cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Optimalisasi Kemandirian Lansia melalui Peningkatan Fungsi Kognitif dan Reproduksi di Kelurahan Rawabunga, Jakarta Timur Suryani Hartati; Sri Laela; Nadia Oktiffany Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10292

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Salah satu penurunan yang dialami lansia ialah penurunan fungsi fisiologis. Dampak dari penurunan ini dapat menyebabkan lansia tidak dapat melakukan aktivitas secara mandiri, perubahan fungsi kognitif dan seksualitas. Salah satu upaya untuk menghambat kemunduran kognitif dan seksualitas akibat penuaan dan sebagai bentuk stimulasi untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan seksualitas yaitu dengan latihan senam otak dan senam kegel. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman pada lansia tentang mengoptimalkan kemandirian lansia melalui peningkatan fungsi kognitif dan fungsi reproduksi. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan melakukan screening tingkat kemandirian lansia menggunakan instrumen barthel index, kemudian dilanjutkan pre test – post test dengan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 15 pertanyaan pilihan ganda. Lansia diberikan penyuluhan mengenai optimalisasi fungsi kognitif dan kesehatan organ reproduksi pada lansia, kemudian senam otak dan senam kegel. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Mei 2023 di Wilayah Kelurahan Rawabunga, Jakarta Timur. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 15 lansia. Hasil nilai rata-rata tingkat kemandirian lansia sebanyak 60% lansia mandiri dan 40% lansia dengan ketergantungan ringan. Tingkat pengetahuan lansia meningkat sebanyak 20,6% setelah diberikan penyuluhan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan latihan senam efektif meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor lansia guna mempertahankan kemandirian lansia. Kata Kunci: Fungsi Kognitif, Fungsi Reproduksi, Kemandirian Lansia  ABSTRACT Elderly is someone who has reached the age of 60 years and over. One of the declines experienced by the elderly is a decrease in physiological function. The impact of this decline can cause the elderly to be unable to carry out activities independently, changes in cognitive function and sexuality. One effort to prevent cognitive decline and sexuality due to aging and as a form of stimulation to improve cognitive abilities and sexuality is by exercising the brain and Kegel exercises. The purpose of this activity is to provide knowledge and understanding to the elderly about optimizing the independence of the elderly through increasing cognitive function and reproductive function. The method of carrying out the activity begins with screening the level of independence of the elderly using the Barthel index instrument, then proceed with the pre test - post test using a questionnaire consisting of 15 multiple choice questions. The elderly are given counseling regarding optimizing cognitive function and health of the reproductive organs in the elderly, then brain exercises and Kegel exercises. The activity was held on Wednesday, May 10 2023 in the Rawabunga Village Area, East Jakarta. Participants in this activity totaled 15 elderly. The results of the average level of independence for the elderly are 60% independent elderly and 40% elderly with mild dependence. The level of knowledge of the elderly increased by 20.6% after being given counseling. This shows that counseling activities and gymnastic exercises are effective in increasing the cognitive and psychomotor abilities of the elderly in order to maintain the independence of the elderly Keywords: Cognitive Function, Reproductive Function, Elderly Independence
Penyuluhan PHBS tentang Jajanan Sehat di Sekolah Dasar Negeri Tambaksari 02 Cilacap Anna Yuliana; Brilyan Zulfikar Ar Rabbani; Rida Nurihayati; Dhea Sinta Nurjanah; Nurjahan Nurjahan; Annisa Salsabila; Sinta Amelia Tri Utami; Ahmad fauzi; Muhammad Fauzan Maulana Zidane
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10564

