cover
Contact Name
Zulfah
Contact Email
zulfahasni670@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zulfahasni670@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 26143038     EISSN : 25799258     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published twice a year in May and November. JC receives 40 articles per year The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 1,471 Documents
Etnomatematika: Analisis Literatur Review Pola Bilangan Motif Batik Jawa Barat terhadap Penguatan Karakter Siswa SD Imas Indah Mutiara; Intan Rozana; Tarpan Suparman
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4647

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai filosofis tetapi juga mengandung unsur matematis. Etnomatematika hadir sebagai jembatan pedagogis yang memanfaatkan konteks budaya lokal, seperti motif Batik Sunda (Jawa Barat), untuk pembelajaran matematika sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis literatur mengenai potensi etnomatematika berbasis pola bilangan pada motif batik Jawa Barat sebagai sarana penguatan karakter siswa Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian menggunakan analisis literatur sistematis terhadap 22 artikel ilmiah. Hasil analisis menunjukkan justifikasi teoritis yang kokoh, didasarkan pada tiga temuan utama. Pertama, validitas konsep matematika, khususnya pola bilangan (barisan ganjil dan aritmetika), terkonfirmasi secara eksplisit dalam motif Batik Garut dan Mega Mendung. Kedua, terdapat keselarasan kuat antara tujuan etnomatematika dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dengan nilai dominan yang diidentifikasi adalah nasionalisme atau cinta budaya. Ketiga, teridentifikasi dua mekanisme penguatan karakter: (1) melalui filosofi motif (konten), seperti nilai kerja keras dan kebijaksanaan; dan (2) melalui proses pembelajaran (proses) yang menumbuhkan rasa ingin tahu, ketelitian, dan kejujuran. Disimpulkan bahwa etnomatematika pola bilangan batik Jawa Barat memiliki potensi kuat untuk penguatan karakter siswa SD. Penelitian ini merekomendasikan pergeseran dari studi eksplorasi ke Research & Development (R&D) untuk mengembangkan bahan ajar praktis, serta perlunya pelatihan bagi guru untuk mengintegrasikan filosofi batik dalam pembelajaran.
Perbandingan Pendekatan Deep Learning dan Contextual Learning Berbantuan Geogebra Pada Mata Kuliah Geometri Analitik Bidang dengan Asesmen Numerasi Bettri Yustinaningrum; Mar'atus Sholihah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4873

Abstract

Geometri analitik bidang merupakan mata kuliah yang diwajibkan bagi mahasiswa semester III program studi TMT. Geometri analitik bidang lebih banyak diajarkan dengan ceramah tanpa pengaitan dengan kehidupan nyata. Padahal mata kuliah geometri analitik bidang banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti mesin, fisika, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan pendekatan deep learning, kontektual learning, dan konvensional dengan menggunakan assesmen numerasi. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain postest only with nonequivalent groups. Metode pengumpulan data menggunakan tes numerasi dengan analisis data one away anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil numerasi dari ketiga pendekatan. Pendekatan deep learning berbeda signifikan berdasarkan nilai mean dan p-value dibanding dengan pendekatan kontekstual dan konvensional.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI TKJ 3 SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru Ummuna Ummuna Rafli; Maimunah Maimunah; Nahor Murani Hutapea
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4911

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI TKJ 3 SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru. Hasil tes awal menunjukkan sebagian besar siswa belum mampu melakukan interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi secara optimal. Kondisi ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan soal rutin, serta kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yag digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 29 siswa. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis secara kuantitatif berdasarkan hasil tes pada setiap indikator berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, serta berdiskusi, bekerja sama, dan mempresentasikan hasil. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan, ditandai dngan bertambahnya jumlah siswa pada kualifikasi baik dari 0 pada tes awal menjadi 10 orang pada siklus II, serta tidak adanya siswa pada kualifikasi kurang sekali.
Pemahaman Konsep Mahasiswa Ditinjau dari Kemampuan Menyelesaikan Persamaan Diferensial Homogen Cut Najwa Aulia; Lukman Hakim Laia; Nisa Rahmaddani; Putri Febriani; Zaini Tia Rizky Munte; Ade Andriani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4933

Abstract

Pemahaman konsep matematika, khususnya pada materi persamaan diferensial homogen, sangat penting dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pemahaman mahasiswa dalam menyelesaikan soal persamaan diferensial homogen. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan sebagai subjek. Data diperoleh melalui angket dan tes berdasarkan indikator pemahaman konsep dari depdiknas (2006). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memahami definisi dan bentuk umum persamaan diferensial homogen, serta mampu menentukan langkah awal penyelesaian dengan tepat. Namun, masih terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ciri khas dan memberikan contoh konsep secara benar. Secara keseluruhan, proses pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa, namun diperlukan penguatan melalui latihan dan diskusi mendalam agar pemahaman konsep lebih mendalam dan mampu menyelesaikan soal yang lebih kompleks.
Integrasi Problem-based learning dalam Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siti Nurhalimah; Isna Rafianti; Etika Khaerunnisa
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4943

Abstract

Kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan melatarbelakangi penelitian ini. Pada pembelajaran di sekolah, mayoritas pendidik masih menggunakan metode ceramah dan buku teks konvensional sebagai media pembelajaran. hal tersebut memicu rendahnya partisipasi siswa dan membuat siswa merasa jenuh. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Android dengan menerapkan model PBL yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research & Development dengan model ADDIE yang meliputi analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah SMA di Cilegon. Lokasi penelitian dilakukan di salah satu SMA di Cilegon dengan melibatkan tiga ahli materi, tiga ahli media, seorang guru matematika, serta 33 peserta didik kelas XI. Penilaian dari ahli materi memperoleh persentase 94,44% (sangat valid), uji ahli media memperoleh persentase 88,10% (sangat valid), respon siswa 88,98%(sangat praktis) dan respon guru 86,25% (sangat praktis). Hasil tes kemampuan pemecahan masalah 75,67%(efektif), sebanyak 25 dari 33 siswa tuntas. Berdasarkan hasil penilaian media pembelajaran dengan problem-based learning berbasis android layak diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran matematika khususnya materi lingkaran.
Eksplorasi Etnomatematika Layangan Bebean Bali sebagai Sumber Pembelajaran Matematika Kontekstual Putu Natha Wira Utama; Kadek Ayu Mutiara Pratiwi; I Made Suarsana
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4965

Abstract

Matematika sering diajarkan secara abstrak di sekolah sehingga siswa sulit memahami konsepnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika dalam proses pembuatan layangan bebean Bali dan mengkaji potensinya sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual, yaitu mengamati langsung praktik budaya dari tiga video tutorial pembuatan layangan bebean di YouTube. Data dianalisis melalui reduksi data, pemberian kode, dan penafsiran. Hasil penelitian menemukan delapan konsep matematika yang terintegrasi secara alami dalam proses pembuatan layangan, yaitu: garis dan sudut, pengukuran panjang dan satuan, bangun datar dan luas, teorema Pythagoras, simetri lipat dan refleksi, perbandingan dan skala, keliling dan penjumlahan, serta trigonometri sederhana. Konsep-konsep ini dipraktikkan secara intuitif oleh para perajin tanpa melalui pendidikan formal, yang menegaskan bahwa matematika tumbuh dari aktivitas budaya masyarakat. Simpulannya, layangan bebean Bali memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika yang bermakna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan uji coba langsung di lapangan dan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis layangan bebean.
Tinjauan Sistematis Model Flipped Classroom terhadap Pemahaman Konsep Matematis Made Yeni Mardani; I Made Ardana
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4984

Abstract

Pemahaman konsep matematis telah menjadi keterampilan esensial pada abad ke-21 yang menuntut pergeseran paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Merespons tuntutan tersebut, berbagai institusi pendidikan mulai mengintegrasikan model Flipped Classroom untuk memaksimalkan aktivitas kognitif tingkat tinggi selama waktu tatap muka di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis mengenai penerapan model Flipped Classroom dalam pendidikan matematika, dengan berfokus pada pendekatan pembelajaran yang diintegrasikan serta hubungannya dengan pemahaman konsep matematis. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan ERIC untuk rentang publikasi tahun 2021 hingga April 2026, yang menghasilkan 1.188 artikel. Melalui pedoman PRISMA dan evaluasi kelayakan kualitas metodologi, sebanyak tujuh artikel final terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis konten menunjukkan bahwa: (1) penelitian didominasi oleh metode kuantitatif kuasi-eksperimen yang berfokus pada mahasiswa dan siswa sekolah menengah, tanpa adanya temuan di tingkat sekolah dasar; (2) fase prakelas difasilitasi oleh platform e-learning, video, dan asisten kecerdasan buatan (AI), sedangkan sesi tatap muka mengintegrasikan pendekatan tutor sebaya (peer-teaching), pemodelan, dan Think-Aloud; serta (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penerapan Flipped Classroom dengan peningkatan pemahaman konsep matematis. Keterbatasan utama dalam tinjauan ini meliputi jumlah literatur akhir yang kecil (tujuh artikel) sehingga membatasi daya generalisasi, ketiadaan studi pada jenjang sekolah dasar, dan potensi bias publikasi. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi fase prakelas dan tatap muka secara sinergis.
Penerapan Model Osborn dalam Pembelajaran Matematika Materi Bentuk Aljabar di Kelas VII SMP Negeri 3 Tondano Leonardus Turang; Cori Pitoy; James Mangobi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4986

Abstract

Kesulitan siswa memahami konsep aljabar menjadi latar belakang penelitian ini sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah rata-rata hasil belajar setelah diterapkan model Osborn lebih baik dari model pembelajaran langsung pada materi bentuk aljabar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain Posttest Only Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berupa 5 soal uraian. Sampel diambil dari 2 kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas kontrol dengan 22 siswa dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan 22 siswa, dipilih menggunakan teknik random sampling setelah dilakukan uji homogenitas dan uji kesamaan. Teknik analisis data menggunakan uji-t sampel independen. Validitas instrumen diverifikasi oleh validator ahli meliputi dosen dan guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (88,73) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol (77,59), dengan thitung = 21,35 > ttabel= 2,018 pada α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model Osborn secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk aljabar dibandingkan model pembelajaran langsung.
Kajian Literatur Sistematis tentang Integrasi Budaya Lokal dalam Asesmen Numerasi Sekolah Dasar Agnes Teresa Panjaitan; Elsi Sirampun
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4990

Abstract

Berbagai penelitian terkait asesmen numerasi sekolah dasar memperlihatkan bahwa unsur budaya lokal masih jarang dijadikan landasan dalam merancang instrumen evaluasi numerasi siswa. Studi ini dilakukan untuk menelaah kecenderungan penelitian sebelumnya mengenai pemanfaatan budaya lokal dalam asesmen numerasi sekolah dasar sekaligus menemukan ruang pengembangan instrumen yang lebih kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan semi-systematic literature review melalui penelusuran artikel ilmiah pada Google Scholar dan berbagai sumber akademik lain yang relevan. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi tahun publikasi, relevansi topik, dan kelengkapan sumber sehingga diperoleh 15 artikel utama untuk dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada pengembangan perangkat pembelajaran berbasis budaya lokal dibandingkan pengembangan instrumen asesmen numerasi. Selain itu, integrasi antara standar numerasi internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA), kebijakan nasional melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), dan konteks budaya lokal masih belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyusunan instrumen penilaian numerasi yang memanfaatkan konteks budaya daerah diperlukan agar proses evaluasi lebih dekat dengan pengalaman belajar siswa sekolah dasar.
Pola Pikir Bertumbuh dalam Pembelajaran Matematika: Studi pada Mahasiswa Calon Guru melalui Lesson Study Ratri Asmaya Puspa; Rastina Kurniasari; Mochamad Lukman Hakim; Surya Sari Faradiba; Miftahul Khasan; Siti Ambarwati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.4995

Abstract

This study aims to analyze the growth mindset of prospective mathematics teachers based on learning transcripts from Lesson Study activities on quadratic equations. A qualitative case study approach with thematic analysis was employed to examine classroom interactions, focusing on responses to errors, learning strategies, effort, and teacher feedback. The findings indicate that a growth mindset began to emerge through several key indicators: acceptance of mistakes as part of the learning process, active cognitive engagement such as asking clarification questions, constructive process-oriented feedback from teachers, and collaborative group discussions. However, the study also identified inconsistent pedagogical practices, particularly the use of generalized negative feedback focusing solely on final answers, which potentially reinforces a fixed mindset. The results highlight that while Lesson Study provides an effective collaborative platform for developing a growth mindset, strengthening pedagogical communication competence is essential for prospective teachers to consistently apply growth mindset principles. This study contributes empirical evidence on how growth mindset manifests in authentic classroom settings and underscores the importance of reflective practices in teacher education.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024 Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 1 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023 Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022 Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika More Issue