Articles
266 Documents
Tindak Pemantauan dan Kebebasan Berpendapat Aktivis Demokrasi
Bonifasius Santiko Parikesit;
Dien Yudithadewi
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v8i1.37698
Tulisan ini menjabarkan persepsi dan respon sejumlah aktivis demokrasi terhadap dugaan tindak pemantauan yang menimpa mereka, serta bagaimana dampaknya. Peneliti melakukan wawancara mendalam, dan telaah atas peristiwa pemantauan, khususnya peretasan, terhadap dua informan kunci; seorang data scientist, dan seorang epidemolog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keduanya berbeda, juga dalam memberikan respon. Dampak tindak pemantauan tersebut pun berbeda pada keduanya. Bagi sang data scientist, tindak pemantauan yang diikuti dengan serangan fisik telah berhasil mengubah dirinya menjadi lebih tenang, reflektif dan bahkan menghapus beberapa unggahan yang dianggap kritis oleh sejumlah oknum otoritas. Selanjutnya ia lebih banyak menggunakan emoticon dalam berekspresi. Sementara bagi si epidemolog, tindak pemantauan dipersepsi dan direspon sebagai sesuatu yang tidak memerlukan perhatian, karena ia ingin titik fokus permasalahan tidak teralihkan dari isu yang tengah dikritisi. Lebih lanjut ia juga menyatakan untuk terus bersuara kritis di media sosial, melalui bidang kajian keilmuannya.
Conceptual Review: Interpersonal Attraction dalam Pandangan Sosial, Perkembangan dan Kognitif
Siti Mahmudah
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v7i2.37736
Individu bertemu untuk saling berinteraksi, adanya interaksi menjadi dasar ketertarikan pada seseorang. Interpersonal attraction biasanya didasarkan pada teori sosial, namun bagaimana para ahli dalam aliran-aliran lain memandang ketertarikan dalam aliran lain, seperti pandangan perkembangan dan kognitif memandang interpersonal attraction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep interpersonal attraction dari reviu jurnal-jurnal penelitian sebelumnya dengan beberapa perspektif teori. Pengumpulan data dilakukan dengan reviu dari 12 literatur dengan rentang tahun 2010 hingga 2020 dan jurnal diperoleh dari bebrapa situs web resmi Google Scholar, Research Gate, Jstor, dan Social Science. Hasil penelitian menunjukkan konsep interpesonal attraction dapat diartikan dengan arah positif maupun arah negatif, pengaruh kehadiran emosi individu yang positif dapat memberikan penilaian positif terhadap orang lain, begitupun sebaliknya. Selain daripada kehadiran emosi individu, terdapat hal-hal lain seperti, atraksi, perbandingan sosial, kenyamanan, kecocokan kepribadian dan juga exposure. Perilaku kita lebih menyukai orang lain dalam interpersonal attraction dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan intensitas dari interaksi.
Pemersatu Lamongan: Analisis Identitas Kultural Supporter Sepakbola Persela
Ahmad Nidhomuddin;
Nikmah Suryandari
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v7i2.39267
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas kultural suporter sepak bola, khususnya identitas kultural suporter Persela Lamongan yang tergabung dalam Suporter LA Mania dan Curva Boys 1967. Penelitian juga mengkaji bagaimana Persela berhasil menjadi salah satu identitas masyarakat Lamongan. Penelitian ini dianggap penting karena menggunakan supporter sepakbola di Indonesia sebagai objek penelitian, dengan fokus kajian pada identitas kultural yang menjadi salah satu bidang kajian komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Informan dipilih menggunakan metode purpose sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik model interaktif Miles dan Huberman melalui proses pengumpulan data, data reduksi, display dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persela mampu menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat Lamongan akan identitas asalnya. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat Lamongan kepada Persela baik yang berdomisili di Lamongan maupun yang berada ditanah rantau. Pada perkembanganya hal ini mampu melahirkan identitas kelompok suporter LA Mania dan Curva Boys 1967 yang berbeda
Dramaturgi Identitas Perempuan Penggemar Karya Fiksi Homoseksual (Boys Love) di Indonesia
Mega Hidayati;
Medhy Aginta Hidayat
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v7i2.39338
Artikel ini mengkaji praktik dramaturgi identitas fujoshi atau perempuan penggemar karya fiksi homoseksual (Boys Love) di Indonesia. Fujoshi adalah istilah bahasa Jepang yang berarti perempuan heteroseksual penggemar cerita fiksi homoseksual. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk-bentuk praktik dramaturgi identitas yang dilakukan oleh para fujoshi sebagai perempuan heteroseksual dan sekaligus penggemar karya fiksi homoseksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi. Data diperoleh melalui observasi terlibat dan wawancara mendalam terhadap 20 fujoshi. Data dianalisis dengan metode tematik untuk memahami pengalaman dramaturgi informan. Penelitian ini menemukan bahwa fujoshi melakukan praktik dramaturgi identitas dengan cara menampilkan identitas-ganda yang berbeda di dunia depan dan dunia belakang: di dunia depan tampil sebagai perempuan heteroseksual; di dunia belakang tampil sebagai pengkonsumsi cerita-cerita homoseksual. Karena posisinya yang minoritas, fujoshi seringkali menyembunyikan identitasnya sebagai penggemar karya fiksi homoseksual untuk menghindari label lesbian yang bermakna negatif. Lebih jauh, fujoshi melakukan praktik dramaturgi dan negosiasi identitas agar tetap dapat hidup harmonis dalam lingkungan masyarakat Indonesia yang heteronormatif.
Konflik dan Integrasi antara Desa Pakraman dan Tempekan Suka Duka: Dinamika Sosial Budaya di Desa Blahbatuh, Gianyar-Bali
I Made Purana
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v8i1.40265
Tulisan ini bertujuan menganalisis isu-isu tertentu mengenai konflik dan integrasi antara masyarakat tersebut, khususnya antara Desa Pakraman sebagai kelompok mayoritas dengan Tempekan Suka Duka sebagai kelompok minoritas yang telah mengakar sedemikian lama (sejak 1961) dan akhirnya berakhir pada tahun 2006, berdasarkan komitmen antara dua kelompok oleh tokoh-tokoh lokal dan pemerintah Gianyar atau pemerintah daerah. Namun, penelitian ini akan melihat mengapa konflik terjadi dan bagaimana mereka menyelesaikan masalah bersama mereka? Terkait dengan hal tersebut, ada beberapa isu penting terkait dengan isu-isu tersebut. Pertama, bagaimana posisi antara dua kelompok tersebut di desa Blahbatuh? Kedua, mengapa mereka mengalami konflik dan integrasi? Dan ketiga, apa yang bisa kita pelajari dari penelitian ini? Semua persoalan tersebut akan dianalisis dalam konteks pendekatan Cultural Studies seperti teori dekonstruksi, semiotika, hipersemiotika dan praktik sosial untuk dapat memahami dinamika kelompok-kelompok tersebut di Desa Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang konflik dan integrasi antara Desa Pakraman Blahbatuh dengan Tempekan Suka Duka terjadi karena latar belakang sejarah dan adanya perbedaan ideologi. Kondisi ini membawa implikasi pada peningkatan pengetahuan krama desa di bidang hukum adat dan pengetahuan krama desa di bidang agama terutama mengenai simbol suci agama Hindu.
Pecalang Covid-19: Satuan Tugas Keamanan Tradisional dalam Mencegah Penyebaran Virus Corona
Carolina Augi Widya Putri;
Ni Wayan Desi Budha Jayanti;
Putu Novita Dewi Lestari;
Bayu Adhinata
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v7i2.40353
Pada tahun 2020 tepatnya di bulan Maret, Indonesia dikejutkan dengan adanya Covid-19 yang menelan banyak korban jiwa sehingga pemerintah terus berupaya membuat kebijakan demi kebijakan untuk memutus rantai Covid-19. Berdasarkan hal tersebut pemerintah Provinsi Bali melibatkan Desa Pekraman dengan memberdayakan Pecalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara Pecalang menjalankan fungsi dan tugas sebagai satgas keamanan tradisional dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Desa Pekraman Denpasar. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi Covid-19, membuat adanya penambahan tugas dan fungsi dari Pecalang Desa Pekraman Denpasar, salah satunya dengan dibentuk satgas gotong royong di desa adat yang diberi nama Pecalang Wira Praja. Pecalang Wira Praja inilah yang memantau daerah Desa Pekraman Denpasar serta menghimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Adanya Pecalang Wira Praja sangat penting karena sampai saat ini Pecalang Wira Praja masih memiliki rasa kewibawaan dari masyarakat Bali sehingga jika Pecalang turun ke masyarakat, cenderung lebih dituruti atau mengikuti apa yang menjadi himbauan dari Pecalang Wira Praja.
Urbanisasi dan Dampak Sosial di Kota Besar: Sebuah Tinjauan
Inayah Hidayati
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v7i2.40517
Urbanisasi merupakan suatu refleksi adanya perbedaan pertumbuhan dan ketidakmerataan fasilitas pembangunan antara suatu daerah dengan daerah yang lainnya. Dalam hal ini antara wilayah pedesaan dengan wilayah perkotaan yang mendorong pergerakan penduduk. Hasil analisa pada tulisan menunjukan bahwa masalah sosial yang ditimbulkan urbanisasi sangat komplek. Peningkatan jumlah penduduk di kota, pengangguran, peningkatan tuna wisma dan tumbuhnya permukiman kumuh, peningkatan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, peningkatan kriminalitas, overpopulation, dan pembengkakan kota (urban sprawl) merupakan dampak sosial urbanisasi di kota besar. Usaha yang dapat dilakukan untuk mengendalikan urbanisasi yaitu meningkatkan pembangunan dengan menggunakan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa, pemerataan dan penyebaran pembangunan sampai pelosok desa, membangun sarana transportasi antar daerah, desentralisasi industri ke desa, dan modernisasi pedesaan.
Multi Persepsi tentang Pekerja Anak di Pasar Inpres Matawai, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur di Tengah Pandemi COVID-19
Sem Nggaba Kamangi;
Wilson M. A. Therik;
Sri Suwartiningsih
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v8i1.40664
Pandemi COVID-19 membuat semua kebiasaan masyarakat berubah. Salah satunya, kebiasaan anak-anak yang seharusnya belajar di Sekolah berubah menjadi Belajar Dari Rumah (BDR), perubahan ini tentunya membuat sebagian anak-anak terlibat sebagai pekerja anak. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan jumlah pekerja anak selama adanya pandemi COVID-19 di Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tentang persepsi orang tua pekerja anak, persepsi Dinas Sosial (Bidang rehabilitasi dan Pekerja Sosial) dan persepsi masyarakat umum terhadap keberadaan pekerja anak di Pasar Inpres Matawai di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlandaskan pada studi kasus. Studi kasus merupakan salah satu bagian dari metode kualitatif yang mendalami suatu kasus tertentu secara lebih mendalam dengan mengaitkan berbagai sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya pandemi COVID-19 membuat jumlah pekerja anak meningkat dan menambah beban anak-anak yang seharusnya belajar dan bermain ditambah dengan beban kerja yang dilakukan setiap harinya dengan menjajakan berbagai aneka sayuran di Pasar Inpres Matawai. Fenomena ini tentunya berimplikasi pada masa depan pekerja anak terlebih dalam pembangunan sumber daya manusia. Keberadaaan pekerja anak di Pasar Inpres Matawai terbentuk oleh persepsi pekerja anak itu sendiri dan persepsi dari berbagai pihak, yang mendukung dan tidak mendukung semua aktivitas pekerja anak di masa pandemi COVID-19.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Budaya Mana’o di Desa Manu Kuku Kabupaten Sumba Barat
Veronika Buka;
I Gusti Ngurah Santika;
I Made Kartika;
I Gede Sujana
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v8i1.40757
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam budaya Mana, o di Desa Manu Kuku Kabupaten Sumba Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, wawancara, dan obeservasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa nilai-nilai Pancasila telah diimplementasi dalam budaya Mana, o, seperti nilai ketuhanan tercermin pada saat Yadi panga’a Marapu monno dengi we’e maringngi, we’e malala (Memberi persembahan dan meminta berkat kepada Marapu); Nilai kemanusiaan tercermin dari kesempatan yang diberikan kepada setiap orang untuk mengikuti musyawarah dan mengemukakan pendapat; Nilai persatuan tercermin pada saat Pakua ngarakuada ne umma kalada (berkumpul bersama di rumah besar/adat); Nilai Kerakyatan tercermin dari seorang Rato atau tua-tua adat yang sangat dihormati dan dihargai oleh masyarakat berkepercayaan Marapu; Nilai Keadilan tercermin dari Paghilla dobba (kerja sama), bagi rata panga’a (bagi rata makan,daging, minuman dan lain-lain). Implementasi nilai-nilai Pancasila tidak hanya berimplikasi pada keberlanjutan kebudayaan, tetapi juga membentuk karakter warna negara yang kuat.
Kepemimpinan Perempuan dalam Sistem Kekerabatan Purusa: Legitimasi Sejarah atas Kepemimpinan Politik Perempuan
I Wayan Budiarta
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jiis.v8i1.40982
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran perempuan dalam kepemimpinan (terutama khususnya kepemimpinan bidang politik) melalui pendekatan historis dalam sistem kekerabatan lempeng ka purusa pada masyarakat adat Bali. Penelitian menggunakan metode kepustakaan, dengan sifat penelitian deskriptif. Hasil menunjukkan catatan sejarah munculnya peran perempuan dalam ruang publik kepemimpinan perempuan di tengah budaya lempeng ka purusa berkenaan dengan nilai-nilai kesamaan antara perempuan dan laki-laki. Literatur sejarah, membahas hak-hak perempuan sampai pada masalah kepemimpinan. Pertama anggapan bahwa perempuan tidak pantas menjadi pemimpin karena peran dan tugas telah terbatas pada lingkup domestik. Kedua, sejak diterbitkan Putusan MUDP X/2010 melegitimasi perempuan terlibat dan berperan aktif seperti laki-laki di ruang publik dan domestik. Kebijakan responsive gender kuota 30% perempuan menempatkan legitimasi terhadap kepemimpinan perempuan yang berimplikasi pada pemberian akses yang cukup kepada perempuan, melakukan kontrol terhadap setiap kebijakan yang bias gender, melibatkan perempuan untuk memberikan partisipasinya, dan memberikan benefit yang adil antara laki-laki dan perempuan.