cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Peran Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi tantangan dewasa dini dan madya Apriyanti, Ariesi; Suryana, Ermis; Zulhijra
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.20089

Abstract

Early and middle adulthood is a complex and crucial developmental phase in an individual's life. Islamic Religious Education (PAI) has a strategic role in shaping character and equipping individuals with religious values that can be a provision to face psychological, social, and spiritual challenges. This study aims to examine the contribution of PAI in supporting individual development in early and middle adulthood. The method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, referring to relevant classical and contemporary literature. The results showed that PAI plays a role in character building through the internalisation of noble morals as affirmed by Al-Ghazali, as well as supporting spiritual intelligence as described by Nasr. PAI also improves the quality of social relationships in line with Levinson's developmental theory, and assists individuals in stress and emotion management through religious practices as described by Yusuf. In addition, Islamic work values support the development of a productive and meaningful work ethic. These findings indicate the need to strengthen the implementation of PAI as a whole in the education system as well as the support of the social and family environment in shaping a religious and mature personality. Abstrak Masa dewasa dini dan madya merupakan fase perkembangan yang kompleks dan krusial dalam kehidupan individu. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan membekali individu dengan nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi bekal menghadapi tantangan psikologis, sosial, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi PAI dalam mendukung perkembangan individu pada masa dewasa dini dan madya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengacu pada literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berperan dalam pembentukan karakter melalui internalisasi akhlak mulia sebagaimana ditegaskan oleh Al-Ghazali, serta mendukung kecerdasan spiritual sebagaimana diuraikan oleh Nasr. PAI juga meningkatkan kualitas hubungan sosial sejalan dengan teori perkembangan Levinson, dan membantu individu dalam manajemen stres serta emosi melalui praktik keagamaan sebagaimana dijelaskan oleh Yusuf. Selain itu, nilai-nilai kerja Islami mendukung pengembangan etos kerja yang produktif dan bermakna. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan implementasi PAI secara menyeluruh dalam sistem pendidikan serta dukungan lingkungan sosial dan keluarga dalam membentuk kepribadian religius dan matang.
Program bimbingan wawasan dan kesiapan karier di pondok pesantren salafiyah tingkat SMP Bahrin, Sitirahma
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.20966

Abstract

The career problem often faced by junior high school students in salafiyah pesantren is the lack of insight and ideas about the steps to be taken in the future. This study aims to develop a structured, systematic, and sustainable career insight and readiness guidance program for junior high school students. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The needs analysis showed that 74% of students experienced career problems and 100% of boarding school managers stated the need for a career guidance program. The program was developed by adapting the Super measurement tool and referring to Permendikbud No. 111 of 2014, with materials such as recognizing self-potential, strengths and weaknesses, and readiness for success. Expert validation results showed a high level of feasibility: experts in Islamic Religious Education (84.6%), guidance and counseling (77.7%), and Indonesian language (92.5%). Practitioner tests in five pesantren obtained percentages between 81% and 95%, with the average in the “feasible” category. Thus, this guidance program is declared feasible to use as a supporting instrument for the career readiness of junior high school students in salafiyah pesantren, and contributes to the development of career guidance services based on Islamic education. Abstrak Permasalahan karier yang sering dihadapi siswa sekolah menengah pertama di pesantren salafiyah adalah kurangnya wawasan dan gagasan mengenai langkah yang harus ditempuh di masa depan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan program bimbingan wawasan dan kesiapan karier yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan untuk santri usia sekolah menengah pertama. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 74% siswa mengalami permasalahan karier dan 100% pengelola pondok menyatakan perlunya program bimbingan karier. Program disusun dengan mengadaptasi alat ukur Super dan mengacu pada Permendikbud No. 111 Tahun 2014, dengan materi seperti mengenal potensi diri, kelebihan dan kekurangan, serta kesiapan menuju kesuksesan. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi: ahli Pendidikan Agama Islam (84,6%), bimbingan dan konseling (77,7%), dan bahasa Indonesia (92,5%). Uji praktisi di lima pesantren memperoleh persentase antara 81% hingga 95%, dengan rata-rata dalam kategori “layak”. Dengan demikian, program bimbingan ini dinyatakan layak digunakan sebagai instrumen pendukung kesiapan karier santri SMP di pesantren salafiyah, serta berkontribusi pada pengembangan layanan bimbingan karier berbasis pendidikan Islam.
Peran guru bimbingan konseling terhadap kenakalan siswa di SMA Syadani, Afirul Firman; Rahman, Imas Kania; Andriana, Nesia
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.21130

