cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,609 Documents
Optimalisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Jero Juangga dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pendidikan di Dusun Penyonggok Desa Tetebatu Selatan Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Maya Indriani; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.659 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i2.707

Abstract

Kegiatan optimalisasi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) merupakan salah satu program kerja kegiatan KKN terpadu era New Normal, Kegiatan ini bertempat di PKBM Jero Juangga Dusun Penyonggok Desa Tetebatu Selatan. PKBM Jero Juangga merupakan salah satu PKBM yang digagaskan oleh sekelompok pemuda-pemudi Jero Juangga Dusun Penyonggok Desa Tetebatu Selatan dalam rangka membantu dan memfasilitasi anak-anak dalam belajar khususnya yang masih sekolah selama masa pendemi Covid-19. Tujuan dari kegiatan ini yaitu melakukan pendampingan dalam rangka optimalisasi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang meliputi : pembuatan perangkat pembelajaran, mengajar di PKBM, pendampingan kegiatan tambahan di PKBM dan edukasi hidup bersih dan sehat. Sasaran dari kegiatan ini yaitu peserta didik yang telah tergabung di PKBM Jero Juangga. Alur dari kegiatan ini yaitu permohonan izin kepada Kepala Desa, Kepala Wilayah, dan pengurus PKBM Jero Juangga, observasi PKBM Jero Juangga, pendataan peserta didik dan sosialisasi, penyusunan perencanaan dan perangkat pembelajaran, persiapan tempat belajar yang memadai, kegiatan pembelajaran di PKBM Jero Juangga dan evaluasi kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan optimalisasi PKBM Jero Juangga berjalan lancer dan mendapatkan dukungan yang penuh dari pengurus PKBM maupun masyarakat sekitar.
Pengembangan Objek Wisata Kampung Wisata Sasak Ende Melalui Penataan Destinasi Melalui Optimalisasi Digital Promotion dan Sumber Daya Manusia di Desa Sengkol Lalu Zulkifli; Raja Akbar; Nuraeni Muntari; Fadhila Karunia Fitri; Putri Ainayah Alfatihah; Nada Purnama Sari; Anida Firliana Dewi; Yeyen Nilamsari Putri; Zuaem
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.848 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.911

Abstract

Kampung Wisata Sasak Ende yang berlokasi di Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah mengalami penurunan jumlah wisatawan baik local maupun mancanegara, hal ini disebabkan antara lain karena adanya gempa bumi yang terjadi pada pertengahan tahun 2018 dan timbulnya  pandemi Covid-19 dari awal bulan Maret 2020 hingga sekarang. Oleh karena itu diperlukan usaha pengembangan objek wisata di kampung wisata ende melalui penataan destinasi serta optimalisasi digital promotion. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui program KKN Tematik Universitas Mataram guna memperbaiki dan menambahkan fasilitas penunjang dan optimalisasi promosi digital terkait Kampung Wisata Sasak Ende tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan cara observasi obyek termasuk wawancara, evaluasi, sosialisasi, dan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan utama yang diakukan adalah pembuatan leaflet tentang informasi Kampung Wisata Sasak Ende, digital promotion melalui media sosial seperti instagram, tiktok,  dan youtube, membuat papan spanduk, membuat papan sapta pesona, dan memperbanyak bak sampah, dan pengajaran bahasa inggris untuk anak-anak di kampung wisata sasak ende. Dalam pelaksanaan kegiatan pihak Desa dan anggota masyarakat sangat antosias dalam memberi dukungan kerjasama sehingga kegiatan berjalan dengan baik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kampung Wisata Sasak Ende menjadi lebih terurus dengan pengoptimalan dan perbaian sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung pelayanan bagi pengunjung yang datang, dan diharapkan dengan adaya promosi melalui leaflet dan promosi digital melalui media online dapat meningkatkan kembali jumlah kunjungan ke Kampung Wisata Ende di Desa Sengkol. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat masyarakat Kampung Wisata Sasak Ende untuk bangkit kembali dan siap untuk menyambut para wisatawan kembali. Selain itu, anak-anak Kampung Wisata Sasak Ende didorong untuk mampu melanjutkan estafet dalam melestarikan budaya mereka sendiri, karena mereka merupakan generasi penerus budaya di Kampung Wisata Sasak Ende itu sendiri. Kampung Wisata Sasak Ende masih memiliki ruang untuk berkembang dan kembali bersaing dalam ruang lingkup destinasi pariwisata di Pulau Lombok.
Peningkatan Keterampilan Analisis Data Deskriptif dan Inferensial melalui Pelatihan Microsoft Excel dan Aplikasi SPSS melkianus suluh; Yuliana Sesi Bitu
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.492 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.934

Abstract

Kegiatan pengabdian ini memiliki tiga tujuan, yaitu, 1) agar mahasiswa memahami konsep penelitian deskriptif dan inferensial, 2) agar mahasiswa mampu mengolah data deskripif dengan memanfaatkan Microsoft excel, 3) agar mahasiswa mampu mengolah data inferensial dengan menggunakan aplikasi SPSS. Subyek pelatihan dalam kegiatan pengabdian ini adalah mahasiswa semester 7 yang berjumlah 60orang. Subyek pengabdian tersebut tersebar pada empat program studi yang ada di STKIP Weetebula, meliputi Program Studi Pendidikan Fisika, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Untuk meningkatkan efektifitas pelatihan, subyek pengabdian di bagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok mengikuti 3 kali kegiatan pelatihan. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah ceramah, tanya jawab dan unjuk kerja. Materi yang dibahas meliputi, pada pertemuan pertama membahas materi konsep penelitian deskriptif dan penelitian inferensial. Materi pelatihan yang diberikan pada pertemuan kedua adalah pengolahan data deskritif dengan Microsoft excel. Sementara itu, materi pertemuan ketiga adalah pengolahan data dengan program SPSS. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 1) Mahasiswa semakin memahami konsep penelitian deskriptif dan inferensial. 2) Mahasiswa memahami teknik analisis data deskripif dan mampu mengolah data deskriptif dengan memanfaatkan Microsoft excel. 3) Mahasiswa semakin memahami teknik analisis data inferensial dan mampu mengolah data inferensial dengan memanfaatkan aplikasi SPSS. Hasil lain yang diperoleh adalah subyek pengabdian menunjukkan sikap antusiasme dan partisipatif selama kegiatan pelatihan.
Terapan IPTEK pada Pengolahan dan Peningkatan Produktifitas Lahan di Masyarakat Pacitan untuk Budidaya Lebah Klanceng Rakhmad Gusta Putra; Alfi Tranggono Agus Salim; Achmad Aminudin; Nanang Romandoni; Rahayu Mekar Bisono; Cynthia Cahya Aditama; Diah Febriana; Ceryana Nia Rahmawati; Shinta Fajar Sari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.416 KB)

Abstract

Desa Banjarsari terletak di Kabupaten Pacitan yang berada di daerah pinggiran hutan dengan vegetasi tanaman bunga, buah dan kayu yang berlimpah. Namun, sebagian besar masih berupa lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini terjadi disebabkan oleh keterbatasan keterampilan dan informasi potensi dan pasar. Maka dari itu perlu diadakannya pelatihan keterampilan yang dikemudian hari dapat dikembangkan untuk berwirausaha dan mampu digunakan untuk bersaing di era globalisasi, contohnya pelatihan pada bidang budidaya lebah klanceng. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat budidaya lebah klanceng adalah teori dan praktek. Pada metode teori pelatihan budidaya lebah klaceng dilaksanakan secara daring melalui webinar sehingga memudahkan peserta untuk memahami proses pembelajaran budidaya yang benar dan edukasi yang terarah seperti: pengertian lebah klanceng dan jenis-jenisnya, strata lebah, sarang lebah, siklus dan reproduksi, habitat lebah klanceng, budidaya lebah klanceng, pemeliharaan, dan pemanenan. Pada metode praktik peserta mampu melakukan simulasi dan menerapkan apa yang telah dipelajari dalam teori sehingga dapat menghasilkan produk dari budidaya lebah klanceng yang nantinya dapat menambah passive income bagi masyarakat Desa Banjarsari.
Implementasi Iptek di Sektor Bisnis Rintisan (Start-Up) secara Daring pada Komuditas Madu Lebah Kelanceng di Wilayah Pacitan Indarto Yuwomo; Alfi Tranggono Agus Salim; Nanang Romandoni; Rakhmad Gusta Putra; Wida Yuliar Rezika; Guntur Ardanibudiman Putra; Octaviana Gunawati; Sri Wahyuni; Putri Aprilia Sari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.366 KB)

Abstract

Pengembangan usaha madu klanceng dari lebah trigona sapiens merupakan peluang bagi masyarakat khususnya di pedesaan yang memiliki potensi sumber daya kakayaan hayati. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Karang Taruna RT 01 RW 02, Dusun Padangan, Desa Banjarsari, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Maret sampai Oktober 2021. Tujuannya adalah untuk membantu pengembangan usaha dan pemasaran madu klanceng. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan dua metode, yakni metode teori pelatihan bisnis rintisan (Start-Up) melalui webinar bersama dengan narasumber pengusaha madu kelanceng dan praktek proses pelatihan bisnis rintisan (Start-Up) dalam memasarkan produk madu di sosial media dan market place. Teknik pengemasan pada saat pelatihan telah diaplikasikan dengan memakai botol yang lebih higienis dan menarik. Selain itu Tim PKM juga memberikan penyuluhan dan fasilitasi dalam distribusi dan penjualan. Dengan kegiatan PKM ini diharapkan karang taruna semakin mampu dalam mengelola usahanya sehingga memiliki produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan.
Pelatihan Rancang Bangun Alat Deteksi Kelelahan Berbasis Sinyal Plethysmograph untuk Meningkatkan Kualitas Kerja Dan Kesehatan di SMK 3 Pancasila Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Osmalina Nur Rahma; Endah Purwanti; Khusnul Ain
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.189 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1018

Abstract

Kualitas kerja tanpa disadari juga dipengaruhi oleh kesehatan fisik dan mental dari pekerja. Demi meningkatkan produktivitas, terkadang Kesehatan fisik dan mental pegawai tidak diperhatikan sehingga dapat menimbulkan kelelahan yang berdampak pada kecelakaan kerja. Salah satu cara untuk mencegah kelelahan adalah dengan mengukur kelelahan yang dialami pekerja, diantaranya dengan menggunakan sensor pletyhsmograph (PPG). Sensor PPG mengukur kadar oksigen dalam darah dan dapat digunakan mengukur detak jantung seseorang. Kadar oksigen dalam darah dan detak jantung memiliki korelasi dengan kondisi mengantuk. Saat kondisi mengantuk, detak jantung mulai melambat akibat tubuh mulai dalam keadaan rileks. Dengan demikian, sensor PPG dapat digunakan untuk memonitoring kondisi mengantuk akibat kelelahan. Selain itu, bentuk sensor PPG yang lebih kecil dibandingkan elektrokariogram (EKG) membuat sensor PPG dapat dimanfaatkan menjadi alat yang portable. Hal ini bermanfaat untuk para siswa SMK sehinga mereka dapat meningkatkan kemampuan di bidang teknologi baru dan tepat guna. Peserta pelatihan sangat antusias terhadap pelaksanaan kegiatan karena mendapatkan pengetahuan baru terkait mikrokontroler dan kecerdasan buatan. Selain itu, Siswa SMK dapat memiliki tambahan kemampuan dan pengetahuan yang berguna untuk bersaing di dunia kerja, khususnya pada era revolusi industri 4.0.
Adaptasi Ekonomi Rumah Tangga di Desa Sukowiryo Kabupaten Jember melalui Budidaya Tanaman Sayuran secara Vertikultur Indri Fariroh; Nurul Dwi Novikarumsari; Ratih Apri Utami
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.887 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1030

Abstract

The paddy-paddy-palawija or paddy-paddy-tobacco cropping pattern is generally cultivated by most of members Hidayah Tani group in Sukowiryo Village, Jelbuk district, Jember. Meanwhile vegetables are rarely cultivated in there. Vegetable cultivation in yard around the house using verticulture is one of the household economic adaptation efforts during pandemic for increasing income. The aim of this community service are provide knowledge and insight about alternative uses of yard around the house for vegetable cultivation using verticulture, improve family welfares, and environmentally sustainable agriculture implementation. The method used in this program are preparation, socialization, training, and evaluation approaches. The results of this program showed that the community was enthusiastic in vegetable cultivation using verticulture, because its efficient built on limited yard, easy and simple to built in, could increase household income if its commercialized, supporting family food security, easy to get healty food, verticulture building is easy to move.
Pemanfaatan Elektrostimulator AES-5 Sebagai Terapi Komplementer untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh di PT. Petro Graha Medika Klinik Satelit Kalimantan Gresik Nurul Fitriyah; Suryani Dyah Astuti; Suhariningsih; Winarno; Reza Destiani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.343 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1035

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Permasalahan yang sering dialami oleh tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga kesehatan tradisional (nakestrad) di sebagian besar unit pelayanan kesehatan adalah kurangnya pengetahuan tentang penggunaan alat terapi elektrostimulator AES-5 (Acupuncture Electro-stimulator) sebagai alat terapi komplementer untuk meningkatkan imunitas tubuh. Adapun masalah kedua yaitu pemahaman tentang konsep kelistrikan AES-5 dan bagaimana menentukan dosis yang efektif dan aman bagi pasien terapi.  Permasalahan tersebut juga dialami oleh mitra pengmas yaitu nakes dan nakestrad mitra yang berasal dari Puskesmas Sukomulyo Kecamatan Manyar Gresik dan di PT. Petro Graha Medika Klinik Satelit Kalimantan, Gresik. Workshop AES-5 sebagai rangkaian kegiatan pengmas telah dilaksanakan secara hybrid (luring terbatas dan daring) dengan peserta kegiatan yaitu nakes dan nakestrad mitra pengmas. Pembekalan materi workshop meliputi konsep dasar kelistrikan elektrotimulator, penentuan dosis efektif dan penggunaan AES-5 secara aman untuk pasien. Hal ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan penguasaan konsep dasar kelistrikan pada elektrostimulator dan kemampuan menghitung dosis energi listrik, yang dimiliki oleh nakes dan nakestrad sehingga dapat memberikan pelayanan terapi dengan elektrostimulator AES-5 secara efektif dan aman bagi pasien. Peserta workshop baik nakes dan nakestrad yang mengikuti secara daring dan luring sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dan  monitoring secara berkala dan keberlanjutan telah dilaksanakan sebagai media komunikasi dua arah dengan  mitra PKM untuk mengevaluasi kebermanfaatan AES-5 dan maintenance  intrumentasi medis tersebut untuk meningkatkan efektivitas terapi pada pasien.
Pelaksanaan Workshop dan Pelatihan Digital Marketing Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Promosi dan Pemasaran Produk UMKM di Kelurahan Rakam Agar Semakin Maju dan Berkembang Ahmad Jupri; Eka S Prasedya; Tapaul Rozi; Ambrosia Christava Niwanoti Serrao; Baiq Yolanda Ika Anggari; Baiq Alia Zuhro Mustikawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.828 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1045

Abstract

Kelurahan Rakam merupakan salah satu daerah di wilayah Lombok Timur yang cukup berkembang di bidang perdagangan dan masyarakatnya memiliki berbagai macam jenis profesi salah satunya adalah pedagang. Sebagian besar penduduk berprofesi sebagai pemilik UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sehingga memerlukan pemahaman dan pengetahuan serta skill tentang berwirausaha. Workshop ini bertujuan untuk membantu perkembangan UMKM yang ada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat Khususnya di wilayah Kelurahan Rakam, Kabupaten Lombok Timur. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah dengan memanfaatkan digital marketing, Teknik yang dilakukan menyiapkan alat yang digunakan untuk melakukan pemasaran seperti: website, akun media sosial, identitas brand dan produk, unggahan blog, jejak online (review, feedback dari pelanggan,dan lain-lain). Kedua, siapkan konten yang menarik perhatian dan shareable. Konten dapat berupa foto, video, tulisan atau yang lainnya. Kita juga harus menentukan tujuan pemasaran dan target pasar yang disesuaikan dengan konten. Ketiga, mulai menggunggah dan selanjutnya evaluasi setiap unggahan di setiap social media yang dimiliki, tentukan mana yang memberikan feedback, kemudian yang terakhir masuk dan bergabung dengan forum marketplace public. Dalam workshop tersebut disampaikan hal-hal yang perlu disiapkan agar terwujudnya digital marketing. Melalui penelitian ini diharapkan Pelaku UMKM mengetahui cara atau strategi yang diterapkan untuk dapat membantu perkembangan UMKM agar lebih kreatif dan inovatif yang ada di wilayah Kelurahan Rakam.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi SIPGAR Bagi Pemuda DAS di Kota Palangka Raya Yudo Harvianto; Andi Tenri Abeng; Garry William Dony; Abdullah; Muharfa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.125 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1056

Abstract

During the Covid-19 pandemic, health factors in the form of maintaining physical fitness are very important. There are many ways to keep your body in shape. The most effective way to maintain physical fitness during the current covid-19 pandemic is to comply with health protocols and get used to exercising so that the body is always in a fit condition. Exercise can be used as an alternative to keep the body fit. Another important thing besides exercising during the current pandemic is checking physical fitness regularly and independently. One way that can be used is the SIPGAR application. An application published by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia to check a person's physical fitness independently via Android. The purpose of this activity is that participants get education about physical fitness and can do tests independently through the operation of the SIPGAR application. The method used in this activity is training. The training was conducted for 5 times, with different participants and places. The total number of participants who attended the training was 42 people. Based on the results of the training, there were several problems experienced by the participants including not all participants were able to download applications on the play store and register an account. This is because each participant's cellphone has different specifications. The solution is that participants who successfully register help their friends to register, while still using the identity of the participant who cannot register. After successful registration, then login using their respective cellphones. After the implementation of this activity the youth felt happy, this was because they already had new skills in operating the SIPGAR application. According to the participants, SIPGAR is an application that is easy and accurate to measure a person's physical fitness, besides that the test can also be carried out anywhere and does not require a special place, the most important thing is that the distance reached is 1600 meters. So that the participants will be able to check their physical fitness regularly and independently easily. Another hope that the participants want is training on other applications to support their skills in operating applications regarding self-health checks independently

Page 32 of 161 | Total Record : 1609