Abstract

 ABSTRAK PHBS merupakan perilaku yang didasarkan kesadaran masyarakat untuk hidup dan bersih agar tercapainya kesehatan yang optimal. Salah satu contoh PHBS yaitu konsumsi jajanan sehat. Jajanan merupakan makanan yang dapat langsung dimakan dan digemari anak-anak maupun dewasa. Sebagian besar anak-anak sangat menikmati makanan ringan karena mereka tertarik dengan variasi bentuk, warna yang menarik, dan cita rasa yang lezat. Saat ini, masih terdapat banyak individu dalam masyarakat yang kurang memperhatikan jenis makanan yang mereka konsumsi. Bagi masyarakat khususnya anak-anak, rasa yang enak, porsi yang besar dan harga yang pas adalah hal yang terpenting dalam hal makan. Banyak di antara masyarakat, terutama anak-anak, yang membeli makanan tanpa mempertimbangkan faktor kebersihan. Mereka sering kali menjadi korban jajanan yang tidak sehat. Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menjalani kehidupan yang bersih dan sehat serta mencapai tingkat kesehatan yang optimal, penting untuk memberikan peluang belajar dan menciptakan situasi yang memungkinkan individu, kelompok, dan keluarga terlibat dalam komunikasi, akses informasi, dan pendidikan guna meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang mengarah pada kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan gaya hidup yang bersih dan sehat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang ditujukan pada siswa di SDN 02 Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Hasil penyuluhan ini menunjukkan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan mengalami peningkatan. Dari hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa siswa memahami apa yang dijelaskan dalam materi PHBS yaitu pentingnya mengkonsumsi jajanan yang sehat. Kata Kunci: Jajanan Sehat, Penyuluhan Kesehatan, Siswa SD  ABSTRACT PHBS is a behavior that underlies public awareness to live and clean in order to achieve optimal health. One example of PHBS is the consumption of healthy snacks. Snacks are edible items that are instantly consumed and enjoyed by both adults and children. Children particularly find snacks appealing due to their diverse shapes, attractive colors, and delightful flavors. Presently, there is a considerable number of individuals who disregard the quality of their food. In the case of the community, especially children, the primary factors considered while eating are taste, generous portions, and affordable prices. People, specifically children, frequently purchase food without considering its cleanliness. They frequently fall prey to unhealthy snacks. To enhance the knowledge and abilities of the community in leading a hygienic and healthy lifestyle and attaining optimal well-being. Moreover, by facilitating learning opportunities and fostering an environment that promotes effective communication, information dissemination, and education, the goal is to improve understanding, attitudes, and behaviors, empowering individuals, groups, and families to embrace a clean and healthy way of living. The method used is counseling aimed at students at SDN 02 Tambaksari, Wanareja District, Cilacap Regency.The results of this counseling show that knowledge before and after the counseling has improved. The results of the pre-test and post-test show that students understand what is explained in the PHBS material, namely consumption and the need for healthy snacks. Keywords: Healthy Snacks, Health Conseling, Elementary School Student
Penyuluhan dan Pelatihan Rehabilitasi Mangrove di Pantai Divur Desa Labetawi Kota Yanto Anwar; Abu Samad Serang; Erwin Tanjaya; M.M Makailaipessy; Erna Almohdar; Wiwien G. Hukubun; Maimuna Renhoran; Fatmawati Marasabessy; Edward J. Renrusun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10405

