cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Gerakan Desa Sadar Bahaya Covid 19 : Pengabdian Pada Masayrakat Desa Cilawu Kabupaten Garut Novriyanti Lubis; Muhammad Henli Saputra; Rizqi Ismail Al-Baasith; Sandi Setiadi; Seni Oktaviani
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3123

Abstract

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Desa Cilawu menjadi perhatian khusus dalam program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh kelompok KKN Mahasiswa Universitas Garut. Berdasarkan analisis masalah maka program pengabdian fokus pada hal berikut : 1) pembuatan poster dan video pencegahan Covid-19, 2) penyuluhan kesehatan, 3) pembagian Alat Pelindung Diri (APD), 4) penguatan kelompok Desa dengan edukasi singkat. Metode yang digunakan ada tiga yaitu, metode edukasi, metode sosialisasi, dan evaluasi program. Teknik pengumpulan data dalam pengabdian ini menggunakan teknik wawancara, kuesioner,  dan dokumentasi. Dampak program pengabdian ini menunjukkan bahwa, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Covid-19 tidak akan berjalan optimal jika tidak dilakukan pendekatan langsung kepada masyarakat oleh Pemerintah daerah dan Pemerintah Desa. Hasil evaluasi survei mengenai kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Covid-19 di Desa Cilawu menunjukkan respon yang kurang bagus pada aspek sering mencuci tangan dan menggunakan handsanitaizer. Namun masyarakat Desa Cilawu sudah menyadari untuk menggunakan masker jika ingin bepergian, hanya saja ketika kondisi mereka yang sakit kurang menyadari untuk menggunakan masker. Kemudian persentase kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan sehat selama pandemic Covid-19 sebesar 60 persen sebelum sosialisasi melalui podcast. Namun persentase itu berubah menjadi 100 persen setelah dilakukan sosialisasi melalui podcast. Kata Kunci: Pencegahan Covid-19, Kesadaran Masyarakat, Pengabdian Masyarakat ABSTRACT The low level of public awareness in breaking the chain of Covid-19 spread in Cilawu Village is of particular concern in the community service program organized by the Garut University Student Community Service group. Based on problem analysis, the service program focuses on the following: 1) making posters and videos for the prevention of Covid-19, 2) health education, 3) distribution of Personal Protective Equipment (PPE), 4) strengthening Village groups with short education. There are three methods used, namely, educational methods, socialization methods, and program evaluation. Data collection techniques in this service using interview techniques, questionnaires, and documentation. The impact of this service program shows that, to increase public awareness of the prevention of Covid-19 will not run optimally if there is no direct approach to the community by the local government and the village government. The results of a survey evaluation regarding public awareness of the prevention of Covid-19 in Cilawu Village showed a poor response to the aspects of frequent hand washing and using a hand sanitizer. However, the people of Cilawu Village have realized that they should wear masks if they want to travel, only when they are sick they are not aware of wearing masks. Then the percentage of public awareness to maintain a healthy diet during the Covid-19 pandemic was 60 percent before socialization via podcast. However, that percentage changed to 100 percent after socialization through podcasts. Keywords: Covid-19 Prevention, Public Awareness, Community Service
Penyuluhan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Arti Febriyani Hutasuhut; Anggunan Anggunan; Eka Silvia; Mardheni Wulandari; Nia Triswanti; Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3695

