cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pengetahuan Lansia dalam Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Manajemen Spiritual Junita Silitonga; Ria Anugrahwati; Ajeng Dwi Retnani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10396

Abstract

ABSTRAK Masa lanjut usia (lansia) atau menua merupakan tahap paling akhir dari siklus kehidupan seseorang. Pada tahap ini akan mengalami suatu proses perubahan yang bertahap dalam jangka waktu tertentu. Perubahan yang terjadi diantaranya perubahan fisik dan psikologis. Seringkali lansia dan orang sekitarnya tidak dapat menerima perubahan dan kemunduran  yang  terjadi  sehingga  akan  menimbulkan  masalah  pada  lansia. Salah satu permasalahan penyakit yang sering dialami lansia adalah hipertensi. Kesejahteraan lansia diperlukan dalam melaksanakan peran dan fungsi fisik serta kondisi tubuh yang akan berpengaruh pada kesehatan secara umum dan kesejahteraan spiritual. Lansia perlu mendapatkan penyuluhan mengenai kebutuhan gizi seimbang dan senam hipertensi guna meningkatkan kesehatan fisik serta diajarkan cara manajemen spiritual guna meningkatkan kesehatan mental di masa tua. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman lansia dalam meningkatkan kesehatan fisik dan manajemen spiritual di masa tua pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawabunga. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah dengan dilaksanakan pendidikan kesehatan mengenai nutrisi seimbang bagi lansia, senam hipertensi dan manajemen spiritual. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan dilakukan pretest dan juga posttest setelah diberikan pendidikan. Jumlah pertanyaan pretest sama dengan pertanyaan posttest yakni 10 pertanyaan pilihan ganda. Media yang digunakan dalam kegiatan ini ialah power point dan video senam. Kegiatan PkM telah dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Mei 2023 pukul 09.00 – 10.30 WIB. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest seluruh peserta ialah 76,7 mengalami peningkatan pada posttest menjadi 97,3. Upaya dalam meningkatkan kognitif lansia perlu ditingkatkan guna tercapainya usia lanjut usia yang sehat dan bahagia. Kata Kunci: Fungsi Kognitif, Fungsi Fisik, Manajemen Spiritual  ABSTRACT Old age (elderly) or aging is the final stage of a person's life cycle. At this stage will experience a gradual process of change within a certain period of time. Changes that occur include physical and psychological changes. Often the elderly and those around them cannot accept the changes and setbacks that occur so that they will cause problems for the elderly. One of the disease problems that are often experienced by the elderly is hypertension. Elderly welfare is needed in carrying out physical roles and functions as well as body condition which will affect general health and spiritual well-being. Elderly people need to get counseling about balanced nutritional needs and hypertension exercises to improve physical health and be taught spiritual management methods to improve mental health in old age. The purpose of implementing this community service activity activity was to increase the understanding of the elderly in improving physical health and spiritual management in old age for the elderly in the Rawabunga district, East Jakarta. The method of implementing those activities was to carry out health education regarding balanced nutrition for the elderly, hypertension exercise and spiritual management. Before being given health education, a pretest was carried out and also a posttest after being given education. The pretest questions is the same as the posttest questions, namely 10 multiple choice questions. The media used in this activity are power points and exercise videos. Community service activities were carried out on Wednesday, 10 May 2023 at 09.00 – 10.30 WIB. The results showed that the average pretest score of all participants was 76.7, which increased in the posttest to 97.3. Efforts to improve the cognitive abilities of the elderly need to be increased in order to achieve healthy and happy old age. Keywords: Cognitive Function, Physical Function, Spiritual Management
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kelurahan Lubuk Minturun Kota Padang Fitri Yuniawati; Ika Andriani; Hartanti Hartanti; Galih Hanur Cahyo; Citra Lestari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10361