Abstract

Juvenile delinquency is behavior that goes against accepted social norms. The inability of adolescents to navigate physical and psychological development leads to behavior that contradicts these standards. Therefore, additional supervision is needed from parents, schools, and the community as a whole to prevent adolescents from easily falling into juvenile crime. The purpose of this study was to determine the facts regarding the state of juvenile delinquency at SMA Negeri 2 Tambun, Bekasi Regency. Furthermore, it was necessary to study the tactics and efforts used by teachers to address juvenile delinquency within the school environment. The method used in this study was a qualitative approach. According to information from various teachers and previous research findings, SMA Negeri 2 Tambun can effectively address juvenile delinquency. However, the parties still need to exercise greater oversight, as the school often lacks clarity about which children are violating the rules. Furthermore, several students reported that they frequently discuss school issues with their guidance counselors, such as learning challenges or the next level they will achieve. This effort aims to reduce inappropriate behavior at school and at home. Abstrak Perilaku kenakalan remaja adalah salah satu yang bertentangan dengan adat istiadat sosial yang diterima. Ketidakmampuan remaja melewati pertumbuhan fisik dan psikis inilah yang menyebabkan munculnya perilaku yang bertentangan dengan standar tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan tambahan dari orang tua, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan, agar remaja tidak dapat terjebak dengan cukup mudah ke dalam kejahatan remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan fakta mengenai bagaimana kondisi kenakalan remaja yang ada di SMA Negeri 2 Tambun Kabupaten Bekasi. Selain itu, perlu dipelajari tentang taktik serta upaya yang digunakan oleh para pengajar dalam menghadapi kegiatan kenakalan remaja yang terjadi di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan pendekatan kualitatif. Menurut informasi dari berbagai pengajar dan temuan penelitian sebelumnya, SMA Negeri 2 Tambun dapat secara efektif mengatasi kenakalan remaja. Namun, para pihak masih perlu melakukan kontrol yang lebih, karena sekolah sering kali tidak begitu jelas anak mana yang melanggar peraturan. Selain itu, sejumlah informasi dari siswa menyatakan bahwa mereka sering mendiskusikan masalah di sekolah dengan guru bimbingan konseling, seperti tantangan belajar atau tingkatan yang akan dicapai selanjutnya, upaya tersebut guna mengurangi perilaku yang tidak baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah.
The Kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam dan pengaruhnya terhadap tanggung jawab siswa di SMK Muthoharoh
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.20135

Abstract

This study aims to explain the importance of monotheism education in shaping Islamic character, identify effective strategies and methods in implementing monotheism education, and increase awareness of the importance of monotheism education in shaping individuals who are faithful and have noble morals. Monotheism education is an important foundation in shaping a strong and solid Islamic character. Monotheism as a central concept in Islam plays a crucial role in shaping individuals who are faithful, have noble morals, and have high spiritual awareness. This article discusses the importance of monotheism education in shaping Islamic character, effective methods in implementing monotheism education in the family environment, and the implications of monotheism education in shaping Islamic character. The results of this study conclude that monotheism education has profound implications for the formation of Islamic character. With a strong foundation of faith, individuals will grow into pious, noble, responsible, and just individuals. Therefore, monotheism education must be a top priority in the Islamic education system, both formal and non-formal, in order to be able to produce a generation that is not only intellectually intelligent, but also spiritually and morally strong. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pendidikan tauhid dalam membentuk karakter islami, mengidentifikasi strategi dan metode efektif dalam mengimplementasikan pendidikan tauhid, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan tauhid dalam membentuk individu yang beriman dan berakhlak mulia. Pendidikan tauhid merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter islami yang kuat dan kokoh. Tauhid sebagai konsep sentral dalam Islam memainkan peran krusial dalam membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi. Artikel ini membahas tentang pentingnya pendidikan tauhid dalam membentuk karakter islami, metode yang efektif dalam mengimplementasikan pendidikan tauhid di lingkungan keluarga, dan implikasi pendidikan tauhid dalam pembentukan karakter islami. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan tauhid memiliki implikasi mendalam terhadap pembentukan karakter Islami. Dengan landasan akidah yang kuat, individu akan tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa, berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan adil. Oleh karena itu, pendidikan tauhid harus menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan Islam, baik formal maupun nonformal, agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
Pengaruh Kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam dan pengaruhnya terhadap tanggung jawab siswa di SMK Musfirotun, Latifah; Taqiyya, Hedona Hilwa; Purnomo
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.20424

Abstract

Responsibility is a core element in the formation of student character, particularly in vocational schools that emphasize discipline and integrity. This study aims to determine the extent to which the personality competence of Islamic Education (PAI) teachers influences students' sense of responsibility at SMKN 1 Bawen. A quantitative approach was employed using a correlational survey method, involving a randomly selected sample of 100 tenth-grade students. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Spearman Rank correlation technique. The final analysis revealed a positive and significant relationship between the personality competence of PAI teachers and students’ sense of responsibility, with a correlation coefficient of 0.515 and a significance level of 0.000 (p < 0.01). These findings suggest that strong personal qualities in teachers, such as honesty and exemplary behavior, play a vital role in fostering students’ sense of responsibility. Therefore, character development among students can be effectively initiated by enhancing the personal competence of teachers. Abstrak Sikap tanggung jawab merupakan elemen utama saat pembentukan karakter siswa, khususnya di sekolah kejuruan yang menuntut kedisiplinan dan integritas. Penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tanggung jawab siswa di SMKN 1 Bawen. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional, dengan jumlah siswa yang terlibat sebanyak 100 siswa kelas X yang telah dipilih secara acak. Data didapat dari kuesioner dan dianalisis dengan teknik korelasi Spearman Rank. Hasil akhir analisis memaparkan ada hubungan positif dan signifikan pada kompetensi kepribadian guru PAI dan sikap tanggung jawab siswa, dengan angka nilai koefisien korelasi sebesar 0,515 dan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,01). Pada temuan ini telah ditarik kesimpulan bahwa kualitas pribadi guru yang baik, seperti kejujuran dan keteladanan, memiliki peran penting dalam mendorong tumbuhnya rasa tanggung jawab pada siswa. Oleh karena itu, penguatan karakter siswa dapat dimulai dengan peningkatan kualitas kepribadian guru.
Pengembangan buku ajar Ushul Fiqh berbasis mind mapping untuk siswa SMP/MTs Zain, Muhammad Irfan; Bahruddin, Ending; Sa'diyah, Maemunah
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.21129

Abstract

This study aims to develop a Ushul Fiqh textbook based on mind mapping to enhance the understanding of SMP/MTs students on the concepts in the field of Ushul Fiqh. The book Mabadi’e Awwaliyyah fi Ushul al-Fiqh is often considered difficult and less engaging for students at this level. Traditional methods, such as lectures and memorization, are not sufficient to help students grasp the complex material. Therefore, a visual approach using mind mapping is proposed to facilitate students' understanding of the relationships between concepts in Ushul Fiqh. This research uses a qualitative method with a library research approach, where primary data is obtained from Mabadi’e Awwaliyyah and related literature. The findings show that the use of mind mapping can visualize Ushul Fiqh concepts in a more systematic and engaging manner. This visualization not only accelerates comprehension but also increases student involvement in the learning process. This research is expected to contribute to the development of more effective teaching methods for Ushul Fiqh, aligned with the cognitive development of SMP/MTs students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar Ushul Fiqh berbasis mind mapping untuk meningkatkan pemahaman siswa SMP/MTs terhadap konsep-konsep dalam ilmu Ushul Fiqh. Kitab Mabadi’e Awwaliyyah fi Ushul al-Fiqh sering dianggap sulit dan kurang menarik bagi siswa di tingkat ini. Metode tradisional seperti ceramah dan hafalan tidak cukup efektif dalam membantu siswa memahami materi yang kompleks. Oleh karena itu, pendekatan visual menggunakan mind mapping diusulkan untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap relasi antar konsep dalam Ushul Fiqh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data utama diperoleh dari kitab Mabadi’e Awwaliyyah dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mind mapping dapat memvisualisasikan konsep-konsep Ushul Fiqh dengan cara yang lebih sistematis dan menarik. Visualisasi ini tidak hanya mempercepat pemahaman, tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode ajar Ushul Fiqh yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan kognitif siswa SMP/MTs.
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA dan SMK Fauzi; Andari, A; Warisno, A; Anshori, M. A.
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.20893

Abstract

This study aims to examine the utilization of Artificial Intelligence (AI) by Islamic Religious Education (PAI) teachers in improving the quality of learning at senior high schools (SMA) and vocational schools (SMK) in South Bangka Regency. The study is motivated by the need to adapt learning processes to the demands of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0, which require digital transformation in education. A mixed-methods approach was used: descriptive qualitative methods to explore the phenomenon and quantitative survey methods to measure the impact of AI usage. Data were collected through literature reviews, in-depth interviews with teachers and students, and questionnaire distribution. The findings indicate that AI applications such as chatbots and adaptive learning platforms enhance student interaction, engagement, and overall learning effectiveness in PAI. Nevertheless, challenges such as limited infrastructure and teachers’ technological competencies were identified. This research provides strategic recommendations for educators and policymakers to optimally integrate AI into Islamic education systems in the digital era. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan mutu pembelajaran di jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Bangka Selatan. Latar belakang studi ini berakar dari kebutuhan untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang menuntut transformasi digital dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran: metode kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi fenomena dan metode kuantitatif melalui survei untuk mengukur dampak penggunaan AI. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI seperti chatbot dan platform pembelajaran adaptif meningkatkan interaksi, keterlibatan, dan efektivitas proses pembelajaran PAI. Namun, juga ditemukan tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi teknologi di kalangan pendidik. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi pendidik dan pemangku kebijakan untuk mengintegrasikan AI secara optimal dalam sistem pembelajaran agama Islam di era digital.
The influence of TikTok usage intensity on Islamic education learning outcomes of student Taqiyya, Hedona Hilwa; Musfirotun, Latifah; Purnomo, Purnomo
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21131

Abstract

This study was motivated by the high usage of TikTok among students, which has the potential to affect learning outcomes, particularly in Islamic Religious Education classes. The purpose of this study was to determine the relationship between the intensity of TikTok usage and PAI learning outcomes among 10th grade students at SMKN 3 Salatiga. This study employs a quantitative approach using a correlational survey method. A sample of 96 students was selected using purposive sampling, with criteria including active TikTok users and having received PAI grades in the current semester. Data was collected through a closed-ended questionnaire measuring the duration, frequency, and engagement of TikTok users, as well as documentation of academic performance grades. The analysis results indicate a positive correlation between the intensity of TikTok usage and PAI learning outcomes, meaning that the intensity of TikTok usage significantly influences PAI learning outcomes. This finding suggests the need for an adaptive learning approach tailored to students' digital habits to ensure that PAI content remains effectively conveyed. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan TikTok di kalangan pelajar yang berpotensi memengaruhi hasil belajar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dan hasil belajar PAI pada siswa kelas X SMKN 3 Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Sampel sebanyak 96 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria pengguna aktif TikTok dan telah memperoleh nilai PAI pada semester berjalan. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang mengukur durasi, frekuensi, dan keterlibatan pengguna TikTok, serta dokumentasi nilai hasil belajar. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara intensitas penggunaan TikTok dengan hasil belajar PAI, yang berarti bahwa intensitas penggunaan TikTok berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PAI. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap kebiasaan digital siswa agar materi PAI tetap efektif tersampaikan.
Representasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mengembangkan kualitas sekolah melalui supervisi pendidikan Islam Muhayar, Asep Roni; Romelah
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21210

Abstract

This study was motivated by the importance of the role of school principals in improving the quality of education through Islamic education supervision oriented towards pedagogical and spiritual guidance. This study aims to analyze the representation of transformational leadership values of school principals in the implementation of Islamic education supervision at SMK Muhammadiyah 2 Malang. The research used a qualitative approach with data collection methods in the form of in-depth interviews and participant observation. The research informants included the principal, vice principal, two teachers, and one student. The data were analyzed descriptively and analytically to reveal the forms of programs, policies, and leadership processes that were implemented. The results show that the principal's transformational leadership is represented through several main programs, namely the habit of performing the Dhuha prayer and congregational zikir as a means of fostering students' morals and character, the Al-Qur'an tahsin program to improve Al-Qur'an reading skills in accordance with the school's vision and mission, and the coaching and development of teacher competencies to improve the quality of learning. These programs reflect the four dimensions of transformational leadership according to Bernard M. Bass, namely idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. This study concludes that transformational leadership based on Islamic education supervision contributes significantly to strengthening the quality of education and shaping Islamic character in schools.  Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui supervisi pendidikan Islam yang berorientasi pada pembinaan pedagogis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pendidikan Islam di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipan. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dua orang guru, dan satu peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap bentuk program, kebijakan, dan proses kepemimpinan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah direpresentasikan melalui beberapa program utama, yaitu pembiasaan shalat Dhuha dan zikir berjamaah sebagai sarana pembinaan akhlak dan karakter peserta didik, program tahsin Al-Qur’an untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai visi dan misi sekolah, serta pembinaan dan pengembangan kompetensi guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Program-program tersebut mencerminkan empat dimensi kepemimpinan transformasional Bernard M. Bass, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis supervisi pendidikan Islam berkontribusi signifikan dalam penguatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter islami di sekolah.
How do Islamic religious education students understand the relationship between science and religion? Subagiya, Bahrum
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21230

Abstract

This study aims to map the perceptions of students of the Islamic Education Study Program at Ibn Khaldun University of Bogor regarding the relationship between science and religion and analyze the influence of demographic factors on these perceptions. The research used a field research approach with a survey method through a questionnaire distributed to 155 6th semester students in the range of 2023-2025, with a simple random sampling technique. The data were analyzed based on four typologies of science and religion relations, namely pro-religion conflict, pro-science conflict, independent, and harmonious. The results showed that almost all respondents were at a high level in the pro-religious conflict typology, which indicates the strong position of religion as the main truth reference. In the harmonious typology, about two-thirds of students were in the high category, indicating an integrative tendency between science and religion. Meanwhile, in the independent and pro-science conflict typologies, the majority of students are at a moderate level, indicating a neutral and not yet fully assertive attitude. The findings also showed that the factors of gender, educational background, and school origin did not provide significant differences in perception. This study concludes that PAI students tend to view the relationship between science and religion in a normative-religious manner, with a tendency to be harmonious, and place religion as the main epistemological framework in addressing science. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor mengenai hubungan antara sains dan agama serta menganalisis pengaruh faktor demografis terhadap persepsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan lapangan (field research)  dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 155 mahasiswa semester VI pada rentang tahun 2023–2025, dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis berdasarkan empat tipologi relasi sains dan agama, yaitu konflik pro-agama, konflik pro-sains, independen, dan harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden berada pada tingkat tinggi dalam tipologi konflik pro-agama, yang menandakan kuatnya posisi agama sebagai rujukan kebenaran utama. Pada tipologi harmonis, sekitar dua pertiga mahasiswa berada pada kategori tinggi, menunjukkan adanya kecenderungan integratif antara sains dan agama. Sementara itu, pada tipologi independen dan konflik pro-sains, mayoritas mahasiswa berada pada tingkat sedang, yang mengindikasikan sikap netral dan belum sepenuhnya tegas. Temuan juga menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin, latar belakang pendidikan, dan asal sekolah tidak memberikan perbedaan persepsi yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa PAI cenderung memandang relasi sains dan agama secara normatif-religius, dengan kecenderungan harmonis, serta menempatkan agama sebagai kerangka epistemologis utama dalam menyikapi sains.

Page 9 of 11 | Total Record : 106