Abstract

ABSTRAK Setiap pekerjaan selalu mengandung potensi resiko bahaya dalam bentuk kecelakaan dan penyakit kerja. Kasus-kasus kecelakaan dan penyakit kerja di dunia, Indonesia masih cukup besar, baik di kota maupun di desa, baik disektor industri dan jasa-jasa maupun juga disektor pertanian. Masalah keselamatan dan kecelakaan kerja di Indonesia masih sering diabaikan, hal ini dapat dilihat dari masih tingginya angka kecelakaan kerja. Oleh karena itu pentingnya pengetahuan pekerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai evaluasi diri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan mengevaluasi diri pekerja  mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Metode yang di gunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kepada pegawai pabrik kerupuk dan pabrik bawang putih mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pelaksanaan kegiatan berkordinasi dengan Puskesmas Rawat Inap Simpur dan dibantu oleh mahasiswa FK malahayati Bandar Lampung angkatan 2017 yang dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Hasil dari kegiatan ini adalah Peserta penyuluhan dapat memahami dan mengerti untuk menjaga Kesehatan dan keselamatan dalam bekerja serta memberikan kesadaran pada pekerta untuk bisa melindungi diri dalam pekerjaanya dengan menggunakan APD yang sudah di siapakan oleh pabrik yang bersangkutan secara benar dan sesuai. Kata kunci : Penyuluhan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pegawai Pabrik  ABSTRACT Every job always contains a potential risk of danger in the form of accidents and occupational diseases. The cases of accidents and occupational diseases in the world, Indonesia are still quite large, both in cities and villages, both in the industrial and service sectors as well as in the agricultural sector. The problem of safety and work accidents in Indonesia is still often ignored, this can be seen from the high number of work accidents. Therefore the importance of workers' knowledge about occupational safety and health as a self-evaluation. One of the efforts that can be done is by providing education about Occupational Safety and Health (K3). The purpose of this activity is to increase the knowledge, motivation, and self-evaluation of workers regarding the importance of maintaining health and safety at work. The method used in this activity is counseling employees of cracker factories and garlic factories regarding Occupational Health and Safety (K3). Implementation of activities in coordination with the Simpur Inpatient Community Health Center and assisted by students of FK Malahayati Bandar Lampung class of 2017 which was held in December 2020. The results of this activity were that the participants could understand and understand to maintain health and safety at work and provide awareness to participants to be able to protect themselves in their work by using PPE that has been prepared by the factory concerned properly and accordingly. Keywords: Counseling, Occupational Safety and Health (K3), Factory Employees
Peningkatan Pengetahuan Dan Keefektifan Program Keluarga Berencana (KB) Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Susiana Jansen; Putri Permatasari; Choirunisa Suci Sari; Setyani Agustina; Kiki Setiari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3193

Abstract

Keluarga berencana merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif tertentu menghindari kelahiran yang tidak di inginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu dan kelahiran dalam hubungan suami istri dan menetukan jumlah anak dalam keluarga. Pertumbuhan penduduk Indonesia berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010 melebihi angka proyeksi nasional yaitu sebesar 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 per tahun. Petumbuhan penduduk yang pesat merupakan akibat dari fertilisasi yang tinggi akan menjadi sumber kemiskinan dan menghambat pertumbuhan ekonomi (BKKBN, 2011).  Program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Akademi Keperawatan Pelni Jakarta bertujuan Penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait pentingnya penggunaan kontrasepsi demi mengatur jarak kehamilan sesuai dengan perencanaan dari PUS. Metode pelaksanaanya melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat dan kader kesehatan, tentang Keefektifan Program Keluarga Berencana (Kb) Pada Pasangan Usia Subur (Pus) Kegiatan ini melibatkan masyarakat dan seluruh kader kesehatan di RW 02 Kelurahan Slipi. Dengan peserta berjumlah 21 orang. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta terkait kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah  Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah kesimpulan kegiatan pengabdian masyrakat pada kelompok pasangan usia subur terdapat peningkatan pengetahuan peningkatan pasangan usia subur terkait kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah  Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah Kata Kunci: KB, PUS , pengetahuan  Pendidikan Kesehatan. ABSTRACT Family planning is an action that helps individuals or married couples to get certain objectives to avoid unwanted births, adjust the interval between pregnancies, control the time and births in a husband and wife relationship and determine the number of children in the family. Indonesia's population growth based on population census data in 2010 exceeds the national projection figure of 237.6 million people with a population growth rate of 1.49 per year. Rapid population growth as a result of high fertilization will become a source of poverty and hinder economic growth (BKKBN, 2011). This community service program carried out by the Pelni Jakarta Nursing Academy aims to provide knowledge and understanding regarding the importance of contraceptive use in order to regulate pregnancy spacing according to the planning of the PUS. The method of implementation is through outreach activities to the community and health cadres, regarding the Effectiveness of the Family Planning Program (Kb) for Fertile Age Couples (Pus). This activity involves the community and all health cadres in RW 02, Slipi Village. With 21 participants. The results of the activity show that there is an increase in the knowledge of participants regarding contraception in fertile age couples in the Slipi Village, Palmerah District. Keywords: KB, EFA, Health Education knowledge.
Sosialisasi Pencegahan Covid-19 dan Peningkatan Kapasitas kader Posyandu melalui Penyuluhan tentang Pemberian Makanan Seimbang bagi Baduta di Desa Cipadang Endang Sri Wahyuni; Usdeka Muliani; Ranny Septiani
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3664

