborasi antarguru, pelatihan teknologi, serta dukungan sarana prasarana menjadi faktor penting dalam mendukung adaptasi guru.
Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam di Era Digital Diyan Firmansyah; Auni Luthfiah Nurfathina; Wan Jamaluddin; Achi Rinaldi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39259

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut lembaga pendidikan Islam untuk mampu beradaptasi dalam pengelolaan pendidikan agar tetap efektif dan relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam di era digital. Penelitian menggunakan metode library research dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan literatur yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidikan Islam dan transformasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis nilai-nilai Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan melalui penguatan literasi digital, inovasi pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi dalam manajemen pendidikan. Namun, transformasi digital masih menghadapi kendala berupa rendahnya kompetensi digital tenaga pendidik dan keterbatasan sarana teknologi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kepemimpinan yang inovatif dan adaptif agar pengelolaan lembaga pendidikan Islam dapat berjalan secara optimal.
Analisis Efektivitas Program Pelatihan dan Pengembangan dalam Meningkatkan Kompetensi Karyawan: Sebuah Studi Literatur Muhammad Fadly Prasetya; Ines Rahma Yanti; Vira Ayu Selviana; Rifqi Ardiansyah; Tajudin Tajudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39260

Abstract

Di tengah kemajuan teknologi yang pesat dan persaingan bisnis yang ketat, kompetensi karyawan menjadi faktor krusial keberhasilan organisasi. Program pelatihan dan pengembangan merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program pelatihan dan pengembangan dalam meningkatkan kompetensi karyawan melalui pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari 20 artikel ilmiah terbitan tahun 2019–2025 dari jurnal nasional dan internasional terpercaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa program pelatihan dan pengembangan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kinerja kerja karyawan. Efektivitas program sangat dipengaruhi oleh analisis kebutuhan pelatihan, metode yang tepat (termasuk berbasis digital), dukungan manajemen, partisipasi karyawan, serta evaluasi berkelanjutan menggunakan model Kirkpatrick. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perusahaan yang secara konsisten melaksanakan program pelatihan dan pengembangan yang efektif akan memiliki sumber daya manusia yang lebih kompeten, adaptif, dan berdaya saing.