Articles
652 Documents
PELATIHAN PENELITIAN BAGI DOSEN ARO GAPOPIN PONDOK AREN, TANGERANG DENGAN PENDEKATAN STUDENT CENTERED LEARNING
Agustian, Murniati;
Sanie-Herman, Susy Y.R.;
Darmoyo, Syarief
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.925 KB)
|
DOI: 10.23887/jwl.v9i2.25220
Tugas seorang dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga harus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Sebagai konsekuensinya, dosen dituntut mampu melakukan penelitian. Dosen ARO GAPOPIN Pondok Aren Tangerang belum mempunyai pengalaman penelitian yang terkait dengan pengajarannya, kecuali ketika mereka skripsi dan tesis. Kami mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi dosen ARO GAPOPIN dengan tujuan agar para dosen mampu melakukan penelitian dan membuat artikel. Pendekatan pelatihan dengan Student Centered Learning (SCL) diawali dengan need assessment, mendesain dan melaksanakan pelatihan, evaluasi dan pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan kemampuan penelitian dosen ARO GAPOPIN mengalami peningkatan. Kesimpulannya kegiatan pelatihan penelitian bagi dosen ARO GAPOPIN dapat dikatakan cukup berhasil karena setidaknya ada satu artikel yang berhasil dipublikasikan ke jurnal.
PEMBERDAYAAN POKDARWIS DESA KEMLOKO DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI PELATIHAN BAHASA INGGRIS FOR TOURISM
Wahyuningtyas, Neni;
Ratnawati, Nurul;
Idris, Idris
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v10i1.30121
Masih rendahnya kemampuan berbahasa inggris yang dimiliki masyarakat Desa Wisata Kemloko merupakan masalah serius yang perlu segera diberikan solusi. Apalagi dengan antusiasme wisatawan mancanegara yang datang berkunjung ke desa wisata ini untuk melihat berbagai atraksi wisata. Atas dasar tersebut, menjadi penting kiranya untuk dilakukan pelatihan bahasa inggris agar mereka terampil menggunakan bahasa inggris. Metode pengabdian masyarakat ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat Kemloko dalam mengikuti pengabdian terlihat antusias. Hal ini terlihat dari upaya peserta untuk mengikuti pelatihan di tengah kegiatan sehari-hari yang padat. Peserta selalu berupaya meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan ini setiap minggunya. Pada pertemuan pertama masyarakat masih terlihat canggung dan enggan bertanya sehingga kegiatan masih terlihat monoton tanpa adanya dialog interaktif. Akan tetapi, suasana sangat terlihat jelas berbeda ketika pertemuan selanjutnya. Peserta selalu bertanya kepada pemateri apabila ada hal yang dibingungkan dan belum jelas sehingga serangkaian kegiatan menjadi interaktif dan berjalan lancar.Kata kunci: Pelatihan, Bahasa Inggris, Kemloko. AbstractThe low level of English language skills possessed by the people of Kemloko Tourism Village is a serious problem that needs immediate solutions. Especially with the enthusiasm of foreign tourists who come to visit this tourist village to see various tourist attractions. On this basis, it is important to conduct English language training so that they are skilled in using English. This community service method was developed using a participatory approach. The results of the service activities show that the Kemloko community in participating in the service looks enthusiastic. This can be seen from the efforts of the participants to take part in the training amidst their busy daily activities. Participants always try to take the time to attend this training every week. At the first meeting, the community still looked awkward and reluctant to ask questions so that the activities still looked monotonous without any interactive dialogue. However, the atmosphere was different during the next meeting. Participants always ask the speakers if there are things that are confused and unclear so that a series of activities become interactive and run smoothly.Keywords: Training, English, Kemloko.
Pemanfaatan Digital Kufi Dalam Meningkatkan Technopreneurship Pada Organisasi Prisma
Annisa, Riski -;
Rahayuningsih, Panny Agustia;
Anna, Anna -;
Maulana, Reza -
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.755 KB)
|
DOI: 10.23887/jwl.v9i2.22403
Teenagers are a transition from childhood to adulthood, social skills and the ability to adjust to the more important when it was in adolescence. Failure of adolescents in mastering social skills will cause adolescents to have difficulty in adapting to the surrounding environment. Adolescence should be used to carry out many useful activities to be of use value, one of the useful activities is to introduce entrepreneurship education in youth so that in the future it can explore the creativity of adolescents. Based on that case, the team tried to give them some training on how to introduce and teach teenagers to design kufi and hopefully in the future it could make it a product that has a sale value. Training is given to administrators and members of the prism organization which is a youth organization of the al-amiin mosque. After the training is expected the participants can produce products that have a sale value.
PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG DAN PIJAT BAYI BAGI KADER POSYANDU BANJAR MUNGENGAN, CATUR, KINTAMANI
Pramita, Indah;
Diaris, Ni Made;
Samben, Resti Kusumarini
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (652.145 KB)
|
DOI: 10.23887/jwl.v10i1.28859
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan yang bersumberdaya dari masyarakat. Posyandu Banjar Mungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamani termasuk dalam tingkat madya yang memiliki 6 kader dengan tingkat pendidikan yang masih rendah, yaitu SMP dan SMA. Posyandu ini melaksanakan kegiatan 1 kali dalam sebulan di Bale Banjar Mungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamani. Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, status gizi serta pemberian vitamin, imunisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT). Berdasarkan wawancara dengan Ketua Posyandu yaitu Ibu Wayan Restiti, diketahui pernah terdapat kasus balita yang mengalami keterlambatan bicara. Namun, kader belum mampu melakukan deteksi dini tumbuh kembang dan belum mampu melakukan stimulasi tumbuh kembang guna untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan wawancara dan observasi didapatkan 2 aspek permasalahan yaitu: kurangnya keterampilam kader tentang deteksi dini tumbuh kemban dan ketidak mampuan memberikan stimulasi tumbuh kembang. Adapun solusi untuk permasalahan aspek SDM kader yaitu 1) Pelatihan deteksi dini tumbuh kembang; 2) Pelatihan pijat bayi bagi kader. Hasil dari program kemitraan masyarakat ini adalah terjadi peningkatan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang, peningkatan keterampilan kader dalam mengaplikasikan pijat bayiKata Kunci : Deteksi Dini, Tumbuh kembang, Pijat bayi
PELATIHAN EDUTECH FOR CHILDREN UNTUK MENIMBULKAN MINAT PARA SISWA MENGENAL PROSES PERANCANGAN REKAYASA
Nusyirwan, Deny
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (588.133 KB)
|
DOI: 10.23887/jwl.v9i2.21824
Kebutuhan masyarakat pesisir terhadap teknologi sudah demikian penting, hal ini dapat dilihat dengan semakin menjamurnya penggunaan telpon seluler yang tekoneksi dengan internet untuk mempermudah komunikasi dan meingkatkan perekonomian masyarakat. Hasil tangkapan nelayan yang sebelumya harus dibawa ke pasar terlebih dahulu untuk penjualan, dengan adanya sistem penjualan secara online, sudah dapat dipasarkan secara luas. Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berbatasan dengan jalur ekonomi dunia selat malaka, merupakan lokasi yang strategis untuk menjadi pusat pengembangan teknologi dengan tingkat kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, tidak bertindak sebagai pengguna saja namun mampu merancang teknologi yang sesuai untuk kebutuhan masyarakat setempat. Dengan latar belakang tersebut, jurusan Teknik Elektro Universitas Maritim Raja Ali Haji ( UMRAH) melalui tridharma perguruan tinggi, bekerjasama dengan bagian Corporate Social Respondsibility (CSR) Banyan Tree Hotel and Resorts Bintan, menghasilkan sebuah program bernama Edutech for Children (EfC). EfC menerapkan pola pendampingan selama pelatihan berlangsung, dengan bantuan para mahasiswa yang disebut sebagai fasilisator untuk berinterakasi langsung dengan siswa dan siswi SD/SMP selama proses pelatihan berlangsung secara reguler mingguan. Dalam program EfC ini, pemberian motivasi, membangkitkan rasa ingin tau mengenai teknologi dan pendekatan secara emosional kepada para siswa sangat diperlukan untuk menimbulkan minat para siswa mengenal proses perancangan rekayasa. Dengan kegiatan ini didapatkan hasil memuaskan yang dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan teknis dan munculnya pola pikir inovatif sehingga siswa mampu untuk menemukan dan merancang teknologi yang sesuai untuk kebutuhan setempat
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SOAL BERORIENTASI HOTS BAGI PARA GURU SMA
Menggo, Sebastianus;
Par, Leonardus;
Gunas, Tobias;
Guna, Stanislaus
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.157 KB)
|
DOI: 10.23887/jwl.v10i1.25010
One of the focuses of education today is assessment oriented to the higher-order thinking skills. This skill encourages students could be able to think critically, analytically, systematically, particularly in the context of problem-solving, communicating, and collaborating with peers. However, not all educators have been able to construct the items test based on the skill needed. The purpose of this community service is to provide the knowledge related to the construction of item tests that oriented to the higher-order thinking skills of 45 Senior High School teachers. The methods used to achieve this objective were lecture, question answer, discussion, and presentation. The result showed the trainees understood the nature of the construction of the test-oriented to the higher-order thinking skill in the learning process. From the four meetings done, the trainees could be able to classify and construct the tests oriented to the lower-order thinking skill, medium-order thinking skill, and higher-order thinking skill.
SOSIALISASI TES KEMAMPUAN DAYA TAHAN CARDIOVASCULAR (VO2MAX) DENGAN MENGGUNAKAN AUDIO BLEEP TEST PADA PERGURUAN PERISAI DIRI SEMEN PADANG
Mardius, Ali;
Siswara, Meuthia Rezika;
Erianti, Erianti;
Astuti, Yuni;
Rosmawati, Rosmawati
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.446 KB)
|
DOI: 10.23887/jwl.v9i2.25908
This community service activity aims to socialize to trainers and athletes how to measure aerobic capacity and cardiovascular endurance or often called VO2max by using the bleep test. The continuation of this program is that trainers who have been given knowledge about the bleep test can be introduced to other trainers and can practice to their athletes, so that the trainer can know the ability of cardio vascular endurance for each athlete in accordance with the norm VO2Max level, so that achievement can be achieved to the maximum.
UPAYA MEMASYARAKATKAN ASTRONOMI MELALUI ASTRONOMY IN CAR FREE DAY (CFD) DI KOTA MALANG
Yasrina, Atsnaita;
Affriyenni, Yessi;
Utomo, Joko;
Yogiharti, Chusnana Insjaf;
Narariya, Almira Sifak Fauziah;
Fajrin, Amiya;
Factirohmani, Angie Safitri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.241 KB)
|
DOI: 10.23887/jwl.v10i1.30138
Astronomi lahir dari kebutuhan masyarakat seperti di bidang pertanian, dan kelautan. Akan tetapi masyarakat sendiri belum banyak yang mengenal fenomena astronomi dan cenderung membangun mitos-mitos tentan fenomena tersebut, Upaya mengenalkan astronomi perlu dilakukan kepada masyrakat. Akademisi telah banyak mengenalkan astronomi akan tetapi masih sebatas di sekolah. Mengenalkan astronomi kepada masyrakat yang lebih luas dilakukan dengan memafaatkan kegiatan Car Free Day (CFD) sebagai contoh di CFD di kota Malang. Kegiatan yang dilakukan adalah mengedukasi masyarakat tentang fenomena astronomi, dan pengamatan Matahari dengan teleksop dan kaca mata Matahari, Masyaarkat memberi respon melalui kuisioner dengan skala likert. Respon masyarakat sangat baik, dengan nilai rata-rata sebesar 3,53. Sebanyak 95.83% responden menyatakan perlu selalu diadakan kegiatan ini kembali.
PENDAYAGUNAAN DAN KEAMANAN BALAI PERTEMUAN PERUMAHAN BUMI SAWANGAN INDAH, DEPOK
Silawati, Tutisiana Silawati Tutisiana;
Triwidiastuti, Sri Enny;
Farihati, Sitta Alief;
Mulyatno, Mulyatno
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jwl.v9i2.22646
Pelaksanaa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh tim dari Universitas Terbuka (UT) telah dilaksanakan di Balai pertemuan RW 10 Perumahan Bumi Sawangan Indah Pengasinan, Sawangan Depok. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah balai pertemuan yang terletak di pinggir tebing sungai., balai pertemuan ini digunakan untuk berbagai kegiatan yaitu pertemuan pengurus RT dan RW, pertemuan PKK RW, Posyandu, dan Posbindu. Melihat pemanfaatan balai pertemuan ini dan kondisi bangunan yang berada di pinggir tebing sungai, tentu sangat tidak aman untuk warga dalam melakukan segala macam kegiatan di balai pertemuan terutama untuk anak-anak..  Tujuan kegiatan program PkM adalah: memberikan pengetahuan tentang keamanan lahan dan bangunan, pendampingan masyarakat untuk memanfaatkan lahan dan bangunan balai pertemuan, dan membantu merancang gambar untuk merenovasi bangunan dan membuat pagar balai pertemuan demi keamanan anak-anak,serta warga dan membantu mitra untuk membuat proposal ke pemda Depok agar memberi bantuan membangun turap sungai. Metode dalam melaksanakan program abdimas meliputi: observasi awal dan pengumpulan data; sosialisasi program PkM; pendampingan masyarakat dalam merenovasi dan membuat pagar pengaman. serta pendampingan dalam pembuatan proposal pembangunan turap ke pemnda Depok.  Hasil akhir dari program ini adalah: peningkatan kepedulian warga tentang keamanan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan lahan dan bangunan balai pertemuan serta keberhasilan warga dalam mengajukan proposal pembuatan turap ke pemda Depok yang pada akhirnya pembangunan turap telah selesai dilaksanakan.Kata kunci:  pengabdian pada masyarakat, balai pertemuan, pemanfaatan lahan, pembuatan turap sungai
PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL BERBASIS MOBILE LEARNING SEBAGAI UPAYA MENGHADAPI ERA PENDIDIKAN 4.0
Kristanti, Elsa;
Kharisma, Giri Indra;
Sari, Nila Puspita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.216 KB)
|
DOI: 10.23887/jwl.v10i1.28915
Di era pendidikan 4.0, perlu adanya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, salah satunya dalam aktivitas evaluasi pembelajaran. Namun, muncul tantangan dari sumber daya manusia, yakni guru dan siswa, yang belum menggunakan atau bahkan mengenal aplikasi evaluasi pembelajaran berbasis TIK. Oleh sebab itu, tujuan dari pengabdian ini yakni memberikan pelatihan penyusunan soal berbasis mobile learning menggunakan aplikasi quizizz. Pengabdian ini dilaksanakan di SMPN 1 Kefamenanu dan dihadiri oleh 20 guru sebagai peserta pelatihan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini ialah pelatihan terbimbing. Peserta dibimbing hingga mampu membuat soal menggunakan quizizz dan menerapkannya ke dalam pembelajaran di kelas. Selama kegiatan pelatihan ini, peserta terlihat antusias ketika mencoba mengerjakan soal dan paham ketika menyusun soal menggunakan quizizz. Tim pengabdi juga melakukan pendampingan kepada peserta untuk dapat mengimplementasikan quizizz di kelas. Setelah ujicoba kepada siswa, seluruh siswa merasa senang karena tampilannya yang menarik dan hasilnya dapat langsung diketahui.