cover
Contact Name
Muhammad Subchan
Contact Email
dikdaya.unbari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dikdaya.unbari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Dikdaya
ISSN : 20885857     EISSN : 25807463     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Dikdaya ISSN 2088-5857 (Print) ISSN 2580-7463 (Online) adalah peer-review jurnal akses terbuka yang bertujuan untuk berbagi dan diskusi mengenai isu dan hasil penelitian yang lagi hangat pada saat ini. Jurnal Ilmiah Dikdaya diterbitkan oleh Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Batanghari Jambi, Jurnal ini mencakup bidang ilmu pendidikan dan pengajaran, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jurnal Ilmiah Dikdaya terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan September. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian tentang pendidikan dan pengajaran, dan artikel yang masuk hendaknya bukan hasil plagiat dan belum dipublikasikan di tempat lain. Artikel akan di review oleh reviewer dan hasilnya akan dikomunikasikan kepada penulis. Jurnal Ilmiah Dikdaya membuka peluang sebesar-besarnya bagi penulis yang ingin berkontribusi didalamnya sesuai dengan focus dan scope jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Studi Kasus Tentang Tenun Songket Unggan Di Kabupaten Sijunjung Pangestu, Vella Dinuqura; Novrita, Sri Zulfa
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.739

Abstract

Tenun songket unggan adalah kain tenun istimewa dari Kabupaten Sijunjung yang dibuat dengan teknik menyungkit benang pakan, menggunakan benang emas, perak, atau berwarna untuk menghasilkan kesan indah. Penelitian ini bertujuan menambah pengetahuan tentang bentuk dan proses pembuatan songket unggan, menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan pemilik usaha dan pengrajin songket di Sijunjung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Motif songket unggan mencakup motif seperti lansek manih, pucuak rebung, dan bungo melur. Proses pembuatan dimulai dari mendesain motif, menggulung benang, menyusun helaian benang, hingga menenun. Benang lungsi diikat sesuai desain, kemudian diselipkan benang emas atau perak secara berulang untuk membentuk motif sesuai yang diinginkan. Kata Kunci: bentuk motif songket unggan, proses pembuatan songket unggan
Perbedaan Jenis Bahan Terhadap Hasil Teknik Double Controlled Pleats pada Mini skirt Nurfadhila, Emi; Nelmira, Weni
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.781

Abstract

Double Controlled Pleats is a type of pleat on clothing that is loose in the middle so that it produces a three-dimensional effect. The application of double controlled pleats on clothing is still rarely found. This study aims to analyze the differences in material types on the results of the double controlled pleat fabric technique on mini skirts in terms of the stability of the pleat shape, neatness of the pleats, proportions, and aesthetic value using bridal and shantung satin materials. This study is an experimental study with a quantitative method. The type of primary data with an assessment carried out by 18 panelists, the assessment results were processed using quantitative descriptive analysis and inferential analysis with the help of SPSS 25. The results showed that there were significant differences in the finished results of double controlled pleat fabric on bridal and shantung materials in terms of the stability of the pleat shape and neatness of the pleats while in terms of proportion and aesthetic value there were no significant differences. The Independent T-Test for differences in material types on the finished results of double controlled pleats obtained t-count <significance = 0.000 <0.05. Thus it can be concluded that there are differences in the types of materials on the finished results of double controlled pleats.
Pengaruh Penggunaan Media Video Pembuatan Pola Dressmaking Terhadap Hasil Praktikum Pada Siswa Tata Busana Di SMKN 3 Kota Solok Darma, Salsabila; Ernawati, Ernawati
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media video pembuatan pola Dressmaking terhadap hasil praktikum siswa tata busana di SMK N 3 Kota Solok.Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan model regresi sederhana.jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Istrumen penelitian menggunakan angket yang dianalisis menggunakan skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI Tata Busana yang berjumlah 52 orang. teknik pengumpulan data menggunakan quisioner dan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deksriptif. Pengaruh penggunaan media video dapat di analisis dengan data berdasarkan hasil uji-t(t- test) di peroleh hasil praktikum siswa kekas X dan XI tata busana dengan nilai Koefisien regresi sebesar 0,274 dengan t hitung 9,648 pada sig. 0,00 < 0,05.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media video pembuatan pola dressmaking berpengaruh terhadap hasil praktikum siswa tata busana di SMK N 3 kota solok.
ANALISIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Rahmadani, Leni; Masbirorotni, Masbirorotni
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.761

Abstract

Kebijakan pendidikan di Indonesia saat ini harus lebih berorientasi pada penerapan standar pendidikan yang telah ditetapkan, termasuk Standar Kompetensi Lulusan (SKL). SKL merupakan parameter utama untuk menilai keberhasilan pendidikan di berbagai jenjang, dengan tujuan menghasilkan lulusan yang kompeten dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, implementasi SKL menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya pendidikan, ketidakseragaman penerapan akibat perbedaan sosial dan budaya, serta transisi kurikulum yang sering terjadi. Artikel ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat untuk mendukung keberhasilan SKL. Pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan sosial diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk menganalisis penerapan SKL dan memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas pendidikan berbasis standar kompetensi.
Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Jobsheet dan Video Pembelajaran Menggambar Desain Busana Kasual dengan Aplikasi Ibis Paint X SMKN 1 Sijunjung Syaryani, Riska Nava; Ernawati, Ernawati
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar desain busana kasual dengan aplikasi Ibis Paint SMKN 1 Sijunjung menggunakan jobsheet dan video. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatis dengan bentuk quasi experiment dan menggunakan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Desain. Kelompok eksperimen menggunakan video, sedangkan kelompok kontrol menggunakan jobsheet. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Tata Busana dengan jumlah 71 orang. Sampel dalam penelitian ini seluruh populasi dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah rubik penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji analisis deskriptis, uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar desain busana pada kelas kontrol adalah 76,5, sedangkan pada kelas eksperimen adalah 83,5. Uji-t menunjukkan nilai thitung 4.671 > ttabel 1,994945 dengan sig. (2-tailed) 0,000<0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, penggunaan video terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar desain busana kasual di kelas X SMKN 1 Sijunjung.    
Pengaruh Praktik Kerja Industri dan Efikasi Diri terhadap Kesiapan Kerja Siswa Tata Busana Di SMK N 8 Padang Takhwil, Annissah Siti; Novrita, Sri Zulfia
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.805

Abstract

Berdasarkan data penelusuran tahun 2021 hingga 2023, hanya 70 (38%) dari 182 alumni Tata Busana yang sudah bekerja. Hal ini bertolak belakang dengan tujuan SMK sebagai satuan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didiknya untuk bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh : (1) Prakerin terhadap Kesiapan Kerja (2) Efikasi Diri terhadap Kesiapan (3) Prakerin dan Efikasi Diri terhadap Kesiapan Kerja. Desain penelitian ini menggunakan metode Ex post facto dengan jenis data primer dan sekunder. Sumber data diperoleh dengan total sampling sebanyak 49 siswa. Instrument penelitian menggunakan skala Likert yang telah teruji validitas dan reabilitasnya. Selanjutnya data dianalisis melalui analisis deskriptif dengan metode pengkategorian penilaian. Hasil penelitian menyimpulan : (1) Pengalaman Prakerin siswa 72,8% (Tinggi) serta Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Prakerin terhadap Kesiapan Kerja dengan nilai kontribusi sebesar 39,7%, (2) Efikasi Diri siswa 74,9% (Tinggi) serta Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Efikasi Diri terhadap Kesiapan Kerja dengan nilai kontribusi 52,9 %, dan (3) Kesiapan Kerja siswa 72,5 (Sedang) serta Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Prakerin dan Efikasi Diri secara bersama – sama terhadap Kesiapan Kerja dengan nilai kontribusi sebesar 92,7%.
Pengaruh Penggunaan Video Tutorial Pembuatan Kampuh Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar-Dasar Busana Siswa Kelas X Busana SMKN 3 Pekanbaru Khairani, Fitranada Ihsanul; Nelmira, Weni
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi kesulitan siswa dalam membuat kampuh pada mata pelajaran Dasar-Dasar Busana, yang menyebabkan lebih dari 50% siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Maka diperlukan strategi baru dalam penggunaan media atau metode pembelajaran yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Makadigunakan video tutorial sebagai media pembelajaran alternatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen, yaitu Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Busana 1 dan X Busana 2 SMKN 3 Pekanbaru tahun pelajaran 2024/2025, berjumlah 72 orang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 84,21 dibandingkan kelas kontrol 79,98. Perbedaan hasil belajar didapatkan dari hasil analisis data menunjukkan nilai thitung 2,965 > ttabel 1,994 atau sig. (2-tailed) 0,004 < 0.05. Sehingga disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh hasil belajar siswa yang diajar menggunakan video tutorial dengan siswa yang diajar secara konvensional
Problematika Penggunaan Gadget dalam Proses Pembelajaran Kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Batang Kuis T.A 2024/2025 Manalu, Magdalena NW; Fimansyah, Wira
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika penggunaan gadget dalam proses pembelajaran siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Batang Kuis Tahun Ajaran 2024/2025. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk problematika yang dialami dalam proses pembelajaran, tanggapan guru mengenai penggunaan gadget dalam proses pembelajaran, serta upaya yang dapat dilakukan untuk penerapan penggunaan gadget yang baik pada proses pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gadget dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif jika digunakan dengan benar, namun penyalahgunaannya dapat menyebabkan problematika pada proses dan hasil belajar siswa, dan diperlukan sinergi antara siswa dan pihak sekolah untuk mengoptimalkan penggunaan  gadget  secara bijak dalam  mendukung  pembelajaran.
Pengembangan Media Video Interaktif pada Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini TK IB 71 Sialang Gaun Oqtika, Yulia; Salahudin, Amar; Ningsih, Sri Yunimar
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.718

Abstract

Education is defined as a process related to human potential (ability, capacity) that is easily influenced by habits, which are then perfected with good habits, through media that are arranged and managed in such a way by humans to help others or themselves in achieving the goals set. In Indonesia itself, a 12-year compulsory education program has been implemented, starting with Kindergarten (TK), Elementary School (SD), Junior High School (SMP), and Senior High School (SMA). This shows that the early education taken by a person will be the basis for the emergence of positive social attitudes and growth regarding a knowledge competency.      Character building and the formation of social attitudes that are easy to do when the child is still in Kindergarten The childhood growth period is the "Golden Age", the Golden Age is the age of children when they are zero to six years old, this age is at the best development for the child's physical and brain. Early Childhood Education is an effort to foster children from birth to the age of six years carried out through the provision of educational stimulation to help physical and spiritual growth and development so that children are ready to enter further education. Education has a very important meaning or significance in preparing children to build their future.     Early Childhood Education is a form of education that focuses on the direction of growth and six developments, namely: moral and religious development, physical development, namely gross and fine motor coordination, intelligence or cognitive, namely thinking power and creativity, social emotional, namely attitudes and emotions, language and communication, in accordance with the uniqueness and stages of development based on the age group that has been passed by the child.  Becoming a teacher for early childhood in presenting information to early childhood must use media so that what is to be conveyed to children is easy for children to understand and it is hoped that there will be behavioral development in the form of abilities, attitudes and skills. In modern times as we feel now, the existence and role of information technology in the education system has ushered in a new era of development in the world of education, but this development has not been balanced by an increase in human resources which can later determine the success of the goals of the Indonesian education world. New technologies often gather a lot of excitement and impact. Early childhood feels happy and interested when learning if the learning media uses a computer/laptop, children will prefer learning that is made and equipped with animations, images, music and videos.
Unsur Fisik Seloko Adat Pernikahan Masyarakat Desa Ladang Panjang Kabupaten Sarolangun Sebagai Alternatif Materi Ajar Puisi di SMP Zubaidah, Liza; D, Yusra; Ningsih, Arum Gati
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan unsur fisik apa saja yang terdapat dalam seloko adat pernikahan masyarakat Desa Ladang Panjang Kabupaten Sarolangun dan bagaimana pemanfaatannya sebagai alternatif materi pembalajaran Bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan pendekatan struktural. Data penelitian ini berupa kata-kata, frasa, dan kalimat seloko yang ada pada sumber data berupa naskah seloko adat pernikahan, rekaman, dan foto prosesi adat pernikahan masyarakat Desa Ladang Panjang Kabupaten Sarolangun antara Marsudi bin Baktiar Abak dengan Khuzaimah binti Ali Martado yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2023. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa unsur fisik yang terdapat pada seloko adat pernikahan masyarakat Desa Ladang Panjang yang terdiri dari: (1) Diksi yang digunakan dalam seloko adat pernikahan masyarakat Desa Ladang Panjang, (2) Imaji yang digunakan dalam seloko adat pernikahan masyarakat Desa Ladang Panjang, (3) Kata Kongkret yang digunakan dalam seloko adat pernikahan masyarakat Desa Ladang Panjang, (4) Bahasa Figurati yang digunakan dalam seloko adat pernikahan masyarakat Desa Ladang Panjang, (5) Rima yang digunakan dalam seloko adat pernikahan masyarakat Desa Ladang Panjang. Unsur Fisik yang terdapat dalam seloko adat pernikahan masyarakat Desa Ladang Panjang terdiri dari delapan seloko pada unsur diksi, sepuluh seloko pada unsur imaji, lima seloko pada unsur kata konkret, Sembilan seloko pada unsur bahasa figurative, dan enambelas seloko pada unsur rima. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat lima unsur fisik yang membangun seloko adat pernikahan masyrakat Desa Ladang Panjang, yaitu terdiri dari diksi, imaji, kata konkret, bahasa figuratif dan rima. Unsur isik seloko dapat di jadikan sebagai alternate materi pembelajaran bahasa Indonesia di SMP.