cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,400 Documents
Analisis Tingkat Etos Kerja Staf Kitchen dan Service Departemen F&B di Hotel Mercure Tangerang Centre Hizkia Adi; Saptariana Saptariana; Muh Hafizd; Berliana Berliana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur, memetakan, dan menganalisis secara matematis profil tingkat etos kerja staf kitchen (produk) dan staf service (pelayanan) pada Food and Beverage Department di Hotel Mercure Tangerang Centre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Mengingat jumlah populasi yang terbatas, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sampling jenuh (total Sampling) dengan melibatkan 7 responden operasional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur model Skala Likert 5 poin yang mengadaptasi dimensi etos kerja profesional Sinamo (2011). Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan persentase Tingkat Capaian Responden (TCR) berbantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil pengujian instrumen menunjukkan seluruh butir kuesioner dinyatakan 100% valid dan sangat reliabel (Cronbach's Alpha = 0,995). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat etos kerja operasional secara keseluruhan mencapai 82,86% (kategori Tinggi). Kekuatan utama moral kerja staf bertumpu pada dimensi Kedisiplinan dan Waktu serta Tanggung Jawab dan SOP dengan capaian persentase tertinggi (85,71%). Sebaliknya, kelemahan utama berada pada dimensi Kerjasama Tim (79,05%), khususnya pada keengganan staf membantu rekan kerja sejawat (77,14%) akibat tingginya beban kerja individu saat jam sibuk (rush hour). Penelitian ini merekomendasikan pihak manajemen hotel untuk menyelenggarakan program Cross-training taktis, Team-Building, serta penyesuaian skema insentif berbasis tim.
Problem Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal Papua Latifatu Atika Ahyaroni; Aleda Mawene; Budi Rahayu; Wigati Yektiningtyas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai upaya pelestarian budaya lokal Papua pada murid kelas IV SD INPRES Arso VII Kabupaten Keerom. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 19 murid dan satu guru kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan keaktifan murid dalam mengikuti pembelajaran, mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, dan menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal Papua melalui materi ajar yang relevan. Murid dilatih untuk mengidentifikasi masalah terkait pelestarian budaya, mencari solusi secara berkelompok, dan mempresentasikan hasilnya, yang secara langsung melibatkan mereka dalam pemahaman dan pelestarian warisan budaya daerah. Kesimpulan dari studi ini adalah PBL merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengintegrasikan keterampilan berbahasa Indonesia dengan pelestarian budaya lokal Papua, sehingga dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan keterampilan berbahasa Indonesia dengan pelestarian budaya lokal pada jenjang sekolah dasar.
Pelatihan Rias Panggung Straight Make Up dan Pemasangan Sunting Penari sebagai Upaya Pengembangan Entrepreneur Muda Guna Menunjang Event Wisata Kelurahan Kayu Kubu, Kota Bukittinggi Siti Hajar Thaitami; Hendri Yusuf; Febri Silvia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40600

Abstract

Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, memiliki potensi wisata yang berkembang pesat dengan berbagai event budaya yang rutin diselenggarakan. Namun, ketersediaan tenaga rias panggung yang terampil, khususnya dalam teknik Straight Make Up dan pemasangan sunting penari sesuai pakem budaya Minangkabau, masih terbatas. Kondisi ini menyebabkan sanggar seni setempat sering mendatangkan perias dari luar daerah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan rias panggung bagi pemuda setempat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam rias panggung serta membuka peluang usaha di bidang jasa tata rias. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan tanya jawab, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan selama proses pelatihan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk melakukan rias panggung secara profesional. Program ini mendukung kebutuhan event wisata lokal sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha muda di bidang tata rias panggung.
Eksplorasi Problematika Akademik Siswa dalam Memahami Materi Pembelajaran: Studi Kasus pada Siswa SMA Dhini Aulia; Dinda Azalia Simangunsong; Faliza Layla Salsavira; Milda Wahyu Arista; Ramadan Lubis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi problematika akademik yang dialami siswa dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian adalah seorang siswi kelas XII SMA yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami beberapa problematika akademik, yaitu kesulitan memahami materi yang mengandung banyak rumus dan penjelasan panjang, tekanan akademik terhadap pencapaian nilai, rendahnya rasa percaya diri, serta rasa malu untuk bertanya ketika tidak memahami materi pembelajaran. Problematika tersebut memengaruhi kondisi akademik, emosional, dan psikologis partisipan. Untuk mengatasinya, partisipan melakukan berbagai upaya seperti mengikuti bimbingan belajar, belajar mandiri, berdiskusi dengan teman, serta mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, ikhtiar, dan tawakal. Selain itu, dukungan emosional, motivasi, dan penguatan spiritual selama proses wawancara membantu partisipan menghadapi problematika akademik secara lebih positif. Penelitian ini menunjukkan bahwa problematika akademik dipengaruhi oleh faktor kognitif, emosional, sosial, dan spiritual sehingga diperlukan dukungan dari guru, keluarga, dan lingkungan belajar yang positif.
Model Strategis Manajemen SDM Terintegrasi untuk Pengembangan Kompetensi Guru Abad 21: Sintesis Resource-Based View dan AMO Theory Ikhwan Jamil
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40602

Abstract

Pengembangan kompetensi guru abad 21 menghadapi tantangan integrasi teknologi, beban administratif, dan tuntutan Kurikulum Merdeka yang kompleks. Penelitian ini bertujuan merancang model manajemen SDM strategis berbasis Pelatihan–Evaluasi–Retensi (PER) untuk meningkatkan kemampuan, kesempatan inovasi, dan motivasi guru. Metode yang digunakan bersifat konseptual dengan analisis literatur, studi teori AMO dan Resource-Based View, serta kajian empiris terkait evaluasi kinerja, retensi non-finansial, dan technostress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pelatihan untuk ability, evaluasi kinerja untuk opportunity, dan retensi non-finansial untuk motivation membentuk siklus berkelanjutan yang meningkatkan kompetensi, keterlibatan, dan kesejahteraan guru. Kesimpulannya, Model PER menawarkan cetak biru strategis untuk sekolah menengah dalam mengelola guru sebagai aset strategis, sekaligus memitigasi burnout dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kemampuan Berpikir Kritis ditinjau dari Gaya Belajar pada Model Discovery Learning dengan Pendekatan STEM Berbantuan QuizWhizzer Nabila Dwi Cahyani; Budi Waluya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40603

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa memerlukan inovasi pembelajaran yang tepat. Penelitian mixed method ini bertujuan untuk menganalisis kualitas Discovery Learning pendekatan STEM berbantuan QuizWhizzer pada materi lingkaran di kelas XI SMA Negeri 2 Slawi dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis ditinjau dari gaya belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di kelas XI-5 dan XI-6 dengan masing-masing kelas berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data melalui tes, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Discovery Learning pendekatan STEM berbantuan QuizWhizzer berkualitas sangat baik dan efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Secara kualitatif, siswa gaya belajar visual dan auditorial mampu memenuhi indikator interpretasi, analisis, dan evaluasi, sedangkan siswa gaya belajar kinestetik memenuhi seluruh indikator berpikir kritis. Kesimpulannya, model Discovery Learning pendekatan STEM berbantuan QuizWhizzer ini efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan dapat dioptimalkan dengan menyesuaikan karakteristik gaya belajar siswa.
Akhlak dan Etika Tenaga Kependidikan sebagai Cerminan Pendidikan Islami Leny Rismayanti; Lastri Lastri; Novi Rahmadaniah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40604

Abstract

Akhlak dan etika tenaga kependidikan merupakan aspek penting dalam mendukung terwujudnya pendidikan Islami yang berkualitas dan berkarakter. Namun, masih ditemukan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan rendahnya disiplin, tanggung jawab, serta profesionalisme dalam lingkungan pendidikan. Artikel ini bertujuan mengkaji pentingnya akhlak dan etika tenaga kependidikan sebagai cerminan pendidikan Islami. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan jurnal ilmiah, buku, dan sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan nilai kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pendidikan serta terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis. Simpulan kajian menegaskan bahwa penguatan akhlak dan etika tenaga kependidikan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mendukung pelayanan pendidikan yang profesional dan mencerminkan nilai-nilai Islam.
Efektivitas Penerapan Asas Sederhana, Cepat, dan Biaya Ringan dalam Hukum Acara Perdata di Indonesia: Suatu Studi Literatur Ratu Hafizah Alania Nur Suruury Surianata; Nayla Syalwa Cantika; Adelia Tri Utami; Farahdinny Siswajanthy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40606

