cover
Contact Name
Irfan Habibie Martanegara
Contact Email
irfanhabibie@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tadibuna@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 22525793     EISSN : 26227215     DOI : -
Core Subject : Education,
Ta'dibuna : Jurnal Pendidikan Islam, ISSN: 2252-5793 (Print) 2622-7215 (Electronic) is a journal of Islamic education published twice a year (April-October) on Islamic education with the scope of study are fundamental of Islamic education (philosophy, history and the nature of Islamic education), development of Islamic educational institutions (development of Islamic education curriculum, Islamic learning method and Islamic education teacher and others) as well as studies of the concept of Islamic education (Islamic educational leading figure, Quran sunnah text, and others).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2025)" : 6 Documents clear
Artificial Intelligence untuk pendidikan keguruan perspektif mahasiswa internasional dan implikasi untuk Pendidikan Islam Muthohar, Sofa; Filasofa, Lilif Muallifatul Khorida; Azzahra, Hilyatul Karimah; Nasikhin; Nabila, Annisa Fara
TA`DIBUNA Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i1.18019

Abstract

This research explores the opportunities and challenges of developing artificial intelligence (AI) for teacher education programs from the perspective of international students in Indonesia, the Philippines, and Japan. This study uses a narrative inquiry approach through in-depth interviews with 15 students. The results reveal differing dynamics in AI implementation across these three archipelagic countries. In Indonesia, information technology and the drive to improve educational quality motivate AI adoption, although infrastructure limitations pose a barrier. Filipino students support AI adoption due to the importance of technology in education, but financial and training aspects remain obstacles. Meanwhile, Japanese students are driven by technological advancement and an innovative culture but express concerns about human workforce replacement and the ethical aspects of AI. These findings highlight the need for effective policies tailored to each country's unique characteristics to optimize AI in teacher trainings AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi peluang dan tantangan pengembangan teknologi informasi berbantantun kecerdasan buatan (AI) untuk program pendidikan guru dari perspektif mahasiswa internasional di Indonesia, Filipina, dan Jepang. Studi ini menggunakan pendekatan naratif inkuiri melalui wawancara mendalam dengan 15 mahasiswa. Hasilnya menunjukkan dinamika yang berbeda dalam penerapan AI di tiga negara kepulauan ini. Di Indonesia, teknologi informasi dan peningkatan kualitas pendidikan memotivasi penerapan AI, meskipun keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan. Mahasiswa Filipina mendukung adopsi AI karena pentingnya teknologi dalam pendidikan, namun terkendala aspek finansial dan pelatihan. Sementara itu, mahasiswa Jepang terdorong oleh kemajuan teknologi dan budaya inovatif, tetapi khawatir tentang penggantian tenaga manusia dan aspek etika AI. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan efektif yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing negara dalam mengoptimalkan AI untuk pendidikan keguruan.
Pemaknaan siswa terhadap kegiatan pesantren kilat dalam meningkatkan ketaatan beribadah Sriwahyuni, Ranti Ayu; Fakhruddin, Agus
TA`DIBUNA Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i1.17048

Abstract

The pesantren kilat program is held during Ramadan to deepen students' understanding of religion and foster habitual worship. This study aims to explore students' perceptions of the pesantren kilat program and its impact on their worship practices. Using a qualitative approach with a phenomenological method, data were collected through Focus Group Discussions (FGD) involving 28 sixth-grade students from SDN Cukanggenteng 01 with more than 85% attendance. The findings reveal that students perceive the pesantren kilat as a meaningful collective experience, encouraging increased adherence to mahdhah worship practices such as prayer and Quran recitation, and ghairu mahdhah activities like helping parents and giving charity. The supportive Ramadan atmosphere at school and the presence of dedicated religious teachers foster a sense of comfort and motivation for consistent worship. In conclusion, the pesantren kilat program not only enhances worship adherence but also provides a meaningful experience in shaping students' religious character. AbstrakProgram pesantren kilat merupakan kegiatan yang diadakan selama bulan Ramadhan untuk memperdalam pemahaman agama dan membentuk kebiasaan beribadah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan siswa terhadap kegiatan pesantren kilat dan pengaruhnya terhadap ketaatan beribadah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 28 siswa kelas 6 SDN Cukanggenteng 01 yang memiliki tingkat kehadiran kegiatan pesantren kilat di atas 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memaknai pesantren kilat sebagai pengalaman kolektif yang membangun, mendorong ketaatan beribadah mahdhah seperti shalat dan mengaji, serta ghairu mahdhah seperti membantu orang tua dan bersedekah. Suasana Ramadhan di sekolah yang kondusif dan dukungan guru ngaji menciptakan rasa nyaman serta motivasi bagi siswa untuk beribadah lebih konsisten. Kesimpulannya, pesantren kilat tidak hanya meningkatkan ketaatan beribadah, tetapi juga memberikan pengalaman bermakna dalam membentuk karakter religius siswa.
Strategi implementasi Profil Pelajar Pancasila pada pelajaran PAI di SD Citra Islami dan SDIT Aya Sophia Nurhakim, Farchan; Mughni, Subhan; Mu’in, Abdul; Tihami; Hilmiyati, Fitri; Wasehudin
TA`DIBUNA Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i1.17977

Abstract

AbstractThis study examines strategies for implementing the Pancasila Student Profile (PSP) in the Islamic Religious Education (PAI) subject at SD Citra Islami and SDIT Aya Sophia, both of which adopt the Independent Curriculum. A qualitative approach with a case study design was employed, involving in-depth interviews, classroom observations, and analysis of teaching documents. The findings indicate that both schools formulate teaching modules based on Learning Objective Outlines (Alur Tujuan Pembelajaran/ATP) focusing on the integration of Pancasila values, yet with different thematic priorities: SD Citra Islami emphasizes the internalization of Asmaulhusna, while SDIT Aya Sophia prioritizes the habituation of Duha prayer. Both successfully strengthen students’ religious character, sense of responsibility, and critical thinking skills through teacher collaboration, school management support, and continuous evaluation. The challenges encountered include limited teacher understanding of the PSP and inadequate supporting facilities. These findings underscore the importance of systematic lesson planning, student-centered practice, and ongoing teacher development for the effective implementation of the PSP. AbstrakPenelitian ini menelaah strategi implementasi Profil Pelajar Pancasila (PPP) dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Citra Islami dan SDIT Aya Sophia yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi kelas, serta analisis dokumen ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah merumuskan modul ajar berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang menitikberatkan pada integrasi nilai-nilai Pancasila, tetapi dengan fokus tematik yang berbeda: SD Citra Islami menekankan internalisasi Asmaulhusna, sementara SDIT Aya Sophia memprioritaskan pembiasaan salat duha. Keduanya berhasil memperkuat karakter religius, tanggung jawab, dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui kolaborasi guru, dukungan manajemen sekolah, serta evaluasi berkelanjutan. Kendala yang ditemui mencakup pemahaman terbatas guru terhadap PPP dan kurangnya sarana pendukung. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan pembelajaran yang sistematis, praktik berpusat pada siswa, serta pembinaan guru berkelanjutan dalam mengimplementasikan PPP secara efektif.
Using Kahoot! learning game media to improve students' learning results in 5th grade on Islamic Education and Character Lesson Rochmat, Cecep Sobar; Huwaida, Jaziela; Hayati, Nur; Qolbi, Safira Naurin; Novera, Samia
TA`DIBUNA Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i1.18022

Abstract

This study aims to investigate the impact of using Kahoot! learning game media on the academic performance of fifth-grade students in Islamic Education and Character lessons. The research employed the McTaggart Classroom Action Research (CAR) method, consisting of two cycles that included planning, implementation, observation, and reflection stages. The results indicate a significant improvement in students' academic achievement, with the mastery level increasing from 94.74% in the first cycle to 100% in the second cycle. The use of Kahoot! as a game-based learning medium proved effective in enhancing student engagement, participation, conceptual understanding, and material retention. This study highlights the importance of innovative and technology-based teaching strategies to improve learning effectiveness. The implementation of interactive media such as Kahoot! can serve as a solution for educators to create a more dynamic and engaging learning experience for students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak penggunaan media permainan pembelajaran Kahoot! terhadap hasil belajar siswa kelas lima dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) McTaggart dengan dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam capaian akademik siswa, dengan rata-rata ketuntasan belajar meningkat dari 94,74% pada siklus pertama menjadi 100% pada siklus kedua. Penggunaan Kahoot! sebagai media pembelajaran berbasis game terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa dalam kelas, memperbaiki pemahaman konsep, serta meningkatkan retensi materi. Studi ini menekankan pentingnya strategi pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Implementasi media interaktif seperti Kahoot! dapat menjadi solusi bagi guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan menarik bagi siswa.
Kritik metodologis Fakhruddîn al-Râzî atas pengkajian sains modern dan relevansinya dengan pendidikan Islam Saifudin
TA`DIBUNA Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i1.18576

Abstract

Modern science has given rise to atheistic and secular views due to its methodologies, which are considered contrary to the purpose of creation—to recognize Allah (ma'rifah Allah) as the Creator of all existence. This study examines Fakhruddîn al-Râzî’s methodological critique of modern scientific approaches and explores alternative methods aligned with Islamic epistemology. Using qualitative research with a library research approach, this study identifies several scientific methodologies proposed by al-Râzî, including al-nadlar, al-taammul, al-istidlal, al-qiyas, al-tadabbur, al-mujahadah, and al-riyâdhah ruhâniyah. These methods reflect al-Râzî’s empirical experience in understanding the universe. The findings highlight the need to reconstruct the study of science in Islamic education, particularly in Islamic universities, to ensure that scientific knowledge aligns with the Islamic worldview. This research provides an alternative methodological framework to counter the limitations of positivism and promote a holistic integration of science and spirituality. Abstrak Sains modern telah melahirkan pandangan ateistik dan sekuler akibat metodologinya yang dianggap bertentangan dengan tujuan penciptaan, yaitu mengenal Allah (ma’rifah Allah) sebagai Sang Pencipta. Penelitian ini mengkaji kritik metodologis Fakhruddîn al-Râzî terhadap metodologi kajian sains modern serta menawarkan alternatif metode yang sejalan dengan epistemologi Islam. Dengan pendekatan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengidentifikasi beberapa metode kajian sains yang dikembangkan al-Râzî, seperti al-nadlar, al-taammul, al-istidlal, al-qiyas, al-tadabbur, al-mujahadah, dan al-riyâdhah ruhâniyah. Metode-metode ini mencerminkan pengalaman empiris al-Râzî dalam memahami alam semesta. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya rekonstruksi metodologi studi sains dalam pendidikan Islam, khususnya di perguruan tinggi Islam, agar ilmu yang dikembangkan tetap selaras dengan pandangan dunia Islam. Penelitian ini menawarkan kerangka metodologi alternatif untuk mengatasi keterbatasan positivisme dan mengintegrasikan sains dengan spiritualitas secara holistik.
Model pendidikan dasar Islam berbasis hikmah dalam Tafsir Ar-Razi terhadap QS. Luqman: 12–19 Usman, Dia Hidayati; Hafidhuddin, Didin; Ibdalsyah; Tamam, Abbas Mansur; Fath, Amir Faishol
TA`DIBUNA Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i1.19397

Abstract

This study aims to examine the concept of ḥikmah in Fakhruddin al-Razi’s exegesis of QS. Luqman: 12–19 and to formulate its implications for Islamic elementary education. Using a qualitative method through thematic interpretation and library research, this research analyzes the educational principles of Luqman’s advice based on al-Razi’s Mafātīḥ al-Ghayb. The findings reveal that ḥikmah integrates knowledge, faith, and action, contributing to the formation of monotheistic awareness, morality, self-control, and social etiquette. The study proposes a hikmah-based education model with principles of spirituality, exemplary character, integrity, and social engagement. The implications include the transformation of teachers into murabbis and the development of curricula and school culture rooted in Qur’anic values. This research contributes to bridging classical tafsir traditions with the practical needs of contemporary Islamic education through a philosophically grounded framework.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggali konsep hikmah dalam tafsir Fakhruddin Ar-Razi terhadap QS. Luqman: 12–19 serta merumuskan implikasinya terhadap pendidikan Islam dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik dan studi pustaka, penelitian ini menganalisis pilar-pilar pendidikan dalam wasiat Luqman berdasarkan penafsiran Ar-Razi dalam Mafātīḥ al-Ghayb. Hasil kajian menunjukkan bahwa hikmah mencakup integrasi antara ilmu, iman, dan amal, serta berperan dalam pembentukan karakter tauhid, akhlak, kontrol diri, dan kesantunan sosial. Penelitian ini merumuskan model pendidikan berbasis hikmah dengan prinsip spiritualitas, keteladanan, integritas, dan keterlibatan sosial. Implikasi dari temuan ini mencakup transformasi peran guru menjadi murabbi serta pengembangan kurikulum dan budaya sekolah yang menanamkan nilai-nilai Qur’ani secara integral. Studi ini berkontribusi dalam menyambungkan khazanah tafsir klasik dengan kebutuhan praksis pendidikan Islam masa kini secara aplikatif dan filosofis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6