Abstract

ABSTRAK Salah satu masalah rongga mulut yang sering terjadi pada masyarakat Indonesia adalah penyakit periodontal. Periodontitis merupakan penyakit jaringan periodontal berupa inflamasi kronis yang umumnya disebabkan oleh bakteri plak. Setidaknya ada dua acara untuk mengatasi penyakit periodontal, yaitu mengontrol plak dengan cara menyikat gigi dengan benar dan melakukan pembersihan karang gigi (scaling) secara periodik. Tiap individu juga diharapkan mampu menjaga kebersihan mulut secara mandiri, oleh karena itu pentingnya pengetahuan menjaga kesehatan mulut dan menyikat gigi dengan benar. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan kesehatan jaringan periodontal masyarakat melalui tindakan scaling dan edukasi kesehatan gigi dan mulut (DHE). Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di Kalurahan Lubuk Minturun, Kota Padang. Metode dalam PKM ini adalah dengan memberikan penyuluhan, mendemonstrasikan/mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar, dan konsultasi kasus terkait kesehatan gigi dan mulut yang dialami oleh peserta. Sebelum penyuluhan, peserta diminta mengerjakan soal pretest sederhana dan diakhiri dengan postest. Hasil dari evaluasi pretest-postest menunjukkan peningkatan pengetahuan berdasarkan meningkatnya jumlah jawaban yang benar. Kesimpulan yang dapat diambil dalam PKM ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, terutama jaringan periodontal pada peserta baksos yaitu masyarakat di Kalurahan Lubuk Minturun Kota Padang. Kata Kunci: Dental Health Education, Penyuluhan, Pengabdian Masyarakat  ABSTRACT One of the oral cavity problems that often occurs in Indonesian society is periodontal disease. Periodontitis is a periodontal tissue disease in the form of chronic inflammation which is generally caused by plaque bacteria. There are at least two events to overcome periodontal disease, namely controlling plaque by brushing teeth properly and performing periodic scaling. Each individual is also expected to be able to maintain oral hygiene independently, hence the importance of knowledge of maintaining oral health and brushing teeth properly. The purpose of this community service is to improve the health of the community's periodontal tissue through scaling and oral health education (DHE). The target of this activity is the community in Lubuk Minturun Sub-district, Padang City. The method in this PKM is by providing counseling, demonstrating/practicing how to brush teeth properly, and consulting cases related to oral health experienced by participants. Before counseling, participants were asked to do a simple pretest question and ended with a posttest. The results of the pretest-postest evaluation showed an increase in knowledge based on the increasing number of correct answers. The conclusion that can be drawn in this PKM is that there is an increase in knowledge of oral health, especially periodontal tissue in social service participants, namely the community in Lubuk Minturun Sub-district, Padang City. Keywords: Dental Health Education, Counseling, Community Service
Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Anak Usia Sekolah di Mi Alam Robbani Bekasi Lina Ayu Marcelina; Dora Samaria; Wulan Trisnawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10601

Abstract

ABSTRAK Kejadian menarche dini atau menstruasi untuk pertama kalinya dialami oleh anak usia sekolah namun belum banyak perhatian terkait edukasi kesehatan reproduksi yang menargetkan anak usia sekolah dasar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan edukasi kesehatan dan mengetahui efektivitas edukasi kesehatan reproduksi pada anak usia sekolah. Melalui metode ceramah dengan PowerPoint, diskusi dan tanya jawab serta pengisian pre dan posttest kegiatan ini dilaksanakan di MI Alam Robbani Bekasi Jawa Barat dan melibatkan siswa siswi kelas 4 hingga 6 sejumlah 47 orang. Hasilnya dari 47 responden terdapat 13 siswi yang telah menstruasi (52%) dan 4 siswa telah mengalami pubertas. Selain itu terdapat peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi (p value 0.001). Pemberian dan penyediaan sarana prasarana edukasi kesehatan reproduksi anak usia sekolah penting dilakukan melibatkan pihak sekolah, universitas dan fasilitas layanan kesehatan. Kata Kunci : Edukasi, Menstruasi, Kesehatan Reproduksi,  Usia Sekolah  ABSTRACT Early menarche or menstrual period for the very first time occurred by school aged student but education of sexual and reproductive health targeting school aged student was very limited. Purpose of this event was to educate and to know effectivity of reproductive health education for school aged student. Through presentation of material by Power Point, discussion, QnA session and also pre posttest, this event involved student from 4th until 6 grades totally 47 students in MI Alam Robbani Bekasi West Java. The result are  from 47 students there are 13 female students (52%) who had menstruation and 4 male students who had puberty. Then, there is increasing of knowledge among student gave reproduction education (p value 0.001). Providing equipment and material for reproductive education is needed involving many sectors like school, university and health care center. Keyword : Education; Menstruation; Reproductive Health; School Age
Penyuluhan tentang Disminorea (Nyeri Haid saat Menstruasi) dan Upaya Menanggulanginya dengan Akupreseur pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo Neny Yuli Susanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10453

