cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
hearty@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Kh Sholeh Iskandar Km 2
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 23387475     EISSN : 26207869     DOI : 10.32832/hearty
Core Subject : Education,
Hearty: Jurnal Kesehatan Masyarakat (ISSN:2338-7475 & e-ISSN:2620-7869) is published semiannual by Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor.
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU BINA LESTARI SAAT PANDEMI COVID-19 DI DESA NEHAS LIAH BING KUTAI TIMUR Kusumawati, Rindha Mareta; Lebin, Flora; Suwignyo, Suwignyo; Apriyani, Apriyani; Wulandari, Kartina
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.6084

Abstract

Data kunjungan ibu balita ke posyandu Bina Lestari pada masa pandemi covid-19 tercatat pada bulan Juni sebanyak 34 balita, Juli 40 balita, Agustus 61 balita, September 49 balita, Oktober 49 balita, November 57 balita, Desember 61 balita, dan Januari 45 balita. Data kunjungan ke posyandu Bina Lestari, Desa Nehas Liah Bing mengalami angka fluktuatif setiap tahun. Tujuan penelitian ini adalah melihat faktor yag berhubungan dengan kunjungan ibu balita ke Posyandu Bina Lestari Kutai Timur. Penelitian ini menggunakan dengan jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 54 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Olah data menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu balita ke posyandu (p value 0,007), sedangkan sikap petugas (p value 0,300) dan dukungan keluarga (p value 0,732) dinyatakan tidak berhubungan. Saran bagi puskesmas agar lebih membimbing para kader, melakukan pelatihan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman bagi kader, bagi posyandu agar selalu mengingatkan ibu jadwal posyandu, memberikan informasi dan penyuluhan.
ANALISIS HUBUNGAN PENDUDUK MISKIN, SANITASI DAN IMUNISASI DASAR DENGAN KEJADIAN GIZI BURUK PADA BALITA Ulfa Nur Aini, Zaroh; Margareta, Jesika
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.6662

Abstract

Masalah gizi di Indonesia masih menjadi perhatian, dimana pada tahun 2020 sebanyak 1,1% balita di Indonesia mengalami gizi buruk, persentase ini dapat terus meningkat seiring dengan peningkatan penduduk. Anak dengan gizi yang baik merupakan aset dan investasi sumber daya manusia bagi bangsa dan negara di masa depan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara penduduk miksin, desa melaksanakan STBM, dan cakupan imunisasi dasar lengkap dengan gizi buruk pada balita di Indonesia pada tahun 2020. Desain penelitian ini adalah pendekatan studi ekologi menggunakan data sekunder yang bersumber dari data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2020 oleh Kementerian Kesehatan RI, dengan sampel penelitian yaitu sebanyak 34 provinsi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan software SPSS. Didapatkan hasil bahwa variabel penduduk miksin berpengaruh terhadap peningkatan persentase gizi buruk pada balita, sedangkan variabel desa melaksanakan STBM dan cakupan imunisasi dasar lengkap berpengaruh terhadap penurunan persentase kasus gizi buruk pada balita di Indonesia pada tahun 2020. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penduduk miksin, desa melaksanakan STBM, dan cakupan imunisasi dasar lengkap dengan gizi buruk pada balita di Indonesia pada tahun 2020.
KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN DIALISIS DI ASIA TENGGARA : A SYSTEMATIC REVIEW Anggraini, Sevrima; Fadila, Zurayya
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7947

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan dunia. Pasien yang mengalami gagal ginjal biasanya akan melakukan terapi penggantian ginjal yang akan memiliki efek terhadap kualitas hidup pasien. Beberapa studi menunjukkan bahwa pasien gagal ginjal kronik yang menjalani dialisis akan mengalami penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu penting untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani dialisis. Peneliti melakukan telaah sistematis terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani dialisis. Peneliti melakukan penelusuran terhadap beberapa database yaitu ProQuest, PubMed dan Science direct dan telaah terhadap beberapa studi yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi. Berdasarkan hasil telaah sistematis diketahui bahwa status sociodemografi seperti umur, pendidikan, status pekerjaan dan etnis berhubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal. Selain itu status klinis dan gangguan psikologis juga berhubungan dengan kualitas hidup pasien. Jenis terapi dialisis juga berhubungan dengan kualitas hidup dimana beberapa studi menemukan bahwa pasien yang menjalani terapi dialisis dengan dialisis peritoneal memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pasien yang menjalani terapi hemodialisis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien GGK yaitu faktor sosiodemorafi, status klinis dan gangguan psikologis serta jenis terapi dialis yang digunakan. 
PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DALAM KOMUNIKASI PENDAMPINGAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT Anandita, Yoana; Krianto, Tri
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7449

Abstract

Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) menjadi bagian permasalahan TBC di dunia maupun di Indonesia. Berhasilnya pengobatan TBC RO dipengaruhi oleh berbagai faktor dan salah satu yang mendukung adalah adanya pendampingan pasien untuk memastikan kepatuhan. Dalam proses pendampingan terjadi komunikasi antara pribadi pasien dan pendamping yang memberikan dukungan, motivasi dan menjadi panutan. Dalam komunikasi terkadang terjadi perbedaan bahasa yang digunakan antara pasien dan pendamping yang bisa menjadi hambatan. Komunikasi dengan bahasa daerah terjadi di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi selama pendampingan pengobatan TBC RO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Wawancara dilakukan terhadap 3 (tiga) informan yang terdiri dari pengelola program pendampingan dan pendamping pasien. Hasil dari studi ini adalah bahasa daerah mempengaruhi keterbukaan dan penerimaan pasien terhadap keberadaan pendampingnya. Pemahaman pasien akan isi pesan juga lebih baik dengan penggunaan bahasa daerah. Untuk itu perlu dipertimbangkan untuk pengembangan materi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) dengan penggunaan bahasa daerah.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA BALITA DI KELURAHAN SUNGAI BAMBU Rossa Rahmadia, Zirly; Mardiyah, Sarah
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.5554

Abstract

Status gizi lebih merupakan suatu keadaan dimana berat badan melebihi standar pada umumnya. Gizi lebih yang terjadi pada balita dapat memberikan dampak negatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Faktor penyebab gizi lebih pada balita antara lain yaitu kurangnya pengetahuan orang tua, pola pemberian makan, berat badan lahir, dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada balita di Kelurahan Sungai Bambu Jakarta Utara. Jenis penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Sampel yang diperoleh berjumlah 34 responden. Hasil analisis menggunakan uji Chi-square menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan gizi (p=0,029), pola pemberian makan (p=0,014), berat badan lahir (p=0,027), dan riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,033) dengan kejadian gizi lebih pada balita. Disarankan kepada petugas kesehatan terkait untuk dapat memberikan edukasi tentang pola gizi seimbang dan pemberian makan yang tepat bagi ibu balita.
EFEKTIVITAS METODE GESTURAL PROMPTS TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE SISWA TUNARUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI PEMBINA MEDAN TAHUN 2020 Siregar, Dian Maya Sari; Dilla Ariyanti; Sukamto; Roni Gunawan
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.6762

Abstract

Gesture prompts are physical movements of another person that are expected to produce the correct response to the subject. A deaf child takes longer to understand the lesson because he has physical and cognitive limitations. Based on the observations of researchers, there are still many deaf students at the Junior High School level who have not maintained personal hygiene as seen from long and black nails and do not wash their hands before eating. The aim of the research: to determine the effectiveness of the Gesture Prompts method on personal hygiene knowledge in deaf students at SLB Pembina Medan in 2020. This study used a quasi-experimental design. This study used the Gesture Prompts technique to increase students' personal hygiene knowledge. The population of this study were all students with hearing impairment as many as 33 students and all of them were used as samples. Based on the results of the T-Test, it is known that in the pre-test, the mean value = 9.52, while in the post-test, the mean = 15.34 with Z = -4.493 and p = 0.001. The Gesture Prompts method is effective in increasing knowledge of personal hygiene in deaf students. It is hoped that the teaching staff will improve health education about personal hygiene with the Prompting Gesture method as a learning method for deaf children.Keywords: gesture prompts; personal hygiene; deaf
KETIDAKPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL TRIMESTER III BERDASARKAN KARAKTERISTIK INDIVIDU Simanjuntak, Afni Hermenia Wati; Handayani, Rini; Heryana, Ade; Vionalita, Gisely
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.7107

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi. Salah satu penyebabnya adalah komplikasi pada saat kehamilan. Komplikasi tersebut dapat dideteksi pada kunjungan Antenatal Care (ANC). Berdasarkan data sekunder terdapat 98 orang ibu hamil trimester III melakukan kunjungan ANC. Sebanyak 76,53% (75 orang) tidak patuh kunjungan Antenatal Care K1-K3, dengan cakupan kunjungan ANC K2 sebesar 24%, K1 sebanyak 33,33% dan K3 sebanyak 42,66%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketidakpatuhan kunjungan Antenatal Care K1-K3 pada ibu hamil trimester III berdasarkan karakteristik individu. Metode penelitian menggunakan desain studi Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di BPS Siti Hawa,Amk,Am.Keb. Populasi dan sampel adalah semua ibu hamil trimester III yang tidak patuh kunjungan ANC K1-K3 sebanyak 75 ibu hamil. Teknik Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Data sekunder dikumpulkan dari buku KIA dan google maps. Hasil analisis menunjukkan proporsi tertinggi ketidakpatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil umur < 20 tahun sebanyak 35 orang (46,67%), pendidikan rendah sebanyak 39 orang (52%), tidak bekerja sebanyak 51 orang (68%), multipara sebanyak 41 orang (56,67%) dan jarak dekat sebanyak 52 orang (69,33%). Jadi, ibu hamil yang berumur <20 tahun, pendidikan rendah, IRT, paritas multipara dan jarak rumah dekat kemungkinan lebih besar tidak patuh dalam melakukan kunjungan ANC K1-K3 di trimester III.
PENILAIAN EFISIENSI PELAYANAN KESEHATAN DI RSIA MUTIARA BUNDA Srimayarti, Berly Nisa; Devid Leonard; Dicho Zhuhriano Yasli
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.8519

Abstract

Kualitas pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari penggunaan tempat tidur yang dihitung melalui nilai statistik rumah sakit yang dilakukan secara rutin. Perhitungan parameter tersebut diperlukan untuk mengukur tingkat efisiensi dalam penggunaan tempat tidur rumah sakit. Parameter yang digunakan adalah Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Bed Turn Over (BTO), dan Turn Over Interval (TOI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pelayanan kesehatan di RSIA Mutiara Bunda Padang melalui empat parameter. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif secara deskriptif. Penelitian dilaksanakan di RSIA Mutiara Bunda Padang. Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder, dari laporan tahunan 2021 rumah sakit. Rata-rata nilai BOR RSIA Mutiara Bunda sebesar 74%, termasuk rentang nilai ideal. Nilai BTO 72 kali, artinya di atas rata-rata. Nilai AvLOS 2,69 hari, jika terpenuhi menjadi 3 hari, artinya nilai AvLOS berada pada kisaran ideal. nilai TOI sesuai dengan parameter ideal 1,25 hari. Perhitungan tingkat efisiensi rumah sakit merupakan kegiatan rutin yang salah dilakukan dalam statistik rumah sakit untuk evaluasi dan perencanaan di unit rawat inap. Rata-rata nilai BOR, AvLOS, dan TOI sesuai dengan parameter ideal. Nilai BTO ditemukan di atas rata-rata indikator ideal, hal ini tentunya menjadi kondisi yang menguntungkan bagi pihak rumah sakit karena TT yang menggunakan tempat tidur secara produktif dan menjadi pendapatan rumah sakit, namun nilai BTO ini juga harus perhatikan kembali oleh rumah sakit, karena hal ini memberikan dampak nanti bagi beban kerja tim.
PENGARUH ANEMIA TERHADAP KEJADIAN PERDARAHAN PASCA PERSALINAN PADA IBU BERSALIN Mutika, Winnie Tunggal; Mona Lisa; Indah Trisna Sari; Ambariani
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.8687

Abstract

Penyebab kematian ibu didominasi oleh 33,19% perdarahan, 32,16% hipertensi dalam kehamilan, 9,80% gangguan sistem peredaran darah (jantung), 3,36% infeksi, 1,75% gangguan metabolik, dan 19,74% penyebab lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pasca persalinan adalah umur ibu, partus lama, jarak persalinan, riwayat perdarahan pasca persalinan, dan anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh anemia terhadap perdarahan pasca persalinan yang sudah dikontrol oleh beberapa variabel. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah ibu bersalin sedangkan untuk objek penelitian adalah perdarahan pasca persalinan. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dan dilaksanakan di PMB J pada Juli 2021. Analisis yang digunakan adalah regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Hemoglobin (Hb) saat kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pasca persalinan (OR 2,95; 95% CI 1,73–5,04). Riwayat perdarahan sebelumnya pada persalinan sebelumnya dapat juga meningkatkan risiko terjadinya risiko perdarahan pasca persalinan (OR=5,18;95% CI 1,50–17,9). Riwayat abortus pada ibu bersalin juga dapat meningkatkan terjadinya perdarahan (OR 2,61; 95% CI 1,09–6,21). Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa anemia memberikan pengaruh terhadap kejadian perdarahan pasca persalinan setelah dikontrol dengan variabel anemia, riwayat persalinan sebelumnya, dan riwayat abortus.
PENERIMAAN VAKSINASI COVID-19 BERDASARKAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL: LITERATURE REVIEW Emira, Ezi; Sitti Nur Djannah; Solikhah
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.8760

Abstract

Penerimaan masyarakat terhadap program vaksinasi COVID-19 masih menjadi tantangan bagi keberhasilan program vaksin COVID-19. Health Belief Model (HBM) sering digunakan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap kesehatan. Review ini bertujuan untuk mengkaji penerimaan vaksinasi COVID-19 di masyarakat umum melalui teori HBM agar determinan penerimaan vaksinasi COVID-19 di masyarakat dapat lebih dipahami oleh pihak pelayanan kesehatan. Review ini menggunakan metode critical review full text. PUBMED dan ProQuest digunakan sebagai database artikel. Seleksi artikel menggunakan pedoman PRISMA. Berdasarkan hasil analisis pada 10 artikel terdahulu ditemukan bahwa penerimaan vaksinasi COVID-19 di masyarakat umum sangat terkait dengan pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang dapat menjadi faktor penentu penerimaan atau penolakan pada vaksinasi COVID-19. Perlu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin melalui akses informasi terkait vaksinasi COVID-19 sehingga masyarakat semakin percaya dan yakin untuk menerima program vaksinasi COVID-19.

Page 9 of 49 | Total Record : 486