cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi Pencegahan Anemia dan Simulasi Pengolahan Strawberry dan Buah Naga untuk Meningkatkan Kadar HB pada Ibu Hamil di Kabupaten Bogor Rukmaini Rukmaini; Lisa Trina. A; Adinda D. F; Anisa N F; Delisania S; Mia Lestari; Nurhidayah Nurhidayah; Ratu Verita W.S; Widya R.N
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10485

Abstract

ABSTRAK Pengabdian Masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Tujuan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat adalah menerapkan teori-teori keilmuan di bidang kesehatan untuk mengatasi masalah yang terjadi di lapangan sehingga dapat memberi manfaat pada masyarakat, berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan, meningkatkan kemampuan masyarakat akademik dalam menerapkan teori teori keilmuan baik secara mandiri maupun kelompok, membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi pemerintah maupun masyarakat dengan metode ilmiah secara praktis. Melaksanakan pengabdian masyarakat dengan melakukan kegiatan mulai dari pengambilan data sekunder sampai melakukan intervensi dan evaluasi kegiatan lapangan. Praktik kebidanan komunitas yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan Universitas Nasional Angkatan 5 Kelompok 1 dengan wilayah praktik di Desa Jampang kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, telah dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: Orientasi Wilayah, Survey Mawas Diri, Focus Group Discussion (FGD), Penyusunan Planning Of Action (POA), Kegiatan intervensi berupa penyuluhan anemia dan pemberian Camilan Puding Straga “ Cegah Anemia Ibu hamil dengan pudding Strawberry dan Naga”, serta diakhiri Evaluasi dan Penutupan. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan anemia Ibu Hamil dan pemberian Camilan Puding Straga “ Cegah Anemia Ibu hamil dengan pudding Strawberry dan Naga”. Diharapkan Ibu Hamil dapat lebih memahami mengenai anemia, dan dapat melakukan pencegahan yang tepat salah satunya dengan mengkonsumsi camilan Puding Straga. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Ibu Hamil, Anemia, Camilan Puding Strag  ABSTRACT Community Service is an activity that aims to help the community in several activities without expecting rewards in any form. The purpose of doing community service is to apply scientific theories in the health sector to overcome problems that occur in the field so that it can benefit the community, actively participate in the health development process, increase community empowerment in the health sector, increase the ability of the academic community to apply theories science both independently and in groups, helping to overcome problems faced by the government and society with practical scientific methods. Carry outcommunity service by carrying out activities ranging from collecting secondary data to conducting interventions and evaluating field activities. Community midwifery practice carried out by National University Midwife Professional Education Students Batch 5 Group 1 with practice at TPMB Sinta Nuryati which was carried out at RT 04 RW 04 Jampang Village, Kemang District, Bogor has been carried out in the following stages: Area Orientation, Mawas Mandiri Survey , Focus Group Discussion (FGD), Preparation of Planning Of Action (POA), Intervention activities in the form of counseling on anemia + checking hemoglobin levels for pregnant women and giving Straga Pudding Snacks "Prevent Anemia for Pregnant Women with Strawberry and Dragon Pudding", and ending with Evaluation and Closing. Community service activities in the form of counseling on anemia in pregnant women, checking hemoglobin levels in pregnant women and giving Straga Pudding Snack "Prevent Anemia in Pregnant Women with Strawberry and Dragon Pudding". It is expected that pregnant women can understand more about anemia, and can take proper prevention, one of which is by consuming Straga Pudding snacks. Keywords: Community Service, Pregnant Women, Anemia, Snack Pudding Straga 
Cegah Pernikahan Usia Anak melalui Edukasi Kesehatan pada Siswa SMP Fitri Fujiana; Triyana Harlia Putri; Tamara Septia Chairunisa; Virgilius Phasacola Tiko Kafaso; Nadya Eulalia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10322