Abstract

ABSTRAK Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat bermanfaat bagi organisme-organisme di lingkungan pesisir termasuk manusia. Dengan sistem perakaran dan kanopi yang rapat serta kokoh, vegetasi mangrove juga berfungsi sebagai pelindung daratan dari aksi gelombang, tsunami, angin topan, dan perembesan air laut. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai penyedia unsur hara, ekosistemnya merupakan tempat pemijahan (spawning grounds), tempat pengasuhan (nursery grounds) dan tempat mencari makan (feeding grounds) berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Labetawi adalah kurangnya informasi dan pengetahuan tentang arti pentingnya ekosistem mangrove bagi sumberdaya perikanan dan kelautan. Penyebab utama kerusakan hutan mangrove di  adalah karena tindakan manusia, berupa alih fungsi lahan menjadi tempat pemukiman masyarakat dan penebangan liar. Hutan mangrove ini dapat melindungi terumbu karang, padang lamun dari gempuran sendimentasi daratan, mengurangi erosi di daerah pesisir dan melindungi pantai dari dampak gelombang, angin dan ombak. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus dalam rehabilitasi mangrove ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam melestarikan lingkungan di Desa Lebetawi Kota Tual serta memupuk kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove. Kata Kunci: Mangrove, Pesisir  ABSTRACT Mangrove ecosystems have ecological functions that are very beneficial for organisms in the coastal environment, including humans. With a dense and sturdy root system and canopy, mangrove vegetation also functions as a land protector from wave action, tsunamis, hurricanes and seawater seepage. In addition, mangroves also function as nutrient providers, their ecosystems are spawning grounds, nursery grounds and feeding grounds for various types of fish, shrimp and other marine biota. The problem faced by the people of Labetawi Village is the lack of information and knowledge about the importance of mangrove ecosystems for fisheries and marine resources. The main cause of damage to mangrove forests in Indonesia is due to human actions, in the form of land conversion into community settlements and illegal logging. These mangrove forests can protect coral reefs, seagrass beds from the onslaught of land sedimentation, reduce erosion in coastal areas and protect beaches from the effects of waves, wind and waves. The implementation of community service activities that focus on mangrove rehabilitation is expected to be able to contribute to environmental restoration in Lebetawi Village, Tual City and increase public awareness of the importance of protecting mangrove ecosystems. Keywords: Mangroves, Coastal
Edukasi Teknik Pursed Lip Breathing dan Batuk Efektif pada Keluarga Pasien PPOK Nursiswati Nursiswati; Malihatunnisa Nurrofikoh; Dwi Winastuti; Lidya Rahmawati; Titis Kurniawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10138

Abstract

ABSTRAK Penyakit Paru Obstrukstif Kronis (PPOK) dapat bersifat progresif dan berhubungan dengan respons inflamasi akibat partikel atau gas beracun. Eksaserbasi dan komplikasi lanjut pada PPOK dapat dicegah melalui minimalisasi pajanan asap rokok, purse lip breathing exercise, dan batuk effektif. Perawat berkolaborasi secara multidisiplin memberikan intervensi edukasi dan program perencanan pulang dan perawatan di rumah pada pasien PPOK. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan keluarga pasien PPOK . Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif diikuti oleh sepuluh partisipan. Pelaksanaan kegiatan difasilitasi oleh dosen fakultas keperawatan bidang keperawatan medikal bedah dan empat orang mahasiswa fakultas keperawatan pada program profesi Ners stase Keperawatan Medikal bedah di ruang penyakit dalam dewasa sebuah rumah sakit daerah di Jawa Barat. Pengukuran pre dan post tes menggunakan pertanyaan yang disusun secara mandiri sebanyak sepuluh pertanyaan tertutup. Pengetahuan peserta dikelompokan menjadi tiga kategori dengan rentang nilai 10 - 40 (Kurang), 50 - 70 (Cukup), dan 80 - 100 (Sangat baik). Hasil menunjukkan jumlah partisipan dengan nilai sangat baik saat pre-test hanya 10% (mdian 50) dan saat post-test menunjukkan peningkatan menjadi 60% (median 80). Edukasi ini efektif meningkatkan pengetahuan keluarga tentang PLB dan batuk efektif, namun belum menjadikan semua keluarga memiliki pengetahuan sangat baik. Karenanya, kegiatan sejenis perlu ditindaklanjuti dengan menjadikan program edukas sejenis sebagai kegiatan rutin di ruangan.. Kata Kunci: Edukasi, Batuk Efektif, Penyakit Paru Obstruktif, Pursed Lip Breathing  ABSTRACT Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) can be progressive and associated with an inflammatory response due to toxic particles or gases. However, exacerbations and complications of COPD are preventable trough minimizing smoking exposure, purse lip breathing exercise, and effective coughing. Nurses collaborate in a multidisciplinary manner to provide educational interventions, discharge planning programs, and home care for COPD patients. This activity aims to analyze differences in the level of knowledge before and after providing education to patients and families with COPD. This quantitative descriptive employed to ten participants. The implementation of the activity was facilitated by a lecturer from the Faculty of Nursing in the field of medical-surgical nursing and four students from the Faculty of Nursing in the Medical-Surgical Nursing Professional Program in the adult internal medicine room of a regional hospital in West Java. The pre-test and post-test measurements used ten closed-ended questions independently arranged. Participants' knowledge was grouped into three categories with a range of values of 10 - 40 (poor), 50 - 70 (sufficient), and 80 - 100 (very good). The results showed that the number of participants with very good scores during the pre-test was only 10% (median 50) and during the post-test it showed an increase to 60% (median 80). This education program effectively improved patient family’s knowledge on purse lip breathing exercise and effective coughing, however did not all patient family showed excellent knowledge yet Therefore it is recommended to intensively apply this educational activity as a routine program at the ward. Keywords: Education, Coughing, Obstructive Pulmonary Disease, Pursed Lip Breathing
Tatalaksana Komorbid pada Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Martina Pakpahan; Ni Gusti Ayu Eka; Theresia Theresia; Belet Lydia Ingrit; Mega Sampepadang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10618

