Articles
355 Documents
INCREASING QUALITY OF PRODUCTION AND MARKET ACCESS FOR COFFEE FARMING GROUPS THROUGH BEHAVIOR CHANGES AND HARVEST MANAGEMENT
Yudha, Aditya Prima
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (828.226 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v7i2.3587
Indonesia is one of the largest coffee producer countries in the world after Brazil, Colombia and Vietnam. For the local market, domestic coffee consumption continues to increase every year. This growing industry and large market are not necessarily enjoyed by coffee farmers. The problem that occurs is that coffee farmers do not have sufficient knowledge, information and distribution channels for their crops. Coffee farmers dependence on middlemen, blocking their access to other market potentials. As a result, the welfare of coffee farmers is generally still very low, due to the low selling price of their crops and the debt bondage to middlemen. This problem also occurs in a group of coffee farmers in Megamendung village, Bogor Regency. The Megamendung area is one of the centers for robusta coffee plantations in Bogor. Coaching coffee farmers with education on improving the quality of production and opening market access for product sharing is expected to be a solution to improving the welfare of coffee farmers in Megamendung village. Community service activities include 1) Survey and discussion of the service team with coffee farmer partners 2) Training on good coffee cultivation and harvesting materials 3) Sorting and packaging training 4). Marketing of crops to end users.
PENERAPAN TEKNOLOGI HIDROPONIK SAYURAN INDIJENES DI KELOMPOK PKK
Nani Yulianti;
Arifah Rahayu;
Setyono Setyono;
Yanyan Mulyaningsih;
Yuliawati Yuliawati
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (505.168 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v12i3.3866
Upaya perbaikan gizi, kesehatan dan tingkat ekonomi masyarakat antara lain dapat dilakukan melalui pengembangan sayuran indijenes (sayuran lokal) dengan teknik hidroponik. Sayuran indijenes dikenal karena kandungan gizi dan zat berkhasiatnya yang tinggi, tetapi sebagian spesiesnya terancam punah. Budidaya sayuran secara hidroponik merupakan teknologi budidaya sayuran tanpa menggunakan media tanah dan dapat dilakukan di lahan sempit. Teknologi hidroponik yang digunakan pada pengabdian ini adalah sistem rakit apung, yaitu teknik hidroponik dengan akar tanaman mengapung pada bak larutan hara.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu-ibu rumah tangga dalam pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam sayuran indijenes secara hidroponik kaitannya dengan pemenuhan gizi keluarga pada masa pandemi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi semangat dalam mengoptimalkan lahan pekarangan. Kegiatan ini melibatkan ibu rumahtangga yang tergabung dalam Kelompok PKK Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, diskusi, praktek dan pendampingan, serta monitoring.
SOSIALISASI GOOD FARMING PRACTICE KAMBING PERAH DI PETERNAKAN BERKAH FAMILY KELURAHAN CIBULUH BOGOR UTARA
Handarini, Ristika;
Winugroho, Mohammad;
Kardaya, Dede;
Sudrajat, Deden;
Baharun, Abdullah;
Jatmiko, Jatmiko
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.835 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v7i1.3966
Peraturan Menteri No. 64/Permentan/OT.140/5/2014 tentang Pedoman Budidaya Kambing Perah yang Baik (Good Farming Practice) perlu disosialisasikan agar peternak memahami pedoman dan syarat minimal budidaya kambing perah serta bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha peternakan kambing perah di Indonesia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan berbagai aspek tatalaksana budidaya kambing perah meliputi: bibt kambing perah, perkandangan, pemberian pakan, manajemen reproduksi dan biosekuriti kambing perah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Peternakan Berkah Family di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor Jawa Barat dengan jarak sekitar 20 km dari Universitas Djuanda selama 5 minggu. Pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri atas dosen dari Universitas Djuanda dan lima orang mahasiswa Program Studi Peternakan. Metode pengabdian adalah direct method dengan bentuk kegiatan penyuluhan dan praktek. Penyuluhan terkait semua aspek tata laksana kambing perah. Praktek yang dilakukan: penyusunan ransum dan sanitasi kandang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak belum pernah mengetahui ada peraturan terkait GFP kambing perah. Peningkatan pemahaman atau pengetahuan setelah dievaluasi berdasarkan kegiatan pre dan post test, hasil dari sosialisasi Peraturan Menteri No. 64/Permentan/OT.140/5/2014 tentang Pedoman Budidaya Kambing Perah yang Baik sebesar 15.65%. Kesimpulan dari kegiatan PkM adalah adanya peningkatan pengetahuan sebesar 15,65% terhadap penyuluhan materi yang disampaikan. Praktek penyusunan ransum dan penerapan sanitasi kandang secara rutin akan diterapkan sebagai upaya menekan biaya pakan dan menjamin kesehatan bagi peternak dan produk yang dihasilkan terutama pada kondisi pandemic Covid-19. Disarankan: dilakukan pendampingan secara berkesinambungan untuk memantau penerapan hasil transfer pengetahuan dan praktek yang telah dilakukan oleh peternak mitra Berkah Family.
PENGOLAHAN DAGING DAN TELUR ITIK AFKIR GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KELUARGA KELURAHAN BOJONGKERTA BOGOR SELATAN
Anggraeni, Anggraeni;
Wahyuni , Dewi;
Malik, Burhanudin
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.386 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v7i1.4021
Duck meat is a source of protein from poultry which can be used to meet human animal protein needs. This is because duck meat has good nutritional content like chicken meat. However, duck meat is less favorable than chicken meat. Utilization of rejected ducks (Cairina Moschata) is still very limited. Refined duck meat has a characteristic odor, namely off odor and a rough and tough texture, so it requires separate handling so that it can be used further. Utilization of male or rejected duck meat has not been widely developed in the wider community. Meat tenderness is influenced by connective tissue protein, the older the livestock, the amount of connective tissue is greater, causing the meat to become tough or tough. This condition causes the rejected livestock to have a low selling price. Processing of meat and eggs can improve organoleptic and increase the variety of processed forms, allowing the preparation to be available at all times and save time and effort before the food is ready to be served. Bojongkerta Village has potential in duck farming. Ownership of land for farmers is relatively broad and is supported by less dense community settlements. However, the potential of the area is not supported by adequate.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER UNTUK FASILITAS UMUM DI DESA HARKATJAYA DALAM RANGKA PENCEGAHAN COVID-19
Uzwatania, Fina;
Delfitriani, Delfitriani;
Syarbaini, Ahmad;
Ma'ruf, Amar;
Ginantaka, Aditia;
Miftahudin, Miftahudin
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.618 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v7i2.4024
Masyarakat Desa Harkatjaya Kabupaten Bogor, merupakan masyarakat dengan tingkat perekonomian rendah dengan mayoritas pencaharian masyarakat adalah petani dan pedagang. Setelah terjadi bencana alam dan wabah Covid-19 kegiatan masyarakat terhambat. Kondisi infrastruktur pendukung kesehatan mayarakat tidak terpenuhi terutama dalam pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit sehingga kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan informasi mengenai wabah Covid 19. Target yang diharapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dalam upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 serta memahami dan mengerti cara pembuatan hand sanitizer yang baik dan benar melalui pendampingan terstruktur, untuk dapat diterapkan pada fasilitas umum dan rumah tangga.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MAWAR MERAH UNTUK MENGOLAH KERIPIK BAYAM DENGAN BAIK DI DESA CIJUREY KABUPATEN SUKABUMI
Widjayanti, Widjayanti;
Arahmah, Siti Anissa;
Darajat, Aditya;
Apriansyah, Agung Hidayat;
Aminullah, Aminullah
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (631.658 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v7i2.4045
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa pelatihan Cara Produksi Pangan yang Baik atau Good Manufaturing Practice (GMP) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha industri kecil tentang proses produksi yang memenuhi standar produksi guna meningkatkan mutu produk dan daya saing. Metoda pendekatan dalam menyelasaikan masalah yang ada yaitu dengan melakukan Metode Transfer Ilmu kepada Kelompok Wanita Tani Mawar Merah melalui pelatihan penyuluhan CCPB dan menerapkannya di dalam sistem dan proses produksi sehingga mampu memperbaiki mutu produk dan meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan KWT Mawar Merah. Penilaian CPPB yang dilakukan untuk melihat sejauh mana penerapan CPPB di kelompok dalam mengolah keripik bayam. Adapun berdasarkan evaluasi audit yang telah dilakukan KWT Mawar Merah termasuk kriteria CPPB-IRT level IV dengan standar sebagai berikut: penyimpangan minor tidak tidak tersedia, penyimpangan mayor tidak tersedia, penyimpangan serius lebih dari lima, dan penyimpangan kritis lebih dari satu, di mana KWT Mawar Merah masih memiliki jumlah penyimpangan serius sebanyak 6 buah ketidaksesuaian dan jumlah penyimpangan kritis sebanyak 5 buah.
TEKNOLOGI BERKELANJUTAN PADA LIMBAH KULIT KOPI
Wachdijono Wachdijono Wachdijono;
Siti Wahyuni;
Umi Trisnaningsih
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.173 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v12i3.4111
AbstrakKopi merupakan komoditas yang sangat melimpah di Indonesia dan bernilai ekonomi tinggi. Pada umumnya kopi dijual dalam bentuk kopi biji (greenbean). Namun pada faktanya, kopi yang bernilai ekonomi tinggi tersebut telah memberikan limbah kulit kopi yang juga melimpah dan belum banyak dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi berkelanjutan pada limbah kulit kopi di Desa Cibeureum Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan pengabdian selama bulan Februari – Maret 2021. Sasaran pengabdian adalah anggota Kelompok Tani Sekar Manik Sejahtera Desa Cibeureum. Metode pengabdian berupa pelatihan, diskusi dan pre-test post-test. Hasil yang dicapai bahwa terjadi peningkatan pengetahuan anggota kelompok tani terhadap nilai manfaat limbah kulit kopi untuk menunjang kesuburan lahan budidaya kopi dan nilai ekonominya, anggota kelompok tani bisa mempraktekkan langsung teknologi pembuatan bokhasi/kompos limbah kulit kopi dengan menggunakan bahan aktif (decomposer) EM4 dan mengetahui kandungan unsur haranya. Pihak mitra berperan sebagai sasaran pelaksanaan kegiatan pengabdian sehingga diperlukan kerjasama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Swadaya Gunung Jati secara berkelanjutan. Kata kunci: Bokhasi/kompos; Kelompok Tani, Kuningan; Limbah kulit kopi; Teknologi berkelanjutan
ADVOKASI DAN PENYULUHAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN TANAH HGU PTPN VIII GUNUNG MAS OLEH MASYARAKAT CITEKO DAN CISARUA SELATAN
Ma’arif, Rizal Syamsul;
Roestamy, Martin
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.126 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v7i1.4187
Tujuan penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui dan menganalisa konsep dan politik enclaving tanah terlantar ex Hak Guna Usaha (HGU) di Indonesia 2) Untuk mengetahui dan melakukan analisis hukum mengenai pengembangan model enclaving atas tanah terlantar ex Hak Guna Usaha (HGU) PT. Perkebunan Nusantara untuk pengembangan usaha pondok pesantren di kawasan Bopunjur.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian analisis yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif mengkombinasikan bahan hukum sekunder dengan bahan hukum primer sehingga menghasilkan analisis fakta yang terjadi dilapangan.Hasil penelitian ini yaitu : 1) konsep dan politik enclaving atas tanah ex perkebunan dan pertanian di Kawasan Bopunjur dapat di manfaatkan sebagai pengembangan usaha pondok pesantren dapat dilakukan dengan memperhatikan jangka waktu 3 tahun tanah tersebut sudah tidak sesuai peruntukannya. Dan bahkan cenderung di terlantarkan maupun telah mengalami beberapa operalih garapan. 2) model pengembangan enclaving atas tanah PTPN VIII yang terlantar yaitu dengan mengikuti prosedur kerjasama pemberdayaan asset selama 5 tahun, dalam perjalanannya dapat ditingkatkan menjadi sertifikat hak pakai dan selama 3 tahun berturut-turut bisa di mohonkan enclav kepada BPN Provinsi karena Bopunjur menjadi kawasan yang langsung dibawah naungan BPN Provinsi dengan memperhatikan asas kemanfaatan tanah terlantar tersebut menjadi kegiatan produktif.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN BERBASIS KOMPUTERISASI PADA USAHA PAKAN TERNAK
I Nyoman Sutapa;
I Gde Agung Wira Pertama;
Ni Putu Riski Martini
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (744.657 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v12i3.4408
Kecamatan payangan kabupaten Gianyar provinsi BALI memiliki perkembangan jumlah peternak yang semakin tahunnya semakin meningkat, hal ini menyebabkan banyak usaha dagang pakan ternak bermunculan namun, usaha dagang tersebut masih banyak yang belum memiliki sistem pembukuan yang baik sehingga para pedagang kesulitan untuk menghitung berapa jumlah saldo yang sebenarnya baik itu saldo hutang, piutang, dan perputaran kas. Selain itu para pedagang terkendala dengan peminjaman modal ke pihak perbankan karena perbankan meminta data keuangan yang sesuai standar. Untuk itu pengabdian ini dilakukan dengan memilih salah satu usaha dagang pakan ternak yang bisa diajak menjadi mitra Kerjasama pengabdian di kecamatan payangan. Metode pelaksanaan untuk program kemitraan masyarakat ini adalah dengan Pemasangan alat untuk mempermudah proses pencatatan keuangan, Sosialisasi proses pencatatan dengan sistem informasi akuntansi, Sosialisasi penggunaan laporan keuangan dengan sistem informasi manajemen. Hasil dari program kemitraan masyarakat ini adalah memberikan solusi berupa Terpasangnya 1 unit tablet untuk melakukan pencatatan dan 1 unit printer untuk mencetak nota, Peningkatan pemahaman proses pencatatan akuntansi dengan menggunakan sistem informasi akuntansi dan Mitra mampu menggunakan informasi akuntansi untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan manajemen.
PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN TANAMAN HERBAL PLANTAGO MAJOR MENJADI PRODUK TEH HERBAL DI DAERAH PEDUNGAN
Vivin Angelin;
SUKADANA I WAYAN
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (717.79 KB)
|
DOI: 10.30997/qh.v12i3.4441
Tidak sedikit masyarakat yang masih belum mengetahui tentang manfaat dari tanaman herbal plantago major sebagai obat tradisional termasuk juga beberapa masyarakat yang berada di sekitaran Daerah Pedungan. Berdasarkan survei yang dilakukan ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dan khasiat dari tanaman herbal plantago major. Bahkan banyak masyarakat yang mengira bahwa tanaman ini merupakan tanaman liar yang sering dipandang sebelah mata karena tanaman ini mudah tumbuh seperti di ladang, lahan kosong, bahkan di pekarangan rumah. Dengan demikian, sudah seharusnya berperan aktif dalam memberikan edukasi salah satunya melalui media digital yang efektif sebagai sarana penyampaian informasi diantaranya adalah dapat menginformasikan pada masyarakat pada cakupan yang lebih dengan hanya melihat konten-konten yang diposting sehingga informasi dapat tersalurkan meski tidak bertatap muka dengan luas secara langsung. Dengan pelaksanaannya edukasi melalui media sosial yang berisikan konten-konten bermanfaat dan video pengobatan tanaman herbal plantago major, masyarakat akan mengetahui pemanfaatan dan pengolahan tanaman herbal plantago menjadi teh herbal sebagai obat tradisional. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam merawat dan menjaga, serta mampu memanfaatkan tanaman di lingkungan sekitar.