cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pelatihan Penatalaksanaan Prehospital Henti Janting Dan Anak Demam Dengan Konsep Safe Community Di Kota Lubuklinggau Sapondra Wijaya; Bambang Soewito
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4248

Abstract

ABSTRAK Kasus kegawatan medis dapat terjadi dimana dan kapan saja, salah satunya adalah henti jantung dan demam anak. Akan sangat berbahaya kejadian yang terjadi di lingkungan masyarakat yang tidak ada orang yang mampu memberikan pertolongan pertama, ataupun tidak tahu kemana akan mencari pertolongan. Kesalahan memberikan pertolongan bisa membuat pasien menjadi lebih menderita dan meninggalkan kecacatan. Keadaan diatas memerlukan pertolongan yang baik dan segera sebelum pasien dibawa ke rumah sakit untuk perawatan definitif. Permasalahan muncul karena tidak banyak orang awam di yang bisa memberikan pertolongan pertama pada kejadian tersebut dan ketidaktahuan akan sistem pengaduan kasus tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode demonstrasi dan praktik agar partisipan memiliki pengetahuan dan keterampilan pertolongan pada henti jantung dan demam pada anak. Selain itu butuh pembuatan sebuah sistem sederhana berbasis komunitas sebagai alur awal pertolongan pasien, dengan sistem ini masyarakat mengetahui kemana mereka harus melapor. Semua rangkaian kegiatan tersebut dengan tujuan membentuk sebuah komunitas yang aman yang disebut “Safe Community”. Dari pelaksanaan kedua pelatihan tersebut di atas, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan henti jantung dan demam anak yaitu sebesar rata-rata 23 poin dalam skala 100. Kata Kunci: Henti Jantung, Kejang Demam, Safe Community  ABSTRACT Medical emergency cases can occur anywhere and anytime, one of which is cardiac arrest and childhood fever. It would be very dangerous to happen in a community where no one is able to provide first aid, or does not know where to go for help. Mistakes in providing help can make patients suffer more and leave disabilities. The above conditions require good and immediate assistance before the patient is admitted to the hospital for definitive treatment. The problem arose because there were not many ordinary people who could provide first aid to the incident and they were ignorant of the complaint system for the case. This activity is carried out with demonstration and practical methods so that participants have the knowledge and skills to help with cardiac arrest and fever in children. In addition, it is necessary to create a simple community-based system as the initial flow of patient assistance, with this system the community knows where they have to report. All of these series of activities are aimed at forming a safe community called "Safe Community". From the implementation of the two pieces of training above, there is an increase in the knowledge and skills of the community in providing assistance for cardiac arrest and child fever, which is an average of 23 points on a scale of 100. Keywords: Cardiac Arrest, Febrile Convulsion, Safe Community
Edukasi Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Untuk Kesehatan Reproduksi Dalam Situasi Darurat Bencana Pada Bidan Desa Di Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa Nora Veri; Cut Mutiah; Alchalidi Alchalidi; Baharuddin Baharuddin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3357

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang rawan bencana di dunia. Berlokasi di Pacific Ring of Fire, Indonesia sering menghadapi situasi darurat bencana seperti gempa bumi, tsunami, gunung berapi, banjir, tanah longsor, kemarau dan kebakaran hutan yang sering kali menimbulkan dampak buruk. Dalam situasi darurat bencana, kebutuhan akan kesehatan reproduksi sering kali terabaikan. Risiko komplikasi pada perempuan ketika melahirkan dapat meningkat, karena terpaksa harus melahirkan tanpa bantuan tenaga kesehatan terlatih. Risiko terhadap kekerasan seksual, kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan infeksi HIV dapat juga terjadi dalam situasi bencana. Ketersediaan layanan kesehatan reproduksi pada situasi bencana akan menyelamatkan jiwa. Penyediaan pelayanan kesehatan reproduksi melalui Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi dapat membantu mengurangi risiko yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi pada situasi darurat bencana. Tujuan kegiatan adalah Meningkatkan pemahaman Bidan Desa, kader, wanita usia subur melalui edukasi tentang PPAM untuk Kesehatan Reproduksi dalam situasi darurat bencana di Desa Merandeh Kec. Langsa Baro dan Gampong Jawa Kec. Kota Langsa. Metode yang digunakan adalah program pendidikan masyarakat melalui edukasi tentang PPAM untuk Kesehatan Reproduksi dalam situasi darurat bencana pada bidan desa. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka terdapat perbandingan nilai rata-rata pengetahuan bidan desa antara sebelum dan sesudah edukasi tentang PPAM dilakukan. Terdapat peningkatan pengetahuan bidan desa setelah diberikan edukasi dari 7,1 menjadi 9,4. 
Mempersiapkan Pilkada Yang Aman Dan Sehat Di Era Pandemic Covid-19 Ayu Dewi Nastiti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4013

Abstract

ABSTRAK Pemilihan kepala Daerah atau Pilkada adalah wujud demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Pemilihan kepala daerah pada tahun ini sangatlah berbeda dari Pilkada-Pilkda sebelumnya, dikarenakan ini pertama kalinya dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah di tengah – tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan keputusan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, tentunya pemerintah harus juga memikirkan terhadap resiko terburuk yang akan terjadi, yaitu kasus covid-19 akan semakin meningkat. Untuk itu perlu adanya strategi yang harus dilaksakan selama pelaksanaan pilkada. Melalui Penyuluhan tentang covid-19 dan cara memutus mata rantai penyebarannya diharapkan pengetahuan masyarakat khususnya bagi petugas pilkada meningkat, mengingat petugas pilkada akan berinteraksi dengan banyak orang saat pelaksanaan pilkada, sehingga pelaksanaan Pilkada bisa berjalan aman dan sehat. Hasil evaluasi sebagian besar peserta (90%) memahami dan mengerti tentang  materi yang disampaikan. Peserta senang dengan penyuluhan ini, hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang aktif dalam diskusi dan mengajukan pertanyaan serta antusias ketika pelaksanaan diskusi. Kata Kunci : Pilkada, Petugas Pilkda, Covid-19  ABSTRACT The democratic party for the Regional Head Election or better known as the Pilkada is the manifestation of democracy and human rights (HAM). This year's regional head elections are very different from the previous Pilkada-Pilkda, because this is the first time a Regional Head Election has been held in the midst of the Covid-19 pandemic. Based on the decision that has been set by the government, of course, the government must also think about the worst risk that will occur, namely the covid-19 case will increase. For this reason, it is necessary to have a strategy that must be implemented during the implementation of the elections. Through counseling about covid-19 and how to break the chain of distribution, it is hoped that public knowledge, especially for election officials, will increase, considering that pilkada officers will interact with many people during the election, so that the implementation of the Pilkada can run safely and healthily. The results of the evaluation, most of the participants (90%) understood and understood the material presented. The participants were happy with this counseling, this was proven by the many participants who were active in the discussion and asked questions, and were enthusiastic during the discussion. Keywords: Pilkada, Pilkda Officer, Covid-19
Forum Pembentukan Dan Pembinaan Ibu Hamil Berkualitas (Fortuna Bumil Ku) Di Puskesmas Nanggalo Kota Padang Widya Lestari; Dian Febrida Sari; Ety Aprianti; Yani Maidelwita; Farida Ariyani; Nila Eza Fitria; Sri Suciana
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2280

Abstract

Sekitar 5-10% dari kehamilan termasuk kehamilan dengan risiko tinggi dan kondisi ini menyumbang angka kematian yang besar di berbagai negara. Berdasarkan laporan Puskesmas Nanggalo kota Padang, dari 779 orang ibu hamil tahun 2018, pada bulan Oktober 2019 ini ditemukan sebanyak 17 orang ibu hamil dengan risiko tinggi kehamilan, dan angka ini meningkat dibandingkan bulan lalu. Tujuan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis ibu hamil resiko tinggi. Sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil risiko tinggi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Padang sebanyak 17 orang. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 23 Oktober 2019. Kegiatan yang dilakukan berupa pembentukan forum ibu hamil resiko tinggi dan melaksanakan Prenatal Yoga. Dari hasil wawancara dengan sasaran, dari 8 orang sasaran sebanyak 5 orang (62,5%) menyatakan terasa rileks/ tenang setelah mengikuti kegiatan Prenatal Yoga. Secara umum dapat disimpulkan bahwa latihan prenatal yoga dapat membantu menurunkan kecemasan sasaran, memberian efek rileks dan membantu mengurangi stres fisik.
Edukasi Penggunaan Masker Dan Face Shield Untuk Meminimalisir Penyebaran Covid 19 Hanna Nurul Husna; Cucu Nurpatonah; Itmam Milataka; Gatut Ari Wardani; Nur Laili Dwi Hidayati; Winda Trisna Wulandari; Ade Yeni Apriliani; Keni Idacahyati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3614

Abstract

ABSTRAKPenyebarannya Covid-19 yang cepat dan belum tersedianya vaksin menjadikan pemerintah dan masyarakat harus sigap dan waspada dalam mencegah penularan virus tersebut. Masker dan face shield disarankan untuk digunakan sebagai APD dalam mencegah penularannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan dan pembagian produk hasil kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pembagian produk masker, face shield; serta pemberian edukasi pada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker dan face shield; serta pembagian flyer petunjuk pembuatan face shield dari bahan-bahan sederhana. Kegiatan dilakukan pada 51 masyarakat di RW 07 lingkungan Cilolohan Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya dengan berbagai rentang usia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan hasil dalam bentuk pemberian produk dan kontribusi dalam bentuk edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata respon masyarakat, 86.3% responden sangat setuju bahwa penggunaan masker dan face shield dapat mencegah penularan COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, edukasi, face shield ABSTRACTThe rapid spread and the unavailability of vaccines have made the government and the public to be alert and vigilant in preventing the virus transmission. Masks and face shields are recommended to be used as PPE to prevent the virus transmission. The aims of this community services were to provided health education and distibuted the product to the community. The activities was carried out in the form of distribution of masks, face shields, and herbal products; providing education to the public regarding the importance of using masks and face shields; and distribution flyers of instructions for making face shields from simple ingredients. The activity was carried out in 51 communities in RW 07, Cilolohan, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya with various age ranges. This community service activity provided health products and contributed in health education to the community. It can be concluded that  86.3% of people agreed that the use of masks and face shields can prevent the transmission of COVID-19. Keywords: COVID-19, education, face shield
Latihan Gabungan Penyelamatan Diri Dari Bencana Banjir Kerjasama Prodi Ners, BPBD, PPNI Dan Karang Taruna Kelurahan Bentiring Fernalia Fernalia; Pawiliyah Pawiliyah; Vice Elese; Saleh Saleh; Dedi Haryanto; Tarzani Tarzani; Ichsan Dwi Putra
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.5258

Abstract

ABSTRAKBanjir merupakan luapan air yang melebihi tinggi muka air normal sehingga meluap dari palung sungai yang menyebabkan terjadinya genangan air dilahan rendah. Pada umumnya banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan sistem pengaliran air yang terdiri dari sungai dan anak sungai serta sistem saluran drainase dan kanal penampung banjir buatan yang ada tidak mampu menampung akumulasi air hujan sehingga meluap (Mandasari, 2020). Banjir merupakan bencana alam yang ketiga terbesar didunia yang telah banyak menelan korban jiwa dan kerugian harta benda (BNPB, 2016), (BNPB, 2012). Angka kejadian banjir bandang di Bengkulu menuruti peringkat ke 7 secara nasional dengan 28 kali kejadian banjir bandang dan 231 kejadian banjir (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2018), sedangkan kejadian banjir dan tanah longsor di provinsi Bengkulu telah melanda 9 kabupaten dan kota dengan dampak akibat banjir terdapat 30 jiwa meninggal, 6 jiwa hilang, 4 jiwa luka-luka, 12.000 mengungsi dan 13.000 terdampak akibat banjir (BNPB Provinsi Bengkulu, 2019). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan kelompok karang taruna dalam melakukan penyelamatan diri dari bencana banjir sehingga dapat mengurangi angka kerugian dan kematian saat terjadi banjir di kelurahan bentiring Kota Bengkulu. Terdapat perubahan keterampilan tentang cara penyelamatan diri dari bencana banjir, dengan demikian latihan gabungan penyelamatan diri dari bencana banjir pada kelompok karang taruna di kelurahan bentiring Kota Bengkulu sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan kelompok karang taruna dalam melakukan penyelamatan diri agar dapat mengurangi angka kerugian dan kematian saat terjadi banjir. Diharapkan dengan melakukan latihan gabungan penyelamatan diri, masyarakat menjadi lebih siap saat terjadi banjir. Kata Kunci: Latihan Gabungan, penyelamatan diri, banjir.  ABSTRACTFlooding occurs when the regular water level of a river exceeds the capacity of the riverbed, causing pools on low terrain. Floods are caused by excessive rainfall, which causes a water drainage system comprised of rivers and tributaries, as well as drainage systems and artificial flood storage canals, to become unable to accept the buildup of rainwater, causing it to overflow. (Mandasari, 2020). Floods are the world's third-largest natural disaster, claiming many lives and causing significant property damage (BNPB, 2016). (BNPB, 2012). Bengkulu ranks 7th in the country for flash floods, with 28 flash floods and 231 floods (Indonesian Central Statistics Agency, 2018), while floods and landslides have impacted 9 districts and cities in Bengkulu province. 30 people died in floods, 6 people went missing, 4 people were injured, 12,000 people were displaced, and 13,000 people were affected (BNPB Bengkulu Province, 2019). The purpose of this community service project is to develop the skills of young groups in self-rescue from flood disasters so that they can reduce the number of losses and deaths in Bentiring Village, Bengkulu City when floods come. The combined exercise to save themselves from flood disasters in youth groups in Bentiring village, Bengkulu City, has been highly beneficial in developing the skills of youth groups in carrying out self-rescue in order to limit the amount of losses and deaths when floods come. The community will be better prepared in the case of a flood if they practice collaborative self-rescue exercises. Keywords: combined exercise, self-rescue, flood.
PEMERIKSAAN, PERAWATAN DAN SENAM PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI UPT PUSKESMAS KOTA BUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2017 Zainaro, M. Arifki; Djamaludin, Djunizar; Gunawan, M. Ricko; Susmarini, Neta
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i1.20

Abstract

ABSTRACTWorld Health Organization (WHO) data showed that Indonesia ranks 4th largest number of people with diabetes mellitus after India, China and the United States. In 2013 it was estimated that the number of diabetics in Indonesia has reached 14 million people, of which only 50% are aware of it and among them only about 30% who come for regular treatment. The objective of this activity is to increase knowledge people about the examination, treatment and foot gymnastic DM in people with diabetes mellitus. This activity was done  on Monday, December 18, 2017. The activities consist of Examination, Treatment and Gymnastics Prolanis In Elderly with Diabetes Mellitus at UPT Puskesmas Kota Bumi Lampung Utara 2017 with the method was using leaflets and demonstrations. There was a change in the knowledge and techniques of prolanic gymnastics. Hope this prolanic exercise techniques of DM patients can reduce wounds in patients with DM. Keywords: Gymnastics, DM, Puskesmas.
Deteksi Dini Dan Pencegahan Penyakit Degeneratif Pada Masyarakat Wilayah Mutiara Home Care Amia Amila; Evarina Sembiring; Novita Aryani
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3441

Abstract

ABSTRAKPenyakit degeneratif merupakan penyakit kronik menahun yang banyak mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Umumnya masyarakat baru memeriksakan diri setelah timbul gejala, padahal deteksi dini penyakit penting dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk upaya preventif dan meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini gejala, komplikasi, pencegahan, dan terapi penyakit degeneratif khususnya penyakit hipertensi, DM, aterosklerosis, osteoporosis kepada masyarakat di sekitar Klinik Mutiara Homecare Kelurahan Dwikora. Pengabdian masyarakat ini terdiri dari 2 kegiatan utama, yaitu pemeriksaan indeks massa tubuh, tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat tentang penyakit degeneratif. Hasil kegiatan  didapatkan bahwa mayoritas memiliki tekanan darah sistolik <130 mmHg sebesar 60% dan tekanan darah diastolik < 90 mmHg sebesar 58%, memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 25-29,9 kg/m2  (obesitas) sebesar 32%,  kadar asam urat normal sebesar 66%, gula darah sewaktu < 140 mg/dL sebesar 86%, kolesterol total > 200 mg/dL sebesar 60%. Peningkatan kualitas kesehatan perlu dilakukan dengan membangun kesadaran dan peningkatan edukasi serta melakukan kontrol kesehatan secara teratur ke pusat kesehatan terdekat. Kata Kunci : Penyakit degeneratif, asam urat, gula darah, IMT, kolesterol   ABSTRACTDegenerative disease is a chronic disease that affects the quality of life and productivity of a person.In general, people only have to check themselves after symptoms occur, even though early disease detection is important. The purpose of community service activites is preventive effort and increase knowledge about early detection of symptom, complication, prevention and treatment of degenerative diseases especially hypertension, DM, atherosclerosis and osteoporosis to the community around Mutiara Home Care Clinic, Dwikora Village. This community service consists of 2 main activites, namely examination of body mass index (BMI, blood pressure, blood sugar, uric acid and cholesterol and public health education about degenerative diseases. The results of this community service activites were majority had systolic blood pressure of <130 mmHg (60,0%) and diastolic blood pressure of < 90 mmHg (58%), BMI of 25-29,9 kg/m2  (obesity) as many as 32%, normal uric acid levels (66%), blood sugar at one time < 140 mg/dL (86%), total cholesterol > 200 mg/dL (60%) The increase of the quality of health needs to be done by building awareness and increased education to community and control to the nearest health center.  Keywords : degenerative disease, uric acid, blood sugar levels, BMI, cholesterol
Penyuluhan Bantuan Hidup Dasar Pada Siswa/i di SMA Yayasan Anastasia Pancur Batu Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara Rotua Elvina Pakpahan; Lindawati Simorangkir; Agustaria Ginting; Mardiati Barus; Lindawati Tampubolon; Murni Sari Dewi Simanullang; Mestiana Karo; Vina Yolanda Sigalingging
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4179

Abstract

ABSTRAK Kesehatan yang prima akan di dapatkan ketika tubuh mendapatkan  oksigen yang baik. Henti nafas diakibatkan melemahnya kerja jantung sampai dengan terhentinya kerja jantung dan dapat mengakibatkan tidak terpenuhinya oksigen dalam tubuh yang artinya kebutuhan dasar hidup tidak dapat terpenuhi. Tujuan dari penyuluhan bantuan hidup dasar adalah meningkatkan pengetahuan dan dapat melakukan tindakan secara mandiri untuk pertolongan bantuan hidup dasar di lingkungannya. Sasaran kegiatan ini adalah siswa/i SMA Yayasan Anastasia Pancur Batu. Metode yang digunakan dalam penyuluhan bantuan hidup dasar ini adalah dengan melakukan presentasi materi dan melakukan simulasi bantuan hidup dasar. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa/i mempu mengetahui tentang dasar-dasar pemberian bantuan hidup dasar dan mampu melaksanakan pemberian bantuan hidup dasar di lingkungannya. Diharapkan dengan dilaksanakannya penyuluhan ini, pada siswa/i dapat sigap dan mampu memberikan bantuan hidup dasar guna memperkecil angka kematian. Kata Kunci : Bantuan Hidup Dasar, Penyuluhan Kesehatan ABSTRACT Excellent health will be obtained when the body gets good oxygen. Stopping breathing is caused by the weakening of the work of the heart to the cessation of the work of the heart and can result in not meeting oxygen in the body, which means that the basic needs of life cannot be fulfilled. The purpose of basic life support extension is to increase knowledge and be able to take action independently for basic life support assistance in their environment. The target of this activity is SMA Anastasia Pancur Batu Foundation. The method used in this basic life support extension is to present the material and perform basic life support simulations. The result of this activity is that students are able to know the basics of providing basic life support and are able to provide basic life support in their environment. It is hoped that with the implementation of this counseling, students can be alert and able to provide basic life support in order to reduce the mortality rate. Keywords: Basic Life Support, Health Education  
Pendidikan Kesehatan Bayi Baru Lahir (BBL) Di Posyandu Kasturi Desa Way Sari Natar Lampung Selatan Annisa Ramadhanti; Dahlia Aprillia; Dika Amelia Putri; Aryanti Wardiyah; Andoko Andoko; M. Ricko Gunawan; Triyoso Triyoso
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3337

Abstract

Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), bukan bulan pertama setelah kelahiran. Angka kematian neonates tahun 2012 di seluruh dunia adalah 21 kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal tahun 2012 di Indonesia adalah 19 kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal tahun 2012 di Indonesia adalah 19 kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup. Kematian pada neonatal biasanya diawali dari penyakit yang diderita anak tersebut yang sebenarnya masih bisa ditanggulangi. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan perawat pada bayi baru lahir normal secara tepat, komprehensif dan mengetahui tanda – tanda bahaya bayi baru lahir. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan, dibuka dengan pretest, dilanjutkan dengan penyampaian materi juga diskusi yang terarah berupa edukasi dan penyuluhan. Adapun hasilnya menunjukan begitu besarnya antusias peserta untuk memahami tentang cara mengatasi tanda bahaya pada bayi baru lahir. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Bayi, Anak  ABSTRACT Most child deaths in Indonesia currently occur during the newborn period (neonatal), not the first month after birth. The neonatal mortality rate in 2012 worldwide was 21 neonatal deaths per 1000 live births, while the 2012 neonatal mortality rate in Indonesia was 19 neonatal deaths per 1000 live births, while the 2012 neonatal mortality rate in Indonesia was 19 neonatal deaths per 1000 live births. . Neonatal mortality usually begins with the child's illness, which is still manageable. The purpose of this community service is to provide proper, comprehensive care for normal newborns and to know the danger signs of a newborn. This activity is carried out by the extension method, opened with a pretest, followed by the delivery of material as well as focused discussion in the form of education and counseling. The results showed that the participants were very enthusiastic about how to deal with danger signs in newborns.  Keywords: health education, newborn, child

Page 16 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue