cover
Contact Name
Indra Laksmana
Contact Email
indra.puskom@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
indra.puskom@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE)
ISSN : 26552965     EISSN : 26554526     DOI : -
JACE is scientific periodical publication on agribusiness and community empowerment issue as a media for information dissemination of research result for lecturers, researchers and practitioners.
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Identifikasi Faktor Pendorong Petani Teh Kebun Rakyat di Kabupaten Solok Bergabung dalam Koperasi Hariance, Rika; Noer, Melinda; Ridwan, Endrizal; Hasnah, Hasnah
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.788 KB) | DOI: 10.32530/jace.v5i2.518

Abstract

Pada masa lalu keterikatan petani dengan koperasi di Indonesia sangat kuat, namun sejak perubahan peraturan pada masa reformasi membuat ikatannya melemah, petani enggan tergabung dalam koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong petani kebun teh rakyat di Kabupaten Solok bergabung dalam koperasi KPTO Sebelas Jurai Saiyo disaat keyakinan petani terhadap koperasi mengalami kemunduran. Koperasi ini dipilih karena dalam 10 tahun telah berhasil menghasilkan teh berkualitas premium yang diekspor sebanyak 156 ton, selain itu koperasi ini juga berhasil meraih sertifikat fairtrade. Survey dilakukan kepada 30 orang anggota koperasi, kemudian data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong petani untuk tergabung dalam koperasi adalah karena adanya jaminan harga, pemasaran yang jelas dan adanya bantuan sarana produksi. Maka dengan demikian, dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan kepercayaan petani pada koperasi, koperasi harus mampu menyediakan akses terhadap sarana dan prasarana produksi, memberikan jaminan pasar dan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan anggota koperasi.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab, Tahapan Dan Dinamika Konflik Perkebunan Kelapa Sawit Di Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Kausar, Kausar; Setiawan, Aswadi; Novian, Novian
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.842 KB) | DOI: 10.32530/jace.v6i1.575

Abstract

Kabupaten Indragiri Hulu sebagai kabupaten penyumbang konflik perkebunan nomor tiga terbesar di Riau memiliki 7 kasus konflik perkebunan, termasuk konflik perkebunan untuk komoditi kelapa sawit. Salah satu konflik lahan yaitu konflik lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Talang Jerinjing, yang terjadi sejak lama antara masyarakat desa dengan pihak PT Alam Sari Lestari. Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor penyebab konflik dan menganalisis pohon konflik perkebunan, (2) menganalisis tahapan dan dinamika konflik dari konflik lahan perkebunan kelapa sawit yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengujian validasi data dilakukan secara triangulasi. Empat faktor penyebab konflik perkebunan yaitu batas lahan ber HGU milik perusahaan yang tidak jelas, perlawanan pihak masyarakat dengan perusahaan, pertentangan masyarakat dengan perusahaan berlangsung lama dan penggunaan tindakan kekerasan oleh pihak yang terlibat. Hasil analisis pohon konflik yaitu empat faktor penyebab konflik (akar konflik), tumpang tindih kepemilikan tanah (masalah inti), tidak ada kejelasan status lahan milik masyarakat, masyarakat tidak bisa mengelola lahan yang sudah digarap dan perusahaan tidak bisa menggarap lahan milik mereka (daun konflik). Tahapan konflik yaitu prakonflik (masyarakat menggarap lahan terlantar berHGU milik PT Alam Sari Lestari), konfrontasi (masyarakat menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan konflik dan mempertahankan hak mereka), krisis (perusahaan melarang masyarakat melanjutkan kegiatan penggarapan melalui LSM Laskar Melayu Riau Bersatu Kabupaten Indragiri Hulu), dan pasca konflik (konflik belum menemukan penyelesaian). Dinamika konflik menunjukkan bahwa sikap yang diambil perusahaan dengan upaya mempertahankan lahan seluas kurang lebih 4.368,27 Ha ini memunculkan sikap tidak terima dan tidak adil yang dirasakan oleh masyarakat. Perilaku keseharian masih dalam kondisi seperti biasa, sedangkan kontradiksi menghasilkan situasi yang memanas, masyarakat tetap memperjuangkan lahan yang telah digarapnya karena perusahaan tidak ingin melepaskan lahan tersebut kepada masyarakat meskipun telah melewati proses upaya penyelesaian dengan instansi.
Analisis Tingkat Keberdayaan Petani Dalam Mengelola Usahatani di Kecamatan Banda Baro Kabupaten Aceh Utara Martina, Martina; Zuriani, Zuriani; Zahara, Hafni; Praza, Riyandhi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.982 KB) | DOI: 10.32530/jace.v6i1.577

Abstract

Kecamatan Banda Baro terdapat sembilan gampong dengan jumlah masyarakat miskinnya yang terbilang banyak yaitu berjumlah 1.768 rumah tangga atau sebesar 78,89 persen dari seluruh rumah tangga petani yang ada di Kecamatan Banda Baro. Kegiatan penyuluhan pertanian di Kecamatan Banda Baro diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi pertanian petani, menambah wawasan atau skill petani dalam kegiatan usahatani dan dalam menambah sarana prasarana bagi kelompok tani, disamping layanan umum lain yang dibutuhkan petani agar dapat meningkatkan keberdayaan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberdayaan petani dalam mengelola usahatani di Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 petani dan Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif yang diukur menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan petani dalam mengelola usahatani rata-rata memperoleh nilai indeks sebesar 74,63 persen yang berada pada kategori berdaya artinya petani berdaya dalam melakukan setiap tahapan dalam proses produksi pertanian, berdaya dalam pemasaran hasil karena petani menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga pemasaran yang dapat menampung hasil panen petani, berdaya dalam meningkatkan produktivitas usahatani, mampu menjalin kerjasama dengan lembaga agribisnis, dan adanya jaminan keberlanjutan usahatani yang dilakukan petani. Namun, dalam pengadaan sarana produksi pertanian, berada pada kategori kurang berdaya dengan perolehan indeks sebesar 62,33 persen. Kurang berdayanya petani disebabkan ketidakpastian memperoleh pupuk subsidi dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam pengadaan sarana produksi. 
Analisis Hubungan Modal Sosial Terhadap Keberdayaan Petani Pada Kelompok Tani Padi Sawah Di Desa Jatibaru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Suharti, Rita; Cepriadi, Cepriadi; Kausar, Kausar
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.091 KB) | DOI: 10.32530/jace.v6i1.605

Abstract

Membangun modal sosial akan mampu menguatkan keberdayaan masyarakat dalam mencapai masyarakat yang mandiri, dan jika modal sosial dan keberdayaan dianggap tidak perlu maka akan terjadi ketimpangan sosial maupun ketimpangan ekonomi. Modal sosial juga sangat dibutuhkan dalam pembangunan serta peningkatan kesejahteraan petani. Desa Jatibaru merupakan desa dengan mayoritas masyarakat adalah masyarakat transmigrasi dan memiliki produktivitas padi tertinggi di Kecamatan Bunga Raya tahun 2021 yaitu sebesar 71,80 Kw/Ha. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengidentifikasi tingkat modal sosial yang dimiliki oleh kelompok tani padi sawah di Desa Jatibaru. 2. Mengidentifikasi tingkat keberdayaan yang dimiliki oleh Kelompok tani padi sawah di Desa Jatibaru. 3. Mengetahui hubungan modal sosial terhadap keberdayaan Kelompok tani padi sawah di Desa Jatibaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Jumlah sub populasi dalam penelitian ini yaitu tiga kelompok, jumlah populasinya sebanyak 83 orang dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 sampel. Analisis yang digunakan untuk melihat tingkat modal sosial dan keberdayaan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan berpedoman pada skala likert sedangkan analisis untuk melihat hubungan menggunakan korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil penelitian tingkat modal sosial dan keberdayaan didapat nilai rata-rata modal sosial yaitu 3,91 yang berarti bahwa modal sosial berada pada kategori tinggi dan tingkat keberdayaan nilai rata-rata nya yaitu 4,08 yang berarti bahwa keberdayaan berada pada kategori tinggi. Sedangkan hubungan modal sosial terhadap keberdayaan petani pada kelompok tani didapatkan nilai sebesar (0,000 lebih kecil 0,05) maka dapat disimpulkan modal sosial memiliki hubungan terhadap keberdayaan petani di kelompok tani padi sawah. Nilai correlation coefficient bernilai 0,656 dimana nilai tersebut termasuk ke dalam kategori hubungan yang kuat.
Daya Saing Cocoa Butter Sumatera Utara Ke Pasar Malaysia Ginting, Nelva; Lubis, Anita Rizky; Rangga, M.Lutfi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.422 KB) | DOI: 10.32530/jace.v6i1.623

Abstract

Potensi peningkatan daya saing Sumatera Utara dapat dilakukan melalui ekspor cocoa butter (mentega kakao) ke Malaysia, dimana ekspor cocoa butter terbesar Sumatera Utara adalah ke Malaysia. Potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi industri pengolahan kakao Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing cocoa butter Sumatera Utara di Malaysia. Kajian kuantitatif menggunakan data sekunder berupa data volume ekspor BPS dan harga ekspor. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing cocoa butter asal Sumatera Utara di pasar Malaysia adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor volume ekspor cocoa butter Ghana, harga ekspor cocoa butter Sumatera Utara, harga ekspor cocoa butter Ghana, harga ekspor cocoa butter Pantai Gading. Kebijakan kepabeanan ekspor biji kakao memiliki pengaruh positif, dimana faktor tersebut meningkatkan daya saing cocoa butter asal Sumatera Utara di pasar Malaysia, ekspor cocoa butter asal Pantai Gading, harga dalam negeri cocoa butter. Nilai tukar rupiah Indonesia terhadap ringgit Malaysia memiliki pengaruh negatif terhadap daya saing cocoa butter, sehingga dapat melemahkan daya saing cocoa butter Sumatera Utara di pasar Malaysia.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Minat Petani Dalam Budidaya Kentang Varietas Cingkariang Di Kabupaten Agam Marta, Andrik; Ukrita, Indria; Nefri, John; Darnetti, Darnetti
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.398 KB) | DOI: 10.32530/jace.v6i1.632

Abstract

Rendahnya minat petani dalam budidaya kentang unggul lokal Varietas Cingkariang di Kabupaten Agam dikhawatirkan akan menyebabkan varietas unggul lokal tersebut langka atau hilang dari daerah asalnya, padahal kentang ini masih menjadi produk yang disukai oleh masyarakat sebagai bahan utama olahan makanan seperti kentang rendang, keripik dan pargedel. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor penyebab turunnya minat petani kentang di Kabupaten Agam untuk membudidayakan kentang Varietas Cingkariang. Penelitian dilakukan pada tiga Kecamatan sentra tanaman kentang Varietas Cingkariang di Kabupaten Agam yaitu Kecamatan Banuhampu, Kecamatan Sungai Puar dan Kecamatan Ampek Koto. Metode pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi wawancara dan pengisian kuisioner, penentuan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling kemudian data ditabulasikan dan dilanjuktan analisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitattif. Berdasarkan hasil analisis penelitian didapatkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan turunnya minat petani untuk melakukan budidaya kentang Varietas Cingkariang adalah karena rendahnya produksi tanaman dibandingkan dengan tanaman kentang varietas lain, ketersediaan saprodi yang sangat kurang terutama bibit tanaman kentang yang berkualitas dan, jumlah pedagang pengumpul yang terbatas sebagai penampung utama hasil tanaman kentang petani.
Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Wisata Alam Kapalo Banda Terhadap Tingkat Kepuasan Pengunjung Raflis, Hidayat; Ismawati, Iis; Nofianti, Sri
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.008 KB) | DOI: 10.32530/jace.v6i1.633

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan nasional. Wisata alam merupakan salah satu jenis wisata yang pertumbuhannya secara global cukup pesat. Salah satu wisata alam yang terkenal di Kabupaten Limapuluh Kota adalah Kapalo Banda yang terletak di Nagari Taram. Jumlah pengunjung Wisata Alam Kapalo Banda pada tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar 81 persen dibanding tahun 2021, hal ini menunjukkan bahwa tingginya kebutuhan masyarakat akan hiburan dan rekreasi alamserta didukung oleh turunnya level PPKM di Kabupaten Limapuluh Kota ke Level 1 pada rentang waktu tersebut. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran jasa Wisata Alam Kapalo Banda terhadap kepuasan pengunjung, dan mengetahui faktor apa yang berpengaruh signifikan dari bauran pemasaran jasa terhadap kepuasan pengunjung Wisata Alam Kapalo Banda. Penelitian ini dilaksanakan di Wisata Alam Kapalo Banda dengan menggunakan pendekatan survei. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan skala likert. Teknik analisis data untuk mengukur pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap kepuasaan konsumen adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh unsur bauran pemasaran jasa yaitu unsur produk, harga, lokasi, promosi, pengelola, proses dan fasilitas fisik, secara serentak atau simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung di Wisata Alam Kapalo Banda. Secara parsial atau individual, variabel produk dan fasilitas fisik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung di Wisata Alam Kapalo Banda. Sedangkan variabel harga, lokasi, promosi, pengelola, dan variabel proses tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung di Wisata Alam Kapalo Banda.
Model Konseptual Sistem Kemitraan Agribisnis Kelapa di Kabupaten Padang Pariaman Meilizar, Meilizar; Hadiguna, Rika Ampuh; Santosa, Santosa; Nofialdi, Nofialdi
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v6i2.667

Abstract

Pengembangan agroindustri kelapa terintegrasi yang selaras dengan kebijakan daerah berbasis sumber daya alam, tenaga kerja dan teknologi yang memadai akan terus dilakukan guna mewujudkan keberlanjutan rantai pasok agroindustri kelapa. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan model konseptual sistem kemitraan petani kelapa dan agroindustri santan kelapa di Kabupaten Padang Pariaman. Tahapan penelitian ini terdiri dari wawancara ke petani kelapa dan pelaku agroindustri santan kelapa di Kabupaten Padang Pariaman dan pengisian kuesioner oleh pakar akademisi tentang keterkaitan antar elemen yang dibandingkan. Total responden yang diperlukan pada penelitian adalah 30 orang. Pengembangan sistem kemitraan menggunakan metode Interpretive Structural Modelling (ISM) untuk mendapatkan model struktur yang mengambarkan kompleksitas sistem kemitraan antara petani kelapa dan agroindustri santan kelapa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh strukturisasi sistem pengembangan kemitraan yang terdiri dari tumbuhnya kepercayaan dan kerjasama agroindustri dan petani kelapa, ketersediaan dana, terbatasnya fasilitas dan infrastruktur, pelaksanaan peraturan daerah terkait kemitraan belum optimal, konsistensi petani dalam menanam kelapa, penyiapan lahan dan bibit unggul kelapa, pelatihan teknologi budidaya, pola bercocok taman kelapa melalui Good Agriculture practise (GAP) dan kegiatan produksi santan kelapa melalui Good Manufacture Practise (GMP).
Pengelompokan Kabupaten/Kota di Jawa Timur Berdasarkan Kajian Karakteristik Petani Tahun 2022 Dewantoro, Fuad Ramdhan
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v6i2.670

Abstract

Sektor pertanian mempunyai peranan yang strategis dalam memajukan perekonomian Indonesia termasuk di Provinsi Jawa Timur sebagai Provinsi yang potensial di sektor pertanian. Akan tetapi, dalam dekade terakhir terjadi penurunan jumlah petani yang disebabkan adanya permasalahan regenerasi yaitu fenomena petani usia tua atau aging farmer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur berdasarkan karakteristik petani tahun 2022 sehingga dapat dilihat gambaran umum dari kondisi petani di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan analisis K-Means Cluster berdasarkan sembilan variabel meliputi umur, pendidikan, pengalaman kerja, jam kerja, status berusaha, penggunaan teknologi, internet, penghasilan serta pembukuan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 5 kabupaten/kota tergolong kedalam cluster 1, terdapat 5 kabupaten/kota tergolong kedalam cluster 2, serta terdapat 28 kabupaten/kota pada cluster 3. Kabupaten/Kota yang tergolong kedalam cluster 3 mempunyai kondisi karakteristik petani cukup rentan atau kurang baik meliputi rata-rata penghasilan petani yang paling rendah, tingkat pendidikan petani berada pada jenjang SD, persentase petani yang menggunakan teknologi, internet dan melakukan pembukuan keuangan yang masih rendah serta pengalaman kerja yang paling lama. Ketiga cluster mempunyai kesamaan karakteristik yakni memiliki rata-rata usia petani dalam kategori tua atau aging farmer. Kondisi karakteristik petani pada Cluster 3 menjadi penyebab adanya keengganan masyarakat untuk melanjutkan bekerja di sektor pertanian, sehingga menimbulkan adanya penurunan jumlah petani dalam dekade terakhir khususnya yang terjadi di Provinsi Jawa Timur.
Analysis of Socialization Effectivity of Jamnapari Manure and Thickhead (Crassocephalum crepidioides) Leaf Utilization for Compost Production in Kalianyar Village, Bondowoso Regency Munawar, Fahad Fauzan Al; Latif, Abdul; Ikhsan, Nurman Maulana; Chandra, Alicia Cherie; Masadi, Melody Angel; Maulana, Husaini; Fahrudin, Danil Eka; Afifah, Nur; Rahmawati, Irma; Vi Safrillah, M. Rizky Eka Putra
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v6i2.672

Abstract

The optimization of Jamnapari manure in Kalianyar Village, Bondowoso Regency has not been considered to be optimal because of the lack of knowledge of farmers regarding its management. This becomes a problem itself as Jamnapari manure has a decent potential to be utilized as compost. Additionally, the thickhead plant is widely spread around Kalianyar Village, but it is also known as weeds by the villagers. The aim of this program is to analyze the effectiveness of the socialization of Jamnapari manure and thickhead utilization as the base materials of compost in Kalianyar Village, Ijen District, Bondowoso Regency. The respondents were chosen through a random sampling method and the t-test is used as the methodology in this research. After the results were proven to be significant, the measurement of socialization effectiveness (ES), which can be measured from the score pretest and post-test obtained by the farmers, was conducted with 11 respondents. Through used method, it was found that the obtained effectiveness value of 81.8% which gives evidence that this program was running very effectively due to the score increase on the post-test compared to the pretest’s score after the demonstration and socialization.