Abstract

ABSTRAK Seiring perkembangan kasus COVID-19, terdapat 10-20% kasus memiliki fenomena 75% pasien COVID-19 yang dirawat memiliki setidaknya satu komorbid. Hal ini meningkatkan morbiditas dan mortalitas kasus COVID-19 dan pembiayaan kesehatan. Pemerintah dan tenaga medis terus berupaya meminimalkan komplikasi akibat komorbid COVID-19 tersebut melalui program vaksinasi, sosialisasi protokol kesehatan, kebijakan PPKM dan perawatan yang intensif. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk webinar dengan topik ‘tatalaksana komplikasi komorbid pada pasien terkonfirmasi COVID-19’ merupakan kerjasama antara Fakultas keperawatan dan Fakultas kedokteran UPH. Edukasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam mengenal komplikasi akibat komorbid pada pasien terkonfirmasi COVID-19 serta tatalaksananya sehingga dapat menolong diri sendiri, keluarga dan orang lain di sekitarnya. Hal ini kemudian secara tidak langsung dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas terkait COVID-19. Webinar dilaksanakan pada 4 November menggunakan zoom. Webinar diikuti sebanyak 73 peserta yang berasal dari beragam daerah di Indonesia, dengan karakteristik mayoritas yaitu; berasal dari Jabodetabek (89,04%), perempuan (74%), usia < 20 tahun (53,42%), mahasiswa (57,53%), memiliki Riwayat terinfeksi COVID-19 (65,8%) dan tidak memiliki penyakit lain sebagai komorbid (67,12%).Pengetahuan peserta masuk kategori baik dimana memiliki nilai pre-test; Mean 77,26 dan Median 80. Nilai post-test; Mean 81,06 dan Median 90. Edukasi yang diberikan berdampak dalam meningkatkan pengetahuan melalui edukasi yaitu sebesar 3,8 point nilai mean dan sebesar 10 point nilai median. Edukasi kesehatan dapat terus dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalan tatalaksana komorbid pada COVID-19. Kata Kunci: Komorbid COVID-19, Pasien terkonfirmasi  ABSTRACT As COVID-19 cases develop, 10-20% of cases have the phenomenon of 75% of treated COVID-19 patients having at least one comorbidity. This increases the morbidity and mortality of COVID-19 cases and health financing. The government and medical personnel continue to strive to minimize complications due to COVID-19 comorbidities through vaccination programs, socialization of health protocols, PPKM policies and intensive care. This community service in the form of a webinar with the topic 'management of comorbid complications in confirmed COVID-19 patients' is a collaboration between the Faculty of Nursing and the Faculty of Medicine of UPH. Education is intended to promote community understanding and awareness. in recognizing complications due to comorbidities in confirmed COVID-19 patients and their management so that they can help themselves, their families, and others around them. This can thus indirectly reduce COVID-19 mortality and morbidity. The webinar was held on November 4 using zoom. The webinar was attended by 73 participants from various regions in Indonesia, with the majority characteristics namely, coming from Jabodetabek (89.04%), female (74%), age <20 years (53.42%), university students (57.53%), having a history of COVID-19 infection (65.8%) and not having other diseases as comorbidities (67.12%). Participants' knowledge is in the good category where it has a pre-test value; Mean 77.26 and Median 80. Post-test value; Mean 81.06 and Median 90. The education provided has an impact in increasing knowledge through education, namely by 3.8 points of mean value and by 10 points of median value. Health education can continue to be carried out in increasing public knowledge and awareness in managing comorbidities in COVID-19. Keywords: COVID-19 comorbidities, confirmed patients
Pemberdayaan Remaja dalam Melakukan Deteksi Dini Gangguan Mental Emosional sebagai Pertolongan Pertama pada Remaja Korban Bencana dan Trauma Nurul Hidayah; Florensa Florensa; Dwin Seprian; Verren Kerren Turnundo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10472

Abstract

ABSTRAK Permasalahan: Kesehatan mental menjadi salah satu fokus permasalahan yang seakan tidak ada habisnya. Sekalipun tren pembicaraan terkait kesehatan mental semakin marak akhir-akhir ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kasus kesehatan mental masih tinggi, khususnya pada remaja di Indonesia. Secara global, WHO menyebutkan dalam lamannya terkait “World Mental Health Day 2021” bahwa satu dari tujuh anak berusia 10-19 tahun mengalami gangguan mental. Bahkan, setengah diantaranya bermula sejak usia 14 tahun namun tidak terdeteksi dan tertangani dengan baik. Solusi: Berkaitan dengan fenomena darurat Kesehatan mental pada remaja, terdapat intervensi yang dapat dilakukan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan remaja yaitu dengan pemberdayaan remaja dalam melakukan deteksi dini gangguan mental emosional awal yang diharapkan dapat lebih menjangkau dan meningkatkan keinginan serta pengetahuan remaja untuk mendapatkan layanan kesehatan mental yang dibutuhkan. Strategi ini dapat digunakan untuk membantu pencegahan darurat kesehatan mental pada remaja SMP di Desa Pulau Lemukutan. Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah remaja SMP 4 Sungai raya Kepulauan Desa Pulau Lemukutan terutama mereka yang berusia 14-15 tahun. Hasil dari kegiatan pengabdian pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan jiwa telah sesuai target. Peningkatan pemahaman siswa/siswi dapat dilihat dengan antusiasme dalam memperhatikan setiap materi yang disampikan serta banyaknya pertanyaan yang diajukan siswa/siswi baik mengenai hal-hal dalam proses terjadinya gangguan Kesehatan jiwa dan cara melakukan deteksi dini gangguan jiwa pada remaja dengan benar. Kata Kunci: Remaja, Mental Emoisonal Deteksi Dini, Bencana  ABSTRACT Mental health is one of the focus of problems that seems to have no end. Even though the trend of talk about mental health has been increasing lately, it cannot be denied that cases of mental health are still high, especially among adolescents in Indonesia. Globally, WHO stated on its website related to “World Mental Health Day 2021” that one in seven children aged 10-19 years experience mental disorders. In fact, half of them started at the age of 14 but were not detected and handled properly. Solution: Regarding the phenomenon of mental health emergencies in adolescents, there are interventions that can be carried out specifically to increase adolescent knowledge, namely by empowering adolescents in carrying out early detection of early emotional mental disorders which are expected to be able to reach more and increase the desire and knowledge of adolescents to obtain mental health services that are appropriate needed. This strategy can be used to help prevent mental health emergencies in junior high school youth in Pulau Lemukutan Village. The target of this counseling activity is the youth of SMP 4 Sungai Raya Kepulauan, Lemukutan Island Village, especially those aged 14-15 years. The results of the service activities for implementing mental health counseling activities have been on target. An increase in students' understanding can be seen by their enthusiasm in paying attention to each material presented as well as the many questions raised by both students regarding matters in the process of mental health disorders and how to correctly detect early mental disorders in adolescents. Keywords: Adolescents, Mental Emotional Early Detection, Disaster
Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Diversifikasi Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Sungai Tiung Cast Torizellia; Yustin Ari Prihandini; Siti Wafroh; Bandawati Bandawati; Adies Riyana; Dicky Septiannoor Khaira; Lisa Setia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10298

