cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
Analisa pola asuh orang tua dengan harga diri pada siswa/siswi Sekolah Menengah Atas Mardhatilah Hasdianasari; Teguh Pribadi; Lolita Sary
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.1604

Abstract

Analysis of patterns of parenting and self-esteem among high school studentsBackground: Low self-esteem is a feeling of worthlessness. Family is one factor that determines an adolescent's personality. The form of adult parenting improves the child's personality when he is an adult.Purpose: To an analysis of patterns of parenting and self-esteem among high school studentsMethod: Quantitative research with time research in a cross-sectional study. The population in this study were grade X high school students at Bandar Lampung in 2019 with a sample of 198 respondents. The instrument of data collection in this study used a questionnaire. Data analysis using Chi-Square test.Results: The findings, most of the respondents were male, namely 173 (87.4%), respondents who had low self-esteem were 70 (35.4%), felt that their father was dominant in providing care 135 (68.2%), respondents Those who feel they have authoritarian parenting are 33 (16.7%), permissive parenting is 27 (13.6%), neglected parenting is 44 (22.2%), undemocratic parenting is 104 (82.5%) and (p-value = 0.000 and OR = 4.143), (p-value = 0.984), (p-value = 0.00 and OR = 4.100), (p-value = 0.000 and OR = 7.556).Conclusion: There is a relationship between authoritarian parenting, neglect, and self-esteem among high school students. There is no relationship between permissive parenting and self-esteem among high school students. Suggestions: School management and psychological counseling to pay attention more to the importance of parenting that deserves high self-esteem in adolescents.Keywords: Patterns of parenting; Self-esteem; High school studentsPendahuluan: Harga diri rendah  adalah perasaan  tidak berharga, tidak berarti dan  rendah  diri yang berkepanjangan   akibat evaluasi yang negatif terhadap  diri sendiri atau  kemampuan diri. Keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepribadian seorang remaja. Bentuk pola asuh orangtua mempengaruhi pembentukan kepribadian anak saat dia dewasa.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan harga diri pada siswa di SMK “A” Kota Bandar Lampung Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan waktu dalam penelitian ini secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK A Bandar Lampung  pada tahun 2019 dengan jumlah sampel 198 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Sebagian besar responden merupakan laki-laki yaitu sebanyak 173 orang (87,4%), responden yang mengalami harga diri rendah sebanyak 70 orang (35,4%), orangtua responden yang dominan dalam pemberian pola asuh adalah bapak yaitu 135 orang (68,2%), responden yang memiliki pola asuh otoriter sebanyak 33 orang (16,7%), pola asuh permisif sebanyak 27 orang (13,6%), pola asuh diabaikan sebanyak 44 orang (22,2%), pola asuh demokratis sebanyak 94 orang (47,5%) dan (p-value = 0,000 dan OR= 4,143), (p-value = 0,984), (p-value = 0,000 dan OR= 4,100), (p-value = 0,000 dan OR= 7,556).Simpulan: Terdapat hubungan pola asuh otoriter, diabaikan dan demokratis dengan harga diri pada siswa di SMK “A” Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Tidak terdapat hubungan pola asuh permisif dengan harga diri pada siswa di SMK “A” Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Saran : Dalam penelitian ini diharapkan orangtua lebih memahami tentang pentingnya pola asuh yang tepat agar terbentuk harga diri yang tinggi pada anak remaja.
Pengawasan pada kualitas asuhan keperawatan dan pelaksanaan perawat dalam pemberian asuhan keperawatan Eka Yudha Chrisanto; Triyoso Triyoso; Bina Riani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1842