Abstract

ABSTRAKPada akhir Maret tahun 2020, di Desa Cipadang  terdapat 16 orang dengan pengawasan kasus covid-19 (ODP) dan meningkat menjadi 84 orang pada 14 April 2020. Social distancing dan penggunaan masker belum dilaksanakan masyarakat di Desa Cipadang. Di sisi lain, Cipadang merupakan lokus stunting di Pesawaran. Tujuan kegiatan adalah terdistribusinya bantuan, meningkatnya kesadaran warga untuk pencegahan covid 19 serta pengetahuan kader tentang pemberian makanan seimbang pada baduta di Desa Cipadang.  Pengetahuan kader tentang pemberian makanan seimbang bagi baduta meningkat dengan nilai rata-rata dari 63,53 menjadi 71,18. Uji paired t test berpengaruh pada tingkat pengetahuan kader (p=0,000). Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan kader secara bermakna. Penggunaan masker dan praktek social distancing telah dilaksanakan oleh kader posyandu dalam kegiatan posyandu maupun pada saat berinteraksi dengan orang lain. Pendampingan kader diperlukan untuk menjamin penerapan pemberian makanan seimbang bagi baduta di Desa Cipadang. Kata Kunci: Pencegahan Covid-19, Makanan Baduta, Desa Cipadang  ABSTRACT At the end of March 2020, in Desa Cipadang there were 16 people with surveillance of the Covid-19 case and increased to 84 people on April 14, 2020. Social distancing and wearing of masks have not been implemented by the community in Desa Cipadang. On the other hand, Cipadang is a stunting locus in Pesawaran. The purpose of the activity is the distribution of aid, increasing awareness of residents for the prevention of Covid 19 and knowledge of cadres about giving balanced food to baduta in Desa Cipadang. The knowledge of cadres about providing balanced food for baduta increased with an average value from 63.53 to 71.18. The paired t test affected the cadres' level of knowledge (p = 0.000). Education increase cadres' knowledge significantly. The use of masks and social distancing practices have been carried out by posyandu cadres in posyandu activities and when interacting with other people.. Cadre assistance is needed to ensure the implementation of balanced feeding for baduta in Cipadang Village. Keywords: Prevention of Covid-19, Diet for Baduta, Desa Cipadang 
PENYULUHAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI POSYANDU ANGSANA WAY HALIM PERMAI TAHUN 2017 Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Teguh Pribadi; Lidya Ariyanti; Dewi Novalina
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i1.25

Abstract

ABSTRACT Prevention of mosquito population was done by eradication of mosquito larvae, mosquito eggs, and mosquitoes in various ways. The larvae are targeted in controlling that act as vector-borne diseases through mosquitoes, such as malaria and dengue hemorrhagic fever. The purpose of the activity is expected to understand how to eradicate mosquito breeding. This activity was done on Thursday, December 14, 2017. The activity consist of education to the residents on how to eradicate mosquito breeding in the work area of Way Halim health center, using LCD and leaflets. There was a significant result of people knowledge after education. Thus, the provision of education can provide increased knowledge, especially with regard to eradicating mosquito breeding. Keywords: Mosquito, Larva, Eradication
Upaya Peningkatan Personal Higiene Masyarakat Melalui Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Alami Netty Ermawati; Dwi Rahmawati; Arisanty Nur Setia Restuti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3722

Abstract

ABSTRAK Corona virus Disease 2019 dapat menyebar melalui droplet dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Dalam rangka menghindari penyebaran virus, WHO merekomendasikan untuk mencuci tangan minimal selama 20 detik selain itu anjuran menggunakan penyanitasi tangan dengan kandungan alkohol minimal 60 persen jika tidak tersedia sabun dan air. Jeruk dan minyak atsiri kulit jeruk memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran alami dalam pembuatan hand sanitizer dan relatif aman dibandingkan bahan yang lain. Program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember ini bertujuan untuk peningkatan personal higiene bagi masyarakat Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Jember, yang banyak bekerja sebagai penjual cilok untuk menjaga kebersihan diri sendiri dan juga konsumennya dengan penggunaan hand sanitizer dari bahan alami untuk mencegah penularan penyakit di masa pandemi Covid 19. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahapan, pertama adalah sosialisasi kepada masyarakat upaya minimal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan Covid 19. Kedua adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan hand sanitizer dari campuran ekstrak minyak atsiri kulit jeruk lokal. Minyak atsiri kulit jeruk digunakan sebagai campuran pembuatan hand sanitizer yang dapat berfungsi sebagai antiseptik pengganti alkohol dan sekaligus menjaga kelembaban kulit. Terakhir adalah evaluasi hasil kegiatan. Peserta yang merupakan anggota Karang Taruna sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan. Pada akhir kegiatan diserahkan bahan-bahan pembuatan hand sanitizer dengan harapan agar mitra dapat memproduksi hand sanitizer sendiri dan sebagai inisiasi kegiatan kewirausahaan Karang Taruna Desa Karangpring. Kata Kunci: hand sanitizer, pengabdian masyarakat, personal hygiene  ABSTRACT Corona virus Disease 2019 can spread through droplets from the nose or mouth when coughing or sneezing. To avoid spreading the virus, WHO recommends washing hands for at least 20 seconds or using a hand sanitizer with an alcohol content of at least 60 percent if soap and water are not available. Oranges and essential oils of orange peel have the potential to be used as an ingredient for making hand sanitizer and are relatively safe compared to other ingredients. This community service program located in Karangpring Village, Sukorambi, Jember was initiated by a team from Jember Polytechnic. The aim is to improve the personal hygiene of the people who work as cilok sellers to maintain their hygiene and also to their customers by using hand sanitizers to prevent disease transmission during the Covid 19 pandemic. Service activity is carried out in three stages, the first is socialization to the community regarding minimal efforts that can be done to prevent the spread of Covid 19. The second is by providing training in making hand sanitizers from a mixture of essential oils extracted from local orange peels. The essential oil of orange peel is used as a mixture for making hand sanitizers, functions as an antiseptic to replace alcohol and at the same time keeps the skin moist. The third stage is the evaluation of the results of the activities. Participants who are members of the Karang Taruna are very enthusiastic about participating in all activities. At the end of the activity, the team handed over materials for making hand sanitizers in the hope that partners can produce their hand sanitizers and as an initiation of entrepreneurial activities from Karang Taruna, Karangpring Village. Keywords: community service, hand sanitizer, personal hygiene
Pemberdayaan Santri Melalui Pelatihan Basic Life Support Mukhammad Toha; Ida Zuhroidah; Mokh. Sujarwadi; Nurul Huda
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4211