Abstract

ABSTRAK Kurangnya asupan gizi anak akibat dari lemahnya ekonomi dapat menjadi penyebab stunting secara langsung, namun dapat diatasi dengan upaya diversidikasi pangan lokal yang ekonomis. Melakukan permberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Penyuluhan stunting dan pendampingan pengolahan kue modern kastangel berbahan dasar tepung ikan seluang yang dilaksanakan selama 3 bulan yaitu sejak bulan juli sampai dengan bulan September 2022 di Posyandu Papikau Kelurahan Sungai Tiung Banjarbaru. Pengabdian masyarakat dilakukan di Posyandu Papikau Kelurahan Sungai Ulin Banjarbaru, di hadiri sebanyak 12 orang ibu. Kegiatan penyuluhan tentang stunting dan kandungan gizi ikan saluang serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Terjadi peningkatan pengetahuan para ibu tentang stunting dan keterampilan pengolahan kue berbahan dasar ikan seluang. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan kepada ibu hamil di wilayah kerja Kelurahan Sungai Tiung telah dilaksanakan dengan baik dan diharapkan dapat dilaksanakan berkelanjutan. Kata Kunci: Ibu Hamil, Diversifikasi Pangan Lokal, Ikan Seluang, Stunting  ABSTRACT Lack of child nutrition as a result of a weak economy can be a direct cause of stunting but can be overcome by efforts to diversify economically local food. Conducting community empowerment through counseling and utilization of local food as an effort to prevent stunting. Counseling on stunting and assistance in processing modern castangel cake made from seluang fish flour which was carried out for 3 months, from July to September 2022 at Posyandu Papikau, Sungai Tiung Banjarbaru Village. The community service was carried out at the Papikau Posyandu, Sungai Ulin Village, Banjarbaru, attended by 12 women. Counseling activities about stunting and the nutritional content of selung fish and its use in everyday life. There was an increase in mothers' knowledge about stunting and skills in processing selung fish-based cakes. Community service activities carried out for pregnant women in the Sungai Tiung Village work area have been carried out well and are expected to be carried out sustainably. Keywords : Pregnant Mother, Local Food Diversification, Selung Fish, Stunting
Upaya Peningkatan Pengetahuan Lansia dengan Hipertensi dalam Menangani Kecemasan dengan Relaksasi Nafas Dalam Amin Aji Budiman; Firman Prastiwi; Nikma Alfi Rosida; Muhamad Nur Rahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10581

Abstract

ABSTRAK Kemunduran fungsi fisik dan psikologis serta sosial terjadi secara bertahap pada lansia. Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang banyak diderita lansia dan berangsur lama, sehingga menyebabkan kecemasan, terapi relaksasi nafas dalam secara tidak langsung akan mempengaruhi kecemasan yang dirasakan lansia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan agar pengetahuan lansia meningkat dan mampu menangani kecemasan dengan menggunakan relaksasai nafas dalam. Pengadbian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan, latihan dan demonstrasi. Hasil pengukuran kepada 15 lansia yang diberikan edukasi relaksasi nafas dalam menunjukan pre test sebanyak 10 lansia (66%) mempunyai tingkat pengetahuan kurang dalam mengenai penanganan hipertensi. Setelah post test sebanyak 15 orang (100%) mempunyai tingkat pengetahuan baik. Relaksasi nafas dalam mampu menurunkan kecemasan pada lansia penderita hipertensi, dan latihan ini dapat dilaksanakan setiap hari untuk mengatasi kecemasan. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Relaksasai Nafas Dalam, Kecemasan  ABSTRACT Deterioration of physical and psychological and social functions occurs gradually in the elderly. Hypertension is a cardiovascular disease that many elderly suffer from and gradually take a long time, causing anxiety, deep breath relaxation therapy will indirectly affect the anxiety felt by the elderly. This community service aims to make the elderly able to handle anxiety by using deep breath relaxation. This community service uses counseling, training and demonstration methods. The measurement results of 15 elderly people who were given breath relaxation education showed that pre-test as many as 10 elderly (66%) had a level of knowledge less in handling hypertension. After the post test, 15 people (100%) had a good level of knowledge. deep breath relaxation can reduce anxiety in elderly people with hypertension, and this exercise can be done every day to overcome anxiety. Keywords: Elderly, Hypertension, Deep Breathing, Anxiety
Perbaikan Gizi Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Covid 19 di RW 04 Kelurahan Purwanegara Purwokerto Utara Munjiati Munjiati; Ratifah Ratifah; Welas Haryati; Ulfah Agus Sukrillah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10355

Abstract

ABSTRAK Wabah  pandemi  COVID-19  yang  paling  terkena  dampaknya adalah masyarakat dengan ekonomi rendah, terutama buruh yang tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari – hari.   Konsumsi makanan yang  kaya  akan antioksidan,  seperti  sayur-sayuran  dan  buah-buahan,  dapat membantu tubuh melawan radikal bebas. Jika di dalam tubuh banyak terdapat radikal bebas, kerja sistem imun bisa terganggu dan jadi lebih mudah terkena infeksi  virus  Corona.  Disamping    menjaga  imunitas  tubuh,  diperlukan  juga asupan nutrisi yang cukup. Tujuan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan   masyarakat   untuk   perbaikan   status   gizi   dalam   rangka pencegahan COVID-19 di RW 04 Kelurahan Purwanegara Kecamatan Purwokerto utara, dengan harapan masyarakat dapat terhindar dari virus COVID-19. Sasaran pengabdian kepada masyarakat dalam kegiatan ini berjumlah 45 orang yang terdiri dari keluarga  buruh kerja sebanyak 45 orangdan kader Kesehatan berjumlah 9 orang. Kegiatan pengadian ini dimulai darisurvey pendahuluan, perijinan, persamaan persepsi dan pelaksanaan inti. Jumlah  peserta  yang  mengikuti  45  orang,  dengan  pengukuran  LILA ukuran 22 cm 6 orang (13%), 23 cm 9 orang ( 20%), 24 cm 25 orang (56%) 25 cm 4 orang (9%) dan 26 cm, 1 orang (2%). Suhu dari 45 orang dalam batas normal antara 36 C s/d 36,5 C. BB sangat bervariasi 43 orang katagori normal (80%), 2orang over weigh 2 orang (4,4%), dan kategori kurus  l 7 orang (15,6%). TD 33 orang (73,5%), 140/90 mmHg, 8 orang (17,8%), 150 mmHg ada 3 orang (6,75%)170/100 ada 1 orang (2%). Kondisi  peserta  cukup   baik  /   sehat   berdasarakan   hasil pengukuran dari BB,TB serta pengukuran LILA 38 orang (84,4%) mengalami gizi yang cukup dalam kategori kurus ada 7 orang (15,6%). Kegiatan pengabdian ini dapat dilakukan di daerah lain yang terdampak COVID-19 dengan   sasaran   masyarakat   yang   benar-benar   membutuhkan perbaikan gizi sehingga nantinya pencegahan penyebaran COVID-19 dapat lebih maskimal. Kata Kunci: Perbaikan Gizi, Masyarakat, COVID-19  ABSTRACT The COVID-19 pandemic outbreak that has been most affected is people with a low economy, especially workers who cannot work to meet their daily  basic  needs.  Consumption  of  foods  rich  in  antioxidants,  such  as vegetables and fruits, can help the body fight free radicals. If there are lots of free radicals in the body, the work of the immune system can be disrupted and you become more susceptible to Corona virus infection. In addition to maintaining the body's immunity, adequate nutrition is also needed. The purpose of this community service is empowering the community to improve nutritional status in the context of preventing COVID-19 in RW 04 Purwanegara Village, North Purwokerto District, with the hope that the community can avoid the COVID-19 virus. The target of community service in this activity was 45 people consisting  of  45  workers'  families  and 9  health  cadres. This court activity starts from a preliminary survey, permits, common perceptions and core implementation. The number of participants who attended was 45 people, with LILA measurements of 22 cm 6 people (13%), 23 cm 9 people (20%), 24 cm 25 people (56%) 25 cm 4 people (9%) and 26 cm , 1 person (2%). The temperature of 45 people  was  within  normal limits  between  36 C  to  36.5 C.  Weight varied greatly, 43 people were in the normal category (80%), 2 people were overweight, 2 people (4.4%), and 7 people in the underweight category (15.6%). BP 33 people (73.5%), 140/90 mmHg, 8 people (17.8%), 150 mmHg there are 3 people (6.75%) 170/100 there is 1 person (2%). The condition of the participants was quite good / healthy basedon the results of measurements of BB, TB and LILA measurements 38 people (84.4%) experienced sufficient nutrition in the thin category there were 7 people (15.6%). This service activity can be carried out in other areas affected by COVID-19 with the target of people who really need improved nutrition so that later prevention of the spread of COVID-19 can be maximized.Keywords: Nutrition Improvement, Society, COVID-19
Edukasi Kesehatan untuk Mencegah Hiperkolesterolemia pada Masyarakat Umum Desa Jabalsari Nurul Chamidah Kumalasari; Kartika Arum Wardani; Maya Diva; Anisa Azizah; Sefrina Sefrina; Rahma Dian Martha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10231

