cover
Contact Name
Laila Susanti
Contact Email
laila.susanti@utb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
laila.susanti@utb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFL : Jurnal Farmasi Lampung
ISSN : 23552506     EISSN : 25984896     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The focus of JFL is to become a media for the publication of articles on Pharmaceutical and related practice-oriented subjects in the pharmaceutical sciences, natural medicine and clinic community. The scope of the journal is Pharmaceutical sciences, its research and its application.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggunakan Pendekatan HOT-FITPenerapan Sistem Informasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggunakan Pendekatan HOT-FIT: IMPLEMENTATION OF DRUG MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM IN PHARMACY INSTALLATION OF REGIONAL GENERAL HOSPITAL USING HOT-FIT APPROACH Azizatunnisa, Rahmatia; Ghozali, Muhammad Thesa; Ahyar, Zeda Kumala; Dewi, Pramitha Esha Nirmala; Widayati, Aris
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 2 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/rvts9708

Abstract

Implementasi lapangan Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Obat (SIM-PO) di instalasi farmasi rumah sakit menuntut keselarasan faktor manusia, organisasi, serta teknologi agar berdampak pada mutu layanan dan efisiensi logistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari Human, Organization, dan Technology terhadap keberhasilan penerapan SIM-PO di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berlokasi di sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia menggunakan metode HOT-FIT. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif cross-sectional pada 35 tenaga kefarmasian dari berbagai unit kerja, menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel; analisis ini dilakukan dengan Partial Least Squares (SmartPLS 3.0). Hasil penelitian membuktikan bahwa ketiga dimensi berpengaruh signifikan terhadap implementasi SIM-PO di instalasi farmasi; domain Human (β=0,364; t=3,231; p=0,0013), Organization (β=0,334; t=2,812; p=0,0051), dan Technology sebagai determinan paling dominan (β=0,442; t=3,676; p=0,0003). Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi sistem ini ditentukan oleh kualitas teknis dan layanan TI, dukungan organisasi (kebijakan, kepemimpinan, pelatihan), serta kompetensi dan kepuasan pengguna. Selain itu, implikasi praktiknya adalah prioritas peningkatan keandalan sistem informasi obat dan interoperabilitas, program peningkatan kapasitas pengguna berbasis kebutuhan unit, serta tata kelola dan dukungan manajerial yang konsisten.
BIOTEKNOLOGI DAN BIOREKAYASA: POTENSI BIOMATERIAL TELUR AYAM SEBAGAI SOLUSI OBAT MEDIS: BIOTECHNOLOGY AND BIOENGINEERING: THE POTENTIAL OF CHICKEN EGG BIOMATERIALS AS MEDICAL DRUG Atira, Aynun; Yusminah Hala
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 2 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/rstc1708

Abstract

This Literature Study aims to analyze various research results on biotechnology and bioengineering that focus on the potential of chicken egg biomaterials as medical solutions. This study uses descriptive qualitative research based on literature studies by reviewing scientific articles from 2020–2025 from the PubMed, Scopus, Sciencedirect, and Google Scholar databases. The results of the study show that chicken egg biomaterials have significant potential in tissue engineering, drug delivery, and degenerative disease therapy. Eggshells are rich in calcium carbonate and hydroxyapatite, which are relevant for hard tissue regeneration. The shell membrane contains collagen and glycosaminoglycans with anti-inflammatory and regenerative activities. Egg whites contain bioactive proteins such as ovalbumin and ovotransferrin, which play a role in wound healing and anticancer activity, while egg yolks are rich in lipids and immunoglobulin Y, which support drug delivery and immunological therapy. Overall, chicken egg biomaterials show high potential as a sustainable, biocompatible, and economical alternative to synthetic materials for the development of drug delivery systems and future biomedical therapies. Keywords: Biotechnology, Bioengineering, Biomaterial, Chicken Egg, Medical Drug.
Formulasi Dan Penentuan Nilai SPF Lip Balm Kombinasi Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comusus L. Merr) dan Kulit Wortel (Daucus carota L.) Sukamdi, Dyani Primasari; Nurjanah, Cut Intan Ayu; Harimurti, Sabtanti; Krisridwany, Annisa; Amid, Azura; Haresmita, Perdana Priya
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 2 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/tqd48s21

Abstract

Lips are susceptible to ultraviolet (UV) exposure because they lack melanin, sweat glands, and hair follicles. To protect and moisturize lips, lip balm is widely used; however, it generally contains synthetic ingredients that can cause side effects. Therefore, a safe and effective natural-based alternative is needed. Pineapple peel (Ananas comusus L. Merr.) contains flavonoids and tannins that function as natural sunscreens. In contrast, carrot peel (Daucus carota L.) is rich in β-carotene, vitamin E, and flavonoids with antioxidant and natural coloring properties. The combination of these ingredients is considered complementary and has the potential to be used as natural active components in lip balm formulations. This study aims to determine the formulation and SPF value of lip balms containing pineapple and carrot peel extracts as UV protection agents. Four formulations were prepared: F0 (0% extract), F1 (10% pineapple peel extract), F2 (10% carrot peel extract), and F3 (combination of both extracts). The evaluation included organoleptic testing, homogeneity testing, stability testing, determination of the melting point, pH measurement, and SPF testing. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test method. The results showed that all formulations met the characteristics of a good lip balm, with SPF values of 1.028, 8.791, 8.949, and 25.672, respectively. Formulation F3 showed the highest SPF value with “ultra” protection, indicating strong potential as a natural UV-protective lip balm. Keywords:  Pineapple peel, carrot peel, lip balm, formulation, SPF value.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG: EVALUATION OF ANTIBIOTIC USE IN HOSPITALIZED PATIENTS WITH ACUTE RESPIRATORY TRACT INFECTIONSAT A PRIVATE HOSPITAL IN BANDUNG Pamula, Tira Pala’langan; Allo, Duma Turu; Sulastri, Titin
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 2 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/96fxg731

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi di Indonesia, terutama pada kelompok usia anak dan balita. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dalam terapi ISPA dapat menyebabkan resistensi bakteri, peningkatan biaya perawatan, dan menurunkan efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan ISPA di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif non-eksperimental dari data rekam medis pasien periode Januari–Maret 2025. Sebanyak 201 data pasien dianalisis berdasarkan karakteristik demografis, golongan dan jenis antibiotik, rute pemberian, serta diagnosis klinis. Hasil menunjukkan bahwa pasien laki-laki mendominasi (56,72%), dan kelompok usia balita (0–5 tahun) merupakan kelompok terbanyak (83,08%). Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sefalosporin generasi ketiga (62,00%), terutama Cefotaxime (40,80%) dan Ceftriaxone (15,42%). Rute intravena digunakan pada 68,7% pasien dengan efektivitas terapi mencapai 100%. Diagnosis terbanyak adalah Bronkopneumonia (80,6%). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik di rumah sakit tersebut sudah sesuai dengan kondisi klinis pasien, meskipun diperlukan evaluasi berkala untuk mencegah resistensi antibiotik.
ANALISIS PENERIMAAN VAKSIN BOOSTER COVID 19 BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL DAN WILLINGNESS TO PAY DI KOTA BANDAR LAMPUNG: ANALYSIS OF COVID-19 BOOSTER VACCINE ACCEPTANCE BASED ON THE HEALTH BELIEF MODEL AND WILLINGNESS TO PAY IN BANDAR LAMPUNG CITY Siahaan, Grand Asset Tarnama
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 2 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/qfvd7877

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis penerimaan vaksin booster COVID-19 serta willingness to pay (WTP) di masyarakat Kota Bandar Lampung dengan pendekatan Health Belief Model (HBM). Studi ini menggunakan metode survei cross-sectional terhadap 400 responden berusia ≥18 tahun yang belum menerima vaksin booster, selama Maret–Mei 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan SEM-PLS serta metode deskriptif untuk WTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen utama HBM yang secara signifikan mempengaruhi penerimaan vaksin booster adalah  perceived benefits, self efficacy, cues to action, dan perceived barriers. Sementara itu, perceived susceptibility dan perceived severity tidak ditemukan sebagai prediktor kuat dalam model. Faktor demografi seperti usia, pendidikan, dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap konstruk HBM dan sikap terhadap vaksin. WTP masyarakat untuk vaksin booster tergolong rendah: hanya 26,75% responden bersedia membayar dengan rata-rata nilai sebesar Rp 130.794 per dosis, mayoritas mengharapkan program tetap gratis atau disubsidi pemerintah. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan cakupan vaksinasi booster perlu berfokus pada edukasi manfaat konkret, penguatan motivasi dan kepercayaan diri masyarakat, serta pengurangan hambatan ekonomi dan logistik. Pemerintah disarankan mempertahankan subsidi vaksin untuk meningkatkan partisipasi booster di masa transisi pandemi. Kata Kunci:  Demografi, HBM, WTP, CVM, Vaksin Booster COVID-19