Abstract

Hukum acara perdata merupakan instrumen penting dalam sistem peradilan yang berfungsi untuk menjamin perlindungan dan penegakan hak-hak keperdataan masyarakat melalui mekanisme hukum yang teratur dan berkeadilan. Penyelenggaraan peradilan perdata di Indonesia berpedoman pada asas sederhana, cepat, dan biaya ringan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Namun, dalam praktiknya, penerapan asas tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti prosedur yang kompleks, lamanya proses penyelesaian perkara, serta tingginya biaya yang harus ditanggung oleh para pencari keadilan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, Mahkamah Agung Republik Indonesia melakukan transformasi digital melalui penerapan sistem e-Court dan e-Litigation sebagai upaya meningkatkan efektivitas pelayanan peradilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan asas sederhana, cepat, dan biaya ringan dalam hukum acara perdata di Indonesia serta mengkaji implementasi sistem e-Court sebagai bentuk modernisasi peradilan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan yuridis normatif. Data penelitian diperoleh dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah, serta bahan hukum tersier yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan hukum acara perdata dan sistem peradilan elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem e-Court telah memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan asas sederhana, cepat, dan biaya ringan melalui penyederhanaan administrasi perkara, percepatan proses persidangan, peningkatan transparansi layanan, serta pengurangan biaya yang harus dikeluarkan oleh para pihak. Meskipun demikian, efektivitas penerapannya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, kesenjangan akses internet, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum optimalnya kesiapan sumber daya manusia di lingkungan peradilan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan hukum acara perdata, penguatan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas aparatur peradilan, serta perluasan edukasi hukum dan teknologi kepada masyarakat guna mewujudkan sistem peradilan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berkeadilan.
An Error Analysis of the English Translation of the Indonesian Folktale Timun Mas Salwa Khumairoh Hasyim; Firza Sakinah; Rosanti Nasution; Isma Hani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40607

Abstract

Terjemahan memainkan peran penting dalam mentransfer makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Namun, perbedaan struktur linguistik dan kosakata dapat menyebabkan kesalahan terjemahan yang memengaruhi ketepatan transfer makna. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan terjemahan yang ditemukan dalam terjemahan bahasa Inggris dari cerita rakyat Timun Mas. Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Data terdiri dari kata, frasa, klausa, dan kalimat yang diambil dari versi bahasa Indonesia Timun Mas dan terjemahan bahasa Inggrisnya. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan Analisis Kesalahan dengan mengklasifikasikan kesalahan yang teridentifikasi ke dalam empat kategori: penghilangan, penambahan, pemilihan, dan penataan. Sebanyak tujuh kesalahan terjemahan diidentifikasi di kedua versi teks tersebut. Temuan menunjukkan bahwa kesalahan pemilihan merupakan jenis yang paling dominan, diikuti oleh kesalahan penghilangan, penambahan, dan penataan. Kesalahan ini ditemukan dalam pilihan leksikal, informasi yang dihilangkan, elemen yang ditambahkan, dan susunan kata. Kesalahan tersebut memengaruhi ketepatan dan kesetaraan makna antara teks sumber dan teks sasaran. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun terjemahan bahasa Inggris secara umum menyampaikan alur cerita dongeng aslinya, beberapa bagian terjemahan dapat ditingkatkan untuk mencapai transfer makna yang lebih akurat. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada studi penerjemahan, memberikan wawasan tentang tantangan penerjemahan umum dalam teks sastra, dan berfungsi sebagai referensi praktis bagi penerjemah yang bekerja dengan materi dongeng Indonesia.
Pemerataan Pendidikan Didaerah Tertinggal Papua Pegunungan Melalui Program Kampus Mengajar Ramot Anugrah Sagala; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40608

Abstract

Pemerataan pendidikan di Papua Pegunungan masih menghadapi tantangan serius yang tidak hanya berkaitan dengan akses sekolah, tetapi juga mutu pembelajaran, keberlanjutan partisipasi, keterbatasan infrastruktur, kapasitas guru, dan rendahnya dukungan ekosistem literasi. Artikel ini bertujuan menelaah peran Program Kampus Mengajar sebagai strategi pemerataan pendidikan di daerah tertinggal Papua Pegunungan melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Literatur yang dianalisis mencakup artikel ilmiah, kajian sistematis, studi empiris, dan laporan resmi yang relevan dengan isu Kampus Mengajar, literasi-numerasi, pendidikan Papua, sekolah pedesaan, dan ketimpangan pendidikan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kampus Mengajar memiliki potensi strategis dalam memperkuat literasi, numerasi, adaptasi teknologi sederhana, pendampingan guru, administrasi sekolah, dan pengembangan budaya belajar yang lebih kontekstual. Namun, efektivitas program sangat dipengaruhi oleh kesiapan sekolah, dukungan guru, keterbatasan fasilitas, kondisi sosial-budaya, penggunaan bahasa pertama peserta didik, dan keberlanjutan kolaborasi antaraktor. Artikel ini menawarkan model pemerataan pendidikan berbasis tiga lapis, yaitu kontekstualisasi pembelajaran, penguatan ekosistem sekolah, dan kolaborasi berkelanjutan. Dengan demikian, Kampus Mengajar perlu diposisikan bukan sekadar sebagai program penugasan mahasiswa, tetapi sebagai strategi afirmatif yang menghubungkan kebijakan nasional dengan kebutuhan nyata sekolah di wilayah pedalaman.