Abstract

 ABSTRAK Hiperkolesterol merupakan keadaan kadar kolesterol dalam tubuh seseorang melebihi nilai normal. Hiperkolesterol dapat meningkatkan risiko terkena aterosklerosis, penyakit jantung koroner, pankreatitis, diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit hepar & penyakit ginjal. Faktor penyebab hiperkolesterol antara lain, faktor keturunan, konsumsi makanan tinggi lemak, kurang olahraga dan kebiasaan merokok. Beberapa cara penanganan dan pengendalian kadar kolesterol dalam darah yakni dapat dilakukan edukasi mengenai asupan lemak, pemilihan bahan makanan, penurunan berat badan, dan peningkatan aktivitas fisik yang teratur. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghindari hiperkolesterol dalam darah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada masyarakat desa Jabalsari dan dilakukan pemeriksaan kolesterol darah, serta evaluasinya dengan pembagian angket sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan, baik dari segi infomasi dan pengetahuan tentang bahaya hiperkolesterol. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian ini yakni terlaksana dengan baik dan lancar. Kata Kunci: Hiperkolesterol, Edukasi, Tingkat Pengetahuan Hiperkolesterol  ABSTRACT Hypercholesterolemia is a condtion in which the cholesterol levels in a person's body exceed normal values. Hypercholesterolemia can increase the risk of atherosclerosis, coronary heart disease, pancreatitis, diabetes mellitus, thyroid disorders, liver diseases and kidney diseases. The factors that cause hypercholesterolemia include heredity, consumption of high-fat foods, lack of exercise and smoking habits. Several ways to manage and control cholesterol levels in the blood include education regarding fat intake, food selection, weight loss, and increasing regular physical activity. The purpose of this community service activity is to educate the public about the importance of avoiding hypercholesterolemia. The method used was socialization of the Jabalsari village community and blood cholesterol examination, as well as evaluation by distributing questionnaires before and after the activity. The evaluation results showed an increase, both of information and knowledge about the dangers of hypercholesterolemia. The conclusion of this service activity is that it is carried out well and there were no obstacles.  Keywords: Hypercholesterolemia, Education, Knowledge Of Hipercolesterolemia

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue