cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
hearty@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Kh Sholeh Iskandar Km 2
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 23387475     EISSN : 26207869     DOI : 10.32832/hearty
Core Subject : Education,
Hearty: Jurnal Kesehatan Masyarakat (ISSN:2338-7475 & e-ISSN:2620-7869) is published semiannual by Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor.
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI KOREA SELATAN A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Suciati, Anis; Salahudin; Syamsulrizal; Muhammad Syaprin Zahidi
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.8819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Korea Selatan terhadap pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan 244 artikel ilmiah yang bersumber dari database Scopus. Tinjau artikel menggunakan aplikasi Vosviewer. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Korea Selatan telah belajar dari pengalamannya dalam menghadapi pandemi MERS dan tidak dianggap kewalahan dalam menghadapi pandemi virus COVID-19. Berbagai upaya telah dilakukan Korea Selatan untuk mengatasi pandemi virus COVID-19. Mulai dari kebijakan memakai masker dan membatasi interaksi sosial secara fisik, mengubah aktivitas yang semula dilakukan secara offline menjadi aktivitas online. Korea Selatan juga meluncurkan perangkat lunak untuk melacak tingkat perjalanan dan perkembangan virus, yang berisi nomor badan kesehatan darurat. Korea Selatan juga telah merancang vaksin untuk mengatasi gejala COVID-19 sesuai dengan kondisi tubuh masyarakat di negaranya. menggunakan kondisi lingkungan, cuaca, dan kebiasaan masyarakat Korea sebagai pertimbangan dalam proses pemberian dosis komposisi vaksin. Korea Selatan juga telah merancang vaksin untuk mengatasi gejala COVID-19 sesuai dengan kondisi tubuh masyarakat di negaranya.
GAMBARAN FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN MAPPING KEJADIAN PENYAKIT DI PUSKESMAS X KOTA BANJARBARU Azmiyannoor, Muhammad; Nyssa, Talitha Nuzul; Rahmah, Rayhanaddinoor; Cahyani, Lenny Indah; Dian Rosadi
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.8896

Abstract

Penyelenggaraan surveilans epidemiologi membutuhkan SDM yang memiliki keahlian dalam perekaman, pengumpulan, pengolahan, dan analisis data. Analisis spasial memudahkan penentuan intervensi pencegahan untuk kasus penyakit pada daerah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran faktor penghambat pelaksanaan mapping kejadian penyakit di Puskesmas X Kota Banjarbaru. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus, dan pengumpulan  data melalui wawancara mendalam (indepth interview) terhadap petugas surveilans. Hasil dari studi ini terdapat 4 faktor yang menjadi faktor penghambat pelaksanaan mapping yaitu dari faktor kebijakan, metode, sumber daya manusia, dan motivasi. Secara rinci yaitu, tidak adanya kewajiban untuk melakukan analisa spasial, tidak ada kualifikasi keterampilan khusus untuk petugas surveilans, pelatihan yang terlalu singkat dan tanpa pedoman, fasilitas analisis spasial tidak tersedia lengkap, petugas belum memiliki keahlian analisis spasial, keterbatasan waktu akibat padatnya kegiatan petugas, dan sesama petugas tidak ada saling mendukung untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan analisa spasial.
PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN JAMBAN SEHAT DI DESA MAMBULU BARAT, KECAMATAN TAMBELENGAN, KABUPATEN SAMPANG Kurniawan, Faizal Kurniawan; Suryantoro, Satriyo Dwi; Romadhon, Pradana Zaky Romadhon; Makhfudli, Makhfudli; maulida, Vetty Silvana; Pramesti, Nala Astari
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.9195

Abstract

Pencapaian sasaran Sustainable Development Goals SDGs salah satunya tujuannya merupakan tentang air bersih serta sanitasi, pada prilaku hidup sehat salah satunya bisa diwujudkan dengan membuang kotoran manusia( feses)/ buang air besar dengan metode yang sehat ataupun pada tempatnya, semacam jamban. World Health Organization tahun 2018, memperkirakan sebanyak 2, 4 miliyar ataupun 1 dari 3 penduduk dunia tidak mempunyai jamban, serta tidak menyesuikan hidup bersih serta sehat. Permasalahan minimnya pemakaian jamban dipengaruhi oleh minimnya sikap kesehatan area warga. Riset ini bertujuan buat mendeskripsikan prilaku warga dalam memakai jamban bersih serta sehat di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelengan, Kabupaten Sampang. Riset ini memakai tata cara riset deskriptif. Populasi dalam riset ini merupakan segala kepala keluarga di Desa Mambulu barat yang bersedia. Terdapat 50 responden dalam riset ini. Pengumpulan informasi memakai kuesioner. Hasil riset menampilkan kalau prilaku warga Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelengan, Kabupaten Sampang dalam memakai jamban bersih serta sehat dari 50 responden( 54%) ataupun 27 responden berperilaku negatif, sebaliknya( 46%) ataupun 23 responden berperilaku positif. Buat tingkatkan kepemilikan, pemanfaatan serta pemakaian jamban bersih serta sehat di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelengan, Kabupaten Sampang dibutuhkan motivasi serta pembinaan.
DETERMINAN TINGKAT KONSENTRASI PADA REMAJA Ade Saputra Nasution; Warini; Ida Nuraida; Wawan Gunawan
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.14621

Abstract

Rendahnya tingkat konsentrasi anak pada saat ini akan menjadi sebuah ancaman bagi masa depan yang tidak memiliki kualitas yang tinggi, sehingga akan menjadi beban tersendiri untuk menata hidup seperti mencari pekerjaan maupun hal lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan faktor pengetahuan gizi, kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan tingkat konsentrasi anak. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini cross sectional sebagai metode pendekatannya. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah anak sebanyak 203 sebagai responden dan purposive sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Untuk menganalisis data univariat serta bivariat menngunakan chi-square test. Temuan dalam penelitian ini menggambarkan bahwa pengetahuan gizi bernilai 0,021, kebiasaan sarapan pagi bernilai 0,026 dan aktivitas fisik bernilai 0,002. Temuan hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pengetahuan gizi, kebiasaan sarapan pagi dan aktivitas fisik berhubungan dengan konsentrasi anak.
GAMBARAN PERILAKU IBU TENTANG PENGALAMAN PENANGANAN DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DAHLIA TAHUN 2022 Andreanda Nasution; Fenti Dewi Pertiwi; Malik Kamal Maulana
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.15038

Abstract

Penyakit diare menjadi masalah global di berbagai negara, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan Riskesdas (riset kesehatan dasar) 2018, prevalensi diare berdasarkan diagnosis tenaga Kesehatan sebesar 6,8% dan berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan atau gejala yang pernah dialami sebesar 8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku ibu terhadap kejadian diare pada Balita di Posyandu Dahlia Puskesmas Cimpauen Kelurahan Cimpauen Kecamatan Tapos Kota Depok Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode observasional desain cross sectional deskripif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita dan berdomisili di lingkungan posyandu Dahlia populasi sebanyak 146 orang dengan jumlah sampel 58 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian diperoleh pengetahuan baik (77.58%) dan pengetahuan kurang (22.41%), sikap baik (58.62%) dan sikap kurang (41.34%), tindakan baik (60.34%) dan tindakan kurang (39.66%). Kesimpulan dari penelitian ini ibu belum memahami pengetahuan bahwa diare adalah penyakit berbahaya, dan ibu memiliki sikap kurang bahwa ibu setuju membeli obat instan ditoko tanpa resep dokter.
APAKAH TERDAPAT HUBUNGAN ANTARA BIAYA SMKK DENGAN IMPLEMENTASI PROGRAM DAN KINERJA K3L ? Eka Prayitno; Edison Sembiring; Sugiarto Sugiarto
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.15039

Abstract

Kegiatan konstruksi memiliki risiko pekerjaan yang sangat tinggi terhadap potensi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Proyek konstruksi jembatan melibatkan pekerja yang banyak, tuntutan waktu dan sumberdaya yang terbatas. Sektor konstruksi merupakan penyumbang kecelakaan tertinggi. Rendahnya pembiayaan untuk kegiatan keselamatan menjadi alasan banyak perusahaan konstruksi terlibat dalam kecelakaan. Pemerintah mengeluarkan regulasi PermenPUPR No. 10/2021 yang didalamnya mengatur biaya SMKK. Studi ini menganalisis komponen dan besaran biaya keselamatan dengan implementasi program dan Kinerja K3L proyek konstruksi jembatan di PT.X. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah naratif analisis dengan pendekataan secara kuantitatif. Populasi berjumlah 400 orang dari 4 proyek dengan teknik pengumpulan sampel dengan clustered random sampling dan ditemukan berjumlah 80 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil penelitian ini adalah 57% responden menyatakan kinerja K3L yang buruk jika biaya keselamatan tidak dianggarkan dengan baik. Terdapat hubungan antara komponen biaya dan besaran biaya SMKK dengan Kinerja K3L. Namun komponen biaya penyiapan SMKK (p-value 0,164), biaya asuransi dan perizinan (p-value 0,108), biaya konsultasi dengan ahli (p-value 0,654) tidak berhubungan dengan implementasi program K3L. Dari penelitian ini disimpulkan komponen biaya dan besaran biaya SMKK yang dianggarkan dengan baik akan meningkatkan kinerja K3L.
HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA MAHASISWA FIKES UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR TAHUN 2023 Salva Alifia; Pramita Ariawati Putri
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.15040

Abstract

Proses pembelajaran pada perkuliahan mahasiswa sebagian besar dilakukan dengan posisi duduk. Di samping itu mahasiswa juga dituntut untuk menyelesaikan tugas laporan yang menggunakan laptop atau komputer, sehingga cukup banyak waktu digunakan untuk duduk. Posisi duduk dalam waktu lama dan tidak ergonomis dapat menimbulkan keluhan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan posisi duduk dan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibn Khaldun Bogor. Desain studi penelitian adalah cross-sectional. Populasi merupakan mahasiswa aktif tahun 2023 di FIKES Universitas Ibn Khaldun Bogor. Jumlah sampel sebanyak 41 mahasiswa didapatkan secara consecutive sampling. Data posisi duduk dan nyeri punggung bawah didapatkan melalui pengisian kuesioner (self-reported) menggunakan google form. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni-Juli 2023, analisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji spearman correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki keluhan ringan nyeri punggung bawah (68%), dan sebagian memiliki keluhan sedang nyeri punggung (32%). Sebanyak 63% responden memiliki keluhan ringan nyeri punggung bawah dengan posisi duduk risiko sedang. Posisi duduk berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa (p = 0,003; r=0,338). Perlu dilakukan edukasi mengenai perbaikan posisi duduk pada mahasiswa yang memenuhi syarat ergonomi.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN TINDAKAN MENGENAI KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SANTRI PONDOK PESANTREN, KABUPATEN MALANG Shabrina Isybahiyah Rahma; Diniyah Kholidah; Sugianto Hadi; Pudji Suryani
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.15045

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies gigi merupakan penyakit yang dialami hampir setengah populasi penduduk dunia (3,58 milyar jiwa). Proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit (45,3%). Agar kejadian masalah kebersihan gigi dan mulut tidak terus bertambah, upaya yang dapat dilakukan dengan pemberian edukasi. Pemberian edukasi didukung dengan media modul elektronik dan video. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan edukasi kebersihan gigi dan mulut terhadap pengetahuan dan media video terhadap tindakan gosok gigi santri di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Manshurin Pakis, Kabupaten Malang. Desain penelitian berupa pre-eksperimental dengan pendekatan one grup pretest posttest design dengan total sampling 30 orang yang termasuk dalam pembina dan pengurus UKP (Unit Kesehatan Pondok) dan 34 orang santri/santriwati usia 13-14 tahunInstrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisis data mengguakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dengan media modul elektronik (p = 0,000) dan adanya perubahan tindakan menggosok gigi sebelum dan sesudah (p = 0,000). Terdapat peningkatan pengetahuan pengurus dan pembina UKP dari kegiatan pelatihan serta dapat melakukan pemberdayaan masyarakat (edukasi mandiri), sehingga ada perubahan tindakan menggosok gigi pada santri/santriwati pondok. Perlu dilakukan kegiatan edukasi kebersihan gigi dan mulut secara berkala pada santri.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK ORANG TUA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA UMUR 1 – 4 TAHUN Ni Putu Ayu Juniantari; Gusti Ngurah Kusuma Negara; Luh Adi Satriani
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.15046

Abstract

Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia yang menentukan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode selanjutnya dimana sistem imunitasnya masih lemah dan belum sempurna sehingga menyebabkan balita sangat rentan terkena penyakit ISPA.  Salah satu penyebab ISPA pada balita adalah pajanan asap rokok didalam rumah yang merupakan faktor utama pencemaran udara dalam ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok orang tua dengan kejadian ISPA pada balita umur 1-4 tahun di Puskesmas Selat. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian analitik korelatif. Sampel penelitian adalah orang tua yang mempunyai balita usia 1 - 4 tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Selat yang 258 responden. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah perilaku merokok dan kejadian ISPA. Teknik analisa data menggunakan uji Spearman’rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia antara 36 sampai dengan 45 tahun (41,9%) dengan jenis kelamin paling banyak adalah laki – laki (57,8%), pendidikan terakhir tamat SD dan Tamat SMP (22,5%) serta memiliki pekerjaan sebagai buruh (26,0%). Mayoritas perilaku merokok orang tua termasuk sedang (49,2%) ISPA balita termasuk sedang (52,3%). Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku merokok orang tua dengan kejadian ISPA Balita (p-value = 0,001) dengan korelasi positif dan kekuatan korelasi kuat (r=0,761). Adanya hubungan perilaku merokok dan kejadian ISPA pada anak, diharapkan kerja sama dari berbagai pihak untuk meningkatkan program dan pemberian KIE mengenai bahaya merokok bagi perokok aktif dan pasif serta terapi berhenti merokok kepada masyarakat sehingga orang tua dapat meningkatkan kesadaran perilaku hidup sehat dan bersih.
EDUKASI POLA HIDUP MINIM SAMPAH DAN BANK SAMPAH DI LINGKUNGAN PESANTREN Wirda Syari; Andi Asnifatima; Fitriani
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.15047

Abstract

Pengelolaan sampah di Pesantren Pertanian Darul Fallah masih dilakukan secara konvensional yaitu pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di lahan terbuka di pesantren. Selain itu, sampah yang dikumpulkan di TPS pesantren jika sudah menumpuk akan dikurangi dengan cara digali dan dikubur di tanah (untuk sampah organik) dan dibakar (untuk sampah anorganik). Pengelolaan sampah seperti ini akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan, diantaranya dapat mencemari tanah dan udara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu mengoptimalkan upaya pengelolaan sampah di Pesantren Pertanian Darul Fallah secara terpadu agar dapat memberikan manfaat ekonomis serta terciptanya lingkungan pesantren yang bersih dan sehat. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari program sampah produktif di Pesantren Pertanian Darul Fallah. Tahapan pelaksanaan program ini yaitu assessment final lokasi, sosialisasi program sampah produktif dan pembentukan pengurus, serta edukasi dan pelatihan mengenai penerapan pola hidup minim sampah dan bank sampah. Pelaksanaan program bank sampah bekerjasama dengan Rumah Sinergi Lestari (RUSELA). Seluruh kegiatan telah dilaksanakan dengan baik pada bulan Agustus tahun 2023. Hasil pengisian kuisioner pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap peserta dalam pengelolaan sampah setelah mengikuti edukasi dan pelatihan. Kedepannya, diperlukan pelatihan khusus untuk pengurus program sampah produktif agar program dapat berjalan dengan optimal.

Page 10 of 49 | Total Record : 486