Abstract

Supervision in nursing care quality and evidence in practice among staff nursesBackground: In achieving service performance, the number of outpatient visits in 2013 was 35,120 people or an average of 119 people per day or decreased by 18.5% and in 2016 23,449 people with an average of 95 people per day or a decrease of 19.1%, which means there is a decrease in patient visits at the hospital. In hospitalization, 2013 amounted to 12,219 people and in 2016 amounted to 10074 people which means a decrease of 17.5%.Purpose: To determine the relationship between supervision in nursing care quality and evidence in practice among staff nurses.Method: Type of quantitative research with Cross Sectional approach. Target in the research of all nurses, the place of research will be carried out in the Perinatology room of the Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province. the research time is planned for April - May 2019. Results: The majority of respondents with a good performance of 67.9% and the majority of respondents with good supervision that is as much as 58.0% There is a relationship of supervision with the performance of nursing care for nurses in children's with a P-value of 0.001 and OR: 5,484Conclusion: There is a relationship of supervision with the performance of nursing care for nurses in the inpatient room. The performance of nursing care for nurses must be developed, not only by nurses in person but need support from various related parties through good relations, mutual trust, and mutual understanding between various systems in hospital organizationsKeywords: Supervision; Nursing care quality; Evidence in practice; Staff nurses.Pendahuluan: Dalam pencapaian kinerja pelayanan, jumlah kunjungan pasien rawat jalan Tahun 2013 sebanyak 35.120 orang atau rata-rata perhari 119 orang atau turun sebesar 18,5% dan di tahun 2016 sebanyak 23.449 orang dengan rata – rata perhari 95 orang atau turun sebesar 19,1%, yang artinya terjadi penurunan kunjungan pasien di Rumah Sakit. Pada rawat inap, tahun 2013 sebesar 12.219 orang dan tahun 2016 sebesar 10074 orang yang artinya mengalami penurunan sebesar 17,5%.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerja asuhan keperawatan pada perawat di ruang rawat inap anak.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sasaran dalam penelitian seluruh perawat, tempat penelitian akan dilaksanakan di ruang Perinatologi.Hasil: Sebagian besar responden dengan kinerja baik sebesar 67,9% dan sebagian besar responden dengan supervise baik yaitu sebanyak 58,0%. Ada hubungan supervisi dengan kinerja asuhan keperawatan pada perawat di ruang rawat inap anak dengan nilai P-value 0,001 dan OR: 5.484Simpulan: Ada hubungan supervisi dengan kinerja asuhan keperawatan pada perawat di ruang rawat inap anak. Kinerja asuhan keperawatan pada perawat harus dikembangkan, tidak hanya oleh perawat secara pribadi tetapi perlu dukungan dari berbagai pihak terkait melalui hubungan yang baik, saling percaya, dan saling pengertian antara berbagai sistem didalam organisasi rumah sakit.
Pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap penurunan gejala depresi lansia di panti usia lanjut Ais’yah Surakarta Vitri Dyah Herawati; Indriyati Indriyati; Widiyono Widiyono
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.3932

Abstract

Effectiveness of cognitive behavioral group therapy for depression in elderly people living in institutions.Background: Depression in the elderly caused many factors. The impact of depression decreases the quality of life of the elderly. Nursing interventions need to deal with depression problems in the elderly. Group activity therapy, perceptions stimulation of low self-esteem, and cognitive-behavioral therapy recommend for depression elderly with low self-esteem.Purpose: Knowing the effectiveness of cognitive-behavioral group therapy for depression in elderly people living in institutions.Method: The research design is a quasi-experiment with a pre-post test with a control group, with 30 participants divided by 2 groups (each group comprises 15 participants). The instrument using Geriatric Depression Scale (GDS) and analyzed using the Independent T-TestResults: Finding a significant decrease in depression in the elderly with low self-esteem in the two groups with a decrease of 67.4% in the intervention group and 31.9% in the control group (p-value <0.05), and there was a significant relationship between the characteristics of the elderly (gender, education, marital status, occupation, and comorbid physical illness) with depression in the elderly with low self-esteem (p-value <0.05).Conclusion: Cognitive-behavioral group therapy for depression is recommended to decrease depression in the elderly with low self-esteem.Keywords: Cognitive behavioral group therapy; Depression; Elderly people; Living in institutions.Pendahuluan: Depresi pada orang tua dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dampak depresi sangat membuat kualitas hidup lansia menurun. Diperlukan intervensi keperawatan untuk menangani masalah depresi pada lansia. Terapi aktivitas kelompok, stimulasi persepsi harga diri rendah dan terapi kognitif perilaku direkomendasikan untuk depresi pada lansia harga diri rendah.Tujuan : Mengetahui  Pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap penurunan gejala depresi lansiaMetode : Desain penelitian menggunakan quasi experiment with pre post test, dengan sampel berjumlah  30 partisiapan yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 15 partisipan (kelompok intervensi dan kelompok kontrol). Alat pengumpul yang digunakan Geriatric Depression Scale (GDS). Data dianalisis menggunakan uji Independen T-Test.  Hasil : Menunjukkan ada penurunan depresi pada kelompok intervensi sebelum dilakukan TAK (nilai pre-test) adalah 10,89,setelah dilakukan TAK mengalami peningkatan nilai rerata yaitu menjadi 15,93. Kelompok kontrol dalam penelitian ini juga mengalami peningkatan penerapan TAK yaitu dari nilai 10,30 menjadi 10,52. dan ada hubungan bermakna antara karakteristik lansia (jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan dan penyakit fisik penyerta) dengan depresi pada lansia harga diri rendah (p value < 0,05).Simpulan: TAK stimulasi persepsi harga diri rendah dan terapi kognitif perilaku direkomendasikan untuk depresi pada lansia harga diri rendah.
Analisis efektifitas penggunaan daun sirsak (Annona Muricata linn) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus Meriem Meisyaroh Syamson; Abd Hayat Fakta
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4321

Abstract

Soursop leaf (Annona Muricata Linn) on blood sugar in patients with diabetes mellitus Background: Diabetes Mellitus can also cause kidney failure with a mortality rate of 30%. Preventing the deadly complications of DM requires controlling blood sugar levels. The need for insulin can be adjusted with the control of blood sugar. Diabetes mellitus therapy has been carried out in various ways, either by administering insulin or using commercially available anti-diabetic drugs, known as synthetic drugs. Therapy using synthetic drugs costs a lot and causes side effects. Side effects include bloating and diarrhea. Other side effects that can be caused are an increased risk of myocardial infarction and an increased risk of cardiovascular side effects. The use of traditional medicine in Indonesia itself has begun to be in great demand from the layman to the intellectuals. Therefore, it is important to conduct scientific tests on the ability of plants as traditional medicines that are often used in medicine.Purpose: To know the effectiveness of Soursop leaf (Annona Muricata Linn) on blood sugar in patients with diabetes mellitusMethod: A quantitative study, using the Quasy Experiment Pre Test method, current blood sugar levels, and post-test blood sugar levels after the intervention (oral steeping of soursop leaves). The stages include: collecting data, preparing materials, conducting interviews, checking blood sugar (blood glucose) levels, and the act of giving soursop leaf boiled water by brewing and consuming it orally.Results: A decrease in blood sugar levels is a correlation/relationship between the use of soursop leaves (Annona Muricata Linn) on decreasing blood sugar levels with a significant value of 0.007 (α < 0.05). The results of the paired t-test analysis showed that there was the effectiveness of the use of soursop leaves (Annona Muricata Linn) on reducing blood sugar levels with a p-value of 0.000 (α <0.05) and the value of t count (8.164) > t table was 2.093 so it can be concluded H0 rejected and Ha accepted.Conclusion : There is an effect of Soursop leaf (Annona Muricata Linn) on blood sugar and in patients with diabetes mellitusKeywords: Soursop leaf (Annona Muricata Linn); Blood sugar; Patients; Diabetes mellitusPendahuluan: Diabetes Mellitus juga dapat menyebabkan gagal ginjal dengan angka kematian sebesar 30%. Mencegah terjadinya komplikasi mematikan dari DM diperlukan kontrol kadar gula darah. Kebutuhan insulin dapat disesuaikan dengan adanya kontrol gula darah. Terapi diabetes melitus telah dilakukan dengan berbagai cara, baik pemberian insulin maupun menggunakan obat - obat anti diabetes yang dijual secara komersial, atau yang dikenal sebagai obat sintetis. Terapi dengan menggunakan obat sintetis memerlukan biaya yang tidak sedikit dan menimbulkan efek samping. Efek samping yang ditimbulkan diantaranya adalah kembung dan diare. Efek samping lain yang dapat ditimbulkan terjadinya peningkatan resiko infraksi miokardial dan peningkatan resiko efek samping kardiovaskular. Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia sendiri sudah mulai banyak diminati mulai dari kalangan awam hingga kalangan intelektual. Oleh karena itu, penting dilakukan uji secara ilmiah mengenai kemampuan tumbuh-tumbuhan sebagai obat tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penggunaan daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.Metode: Penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode Quasy Experiment Pre Test, kadar gula darah saat ini, dan post test kadar gula darah setelah intervensi (seduhan oral daun sirsak). Tahapan tersebut antara lain: pengumpulan data, penyiapan bahan, melakukan wawancara, pengecekan kadar gula darah (glukosa darah), dan tindakan pemberian air rebusan daun sirsak dengan cara diseduh dan dikonsumsi secara oral.Hasil: Ada korelasi/hubungan penggunaan daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap penurunan kadar gula darah dengan nilai signifikan sebesar 0,007 (α < 0,05 ). Hasil analisis paired t test menunjukan bahwa terdapat efektifitas penggunaan daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap penurunan kadar gula darah dengan nilai p value 0.000 (α<0,05) dan nilai t hitung (8,164) > t table adalah 2,093 sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima.Simpulan : Ada pengaruh daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap kadar gula darah dan pada penderita diabetes mellitus
Penyuluhan kesehatan berbasis kearifan lokal tentang pemberian vaksin Measles Rubella (MR) pada anak di Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur Eka Trismiyana; Riska Wandini; Suwarto Suwarto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1558

Abstract

Health promotion based on local wisdom against  the Measles Rubella (MR) vaccine to children Background: The target of achieving MR vaccine was 95.12%, with the highest achievement in Sumberejo Health Center reached 118.01% and the lowest in Bumi Emas Health Center was 73.86% and Pugung Raharjo Health Center was 95.80% which still lack achievement bythe Minimum Achievement Standard (SPM).Purpose: To know effectiveness health promotion based on local wisdom against the Measles Rubella (MR) vaccine to childrenMethod: This research was quantitative with a quasi-experimental design. The study held in January - March 2019 at the UPTD Pugung Raharjo Health Center, Sekampung Udik District, East Lampung Regency. The population in this study was mothers who had children aged 1-15 years. The study sample was 20 participants. The object in this study was anxiety before and after health education. Data collection was using a questionnaire. Data analysis used the independent t-test.Results: In the group after being given health promotion had a decrease in anxiety levels for mothers who did not provide Measles-Rubella vaccine with a difference 7.600 point with statistical results obtained t-test > t table, 20.013> 1.725, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05).Conclusion: There was health education and anxiety in parents whose children never received measles rubella vaccine. Suggestion to increasing maternal and community awareness of the importance of MR vaccine and reading leaflets that have been given by officers, for institutions providing information should be carried out a routine home visit technique more effective by using flipcharts and leaflets and putting up posters about the benefits of vaccine MR.Keywords: Health promotion; Local wisdom; Measles Rubella (MR); Vaccine; ChildrenPendahuluan: Target pencapaian vacinasi MR sebesar 95,12%, dengan pencapaian tertinggi di Puskesmas Sumberejo dimana mencapai 118,01% danterendah di Puskesmas Bumi Emas sebesar 73,86% dan Puskesmas Pugung Raharjo sebesar 95,80% yang masih kurang capaiannya sesuai Standar Pencapaian Minimal (SPM).Tujuan: Diketahui kecemasan ibu dan vacinasi measles rubella (MR).Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian quasi eksperimen. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Maret 2019. Tempat penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 1-15 tahun, sampel penelitian sebanyak 20 partisipan. Objek dalam penelitian ini adalah kecemasan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji t independen.Hasil: Pada kelompok sesudah diberikan penyuluhan kesehatan memiliki penurunan tingkat kecemasan terhadap ibu yang tidak memberikan vacinasi MR dengan selisih 7.600 poin, hasil uji statistik didapatkan t-test > t tabel, 20.013> 1.725, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05)Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap kecemasan ibu yang tidak memberikan vacinasi MR. Saran untuk meningkatkan kesadaran ibu serta masyarakat terhadap pentingnya vacinasi MR, dengan mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh petugas dan membaca leaflet yang disediakan oleh petugas. Pemberian informasi sebaiknya dilakukan dengan teknik kunjungan rumah secara rutin karena lebih efektif menggunakan lembar balik untuk penyuluhan serta menyebar leaflet atau menempel poster yang berisikan tentang manfaat vacinasi MR. 
Pengaruh prone position terhadap peningkatan oksigenasi pada pasien covid-19: Systematic review Dian Noviati Kuriasih; Fitrian Rayasari; Ahmad Zubairi; Suryati Suryati; Ninik Yunitri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4894

Abstract

The effect of prone position for increasing oxygenation in patients with COVID-19: A systematic reviewBackground: Prone position is known to reduce mortality in intubated non-COVID-19 patients with moderate to severe acute respiratory distress (ARDS).Purpose: To determine the effect of prone position for increasing oxygenation in patients with COVID-19 by a systematic reviewMethod: Criteria of patients with COVID-19  and pneumonia but not with severe respiratory distress (ARDS) increasing oxygen saturation, preventing the use of HFNC breathing apparatus, and preventing the need for intubation. Search systematically from 5 database s medical (PubMed, Proquest, Embase, Medline, Cinhal ) and 1 manual (Google) performed until 12 October 2020, from 5 databases and 1 manual (Google) found 5 articles that met the inclusion criteria, and 122 patients were included for the final analysis. Results: The severity of disease and the need for intubation decreased by 65,6% in patients.  The prone position to increase oxygenation, prevent disease severity, intubation / ICU, and mechanical ventilation to see the effect of the prone position on increasing oxygen saturation.Conclusion: Prone position indicates increased oxygenation of patients with respiratory disease related to COVID-19. The severity of the disease and the need for intubation decreased by 65.5% in the patients. For this reason, the need for the prone position in COVID-19 patients with pneumonia before falling into ARDS, the provision of the prone position was done randomlyKeywords: Prone Position; Patient; COVID-19; OxygenationPendahuluan: Prone posisi diketahui dapat menurunkan angka kematian pada pasien non-COVID-19 yang diintubasi dengan gangguan pernapasan akut sedang sampai berat (ARDS). Namun literature yang meneliti tentang efek posisi prone pada pasien COVID-19 masih kurang.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh posisi tengkurap terhadap peningkatan oksigenasi pada pasien COVID-19 dengan tinjauan sistematisMetode : Kriteria pasien COVID-19 dengan pneumonia tetapi tidak yang mengalami gangguan pernafasan berat (ARDS) sehingga meningkatkan satursi oksigenasi, mencegah penggunaan alat bantu napas HFNC, dan mencegah kebutuhan intubasi. Pencarian sistematis dari 5 databases medis (PubMed, Proquest, Embase, Medline, Cinhal) dan 1 manual (Geogle) dilakukan hingga 12 oktober 2020, dari 5 databases dan 1 manual (Geogle) ditemukan 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dan 122 pasien dilibatkan untuk analisis akhir.Hasil: Sebagian besar pasien berusia diatas 50 tahun dengan dominasi jenis kelamin laki-laki (67%), peningkatan saturasi oksigenasi 81/122 (66,4%), respiratori rate < 30 x/menit (60%), tidak diintubasi 78/119 (65,5%), dan penurunan jumlah kematian 77/85 (90,6%) dari penelitian. Komplikasi yang berhubungan dengan pemberian posisi prone yang dilaporkan dalam study literature 9% discomfort, 4% worsening oxygenation, 2% coughing,  5 deaths (9%) [1], 42% backpain, 17% tolerated <1 h, 17% required intubation within 72 h, Tetapi menurut study literature Damarla (2020) dan Schifino G, at al (2020) tidak ditemukan komplikasi intubasi dan kematian. Pemberian prone posisi untuk peningkatan oksigenasi, mencegah derajat keparahan penyakit, tindakan intubasi/ICU dan ventilasi mekanik untuk melihat efek prone posisi terhadap peningkatan saturasi oksigenSimpulan: posisi prone menunjukkan peningkatan oksigenasi pasien penyakit pernapasan terkait COVID-19. Derajat keparahan penyakit dan kebutuhan intubasi menurun 65,5% pada pasien. Untuk itu perlunya posisi prone pada pasien COVI-19 dengan pneumonia sebelum jatuh ke acute respiratory distress (ARDS), pemberian posisi prone ini dilakukan secara randomisasi.
Karakteristik pasien tuberkulosis paru yang menjalani program pengobatan di Bandar Lampung Sri Suharti; Dimas Ning Pangesti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4096

Abstract

Patient characteristics on the intensive phase treatment among patients with pulmonary tuberculosis in Bandar LampungBackground: Pulmonary tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Based on data got from the Kemiling Health Center in 2019 there were 38 respondents.Purpose: To find out the patient characteristics on the intensive phase treatment among patients with pulmonary tuberculosis in Bandar LampungMethod: A quantitative approach, the sample was 38 respondents diagnosed with pulmonary tuberculosis on the intensive phase treatment in the public health center. Data collection using interview techniques with questionnaires and analyzed using the chi-square test.Results: Finding the respondents' BMI and LILA in meanwhile, from the results of the LILA measurement with 38 respondents, the result is that 15 (38.5%) was underweight, while 23 (60.5%) was normal. The correlation of all variable characteristic with the intensive phase treatment finding p-value ≥ 0.05.Conclusion: The all of variable characteristic has no relation with the intensive phase treatment.Keywords : The intensive phase treatment; Patients; Pulmonary tuberculosisPendahuluan : Tuberkulosis paru (TB) adalah penyakit infeksi menular kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data yang diperoleh  dari Puskesmas Kemiling pada tahun 2019 berjumlah 38 orang.Tujuan : Mengetahui karakteristik pasien selama pengobatan fase intensif pada penderita tuberkulosis paru di Bandar LampungMetode : Pendekatan kuantitatif, sampel sebanyak 38 responden yang terdiagnosis tuberkulosis paru pada perawatan fase intensif di Puskesmas. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Didapatkan IMT dan LILA pada responden hasil pengukuran LILA dengan 38 responden didapatkan hasil bahwa 15 (38,5%) tergolong underweight, sedangkan 23 (60,5%) tergolong normal. Korelasi semua karakteristik variabel dengan perlakuan fase intensif menemukan p-value ≥ 0.05.Simpulan : Semua karakteristik variabel tidak ada hubungannya dengan menjalani program pengobatan.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja usia 15-18 tahun Apriyadi Apriyadi; Dessy Hermawan; Lolita Sary
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1901

Abstract

Sociocultural factors in practices of early marriage  in 15–18 years old adolescentBackground: Early marriages have a negative impact on health, both for mothers from pregnancy to childbirth and infants due to imperfect reproductive organs. Immature reproductive organs cause women who get married early at risk. In Gunung Labuhan Village, Sungkai Selatan District in 2017 there were early marriage with 27 people married at less than 18 years old.Purpose:  To identify Sociocultural factors in practices of early marriage  in 15–18 years old adolescentMethod: A quantitative, case control research design. The population in this study were all adolescents in Gunung Labuhan Village, Sungkai Selatan District, North Lampung Regency in 2018 with 341 people with 27 cases of early marriage and 27 controls. Statistical tests using the chi square test.Results: There is a relationship between education, parental education, occupation, parental occupation, income with early marriage in Gunung Labuhan Village, South Sungkai District, North Lampung Regency 2018. Suggestions are expected to socialize the time of marriage and the impact of early marriage through counseling and using language that is easily understood to children who entering the age of young women and parents.Conclusion: that the average age is 16.22, the standard deviation is 0.80, the range is 15-17 years, the basic education is 18 (66.7%) respondents, the job is to work 20 (74.1%) the respondents, the parents' work is not permanent 17 (63.0%) respondents, low income 14 (51.9%). The relationship between early marriage and education (p-value 0.014), the relationship between early marriage and parental education (p-value 0.028), the relationship between early marriage and work (p-value 0.006), the relationship between early marriage and parental occupation (p-value 0.029), the relationship between early marriage and income (p-value 0.049).Keywords: Sociocultural factors; Practices of early marriage; Adolescent (15–18 years old)Pendahuluan: Pernikahan usia dini berdampak buruk pada kesehatan, baik pada ibu dari sejak hamil sampai melahirkan maupun bayi karena organ reproduksi yang belum sempurna. Belum matangnya organ reproduksi menyebabkan perempuan yang menikah usia dini berisiko. Di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Sungkai Selatan pada tahun 2017 terdapat pernikahan usia dini  dengan jumlah 27 jiwa menikah di usia kurang dari 18 tahunTujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja usia 15-18 tahunMetode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasinya seluruh remaja di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara 2018sebanyak  341 orang dengan jumlah kasus pernikahan dini 27 orang, dan 27 kontrol.Uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil: Bahwa usia dengan rata – rata 16,22, standar devisiasi 0,80, rentang 15-17 tahun, pendidikan dasar 18 (66,7%) responden, pekerjaan dengan bekerja 20 (74,1%) responden, pekerjaan orang tua tidak tetap 17 (63,0%) responden, pendapatan rendah 14 (51,9%). Hubungan antara pernikahan dini dengan pendidikan (p-value 0,014), hubungan antara pernikahan dini dengan pendidikan orang tua (p-value 0,028), hubungan antara pernikahan dini dengan pekerjaan (p-value 0,006), ubungan antara pernikahan dini dengan pekerjaan orang tua (p-value 0,029), hubungan antara pernikahan dini dengan pendapatan (p-value 0,049).Simpulan: Ada hubungan pendidikan, pendidikan orang tua, pekerjaan,  pekerjaan orang tua, pendapatan dengan pernikahan usiadini di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara 2018. Saran diharapkan mensosialisasikan waktu  pernikahan dan dampak pernikahan dini  melalui penyuluhan dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami kepada anak yang memasuki usia remaja putri dan orang tua.
Korelasi domain kelelahan dan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Indonesia Ferdy Lainsamputty; Dwi Debi Tampa’i; Nur Hikmah; Tasnim Tasnim
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4349

Abstract

The correlation between fatigue domains and quality of life among patients with hypertension in IndonesiaBackground: Hypertension is one of the main cardiovascular problems worldwide. In Indonesia, hypertension is one of the most common diseases. Fatigue is common and often occurs in hypertensive patients and may contribute to poor quality of life among this population.Purpose: To identify the relationship between fatigue and quality of life among patients with hypertension.Method: This study used descriptive correlational design with cross-sectional approach using 152 convenience samples in a public hospital of Central Sulawesi Province, Indonesia. The instruments used were the Multidimensional Assessment of Fatigue (MAF) and the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Descriptive statistics and bivariate analysis were utilized to test relationships between variables.Results: The physical component of QOL had significant correlation with Global Fatigue Index/GFI (r = -0,17, p < 0.05), severity (r = -0,17, p < 0.05) and distress domain (r = -0,21, p < 0, 01). The psychological component of QOL was associated with GFI (r = -0,26, p < 0.01), severity domain (r = -0,25, p < 0.01), distress (r = -0,28, p < 0.01), and degree of inteference in ADL (r = -0,24, p < 0.01). While the environment component of QOL was correlated with degree of inteference in ADL (r = -0,17, p < 0.05).Conclusion: Participants with more severe fatigue had also poorer QOL in all of its components.Keywords: Fatigue; Hypertension; Quality of lifePendahuluan: Penyakit hipertensi merupakan salah satu masalah utama kardiovaskular di dunia. Di Indonesia, hipertensi termasuk dalam penyakit dengan jumlah kasus terbanyak. Kelelahan adalah gejala umum yang sering terjadi pada pasien hipertensi dan dapat berkontribusi pada kualitas hidup yang buruk pada populasi ini.Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara kelelahan dan kualitas hidup pada pasien hipertensi.Metode: Penelitian ini berjenis deskriptif korelasi dengan pendekatan potong lintang menggunakan 152 sampel menggunakan teknik convenience sampling di salah satu rumah sakit umum daerah di Sulawesi Tengah, Indonesia. Kuesioner yang digunakan yaitu Multidimensional Assessment of Fatigue (MAF) dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Statistik deskriptif dan analisa bivariat digunakan untuk menguji hubungan antar variabel.Hasil: Komponen fisik kualitas hidup berhubungan secara signifikan dengan GFI (r = -0,17, p < 0,05), domain keparahan (r = -0,17, p < 0,05), dan tekanan  (r = -0,21, p < 0,01). Komponen psikologis kualitas hidup berkorelasi dengan GFI (r = -0,26, p < 0,01), domain keparahan (r = -0,25, p < 0,01), tekanan (r = -0,28, p < 0,01), dan derajat terganggunya aktivitas (r = -0,24, p < 0,001). Komponen lingkungan kualitas hidup hanya berhubungan signifikan dengan domain derajat terganggunya aktivitas (r = -0,17, p < 0,05).Simpulan: Partisipan yang mengalami kelelahan yang lebih berat, juga memiliki kualitas hidup yang lebih buruk pada semua komponen.
Program promosi kesehatan dalam upaya mencegah pernikahan dini Asnuddin Asnuddin; Andi Palla; Wilda Rezki Pratiwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4335

Abstract

The knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion program Background: Adolescence is a period of human life that is very strategic, important and has a broad impact on subsequent developments.Marriage at an early age is prone to reproductive health problems and is prone to stress. Health education media such as videos can be used as a tool in providing health education. The use of video media in providing health education is considered very appropriate to convey health messages to the public, especially among adolescents.Purpose: To determine the effect of the knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion programMethod: Quantitative research with "Quasi Experiment" design with two Group Pretest-Posttest Design approach. Sampling using purposive sampling, the sample in this study were teenage students, with a total population and sample of 94 participants who were divided into two groups, namely groups with online media whatsapp and zoom with 47 participants and groups with offline media face-to-face 47 participants. For the measurement of knowledge using 20 questions with 3 categories, namely Good score 29-40, Enough score 24-28, Less score 0-23. Where the lowest score is 0 and the highest score is 40. The results of the analysis used the T test with a significance level of = 0.05 which was carried out with the help of the SPSS computer program.Results: The study show by nonparametric test using the Wilcoxon test, it was found that the value of p = 0.000, because the value of p = 0.000 <0.05 (α).Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that there is a significant influence between health promotion and online media in preventing early marriage.Keywords: The knowledge; Early marriage practices; Health impacts; Adolescent; Health promotion programPendahuluan: Masa remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pernikahan di usia dini rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi serta mudah mengalami stress. Media pendidikan kesehatan seperti video dapat digunakan sebagai alat bantu dalam memberikan pendidikan kesehatan. Penggunaan media video dalam memberikan pendidikan kesehatan dirasa sangat tepat untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, terutama pada kalangan Remaja.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan terhadap kejadian pernikahan dini.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain “Quasi Experiment” dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu remaja siswa/siswi, dengan jumlah populasi dan sampel 94 partisipan yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok dengan media online whatsapp dan zoom dengan 47 partisipan dan kelompok dengan media offline tatap muka 47 partisipan. Untuk pengukuran pengetahuan menggunakan 20 pertanyaan dengan 3 kategori yaitu Baik skor 29-40, Cukup skor 24-28, Kurang skor 0-23. Dimana skor terendah 0 dan skor tertinngi 40. Hasil analisis menggunakan uji T dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 yang dilakukan dengan bantuan program computer SPSSHasil: Dari hasil nonparametric test dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000, oleh karena nilai p=0.000<0.05 (α).Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan ada pengaruh yang signifikan antara promosi kesehatan dengan media online dalam mencegah pernikahan dini .