cover
Contact Name
Indra Laksmana
Contact Email
indra.puskom@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
indra.puskom@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE)
ISSN : 26552965     EISSN : 26554526     DOI : -
JACE is scientific periodical publication on agribusiness and community empowerment issue as a media for information dissemination of research result for lecturers, researchers and practitioners.
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Comparative Assessment of Robusta Coffee Marketing Channels in Solok City, West Sumatra Azzahra, Nadia; Mutiara, Vonny Indah; Hariance, Rika
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i2.780

Abstract

Coffee stands as a cornerstone of agricultural economies and it has significant roles in the global beverage industry in Indonesia. However, robusta coffee marketing channels issue impacts the prices received by farmers. The price that consumers pay and the price that farmers receive differ significantly. This research offers a comparative analysis robusta coffee marketing channels in Solok City of West Sumatra. This study used a purposive sampling by a survey approach. The survey method involves interviewing and giving questionnaires to 35 farmers, 5 collectors in the village, and 3 wholesalers. The findings indicated the existence of three marketing channels. The first marketing channel shows that farmers received a price of 25,722.22 IDR/kg, with a farmer share of 86.70% and an efficiency of 4.30%. The second marketing channel shows that farmers received a price of 27,812.50 IDR/kg with a marketing efficiency of 3.92% and a farmer share of 94.82%. The third marketing channel shows that farmers received a price of 25,722.22 IDR/kg and a farmer share of  100%, while the marketing efficiency of 1.77%. These findings demonstrate that marketing channel three is the most efficient. To enhance productivity, it is suggested that farmers should consider rejuvenating coffee plants and prioritize the post-harvest process to ensure hygiene and produce high-quality coffee. By increasing coffee productivity and improving coffee quality, it is expected that farmers could gain higher prices and achieve greater profitability.
Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Komoditas Pinang di Pasar Internasional Irwandi, Putra; Anggi Purwanti, Amanda
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i2.782

Abstract

Pinang menjadi salah satu komoditas subsektor unggulan perkebunan di Indonesia. Kebutuhan akan pinang pada berbagai industri seperti pada industri pangan, farmasi, kosmetik dan tekstil mengindikasikan bahwa pinang memiliki prospek ekspor yang menjanjikan. Namun, fluktuasi kuantitas dan nilai ekspor yang dimiliki oleh pinang Indonesia di pasar global mengalami tantangan yang serius dalam mempertahankan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor pinang Indonesia ke pasar interasional. Pendekatan penelitian ini yakni kuantitatif menggunakan data sekunder time series yang berasal dari Trademap dan Bank Dunia dengan kode HS pinang 080280 pada rentang tahun 2013-2023. Analisis yang digunakan adalah RCA (Revealed Comparatif Advantage), DRCA (Dynamic Releaved Comparative Advantage) untuk menganalisis daya saing, serta analisis Gravity Model untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi. Negara pesaing yang diidentifikasi antara lain India, Thailand, Myamar, dan China. Variabel penelitian yang digunakan adalah GDP, GDP perkapita, populasi, dan nilai tukar negara tujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki nilai daya saing yang kuat dan keunggulan komparatif yang tinggi dengan nilai besar dari 1, Dinamika posisi pinang Indonesia pada tiga periode waktu berada pada posisi lagging opportunity, lost opportunity, dan Lagging retreat yang menunjukkan bahwa pangsa pasar pinang Indonesia mengalami penurunan, faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor pinang Indonesia ke pasar internasional menunjukkan bahwa variabel GDP dan GDP perkapita memiliki pengaruh signifikan, sedangkan populasi dan nilai tukar tidak berpengaruh.
Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur Ansar, Ansar; Rosmalah, Sitti; Asriani, Asriani
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i2.784

Abstract

Permasalahan agribisnis cabai di Kabupaten Kolaka Timur dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti fluktuatifnya harga cabai, belum terintegrasinya hubungan antar pelaku, rantai pemasaran yang panjang menyebabkan harga yang dibayar oleh konsumen maupun produsen memiliki perbedaan signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model rantai nilai agribisnis cabai. Sampel petani dalam penelitian ini berjumlah 3 orang, dipilih secara purrposive dari 3 kecamatan yang merupakan sentra pengembangan cabai di Kabupaten kolaka Timur yakni Kecamatan Aere, Tinondo dan Tirawuta. Sampel pedagang cabai di Kabupaten Kolaka Timur berjumlah 2 orang yang ditentukan berdasarkan metode snowball sampling. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan rantai nilai Porter. Hasil penelitian menunjukkan rantai nilai cabai di Kabupaten Kolaka Timur melibatkan tiga pihak utama yakni petani, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer.  Hasil analisis berdasarkan pendekatan Porter menunjukkan pelaku utama yang terlibat dalam rantai nilai cabai adalah petani, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Aktivitas utama yang dilakukan oleh petani berkaitan dengan budidaya cabai sampai pemasaran ke pedagang. Sedangkan aktivitas utama yang dilakukan oleh pedagang pengumpul dan pedagang pengecer memiliki karakteristik yang hampir sama mulai dari pembelian cabai, sortasi dan  penjualan.  Aktivitas pendukung petani antara lain lahan kepemilikan sendiri, modal sendiri, menyewa tenaga kerja dari luar keluarga disamping tenaga kerja keluarga serta penggunaan teknologi yang masih sederhana. Aktivitas pendukung pedagang pengumpul dan pengecer memiliki karakteristik yang hampir sama mulai dari modal mandiri yang terbatas, memanfaatkan tenaga kerja keluarga serta teknologi sederhana. Efisiensi pemasaran diperoleh pada saluran pemasaran pedagang pengumpul yang menjual cabai ke perusahaan tambang dengan keuntungan Rp 16.130/kg. 
Analisis Pengaruh Prinsip 5C Terhadap Keputusan dan Efektivitas Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Sektor Agribisnis di BRI KC Purwokerto Pramasatya, Damar Bhuana; Dharmawan, Budi; Putri, Dindy Darmawati
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v8i1.789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh prinsip 5C terhadap keputusan dan efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor agribisnis di BRI KC Purwokerto. Prinsip peminjaman 5C adalah Karakter, Kapasitas, Permodalan, Kondisi Perekonomian, Agunan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024 di BRI KC Purwokerto. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap penggagas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mempunyai nasabah di bidang agribisnis dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder diperoleh dari dokumentasi data tertulis oleh BRI KC Purwokerto. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling atau pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 orang pemrakarsa kredit di BRI KC Purwokerto. Metode statistik yang digunakan adalah analisis Structural Equation Modeling (SEM) dan pengukuran menggunakan skala Likert untuk menganalisis pengaruh prinsip 5C terhadap keputusan dan efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor agribisnis di BRI KC Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Karakter mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan penyaluran KUR sektor agribisnis dan terhadap efektivitas penyaluran KUR sektor agribisnis; dan variabel Kapasitas mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap efektivitas penyaluran KUR sektor agribisnis. Sedangkan variabel independen lainnya tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Analisa Faktor Internal dan Strategi Pemasaran Pemanfaatan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan Pasaribu, Marya; Hamdi, Edi; Negoro, Dimas Angga; Sunaryanto, Ketut
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v8i1.794

Abstract

Pemanfaatan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif terbarukan memiliki potensi besar dalam mendukung keberlanjutan energi dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal yang memengaruhi pemanfaatan tempurung kelapa serta merumuskan strategi pemasaran yang efektif dalam meningkatkan daya saing produk berbasis biomassa ini. Pendekatan pada penelitian ini dilakukan  secara kualitatif dan kuantitatif dimana analisis data kualitatif untuk memahami faktor eksternal (seperti regulasi, pasar, dan lingkungan) dan analisis kuantitatif untuk perencanaan operasional. Selain itu, pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan untuk mengumpulkan data dari pelaku industri, petani kelapa, serta konsumen potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang berperan signifikan meliputi ketersediaan bahan baku, efisiensi produksi, serta kualitas produk yang memenuhi standar ramah lingkungan. Berdasarkan hasil analisis, strategi pemasaran yang direkomendasikan mencakup peningkatan kesadaran konsumen melalui edukasi tentang manfaat bahan bakar berbasis tempurung kelapa, optimalisasi saluran distribusi, serta penerapan strategi harga yang kompetitif. Dengan implementasi strategi yang tepat, pemanfaatan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif dapat lebih diterima di pasar dan berkontribusi dalam pengembangan energi berkelanjutan.
Strategi Pemasaran Media Sosial Keripik Tempe Krispi Usaha Rumah Tempe di Pontianak Sari, Kumala; Kurniati, Dewi; Suharyani, Anita
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v8i1.798

Abstract

Rumah Tempe dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan UMKM di Pontianak yang memproduksi keripik tempe dengan kemasan berkualitas serta memiliki legalitas seperti PIRT dan sertifikasi Halal. Rumah Tempe beroperasi setiap hari dan mendistribusikan produknya ke berbagai wilayah di Kalimantan, seperti Sintang, Sekadau, dan Singkawang. Penjualan online dilakukan melalui WhatsApp, Facebook, Instagram, dan e-commerce seperti Shopee, tetapi efektivitasnya masih rendah. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya efektivitas pemasaran digital adalah minimnya interaksi di media sosial dan kurangnya strategi promosi yang menarik. Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran digital untuk meningkatkan volume penjualan menggunakan metode SWOT dan QSPM, dengan 12 responden. Hasil SWOT menunjukkan bahwa Rumah Tempe memiliki peluang pasar yang besar, tetapi masih perlu memperkuat kepercayaan konsumen dan efektivitas pemasaran digital. Strategi utama yang dihasilkan meliputi edukasi pasar melalui testimoni pelanggan, peningkatan kualitas dan kebersihan produk, serta diversifikasi produk. Promosi aktif di media sosial dan optimalisasi strategi penjualan online juga menjadi langkah penting. Berdasarkan hasil QSPM, strategi prioritas adalah meningkatkan interaksi dan engagement di media sosial serta memperluas jangkauan pasar melalui platform digital. Implementasi strategi ini mencakup pembuatan konten interaktif, penggunaan influencer lokal, serta iklan berbayar untuk meningkatkan visibilitas produk. Kesimpulannya, optimalisasi pemasaran digital dapat meningkatkan daya saing dan volume penjualan Rumah Tempe, tetapi perlu penguatan promosi, kualitas produk, dan inovasi pemasaran agar hasil lebih optimal.
Strategi Daya Saing Ekspor Pala Indonesia di Uni Eropa Zulhilmi, Muhammad Ivan; Wijayanti, Irene Kartika Eka
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v8i1.799

Abstract

Indonesia merupakan negara pengekspor pala ke dunia dengan salah satu tujuan utamanya adalah ke Uni Eropa. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis daya saing dan strategi untuk mempertahankan ekspor pala Indonesia di Uni Eropa. Pada penelitian ini jenis pala yang di analisis dengan kode Harmonized System (HS) 090811 (Nutmeg, neither crushed nor ground). Penelitian ini menggunakan alat analisis yaitu Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Revealed Comparative Advantages (RCA), Export Product Dynamic (EPD), dan X-Model Potential Export Products. Hasil perhitungan terhadap analisis ISP dengan nilai rerata yaitu 0,9806 yang menunjukkan Indonesia cenderung sebagai negara eksportir pala. Hasil analisis perhitungan RCA > 1, bahwa pala memiliki keunggulan komparatif yang kuat untuk ekspor Indonesia di Uni Eropa. Hasil analisis EPD menunjukkan bahwa secara keseluruhan pala Indonesia tergolong “faliing star” pada ekspor di Uni eropa. Analisis x-model menunjukkan bahwa pala Indonesia memiliki potensi pengembangan pasar tergolong “potensial” di Uni Eropa. Daya saing pala Indonesia dengan kompetitor ekspor utama di Uni Eropa menunjukkan pada analisis daya saing dengan RCA bahwa ekspor pala Indonesia masih di bawah Sri Lanka, untuk analisis EPD dinamika pertumbuhan ekspor pala Indonesia sama dengan Sri Lanka yaitu “falling star”, namun masih terendah dibandingkan India, Belanda dan UEA. Untuk potensi pengembang pasar ekspor Indonesia sama dengan Sri Lanka, India, dan Belanda yaitu “potensial”, sedangkan UEA termasuk potensi “optimis”. Adapun strategi yang dapat dilakukan kedepan untuk menghadapi daya saing ekspor pala di Uni Eropa antara lain: 1. Aspek teknis budidaya; 2. Aspek regulasi; 3. Aspek dukungan pemerintah.
Karakteristik Sosial Ekonomi dan Peta Risiko Produksi Usaha Hidroponik di Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota Afrizal, Roni; Nefri, John; Putra, Vicka Pramudya; Harahap, Heri Faisal; Ariliusra, Azzukhruf; Kumbara, Kumbara; Putra, Randi Maulika; Rahman, Arzu; Hanapi, Dedi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v8i1.802

Abstract

Usaha hidroponik di wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki permasalahan terhadap minimnya pengelolaan risiko dapat berdampak signifikan terhadap keberlanjutan usaha hidroponik, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi petani hidroponik serta menyusun peta risiko produksi dari usaha hidroponik di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebelum penelitian, semua usaha hidroponik di daerah penelitian sudah diobservasi, dipetakan dan didata. Metode yang digunakan mencakup survei dan wawancara dengan petani hidroponik yang dipilih secara purposive sampling. Kategori responden dalam penelitian ini adalah petani yang berusaha hidroponik dalam lima tahun terakhir (2019 sampai 2024). Data dianalisis secara deskriptif kualitatif, menggunakan kerangka kerja manajemen risiko berdasarkan ISO 31000; 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh petani hidroponik berada dalam usia produktif dan memiliki tingkat pendidikan menengah hingga tinggi, namun menghadapi kendala dalam pengelolaan keberlanjutan usaha. Peta risiko yang disusun menyoroti risiko utama yang perlu diatasi. Risiko budidaya terkait potensi organisme pengganggu tanaman perlu dikurangi dan dicarikan strategi penanggulangannya. Risiko manusia mengidentifikasi bahwa ada potensi mulai berkurangnya minat petani dalam usaha hidroponik yang memerlukan tindakan segera dan/atau transfer risiko. Hal ini menegaskan pentingnya pemahaman mendalam terhadap risiko usaha hidroponik untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan sektor ini di wilayah penelitian. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani hidroponik dan ketahanan pangan lokal.
Analisis Karakteristik Stakeholder Terhadap Pengembangan Digitalisasi Komunitas Pertanian Terpadu Menggunakan Konsep SMART Goals Kumbara, Kumbara; Silfia, Silfia; Afrizal, Roni
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v8i1.817

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses pasar, rendahnya transparansi rantai pasok, serta minimnya adopsi teknologi digital yang dapat meningkatkan efisiensi usaha tani. Digitalisasi komunitas pertanian terpadu menjadi solusi potensial untuk mengatasi tantangan ini melalui integrasi pasar, edukasi, dan kolaborasi antar-stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik stakeholder utama, yakni pelaku usaha tani, masyarakat konsumen, serta akademisi/praktisi pertanian, serta merancang konsep pengembangan komunitas digital yang sesuai dengan preferensi mereka menggunakan pendekatan SMART Goals. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui survei hybrid (online dan offline) kepada 60 responden di berbagai wilayah. Data dianalisis dengan reduksi (seleksi data relevan), visualisasi dengan mengelompokkan setiap komponen pertanyaan diinterpretasikan dalam bentuk persentase, penarikan kesimpulan menyatakan faktor yang dominan dan implikasi yang dapat diterapkan kedalam bentuk Konsep SMART Goals. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas stakeholder memiliki kesiapan tinggi dalam adopsi teknologi digital, dengan kebutuhan utama pada akses pasar (33,3%), peningkatan kapasitas petani (20%), dan keberlanjutan lingkungan (18,3%). Konsep SMART Goals yang dihasilkan memberikan strategi implikasi berbasis tujuan spesifik: komunitas digital ini harus berfokus pada peningkatan akses pasar, kapasitas petani, dan keberlanjutan lingkungan (18,3%), terukur: tingkat kepercayaan dan keterlibatan saat ini masih memerlukan peningkatan melalui edukasi dan sosialisasi dengan dukungan kolaborasi multi-pihak serta penguatan infrastruktur digital, relevan: regulasi dan dukungan pemerintah menjadi faktor utama dalam mendukung keberlanjutan dengan berbatas waktu yang tahapan pengembangan sebaiknya dilakukan dalam 6 bulan pertama untuk uji coba skala kecil, diikuti dengan implementasi penuh setelah lebih dari 6 bulan dengan evaluasi berkelanjutan.