Abstract

ABSTRAK Prevalensi perkawinan usia anak di Indonesia masih banyak ditemukan. Fenomena ini telah menjadi perbincangan hangat diantara negara ASEAN lantaran Indonesia menempati prevalensi perkawinan usia anak tertinggi setelah negara Kamboja. Hal tersebut menjadi perhatian masyarakat karena menimbulkan berbagai dampak yang buruk. Tujuan kegiatan adalah melakukan edukasi tentang pernikahan usia anak sehingga diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa SMP terhadap pencegahan pernikahan usia anak. Kegiatan diawali dengan pre test yang dilanjutkan dengan pemberian materi edukasi menggunakan media video edukasi dan materi yang dikemas dalam bentuk power point. Setelah pemaparan materi selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi, dan ditutup dengan post test serta evaluasi dari peserta. Hasil pre test menunjukkan sebanyak 1 orang peserta mendapatkan nilai tertinggi yaitu 90. Evaluasi post test menunjukkan peningkatan yaitu sebanyak 6 orang peserta berhasil mendapatkan skor 100. Selain itu, nilai rata-rata meningkat dengan selisih 16,45, yang menunjukkan bahwa ada korelasi antara pengetahuan peserta dengan pengajaran yang diberikan. Setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan, nilai post test peserta meningkat akibat kegiatan ini. Diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan setiap ilmu yang telah disampaikan sehingga tidak menjadi pelaku pernikahan usia anak. Kata Kunci: Perkawinan Usia Anak, Edukasi Kesehatan, Siswa SMP  ABSTRACT In Indonesia, child marriage is still prevalent. Due to Indonesia having the second-highest frequency of child marriage after Cambodia, this subject has become a heated topic of concern among ASEAN nations. This raises public worry since it has many adverse effects. The activity's goal is to raise awareness of child marriage in the hopes that junior high school students will become more knowledgeable about ways to avoid child marriage. After a pre-test, instructional information is provided utilizing educational video media and content packed in powerpoint format. Following the conclusion of the material presentation, there was a discussion session, followed by a post-test and participant assessment. According to the pre-test results, one individual received the highest score, 90. An improvement was seen in the post-test evaluation, as six persons received a score of 100. Additionally, there was a rise in average score with a difference of 16.45, indicating a correlation between participants' knowledge and the instruction offered. According to the activity's end findings, participants' post-test scores increased after receiving health education. It is anticipated that all participants would put all the information they learned to use so they don't practice child marriage. Keywords: Child Marriage, Health Education, Junior High School Students
Penerapan Terapi Dzikir untuk Mengurangi Cemas pada Lansia di Desa Penumangan Tulang Bawang Barat Derista Hartati; Umi Romayati; Eka Trismiyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10458

Abstract

ABSTRACT Most of the elderly experience anxiety as they get older. Elderly in the initial period, is the period of the highest anxiety. Society often ignores anxiety in the elderly, this is considered normal, not something that must be dealt with. Remembrance and prayer aim to gain inner peace or draw closer (taqarrub) to Allah and to obtain safety and avoid the torment of Allah. Dhikr can make the heart peaceful, so that it can overcome the anxiety experienced. Application of dhikr therapy to reduce anxiety in the elderly in Penumangan Tulang Bawang Barat Village in 2023. This research method is descriptive in the form of a case study. The subjects used in this case study were 2 people with the same nursing problem, namely anxiety. The data to be collected in this study is anxiety in the elderly. The intervention was in the form of Dhikr which was performed 5 times for 10 minutes. There was a decrease in the level of anxiety after dhikr therapy. The decrease in the anxiety scale is still not optimal, only experiencing a decrease in score on client 1, namely 12 scores from 40 to 28, while on client 2 there is a decrease of 8 scores from 30 to 22. Meanwhile, the goal of increasing coping has been achieved. Clients are expected to carry out dhikr activities so that there are relaxation facilities for clients so that clients have activities and there are no more complaints of anxiety that the client is currently suffering from. Keywords: Anxiety, Elderly, Dhikr Therapy.  ABSTRAK Sebagian besar lansia mengalami kecemasan seiring dengan bertambahnya usia. Lansia pada periode awal, adalah masa-masa kecemasan yang paling tinggi. Masyarakat sering kali mengabaikan kecemasan pada lansia, hal tersebut dianggap normal bukan sesuatu yang harus ditangani. Zikir dan berdoa bertujuan untuk memperoleh ketentraman batin atau mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dan agar memperoleh keselamatan serta terhindar dari siksa Allah. Zikir dapat membuat hati menjadi tenteram, sehingga dapat mengatasi kecemasan yang dialami. Penerapan terapi dzikir untuk mengurangi cemas pada lansia di Desa Penumangan Tulang Bawang Barat Tahun 2023. Metode penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek yang digunakan dalam studi kasus ini adalah 2 orang dengan masalah keperawatan yang sama yaitu cemas. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kecemasan pada lansia. Intervensi berupa Dzikir yang dilakukan 5 kali selama 10 menit. Terjadi penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan terapi dzikir. Penurunan skala kecemasan masih belum maksimal hanya mengalami penurunan skor pada klien 1 yaitu 12 skor dari 40 ke 28, sedangkan pada klien 2 mengalami penurunan 8 skor dari 30 ke 22. Sedangkan tujuan peningkatan koping sudah tercapai. Bagi klien diharapkan melakukan kegiatan dzikir sehingga terdapat sarana relaksasi bagi klien sehingga klien memiliki kegiatan dan tidak terjadi lagi keluhan kecemasan yang saat ini klien derita. Kata Kunci: Kecemasan, Lansia, Terapi Dzikir
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Masyarakat melalui Webinar Edukasi pada Masyarakat Umum: “Mengenali Warning Signs pada Stroke” Lani Natalia Watania; Erniyati Fangidae; Juwita Fransiska Surbakti; Fiolenty Sitorus; Peggy Tahulending; Shinta Hasibuan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10357

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan yang lebih baik tentang faktor-faktor resiko penyebab stroke disertai dengan warning sign dari penyakit ini dapat menurunkan angka morbiditas dan mortilitas pada pasien dengan stroke. Salah satu intervensi sederhana untuk meningkatkan pengetahuan ini adalah dengan memberikan edukasi penyampaian secara langsung melalui webinar. Kebutuhan untuk meningkatkan public awareness atau kesadaran masyarakat akan pentingnya pengenal terhadap stroke dan warning signs dinilai sangat kritikal dan penting untuk mengatasi kesenjangan informasi dimasyarakat terutama di masa pandemi COVID-19. Tujuan utama dari PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat umum akan pencegahan Stroke dengan mengenali tanda gejala awal dan penerapan gaya hidup sehat untuk pencegahan Stroke dalam masa Pandemi. Kegiatan PKM ini dilakukan secara daring melalui ZOOM Meeting dan menjabarkan materi terkait Mengenali Warning Signs pada Stroke. Target dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah sebanyak 86 masyarakat umum yang terjangkau oleh kelompok melalui flyer informasi yang disebarkan melalui media sosial. Berdasarkan hasil Pre-Post Test terdapat peningkatan nilai rerata 20.6 poin dari penilaian Pre-Test 68.3 poin dan Post-Test 88.9 poin. Edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya yang di lakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait masalah kesehatan terutama Stroke terutama di masa Pandemi. Kata Kunci: Stroke, Pendidikan Kesehatan, Warning Signs, Gaya Hidup Sehat  ABSTRACT Improved awareness about risk factors of Stroke, combined with early warning signs of the condition, can minimize morbidity and death in stroke patients. Education in the form online webinar is one simple intervention to increase the level of understanding. The needs to increase public awareness regarding the importance of identifying strokes and warning indicators is regarded as crucial and important for bridging the information gap in community, particularly during the COVID-19 pandemic. The main objective of this PKM is to increase the general public's knowledge of stroke prevention by recognizing early signs of symptoms and implementing a healthy lifestyle for stroke prevention during a pandemic. This PkM is implemented online through ZOOM Meeting and describes content connected to Recognizing Warning Signs in Stroke, with the scope of material primarily educating on early signs of Stroke symptoms and implementing a healthy lifestyle for stroke prevention. The target of this activity was 86 people, reached by flyers that distributed via social media. Based on the results of Pre-Post Test, there is an increase in total average value of 20.6 points from Pre-test 68.3 to 88.9 Post-Test points. Health education is a strategy to improve public awareness regarding health issues, particularly stroke during the pandemic.  Keywords: Stroke, Health Education, Warning Signs, Healthy Lifestyle 
Pengenalan Alat dan Tata Cara Bantuan Hidup Dasar di SMA Negeri 1 Kokas Tri Juniarti; Asmiyati Patimbang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10241

Abstract

ABSTRAK Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan suatu teknik memberikan bantuan hidup dasar kepada orang yang membutuhkan pertolongan. BHD merupakan upaya memberikan dukungan untuk menjaga kepatenan jalan napas, pernapasan dan sirkulasi jantung. Dalam melakukan BHD setidaknya dibutuhkan peralatan khusus dan masyarakat tahu cara penggunaannya. Teknik BHD merupakan topik yang belum familiar di masyarakat, sehingga masih banyak yang belum tahu bagaimana apa saja alat yang dibutuhkan dan cara menggunakannya secara baik dan benar. Meningkatkan pemahaman siswa/siswi SMAN 1 Kokas tentang alat dan Teknik BHD. Metode yang digunakan pada PkM ini adalah edukasi atau penyuluhan. Dilakukan pre dan post test pada 40 orang siswa/siswi untuk melihat perbedaan tingkat pemahaman tentang alat dan tata cara BHD yang kemudian dianalisis menggunakan aplikasi pengolah data. Hasil pengolahan data menunjukan peningkatan rata-rata dari pre test sebesar 45.25 ke rata-rata 77.75 pada post test. Setelah dilakukan uji Wilcoxon didapatkan hasil p value 0.000 (p value <0.005). Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Pengetahuan siswa meningkat setelah diberikan edukasi. Kata Kunci: Edukasi, Bantuan Hidup Dasar, Pengetahuan  ABSTRACT Basic life support (BLS) is a technique to perform a basic life support to people who may need it. BLS is an effort to support the stability of airway, breathing dan heart circulation. In performing BLS, at least some tools were required and general public need to know how to use it. Unfortunately, the topic of BLS were not familiar in general public, they still lack of knowledge how to use tools and perform BLS. Increasing the knowledge of Senior High School 1 Kokas about tools and BLS technique. This program used education as a method to deliver the topic. Took pre and post test of 40 students to saw the different in their knowledge before and after education. The data result shows an increase of Mean between pre and post test. Mean before education is 45.25 and mean after education is 77.75. After the data was analyze using Wilcoxon test, it shows p value 0.000 (p value <0.005). There is a difference of student knowledge before and after education. Student knowledge increase after education. Keywords: Education, Basic Life Support, Knowledge
Penguatan Numerasi di SD Persatuan Binong Oce Datu Appulembang; Bertha Natalina Silitonga; Ganda Sari; Kimura Patar Tamba
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11372

Abstract

ABSTRAK Numerasi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Pendidikan masa kini di Indonesia. Dikatakan bahwa penguasaan akan numerasi, membawa kita kepada kepekaan terhadap numerasi itu sendiri (sense of numbers) dan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membawa kepada kemampuan memelihara dan mengelola SDA dan persaingan dengan SDM dari berbagai negara. Guru perlu mendapatkan pelatihan dalam menerapkan metode pembelajaran, memilih, membuat, dan memodifikasi permasalahan sehari-hari yang dapat digunakan di dalam pembelajaran di kelas dan untuk penilaian. Hal ini menjadi permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru di Sekolah Persatuan Binong yang belum mendapatkan penguatan pendampingan dalam hal numerasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan numerasi di SD Persatuan Binong dan menumbuhkan motivasi bagi guru-guru mengenai gerakan numerasi di SD Persatuan Binong. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pelatihan dalam bentuk diskusi, tanya jawab dan workshop. Pelatihan penguatan numerasi memberikan dampak positif terhadap guru-guru di SD Persatuan Binong akan numerasi, merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang mendukung numerasi. Anak-anak juga semakin tertarik dalam belajar, memiliki keterampilan numerasi yang baik dan juga guru-guru dapat memiliki wawasan yang semakin luas.  Kata Kunci: Guru, Numerasi, Pelatihan, Siswa  ABSTRACT Numeration is one of the things that are of concern in today's education in Indonesia. It is said that mastery of numeracy leads us to a sense of numbers and their relation in everyday life. This leads to the ability to maintain and manage natural resources and competition with human resources from various countries. Teachers need training in applying learning methods, selecting, creating, and modifying everyday problems that can be used in classroom learning and for assessment. This is a problem faced by teachers at Binong Unity School who have not received strengthening assistance in terms of numeracy. The purpose of this activity is to strengthen numeracy at SD Persatuan Binong and foster motivation for teachers about the numeracy movement at SD Persatuan Binong. The method used in this activity is training in the form of discussions, questions and answers, and workshops. Numeracy strengthening training has a positive impact on teachers at SD Persatuan Binong on numeracy, planning, and implementing learning that supports numeracy. Children were also increasingly interested in learning, have good numeracy skills, and also teachers can have broader insights.   Keywords: Teacher, Numeracy, Training, Students
Pemberian Self Education Kader dalam Upaya Pencegahan Kehamilan Beresiko Tinggi pada Ibu Hamil di Kecamatan Tugu Semarang Heny Prasetyorini; Dyah Restuning Prihati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10909

Abstract

ABSTRAK Self Education merupakan  proses mendidik diri sendiri melalui studi informal. Dalam pengabdian masyarakat ini memberikan penyuluhan pada ibu hamil tentang pencegahan kehamilan resiko tinggi yang dilakukan oleh kader. Dengan pemberian penyuluhan ini diharapkan ibu hamil mampu melakukan Pendidikan untuk dirinya sendiri dalam menjaga kehamilanya sehingga terhindar dari bahaya resiko tinggi dalam kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada kelompok kader kesehatan di wilayah kecamatan Tugu Semarang dan kepada ibu hamil. Kegiatan yang dilakukan yaitu meliputi sosialisasi kepada kader tentang self education pencegahan kehamilan resiko tinggi, memberikan pelatihan kepada kader tata cara dalam melakukan penyuluhan kepada ibu hamil. Setelah diberikan pelatihan dilakukan evaluasi dengan mendampingi kader saat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil terkait dengan pencegahan kehamilan resiko tinggi.Terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan dari 0% menjadi 100 % setelah diberikan Self Education kehamilan resiko tinggi. Dan terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dari 83% menjadi 100%. Peserta kooperatif selama mengikuti kegiatan PKM. Pembuatan luaran meliputi publikasi jurnal, publikasi di media online dan HKI poster. Self Education kehamilan resiko tinggi membantu kader dan ibu hamil dalam Upaya peningkatan derajat Kesehatan serta mencegah terjadinya AKI dan AKS khususnya diwilayah Kecamatan Tugu Semarang. Kata Kunci: Self Education, Kehamilan Resiko Tinggi  ABSTRACT Self Education is a process of educating oneself through informal study. In this community service, providing counseling to pregnant women about preventing high-risk pregnancies is carried out by cadres. By providing this counseling, it is hoped that pregnant women will be able to carry out education for themselves in maintaining their pregnancy so as to avoid the dangers of high risk in pregnancy. Community service activities were given to groups of health cadres in the Tugu sub-district, Semarang and to pregnant women. Activities carried out include socializing to cadres about self-education for prevention of high-risk pregnancies, providing training to cadres on how to conduct counseling for pregnant women. After being given the training, an evaluation was carried out by accompanying the cadres when providing counseling to pregnant women regarding the prevention of high-risk pregnancies. There was an increase in the knowledge of health cadres from 0% to 100% after being given Self Education on high-risk pregnancies. And there is an increase in knowledge of pregnant women from 83% to 100%. Cooperative participants during the PKM activities. Production of outputs includes publication in journals, publications in online media and HKI posters. High-risk pregnancy self-education helps cadres and pregnant women in efforts to improve health status and prevent MMR and AKS, especially in the Tugu District, Semarang. Keywords: Self Education, High Risk Pregnancy
Pendidikan Kesehatan tentang Pijat Oksitosin pada Ibu Menyusui di Desa Cot Teungoh Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Riska Nurrahmah; Nur Aisyah Putri Helnasari; Ita Susanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9399

Abstract

ABSTRAK UNICEF (2013) melaporkan bahwa Sebagian karena rendahnya tingkat menyusui di beberapa negara-negara besar dan kurangnya dukungan untuk ibu menyusui dari lingkungan sekitar. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu menyusui. Saat ibu menyusui merasa nyaman dan rileks pengeluaran oksitosin dapat berlangsung dengan baik. Terdapat titik-titik yang dapat memperlancar ASI diantaranya, tiga titik di payudara yakni titik di atas putting, titik tepat pada putting, dan titik di bawah putting. Serta titik di punggung yang segaris dengan payudara. Pijat stimulasi oksitosin untuk ibu menyusui berfungsi untuk merangsang hormon oksitosin agar dapat memperlancar ASI dan meningkatan kenyamanan ibu. Kegiatan ini untuk melakukan sosialisasi pendidikan kesehatan tentang Pijat oxitosin pada ibu menyusui di desa Cot Teungoh kecamatan Pidie kabupaten Pidie untuk melancarkan produksi ASI demi meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini akan melakukan penyuluhan mengenai pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin pada ibu menyusui. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan  materi seputar  fungsi dan bagaimana cara melakukan pijat oksitosin. Setelah dilakukan kegiatan, evaluasi dilakukan guna mengetahui sejauh mana pengetahuan tentang materi penyuluhan yang dilakukan ditangkap oleh peserta. Hasil pengabdian ini yaitu semakin bertambahnya pengetahuan ibu menyusui dalam melakukan upaya-upaya untuk melancarkan ASI. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu kegiatan telah direalisasikan sesuai dengan target yang direncanakan mulai dari penyuluhan, pembagian leaflet, dan praktik kegiatan sebesar 100%. Diharapkan responden dapat mempraktikkan sendiri dirumah agar dapat melancarkan ASI sehingga tercapainya ASI Eklusif. dan penyuluhan yang berkelanjutan dilakukan oleh bidan desa Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pemijatan Oxitosin, Ibu Menyusui  ABSTRACT UNICEF (2013) reports that partly due to low breastfeeding rates in some major countries and lack of support for breastfeeding mothers from the surrounding environment. Milk production is strongly influenced by the psychological condition of breastfeeding mothers. When breastfeeding mothers feel comfortable and relaxed, the release of oxytocin can take place properly. There are points that can facilitate milk, including three points on the breast, namely the point above the nipple, the right point on the nipple, and the point under the nipple. As well as a point on the back that is in line with the breasts. Oxytocin stimulation massage for breastfeeding mothers functions to stimulate the hormone oxytocin so that it can facilitate breastfeeding and increase mother's comfort. This activity is to disseminate health education about oxytocin massage to breastfeeding mothers in Cot Teungoh village, Pidie sub-district, Pidie district to expedite milk production in order to improve the health status of mothers and children. This activity will conduct counseling regarding health education about oxytocin massage in nursing mothers. Counseling is done by providing material about functions and how to do oxytocin massage. After the activity was carried out, an evaluation was carried out to find out the extent to which the knowledge of the counseling material carried out was captured by the participants. The result of this service is the increasing knowledge of breastfeeding mothers in making efforts to facilitate breastfeeding. Based on the results of the activities carried out, it can be concluded that the activities have been realized in accordance with the planned targets starting from counseling, distributing leaflets, and practicing activities by 100%. It is expected that respondents can practice themselves at home so they can improve breastfeeding so that exclusive breastfeeding can be achieved. and ongoing counseling is carried out by the village midwife Keywords: Health Education, Oxytocin Massage, Breastfeeding Mothers
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Merancang Peraturan Desa Secara Mandiri di Desa Lamabelawa Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur Eusabius Separera Niron; Yohana Fransiska Medho; Frans Bapa Tokan; Apolonaris Gai; Urbanus Ola Hurek; Stepahanie Perdana Ayu Lawalu; Mikael Thomas Susu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12395

Abstract

ABSTRAK Pengabdian ini bertujuan untuk mendukung masyarakat desa Lamablawa dalam merancang peraturan desa secara mandiri dan partisipatif. Pelatihan yang diselenggarakan dalam pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat desa Lamablawa dalam menyusun peraturan desa yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan analisis situasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta pelatihan akan diajak untuk memahami konsep dasar peraturan desa, proses penyusunan peraturan desa, serta aspek hukum dan kelembagaan yang terkait. Selain itu, peserta akan diberikan contoh-contoh peraturan desa yang telah sukses diterapkan dalam desa-desa lain sebagai panduan. Selama pelatihan, peserta akan didorong untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman. Mereka juga akan diberikan kesempatan untuk merancang peraturan desa secara nyata, dengan mendiskusikan dan menentukan isi, struktur, dan mekanisme implementasi peraturan tersebut. Pada akhir pelatihan, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam tentang merancang peraturan desa secara mandiri. Mereka juga diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan ini untuk memperkuat struktur pemerintahan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Melalui pengabdian ini, diharapkan masyarakat desa Lamabelawa terlibat secara aktif dalam pembuatan peraturan desa yang dapat mendukung pembangunan lokal dan memberdayakan masyarakat secara keseluruhan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Peraturan Desa, Kemandirian   ABSTRACT This community service aims to support Lamablawa village community in designing village regulations both independently and in participatory way. The training held to provide knowledge and skills which needed by the community in drafting village regulations that suit local needs and potential. Stages of the training were situation analysis, preparation, implementation and evaluation. Participants were encouraged to understand the basic concepts of village regulations, the drafting process of village regulations, as well as other related legal and institutional aspects. In addition, participants were also given examples of village regulation that have been successfully implemented in other villages as examples. Throughout the training, participants also encouraged to participate actively in discussions, asking questions and sharing experiences activities. They were also given the opportunity to draft village regulations by discussing and determining the content, structures and implementation mechanism of these regulations. By the end of the training, participants were expected to have a deep understanding of how to design village regulations independently. They were also expected to be able to apply skills and knowledge gained in the training, thus the village government will be strengthen and village communities quality of life will be improved. Through the community service activity, it is expected that Lamabelawa village community will be actively involved in the village regulations formulation process to support local development and community empowerment Keywords: Community Empowerment, Village Regulations, Independence
Analisis Asuhan Keperawatan dengan Intervensi Penggunaan Polyurethane Foam sebagai Balutan Sekunder Pada Fase Proliferasi Pada Pasien Tn. M, Ny. N dan Ny. E dengan Ulkus Dekubitus di Wocare Center Kota Bogor Imas Ganda Sari; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11400

Abstract

ABSTRAK Ulkus dekubitus merupakan suatu keadaan dimana ada kerusakan jaringan setempat atau luka yang diakibatkan oleh tekanan dari luar yang berlebihan, dan pada umumnya terjadi pada pasien yang menderita penyakit kronik yang sering berbaring lama di tempat tidur. Masalah keperawatan utama yang ditemukan pada saat pengkajian terhadap pasien Tn. M, Ny. N dan Ny. E adalah gangguan intergritas kulit/jaringan, yang dibuktikan dengan adanya data subjektif dan objektif pada gejala dan tanda mayor berupa adanya ulkus dekubitus. Menganalisis asuhan keperawatan dengan intervensi penggunaan Polyurethane foam sebagai balutan sekunder pada fase proliferasi pada pasien dengan ulkus dekubitus.  Studi kasus dengan menganalisis penggunaan polyurethane foam sebagai balutan sekunder pada pasien dengan ulkus dekubitus di Wocare Center Bogor. Berdasarkan case study yang telah dilakukan penulis menyimpulkan bahwa polyuretahne foam mampu membantu proses penyembuhan luka pada fase proliferasi dan epitalisasi menjadi lebih cepat dan dapat menurunkan produksi eksudat. Kata Kunci: Polyurethane Foam, Fase Proliferasi, Ulkus Dekubitus  ABSTRACT Decubitus ulcers are a condition where there is local tissue damage or injury caused by excessive external pressure, and generally occur in patients suffering from chronic illnesses who often lie in bed for a long time. The main nursing problem discovered during the assessment of Mr. M, Mrs. N and Mrs. E is a disturbance of skin/tissue integrity, as evidenced by subjective and objective data on major symptoms and signs in the form of decubitus ulcers. To analyze nursing care with interventions using polyurethane foam as a secondary dressing in the proliferation phase in patients with decubitus ulcers. Case study analyzing the use of polyurethane foam as a secondary dressing in patients with decubitus ulcers at the Wocare Center Bogor. Based on the case study that has been carried out, the author concludes that polyurethane foam is able to help the wound healing process in the proliferation and epithelial phases faster and can reduce exudate production. Keywords: Polyurethane Foam, Proliferative Phase, Decubitus Ulcer

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue