cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Shalat fardu berjamaah dan perannya dalam membentuk kepemimpinan siswa Ilyasa, Ridhwan Akmal; Supriadi, Dedi; Muhlisin, Sofian
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.19748

Abstract

The implementation and education of congregational fardu prayers for the formation of student leadership is a crucial aspect in character cultivation. This research emerged based on an understanding of the benefits of congregational fardu prayers and their implementation on leadership development in the school environment. This study was compiled to find out the implementation of congregational fardu prayers for students, find out the attitude of student leadership, and identify the influence of congregational fardu prayers on the formation of leadership of grade VIII students at MTs Ibnu Taymiyah Bogor. This study uses a quantitative approach with a survey causal associative research method. The population consisted of 103 students and the sample consisted of 82 students with simple random sampling. The data collection technique of this study uses questionnaires and documentation. The data analysis technique uses descriptive data testing and inferential data with the Pearson product moment correlation formula, to determine the correlation between congregational obligatory prayers and leadership formation. Based on the analysis, the implementation of congregational fardu prayers was categorized as medium with a percentage of 52.4% of students, the low category with a percentage of 24.4% of students, and the high category with a percentage of 23.2% of students. The formation of leadership shows that it is categorized as medium with a percentage of 59.8% of students, a low category with a percentage of 24.0%, and a high category with a percentage of 18.3%. Based on the analysis of the product correlation test, the moment shows a calculation of 0.895 > a table of 0.220 or a significance value of 0.000 < 0.05 with the interpretation of the data classified as 0.81-0.99, which means that there is a very strong relationship between variable X and variable Y. The results achieved indicate that there is a significant influence on the higher the implementation of congregational fardu prayers, the higher the formation of student leadership. Abstrak Pelaksanaan dan pendidikan salat fardu berjamaah terhadap pembentukan kepemimpinan siswa merupakan aspek krusial dalam penanaman karakter. Penelitian ini muncul berdasarkan pemahaman kemanfaatan salat fardu berjamaah dan implementasinya terhadap pengembangan kepemimpinan di lingkungan sekolah. Penelitian ini disusun untuk mengetahui pelaksanaan salat fardu berjamaah siswa, mengetahui sikap kepemimpinan siswa, dan mengidentifikasi adanya pengaruh salat fardu berjamaah terhadap pembentukan kepemimpinan siswa kelas VIII Di MTs Ibnu Taimiyah Bogor. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei asosiatif kausal. Adapun populasi terdiri dari 103 siswa dan sampel terdiri dari 82 siswa dengan pengambilan simple random sampling. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengujian data deskriptif dan data inferensial dengan rumus korelasi pearson product moment, untuk mengetahui korelasi antara salat fardu berjamaah dan pembentukan kepemimpinan. Berdasarkan analisis bahwa pelaksanaan salat fardu berjamaah terkategori sedang dengan persentase 52,4% siswa, kategori rendah dengan persentase 24,4% siswa, dan kategori tinggi dengan persentase 23,2% siswa. Adapun pembentukan kepemimpinan menunjukkan bahwa terkategori sedang yaitu dengan persentase 59,8% siswa, kategori rendah dengan persentase 24,0%, dan kategori tinggi dengan persentase 18,3%. Berdasarkan analisis uji korelasi product momen menunjukkan rhitung 0,895 > rtabel 0,220 atau nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan interpretasi data tergolong pada angka 0,81-0,99 berarti adanya hubungan sangat kuat antara variabel X terhadap variabel Y. koefisien determinasi menunjukkan pada angka sebesar 80,10%. Hasil yang dicapai tersebut mengindikasikan adanya pengaruh signifikan semakin tinggi pelaksanaan salat fardu berjamaah maka semakin tinggi pembentukan kepemimpinan siswa.
Revitalisasi karakter islami siswa melalui program Tahsinul Ibadah Kafa, Choiri; Hasan, Karnadi; Nita, Nita Yuli Astuti
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.19877

Abstract

Various studies show that globalization and technological advances have an impact on the decline in the religiosity of the younger generation. To overcome this, Al Azhar 16 Semarang Islamic High School implemented the Tahsinul Ibadah Program as an effort to revitalize students' Islamic character through systematic worship habits. This study aims to analyze the implementation of the program and its impact on changes in student behavior, using a qualitative case study approach and data collection through observation, interviews, and documentation. The subjects consisted of PAI teachers, vice principal, and six active students from various grade levels. The results showed that the program succeeded in internalizing Islamic values through routine activities such as compulsory prayers in congregation, sunnah prayers, tahsin and tahfidz Al-Qur'an, recitation of the three-language pledge, and religious interactions between teachers and students. Positive changes are seen in the aspects of religiosity, discipline, and responsibility of students. The main contribution of this study is an integrative school culture-based Islamic character building model, which can be adapted by other Islamic education institutions. The sustainability of the program requires collaboration with parents as well as local context adjustment. Abstrak Berbagai studi menunjukkan bahwa globalisasi dan kemajuan teknologi berdampak pada menurunnya religiusitas generasi muda. Untuk mengatasi hal ini, SMA Islam Al Azhar 16 Semarang menerapkan Program Tahsinul Ibadah sebagai upaya merevitalisasi karakter Islami siswa melalui pembiasaan ibadah secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program tersebut dan dampaknya terhadap perubahan perilaku siswa, dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek terdiri dari guru PAI, wakil kepala sekolah, dan enam siswa aktif dari berbagai tingkat kelas. Hasil menunjukkan bahwa program berhasil menginternalisasi nilai-nilai Islami melalui kegiatan rutin seperti sholat wajib berjamaah, sholat sunnah, tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, pembacaan ikrar tiga bahasa, serta interaksi religius antara guru dan siswa. Perubahan positif terlihat dalam aspek religiusitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa. Kontribusi utama studi ini adalah model pembentukan karakter Islami berbasis budaya sekolah yang integratif, yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan Islam lain. Keberlanjutan program memerlukan kolaborasi dengan orang tua serta penyesuaian konteks lokal.
Membangun karakter positif generasi Z dan Alpha: Peran metode pengajaran PAI ala Rasulullah Maulida, Kafa Muhammad; Makrufi, Anisa Dwi
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.19991

Abstract

This research analyzes the importance of fostering positive character development in Generation Z and Alpha growing up in a transformative digital ecosystem. The contemporary socio-technological dynamics have resulted in significant changes in the construction of identity, interaction patterns, and value orientations of both generations, creating challenges and opportunities in the character education process. Islamic Religious Education (PAI) provides an epistemological and methodological foundation based on tawhid to build strong personal integrity through the application of prophetic learning strategies inspired by the prophetic biography, including uswatun hasanah, ta'widiyah, and ta'ziz al-qiyam. Comparative analysis shows that the distinctive characteristics of both generations require a pedagogical approach that is adaptive, contextual, and integrated within the digital ecosystem, taking into account their visual-experiential learning preferences and collaborative orientation. This study concludes that the tri-central synergy of education is crucial in creating a coherent educational environment. Furthermore, the development of transformative learning models that integrate Islamic values with 21st-century competencies is necessary to produce resilient, integrity-driven Muslim generations capable of making constructive contributions in a global context, without compromising their Islamic identity. Abstrak Penelitian ini menganalisis pentingnya pembentukan karakter positif pada Generasi Z dan Alpha yang berkembang dalam ekosistem digital yang transformatif. Dinamika sosio-teknologis kontemporer telah mengakibatkan perubahan signifikan dalam konstruksi identitas, pola interaksi, dan orientasi nilai kedua generasi, menciptakan tantangan dan peluang dalam proses pendidikan karakter. Pendidikan Agama Islam (PAI) menyediakan dasar epistemologis dan metodologis yang berlandaskan tauhid untuk membangun integritas pribadi yang kuat melalui penerapan strategi pembelajaran profetik yang terinspirasi oleh sirah nabawiyah, termasuk uswatun hasanah, ta'widiyah, dan ta'ziz al-qiyam. Analisis komparatif menunjukkan bahwa karakteristik distingtif kedua generasi memerlukan pendekatan pedagogis yang adaptif, kontekstual, dan terintegrasi dalam ekosistem digital, dengan mempertimbangkan preferensi belajar visual-eksperiensial serta orientasi kolaboratif mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa sinergi tri-sentral pendidikan sangat penting dalam menciptakan lingkungan edukatif yang koheren. Selain itu, pengembangan model pembelajaran transformatif yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kompetensi abad ke-21 diperlukan untuk menghasilkan generasi Muslim yang resilien, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi konstruktif dalam konteks global, tanpa mengurangi identitas keislamannya.
Upaya pengasuh panti asuhan putra Muhammadiyah Margasari dalam meningkatkan karakter religius Arrosyid, Anas; Makhful; Darojat
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.20158

Abstract

Orphanages play an important role as a substitute for families in providing guidance and nurturing for children who have lost their parents. In this context, caregivers are required to instill religious values as the foundation for shaping the character of the children in their care. This study aims to describe the efforts of caregivers in improving the religious character of children in orphanages. The study uses a qualitative approach with an ethnographic type. Data were collected through observation, interviews, and documentation to obtain in-depth data. The results show that caregivers emphasize three main values in shaping children's religious character, namely: (1) strengthening the individual's relationship with God through habitual worship, (2) building harmonious relationships with others through mutual respect and care, and (3) fostering awareness of caring for the universe through responsibility and environmental awareness. The conclusion of this study confirms that the role of caregivers is not limited to being a substitute for parents, but also as agents of comprehensive religious character building for children in orphanages. Abstrak Panti asuhan memiliki peran penting sebagai pengganti keluarga dalam memberikan bimbingan dan pembinaan bagi anak yang kehilangan orang tua. Dalam konteks tersebut, pengasuh dituntut untuk menanamkan nilai-nilai religius sebagai fondasi pembentukan karakter anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pengasuh dalam meningkatkan karakter religius anak di panti asuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh menekankan tiga nilai utama dalam pembinaan karakter religius anak, yaitu: (1) memperkuat hubungan individu dengan Tuhan melalui pembiasaan ibadah, (2) membangun hubungan harmonis dengan sesama melalui sikap saling menghargai dan peduli, serta (3) menumbuhkan kesadaran menjaga alam semesta melalui sikap tanggung jawab dan kepedulian lingkungan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran pengasuh tidak hanya sebatas pengganti orang tua, melainkan juga agen pembentukan karakter religius yang komprehensif bagi anak asuh di panti asuhan.
Metode Experiential Learning dalam pembelajaran Sirah Nabawiyah Mustagfirrin, Muhammad; Subagiya, Bahrum; Basri, Samsul
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.19928

Abstract

Sirah nabawiyah learning that uses the lecture method usually feels monotonous and boring and results in low student interest in learning so that it can affect student understanding of the material presented. Therefore, innovative and interesting learning methods are needed. One of the interesting methods that can be applied in learning sirah is by visiting historical places. This study aims to explore the concept of learning sirah nabawiyah that is usually done at the Annor Bakti Foundation Tahfiz Institute, then the application of the learning method at the Annor Bakti Foundation Tahfiz Institute along with the supporting and inhibiting factors. The research method used is qualitative with a case study approach, involving interviews and observations of teachers and students. The results showed that the learning of Sirah Prophetawiyah that is usually done in the classroom at this institution is still theoretical and teacher-centred, with the use of the lecture method. However, the application of visits to historical places such as the Prophet's Mosque, Jabal Uhud, and Quba Mosque provides a more vivid learning experience so that students can better appreciate the sirah nabawiyah, then can increase the confidence of students' knowledge, and can increase students' interest and understanding. Abstrak Pembelajaran sirah nabawiyah yang menggunakan metode ceramah biasanya terasa monoton dan membosankan serta mengakibatkan rendahnya minat belajar siswa sehingga dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Maka, diperlukannya metode pembelajaran yang inovatif dan menarik. Salah satu metode menarik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sirah adalah dengan mengunjungi tempat bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pembelajaran sirah nabawiyah yang biasa dilakukan di Lembaga Tahfiz Yayasan Annor Bakti, lalu penerapan metode pembelajaran tersebut di Lembaga Tahfiz Yayasan Annor Bakti berikut dengan faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara dan observasi terhadap pengajar dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sirah nabawiyah yang biasanya dilakukan di dalam kelas di lembaga ini masih bersifat teoritis dan berpusat pada guru, dengan penggunaan metode ceramah. Namun, penerapan kunjungan ke tempat bersejarah seperti Masjid Nabawi, Jabal Uhud, dan Masjid Quba memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup sehingga santri dapat lebih menghayati sirah nabawiyah, lalu dapat meningkatkan keyakinan pengetahuan santri, dan dapat meningkatkan minat dan pemahaman santri.
Peran ekstrakurikuler dalam meningkatkan karakter religius siswa Madrasah Ibtidaiyah Suhaemi, M. Fahmi; Tamam, Abbas Mansur; Rosyadi, A. Rahmat
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.17510

Abstract

Religious character building is one of the main focuses of education in Indonesia, especially at the madrasah level, because there are still many students who face challenges in the form of a lack of self-awareness and a tendency towards negative behavior such as bullying. This study aims to analyze the role of extracurricular activities in improving students' religious character at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Falah Bogor City. The research used a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and document analysis, and involved students and extracurricular advisors as research subjects. The results showed that extracurricular activities, especially scouting, contribute significantly to the formation of students' religious character. These activities not only deepen understanding of religious values, but also train social skills, foster discipline, increase involvement, and strengthen awareness of spiritual responsibility. Thus, extracurricular activities have proven to be an effective means in forming individuals with noble character and religious personality. This study concludes that strengthening extracurricular programs based on religious values needs to be continuously developed by educational institutions as a strategy in building students' overall character. Abstrak Pembentukan karakter religius merupakan salah satu fokus utama pendidikan di Indonesia, khususnya pada jenjang madrasah, karena masih banyak siswa yang menghadapi tantangan berupa kurangnya kesadaran diri dan kecenderungan terhadap perilaku negatif seperti bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan karakter religius siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Falah Kota Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, serta melibatkan siswa dan pembimbing ekstrakurikuler sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler, khususnya pramuka, berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter religius siswa. Kegiatan tersebut tidak hanya memperdalam pemahaman nilai-nilai agama, tetapi juga melatih keterampilan sosial, menumbuhkan kedisiplinan, meningkatkan keterlibatan, serta memperkuat kesadaran akan tanggung jawab spiritual. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler terbukti menjadi sarana efektif dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan berkepribadian religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan program ekstrakurikuler berbasis nilai religius perlu terus dikembangkan oleh lembaga pendidikan sebagai strategi dalam membangun karakter siswa secara menyeluruh.
Program bimbingan kesadaran tanggung jawab sosial santri baru tingkat SMP Naqiawardah, Nadya; Mujahdin, Endin
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.17534

Abstract

New santri in pesantren often face challenges such as difficulty adapting to the environment, lack of motivation to learn, and adjusting to rules, routines, and social interactions. This study aims to analyze, design, and test the feasibility of a social responsibility awareness guidance program for new junior high school students. The research used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model. The results of the analysis show that 100% of new santri experience adaptation problems, 90% do not understand their responsibilities, while only 60% of pesantren have related guidance programs. The program is systematically arranged based on Permendikbud No. 111 of 2014 with social responsibility awareness material according to Abdus Salam Zahran's theory, including the rights of Allah SWT, the rights of self, and the rights of others (environment). Validation from experts in Islamic religious education, Indonesian language, and counseling guidance showed an average feasibility of 93% with the category “Very Feasible”. Meanwhile, the assessment of pesantren practitioners resulted in an average of 86% with the same category. These results prove that the social responsibility awareness guidance program for new junior high school students is very feasible to implement as a solution to help students adapt and form responsible religious characters. Abstrak Santri baru di pesantren sering menghadapi tantangan seperti kesulitan beradaptasi dengan lingkungan, kurangnya motivasi belajar, serta menyesuaikan diri dengan tata tertib, rutinitas, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, merancang, dan menguji kelayakan program bimbingan kesadaran tanggung jawab sosial bagi santri baru tingkat SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Hasil analisis menunjukkan 100% santri baru mengalami masalah adaptasi, 90% belum memahami tanggung jawab mereka, sementara hanya 60% pesantren yang memiliki program bimbingan terkait. Program disusun secara sistematis berdasarkan Permendikbud No. 111 Tahun 2014 dengan materi kesadaran tanggung jawab sosial menurut teori Abdus Salam Zahran, mencakup hak Allah Swt., hak diri, dan hak orang lain (lingkungan). Validasi dari ahli pendidikan agama Islam, bahasa Indonesia, serta bimbingan konseling menunjukkan rata-rata kelayakan 93% dengan kategori “Sangat Layak”. Sementara itu, penilaian praktisi pesantren menghasilkan rata-rata 86% dengan kategori yang sama. Hasil ini membuktikan bahwa program bimbingan kesadaran tanggung jawab sosial santri baru tingkat SMP sangat layak diterapkan sebagai solusi untuk membantu santri beradaptasi dan membentuk karakter religius yang bertanggung jawab.
Kurikulum tarbiyah ruhiyah perspektif Said Hawwa Jihad, Muhammad; Wibowo, Sigit; Widyasari
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.19125

Abstract

The concept of Islamic education with its characteristics that are comprehensive, complete, balanced between mind, body, and spirit will give birth to a generation that can carry out its mandate as a servant of Allah as well as its role as a caliph to prosper the earth and bring goodness and emprovemen. However, it is found that some graduates of Islamic educational institutions do not show the performance that should be in the form of harmony between knowledge and deeds. The reason is that the aspect of ruhiyah that encourage the emergence of motivation and awareness to do has not received the proper touch in the implementation of education. This ruhiyah crisis encouraged an Islamic figure Said Hawwa to write the book Tarbiyatuna Ruhiyyah. Based on this background, this research aims to analyze tarbiyah ruhiyah Said Hawwa and rearrange it within the framework of four curriculum components including objectives, materials, methods, and evaluation. The research method used is a qualitative method with a literature study approach. The results of the study describe the nature of tarbiyah ruhiyah perspective Said Hawwa, then the urgency, principles, objectives, material, method and evaluation. The concept of tarbiyah ruhiyah which has been compiled in curriculum format is recommended to be a guide in organizing the tarbiyah ruhiyah process in Islamic educational institutions. Abstrak Konsep pendidikan Islam dengan ciri khasnya yang komprehensif, lengkap, seimbang antara akal, jasad, dan ruh akan melahirkan generasi yang bisa menjalankan amanah sebagai hamba Allah Swt sekaligus perannya sebagai khalifah yang akan memakmurkan bumi dan membawa perbaikan serta kebaikan. Namun, ditemukan fakta bahwa sebagian lulusan lembaga pendidikan Islam tidak menunjukkan performa yang seharusnya berupa keselarasan antara ilmu dan amal. Penyebabnya adalah aspek ruhiyah yang mendorong munculnya motivasi dan kesadaran untuk beramal belum mendapat sentuhan yang seharusnya dalam penyelenggaraan pendidikan. Krisis ruhiyah ini mendorong seorang tokoh Islam Said Hawwa menulis kitab Tarbiyatuna Al-Ruhiyah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tarbiyah ruhiyah Said Hawwa dan menyusunnya kembali dalam bingkai empat unsur kurikulum meliputi tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian memaparkan tentang hakikat tarbiyah ruhiyah perspektif Said Hawwa, kemudian urgensinya, prinsipnya, tujuannya, materinya, metodenya dan evaluasinya. Konsep tarbiyah ruhiyah yang telah disusun dalam format kurikulum direkomendasikan menjadi panduan dalam penyelenggaraan proses tarbiyah ruhiyah di lembaga pendidikan Islam.
Kemandirian santri di era global: Meneladani konsep pendidikan Kiai As'ad Syamsul Arifin Zahroh, Jamilatus; Fahmi, Muhammad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.19816

Abstract

The era of globalization brings complex challenges that require generations of students to develop independence holistically. This research aims to examine the concept of student independence from the educational perspective of Kiai As'ad Syamsul Arifin and its relevance in the midst of contemporary global dynamics. This study uses a qualitative research method of field approach with phenomenological design, this study critically analyzes various primary and secondary sources including interviews with several teachers and students at the Salafiyah Syafi'yah Sukorejo Islamic Boarding School, works by Kiai As'ad, Islamic boarding school documents, scientific articles, and references related to Islamic boarding school education. The findings of the study revealed that Kiai As'ad built the concept of student independence through three main pillars: character building, example of ulama (qudwah hasanah), and mastery of applied science. Values such as spiritual independence, life skills, and adaptability are important foundations in facing the changing times. The analysis shows that although this concept develops in the traditional context of pesantren, its basic principles remain relevant to modern challenges such as digital disruption and multiculturalism. This study concludes that the Kiai As'ad educational model offers an integrative framework that combines moral toughness with global competence, while maintaining Islamic identity. The implications of this study recommend strengthening the pesantren curriculum that combines traditional values with the development of 21st century skills such as digital literacy, entrepreneurship, and critical thinking, without eroding the basic character of Islamic Boarding School education. Abstrak Era globalisasi membawa tantangan kompleks yang menuntut generasi santri untuk mengembangkan kemandirian secara holistik. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep kemandirian santri dalam perspektif pendidikan Kiai As’ad Syamsul Arifin serta relevansinya di tengah dinamika global kontemporer. Menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan lapangan dengan desain fenomenologi, studi ini menganalisis secara kritis berbagai sumber primer dan sekunder meliputi wawancara kepada beberapa guru dan santri di Pesantren Salafiyah Syafi’yah Sukorejo, karya-karya Kiai As’ad, dokumen pesantren, artikel ilmiah, dan referensi terkait pendidikan pesantren. Temuan penelitian mengungkap bahwa Kiai As’ad membangun konsep kemandirian santri melalui tiga pilar utama: pendidikan akhlak (character building), keteladanan ulama (qudwah hasanah), dan penguasaan ilmu terapan. Nilai-nilai seperti kemandirian spiritual, kecakapan hidup (life skills), dan adaptabilitas menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan zaman. Analisis menunjukkan bahwa meskipun konsep ini berkembang dalam konteks tradisional pesantren, prinsip-prinsip dasarnya tetap relevan dengan tantangan modern seperti disrupsi digital dan multikulturalisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan Kiai As’ad menawarkan kerangka integratif yang memadukan ketangguhan moral dengan kompetensi global, sekaligus menjaga identitas keislaman. Implikasi penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum pesantren yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan pengembangan keterampilan abad 21 seperti literasi digital, kewirausahaan, dan pemikiran kritis, tanpa mengikis karakter dasar pendidikan pesantren.
Analisis penggunaan metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur’an di SDS Tisa Islamic School Kurniasih, Suci Dwi; Rukajat, Ajat; Masykur
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i2.20000

Abstract

This study is motivated by the lack of maximum differences in the application of supervision and coaching in improving the quality of Qur'an learning in educational institutions SDS Tisa Islamic School, which uses the Ummi method in the Cikarang area. Coaching-based supervision is seen as a more effective approach because it emphasizes assistance that is dialogical, reflective, and sustainable. Through coaching, teachers are encouraged to develop their competence independently but still under systematic and directed guidance. The purpose of this study is to analyze the role of coaching-based supervision in Qur'anic learning and identify its impact on improving learning quality. This study also aims to find out how the application of coaching in the context of the Ummi method. The benefit of this research is that it contributes to the development of effective supervision strategies, as well as being a reference for managers of Islamic education institutions who apply similar methods. This research uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that coaching-based supervision significantly improved teachers' competence, work motivation, and the quality of planning and evaluation of Al-Qur'an learning at SDS Tisa Islamic School. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya perbedaan penerapan antara supervisi dan coaching dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan SDS Tisa Islamic School, yang menggunakan metode Ummi di wilayah Cikarang. Supervisi berbasis coaching dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif karena menekankan pada pendampingan yang bersifat dialogis, reflektif, dan berkelanjutan. Melalui coaching, guru didorong untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri namun tetap dalam bimbingan yang sistematis dan terarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran supervisi berbasis coaching dalam pembelajaran Al-Qur’an serta mengidentifikasi dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan coaching dalam konteks metode Ummi. Adapun manfaat penelitian ini adalah memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi supervisi yang efektif, sekaligus menjadi rujukan bagi pengelola lembaga pendidikan Islam yang menerapkan metode serupa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi berbasis coaching secara signifikan meningkatkan kompetensi guru, motivasi kerja, serta kualitas perencanaan dan evaluasi pembelajaran Al-Qur’an di SDS Tisa Islamic School.