Abstract

ABSTRAK Terlepas dari usia, sebagian besar wanita mengalami ketidaknyamanan menstruasi atau dismenorea, dengan remaja putri awal yang baru saja mencapai menstruasi memiliki prevalensi terbesar. Dismenore sering dikatakan sebagai kondisi simtomatik, artinya hanya salah satu dari beberapa gejala yang mungkin ada, tidak menyenangkan, dan bukan merupakan penyakit. Peningkatan kadar prostaglandin yang signifikan di endometrium terjadi selama nyeri haid atau proses dismenore, terutama saat fase proliferasi beralih ke fase sekretori. Peningkatan kadar prostaglandin yang berlebihan di endometrium ini dapat menyebabkan kontraksi miometrium, yang dapat menyebabkan iskemia dan penurunan kadar progesteron pada akhir kehamilan. Karena itu, otot rahim terasa nyeri sebelum, selama, dan setelah menstruasi. Upaya sukarela ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan muda dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka. Sasaran program ini adalah seluruh pemudi Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo yang pernah haid dan pernah mengalami nyeri haid. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu tentang pencegahan dan penanganan nyeri haid pada remaja putri. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah instruksi atau pelatihan. Mahasiswa dan rombongan dosen dari Program Studi Sarjana Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy menjadi narasumber kegiatan tersebut. Salah satu hasil dari latihan ini adalah para remaja putri mampu mengajar anak-anak atau siswa lain tentang manfaat metode akupresur. Kata Kunci: Disminorhea, Akupressur  ABSTRACT No of their age, most women suffer menstrual discomfort, or dysmenorrhoea, with young girls who have just reached menarche accounting for the majority of cases. Disminore is sometimes referred to be a symptomatic condition, which indicates that it is not a sickness but only one of the symptoms that might manifest and be uncomfortable. In the process of menstrual pain or dysmenorrhoea, specifically in the proliferative phase toward the secretory phase, there is an excessive increase in prostaglandin levels in the endometrium that can cause myometrial contractions that cause ischemia and are followed by a decrease in progesterone levels at the end of the luteal phase. Before, during, and after menstruation, this hurts the uterine muscles. Through training exercises, this community service project seeks to enhance the knowledge and abilities of young women. At the Salafiyah Syafiiyah Islamic Boarding School in Situbondo, this exercise is intended for all young ladies who have ever had their period and who have previously suffered menstrual agony. The intended outcomes of the training activities include improving mothers' knowledge and expertise in avoiding and managing young women's menstrual discomfort. Training or tutorials are the approach used in this activity. Students and a group of professors from the Faculty of Health Sciences, Ibrahimy University's S1 Midwifery Study Program served as the activity's resource people. Young ladies may manage or educate other children or students about the advantages of the acupressure approach as a consequence of this exercise, among other outcomes. Keywords: Dysminorhea, Acupressure
Penerapan New Normal Dipandemic Covid-19 pada Kelompok Pasien dan Keluarga Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang Trifonia S Nurwela; Maria Agustina Making; Israfil Israfil
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10258

Abstract

ABSTRAK Pandemi covid 19 memberikan dampak ke semua sektor, terutama adalah sektor kesehatan. Salah satu usaha yang sudah dilakukan adalah memutus rantai penularan covid dengan membatasi aktivitas diluar rumah dan karantina mandiri. Tatanan kehidupan baru atau disebut new normal menjadi alternatif pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang kompleks tersebut. Masyarakat diharapkan menerapkan protokol kesehatan pada era new normal sebagai bentuk upaya pencegahan penularan COVID-19. Untuk mewujudkan tujuan tersebut peran serta tenaga kesehatan sangat diharapkan. Peran edukasi menjadi hal utama yang harus dilakukan mengingat banyaknya masyarakat yang tidak tau, tidak memahami tentang new normal dan protokol kesehatan apa saja yang harus dilakukan pada era new normal. Kunci keberhasilan upaya pencegahan penularan covid 19 adalah jika Pemerintah, Tenaga Kesehatan dan seluruh lapisan masyarakat bekerjasama dalam mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Untuk itu tim tenaga kesehatan Jurusan Keperawtaan poltekkes kemenkes kupang ikut berpartisipasi dalam upaya mewujudkan program pemerintah melalui pemberian edukasi protokol kesehatan dan bimbingan psikologi untuk mengontrol tekanan darah pasien hipertensi dalam era new normal. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dari 23 peserta kegiatan menunjukkan perilaku masyarakat setelah diberikan pelatihan adalah kategori baik sebanyak 21 orang (91,30%). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memberikan keyakinan  dan  menyadarkan bahwa  kesehatan  merupakan  suatu  kebutuhan  personal setiap orang sehingga mendorong masyarakat  secara  kognitif  untuk  menangkap  apa  yang  di sampaikan  dari  educator. Kata Kunci: New Normal Pandemic Covid 19, Hipertensi  ABSTRACT The Covid 19 pandemic has had an impact on all sectors, especially the health sector. One of the efforts that have been made is to break the chain of transmission of Covid by limiting activities outside the home and self-quarantine. The new order of life or what is called the new normal is an alternative for the government to overcome these complex problems. The community is expected to implement health protocols in the new normal era as a form of effort to prevent transmission of COVID-19. To achieve this goal, the participation of health workers is highly expected. The role of education is the main thing that must be done considering that many people do not know, do not understand about the new normal and what health protocols must be carried out in the new normal era. The key to success in efforts to prevent the transmission of Covid-19 is if the Government, Health Workers and all levels of society work together in complying with health protocols properly. For this reason, a team of health workers from the Nursing Department of the Kupang Health Polytechnic participated in an effort to realize the government's program by providing education on health protocols and psychological guidance to control blood pressure in hypertensive patients in the new normal era. In this community service activity, of the 23 activity participants, 21 people (91.30%) showed that community behavior after being given training was in the good category. This shows that this activity gives confidence and makes people aware that health is a personal need for everyone so that it encourages people cognitively to understand what is conveyed by the educator.  Keywords: New Normal, Covid 19, Hypertension
Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Pertolongan Pertama Tersedak dengan Metode Tehnik Backblow pada Balita Muhamad Nur Rahmad; Sigit Yulianto; Amin Aji Budiman; Mira Wahyu Kusumawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10512

Abstract

ABSTRAK Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat  terjadi pada semua usia, terutama pada bayi dan anak-anak. Kondisi ini dapat membuat seseorang mengalami penyumbatan pada saluran pernafasan sehingga perlu diberikan pertolongan segera karena bisa membuat tubuh mengalami hipoksia dan mengakibatkan kematian. Tindakan pertolongan pertama untuk mengatasi masalah tersedak perlu dilakukan saat pertama kali menemukan korban dengan kondisi ini. Semakin cepat korban ditemukan maka semakin cepat pula pasien tersebut mendapat pertolongan sehingga terhindar dari kecacatan atau kematian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu dalam melakukan pertolongan pertama ketika bayi dan anak mengalami tersedak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan media power point saat pemberian edukasi kemudian dilanjutkan dengan demontrasi langsung kepada peserta bagaimana cara melakukan tehnik backblow ketika bayi dan anak mengalami tersedak. Hasil kegiatan menunjukan antusiasme peserta dalam melakukan demonstrasi tehnik backblow serta adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan tehnik backblow yaitu saat pre test sebanyak 25 % pengetahuan dan keterampilan baik,  meningkat menjadi 81.25 % setelah edukasi dan  post test dilakukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan dan demonstrasi mengenai pertolongan pertama pada bayi dan anak tersedak sangat membantu ibu dalam meningkatkan pengetahuan. Kata Kunci: Pengetahuan,  Tehnik Backblow, Tersedak.     ABSTRACT Choking is an emergency condition that can occur at any age, especially in infants and children. This condition can make a person experience a blockage in the respiratory tract so that immediate assistance is needed because it can make the body experience hypoxia and result in death. First aid measures to deal with choking problems need to be done when you first find a victim with this condition. The quicker the victim is found, the sooner the patient gets help so that he or she avoids disability or death. This community service activity aims to help increase the knowledge and skills of mothers in performing first aid when babies and children experience choking. The method used in this activity uses power point when providing education and then continues with direct demonstrations to participants how to do the backblow technique when babies and children experience choking. The results of the activity showed the enthusiasm of the participants in demonstrating the backblow technique and an increase in the knowledge and skills of the participants in carrying out the backblow technique, namely during the pre-test, 25% of knowledge and skills were good, increasing to 81.25% after the education and post-test were carried out. So it can be concluded that the provision of health education and demonstrations regarding first aid for infants and choking children greatly helps mothers in increasing knowledge. Keywords: Knowledge, Backblow Technique, Choking.
Optimalisasi Kader Posyandu dalam Pemantauan Ibu Hamil Berisiko Eneng Daryanti; Hilman Mulyana; Maria Ulfah Jamil; Asep Mulyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10413

Abstract

ABSTRAK Hasil pencapaian upaya kesehatan ibu hamil dapat dinilai dengan menggunakan indikator cakupan K1 dan K4. Cakupan K1 adalah jumlah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal pertama kali, dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil di satu wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun. Sedangkan cakupan K4 adalah jumlah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit 4 kali sesuai jadwal yang dianjurkan, dibandingkan sasaran ibu hamil di satu wilayah kerja pada waktu satu tahun. Indikator tersebut memperlihatkan akses pelayanan terhadap ibu hamil dan tingkat kepatuhan ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan. Melakukan skrining pada ibu hamil berisiko tinggi melalui upaya peningkatan pengtahuan kader posyandu untuk mendeteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kerjasama dengan bidan puskesmas untuk mengadakan sosialisasi kepada kader untuk memantau ibu hamil, kemudian melakukan sosialisasi kepada kepala puskesmas, bidan koordinator, dan bidan kelurahan agar program inovasi ini dapat terus berjalan di Puskesmas Bantar. Bentuk dukungan kader terhadap program ini berupa pendataan dan lembar pemantauan faktor risiko yang harus di isi dengan kader lalu kader melaporkan kebidan kelurahan atau mengantar pasien ke puskesmas untuk diperiksa. Bentuk dukungan bidan yaitu ikut selalu memantau pada ibu dengan faktor resiko, jika kader melaporkan / menbawa pasien ke Puskesmas di sertakan juga stiker dngan tulisan “faktor risiko ibu hamil” itu di tempel di buku kia sehingga bidan sudah tau faktor risiko. Berdasarkan tabel 1 dapat diperoleh kesimpulan bahwa pengetahuan kader posyandu tentang pemantauan ibu hamil berisiko pada pre test ada pada kategori kurang yaitu 23 orang (75%), sedangkan pada post test kategori terbanyak adalah pengetahuan baik yaitu 26 orang (87,5%). Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupan upaya untuk menurunkan AKI/AKB melalui pemantauan pada ibu hamil yang beresiko tinggi oleh kader posyandu di wilayah PKM Bantar. Kader posyandu dalam melakukan kegiatannya berkoordinasi dengan  bidan kelurahan juga bidan puskesmas, memberikan edukasi dan inovasi berupa kegiatan optimalisasi kader posyandu dalam melalukan pemantauan ibu hamil berisiko melalui kegiatan pemaparan tentang faktor resiko ibu hamil dengan bahasa yang mudah dipahami  jika terdapat ibu hamil resiko maka kader mendata dan memantau serta melaporkan ke bidan kelurahan atau mengantar pasien ke puskesmas, diharapkan dengan adanya program ini angka kesakitan dan kematian ibu hamil yang beresiko bisa terdeteksi dari awal dan dapat tertangani dengan pengobatan Kata Kunci: Optimalisasi Kader Posyandu, Memantau, Ibu Hamil, Risiko Tinggi ABSTRACT The results of achieving health efforts for pregnant women can be assessed using K1 and K4 coverage indicators. K1 coverage is the number of pregnant women who have received antenatal care for the first time, compared to the target number of pregnant women in one work area within one year. While coverage of K4 is the number of pregnant women who have received standard antenatal care at least 4 times according to the recommended schedule, compared to the target of pregnant women in one work area at one year. This indicator shows access to services for pregnant women and the level of adherence of pregnant women in having their pregnancies checked by health workers. To screen high-risk pregnant women through efforts to increase the knowledge of posyandu cadres to detect high-risk pregnant women early. The method used in this activity was collaborating with the puskesmas midwives to conduct outreach to volunteers community to monitor pregnant women, then conducting outreach to the heads of the puskesmas, coordinating midwives, and village midwives so that this innovation program could continue at the Bantar Health Center. The form of cadre support for this program is in the form of data collection and risk factor monitoring sheets that must be filled in by the cadres and then the volunteers community report to the sub-district midwife or accompany the patient to the puskesmas for examination. The form of midwife support is to always monitor mothers with risk factors. If volunteers community report/bring patients to the Puskesmas, they also include a sticker with the words "risk factors for pregnant women" attached to the kia book so that midwives know the risk factors. Based on table 1, it can be concluded that the knowledge of posyandu volunteers community about monitoring pregnant women at risk in the pre-test was in the less category, namely 23 people (75%), while in the post-test, the highest category was good knowledge, namely 26 people (87.5%). This community service activity is an effort to reduce MMR/IMR through monitoring of pregnant women who are at high risk by posyandu cadres in the Bantar PKM area. Posyandu volunteers community in carrying out their activities coordinate with village midwives as well as puskesmas midwives, providing education and innovation in the form of optimizing posyandu volunteers community activities in monitoring pregnant women at risk through exposure activities about risk factors for pregnant women in language that is easy to understand. If there are pregnant women at risk, the cadres record and monitor and report to the sub-district midwife or accompany the patient to the puskesmas, it is hoped that with this program the morbidity and mortality of pregnant women who are at risk can be detected from the start and can be treated with medication Keywords: Optimizing Posyandu Volunteers Community, Monitoring, Pregnant Women, High Risk.
Optimalisasi Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Pencegahan Karies Enna Rossalina; Tuti Asrianti Utami; Stefanus Andang Ides; Elisabeth Yesi; Angelina Golang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.9775

Abstract

ABSTRAK  Karies gigi adalah adanya gangguan keseimbangan pada sekitar email dikarenakan oleh beberapa faktor sehingga mengakibatkan berlubangnya gigi. Gigi anak memiliki fungsi pengunyahan, gigi geligi juga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap fungsi bicara. Kesehatan gigi anak dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari rongga mulut sebab adanya gigi susu anak dapat menentukan gigi tetapnya. Gigi yang tidak sehat akan mengalami kesulitan dalam mencerna makanan, gangguan terhadap proses pertumbuhan dan akhirnya anak menjadi sering sakit. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak-anak dalam memelihara kebersihan gigi dan mulut. Sasaran program kegiatan adalah kelompok anak BIA (Bina Iman Anak) dan BIR (Bina Iman Remaja) dengan usia antara 5-15 tahun di gereja Paroki Kranji-St.Mikael, Bekasi Barat. Promosi kesehatan yang diberikan dengan metode ceramah, leaflet, video disertai demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menyikat gigi diakhiri dengan tanya jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat terdapat 80% peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam menyikat gigi dengan benar. Saran promosi kesehatan penting dilakukan secara berkala, agar anak-anak mampu secara mandiri menjaga kesehatan mulut dan giginya. Kata Kunci: Gigi dan Mulut, Promosi Kesehatan, Karies Gigi  ABSTRACT Dental caries is a disturbance of the balance around the enamel caused by various factors and results in cavities in the teeth. The child's teeth have a masticatory function, the teeth are also a factor that influences speech function. Children's dental health determines the growth and development of the oral cavity because the child's milk teeth will determine the child's permanent teeth. Unhealthy teeth will have difficulty digesting food, disrupting the growth process and eventually, the child will often get sick. This activity aims to increase children's knowledge and ability to maintain oral hygiene. The target of the activity program is a group of BIA (Children's Faith Development) and BIR (Youth Faith Development) children aged between 5-15 years at the Kranji-St. Mikael Parish church, West Bekasi. Health promotion which is given through lecture methods, leaflets, and videos accompanied by effective demonstrations in increasing knowledge and ability to brush teeth ends with questions and answers. The result of community service activities is an 80% increase in knowledge and ability to brush teeth properly. Health promotion advice is important to do regularly so that children can maintain the health of their mouths and teeth independently. Keywords: Teeth and Mouth, Health Promotion, Dental Caries
Skrining Gangguan Refraksi dan Edukasi tentang Menjaga Kesehatan Mata Selama Masa Pandemi Covid-19 sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Mata pada Atlet Provinsi Aceh Yusni Yusni; Firdalena Meutia; Amiruddin Amiruddin; Nasyaruddin Herry Taufik; Gartika Setiya Nugraha; Muhammad Hanafiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10611

Abstract

ABSTRAK Skrining gangguan penglihatan dan edukasi Kesehatan mata pada atlet selama masa pandemi Covid-19 merupakan suatu upaya untuk meningkatkan Kesehatan mata atlet. Gangguan Kesehatan mata akan berdampak terhadap aktivitas olahraga sehingga akan mempengaruhi prestasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan skrining gangguan refraksi dan memberikan edukasi tentang cara menjaga Kesehatan mata selama masa pandemi Covid-19 pada atlet Provinsi Aceh. Kegiatan ini dilakukan bulan Agustus 2021 di SMAKON Banda Aceh terhadap 62 atlet (n=19 Wanita dan n=43 laki-laki). Kegiatan yang dilakukan meliputi: pemeriksaan refraksi menggunakan kartu Snellen dan Trial lens, memberikan edukasi mengenai Kesehatan mata, dan memberikan follow-up bagi atlet dengan gangguan refraksi. Jumlah atlet pria dan wanita dengan visus normal (ametropia) adalah sebanyak 91,94%, sedangkan atlet pria dan wanita dengan visus tidak normal adalah sebanyak 8,06%. Setelah pemberian edukasi atlet mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan mata selama masa pandemi. Atlet dengan gangguan refraksi dirujuk ke fasilitas Kesehatan untuk mendapatkan penganangan lebih lanjut. Terdeteksinya gangguan refraksi (miopia) pada atlet sehingga dapat memberikan intervensi yang sesuai untuk mencegah progresivitas. Atlet dengan masalah gangguan penglihatan mendapatkan penanganan yang tepat oleh dokter spesialis mata. Terjalinnya kerjasama antara Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dengan mitra sehingga kegiatan ini akan berkesinambungan. Kata Kunci: Gangguan Refraksi, Kesehatan Mata, Masa Pandemi Covid-19, Atlet  ABSTRACT Screening for visual impairment and education on eye health in athletes during the COVID-19 pandemic is an effort to improve the eye health of athletes. Eye health problems will have an impact on sports activities and affect achievement. This activity aims to screen for refractive disorders and provide education on taking care of eye health during the COVID-19 pandemic in athletes from Aceh Province. This activity was carried out in August 2021 at SMAKON Banda Aceh for 62 athletes (n = 19 women and n = 43 men). Activities carried out include refractive examination using Snellen cards and Trial lenses, providing education about eye health, and providing follow-up for athletes with refractive disorders. The number of male and female athletes with normal vision (ametropia) was 91.94%, while male and female athletes with abnormal vision were 8.06%. After providing education, athletes know how to maintain eye health during a pandemic. Athletes with refractive disorders are referred to health facilities for further treatment. Refraction disorders (myopia) are detected in athletes so that appropriate interventions can be provided to prevent progression. Athletes with visual impairment problems get proper treatment from an ophthalmologist. The establishment of collaboration between the Faculty of Medicine, Syiah Kuala University, and partners so that this activity will be sustainable. Keywords: Refraction Error, Eye Health, Pandemic Covid-19, Athletes
Program Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Meningkatkankan Pengetahuan Santri di Pondok Pesantren Nahdhatul Atfal Kubu Raya Nurul Jamil; Nurul Hidayah; Nisma Nisma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10467

