cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Sosialisasi Pencegahan Penyakit Infeksi Kecacingan yang Disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths (STH) di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh Rahmayanti Rahmayanti; Siti Hadijah; Safwan Safwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11151

Abstract

ABSTRAK Kecacingan adalah salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths (STH) atau nematoda usus yang penularannya memerlukan media tanah. Di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh masih ada masyarakat di daerah tersebut tingkat sosial ekonominya sangat rendah, higienitas dan sanitasi yang masih buruk, fasilitas air bersih yang kurang, ini merupakan kondisi yang memudahkan terjadinya infeksi kecacingan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan pencegahan penyakit infeksi kecacingan yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths (STH) di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan, dengan menggunakan alat bantu visual dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Khalayak sasaran yaitu ibu-ibu rumah tangga yang memiliki balita dan anak-anak usia sekolah dasar yang berdomisili di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 60 orang. Tahapan kegiatan meliputi pendaftaran peserta sosialisasi, dilanjutkan dengan pre-test kemudian dilakukan pemaparan materi kegiatan. Setelah pemaparan materi, dilakukan sesi tanya jawab dengan diberikan kesempatan peserta untuk bertanya, kemudian pembagian brosur, dilanjutkan dengan post-test dan terakhir adalah penyerahan doorprize bagi 3 orang peserta yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim pengabmas. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa rata-rata nilai sesudah dilakukan kegiatan sosialisasi lebih tinggi dibandingkan sebelum kegiatan sosialisasi dilakukan yaitu 85,66. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji T berpasangan dapat diperoleh nilai p-value (0.000) < α (0.05) dan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan. Nilai  skor  kuesioner  setelah  sosialisasi  lebih  tinggi  dibandingkan  sebelum sosialisasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit infeksi kecacingan yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths (STH) di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh yang diikuti oleh 60 orang peserta, berjalan dengan lancar dan sukses dari awal hingga akhir dan tingkat pengetahuan masyarakat setelah sosialisasi menjadi meningkat. Kata Kunci: Sosialisasi, kecacingan, STH, Gampong Jawa     ABSTRACT Worms are an infectious disease caused by Soil Transmitted Helminths (STH) or intestinal nematodes whose transmission requires soil media. In Gampong Jawa, Kuta Raja Subdistrict, Banda Aceh City, there are still people in the area whose socioeconomic level is very low, hygiene and sanitation are still poor, clean water facilities are lacking, these are conditions that facilitate worm infection. The purpose of this community service is to socialize the prevention of worm infections caused by Soil Transmitted Helminths (STH) in Gampong Jawa, Kuta Raja District, Banda Aceh City. The method used is the counseling method, using visual aids and using a questionnaire as an instrument. The target audience is housewives with toddlers and elementary school-age children who live in Gampong Jawa, Kuta Raja District, Banda Aceh. Participants in this community service activity totaled 60 people. The stages of the activity include registration of socialization participants, followed by a pre-test and then presentation of the activity material. After the presentation of the material, a question and answer session was held with the participants being given the opportunity to ask questions, then distribution of brochures, followed by a post-test and finally the handing over of door prizes for 3 participants who could answer questions raised by the community service team. Based on the results of data analysis, it can be seen that the average score after the socialization activity was carried out was higher than before the socialization activity was carried out, namely 85.66. Based on the results of statistical tests using paired t-test, it can be obtained that the p-value (0.000) < α (0.05) and there is a significant average difference. The score of the questionnaire after the socialization was higher than before the socialization. Based on the results obtained, it can be concluded that the outreach activities for prevention of worm infections caused by Soil Transmitted Helminths (STH) in Gampong Jawa, Kuta Raja District, Banda Aceh City, which was attended by 60 participants, went smoothly and successfully from start to finish and the level of knowledge society after socialization increases. Keywords : Socialization, worms, STH, Gampong Jawa
Program Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Peningkatan Teknikdasar Penyelamatan Kegawatdaruratan pada UKM Siaga Sehat Erida Fadila; Dwiyanti Purbasari; Nonok Karlina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10438

Abstract

ABSTRAK Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan sekumpulan tindakan yang bertujuan untuk mengambalikan dan mempertahankan fungsi vital organ pada henti jantung dan henti nafas. Tindakan penentu dalam bantuan hidup dasar yakni tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk mempertahankan kelangsungan hidup korban henti nafas ataupun henti jantung dan memerlukan tindakan yang tepat. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa perawat akan pentingnya keterampilan penanganan kegawatdaruratan. Pelatihan dan Praktek. Memberikan materi serta praktek dan memberikan kuesioner pre-post. Peningkatan kemampuan Tindakan dasar penyelamatan kegawatdaruratan pada mahasiswa keperawatan. Para peserta pelatihan mampu melakukan Tindakan dengan baik dan memiliki pemahaman untuk bisa memberikan bantuan hidup dasar pada korban kegawatdaruratan. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Kegawatdaruratan, Tindakan Dasar  ABSTRACT Basic Life Support (BHD) is a set of actions aimed at restoring and maintaining vital organ functions in cardiac arrest and respiratory arrest. The decisive action in basic life support is the action of Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) to maintain the survival of victims of respiratory arrest or cardiac arrest and requires appropriate action. To increase nursing students' knowledge and awareness of the importance of emergency management skills. Training and Practice Research: providing materials and practice and giving pre-post questionnaires. Improvement in the ability of basic emergency rescue actions in nursing students. the trainees were able to perform the actions well and had the understanding to be able to provide basic life support to emergency victims. Keywords: Basic Life Support, Emergency, Basic Actions
Penyuluhan tentang Keamanan Sediaan Obat Sirup pada Warga Dusun Randusari, Mojosongo, Jebres, Surakarta Inayatush Sholihah; Nestri Handayani; Novita Dhewi Ikakusumawati; Vinci Mizranita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11066

Abstract

ABSTRAK Kasus gagal ginjal akut telah menimpa ratusan anak di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kejadian ini dikaitkan dengan penggunaan obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Dusun Randusari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta mengenai keamanan obat sirup. Minimnya pengetahuan warga tentang keamanan obat sirup disebabkan mayoritas warga tidak memperoleh pendidikan yang cukup tinggi dan mayoritas warga hanya bekerja sebagai pemulung. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan secara tatap muka dengan warga. Kegiatan diawali dengan pengenalan tentang penggolongan obat dan Dagusibu Obat Sediaan Cair. Dilanjutkan dengan edukasi tentang Keamanan Obat Sirup dan dan Mengenali Gejala Klinis Gagal Ginjal Akut pada Anak. Media pembelajaran yang digunakan adalah video edukasi, leaflet, dan buletin. Evaluasi keberhasilan program dilakukan dengan membandingkan antara hasil pretest dan postest. Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh 25 warga. Dari pretest diperoleh hasil rerata 79,73. Hasil postest diperoleh peningkatan pengetahuan dari peserta dengan hasil rerata nilai 89,60. Dengan terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Dusun Randusari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta ini, mampu meningkatkan pengetahuan peserta yang terlihat dari antusias peserta yang bertanya, berdisukusi dan berbagi pengalaman seputar obat-obatan, serta peningkatan nilai postest. Kata Kunci: Penyuluhan, Keamanan Obat Sirup, Randusari  ABSTRACT Cases of acute kidney failure have befallen hundreds of children in Indonesia in recent times. This incident was associated with the use of drug syrup containing ethylene glycol and diethylene glycol contamination. This community service aimed to increase the knowledge of the residents of Randusari Hamlet, Mojosongo Village, Jebres District, Surakarta City regarding the safety of syrup medicine. The lack of knowledge of residents about the safety of syrup medicine was caused by the majority of residents not obtaining a high enough education and the majority of residents only working as scavengers. This community service activity was carried out face to face with residents. The activity began with an introduction to drug classification and Dagusibu Liquid Medicine. Followed by education about the Safety of Syrup Medicine and and Recognizing Clinical Symptoms of Acute Kidney Failure in Children. The learning media used were educational videos, leaflets, and bulletins. Evaluation of the success of the program was done by comparing the results of the pretest and posttest. The counseling activity was attended by 25 participants. From the pretest, the average result was 79.73. The posttest results obtained increased knowledge from the participants with a mean score of 89.60. The implementation of community service activities in the Randusari Hamlet area, Mojosongo Village, Jebres District, Surakarta City, was able to increase the participants' knowledge as seen from the enthusiasm of the participants who asked questions, discussed and shared experiences about drugs, as well as increased posttest scores. Keywords: Counseling, Safety of Syrup Medicine, Randusari
Pelatihan Regulasi Emosi Pada Mahasiswa Baru Dewi Lutfianawati; Asri Mutiara Putri; Junaidi Junaidi; Tria Wijayanti; Kina Okta Vina; Juni Ramadhani Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10857

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa baru merupakan mahasiswa yang berada di tahun pertama perkuliahan.Periode tahun pertama perkuliahan sering dianggap sebagai masa sulit dan penuh tantangan. Penyesuaian kuliah di tahun pertama menjadi suatu hal yang penting dilakukan karena berdampak pada prestasi akademik, retensi, efikasi diri, kesejahteraan psikologis, dan kondisi emosi mahasiswa. Berhasil atau tidaknya penyesuaian kuliah itu sendiri dipengaruhi salah satunya oleh Regulasi Emosi. Oleh karena itu program pengabdian masyarakat ini berupa Pelatihan regulasi emosi bagi mahasiswa baru. Pelatihan yang dilakukan akan memberikan pengalaman dan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh wawasan serta mempraktekan langsung keterampilan regulasi emosi. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa baru Perguruan Tinggi di Bandar Lampung. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini dapat dikatakan berhasil dalam pemahaman secara kognitif, dibuktikan ketika peserta diminta untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para fasilitator peserta memahami mengenai materi yang di sampaikan dengan beberapa dasar hal yang mereka pahami dan menjadi lebih paham ketika melakukan pelatihan. Kata kunci: Mahasiswa Baru, Pelatihan, Regulasi Emosi  ABSTRACT New students are students who are in their first year of study. The period of the first year of college is often considered a difficult and challenging period. Adjustment of lectures in the first year is an important thing to do because it has an impact on academic achievement, retention, self-efficacy, psychological well-being, and emotional conditions of students. The success or failure of the lecture adjustment itself is influenced by Emotion Regulation. Therefore this community service program is in the form of emotional regulation training for new students. The training will provide experience and opportunities for students to gain insight and directly practice emotion regulation skills. Participants in this activity were new university students in Bandar Lampung. Based on the activities that have been carried out, it can be concluded that this training can be said to be successful in cognitive understanding. training. Keywords: New Student, Training, Emotion Regulation
Optimalisasi Pusat Konseling Seksualitas Remaja Berbasis Psychoeducation dan Mind Mapping di Kampung Nelayan Elo Pukek Padang Rini Rahmayanti; Dwi Puspitasari; Fitri Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12485

Abstract

ABSTRAK Komunitas remaja Tanah Ombak merupakan kumpulan anak dan remaja yang tinggal di wilayah kampung nelayan Elo Pukek Padang. Di taman baca telah ada pusat konseling seksualitas tetapi belum berfungsi maksimal dan belum ada metode edukasi yang menarik tentang kesehatan reproduksi remaja maka perlu dilakukan kegiatan edukasi dengan inovasi kombinasi psychoeducation dan mind mapping dengan memanfaatkan pusat konseling yang sudah terbentuk sebelumnya. Tujuan kegiatan adalah mengoptimalkan pusat konseling seksualitas remaja yang sudah dibentuk dan pemberian edukasi kesehatan seksual remaja yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja agar terhindar dari perilaku seksual beresiko pada remaja sehingga dapat melewati fase menuju dewasa dengan sehat dan berkualitas. Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan dan pendampingan remaja pada bulan Juli - September 2023 dengan metode  ceramah  dan  dirangkaikan dengan  penayangan  video  edukasi. Didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan remaja dan teridentifikasi remaja aktif mendengarkan dan bertanya selama kegiatan. Kesimpulan adalah pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan pada remaja dengan metode psychoeducation dan mind mapping  dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual. Kata Kunci: Konseling, Seksualitas, Remaja, Psychoeducation, Mind Mapping  ABSTRACT The Tanah Ombak youth community is a group of children and teenagers who live in kampung nelayan Elo Pukek Padang. At the reading park there is a sexuality counseling center but it is not yet functioning optimally and there is no interesting educational method about adolescent reproductive health, so it is necessary to carry out educational activities with innovative combinations of psychoeducation and mind mapping by utilizing the counseling center that has been previously established. The aim of the activity is to optimize the adolescent sexuality counseling center that has been established and provide adolescent sexual health education which aims to increase adolescent knowledge and awareness in order to avoid risky sexual behavior in adolescents so that they can pass the phase towards adulthood in a healthy and quality manner. Activities are carried out using the method of outreach, training and mentoring teenagers in July - September 2023 using the lecture method and combined with showing educational videos. The results showed that there was an increase in teenagers' knowledge and it was identified that teenagers actively listened and asked questions during the activity. The conclusion is that implementing training and mentoring activities for teenagers using psychoeducation and mind mapping methods can increase teenagers' knowledge about reproductive health and sexual behavior. Keywords: Counselling, Sexuality, Teenager, Psychoeducation, Mind Mapping
Edukasi Kesehatan Mental (Masalah Psikososial) pada Remaja Nuraenah Nuraenah; Giri Widakdo; Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Harif Fadhillah; Annisya Adelia; Meisya Adelia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12155

Abstract

ABSTRAK Menurut data di Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukan bahwa lebih dari 19 juta penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Serta lebih dari 12 juta penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami kecemasan. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (2022) menjelaskan, 15,5 juta (34,9%) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5%), dimana baru 2,6% yang mengakses layanan konseling, baik emosi maupun perilaku. Cemas dan Depresi merupakan gangguan mental atau alam perasaan yang umumnya ditandai dengan perasaan sedih/murung, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau nafsu makan berkurang, perasaan kelelahan dan kurang konsentrasi.  Kondisi tersebut dapat menjadi kronis dan berulang, serta akhirnya secara substansial dapat mengganggu kemampuan individu dalam menjalankan tanggung jawab sehari-hari. Di tingkat yang paling parah, depresi dapat menyebabkan bunuh diri. Meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor remaja di SMK 39 Jakarta tentang Kesehatan Mental (terkait masalah psikososial pada Remaja). Pada 100 remaja Di SMA Negeri X-X-X Jakarta terdapat 70 responden mengalami depresi dan 10 responden yang tidak mengalami depresi atau resiko mengakhiri hidup serta 20 responden mengalami risiko kedua gejala tersebut. Dengan adanya permasalahan diatas maka  upaya yang akan dilakukan adalah Penguatan  Kesehatan Mental pada Siswa dan Siswi SMK 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, meliputi : 1) Peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat 2) Identifikasi Kecemasan Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, 3) Identifikasi  Depresi Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, 4) Role Play TANADASHIP pada Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat. Kata Kunci: Kesehatan Mental (Kecemasan dan Depresi), Remaja.  ABSTRACT According to data from Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, it shows that more than 19 million people aged over 15 years experience mental emotional disorders. And more than 12 million people aged over 15 years experience anxiety. The Indonesian National Adolescent Mental Health Survey (2022) explains that 15.5 million (34.9%) adolescents experience mental problems and 2.45 million (5.5%), of which only 2.6% access counseling services, both emotional and emotional. as well as behavior. Anxiety and depression are mental or emotional disorders which are generally characterized by feelings of sadness/gloomy, loss of interest or pleasure, decreased energy, feelings of guilt or low self-esteem, difficulty sleeping or reduced appetite, feelings of tiredness and lack of concentration. The condition can become chronic and recurrent, and can ultimately substantially interfere with an individual's ability to carry out daily responsibilities. At its most severe level, depression can lead to suicide. Improving the cognitive and psychomotor abilities of teenagers at SMK 39 Jakarta on Mental Health (related to psychosocial problems in teenagers). Of the 100 teenagers at SMA Negeri X-X-X Jakarta, 70 respondents experienced depression and 10 respondents did not experience depression or the risk of ending their lives and 20 respondents experienced the risk of both symptoms. Given the above problems, efforts will be made to strengthen the mental health of students at SMK 39 Cempaka Putih Tengah VI, Central Jakarta, including: 1) Increasing the cognitive and psychomotor abilities of students at SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI, Central Jakarta 2) Identifying anxiety. Students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta, 3) identification of depression of students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta, 4) Role Play TANADASHIP among students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta. Keywords: Mental Health (anxiety and Depression), Teenager.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Membangun Gaya Hidup Sehat Sejak Dini di Wilayah Pesisir Kota Pasuruan Erik Kusuma; Dwining Handayani; Ayu Dewi Nastiti; R.A. Helda Puspitasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10841

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah adalah upaya memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu dan mampu mempraktikkan PHBS, dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Anak usia sekolah (6-12 tahun) merupakan sasaran yang sangat efektif dalam merubah perilaku dan kebiasaan hidup sehat. Usia ini merupakan usia yang rawan akan masalah kesehatan sehingga dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan serta prestasi belajar. Kegiatan ini dilakukan di SDN Ngemplakrejo Kota Pasuruan. Pemilihan lokasi didasarkan pada 1) penerapan PHBS di sekolah tersebut tergolong rendah, 2) terletak di wilayah pesisir Kota Pasuruan, dimana wilayah pesisir termasuk kedalam fokus sasaran keperawatan agronursing yang memiliki ruang lingkup agrikultural 3) hasil  penelitian sebelumnya didapatkan bahwa penerapan PHBS di wilayah pesisir tergolong rendah. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas 5 dan 6 SD sebanyak 45 orang. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi dan demonstrasi. Media edukasi berupa buklet, slide power point yang disesuaikan dengan usia  anak, video PHBS, dan poster. Kuesioner digunakan untuk mengukur dimensi pengetahuan dan sikap. Dimensi tindakan diukur melalui lembar observasi. Dari hasil evaluasi didapatkan hasil bahwa pada dimensi pengetahuan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang cuci tangan 6 langkah dengan benar (62%), menjaga kebersihan gigi dan mulut (67%), memilih jajanan sehat (56%) dan membuang sampah pada tempatnya (58%). Pada dimensi sikap sebagian besar responden memiliki sikap yang positif tentang cuci tangan 6 langkah dengan benar (78%), menjaga kebersihan gigi dan mulut (71%), memilih jajanan sehat (73%) dan membuang sampah pada tempatnya (80%). Pada dimensi tindakan sebagian besar responden melakukan tindakan cuci tangan 6 langkah dengan benar (69%), menjaga kebersihan gigi dan mulut (78%), memilih jajanan sehat (71%) dan membuang sampah pada tempatnya (73%). Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mampu membangun gaya hidup sehat sejak dini dengan meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan PHBS. Kata Kunci: PHBS, Gaya Hidup Sehat, Wilayah Pesisir  ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in schools is an effort to empower students, teachers, and the school community to know and be able to practice PHBS, and play an active role in realizing healthy schools. School-age children (6-12 years) are very effective targets in changing behavior and healthy living habits. This age is an age that is prone to health problems that can affect the process of growth and development as well as learning achievement. This activity was carried out at SDN Ngemplakrejo Pasuruan City. The site selection was based on 1) the implementation of PHBS in the school was relatively low, 2) it was located in the coastal area of Pasuruan City, where the coastal area was included in the focus of agronursing nursing nursing targets that had an agricultural scope 3) the results of previous studies found that the application of PHBS in coastal areas was relatively low. The target of this activity is 45 students in grades 5 and 6 of elementary school. Education is provided through lectures, discussions and demonstrations. Educational media in the form of booklets, power point slides tailored to the age of children, PHBS videos, and posters. Questionnaires are used to measure dimensions of knowledge and attitudes. Action dimensions are measured through observation sheets. From the evaluation results, it was found that in the knowledge dimension, most respondents had good knowledge about washing hands 6 steps correctly (62%), maintaining dental and oral hygiene (67%), choosing healthy snacks (56%) and disposing of garbage in its place (58%). On the attitude dimension, most respondents have a positive attitude about washing hands 6 steps properly (78%), maintaining dental and oral hygiene (71%), choosing healthy snacks (73%) and disposing of garbage in its place (80%). In the action dimension, most respondents carried out 6-step hand washing actions correctly (69%), maintaining dental and oral hygiene (78%), choosing healthy snacks (71%) and disposing of garbage in its place (73%). Clean and Healthy Behavior Education (PHBS) is able to build a healthy lifestyle from an early age by increasing PHBS knowledge, attitudes and actions. Keywords: PHBS, Healthy Lifestyle, Coastal Area
Sosialisasi Faktor dan Kondisi yang Memengaruhi Kejadian Stunting dan Wasting di Desa Oben Yeri Delsia Nenogasu; Maria Magdalena Mue Juwa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12348

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi termasuk stunting dan wasting merupakan masalah global yang konsekuensinya penting bagi kelangsungan hidup. Mengetahui faktor penyebab serta kondisi stunting dan wasting sangat penting bagi ibu karena kehidupan anak pada 1000 hari pertama dapat dipengaruhi oleh perilaku dan kondisi kesehatan ibu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang faktor dan kondisi yang memengaruhi kejadian stunting dan wasting. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi dengan media yang digunakan adalah leaflet. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan ibu tentang faktor dan kondisi yang memengaruhi stunting dan wasting yang dibuktikan dari peningkatan nilai rata-rata pre dan post test. Peningkatan pengetahuan ibu tentang faktor dan kondisi yang memengaruhi stunting dan wasting diharapkan memberikan kontribusi perubahan perilaku yang positif dalam mencegah kejadian stunting dan wasting di desa Oben. Kata Kunci: Stunting, Wasting, Sosialisasi.   ABSTRACT Introduction: Nutritional problems including stunting and wasting are global problems whose consequences are important for survival. Knowing the causes and conditions of stunting and wasting is very important for mothers because the child's life in the first 1000 days can be influenced by the behavior and health conditions of the mother. Purpose: This community service aims to increase mothers' knowledge about the factors and conditions that influence the incidence of stunting and wasting. Method: The method of service carried out is in the form of lectures and discussions with the media used in leaflets. Results: The result of this service is an increase in maternal knowledge about factors and conditions that affect stunting and wasting as evidenced by an increase in the average pre and post-test scores. Conclusion: Increasing maternal knowledge about the factors and conditions that influence stunting and wasting is expected to contribute to positive behavior change in preventing stunting and wasting in Oben village. Keywords: Stunting, Wasting, Socialization.
Pelatihan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Disabilitas Intelektual pada Guru SLB Kota Padang Sunesni Sunesni; Dian Furwasyih; Ilham Akerda Edyyul; Juwanda Padma; Irma Isra Hayati; Laura Maisiska; Sri Rahmadhani; Vivi Putri Analika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.10497

Abstract

ABSTRAK Anak dan remaja yang menyandang disabilitas intelektual memiliki keterbatasan dalam daya kemampuan, dimana dengan ketidakmampuannya ini, anak tunagrahita memiliki berbagai masalah. Menurut WHO, anak yang mengalami disabilitas intelektual di Indonesia sekitar 5-9% yaitu sekitar 7-11 juta dari jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2020 di Kota Padang terdapat sebanyak 38 Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan jumlah siswa lebih kurang 1585 orang dan jumlah guru lebih kurang 214 orang. Jumlah anak dengan disabilitas intelektual (tunagrahita) menduduki peringkat pertama terbanyak diantara anak-anak berkebutuhan khusus lainnya. Ketidakmampuan untuk bisa hidup mandiri dengan keterbatasan kecerdasan pada anak disabilitas intelektual membuat kelompok ini rentan terhadap masalah, termasuk masalah pendidikan seksual. Informasi mengenai pendidikan seksual sangat penting untuk diberikan kepada remaja, termasuk kepada remaja disabilitas intelektual. Pendidikan seksual bagi remaja disabilitas masih belum mendapatkan perhatian dikalangan pendidik. Media pendidikan dalam sistem mengajar bagi anak berkebutuhan khusus masih sangat terbatas, sehingga penyampaian informasi mengenai pendidikan seksual dilakukan secara interpersonal antara guru dengan murid.   Meningkatkan pengetahuan guru tentang pendidikan seksual, untuk diberikan kepada siswa menghadapi permasalahan yang terkait pendidikan seksual, pelecehan dan kekerasan seksual yang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas hidup anak berkebutuhan khusus.  Melaksanakan workshop guna merancang materi yang tepat tentang pendidikan seksual siswa disabilitas intelektual sesuai dengan karakteristiknya, memilih startegi/ metode/ teknik yang cocok untuk menyampaikannya materi pendidikan seksual kepada peserta didik remaja dengan disabilitas intelektual, mengintegrasikan materi Pendidikan seksual pada siswa disabilitas intelektual ke kurikulum SLB. Kegiatan ini dilaksanakan di auditorium STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang pada hari pertama dan metode daring pada hari kedua pelatihan. Pelatihan pada guru SLB dapat meningkatkan rata – rata pengetahuan guru sebanyak 3,55 poin. Luaran dari kegiatan yang telah tercapai antara lain publikasi di media massa Harian Padang pada tanggal 12 September 2022, publikasi video youtube dengan link https://youtu.be/7XlBGnT6COQ.  Diharapkan kegiatan pelatihan kesehatan reproduksi dan seksual pada guru SLB ini dapat menjadi agenda rutin pertemuan MKKS SLB (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Kota Padang. Kata Kunci: Guru SLB, Pelatihan, Disabilitas Intelektual, Pendidikan SeksualABSTRACT Children and adolescents with intellectual disabilities have limitations in their abilities, where with this disability, children with intellectual disabilities have various problems. According to WHO, children with intellectual disabilities in Indonesia are around 5-9%, which is around 7-11 million of the total population of Indonesia. Based on data from the West Sumatra Provincial Education Office, in 2020 in Padang City there were 38 Special Schools (SLB) with approximately 1585 students and approximately 214 teachers. The number of children with intellectual disabilities (intellectual disabilities) ranked first among children with special needs. The inability to live independently with limited intelligence in children with intellectual disabilities makes this group vulnerable to problems, including sexual education problems. Information about sexual education is very important to be given to adolescents, including adolescents with intellectual disabilities. Sexual education for adolescents with disabilities is still not getting attention among educators. Educational media in the teaching system for children with special needs is still very limited, so the delivery of information about sexual education is carried out interpersonally between teachers and students.   Increase teacher knowledge about sexual education, to be given to students facing problems related to sexual education, sexual harassment and violence which in turn can improve the quality of life of children with special needs. Conduct workshops to design appropriate material on sexual education of students with intellectual disabilities in accordance with their characteristics, choose suitable strategies / methods / techniques to deliver sexual education materials to adolescent students with intellectual disabilities, integrate sexual education materials for students with intellectual disabilities into the SLB curriculum. This activity was carried out at the auditorium of STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang on the first day and the online method on the second day of training. Training in SLB teachers can increase the average teacher knowledge by 3.55 points. The outputs of the activities that have been achieved include publication in the mass media Padang Daily on September 12, 2022, the publication of a youtube video with a https://youtu.be/7XlBGnT6COQ link. It is hoped that this reproductive and sexual health training activity for SLB teachers can become a routine agenda for the MKKS SLB (School Principals' Work Meeting) meeting in Padang City. Keywords: Junior High School Teacher, Training, Intellectual Disability, Sexual Education
Edukasi Mengenal Kesehatan Jiwa Masyarakat di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan Yogyakarta Marita Kumala Dewi; Enik Listyaningsih; Dwi Nugroho Heri Saputro; Resta Betalia Wirata
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11202

Abstract

ABSTRAK Salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian di dunia termasuk di Indonesia adalah kesehatan jiwa. Jumlah kasus gangguan jiwa di Indonesia terus meningkat yang berdampak pada bertambahnya beban negara dan penurunan produktivitas manusia dalam jangka panjang. Tahun 2020 sasaran layanan kesehatan pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat sebayak 1.030 orang. Untuk meningkatkan derajat kesehatan jiwa di masyarakat perlu melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kader, dan masyarakat. Pelayanan kesehatan bagi penderita ODGJ berat di Kota Yogyakarta oleh sekurang-kurangnya satu dokter atau satu perawat terlatih jiwa atau tenaga kesehatan lainnya. Dibutuhkan strategi pencegahan dan pengendalian terkait permasalahan kesehatan jiwa. Sangatlah penting, sebagai bagian dari pelaksanaan program yang berkelanjutan, upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pola perilaku masyarakat agar tindakan yang diambil untuk kepentingan masyarakat lebih tepat dan efektif. Dapat dilakukan kegiatan pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan jiwa melalui program penyuluhan. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan jiwa di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu mengukur tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan kemudian diberikan edukasi tentang kesehatan jiwa dan diakhiri dengan mengukur pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa setelah diberikan penyuluhan. Hasil dari penyuluhan diperoleh data bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan jiwa meningkat. Informasi yang akurat dan tepat tentang kesehatan jiwa masyarakat penting dalam rangka pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan setiap orang untuk hidup sehat guna mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan Jiwa, Masyarakat  ABSTRACT One of the health problems that is of concern in the world, including in Indonesia, is mental health. The number of cases of mental disorders in Indonesia continues to increase which has an impact on increasing the burden on the state and reducing human productivity in the long term. In 2020 the target for severe ODGJ health services is 1,030 people. In order to improve the mental health status of the community, the participation of the central government, local government, community leaders, cadres and the community is needed. Health services for people with severe mental disorders (ODGJ) in the city of Yogyakarta, at least are carried out by a doctor and/or psychiatrist trained nurse and/or other health workers. Prevention and control strategies are needed related to mental health problems. It is very important to make efforts to increase knowledge and patterns of community behavior as a continuous program implementation so that the efforts made to the community are more appropriate and effective. Activity that can be carried out is to educate about mental health through counseling programs. This was done to increase knowledge about community mental health in Mergangsan Lor Village, Wirogunan Village, Yogyakarta. The activity was carried out in several stages, namely measuring the level of public knowledge before being given counseling, then being given education about mental health and ending by measuring the community's knowledge about mental health after being given counseling. The results of counseling obtained data that the level of public knowledge about mental health has increased. Correct and correct knowledge about community mental health is important in the framework of health development which is aimed at increasing awareness, willingness and ability to live healthy for everyone so that the highest degree of health is realized.  Keywords: Education, Mental Health, Community

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue