cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pemberian Rebusan Daun Seledri Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Di Kecamatan Sekampung Mudik Desa Brawijaya Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Mimin Septi Wahyuni; Dessy Hermawan
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.2830

Abstract

ABSTRAK Dari 10 besar penyakit terbanyak di Provinsi Lampung, pada tahun 2013 hipertensi menduduki urutan ketujuh dengan jumlah 17,29% dan meningkat menjadi urutan kelima pada tahun 2014 dengan jumlah 30,01% dan pada tahun 2015 hipertensi meningkat lagi menjadi urutan ketiga dengan jumlah 31,07%, pada tahun 2018 dengan jumlah 34.1%. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umum terjadi dalam masyarakat. Keadaan itu terjadi jika tekanan darah pada arteri utama di dalam tubuh terlalu tinggi. Salah satu penanganan non farmakologis yang dipergunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah seledri. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian rebusan daun seledri dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada klien hipertensi. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi pembuatan rebusan daun seledri. Terdapat penurunan tekanan darah pada klien hipertensi setelah pemberian rbusan daun seledri selama 7 hari di kecamatan sekampung mudik desa brawijaya. Dengan demikian, pemberian rebusan daun seledri pada klien hipertensi sangat efektif dalam menurunkan tekanan darah. Kata Kunci: Rebusan daun seledri, tekanan darah, Hipertensi ABSTRACT The 10 biggest diseases at Lampung Province, in 2013 hypertension was in seventh place (17.29%) and increased to fifth in 2014 (30.01%) and in 2015hypertension increased again to third (31, 07%), in 2018 34.1%. Hypertension or high blood pressure is a common disease in society. This situation occurs when the blood pressure in the main arteries in the body is too high. One of the non-pharmacological treatments used to reduce high blood pressure is celery. The purpose after counseling and demonstration, expected to give a decoction of celery can reduce high blood pressure in hypertension's clients. The activities were carried out in the form of counseling using leaflets and demonstrations making celery stew. There was a decrease in blood pressure in hypertension's client after the administration of leaves of celery for 7 days in mudik village, brawijaya village. Thus, giving celery decoction to hypertension clients is very effective in lowering blood pressure. Keywords: Celery stew, blood pressure, hypertension
MENSTRUASI SEHAT PADA REMAJA PUTRI DI SANGGAR DISMINORE GADIS QUR’AN WILAYAH DESA TLOGO RT 05 TAMANTIRTO KASHAN BANTUL Riski Oktafia; Arif Wahyu Setyo Budi; Lina Wahyuningsih
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2621

Abstract

Abstrak Menstruasi merupakan perubahan fisiologis yang dialami perempuan sebagai tanda kematangan organ reproduksi. Menstruasi pertama dimulai sejak usia remaja, yaitu 12-13 tahun. Menstruasi merupakan kondisi fisiologis yang menimbulkan masalah fisik dan emosional yang ditimbulkan. Gejala menstruasi dialami 75% remaja dan berdampak pada aktivitas dan kualitas hidupnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang menstruasi sehat dan kesehatan reproduksi pada remaja putri Di Wilayah Desa Tlogo Rt 05 Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam 3 metode meliputi screening, teaching, dan evaluating. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehataan reproduksi remaja putri melalui media ceramah dan diskusi. Hasil pengabdian masyarakat ini yaitu sebanyak 44 % remaja putri mengalami keluhan nyeri haid, 39 % mengalami payudara sakit, 11 % mengalami keluhan mudah marah dan 6 % mengalami masalah keputihan. Setelah diberikan edukasi kesehatan tentang mentrusai sehat dan kesehatan reproduksi terdapat peningkatan pengetahuan dari 65 % menjadi 98 %. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat bagi remaja putri terutama pada saat mengalami menstruasi. Adanya peningkatan pengetahuan diharapkan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja putri dan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.                                                                                           AbstractMenstruation is a physiological change experienced by women as a sign of the maturity of the reproductive organs. The first menstruation begins at the age of adolescence, which is 12-13 years. Menstruation is a physiological condition that causes physical and emotional problems caused. Menstrual symptoms are experienced by 75% of adolescents and have an impact on their activity and quality of life. This community service activity aims to increase knowledge about healthy menstruation and reproductive health in young women in the Tlogo Village Area Rt 05 Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta. The method of implementing community service are 3 methods including screening, teaching, and evaluating. Community service activities are carried out through health education about healthy menstrual and women's reproductive health through the media of speech and discussions. The results of this community service are as many as 44% of adolescent girls experience complaints of menstrual pain, 39% have breast pain, 11% have irritable complaints and 6% have vaginal discharge problems. After being given health education about healthy menstrual and reproductive health there was an increase in knowledge from 65% to 98%. This community service activity provides benefits for young women, especially during menstruation. Increased knowledge is expected to grow in awareness of the importance of maintaining the reproductive health of young women and be able to apply the knowledge gained in everyday life.
Penyuluhan Hipertensi Pada Pasien Puskesmas Kebon Jahe Kota Bandar Lampung Yesi Nurmalasari; Fadhilan Nur Ramadhan; Ade Utia Detty; Rinto Hadiarto; Abdurrohman Izzudin; Selvia Anggraeni
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3688

Abstract

ABSTRAK Prevalensi hipertensi yang mencapai 22% di seluruh dunia, hanya 1/5 penderita yang melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah yang tinggi. Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2018 yaitu mencapai 34,11% dan Provinsi Lampung menempati urutan ke 16 dengan angka 29,94%. Meningkatnya jumlah penderita hipertensi yang mencapai 33.521 orang pada tahun 2018 di Provinsi Lampung, diperlukan pemahanan lebih lanjut mengenai penyakit hipertensi. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai penyakit hipertensi. Dilakukan penyuluhan kepada pasien di Puskesmas Kebon Jahe mengenai penyakit hipertensi. Pelaksanaan kegiatan ini dibantu oleh mahasiswa kelompok 10 Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2020. Meningkatnya pemahaman pasien dan keluarga tentang penyakit hipertensi. Penyuluhan berjalan sangat efektif dan terjadi peningkatan pemahaman tentang hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Penyuluhan, Pengetahuan  ABSTRACT The prevalence of hypertension was 22% worldwide, it merely was 1/5 of patients that making efforts to control high blood pressure. The prevalence of hypertension in Indonesia in 2018 reached 34.11% and Lampung Province ranked 16th with the number prevalence was 29.94%. The increasing number of hypertension patients, which reached 33,521 in 2018 in Lampung Province, required further of knowing in hypertension. To increase the knowledge of hypertension. It conducted counseling to patients at the Kebon Jahe Community Health Center regarding hypertension. The implementation of this activity was assisted by Group 10 of college students from Malahayati University Bandar Lampung in 2020. There was an increase in the knowledge of patients and their families about hypertension. Counseling was very effective and there was an increase in the knowledge of hypertension. Keywords: Hypertension, Counseling, Knowledge
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASAM URAT PADA MASYARAKAT TIGABINANGA KABUPATEN KARO Pomarida Simbolon; Nagoklan Simbolon; Magda Siringo-Ringo
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2049

Abstract

Asam urat adalah salah satu penyakit yang sering dialami oleh golongan lansia. Penyakit Asam urat merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat (hiperurisemia). Meningkatnya kadar asam urat di Paroki Tigabinanga Tahun 2018 dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pekerjaan, IMT (Indeks Massa Tubuh) serta pola makanan yang tidak dijaga. Tujuan pelaksanaan pendidikan kesehatan agar penderita asam urat berkurang di Paroki Tigabinanga Kabupaten Karo Sumatera Utara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan pemeriksaan kadar asam urat dan dilanjutkan dengan pendidikan kesehatan tentang asam urat. Hasil yang diperoleh yaitu berupa peningkatan pemahaman, pengetahuan pencegahan asam urat, sehingga dapat mengurangi penyakit asam urat yang disebabkan pola makan yang tidak baik. Disarankan kepada lansia agar menjaga pola makan yang sehat dengan tidak mengkonsumsi makanan yang tinggi purin.
Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Pada Guru Pembina dan Anggota PMR Nurul Huda; Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh Sujarwadi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3746

