cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Manajemen sarana prasarana dalam peningkatan kualitas ibadah di Majelis Taklim Telkom Group Pusat Ismondo, Doni; Sa’diyah, Maemunah; Al Katani, Abdul Hayyie
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.17598

Abstract

Majelis Taklim is an Islamic educational institution that is flexible in time and place, acting as a center for da'wah as well as lifelong non-formal education. This research aims to analyze the management of facilities, infrastructure, and human resources at Majelis Taklim Telkom Group (MTTG) Jakarta as an effort to improve the quality of worship and learning. This research uses a qualitative-descriptive approach with purposive sampling technique to determine informants, which include managers, employees, and worshipers. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, with validation using method triangulation. The results showed that the management of facilities and infrastructure in MTTG has followed management principles, including planning, procurement, organization, utilization, and elimination. Maintenance involves coordination with stakeholders for optimization. Periodic evaluations are conducted to ensure maximum utilization. The manager's role is crucial in ensuring all management functions run effectively. The conclusion of this study emphasizes that professional management supports the achievement of the objectives of Majelis Taklim as a quality Islamic education institution. Abstrak Majelis Taklim adalah lembaga pendidikan Islam yang fleksibel dalam waktu dan tempat, berperan sebagai pusat dakwah sekaligus pendidikan nonformal seumur hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia di Majelis Taklim Telkom Group (MTTG) Jakarta sebagai upaya meningkatkan kualitas ibadah dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan, yang mencakup pengelola, pegawai, dan jamaah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan validasi menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di MTTG sudah mengikuti prinsip manajemen, meliputi perencanaan, pengadaan, pengorganisasian, pemanfaatan, dan penghapusan. Pemeliharaan melibatkan koordinasi dengan stakeholder untuk optimalisasi. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan pemanfaatan maksimal. Peran manajer sangat penting dalam memastikan semua fungsi manajemen berjalan efektif. Simpulan penelitian ini menekankan bahwa pengelolaan yang profesional mendukung tercapainya tujuan Majelis Taklim sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkualitas.
A Pendidikan karakter perspektif Hasan Al-Banna Gani, Ridwan Abdul; Tamam, Abas Mansur; Indra, Hasbi
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.17605

Abstract

The moral decline that occurs today raises serious concerns, so that moral development becomes very important as an effort to prevent the negative impact of the times. This study aims to analyze the concept of moral development according to Hasan Al-Banna, especially through the usrah program approach. This research uses a qualitative method with a library research design, utilizing relevant primary and secondary literature. The results showed that Hasan Al-Banna emphasized the importance of the usrah program in moral development, with three main pillars, namely ta'aruf (knowing each other), tafahum (understanding each other), and takaful (bearing each other). This program aims to guide participants to achieve exemplary, strengthen ukhuwah, and apply moral values in real charity. The conclusion of this research is that the usrah program designed by Hasan Al-Banna can be a model of moral development that is relevant to building individual and community morality, especially in the modern era. Abstrak Kemerosotan moral yang terjadi dewasa ini menimbulkan kekhawatiran yang serius, sehingga pembinaan akhlak menjadi sangat penting sebagai upaya pencegahan terhadap dampak negatif perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembinaan akhlak menurut Hasan Al-Banna, khususnya melalui pendekatan program usrah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian pustaka (library research), memanfaatkan literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasan Al-Banna menekankan pentingnya program usrah dalam pembinaan akhlak, dengan tiga rukun utama, yaitu ta'aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), dan takaful (saling menanggung). Program ini bertujuan untuk membimbing peserta mencapai keteladanan, memperkukuh ukhuwah, dan menerapkan nilai-nilai moral dalam amal nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program usrah yang dirancang Hasan Al-Banna dapat menjadi model pembinaan akhlak yang relevan untuk membangun moralitas individu dan masyarakat, khususnya di era modern.
Konsep adi luhung sejarah kebudayaan Islam di Indonesia dan strategi pengembangannya Nata, Abuddin
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.17968

Abstract

Indonesia, with a majority Muslim population, presents consequences where Islamic teachings influence the life of the nation. As a religion that is perfect (al-kamilah), comprehensive (al-syamilah), balanced (al-tawazun) and moderate (al-tasawuth), Islam includes religious (al-diniyah) and worldly (al-muamalah) aspects, which complement each other. In the development of worldly aspects, Islam encourages cultures based on its teachings, creating interaction and healthy competition (fastabiqul khairat) with other cultures, such as Greece, China, India and Persia. This process is also seen in Indonesia, a pluralistic country with diverse cultures and customs. The relationship between Islam and local culture often results in harmony, assimilation or tension, as in West Sumatra during the pre-independence period. This paper, drawing on the Qur'an, Hadith, Islamic cultural history and scholarly observation, explores the prominence of Islamic culture, particularly in the arts, and its impact in Indonesia. The findings are relevant for building a more advanced future for Islam and Indonesia, based on the harmony between Islamic teachings and the characteristics of Indonesia's pluralistic society. Abstrak Indonesia, dengan mayoritas penduduk Muslim, menghadirkan konsekuensi di mana ajaran Islam memengaruhi kehidupan bangsa. Sebagai agama yang sempurna (al-kamilah), komprehensif (al-syamilah), seimbang (al-tawazun), dan moderat (al-tasawuth), Islam mencakup aspek keagamaan (al-diniyah) dan duniawi (al-muamalah), yang saling melengkapi. Dalam pengembangan aspek duniawi, Islam mendorong kebudayaan yang berbasis ajarannya, menciptakan interaksi dan kompetisi sehat (fastabiqul khairat) dengan kebudayaan lain, seperti Yunani, Cina, India, dan Persia. Proses ini juga terlihat di Indonesia, negara pluralistik dengan beragam budaya dan adat istiadat. Hubungan antara Islam dan budaya lokal sering menghasilkan harmoni, asimilasi, maupun ketegangan, seperti di Sumatera Barat pada masa pra-kemerdekaan. Makalah ini, dengan sumber al-Qur'an, Hadis, sejarah kebudayaan Islam, dan pengamatan ilmiah, mengeksplorasi keunggulan kebudayaan Islam, khususnya di bidang seni, serta dampaknya di Indonesia. Temuan ini relevan untuk membangun masa depan Islam dan Indonesia yang lebih maju, berlandaskan harmoni antara ajaran Islam dan karakteristik masyarakat pluralistik Indonesia.
Peran Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Dalam Menegakkan Kedisiplinan Santri Di Pondok Pesantren Modern Kabupaten Langkat Hakim, Luqman Nul; OK, Azizah Hanum; Salminawati
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.18011

Abstract

This study aims to analyze the activity program of the pondok student organization in enforcing the discipline of students at the Modern Islamic Boarding School in Langkat Regency, including the implementation of work programs, obstacles faced, and supporting and inhibiting factors. The research used a qualitative approach with a multisite design, involving analytical descriptive methods through observation, interviews, and document analysis. The results showed that the pondok student organization program, such as daily supervision, routine activities, and a reward system, was effective in shaping the disciplined personality of students both inside and outside the pondok. Efforts to overcome obstacles include increasing coordination between the organization's management and the caretaker and internalizing the value of discipline through structured activities. Supporting factors include clear cottage policies and support from caregivers and ustadz/ustadzah, while inhibiting factors include the limited number of administrators and the lack of leadership training. In conclusion, the pondok student organization program contributes significantly to building santri discipline with several challenges that can be overcome through a collaborative approach and strengthening disciplinary values. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program kegiatan organisasi pelajar pondok dalam menegakkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Modern Kabupaten Langkat, mencakup pelaksanaan program kerja, kendala yang dihadapi, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multisitus, melibatkan metode deskriptif analitik melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program organisasi pelajar pondok, seperti pengawasan harian, kegiatan rutin, dan sistem penghargaan, efektif dalam membentuk kepribadian santri yang disiplin baik di dalam maupun di luar pondok. Upaya mengatasi kendala meliputi peningkatan koordinasi antara pengurus organisasi dan pihak pengasuhan serta internalisasi nilai disiplin melalui kegiatan terstruktur. Faktor pendukung mencakup kebijakan pondok yang jelas dan dukungan dari pengasuh serta ustadz/ustadzah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan jumlah pengurus dan minimnya pelatihan kepemimpinan. Kesimpulannya, program organisasi pelajar pondok berkontribusi signifikan dalam membangun kedisiplinan santri dengan beberapa tantangan yang dapat diatasi melalui pendekatan kolaboratif dan penguatan nilai-nilai disiplin.
Urgensi evaluasi ketakwaan diri pada lembaga pendidikan Islam dalam bentuk aplikasi Afiffudin; Hafidhuddin, Didin
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.16277

Abstract

The level of piety of students is the main indicator of the success of national education as stated in Law No. 20 of 2003. Schools labeled as Islamic have a greater responsibility in producing a faithful and pious generation. However, the evaluation of Islamic Religious Education in schools generally only measures the cognitive aspect and has not touched the piety aspect as a whole. This research aims to develop a piety measurement tool based on three main criteria: faith, Islamicity, and piety. The three criteria were formulated through FGDs with local scholars and developed into 25 question items, which represent the six pillars of faith, five pillars of Islam, and 14 indicators of ihsan behavior. Content validation was conducted by 15 Islamic boarding school teachers with average CVI values: relevance 0.90; simplicity 0.89; and clarity 0.93. The application trial was conducted on 67 congregants of Majelis Taklim in South Jakarta, with the results: 12% Muttaqin Good, 45% Excellent, and 43% Great. The application is easy to use and produces an online evaluation certificate, along with suggestions for improving worship. This model has the potential to be used in schools or certain community groups as a practical and standardized piety measurement tool. Abstrak Tingkat ketakwaan peserta didik merupakan indikator utama keberhasilan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003. Sekolah berlabel Islam memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mencetak generasi yang beriman dan bertakwa. Namun, evaluasi Pendidikan Agama Islam di sekolah umumnya hanya mengukur aspek kognitif dan belum menyentuh aspek ketakwaan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat ukur ketakwaan berbasis tiga kriteria utama: keimanan, keislaman, dan keihsanan. Ketiga kriteria tersebut dirumuskan melalui FGD dengan ulama setempat dan dikembangkan menjadi 25 butir pertanyaan, yang mewakili enam rukun iman, lima rukun Islam, dan 14 indikator perilaku ihsan. Validasi isi dilakukan oleh 15 guru pondok pesantren dengan nilai CVI rerata: relevance 0,90; simplicity 0,89; dan clarity 0,93. Uji coba aplikasi dilakukan pada 67 jamaah Majelis Taklim di Jakarta Selatan, dengan hasil: 12% Muttaqin Good, 45% Excellent, dan 43% Great. Aplikasi ini mudah digunakan dan menghasilkan sertifikat evaluasi secara daring, disertai saran peningkatan ibadah. Model ini berpotensi digunakan di sekolah atau kelompok masyarakat tertentu sebagai alat ukur ketakwaan yang praktis dan terstandar.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Sahid Bogor Satiran, Iksan Kasmudi; Al Kattani, Abdul Hayyie
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.16283

Abstract

This research is motivated by the importance of implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in a vocational education environment as part of the Merdeka Curriculum. The purpose of this study is to describe in depth the process of implementing P5 at Sahid Vocational High School (SMK), especially in the aspects of implementation management and school community involvement. This research uses a qualitative approach with a case study method, which allows researchers to explore in detail the phenomena that occur at one research location within a certain period. Data were collected through interviews, observations, and documentation of informants such as the head of curriculum, head of student affairs, and student activity coaches. The results showed that Sahid Vocational High School has implemented the P5 program in a systematic and structured manner, supported by good school management, adequate infrastructure, and active collaboration between school parties. The conclusion of this study shows that the implementation of P5 at Sahid Vocational High School can be an effective implementation model in developing student character in accordance with the values of Pancasila. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di lingkungan pendidikan kejuruan sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pelaksanaan P5 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sahid, khususnya dalam aspek manajemen pelaksanaan dan keterlibatan warga sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan peneliti menggali secara rinci fenomena yang terjadi di satu lokasi penelitian dalam periode tertentu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan seperti waka kurikulum, waka kesiswaan, dan pembina kegiatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMK Sahid telah melaksanakan program P5 secara sistematis dan terstruktur, didukung oleh manajemen sekolah yang baik, sarana prasarana yang memadai, dan kolaborasi aktif antar pihak sekolah. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 di SMK Sahid dapat menjadi model pelaksanaan yang efektif dalam mengembangkan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Imam Al-Ghazali's educational thought and its relevance to contemporary Islamic education literature review on scopus indexed articles Onilivia, Viva Fadma; Noptario; Maragustam; Putri, Nadya Syafira
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.16586

Abstract

Al-Ghazali is a famous Islamic philosopher scholar, nicknamed Imam Al-Ghazali because of his views and deep knowledge of various religious sciences is as a blasphemy of Islam. According to Imam Al Ghazali, Islamic education is a process that will make humans as brilliant beings so that they will get happiness while living in the world and in the hereafter by staying closer to the creator, namely Allah Almighty through the knowledge that has been obtained through the process of education. Education today is relevant and in line with the concept of Imam Al-Gahzali regarding education which can be known from various components of education, both from educational objectives, curriculum, methods used in the educational process, educators and students themselves. This article traces research on the thought of Imam Al-Ghazali in the journal indexed by Scopus. The reason for choosing the reference limit is only in Scopus indexed journals so that the data obtained can be more reliable because it is published in reputable international journals. The urgency of this discussion is for science in the treasures of Islamic education, namely the relevance between contemporary Islamic education today according to Imam Al-Ghazali and educational thinking. Abstrak Al-Ghazali adalah seorang ulama filsuf Islam yang terkenal, dijuluki Imam Al-Ghazali karena pandangan dan pengetahuannya yang mendalam tentang berbagai ilmu agama adalah sebagai seorang mujtahid. Menurut Imam Al Ghazali, pendidikan Islam adalah sebuah proses yang akan menjadikan manusia sebagai makhluk yang cemerlang sehingga akan mendapatkan kebahagiaan selama hidup di dunia dan di akhirat dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta, yaitu Allah SWT melalui ilmu yang telah didapatkan melalui proses pendidikan. Pendidikan saat ini relevan dan sejalan dengan konsep Imam Al-Gahzali mengenai pendidikan yang dapat diketahui dari berbagai komponen pendidikan, baik dari tujuan pendidikan, kurikulum, metode yang digunakan dalam proses pendidikan, pendidik dan peserta didik itu sendiri. Artikel ini menelusuri penelitian mengenai pemikiran Imam Al-Ghazali dalam jurnal yang terindeks Scopus. Alasan pemilihan batasan referensi hanya pada jurnal terindeks Scopus agar data yang diperoleh dapat lebih terpercaya karena dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Urgensi dari pembahasan ini adalah untuk keilmuan dalam khazanah pendidikan Islam, yaitu relevansi antara pendidikan Islam kontemporer saat ini menurut Imam Al-Ghazali dengan pemikiran pendidikan.
Model pembelajaran Nahwu di Madrasah Aliyah Darul Muttaqien Parung Abdulloh, Muhammad; Sa’diyah, Maemunah; Ibdalsyah
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.17003

Abstract

Arabic is the language used in the Qur'an and hadith which is a guide to life for a Muslim, therefore a Muslim is obliged to learn Arabic, and Arabic cannot be understood well except with the knowledge of Nahwu so it is also necessary to study knowledge. The aim of this research is to analyze the nahwu learning model at the Darul Muttaqien Parung madrasah. The research method uses qualitative methods with field research type, the research object is at the Darul Muttaqien Parung madrasah, data collection techniques use triangulation consisting of observation, interviews and documentation. The results of this research show that the nahwu learning model at Madrasah Aliyah Darul Muttaqien Parung uses a tathbiqiyah (applicative) learning model with inductive theory, this model is based on a learning process approach which involves interactive activities inside and outside the classroom to increase students' creativity and independence, in its application there are supporting factors consisting of teachers' efforts to motivate students, Arabic language improvement programs, and tiered supervision divisions, there are also inhibiting factors consisting of lack of student motivation and commitment, lack of an Arabic language environment, and the effectiveness of efforts is still low. In conclusion, although there have been efforts and programs carried out to help the nahwu learning process, there are still several obstacles that hinder the nahwu learning process. Abstrak Bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan dalam Alquran dan hadits yang merupakan pedoman hidup bagi seorang muslim, karena itu seorang muslim wajib mempelajari bahasa Arab, dan bahasa Arab tidaklah dapat dipahami dengan baik kecuali dengan ilmu nahwu maka diharuskan pula mempelajari ilmu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis model pembelajaran nahwu di madrasah aliyah Darul Muttaqien Parung. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian lapangan, objek penelitian di madrasah aliyah Darul Muttaqien Parung, teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwasanya model pembelajaran nahwu di madrasah aliyah Darul Muttaqien Parung menggunakan model pembelajaran tathbiqiyah (aplikatif) dengan teori induktif, model tersebut berlandaskan pendekatan learning process yang melibatkan kegiatan interaktif di dalam dan luar kelas guna meningkatkan kreativitas dan kemandirian siswa, dalam penerapannya terdapat faktor pendukung yang terdiri dari upaya guru dalam memotivasi siswa, program peningkatan bahasa Arab, dan divisi pengawasan berjenjang, terdapat pula faktor penghambat terdiri dari kurangnya motivasi dan komitmen siswa, kurangnya lingkungan berbahasa Arab, dan efektivitas upaya yang masih rendah. Kesimpulannya, meskipun telah ada upaya dan program yang dilakukan untuk membantu proses pembelajaran nahwu, akan tetapi masih ada beberapa hambatan yang menghambat dalam proses pembelajaran nahwu.
A Program mentoring Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Gani, Ridwan Abdul; Indra, Hasbi
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.17606

Abstract

Learning Islamic Religious Education (PAI) in public universities still faces various challenges, such as learning strategies, quality of lecturers, as well as curriculum and number of credits. This research aims to: (1) analyze Hasan Al-Banna's Usrah program in the book Wasailut Tarbiyah Inda Ikhwanil Muslimin by Ali Abdul Halim Mahmud, (2) analyze the PAI Assistance program at Bogor Agricultural University (IPB University), and (3) formulate a PAI Mentoring program design that can be applied in public universities. This research used a qualitative approach with literature study and field research methods. The literature study was conducted through book content analysis to understand the structure and components of the usrah program, while the field study was conducted by observing the practice of PAI Mentoring program at IPB. The results showed that there are fundamental similarities between the two programs, which consist of 12 main components including objectives, participants, educators, management, time, place, methods, curriculum, regulations, evaluation, facilities, as well as financial management and problems. These similarities are then synthesized into a PAI Mentoring program model that can be a reference for implementation at PTU. The conclusion of this study confirms the importance of preparing a clear, relevant, sustainable, innovative, and collaborative mentoring program to be effective in fostering students. Abstrak Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum masih menghadapi berbagai tantangan, seperti strategi pembelajaran, kualitas dosen, serta kurikulum dan jumlah SKS. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis program Usrah Hasan Al-Banna dalam kitab Wasailut Tarbiyah Inda Ikhwanil Muslimin karya Ali Abdul Halim Mahmud, (2) menganalisis program Asistensi PAI di Institut Pertanian Bogor (IPB University), dan (3) merumuskan desain program Mentoring PAI yang dapat diterapkan di perguruan tinggi umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Studi pustaka dilakukan melalui analisis isi kitab untuk memahami struktur dan komponen program usrah, sedangkan studi lapangan dilakukan dengan mengamati praktik program Asistensi PAI di IPB. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesamaan mendasar antara kedua program, yaitu terdiri dari 12 komponen utama yang meliputi tujuan, peserta, pendidik, manajemen, waktu, tempat, metode, kurikulum, peraturan, evaluasi, sarana, serta pengelolaan keuangan dan masalah. Kesamaan ini kemudian disintesis menjadi model program Mentoring PAI yang dapat menjadi acuan pelaksanaan di PTU. Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penyusunan program mentoring yang jelas, relevan, berkelanjutan, inovatif, dan kolaboratif agar efektif dalam membina mahasiswa.
The Strategi bimbingan konseling dalam mendukung tugas perkembangan religiusitas pada remaja Syaiful; Alfaien, Noor Isna
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.18081

Abstract

This research aims to determine guidance and counseling strategies in supporting the task of developing religiosity in adolescents. This research uses descriptive qualitative methods. Descriptive qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of words or speech from the people who need to be observed. The descriptive qualitative research referred to in this research is to use an Islamic guidance and cousseling approach, namely that the work reference used in collecting and analyzing data always relies on the framework of Islamic guidance and counseling, namely by describing the conditions and implementation of Islamic guidance and counseling in increasimg religiosity in teenager. This research uses two data source, namely primary data source used in this research include information from teenagers. In this research, the secondry data sources used were written sources such as book sources, scientific magazines, and documents from related parties regarding the issue of religiosity in adolencents. The data collection techniques are observation, interviews and documentation. The results of this research show that the condition of religiosity in adolescents contains aspects of religiosity such as aspects of belief, religious practice, experience, religious khowledge, and consequences. From several of these aspects, it can be seen that teenangers who have quite good religiosity, and there are also those who have weak religiosity which is based on several factors such as family, relationships, social media, lack of basic religious knowledge. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi metode yang dapat digunakan dalam bimbingan konseling untuk mendukung tugas perkembangan religiusitas remaja. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata atau lisan dari subjek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan pendekatan bimbingan dan konseling Islam; acuan kerja yang digunakan dalam pengumpulan dan analisis data selalu bertumpu pada kerangka bimbingan dan konseling Islam, yaitu dengan menggambarkan kondisi dan cara bimbingan dan konseling Islam digunakan untuk meningkatkan religiusitas remaja. Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, Informasi dari para remaja. Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber tertulis, seperti buku, majalah ilmiah, dan dokumen-dokumen dari pihak yang terkait mengenai masalah religiusitas pada remaja. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah metode pengumpulan datanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi religiusitas remaja terdiri dari berbagai aspek, termasuk keyakinan, praktik agama, pengalaman, pengetahuan agama, dan konsekuensi. Di antara aspek-aspek tersebut, dapat dilihat bahwa remaja cukup relatif dalam hal religiusitas: ada remaja yang cukup religius, tetapi ada juga remaja yang religiusitasnya menurun karena beberapa faktor, seperti keluarga, pergaulan, media sosial, dan lain-lain.