cover
Contact Name
Indra Laksmana
Contact Email
indra.puskom@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
indra.puskom@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE)
ISSN : 26552965     EISSN : 26554526     DOI : -
JACE is scientific periodical publication on agribusiness and community empowerment issue as a media for information dissemination of research result for lecturers, researchers and practitioners.
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Persepsi Petani Terhadap Teknologi Smart Farming Dalam Pertanian Padi Sawah di Kabupaten Pasaman Barat Wilheppi, Rizki; Noer, Melinda; Syarfi, Ira Wahyuni
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v6i2.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap teknologi smart farming dengan aplikasi RiTx dalam pertanian padi sawah dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani untuk menggunakan teknologi smart farming di Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian survai bersifat deskriptif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan 81,8% responden adalah petani berumur >30 tahun; 70,7% responden petani yang memiliki pendidikan tamatan SLTP dan SLTA dan 69,7% responden memiliki lahan yang berukuran 0,25–0,7 hektar. Komponen kognisi responden diukur dari pengetahuan responden mengenai manfaat dari aplikasi RiTx menunjukkan sebanyak 78,8% pada kategori sedang, 14,1% yang memiliki persepsi tinggi terkait manfaat aplikasi RiTx. Komponen afeksi yang diukur berdasarkan perasaan emosional yang timbul terhadap teknologi smart farming berbasis aplikasi RiTx sebanyak 78,8% responden pada kategori sedang. Komponen konasi merupakan kecenderungan bertindak terhadap objek sikap, sebanyak 75,8% responden pada kategori sedang. Persepsi petani terhadap aplikasi RiTx pada komponen kognisi, afeksi dan konasi rata rata pada kategori sedang. Peran teknologi memiliki pengaruh signifikan dalam membangun persepsi petani, sehingga mempengaruhi sikap dan keputusan dalam berusahatani. Adanya pengaruh antara peubah karakteristik individu petani dengan persepsi petani terhadap aplikasi RiTx pada indikator jenis kelamin dan tingkat pendidikan.
Analisis Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Hidroponik di Kota Padang Paloma, Cindy; Raesi, Syahyana; Yusmarni, Yusmarni
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v6i2.681

Abstract

Hidroponik merupakan sayuran yang mendukung pola hidup sehat masyarakat perkotaan. Supermarket modern menjual produk sayuran hidroponik dari berbagai produsen dengan harga yang bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen terhadap pengambilan keputusan pembelian sayuran hidroponik di Kota Padang. Penelitian dilakukan bulan April-Mei 2023 di 4 supermarket di Kota Padang, kepada 100 konsumen. Variabel yang digunakan adalah  tahapan proses pengambilan keputusan yang dianalisis dengan statistik deskriptif dari tabulasi distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik konsumen adalah 37% berada pada rentang umur 20-30 tahun, 85% perempuan, berpendidikan dan berpenghasilan tinggi. Perilaku konsumen sayuran hidroponik, dalam pengambilan keputusan dimulai dari tahapan pengenalan kebutuhan, yang mementingkan pola makanan sehat. Tahapan kedua, pencairan informasi dilakukan secara aktif dengan mengunjungi supermarket modern yang ada di kota Padang, karena pentingnya kepedulian konsumen terhadap konsumsi sayuran hidroponik dan keyakinan keaslian produk hidroponik. Tahapan ketiga pada evaluasi alternatif  yaitu alasan tujuan pembelian  menunjang pola hidup  sehat masyarakat perkotaan, tahapan keempat keputusan pembelian sayuran hidroponik frekuensinya lebih dari 3 kali selama satu bulan, dan memilih supermarket modern karena nyaman untuk dikunjungi dan jam operasional supermarket lebih lama. Tahapan kelima perilaku pasca pembelian, konsumen sangat puas terhadap sayuran hidroponik yang ada di supermarket dan 82 persen akan melakukan pembelian secara rutin. Pola hidup sehat pada masyarakat perkotaan melalui konsumsi sayuran hidroponik, mendatangkan manfaat bisnis bagi produsen dan pemasok (supermarket).
Analisa Keberlanjutan Usaha Tani Kopi Rakyat di Nagari Tabek Sirah Kecamatan Talamau zudri, fatardho; Afner, Synthia Ona Guserike; Marta, Andrik; Eviza, Andi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i1.733

Abstract

Nagari Tabek Sirah, Kecamatan Talamau merupakan salah satu Nagari menghasilkan kopi rakyat dengan luasan mencapai 80ha dari total luasan yang ditanamai kopi 899ha. Produksi kopi dan harga kopi baik di nasional ataupun internasional dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberlanjutan usahatani kopi rakyat. Kebutuhan kopi semakin meningkat dengan perubahan gaya hidup. Mutu dan kualitas kopi menjadi nilai jual suatu produk. Tujuan Penelitian mendapatkan informasi keberlanjutan dan mendapatkan indikator yang dapat meningkat usahatani rakyat di Nagari Tabek Sirah Kabupaten Pasaman Barat.  Penelitian ini menggunakan kuesioner, dengan sampel pengamatan 30 orang petani usaha tani kopi dan pihak terkait dalam pengambilan data. Metode survey dan secara sengaja (purposive)menjadi metode penelitian. Dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan, ekonomi dan teknologi yang akan dilakukan simulasi dan dianalisis dengan menggunakan program Rapfish yang telah dimodifikasi. Hasil analisis berdasarkan simulasi Rapfish terhadap keberlanjutan usaha tani kopi rakyat Nagari Tabek Sirah adalah 40,87%. Nilai rata-rata keberlanjutan menunjukkan kurang berkelanjutan sehingga diperlukan perbaikan dengan skala prioritas terhadap indikator yang sensitif yang ada dalam masing-masing dimensi. Ekologi yaitu sistem pemeliharaan tanaman kopi, ketinggian tempat, kesesuaian tata guna lahan, tingkat pemanfaatan lahan, peralatan pengolahan lahan, pengelolaan lahan, Ekonomi yaitu kontribusi terhadap pendapatan petani, kelayakan finansial, Sosial yaitu keanggotaan kelompok tani, Kelompok tani perkebunan, umur pekerja yang berkerja di bidang perkebunan kopi, frekuensi penyuluhan dan pelatihan. Teknologi yaitu teknis pengeringan kopi, pengendalian hama dan penyakit, pemangkasan pada tajuk tanaman, sortasi terhadap biji kopi, pemecahan kulit buah dan pelepasan kulit tanduk.
Analisis Pendapatan Peternak Itik Petelur Sistem Pemeliharaan Intensif Di Nagari Koto Baru, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung Melinda, Yuri Sepni; Alatas, Andi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i1.736

Abstract

Itik sebagai salah satu unggas peliharaan dapat berperan sebagai sumber penghasilan, membuka lowongan pekerjaan dan sumber protein hewani baik dari daging maupun telurnya. Berdasarkan data statistik kabupaten Sijunjung, produksi telur itik tahun 2017 sebesar 403.510 kg, tahun 2018 mengalami penurunan dengan jumlah produksi sebesar 97.902 kg, tahun 2019 produksi telur itik mengalami peningkatan dengan jumlah 100.424 kg, pada tahun 2020 produksi telur mengalami penurunan kembali dengan jumlah 67.973 kg, dan pada tahun 2021 produksi telur itik mengalami peningkatan dengan jumlah produksi sebesar 144.767 kg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi, pendapatan, Break Event point (BEP), dan efesiensi usahatani peternak itik petelur sistem pemeliharaan intensif di Nagari Koto Baru. Jenis penelitian menggunakan Analisis deskriptif. Metode penelitian adalah analisis kuantitatif untuk memperoleh informasi biaya produksi, investasi, penerimaan, pendapatan, serta tingkat efesiensi usaha peternak. Responden adalah semua peternak dengan sistem pemeliharaan intensif di nagari yaitu sebanyak 5 orang dengan jumlah 3.100 ekor ternak. Rata-rata penerimaan peternak adalah sebesar Rp.428.586.000/tahun, rata-rata pendapatan peternak adalah sebesar Rp.121.899.968/tahun, Break Event Point (BEP) peternak itik petelur sistem pemeliharaan intensif di Nagari Koto Baru dari 3.100 ekor itik petelur rata-rata adalah 10.225 butir/bulan dengan total 112.696 butir/tahun, rata-rata BEP harga adalah sebesar Rp.1.893/butir, rata-rata BEP penerimaan peternak adalah sebesar Rp.3.873.555/bulan dengan total Rp.46.482.663/tahun, dan  rata-rata R/C ratio peternak adalah sebesar 1,3 yang berarti layak dilaksanakan.
Analisis Faktor Produksi Teh Daun Gaharu Pada Kelompok Tani Hutan Putra Harapan Di Kabupaten Sijunjung Angelina, Riri; Syuhada, Fildza Arief
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i1.738

Abstract

Gaharu merupakan salah satu komoditi hasil hutan non kayu yang cukup dapat diandalkan, apalagi mengingat sangat istimewa dibandingkan dengan hasil lainnya. Hampir seluruh bagian tanaman gaharu dapat dimanfaatkan berupa gubalnya. Selain gubalnya yang menguntungkan, daun gaharu juga dapat diproduksi menjadi teh herbal yang mampu menyehatkan dan menyegarkan badan. Adapun dalam proses produksi teh daun gaharu, diperlukan masukan berupa faktor produksi (bahan baku, modal, teknologi dan tenaga kerja), alat dan sarana agar berjalan dengan lancar. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui proses produksi teh dan faktor apa saja yang mempengaruhi produksi teh daun gaharu pada Kelompok Tani Hutan Putra Harapan. Metode penelitian menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif, melalui pemanfaatan program SPSS. Responden penelitian adalah pihak yang terlibat secara langsung dalam proses produksi teh sebanyak 8 orang. Proses produksi teh daun gaharu sebagai berikut: tahap pertama pengambilan bahan baku, tahap kedua pemilahan daun gaharu, tahap ketiga pencucian daun, tahap keempat tahap pemotongan, tahap kelima yaitu tahap memasak daun dengan oven, tahap keenam yaitu tahap menghancurkan, tahap ketujuh yaitu packing. Secara parsial bahan baku (X1), modal (X2), dan teknologi (X3) tidak memiliki pengaruh terhadap produksi (Y) sedangkan tenaga kerja (X4) memiliki pengaruh terhadap produksi (Y). Penggunaan tenaga kerja mempengaruhi kualitas dan peningkatan produksi. Sedangkan secara simultan semua variabel bebas mempengaruhi produksi (Y) yakni 90% dan sisanya 10% dipengaruhi variabel lain.
Model Sistem Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pedesaan Berbasis Inclusive Closed Loop Fitriana, Widya; Martius, Endry; Analia, Devi; Agustar, Asdi; Wahyuni Syarfi, Ira; Gracia Jorie, Donna; Aprilia, Dina
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i1.743

Abstract

Pencapaian surplus pangan ternyata tidak otomatis mewujudkan pemenuhan hak pangan bergizi bagi masyarakat. Meningkatnya prevalensi ketidakcukupan pangan pada daerah surplus pangan mengindikasikan bahwa ketahanan pangan merupakan sistem yang kompleks, tidak hanya mencakup produksi, melainkan juga aspek distribusi, pengolahan, dan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi format bisnis sistem pangan rumah tangga pedesaan; (2) merumuskan model sistem ketahanan pangan berbasis inclusive closed loop. Penelitian dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah surplus pangan namun juga mengalami peningkatan prevalensi ketidakcukupan pangan tahun 2022-2023. Penelitian menggunakan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA) melalui komunikasi langsung secara intensif dengan key informan dari petani, masyarakat, pemerintah, swasta, Gapoktan, dan lembaga keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pangan rumah tangga memiliki tiga format bisnis yakni: (1) sistim pangan dengan proses bisnis privat yang beroperasi melalui mekanisme pasar, (2) sistim pangan dengan proses bisnis publik yang berbasis intervensi pemerintah, dan (3) sistim pangan sebagai bisnis masyarakat lokal yang berbasis pada hubungan resiprositas sosial. Ketiga sistem pangan ini eksis di masyarakat dan tidak terpisah secara ekslusif. Ketiga tipe sistem pangan ini melibatkan kemitraan multi aktor yakni petani, pemerintah, perusahaan, koperasi, dan lembaga pembiayaan. Petani sebagai faktor pengungkit utama peningkatan produktifitas. Pemerintah sebagai regulator terkait subsidi, kompensasi, insentif dan penyediaan infrastruktur. Perusahaan sebagai pendamping paraktek pertanian terbaik, Koperasi sebagai lembaga pemberdayaan petani, meningkatkan effisiensi usaha tani dan posisi tawar petani, serta lembaga keuangan sebagai penyedia bantuan modal. Kemitraan multi aktor dari hulu ke hilir yang saling terintegrasi berbasis inclusive closed loop  dapat memperkuat sistem ketahanan pangan daerah.
Analisa Kondisi Ketahanan Pangan di Kabupaten/Kota Provinsi Riau Ishaq, Fadhiel Handira; Juliannisa, Indri Arrafi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i1.746

Abstract

Provinsi Riau tercatat menempati urutan keenam terbawah dari 34 Provinsi di Indonesia berdasarkan nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) tahun 2022. Meskipun nilai IKP Provinsi Riau rendah, tetapi Provinsi Riau memiliki peningkatan nilai IKP yang stabil tiap tahunnya. Ketahanan pangan dapat dilihat dari dua indikator yaitu akses fisik dan ekonomi yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pada tujuan ke-2. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat wilayah-wilayah yang memiliki nilai ketahanan pangan yang optimal dan tidak optimal berdasarkan kondisi akses fisik dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis keberlanjutan yaitu Qualitative Comparative Analysis (QCA) dengan dibantu oleh perangkat lunak Tosmana. Populasi penelitian ini adalah 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam wilayah dengan ketahanan pangan optimal yaitu Dumai, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hilir. Sementara itu, terdapat empat wilayah dengan ketahanan pangan tidak optimal yaitu Indragiri Hulu, Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Kondisi tersebut disebabkan oleh perbedaan dari masing-masing wilayah yang memiliki aspek ketersediaan, aksesibilitas, dan kebermanfaatan yang direpresentasikan melalui indikator akses fisik dan ekonomi. Ketiga aspek tersebut menentukan kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan memanfaatkan pangan secara cukup, aman, dan bergizi. Di sisi lain, program pemerintah daerah yang telah sukses dan belum efektif dalam implementasi peningkatan ketahanan pangan juga penyebab terhadap kondisi optimal dan tidak optimal.
Kajian Strategis dan Ekonomis Tanaman Aren Penghasil Nira di Nagari Labuah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota Simatupang, M. Arifin; Fajri; Suryadi, Ismet; Situmorang, Helentina
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i2.759

Abstract

Tanaman aren merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai potensi sebagai penghasil gula. Inventarisasi tanaman aren merupakan kegiatan pengumpulan dan penyusunan data dan fakta yang digunakan untuk perencanaan, pengelolaan dan penelitian lebih lanjut tanaman aren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan inventarisasi jumlah penduduk, produksi, potensi dan pemanfaatan tanaman aren di Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Responden penelitian ini diambil secara berjenjang. Responden petani aren berjumlah 70 orang, berasal dari 7 jorong yang diharapkan dapat mewakili keadaan di Nagari Labuah Gunuang. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam dan observasi partisipan. Hasil penelitian kualitatif menekankan pada makna pada generalisasi. Nagari Labuah Gunuang mempunyai potensi tanaman aren yang cukup baik dimana dari 70 responden terdapat 3.266 pohon aren, TM sebanyak 633 pohon pada saat survei lapangan, untuk pengelolaan air nira kualitasnya relatif baik. Potensi penerimaan hasil olahan nira dari produksi nira sebanyak 2.240 liter setara dengan Rp. 5.600.000 jika dijual dalam bentuk air nira murni, Rp. 8.962.000 jika dijual dalam bentuk botol nira fresh, Rp. 6.660.000 dan Rp. 8.325.000 jika dijual dalam bentuk gula aren serta Rp. 11.760.000 jika dijual dalam bentuk gula semut. Pengolahan gula aren yang berkualitas dapat meningkatkan perekonomian petani aren. Masyarakat Nagari Labuah Gunuang mampu mengelola jenis produk lain selain saka/gula aren seperti; gula semut, gula cair, minuman getah segar. Adanya varian produk baru ini mengurangi produksi nira yang dijadikan minuman.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto Sektor Pertanian Provinsi Sumatera Barat Aprilianita, Windy Fortuna; Azriani, Zednita; Analia, Devi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i2.777

Abstract

Nilai PDRB Provinsi Sumatera Barat bisa dipengaruhi oleh sejumlah variabel, termasuk tenaga kerja pertanian, investasi pertanian, ekspor pertanian dan impor pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variabel-variabel yang memengaruhi PDB sektor pertanian di Provinsi Sumatera Barat dan untuk memberikan gambaran tentang penyerapan tenaga kerja, investasi, ekspor, dan impor sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan data time series dari BPS Provinsi Sumatera Barat tahun 2015-2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif, uji f dan uji t menggunakan analisis regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja pertanian di Provinsi Sumatera Barat  mengalami penurunan dari tahun 2016-2017. Sejumlah besar tenaga kerja meninggalkan pekerjaan dan bekerja di pabrik atau jenis bisnis lainnya. Investasi di industri pertanian Provinsi Sumatera Barat mengalami penurunan dari tahun 2015- 2023. Ekspor pertanian Provinsi Sumatera Barat meningkat dengan baik. Hasil pertanian di Sumatera Barat meningkat seiring dengan permintaan konsumen, yang menyebabkan peningkatan ekspor dari industri pertanian. Impor sektor pertanian Provinsi Sumatera Barat akhir-akhir ini mengalami penurunan, karena pasokan lokal mampu memenuhi permintaan, sedangkan impor masyarakat meningkat akibat gagal panen dan bencana alam yang mengakibatkan turunnya hasil pertanian. Variabel tenaga kerja (X1) tidak ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y), Variabel Investasi (X2) ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y), Variabel Ekspor (X3) ada pengaruh terhadap PDRB Pertanian Harga Konstan (Y) dan Variabel Impor (X4) tidak ada pengaruh terhadap Harga Konstan (Y).
Sustainable Agriculture to Support SDGs Through Innovation of Organic Fertilizer from Livestock Waste Patunah, Siti; Pradani, Zulfan Egi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i2.779

Abstract

Sustainable agriculture plays an important role in achieving sustainable development goals (SDGs). The use of organic fertilizers is increasingly important to increase agricultural productivity that is environmentally friendly and reduce farmers' operational costs. One of the strategies that can strengthen agriculture is innovation in the use of organic fertilizers made from livestock manure. This research aims to explore the potential for organic fertilizer innovation from livestock waste in supporting sustainable agriculture and the achievement of the SDGs. This research will analyze the economic, social, and environmental benefits of using organic fertilizers, and identify the main challenges faced in its implementation The research method used is qualitative research with data collection through interviews, questionnaire distribution, and field observation. The data collected is on the income and economic growth of five farmers in Jambi City from February to July 2024. The analysis stages are carried out through primary data collection, data analysis, and interpretation of results. The study results show that using organic fertilizers can increase the productivity of farmers' crops by up to 20%. The social implications of using organic fertilizers include improving farmers' welfare through improved soil quality and higher crop yields, which directly impact income and economic stability. In addition, the use of organic fertilizers also reduces farmers' operational costs by up to 30%. This study concludes that the use of organic fertilizers is a strategic step in realizing sustainable and environmentally friendly agriculture in the future.