cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF SI DHEWAN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN SAC UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN IPAS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Badriyah, Lailatul; Dike, Daniel; Amini, Mukti
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4527

Abstract

ABSTRAKPesatnya perkembangan berbagai teknologi sebagai dampak dari revolusi digital menghadirkan tantangan baru baik bagi guru maupun peserta didik untuk dapat mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Berbagai inovasi sangat penting dilakukan untuk menghasilkan produk atau teknologi baru yang dapat memberikan kemudahan, terobosan, dan kebermanfaatan dalam dunia pendidikan. Salah satu contoh inovasi yang perlu dikembangkan karena masih sangat minim pemanfaatannya di sekolah dasar adalah Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) berbasis android menggunakan Sofware Smart Apps Creator (SAC). Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa aplikasi Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) Si Dhewan berbasis android menggunakan SAC untuk meningkatkan pemahaman IPAS dan keterampilan proses sains peserta didik sekolah dasar. Metode penelitian yang akan dilakukan merupakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) atau lebih dikenal dengan R&D melalui Model 4D, yaitu: tahapan Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik berupa uji ketuntasan, uji paired, uji N-Gain, dan uji independent t-test dengan taraf signifikansi ? = 0,05. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 30,0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) aplikasi Multimedia Pembelajaran Interaktif Si Dhewan berbasis android menggunakan SAC sangat layak untuk diimplementasikan; 2) aplikasi Multimedia Pembelajaran Interaktif Si Dhewan berbasis android menggunakan SAC terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman IPAS peserta didik sekolah dasar; dan 3) aplikasi berupa Multimedia Pembelajaran Interaktif Si Dhewan berbasis android menggunakan SAC terbukti efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik sekolah dasar. Selain itu, hasil penelitian juga didukung oleh data kemampuan literasi digital peserta didik kelas eksperimen yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.Kata Kunci: Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI), Android, SAC, Pemahaman IPAS, Keterampilan Proses Sains, Sekolah DasarABSTRACTThe rapid development of various technologies as a result of the digital revolution presents new challenges for both teachers and students to be able to implement them in the learning process. Various innovations are very important to produce new products or technology that can provide convenience, breakthroughs and benefits in the world of education. One example of innovation that needs to be developed because its use in elementary schools is still very minimal is Interactive Learning Multimedia (MPI) based on android using Smart Apps Creator (SAC) Software. Therefore, the purposes of this research is to produce a product in application of an Interactive Learning Multimedia (MPI) Si Dhewan based on android using SAC to improve understanding of IPAS and science process skills of elementary school students. The research method that will be carried out is the research and development method or better known as R&D through the 4D Model, namely: Define, Design, Develop and Disseminate stages. The data used in this research are quantitative data and qualitative data. The analysis research data is conducted with the descriptive analysis and the statistical analysis at mastery test, paired test, N-Gain test, and independent t-test with significance level ? = 0,05. Statistical analysis was performed using SPSS 30,0 for windows. The result of the research showed that: 1) Interactive Learning Multimedia Si Dhewan based on android using SAC is very feasible to be implemented; 2) Interactive Learning Multimedia Si Dhewan based on android using SAC has been proven to be effective in improving understanding of IPAS of elementary school; 3) Interactive Learning Multimedia Si Dhewan based on android using SAC has been proven to be effective in improving the science process skills of elementary school students. Apart from that, the research results are also supported by data on the digital literacy abilities of experimental class students which are also higher than those in the control class.Keywords: Interactive Learning Multimedia (MPI), Android, SAC, Understanding of IPAS, Science Process Skills, Elementary School
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERINTEGRASI DENGAN METODE MULTISENSORI TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR Rahmani, Siti; Wicaksono, Luhur; Pratiwi, Widya Rizky
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4469

Abstract

ABSTARKSiswa kelas 1 Sekolah Dasar mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar Bahasa Indonesia, yang terlihat dari rendahnya kemampuan membaca, menulis, dan berbahasa. Keterampilan awal seorang anak harus diamati melalui bagaimana mereka berkomunikasi, membaca, dan menulis. Siswa sulit memahami konsep huruf dan kata, siswa juga sulit untuk melafalkan kata dan memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan model pembelajaran berdiferensiasi terintegrasi dengan metode multisensori dapat mempengaruhi hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 1 sekolah dasar dan juga untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi terintegrasi metode multisensori dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik pengambilan Sampling Purposive pada dua sekolah berjumlah 31 orang. Siswa kelas 1 SD Negeri 22 Empunak sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas 1 SD Negeri 12 Bekuan sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 0,2% selisih pada kelas eksperimen terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran berdiferensiasi terintegrasi metode multisensori dan 7,1% pada kelas kontrol . Hasil uji normalitas dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks antara model pembelajaran berdiferensiasi terintegrasi metode multisensori pada kelas eksperiman dan metode ceramah pada kelas kontrol berdasarkan hasil Postest  Pretest (Asymp. Sig(2-tailed) nilai 0,001 lebih kecil dari 0,05 terdapat pengaruh yang signifikan. Mean Rank kelas eksperimen yaitu 9,00 lebih besar daripada kelas kontrol yaitu 7,50 terjadi peningkatan nilai. Sedangkan Sum of Ranks kelas eksperimen 153,00 lebih besar dari kelas kontrol yaitu 105,00. Hasil uji homogenitas menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan (Asymp. Sig(2-tailed) nilai 0,046 lebih kecil dari 0,05 H0 ditolak H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran terdiferensiasi terintegrasi metode multisensori dapat mempengaruhi hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 1 sekolah dasar dan penerapan model pembelajaran berdiferensiasi terintegrasi metode multisensori juga dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 1 sekolah dasar.Kata kunci: Model Pembelajaran Berdiferensiasi, Metode Multisensori, Hasil Belajar ABSTRACTFirst-grade elementary school students experience difficulties in understanding the basic concepts of the Indonesian language, as evidenced by their low reading, writing, and speaking skills. A child's early skills should be observed through how they communicate, read, and write. Students find it difficult to understand the concept of letters and words, and they also struggle to pronounce words and comprehend the content of reading materials. This study aims to test whether the application of a differentiated learning model integrated with the multisensory method can affect the Indonesian language learning outcomes of first-grade elementary school students and also to determine whether the application of a differentiated learning model integrated with the multisensory method can improve the Indonesian language learning outcomes of first-grade elementary school students. This research is an experimental study using a pretest-posttest control group design. The sample in this study was taken using the purposive sampling technique from two schools, totaling 31 individuals. First-grade students from SD Negeri 22 Empunak as the experimental group and first-grade students from SD Negeri 12 Bekuan as the control group. Data collection was conducted through learning outcome tests. The data analysis technique used is quantitative descriptive data analysis. The results of the data analysis show that a 0.2% difference in the experimental class has a significant impact on the application of the differentiated learning model integrated with the multisensory method, and a 7.1% difference in the control class. The results of the Normality Test using the Wilcoxon Signed Ranks between the differentiated learning model integrated with the multisensory method in the experimental class and the lecture method in the control class based on the Posttest Pretest results (Asymp. Sig(2-tailed) value of 0.001 is less than 0.05, indicating a significant effect). The Mean Rank of the experimental class, which is 9.00, is greater than that of the control class, which is 7.50, indicating an increase in value. Meanwhile, the Sum of Ranks for the experimental class, 153.00, is greater than that of the control class, 105.00. The results of the homogeneity test using the Mann Whitney test indicate that there is a difference (Asymp. Sig(2-tailed) value of 0.046 is less than 0.05, H0 is rejected, H1 is accepted). Therefore, it can be concluded that the application of a differentiated learning model integrated with multisensory methods can affect the Indonesian language learning outcomes of first-grade elementary school students, and the application of a differentiated learning model integrated with multisensory methods can also improve the Indonesian language learning outcomes of first-grade elementary school students.Keywords: Differentiated Learning Model, Multisensory Method, Learning Outcomes
IMPLEMENTASI PROMETHEE DALAM MENENTUKAN PRIORITAS PERBAIKAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH DASAR DI KOTA PONTIANAK Azwar, Agim Aljanata; Siregar, Alda Cendekia; Octariadi, Barry Ceasar
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4486

Abstract

ABSTRAKPenyediaan sarana dan prasarana yang memadai di sekolah dasar merupakan kunci peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pontianak. Banyak sekolah mengalami kendala fasilitas yang kurang layak, sedangkan Dinas Pendidikan masih mengandalkan prosedur manual dalam menentukan prioritas perbaikan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan proses penentuan prioritas perbaikan dengan menerapkan metode Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Metodologi yang digunakan meliputi identifikasi masalah melalui wawancara, pengumpulan data kerusakan infrastruktur sekolah, serta analisis multi-kriteria menggunakan promethee berdasarkan kondisi bangunan seperti kolom, balok, atap, plafon, lantai, kusen, pintu, jendela, instalasi listrik, dan instalasi air bersih. Setiap alternatif sekolah dibandingkan berdasarkan kriteria tersebut untuk menghasilkan peringkat prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan Sekolah A memperoleh nilai tertinggi (0,155844) sehingga perlu diprioritaskan, diikuti oleh Sekolah E (0,038961), sedangkan Sekolah B dan C bernilai 0. Dengan demikian, metode promethee terbukti efektif dalam menentukan prioritas perbaikan, mendukung alokasi sumber daya yang efisien, serta mendorong peningkatan fasilitas pendidikan secara berkelanjutan.Kata Kunci: Sarana Prasarana Sekolah ,Promethee, Sistem Pendukung KeputusanABSTRACTProviding adequate facilities and infrastructure in elementary schools is essential for improving the quality of education in Pontianak City. Many schools face issues related to inadequate facilities, while the Education Office still relies on manual procedures to determine repair priorities. This study aims to optimize the process of determining repair priorities by applying the Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). The methodology includes problem identification through interviews, data collection on infrastructure damage, and multi-criteria analysis using promethee based on physical building conditions, such as columns, beams, roofs, ceilings, floors, frames, doors, windows, electrical installations, and clean water installations. Each alternative school is compared based on these criteria to produce a priority ranking for repairs. The results show that School A obtained the highest score (0.155844), indicating the highest priority, followed by School E (0.038961), while Schools B and C received a score of 0. These findings demonstrate that the PROMETHEE method is effective in determining repair priorities, supporting efficient resource allocation, and promoting the sustainable improvement of educational infrastructure.Keywords: School Infrastructure Facilities, Promethee, Decision Support System
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR IPAS Diyatmika, Utama; Suma, Ketut; Widiana, I Wayan
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4529

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning berbantuan media audio visual terhadap motivasi dan minat belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas IV SD Gugus 4 Kecamatan Karangasem. Discovery Learning adalah metode pembelajaran yang meningkatkan cara belajar siswa agar lebih aktif dengan cara mencari maupun menemukan pengetahuannya sendiri melalui kegiatan pengamatan maupun percobaan yang dilakukan dalam proses pembelajaran dan lebih ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui oleh siswa. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yang diambil melalui Teknik random sampling, yaitu kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran dengan menggunakan metode Pembelajaran discovery learning berbantuan media audio visual dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Pengukuran motivasi dan minat belajar IPAS dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan instrumen yang valid dan reliabel. Kemudian data dari hasil penelitian dilakukan analisis data dengan berbantuan SPSS versi 20.00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran discovery learning memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi dan minat belajar siswa yaitu sebesar  0,001 < 0,5. Kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran discovery learning menunjukkan peningkatan motivasi dan minat belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensionalKata Kunci: model discovery learning, motivasi belajar, minat belajar IPASABSTRACTThis study aims to determine the effect of the Discovery Learning Learning Model assisted by audio-visual media on the motivation and interest in learning Natural and Social Sciences (IPAS) in grade IV students of Elementary School Cluster 4, Karangasem District. Discovery Learning is a learning method that improves students' learning methods to be more active by seeking or finding their own knowledge through observation or experimental activities carried out in the learning process and discovering concepts or principles that were previously unknown to students. This study is quantitative with a quasi-experimental design. The data collection technique in this study used pre-test and post-test. The research sample consisted of two groups, namely the experimental group that received learning using the Discovery Learning method assisted by audio-visual media and the control group that received conventional learning. Measurement of motivation and interest in learning IPAS was carried out before and after the intervention using valid and reliable instruments. The results of this study indicate that the Discovery Learning Learning Model has a significant effect on students' motivation and interest in learning, namely 0.001 <0.5. The experimental group using the Discovery Learning learning model showed a higher increase in motivation and interest in learning compared to the control group using conventional learningKeywords: discovery learning model, learning motivation, interest in learning science
HUBUNGAN INTERAKSI EMPATIK DAN BUDAYA LOKAL DENGAN HASIL BELAJAR PPKN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SINTANG Rolanda, Tirza Rythma; Sabri, Tahmid; Mustapa, Noviana
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4608

Abstract

ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar PPKn pada siswa kelas 2 SD di Kabupaten Sintang, dengan ketuntasan masih di bawah 75%. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah interaksi empatik dan pemahaman budaya lokal siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen angket kuesioner dan tes hasil belajar pada 52 siswa. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara interaksi empatik (X1) dan budaya lokal (X2) terhadap hasil belajar PPKn (Y). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara interaksi empatik dan hasil belajar PPKn dengan koefisien korelasi 0,550, serta hubungan positif antara budaya lokal dan hasil belajar dengan koefisien korelasi 0,596. Analisis korelasi berganda menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara simultan menjelaskan 36,2% variasi hasil belajar PPKn. Pengembangan keterampilan guru agar menciptakan interaksi empatik dan memanfaatkan budaya lokal dalam pembelajaran disarankan oleh penelitian ini.Kata Kunci: Interaksi empatik, budaya lokal, hasil belajar PPKNABSTRACTThe background to this research is the low PPKn learning outcomes for grade 2 elementary school students in Sintang Regency, with completeness still below 75%. One of the factors that influences learning outcomes is empathetic interaction and understanding of students' local culture. This research used quantitative methods with questionnaire instruments and learning outcomes tests on 52 students. The aim of the research is to analyze the relationship between empathetic interaction (X1) and local culture (X2) on Civics learning outcomes (Y). The research results show that there is a significant relationship between empathic interaction and Civics learning outcomes with a correlation coefficient of 0.550, as well as a positive relationship between local culture and learning outcomes with a correlation coefficient of 0.596. Multiple correlation analysis shows that these two variables simultaneously explain 36.2% of the variation in Civics learning outcomes. Developing teacher skills to create empathetic interactions and utilize local culture in learning is suggested by this research.Keywords: Empathic interaction, local culture, Civic Education learning outcomes
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V DI SD STRADA BINA MULIA I JAKARTA Wibisono, Carolus Adi; Stevanus, Ivan
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4501

Abstract

ABSTRAKKemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V di SD Strada Bina Mulia I, Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel 98 peserta didik, yang dinilai melalui tes pilihan ganda dan esai. Analisis dilakukan terhadap lima aspek berpikir kritis: menganalisis, menyintesis, mengenal dan memecahkan masalah, menyimpulkan, serta mengevaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,24% peserta didik berada pada kategori tinggi (nilai 91-100), 32,65% pada kategori sedang (nilai 81-90), dan 5,10% pada kategori rendah (nilai 71-80). Tes pilihan ganda mengungkapkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis informasi secara efektif, sedangkan tes esai menunjukkan tantangan dalam menyusun argumen tertulis. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan strategi pembelajaran yang adaptif untuk mengakomodasi kebutuhan peserta didik dengan berbagai tingkat pemahaman.Kata Kunci: Berpikir kritis, pembelajaran IPASABSTRACTCritical thinking skills are essential in addressing the challenges of globalization. This study aims to analyze the critical thinking abilities of fifth-grade students in the Science and Social Studies (IPAS) subject at SD Strada Bina Mulia I, Jakarta. The research employed a descriptive quantitative method with a sample of 98 students, assessed through multiple-choice tests and essays. The analysis focused on five aspects of critical thinking: analyzing, synthesizing, problem recognition and solving, concluding, and evaluating. The results showed that 62.24% of students were categorized as high achievers (scores 91-100), 32.65% as moderate achievers (scores 81-90), and 5.10% as low achievers (scores 71-80). The multiple-choice test revealed students’ effectiveness in analyzing information, while the essay test highlighted challenges in constructing written arguments. The study concludes that project-based learning and group discussions are crucial strategies for enhancing students’ critical thinking skills. The implications emphasize the need for adaptive teaching strategies to meet the diverse learning needs of students.Keyword: Critical thinking, IPAS learning
ANALISIS TINGKAT KECEMASAN BERBICARA MAHASISWA PEMULA DAN MAHIR DI KELAS PUBLIC SPEAKING Solihati, Tri Agustiini; Mulyanti, Wida; Eko, Eko; Anastasya, Veronica; Hasanah, Hiva Nursukma
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4452

Abstract

ABSTRAKBerbicara di depan umum adalah keterampilan penting bagi mahasiswa, baik untuk keperluan akademik maupun profesional. Keterampilan ini dibutuhkan saat presentasi di kelas dan juga saat bekerja nanti. Namun, banyak mahasiswa merasa cemas saat harus berbicara di depan umum, terutama yang baru mulai belajar Public Speaking. Penelitian ini mengeksplorasi kemampuan berbicara Bahasa Inggris dan tingkat kecemasan mahasiswa di Professional Speaking Class. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis kemampuan berbicara Bahasa Inggris dan kecemasan mahasiswa di kelas public speaking. Data dikumpulkan melalui rubrik penilaian berbicara berdasarkan O'Malley & Pierce (1996) dan kuesioner FLCAS yang telah disesuaikan. Analisis dilakukan untuk mengukur level kemampuan dan tingkat kecemasan mahasiswa. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mendapatkan pemahaman yang menyeluruh terkait hubungan antara kemampuan berbicara dan kecemasan mahasiswa.dengan menekankan faktor-faktor penyebab kecemasan dan strategi untuk perbaikan. Penelitian dilakukan pada 33 mahasiswa semester ketiga dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Perjuangan Tasikmalaya, menggunakan penilaian berbasis rubrik untuk mengevaluasi keterampilan berbicara dan Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasilnya menunjukkan berbagai tingkat kemampuan: 22 mahasiswa dikategorikan sebagai tingkat lanjut, 8 tingkat menengah, dan 2 tingkat dasar. Mahasiswa tingkat lanjut menunjukkan kompetensi tinggi dalam tata bahasa, kosa kata, kelancaran, dan pengucapan. Namun, kecemasan berbicara terjadi di semua tingkat, dengan pemicu utama seperti ketakutan akan evaluasi negatif, ketidaknyamanan komunikasi, dan stres terkait ujian. Temuan ini juga menyoroti bahwa kecemasan berdampak negatif pada kemampuan berbicara, menekankan perlunya intervensi kelas yang efektif. Strategi seperti pembelajaran kolaboratif, persiapan terstruktur, dan penguatan positif diidentifikasi sebagai metode potensial untuk mengurangi kecemasan.Kata Kunci: kecemasan; Bahasa Inggris; kemampuan berbicara; Professional Speaking ClassABSTRACTPublic speaking is an important skill for students, both for academic and professional purposes. This skill is needed for class presentations as well as future workplace situations. However, many students feel anxious when speaking in public, especially those who are just beginning to learn Public Speaking. This study explores English-speaking skills and students' anxiety levels in a Professional Speaking class. A mixed methods approach, combining both quantitative and qualitative methods, was used to analyze students’ English-speaking ability and their speaking anxiety. Data were collected using a speaking assessment rubric based on O'Malley & Pierce (1996) and an adapted version of the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS). The analysis aimed to measure students' speaking levels and their anxiety levels. This approach allowed for a comprehensive understanding of the relationship between speaking ability and anxiety, emphasizing the causes of anxiety and strategies for improvement. The study involved 33 third-semester students from the English Education Department at Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Speaking skills were evaluated using a rubric, while anxiety levels were measured using the FLCAS. The results showed varying levels of speaking ability: 22 students were categorized as advanced, 8 as intermediate, and 2 as basic. Advanced-level students demonstrated strong grammar, vocabulary, fluency, and pronunciation. However, speaking anxiety was present across all levels, with major triggers including fear of negative evaluation, communication discomfort, and test-related stress. Findings also highlighted the negative impact of anxiety on speaking performance, underlining the need for effective classroom interventions. Strategies such as collaborative learning, structured preparation, and positive reinforcement were identified as potential methods to reduce anxiety.Keywords: Anxiety; English; Speaking ability; Professional Speaking Class
PENGARUH PEMANFAATAN CHATGPT TERHADAP KOMPETENSI GURU (KOMPENTENSI PEDAGOGIK DAN KOMPETENSI PROFESIONAL) Padmiono, Padmiono; Putri, Dewi Artati Padmo; Wicaksono, Luhur
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4515

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Chat GPT oleh guru Sekolah Dasar di Kelompok Kerja Guru Wilayah II Kecamatan Dedai, khususnya dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (Mix Methods). Pendekatan desain penelitian metode campuran melibatkan proses pengumpulan, analisis, dan penggabungan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Chat GPT berada pada kategori sedang dengan persentase 58,33%. Penggunaan Chat GPT memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam memahami karakteristik murid, menyusun kurikulum interaktif, serta menerapkan teori pembelajaran. Guru merasa lebih percaya diri dalam menyusun bahan ajar yang kreatif dan efektif. Di sisi kompetensi profesional, Chat GPT membantu guru dalam menguasai materi pelajaran dan mengelola kelas dengan lebih baik. Meskipun demikian, terdapat tantangan terkait waktu dan praktek yang perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi Chat GPT. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan termasuk kemudahan akses dan antarmuka yang user-friendly, meskipun kendala seperti keterbatasan waktu eksplorasi fitur, informasi yang kadang kurang spesifik, dan kebutuhan untuk memverifikasi informasi menjadi tantangan. Pelatihan dan bimbingan yang lebih intensif diperlukan agar penggunaan Chat GPT dapat optimal. Secara keseluruhan, sikap dan persepsi guru terhadap penggunaan Chat GPT sangat positif, dan mereka melihat potensi besar dalam meningkatkan kualitas pengajaran serta kompetensi sebagai pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Chat GPT memberikan dampak positif terhadap kompetensi pedagogik dan profesional guru, meskipun tantangan dalam penggunaannya perlu diatasi melalui dukungan berkelanjutan.Kata Kunci: Pemanfaatan Chat GPT,Kompetensi Pedagogik,Kompetensi ProfesionalABSTRACTThis research aims to analyze the use of ChatGPT by elementary school teachers in the Region II Teacher Working Group, Dedai District, especially in improving pedagogical and professional competence.This research uses a mixed methods approach. The mixed methods research design approach involves the process of collecting, analyzing, and combining quantitative and qualitative research results in one comprehensive research. The research results show that ChatGPT utilization is in the medium category with a percentage of 58.33%. Using ChatGPT provides significant benefits in increasing teacher competence, especially in understanding student characteristics, developing interactive curricula, and applying learning theories. Teachers feel more confident in preparing creative and effective teaching materials. On the professional competency side, ChatGPT helps teachers master subject matter and manage classes better. However, there are time- and practice-related challenges that need to be overcome to maximize ChatGPT's potential. Factors influencing utilization include ease of access and a user-friendly interface, although obstacles such as limited time for feature exploration, sometimes less specific information, and the need to verify information are challenging. More intensive training and guidance is needed so that ChatGPT can be used optimally. Overall, teachers' attitudes and perceptions towards the use of ChatGPT are very positive, and they see great potential in improving the quality of teaching and competence as educators. This research concludes that the use of ChatGPT has a positive impact on teachers' pedagogical and professional competence, although challenges in its use need to be overcome through ongoing support.Keywords: Utilization of Chat GPT, Pedagogical Competency, Professional Competency
HUBUNGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN PEMAHAMAN BUDAYA LOKAL DENGAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 4 SEKOLAH DASAR Edi, Edi; Sabri, Tahmid; Pratiwi, Widya Rizky
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4607

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 4, dengan hanya 30% siswa yang tuntas dalam ulangan, sementara 70% lainnya tidak tuntas. Rendahnya hasil tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pengaitan materi pembelajaran dengan kondisi nyata dan pengenalan budaya lokal yang penting untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Selain itu, komunikasi antara guru dan siswa, serta antar siswa, juga kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterampilan komunikasi dan pemahaman budaya lokal terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 4 SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan instrumen angket dan tes hasil belajar, serta pengujian hipotesis menggunakan korelasi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara keterampilan komunikasi (r = 0,484) dan pemahaman budaya lokal (r = 0,711) terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa. Secara simultan, kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang kuat (r = 0,735). Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran dan meningkatkan keterampilan komunikasi siswa untuk meningkatkan efektivitas metode pengajaran.Kata Kunci: Keterampilan komunikasi, budaya lokal, Bahasa IndonesiaABSTRACTThis research was motivated by the low results of learning Indonesian for grade 4 students, with only 30% of students completing the exam, while the other 70% did not. These low results are influenced by the lack of linking learning materials with real conditions and the introduction of local culture which is important to increase student interest and understanding. Apart from that, communication between teachers and students, as well as between students, is also less effective. This research aims to analyze the relationship between communication skills and understanding of local culture on the Indonesian language learning outcomes of 4th grade elementary school students. The research method used is quantitative with questionnaire instruments and learning outcomes tests, as well as hypothesis testing using simple and multiple correlations. The research results show that there is a significant relationship between communication skills (r = 0.484) and understanding of local culture (r = 0.711) on students' Indonesian language learning outcomes. Simultaneously, these two variables have a strong relationship (r = 0.735). This research provides recommendations for integrating local culture in learning and improving students' communication skills to increase the effectiveness of teaching methodsKeywords: communication skills, local culture, Indonesian language learning outcomes
PENGEMBANGAN MODUL IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK PENGUATAN LOCUS OF CONTROL DAN SELF EFFICACY GURU DI WILAYAH 3T KABUPATEN SINTANG Arisandi, Dino; Dike, Daniel; Andayani, Andayani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4518

Abstract

ABSTRAKImplementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar wilayah pedalaman 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan). membutuhkan strategi dan pengembangan khusus untuk menjawab permasalahannya yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul implementasi Kurikulum Merdeka untuk memperkuat locus of control dan self efficacy guru dalam menanggapi Tantangan perubahan kurikulum dan implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Difine, Develop, Design dan Disseminate). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari uji validitas dan realibilitas modul Implementasi Kurikulum Merdeka memperoleh tingkat validitas dan realibilitas yang baik dengan rerata skor validitas pada aspek Bahasa adalah 4,43, aspek materi 4,25, aspek desain 4,38 dan kepraktisa adalah 4,3. Hasil uji coba terbatas pada 12 guru di SDN 12 Ambalau diperoleh tingkat kepuasan dan pemahaman guru pada aspek desain modul adalah 94%, dari sisi konten sebesar 90%, dari aspek bahasa sebesar 91% guru merasa memahami dan sangat membantu mereka dalam implementasi Kurikulum Merdeka di masing-masing satuan pendidikannya. Dari hasil uji luas pada 38 guru di komunitas guru sub rayon 5 kecamatan Ambalau diperoleh hasil pada aspek locus of control guru memperoleh rerata semua indicator adalah 3,92 dengan tingkat capaian locus of control guru mencapai 83%. Hal ini bermakna bahwa modul ini sangat berdampak pada kemampuan guru, minat dan motivasi guru, memperkuat usaha dan kreativitas guru serta memberikan tingkat kepuasan guru dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran mereka. Pada aspek self efficacy guru diperoleh rerata skor semua indicator adalah 4,2 artinya 84% guru merasa meningkat kemampuan self efficacy mereka. Hal ini didukung dengan hasil uji efektivitas modul dimana skor N-gain yang diperoleh adalah 0,71 yang berada pada rentang skor ? 0,70 dengan kategori Tinggi. Hal ini menegaskan bahwa modul Implementasi Kurikulum Merdeka dalam memperkuat self of control dan self efficacy guru di sekolah dasar 3T pedalaman kecamatan Ambalau terbukti sangat efektif. Untuk menjaga dan terus memperkuat locus of control dan self efficacy guru maka para guru di kecamatan Ambalau perlu melakukan studi kasus dan latihan refleksi untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kendali diri, pengambilan keputusan profesional, teknik manajemen stres, memperkuat dukungan sosial. Melakukan pengelolaan emosi dalam rangka peningkatan kepercayaan diri serta penguatan strategi pengembangan locus of control dalam menghadapi tantangan kerja dan kinerja mereka di sekolah pedalaman.Kata Kunci: Modul, locus of control, self efficacyABSTRACTImplementation of the Kurikulum Merdeka in elementary schools in the 3T (Disadvantaged, Outermost, Frontier) areas requires special strategies and development to address its unique problems. The purpose of this study is to develop an Kurikulum Merdeka implementation module to strengthen teachers' locus of control and self-efficacy in responding to the challenges of curriculum change and its implementation. The research method used is Research and Development (R&D) with the 4D model (Define, Develop, Design and Disseminate). The results of the study showed that from the validity and reliability test, the Kurikulum Merdeka implementation module obtained a good level of validity and reliability with an average validity score in the Language aspect of 4.43, the material aspect of 4.25, the design aspect of 4.38 and practicality is 4.3. The results of a limited trial on 12 teachers at SDN 12 Ambalau showed that the level of teacher satisfaction and understanding in the module design aspect was 94%, from the content side it was 90%, from the language aspect it was 91% teachers felt that they understood and were very helpful in implementing the Kurikulum Merdeka in their respective educational units. From the results of a broad test on 38 teachers in the teacher community of sub-rayon 5, Ambalau sub-district, the results obtained in the aspect of teacher locus of control obtained an average of all indicators of 3.92 with a level of achievement of teacher locus of control reaching 83%. This means that this module has a significant impact on teacher abilities, teacher interests and motivations, strengthens teacher efforts and creativity and provides a level of teacher satisfaction in carrying out their learning activities. In the aspect of teacher self-efficacy, the average score for all indicators was 4.2, meaning that 84% of teachers felt that their self-efficacy abilities had increased. This is supported by the results of the module effectiveness test where the N-gain score obtained was 0.71 which is in the range of scores ? 0.70 with the High category. This confirms that the Implementation of the Kurikulum Merdeka module in strengthening self-control and self-efficacy of teachers in 3T elementary schools in the interior of Ambalau sub-district has proven to be very effective. To maintain and continue to strengthen the locus of control and self-efficacy of teachers, teachers in Ambalau sub-district need to conduct case studies and reflection exercises to understand the factors that influence self-control, professional decision-making, stress management techniques, strengthening social support. managing emotions in order to increase self-confidence and strengthen strategies for developing locus of control in facing work challenges and their performance in interior schools.Keyword: Modul, locus of control, self efficacy