Abstract

ABSTRAK Pertolongan pertama adalah penanganan atau perawatan  awal dari terjadinya suatu penyakit atau kecelakaan. Hal ini dapat biasanya dilakukan oleh orang yang bukan ahli dalam menangani kejadian sakit atau cedera, sampai menunggu pengobatan definitif dapat diakses. Sehingga diperlukan suatu anggota non medis yang  mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang metode penopang hidup dan pertolongan pertama. Dan yang lebih penting lagi adalah diperlukan  tindakan  cepat dan efektif dalam mempertahankan hidup dan dapat  meminimalkan terjadinya kecacatan. Di Pondok Pesantren Siswa 24 jam berada di Asrama sehingga perlu di lakukan pelatihan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan terutama pada anggota PMR dan guru Pembina PMR. Pemberian pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan sangat penting mengingat pusat kesehatan pesantren tidak buka 24 jam dan akses ke Rumah Sakit di tempuh lebih dari 15 menit. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan dengan 45 peserta. Hasil yang didapatkan sebagian besar anggota PMR (80%) memahami dan mengerti tentang pertolongan pertama pada kecelakaan secara umum  serta cedera jaringan lunak, patah tulang, jenis luka, cedera pada otot dan mampu mempraktekkan menghentikan perdarahan dan balut bidai serta penanganan gigitan ular. Kata Kunci : Pertolongan pertama pada kecelakaan, anggota PMR, guru  Pembina PMR  ABSTRACT First aid is the initial treatment or treatment of an illness or accident. This can usually be done by a person who is not an expert in managing a disease or injury until definitive treatment can be accessed. So we need a non-medical member who has the ability and knowledge of life support and first aid methods. And more importantly, the action is needed quickly and effectively to maintain life and minimize the occurrence of disability. At the Islamic boarding school, the students are in the dormitory 24 hours, so it is necessary to conduct training on first aid for accidents, especially for members of the youth red cross and the youth red cross's guidance teachers. Providing knowledge and skills through first aid training is very important considering the pesantren health center is not open 24 hours and access to the hospital takes more than 15 minutes. This activity was carried out using a training method with 45 participants. The results obtained were that most of the PMR members (80%) understood and understood first aid in general accidents and soft tissue injuries, fractures, types of injuries, injuries to muscles and were able to practice stopping bleeding and splint dressing and handling snake bites. Keywords: first aid, PMR members, PMR supervisors
Pengabdian Masyarakat di Wilayah Kerja puskesmas Pancu Batu Kabupaten Deliserdang Vina Yolanda Sari Sigalingging; Murni Sari Dewi Simanullang; Lindawati Simorangkir; Mardiati Barus; Rotua Elvina Pakpahan; Lindawati F Tampubolon; Imelda Derang
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4180

Abstract

ABSTRAK Untuk mencapai kesehatan yang panjang harus dimulai sejak dini. Pada usia dini, balita sangatlah berperan penting sebagai permulaan kehidupan yang akan datang. Tindakan kesehatan yang dapat dilakukan diawal kehidupan manusia adalah dengan adanya imunisasi. Imunisasi yang di berikan haruslah lengkap hingga batas usia dengan berbagai macam imunisasi yang akan diterima. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan balita sejak dini. Sasaran kegiatan ini adalah bayi dibawah umur 5 tahun yang akan menerima imunisasi. Hasil dari kegiatan ini adalah balita yang dating mendapatkan imunisasi sesuai dengan umurnya. Diharapkan dengan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini, para ibu dapat rajin untuk membawa balita mereka untuk di bawa keposyandu secara rutin dan balita mendapatkan imunisasi lengkap guna memberikan kesehatan yang baik di masa yang akan dating dan mengurangi resiko sakit, cacat dan kematian pada balita. Kata Kunci :Posyandu, Balita ABSTRACT To achieve long health must start early. At an early age, toddlers are very important as the beginning of life to come. Health action that can be done early in human life is immunization. The immunization given must be complete up to the age limit with a variety of immunizations to be received. The purpose of this community service is to improve the health of toddlers from an early age. The target of this activity is infants under 5 years of age who will receive immunizations. The result of this activity is toddlers who come to receive immunizations according to their age. It is hoped that with the implementation of this community service, mothers can be diligent in bringing their toddlers to the Integrated Healthcare Center, regularly and toddlers get complete immunizations to provide good health in the future and reduce the risk of illness, disability and death in toddlers. Keywords: Integrated Healthcare Center, Toddler
Sosialisasi Dan Deteksi Dini Diabetes Mellitus Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Suhatridjas Suhatridjas; Rizka Rizka; Liza Tantrian; Inanur Afifah
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3201

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DM dan melakukan deteksi dini DM beserta komplikasi. Peserta kegiatan pengabdian Warga RW 07 Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah Jakarta Barat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi atau penyuluhan tentang penyakit DM, pemeriksaan gula darah sewaktu serta diskusi terkait dengan Diabetus melitus dan komplikasinya. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan, sejumlah  29 orang peserta telah menerima informasi mengenai DM dengan baik,  Deteksi dini diabetes mellitus dari jumlah peserta yang dilakukan pemeriksaan gula darah terdeteksi  17,24 % peserta mengalami diabetes, dan 82,76% memiliki kadar gula darah sewaktu dalam kadar normal, serta adanya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan komplikasi.  Kata Kunci : Sosialisasi, Diebetus Melitus, Komplikasi  ABSTRACT This community service activity is to increase public knowledge about DM disease and conduct early detection of DM along with complications. Participantsin Community Service activities RW 07 Slipi Village, Palmerah District, West Jakarta. Methods of community service activities through education or counseling about DM, during blood sugar checks and discussions related to Diabetus mellitus and its complications. Based on the results of counseling activities, a total of 29 participants had received information about DM well, Early detection of diabetes mellitus from the number of participants who had blood sugar tests detected 17.24% of participants had diabetes, and 82.76% had blood sugar levels when in levels normal, and an increase in knowledge about complications prevention. Keywords: Socialization, Diebetus Melitus, Complications
Upaya Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Pasien Diabetes Mellitus Terhadap Pola Makan Melalui Edukasi Gizi Di Wilayah Puskesmas Gambirsari Arwin Muhlishoh; Ratika Marchelaona; Zuhria Ismawanti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3623

Abstract

ABSTRAK Tatalaksana penyakit diabetes terdiri atas empat macam yaitu, edukasi, MNT (medical nutrition theraphy) atau pengaturan makanan, latihan jasmani, dan intervensi farmakologis. pengetahuan, sikap, keyakinan   serta   kepercayaan   terhadap penyakit diabetes millitus menjadi  salah  satu  faktor  yang  mempengaruhi  seseorang tidak   patuh terhadap   diet   diabetes   mellitus. Edukasi merupakan dasar utama untuk pengobatan dan pencegahan diabetes. Akan tetapi, edukasi mengenai diet DM di wilayah puskesmas Gambirsari belum aktif dan efektif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap penderita diabetes mellitus yang berada di wilayah kerja Gambirsari terhadap pola makan yang sehat, sehingga dapat membantu terapi yang sedang dijalani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di puskesmas Gambirsari dengan sasaran penderita diabetes mellitus menggunakan metode edukasi gizi menggunakan video yang dapat di lihat melalui youtube. Perubahan tingkat pengetahuan dan sikap peserta di evaluais dengan menggunakan pre-test dan post-test. Edukasi gizi diikuti oleh 35 orang responden dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan. Pelaksaan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap pasien diabetes mellitus terhadap pola makan melalui edukasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap responden sebanyak 20%. Sehingga diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali agar penderita Diabetes Mellitus dapat menerapkan diet yang tepat dalam kehidupannya sehari-hari. Kata Kunci: Diabetes mellitus, edukasi, pengetahuan, sikap  ABSTRACT The management of diabetes consists of four types, namely, education, MNT (medical nutrition therapy) or food-management, physical exercise, and pharmacological interventions. Knowledge, attitudes, beliefs, and beliefs about diabetes Mellitus become one of the factors that influence a person to not adhere to the diabetes mellitus diet. Education is the main basis for diabetes treatment and prevention. However, education regarding the DM diet in the Puskesmas Gambirsari area has not been active and effective. This community service aims to increase the knowledge and attitudes of diabetes mellitus sufferers who are in the Puskesmas Gambirsari work area towards a healthy diet so that they can help with the ongoing therapy. This community service activity is carried out at the Puskesmas Gambirsari with the target of diabetes mellitus sufferers using the nutritional education method using videos that can be viewed on YouTube. Changes in the level of knowledge and attitudes of participants in evaluation using pre-test and post-test. The nutrition education was attended by 35 respondents, the majority of whom were female. Implementing efforts to increase knowledge and attitudes of diabetes mellitus patients towards diet through nutrition education can increase respondents' knowledge and attitudes by as much as 20%. So it is hoped that similar activities can be carried out again so that people with Diabetes Mellitus can apply the right diet in their daily lives.Keywords: Diabetes mellitus, education, knowledge, attitude
SOSIALISAI KESEHATAN TENTANG ISPA DAN PEMERIKSAAN FISIK DADA DAN THORAKS DI WILAYAH RW.02, KELURAHAN KEBON BESAR KECAMATAN BATUCEPER Nuraini Nuraini
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2473

Abstract

 Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang paling banyak terjadi di negara-negara berkembang di dunia. Kejadian ISPA di negara berkembang ialah 2-10 kali lebih banyak dari pada negara maju. Perbedaan tersebut berhubungan dengan etiologi dan faktor resiko. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan penyakit ISPA, Kasus ISPA masih banyak ditemukan di masyarakat. Tujuan Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang ISPA dan Pemeriksaan fisik pada area thorax dan dada yaitu masyarakat dapat mengerti tentang Bahaya penyakit ISPA dan mengetahui kondisi organ-organ di bagian ini serta dapat mendekteksi dini penyakit gangguan pernapasan yang diderita warga. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Pembantu Wilayah RW.02, Kelurahan Kebon Besar Kecamatan Batuceper. Metode kegiatan bertahap yaitu di awali dengan pemeriksaan Fisik Tekanan Darah, Pemeriksaan Dada dan Thotax kemudian memberikan pendidikan Kesehatan Tentang Penyakit ISPA. Penjelasan materi disampaikan oleh narasumber dengan menggunakan metode power point dan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang ISPA yaitu Rata-rata sebesar 50%. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat Khusunya tentang ISPA, sehingga masyarakat dapat mengantisipasi penyakit ISPA lebih lanjut. Kata Kunci : ISPA, kesehatan, pereksaan fisik, dada dan thoraks.   
Penyuluhan Pencegahan Penularan Covid-19 Dan Pembagian Masker Di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang Sri Maria Puji Lestari; Hetti Rusmini; Yesi Nurmalasari; Maharani Putri Puspitasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3846

Abstract

ABSTRAK Akhir tahun 2019 dunia dikejutkan adanya virus baru yaitu Covid-19. Pemerintah setempat telah mengambil langkah yang cukup cepat untuk pencegahan virus Covid-19 dengan menetapkan beberapa gerakan melalui  Sosialisai Social Distance. Bentuk sosialisai yang di lakukan dengan cara penyuluhan untuk selalu taat pada protokol kesehatan dan mengenakan masker saat memuali kegiatan di luar rumah yang masih sering diabaikan. Dari hasil pengamatan awal yang dilakukan pada beberapa tempat di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang, sudah mulai banyak di jumpai café dan titik pertemuan masyarakat yang telah sadar atas pentingnya penggunaan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19, Namun tak jarang juga masih ada yang bandel dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan tersebut. Dikondisi seperti ini kita harus mampu menumbuhkan rasa kesadaran kepada seluruh masyarakat untuk taat dan patuh pada protokol kesehatan agar dapat menekan laju penyebaran Covid-19 di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Penyuluhan pada masyarakat diselenggarakan pada 1 s/d 2 Februari 2021 diselenggrakan dalam bentuk penyuluhan penggunaan masker sekaligus membagikan masker secara gratis kepada masyrakat di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Metode yang di gunakan adalah melalui edukasi kepada beberapa masyarakat dengan menghimbau pentingnya menggunakan masker, kemudian pembagian masker. Penggunaan masker medis baik kain di kalangan masyarakat ini sangat penting karena termasuk kelompok yang rentan terpapar penyebaran Covid-19. Dengan mengenakan masker, masyrakat di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Kata Kunci: Covid, Masker Menjaga jarak , Pandemi dan Penyuluhan  ABSTRACT At the end of the year 2019, the world was shocked by the presence of a new virus that is Covid-19. The local government has taken a step that's fast enough to virus prevention Covid-19 by setting some movement through the Socialization of Social Distance. A form of socialization that is done by way of extension to always obey the protocol of the health and wearing a mask when he started activities outside the home that are often overlooked. From the results of the preliminary observations made in several places in the District  Pedurungan Semarang City, have started much in the encounter cafe and the meeting point of the community who have been aware of the importance of the use of masks to prevent the spread of Covid-19, But not infrequently there is also a stubborn by not ignoring the protocols of the health. In a situation like this, we should be able to cultivate a sense of awareness to the entire community to be obedient and submissive to the protocol of the health order can reduce the rate of spread covid-19 in the District Pedurungan Semarang city. Outreach in the community was held on the 1 s/d 2 February 2021 text in the form of counseling, the use of masks at once distribute masks for free to the community in the District Pedurungan  Semarang city The method used is through education to some of the community to urge the importance of using the mask, then the division of the mask. The use of medical masks good fabric among the people is very important because including vulnerable groups exposed to the spread of Covid-19. By wearing a mask, a community in the District Pedurungan Semarang City can move more comfortably. Key Word: Covid, Masks, Keeping distance, Pandemic, and outreach.

Page 17 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue