cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
hearty@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Kh Sholeh Iskandar Km 2
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 23387475     EISSN : 26207869     DOI : 10.32832/hearty
Core Subject : Education,
Hearty: Jurnal Kesehatan Masyarakat (ISSN:2338-7475 & e-ISSN:2620-7869) is published semiannual by Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor.
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGARUH PSYCHOLOGICAL FLEXIBILITY TERHADAP CABIN FEVER PADA KELOMPOK USIA EMERGING ADULT DI MASA PANDEMI COVID-19 Husna Salimah, Amrina; Gimmy Prathama, Ahmad
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.8480

Abstract

Psychological flexibility merupakan komponen psikologis yang berkaitan dengan kapasitas individu dalam merespon secara fleksibel tantangan kehidupan baru yang ditemui. Pada beberapa studi komponen ini diketahui bermanfaat pada terjaganya kesehatan mental individu di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological flexibility terhadap kecenderungan cabin fever pada kelompok usia emerging adulthood di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini melibatkan 108 partisipan dengan rentang usia 18-25 tahun yang termasuk dalam kategori emerging adulthood. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini adalah Psychological Flexibility Questionnaire (PFQ) dan Cabin Fever Scale (CFS). Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa psychological flexibility memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat cabin fever di masa pandemi COVID-19. Semakin tinggi skor psychological flexibility berpengaruh pada semakin rendahnya skor cabin fever. Selain itu, berdasarkan analisis tambahan menggunakan data demografi diketahui bahwa kelompok partisipan dengan aktivitas ibu rumah tangga dan kelompok partisipan freelance memiliki skor cabin fever yang lebih tinggi dibanding kelompok partisipan aktivitas lain di masa pandemi.
LITERATURE REVIEW : PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP ANGKA KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM Asiyatul Janah, Nur; Hariyono, Widodo; Marwati, Tri Ani; Handayani, Lina
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7917

Abstract

Angka kecelakaan kerja di laboratorium terus meningkat dan dialami oleh semua jenis laboratorium, baik laboratorium kesehatan maupun pendidikan. Kecelakaan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan pengguna laboratorium tentang bahaya dan prosedur keselamatan di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor pengetahuan berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium. Metode yang digunakan adalah literature review, dimana dilakukan penelaahan serta pembahasan beberapa artikel yang isinya relevan dengan topik penelitian. Kata kunci yang digunakan adalah "pengaruh pengetahuan”, "kecelakaan kerja”, "laboratorium” pada database Google Schoolar. Proses seleksi artikel menggunakan Appraisal Tool PRISMA. Dari 133 artikel, didapatkan 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan relevan dengan tujuan penelitian. Hasilnya didapatkan bahwa dua artikel menyatakan jika ada pengaruh tingkat pengetahuan terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan tiga artikel menyimpulkan tidak ada pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kecelakaan kerja. Hal ini menunjukkan jika tingkat pengetahuan bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja di laboratorium, masih ada faktor lain yang mempengaruhi, antara lain penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kepatuhan dalam melaksanakan SOP, lingkungan, dan lainnya.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN BERDASARKAN ASPEK AKSES DAN KESETARAAN PENGGUNA LAYANAN PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA Fitria, Fahma; Handayani, Sarah; Asiah, Nur
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.8463

Abstract

Remaja merupakan seseorang dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi, sehingga sering sekali menyebabkan remaja terjerumus berbagai permasalahan kenakalan remaja. Demi menangani permasalahan tersebut, Kementerian Kesehatan menghadirkan strategi melalui program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Walaupun program PKPR sudah dijalankan, namun masih terdapat berbagai kekurangan seperti akses waktu layanan yang sulit dijangkau, lokasi Puskesmas yang kurang strategis, kurangnya informasi remaja, serta masih terdapat layanan yang tidak ramah remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan akses dan kesetaraan remaja terhadap layanan PKPR di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk dan Tamansari. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ialah masih terdapat beberapa permasalahan layanan PKPR di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk dan Tamansari seperti masih ada Puskesmas yang cukup sulit dijangkau remaja, waktu layanan PKPR yang sulit dijangkau, akses informasi terkait layanan PKPR yang belum sesuai dengan kebutuhan remaja, serta layanan yang tidak ramah remaja seperti pelayanan yang kurang baik, adanya diskriminasi dan stigma yang dirasakan oleh remaja. Namun biaya yang dibutuhkan untuk mengakses layanan PKPR sangat terjangkau. Layanan PKPR yang berada di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk dan Tamansari masih terdapat beberapa permasalahan, seperti waktu layanan PKPR yang sulit di akses, akses akan informasi yang belum sesuai dengan kebutuhan remaja, serta masih terdapat pelayanan kesehatan yang tidak ramah remaja.
PERBANDINGAN KENAIKAN BERAT BADAN BAYI PADA MP-ASI INSTANT DAN MP-ASI RUMAHAN R., Qothrunnada; Mariyani, Mariyani
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.8481

Abstract

MP-ASI adalah makanan atau minuman tambahan yang mengandung gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Masalah gizi pada bayi dan balita sering berkaitan dengan pola konsumsinya. Makanan Pendamping Air Susu Ibu menunjukan bahwa tingkat kenaikan berat badan bayi dengan konsumsi MP ASI campuran memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan bayi yang mengonsumsi MP ASI buatan sendiri atau MP ASI buatan pabrik. Tujuan Penelitian ini unutk mengetahui perbandingan kenaikan berat badan pada balita dengan MPASI Instan dengan MPASI Rumahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pedekatan quasi ekperimen, dilakukan di PMB Sri W. Sejak bulan Januari sampai April 2022, dengaan sampel sebanayak 40 bayi dari 50 populasi yang ada. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan melibatkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan dengan cara observasi partisicapan dan dianalisis dengan t-Tes Paired menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang signifikan antara berat badan bayi instan dengan rumahan pada usia 6 bulan dengan nilai Sig 0,013, usia 7 bulan nilai Sig.0,020, usia 8 bulan nilai Sig. 0,016, dan usian 6-8 nilai Sig. 0,009 menunjukan bahwa nilai tersebut < α. Dan dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara bayi MPASI instan dengan bayi MPASI rumahan pada taraf signifikansi 5%.
PENGEMBANGAN MEDIA EDUKASI POP-UP BOOK BERBAHASA OSING TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK USIA SEKOLAH Mordayanti, Okka; Winarni, Sri; Mujito, Mujito; Suryani, Pudji
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7616

Abstract

Personal hygiene merupakan kebutuhan dasar manusia, terutama bagi anak usia sekolah yang masih membutuhkan bimbingan. Pendidikan kesehatan memberikan arahan dan pengalaman sehingga anak mandiri dan berperilaku sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengembangan dan kelayakan media pop-up book berbahasa Osing. Penelitian ini menggunakan Research and Development, dengan model ADDIE. Subyek penelitian terdiri dari 12 responden uji coba. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 34 responden penelitian berusia 11-12 tahun di TPQ Al-Hasan Penataban Banyuwangi. Objek yang diteliti adalah kualitas dan efektivitas media Bularos. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara, angket dan checklist untuk mengukur aspek kelayakan materi, teknik grafis dan keefektifan media. Hasil pengukuran yang diperoleh dari ahli materi adalah 76,25% (Layak), ahli media 91,25% (Sangat Layak), responden uji coba 1,81% (Layak), responden uji coba 2, 88,2% (Sangat Layak). Hasil Wilcoxon Signed Rank Test pada variabel pengetahuan, p = 0,000 dan untuk sikap p = 0,000 sedangkan untuk variabel keterampilan, p = 0,005. Terdapat perbedaan signifikan pada variabel pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, edukasi dengan media Pop-up book bahasa Osing efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan personal hygiene pada anak usia 11-12 tahun tentang kebersihan diri pada anak usia sekolah dasar.
PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA BUKU SAKU ELEKTRONIK TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Larasati, May Harani; Jupriyono, Jupriyono; Sangkot, Hartaty Sarma; Hadi, Sugianto
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7543

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan disebabkan oleh virus SARS-Cov2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di TPQ Nurul Hidayah dapat diketahui bahwa siswa tidak pernah mendapatkan edukasi dan  ditemukan 72,4% siswa yang tidak menggunakan masker serta 36,5% siswa tidak mematuhi social distancing.Tindakan pencegahan penularan dengan 5M merupakan hal penting yang harus dilakukan mengingat ancaman serius yang dapat ditimbulkan. Kepatuhan terhadap tindakan pencegahan penularan dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan praktik. Pemberian edukasi diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penularan Covid-19 pada siswa TPQ Nurul Hidyah. Tujuan dari penelitian ini menganalis adanya pengaruh edukasi dengan buku saku elektronik terhadap pengetahuan siswa TPQ Nurul Hidayah tentang pencegahan penularan Covid-19. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental rancangan pre-test post-test control group design. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat pengaruh yang siginifikan (p value 0.000) penggunaan media buku saku elektronik dalam meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan penularan Covid-19 pada siswa TPQ Nurul Hidayah. Hasil Uji Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh yang siginifikan (p value = 0.000) antara edukasi menggunakan media buku saku elektronik dengan edukasi menggunakan media leaflet. Untuk peneliti lain sebaiknya melanjutkan dengan menguji confounding variable dan menguji ulang validitas dari instrumen agar hasilnya lebih baik.
RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN PICKY EATER PADA BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGUNJAYA Azizah, Vina Nur; Elvandari, Millyantri; Riski Sefrina, Linda
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7319

Abstract

Salah satu masalah gizi anak adalah gangguan makan pada anak usia balita, yaitu picky eater (pilih-pilih makanan). Prevalensi picky eater di Kabupaten Bekasi pada anak usia 3-6 tahun mencapai 82%. Cakupan ASI eksklusif tiap posyandu Desa Mangunjaya masih tergolong belum mencapai target nasional yaitu 80%, sehingga peluang terjadinya picky eater masih besar.  Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan picky eater balita. Penelitian dilakukan mulai dari 18 Maret sampai 18 April dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 245 responden. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari karakteristik responden, pemberian ASI eksklusif, dan picky eater. Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Gamma diperoleh p-value 0,77. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan picky eater balita di posyandu Desa Mangunjaya, Kabupaten Bekasi.
KANDUNGAN FORMALIN PADA BUAH (ANGGUR DAN APEL) DAN GAMBARAN PENGETAHUAN PENJUAL TENTANG PENGGUNAAN FORMALIN DI JALAN YOS SUDARSO KOTA SANGATTA Daelis, Daelis; Daramusseng, Andi; Hansen, Hansen
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.8247

Abstract

Formalin pada pangan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti kanker, gangguan menstruasi, infertilitas wanita, sakit kepala, masalah tidur, masalah keseimbangan, mual,  konsentrasi buruk, memori buruk. Data Badan Keamanan Pangan Kabupaten Kutai Timur tahun 2019 menunjukan bahwa hasil pemeriksaan sampel buah anggur positif mengandung formalin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan formalin pada buah (anggur dan apel) dan gambaran pengetahuan penjual tentang penggunaan formalin di jalan Yos Sudarso Kota Sangatta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pedagang dalam penelitian ini sebanyak 13 orang, sampel buah anggur dan apel masing-masing sebanyak 13 buah. Pemeriksaan sampel menggunakan metode asam khromotrofik.  Hasil penelitian menunjukan bahwa 13 sampel buah anggur yang berasal dari Negara China, Australia dan India negatif formalin dan 13 sampel buah apel yang berasal dari Negara New Zealand, China, Amerika dan Jepang negatif formalin. Tingkat pengetahuan responden paling banyak kategori baik sebanyak 6 responden (46.1%), 5 responden (38.5%) pengetahuan kurang dan 2 responden (15.4%) pengetahuan sedang. Perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan terkait Bahan Tambahan Pangan (BTP) kepada para pedagang buah untuk tetap dapat mempertahankan kualitas buah-buahan yang dijual demi kesehatan masyarakat.
MENCEGAH DAN MENANGANI STIGMA SOSIAL TERKAIT COVID 19 (SUATU PENDEKATAN STUDI LITERATURE REVIEW) Rahman, Irpan Ali
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7139

Abstract

The COVID-19 virus was first discovered in late December 2019 in Wuhan, China, the number of people infected with the coronavirus is increasing rapidly all over the world, and public and anxiety levels are increasing in many areas. During the COVID-19 outbreak, a wave of fear and phenomena in society emerged. So that stigma arises which is a negative label attached to someone given by society. Efforts to change community stigma are by designing effective anti-stigma programs to break down misperceptions about COVID-19, increase public knowledge about COVID-19, and spread positive messages and support. The research method is a literature review study and includes qualitative data sources from a study. The search strategy for relevant Indonesian and English articles, Literature searches are carried out through online searches on Google Scholar and also the SINTA website (Science and Technology Index). There are 15 articles that are grouped into several stigma topics related to COVID-19. 4 articles discuss the incidence of stigma, 7 articles discuss the psychological impact of stigma related to COVID-19, and 4 articles discuss social stigma related to COVID-19. Conclusion To fight stigmatization related to COVID-19 is to Spread the facts, Engage social influencers, and Amplify the voices of people who are recovering from COVID-19.
PERAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP ANEMIA REMAJA PUTRI DI PULAU MOROTAI SELATAN TAHUN 2021 Palimbong, Victor; Krianto Karjoso, Tri; Damayanti, Rita
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7441

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang berisiko mengalami anemia karena dalam masa pertumbuhan membutuhkan asupan zat gizi yang tinggi. Berdasarkan tempat tinggal, prevalensi anemia remaja putri di perkotaan sebesar 22.7% sementara pedesaan mencapai 25%. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pendidikan dan pekerjaan orang tua.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sosial budaya terhadap angka kejadian anemia remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah croos sectional dengan sampel sebesar 300 remaja putri. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data karateristik remaja putri, pekerjaan, dan pendidikan orang tua. Kadar Hemoglobin (Hb) diperoleh dengan pengambilan darah pada pembuluh darah vena radialis,kemudian diuji dengan metode hematologi analyzer merk medonic dan medonic reagent analyzer merk boule. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan remaja putri yang menderita anemia sebanyak 56%. Berdasarkan lokasi menunjukkan kejadian anemia lebih banyak terjadi di daerah pedesaan sebesar 47,3%. Terdapat hubungan pendidikan dengan anemia (P=0,000) dan hubungan pekerjaan dengan anemia (P=0,000). Kejadian anemia yang dialami remaja putri mempengaruhi prestasi belajar dan tumbuh kembang remaja putri sehingga disarankan meningkatkan edukasi dan memaksimalkan penyuluhan bagi remaja putri di wilayah pedesaan. 

Page 8 of 49 | Total Record : 486