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang dilakukan atas kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang. Masalah PHBS paling sering ditemukan pada taraf kelompok, contohnya Pondok Pesantren. Beberapa penyakit yang dapat terjadi akibat masalah PHBS yang kurang baik seperti, masalah kulit, masalah pencernaan, bahkan sampai penyakit berat seperti Hepatitis. Hasil observasi di pesantren X Kubu Raya ditemukan adanya ketidak sesuaian antara luas kamar dengan jumlah santri yang menempati ruangan. Hal ini memiliki beberapa berdampak pada lingkungan kamar mereka kurang tertata dengan rapi, pencahayaan yang kurang, atmosfer ruangan yang kurang kondusif, bahkan berpeluang kamar kurang bersih akibat disiplin PHBS yang belum baik. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang PHBS kepada santri sehingga adanya perubahan perilaku serta mampu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-harinya di Pondok Pesantren Nahdhatul Atfal Kabupaten Kubu Raya.  Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pemberian edukasi ini menggunakan slide PPT (proyektor in focus), dan tanya jawab. Sebelum dilakukan edukasi pengetahuan santri tentang kebersihan pribadi sebanyak 83% responden memiliki pengetahuan rendah, pengetahuan santri tentang cuci tangan sebanyak 43% responden memiliki pengetahuan rendah, dan pengetahuan santri tentang kebersihan tempat tinggal sebanyak 80% responden memiliki pengetahuan rendah. Setelah dilakukan edukasi pengetahuan santri tentang kebersihan pribadi 77% responden memiliki pengetahuan tinggi, pengetahuan santri tentang cuci tangan sebanyak 80% responden memiliki pengetahuan tinggi, dan pengetahuan santri tentang kebersihan tempat tinggal sebanyak 83% responden memiliki pengetahuan tinggi.Berdasarkan hasil observasi dan pengukuran setelah dilakukan edukasi, kegiatan PKM ini mampu meningkatkan pengetahuan santri tentang perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kata Kunci: Edukasi, PHBS, Pondok Pesantren  ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a behavior that is carried out on awareness as a result of learning that makes a person. PHBS problems are most often found at the group level, for example Pondok Pesantren. Some diseases that can occur due to poor PHBS problems such as skin problems, digestive problems, even severe diseases such as Hepatitis. The results of observations at Pesantren X Kubu Raya found that there was a mismatch between the room area and the number of students occupying the room. This has several impacts on the environment of their rooms that are less neatly organized, less lighting, less conducive room atmosphere, and even the chance that the room is not clean due to poor PHBS discipline. This PKM aims to provide knowledge and understanding of PHBS to students so that there are changes in behavior and are able to practice in their daily lives at Pondok Pesantren Nahdhatul Atfal Kubu Raya Regency.  The implementation method carried out in providing this education uses PPT slides (in focus projectors), and questions and answers. Before the education was carried out, 83% of respondents had low knowledge of personal hygiene, 43% of respondents had low knowledge of hand washing, and 80% of respondents had low knowledge of personal hygiene. After the education, 77% of respondents had high knowledge of personal hygiene, 80% of respondents had high knowledge of hand washing, and 83% of respondents had high knowledge of residential hygiene. Based on the results of observations and measurements after education, this PKM activity was able to increase santri knowledge about Clean and Healthy Living behavior. Keywords:  Education, PHBS, Islamic Boarding School

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue