cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA MELALUI TPACK DITINJAU DARI BLOOM’S DIGITAL TAXONOMY Leba, Imanuel Herlimus; Mashfufah, Aynin; Rahayuningsih, Sri
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.4234

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas peran kerangka kerja TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam meningkatkan literasi digital siswa melalui pendekatan Bloom's Digital Taxonomy. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis PRISMA, menyaring artikel dari empat tahun terakhir yang relevan dengan literasi digital, TPACK, dan taksonomi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi TPACK guru berkontribusi signifikan terhadap pengembangan keterampilan literasi digital siswa, termasuk kemampuan berpikir kritis, evaluasi informasi, dan kreasi konten digital. Bloom's Digital Taxonomy menjadi alat yang efektif untuk merancang pembelajaran berbasis teknologi pada berbagai tingkatan kognitif, mulai dari mengingat hingga mencipta. Artikel ini merekomendasikan penguatan kompetensi TPACK guru dan integrasi teknologi secara transformatif untuk mendorong pembelajaran yang adaptif terhadap era digital. Sinergi antara TPACK dan Bloom's Digital Taxonomy diperlukan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.Kata Kunci: TPACK, Literasi Digital, Bloom Digital TaxonomyABSTRACTThis article discusses the role of the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) framework in improving students' digital literacy through Bloom's Digital Taxonomy approach. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method with PRISMA analysis, screening articles from the last four years that are relevant to digital literacy, TPACK, and digital taxonomy. The results showed that teachers' TPACK competencies significantly contributed to the development of students' digital literacy skills, including critical thinking, information evaluation and digital content creation. Bloom's Digital Taxonomy is an effective tool for designing technology-based learning at various cognitive levels, from remembering to creating. This article recommends strengthening teachers' TPACK competencies and integrating technology in a transformative way to promote learning that is adaptive to the digital era. The synergy between TPACK and Bloom's Digital Taxonomy is necessary to prepare students for the challenges of 21st century learning.Keywords: TPACK, Digital Literacy, Bloom Digital Taxonomy
PENGARUH PEMBELAJARAN VAKT BERMEDIA MARBEL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK AUTIS KELAS 2 DI SLB AUTIS HARAPAN MANDIRI PALEMBANG Pranata, Muhamad Kusumah; Itryah, Itryah
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.3778

Abstract

ABSTRAKMenulis permulaan merupakan tahap awal menguasai kemampuan menulis  merupakan prasyarat untuk 3 belajar pada tahap selanjutnya. Sebelumnya seorang anak menguasai kemampuan menulis dengan baik, perlu adamya prasyarat dalam menulis yang harus dikuasai yaitu kemampuan dalam menulis permulaan. Kemampuan motorik halus atau kemampuan menulis anak sangatlah penting untuk dikuasai oleh anak – anak sejak usia dini hingga dewasa, sebab dari kemampuan menulis, tulisan seorang anak dapat mencerminkan karakternya, menambah kepercayaan diri, mengepresikan diri, dan kemampuan fisik. Bagaimanapun juga belajar menulis adalah salah satu kunci kesuksesan di dalam pendidikan dan kehidupan yang lebih luas. Berdasarkan hasil pretest treatment dan posttest ada pengaruh pembelajaran VAKT bermedia marbel terhadap kemampuan menulis permulaan pada anak autis kelas 2 SLB Autis Harapan Mandiri Palembang.Kata Kunci: Kemampuan Menulis Permulaan, Anak Autis, Media Marbel.ABSTRACTBeginning writing is the initial stage of mastering advanced writing skills and is a prerequisite for learning at the next stage. Before a child masters the ability to write well, there needs to be a prerequisite for writing that must be mastered, namely the ability to write initially. Fine motor skills or children's writing skills are very important for children to master from an early age to adulthood, because from writing skills, a child's writing can reflect his character, increase self-confidence, express himself and physical abilities. After all, learning to write is one of the keys to success in education and life more broadly. Based on the results of the pretest and posttest, there is a difference between the results of initial writing ability in the pretest treatment and posttest data, there is an influence of marble-based VAKT learning on initial writing abilities in grade 2 autism children at SLB Autis Harapan Mandiri Palembang.Keywords: Beginning writing skills, Autism spectrum disorder, Marble Media
RELEVANSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERHADAP TRADISI BERBALAS PANTUN ADAT PERNIKAHAN MELAYU SEKADAU Wulansari, Fitri; Herlina, Herlina
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.4081

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap tradisi berbalas pantun pada pernikahan Melayu Sekadau . Objek dalam penelitian ini berupa pantun pada Pernikahan Melayu Sekadau. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa pantun pernikahan yang dituturkan dalam adat pernikahan di Desa Rawak Hulu Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Hasil penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, simak bebas cakap, tes, studi documenter, catat dan rekam. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat di simpulkan bahwa hasil Relevansi pembelajaran bahasa Indonesia dari kajian ini adalah mengintegrasikan pengajaran pantun sebagai bentuk ekspresi sastra yang kreatif dan bermakna. Pembelajaran menulis pantun tidak hanya memperkaya keterampilan berbahasa peserta didik, tetapi juga mengajarkan mereka tentang kearifan lokal dan cara menyampaikan pesan dengan elegan melalui kata-kata. Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data berjumlah 20 data pantun pernikahan Melayu Sekadau.Kata Kunci: Relevansi, Pembelajaran, Pantun, SemantikABSTRACTThis study aimed to determine the relevance of Indonesian language learning to the tradition of reciprocal rhymes (RR) at Sekadau Malay weddings. The data collected were twenty rhymes from the wedding parties at Sekadau Hulu District, Sekadau Regency gained through observation, interviews, free listening, tests, documentary studies, notes, and recordings. Based on the results of the analysis, it was found that there was a relevance of RR in Indonesian language learning, namely integrating the teaching of RR as a form of creative and meaningful literary expression. With this in mind, the students could not only improve their ability to write rhymes but also utilize local wisdom in learning and elegant messages conveyed through words.Keywords: Relevance, Learning, Reciprocal Rhymes, Semantics
PENGARUH PEMBELAJARAN OUTBOUND MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA NUSANTARA INDAH Yanto, Fransiskus; T, Ahmad Yani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.4003

Abstract

ABSTRAKPembelajaran matematika merupakan proses yang kompleks, melibatkan interaksi antara guru, siswa, dan materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode outbound training dalam meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada pembelajaran matematika di SMA Nusantara Indah. Metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu digunakan, melibatkan 43 siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata nilai tes akhir mencapai 87, dibandingkan dengan 75 pada kelompok kontrol. Uji-t menunjukkan nilai p < 0,05 yaitu sebesar 0,000, menandakan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, seperti outbound training, dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, serta mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode ini dalam konteks pembelajaran lain untuk memperdalam pemahaman mengenai dampaknya.Kata Kunci: Hasil Belajar, Outbound, Trigonometri ABSTRACTMathematics learning is a complex process that involves interactions between teachers, students, and the material. This study aims to evaluate the effectiveness of the outbound training method in improving student learning outcomes in mathematics at SMA Nusantara Indah. A quantitative method with a quasi-experimental design was used, involving 43 eleventh-grade students divided into experimental and control groups. The results indicate a significant improvement in the experimental group, with an average final test score of 87, compared to 75 in the control group. The t-test showed a p-value of < 0.05, specifically 0.000, indicating a significant difference between the two groups. These findings affirm that enjoyable and interactive learning approaches, such as outbound training, can enhance student motivation and learning outcomes while also developing social and communication skills. This study recommends the application of this method in other learning contexts to deepen the understanding of its impacts.Keywords: The Learning Outcomes, Outbound, Trigonometry
THE INFLUENCE OF LEARNING FACILITIES ON STUDENT SATISFACTION AT BATAM TOURISM POLYTECHNIC Imelda, Imelda; Supardi, Supardi; Lubis, Arina Luthfini
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.3851

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kuantitatif untuk menilai dampak fasilitas pembelajaran terhadap kepuasan mahasiswa pada program Manajemen Divisi Kamar di Politeknik Pariwisata Batam. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa dan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Instrumen yang digunakan telah divalidasi dan dapat diandalkan untuk memastikan bahwa temuan pengukuran akurat dan konsisten. Analisis data dilakukan secara sistematis, meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Metode ini berupaya memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan antara fasilitas belajar dan tingkat kepuasan mahasiswa, serta menghasilkan temuan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi pengembangan fasilitas pendidikan di institusi terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fasilitas belajar (X) memiliki pengaruh yang substansial terhadap kepuasan mahasiswa (Y), dengan nilai t-value sebesar 19,321, lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,664. Koefisien regresi sebesar 1,178 mengukur besarnya pengaruh ini.Kata Kunci: Fasilitas Belajar, Kepuasan Mahasiswa, Penelitian Deskriptif KuantitatifABSTRACTThis study used a quantitative descriptive research methodology to assess the impact of learning facilities on student satisfaction in the Room Division Management program at Batam Tourism Polytechnic. Data were gathered via a questionnaire issued to students and analyzed using descriptive and inferential statistical methods. The instruments utilized were validated and reliable to ensure that the measurement findings were accurate and consistent. Data analysis was carried out systematically, including data reduction, data display, and conclusion drafting. This method seeks to provide a clear image of the relationship between learning facilities and student satisfaction levels, as well as to generate trustworthy and helpful findings for educational facility development at the relevant institution. The study's findings indicate that learning facilities (X) have a substantial effect on student satisfaction (Y), with a t-value of 19.321, more than the t-table value of 1.664. The regression coefficient of 1.178 measures the magnitude of this influence.Keywords: Learning Facilities, Student Satisfaction, Quantitative Descriptive Research
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 04 PANDAN SINTANG Mulyati, Mulyati Mul; Wicaksono, Luhur; Puspitasari, Maya
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.4102

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk meningkatkan minat baca dan hasil belajar di SD Negeri 04 Pandan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 29 peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi, dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GLS di SD Negeri 04 Pandan meliputi pembiasaan membaca sebelum pelajaran, penggunaan sudut baca, dan penyediaan perpustakaan. GLS juga meningkatkan minat baca peserta didik, terbukti dari banyaknya kunjungan ke perpustakaan dan minat membaca di rumah. Selain itu, GLS berpengaruh pada peningkatan hasil belajar peserta didik, dengan rata-rata nilai meningkat pada setiap bab pembelajaran. Hal ini membuktikan bahwa GLS efektif dalam meningkatkan minat baca dan hasil belajar di sekolah.Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Minat Baca, Hasil BelajarABSTRACTThis research aims to describe the implementation of the School Literacy Movement (GLS) to increase reading interest and learning outcomes at SD Negeri 04 Pandan. The approach used is qualitative with descriptive methods. The research subjects consisted of 29 students. Data was collected through interviews and documentation studies, analyzed using the Miles and Huberman model. The research results show that GLS at SD Negeri 04 Pandan includes the habit of reading before lessons, the use of reading corners, and the provision of a library. GLS also increases students' interest in reading, as evidenced by the number of visits to the library and interest in reading at home. Apart from that, GLS has an effect on improving student learning outcomes, with the average score increasing in each learning chapter. This proves that GLS is effective in increasing reading interest and learning outcomes at school.Keywords: School Literacy Movement, Interest in Reading, Learning Outcomes
PENGARUH EDUKASI UNPLUGGED CODING TERHADAP KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING ANAK USIA SEKOLAH DASAR Syamsiah, Nurfia Oktaviani; Firmansyah, Yoki; Mustika, Yeni; Burhanudin, Burhanudin; Gani, Abdul; Fitriani, Nadiya
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.4048

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berupaya untuk mengetahui pengaruh edukasi unplugged coding terhadap keterampilan berpikir komputasional siswa sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini dilaksanakan di Rumah Pintar Punggur Cerdas Kabupaten Kubu Raya yang aktivitas utamanya adalah dalam bidang literasi untuk masyarakat sekitar khususnya unutk anak usia sekolah. Penelitian ini menerapkan metode one group pretest-posttest design dengan memanfaatkan soal Bebras siaga. Mekanisme edukasi menggunakan dua cara yakni pengerjaan soal-soal dengan konsep computational thinking berbasis kekayaan daerah yakni dengan menghadirkan karakter Lagur dan Usu, serta didukung juga dengan penggunaan robot coding. Pada akhir penelitian setelah dilakukan analisis dari data yang telah terkumpul, didapatkan hasil yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan secara statistik dengan nilai asymp.sig < 0,005 yang berarti terdapat pengaruh edukasi unplugged coding terhadap peningkatan kemampuan computational thinking peserta edukasi.Kata Kunci: Unplugged Coding, Computational Thinking, Komputasi, UnpluggedABSTRACTThis research seeks to determine the effect of unplugged coding education on elementary school students' computational thinking skills. In its implementation, this research was carried out at the Rumah Pintar Punggur Cerdas, Kubu Raya Regency, whose main activity was in the field of literacy for the surrounding community, especially for school-age children. This research applies the one-group pretest-posttest design method using Bebras challenge questions. The educational mechanism uses two methods, namely working on questions using the concept of computational thinking based on local wisdom, namely by presenting the characters Lagur and Usu, and is also supported by the use of coding robots. At the end of the research, after analyzing the collected data, quite significant results were obtained. This is proven statistically with a value of asymp.sig < 0.005, which means that there is an influence of unplugged coding education on increasing the computational thinking abilities of training participants.Keywords: Unplugged Coding, Computational Thinking, Computation, Unplugged
APAKAH FILOSOFI PENDIDIKAN GURU MEMPENGARUHI LITERASI DIGITAL? EFEK MEDIASI RESISTENSI TERHADAP PERUBAHAN Terusianita, Elisabeth; Radiana, Usman; Dewi, Nur Oktavianti; Wicaksono, Luhur
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.3956

Abstract

ABSTRAKPerkembangan pada zaman teknologi digital telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Literasi digital menjadi salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki oleh para guru dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Literasi digital mencakup keterampilan dalam menggunakan teknologi, memproses informasi digital, dan berkomunikasi melalui media digital. Di sisi lain, filosofi pendidikan yang dipegang oleh guru juga memainkan peran penting dalam bagaimana mereka mendekati pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi digital.Artikel ini akan mengeksplorasi apakah filosofi pendidikan yang dianut oleh guru mempengaruhi literasi digital mereka, dengan melihat efek mediasi dari resistensi terhadap perubahan. Apakah guru dengan filosofi pendidikan yang lebih terbuka terhadap pembelajaran konstruktivis lebih mudah menerima dan meningkatkan literasi digital mereka? Atau apakah resistensi terhadap perubahan menjadi penghalang utama bagi pengembangan keterampilan digital mereka?Kata Kunci: Filosofi Pendidikan, Literasi Digital, Mediasi Resistensi ABSTRACTDevelopments in the era of digital technology have had a significant impact on various aspects of life, including education. Digital literacy is one of the important skills that teachers must have in facing the challenges of the 21st century. Digital literacy includes skills in using technology, processing digital information, and communicating via digital media. On the other hand, the educational philosophy held by teachers also plays an important role in how they approach learning, including the use of digital technology. This article will explore whether the educational philosophy held by teachers influences their digital literacy, by looking at the mediating effect of resistance to change. Are teachers with an educational philosophy that is more open to constructivist learning more receptive to and improving their digital literacy? Or is resistance to change a major barrier to developing their digital skills?Keywords: Filosofi Pendidikan, Literasi Digital, Mediasi Resistensi
IMPLEMENTATION OF INCLUSIVE EDUCATION IN SCHOOL ENVIRONMENT FOR CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS Patampang, Carolus; Tandiangga, Patrio; Palinoan, Frans Fandi; Arnoltus, Cornelius; Dama, Arwin
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.4255

Abstract

ABSTRAKPendidikan di sekolah tidak hanya diperuntukkan bagi anak normal saja, tetapi juga bagi anak berkebutuhan khusus atau anak berkebutuhan khusus. Kompetensi yang dimilikinya belum seimbang sehingga diperlukan suatu proses pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting penerapan pendidikan inklusif di lingkungan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk memudahkan peneliti dalam memahami subjek penelitian. Penelitian ini menekankan pada pemahaman terhadap fenomena yang dapat diamati secara langsung (observasi langsung). Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri (Asmadi Alsa, 2014). Metode yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data adalah metode dokumentasi (Sugiyono, 2012). Metode dokumentasi dilakukan dengan cara mencari buku-buku referensi yang dapat mendukung penelitian penulis (Sugiyono, 2012). Buku-buku dan dokumen-dokumen terkait digunakan peneliti sebagai referensi untuk memperkaya dan memperdalam kajian peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menerapkan praktik pendidikan inklusif di lingkungan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus.Kata Kunci: pendidikan inklusif, peserta didin, disabilitasABSTRACTEducation in schools is not only intended for normal children, but also for children with disabilities or children with special needs. The competencies they have are not balanced so that an educational process is needed that can be adjusted to the competencies of students. This study aims to determine how important the implementation of inclusive education in the school environment is for children with special needs. The research method used in this study is a qualitative method. Qualitative methods are used to make it easier for researchers to understand the research subjects. This study emphasizes understanding the phenomena that can be observed directly (direct observation). In qualitative research, the main instrument is the researcher himself (Asmadi Alsa, 2014). The method used by the author in collecting data is the documentation method (Sugiyono, 2012). The documentation method is carried out by looking for reference books that can support the author's research (Sugiyono, 2012). Related books and documents are used by researchers as references to enrich and deepen the researcher's study. The results of this study indicate that every educational institution has an important role in implementing inclusive education practices in the school environment for children with special needs.Keywords: inclusive education, students, disabilities
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KONTRIBUSI KEMAMPUAN MATEMATIS PADA GAYA BELAJAR V-A-K SISWA Puput, Puput; Suratman, Dede
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.3808

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kontribusi keterampilan matematika yang ditunjukkan serta tingkat pembelajaran matematika di antara siswa VAK di kelas matematika. Google Scholar berfungsi sebagai sumber daya untuk menganalisis temuan penelitian dalam periode 2019-2024.  Pencarian yang dimaksud menghasilkan sebanyak 94 Artikel yang relevan dan kemudian disesuaikan dengan kriteria inklusi berasal dari 74 artikel sebagai studi pendahuluan. Artikel-artikel yang telah disebutkan di atas kemudian dianalisis berdasarkan kemampuan matematis dari masing-masing pendekatan pembelajaran yang diperoleh dari hasil penelitian. Berdasarkan hasil proses pengumpulan data, pembelajaran visual memiliki kemampuan matematis tinggi yaitu untuk menyelesaikan masalah , berkomunikasi secara matematis, dan berpikir kritis. Selain itu, kemampuan siswa dalam membentuk kemampuan berpikir kritis tinggi juga terjadi ketika mereka belajar kinestetik. Setiap siswa yang menggunakan metode pembelajaran audiovisual secara konsisten memiliki kemampuan matematika yang standar, atau lebih tepatnya, tidak memiliki kemampuan matematis yang menonjol.Kata Kunci: kemampuan matematis, gaya belajar V-A-K, pembelajaran matematika ABSTRACTThe purpose of this study was to examine the contribution of demonstrated math skills as well as the level of math learning among VAK students in math classes. Google Scholar served as a resource for analyzing research findings in the 2019-2024 period.  The search in question yielded many 94 relevant articles and then adjusted to the inclusion criteria derived from 74 articles as a preliminary study. The articles mentioned above were then analyzed based on the mathematical ability of each learning approach obtained from the research results. Based on the results of the data collection process, visual learning has high mathematical ability to solve problems, communicate mathematically, and think critically. In addition, students' ability to form high critical thinking skills also occurs when they learn kinesthetically. Every student who uses audiovisual learning method consistently has standard mathematical ability, or rather, has no outstanding mathematical ability.Keywords: mathematical ability, learning style V-A-K, mathematics learning