Abstract

ABSTRAK Penyakit kardiovasuler merupakan penyakit yang menjadi ancaman dunia saat ini, di Indonesia menjadi penyakit ke-2 yang menyebabkan kematian. Di Dunia 17 juta lebih orang meninggal akibat penyakit jantung. Cardiac arrest merupakan kegawatdaruratan dari penyakit jantung  yang akan menyebabkan kematian apabila pertolongan secara dini oleh orang awam tidak segera dilakukan. Tujuan dari resusitasi jantung paru yang dilakukan oleh orang awam adalah untuk mempertahankan fungsi vital. Apabila resusitasi jantung paru segera di lakukan, maka kelangsungan hidup mencapai 75%. Tujuan pemberdayaan santri ini adalah agar santri menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pada orang yang berada disekitarnya ketika mengalami serangan jantung sehingga komplikasi dapat di minimalkan serta harapan hidup korban meningkat serta mampu melakukan tindakan resusitasi jantung paru secara tepat, cepat dan akurat. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah ceramah dan diskusi serta praktik resusitasi jantung paru pada manekin yang dilakukan pada hari ke-2. Hasil dari pelatihan ini adalah sebagian besar (85%) santri mengerti tentang konsep basic life support serta satu persatu santri mampu melakukan resusitasi jantung paru pada manekin. Kata Kunci : pemberdayaan, santri, basic life support  ABSTRACT Cardiovascular disease is a world threat today; in Indonesia, it is the second disease that causes death. In the world, more than 17 million people die from heart disease. Cardiac arrest is an emergency of heart disease that will cause death if ordinary people's early help is not immediately carried out. The goal of cardiac pulmonary resuscitation performed by the layman is to maintain vital functions. If cardiac pulmonary resuscitation is performed immediately, the survival rate is 75%. The aim of empowering these students is to make the students at the forefront of providing help to those around them when they experience a heart attack so that complications can be minimized and the life expectancy of the victim increases and is able to perform cardiac pulmonary resuscitation actions appropriately, quickly and accurately. The methods used in this training were lectures and discussions as well as the practice of cardiopulmonary resuscitation on the mannequin which was conducted on the 2nd day. The result of this training was that most of the students (85%) understand the basic concept of life support and one by one one student able to perform cardiopulmonary resuscitation on the mannequins.  Keyword : empowerment, student, basic life support
Sosialisasi Transaksi Jual Beli Aman Terhadap Covid 19 Memasuki Fase New Normal Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Pawiliyah Pawiliyah; Fernalia Fernalia; Fauzan Adriansyah; Saleh Saleh; Riska Yuliyanti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3340

Abstract

Semakin melonjaknya angka positif virus corona di Indonesiaberbanding terbalik dengan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pandemi virus corona. Badan Stistik Nasional (2020) melaporkan pada Juni 2020 kasus yang terkonfirmasi diseluruh dunia berjumlah 163.973  kasus. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia melaporkan angka kejadian per 30 juni dilaporkan sebanyak 1293 kasus.  Angka kejadian di provinsi Bengkulu per Juni dilaporkan ada 124 kasus dan 10 orang meninggal dunia dan dari angka kasus tersebut 7 orang terkonfirmasi sebagai pedagang di pasar tradisional Panorama, artinya pasar menjadi cluster baru penyebaran COVID 19 di kota Bengkulu.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasi kesiapan dalam bertransaksi aman serta memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 19 pada pedagang dan pembeli di pasar tradisional Panorama dan Pasar Minggu kota Bengkulu. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dengan memberikan informasi tentang transaksi jual beli aman dengan mendatangi tiap pembeli dan penjual  secara langsung, memasang poster pada tempat-tempat yang strategis.   Terdapat perubahan pengetahuan tentang transaksi jual beli aman pada masyarakat pasar tradisional Panorama dan Pasar Minggu terhadap COVID 19 memasuki fase new normal, dengan demikian sosialisasi transaksi jual beli aman terhadap COVID 19 memasuki fase new normal di pasar trasional sangat efektif untuk peningkatan pengetahuan dan merubah pola kebiasaan pedagang dan pembeli untuk mengikuti cara bertransaki yang aman dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran COVID-19.Kata Kunci: sosialisasi, transaksi, COVID 19, pasar trasidional ABSTRACT The increasing number of positive corona viruses in Indonesia is inversely proportional to public awareness of the dangers of the corona virus pandemic. The National Statistics Agency (2020) reported that in June 2020 confirmed cases worldwide totaled 163,973 cases. The Task Force for the Acceleration of Handling COVID-19 Indonesia reported that the number of incidents as of June 30 was reported as 1293 cases. The number of incidents in Bengkulu province as of June was reported to have been 124 cases and 10 people died and from these cases 7 people were confirmed as traders in the Panorama traditional market, meaning the market became a new cluster for the spread of COVID 19 in Bengkulu city. The purpose of this community service is to socialize readiness for safe transactions and break the chain of spreading Corona Virus Disease 19 to traders and buyers in Panorama traditional markets and Pasar Minggu, Bengkulu city in entering the new normal phase, by implementing precautionary measures and preventing the spread of Covid-19 , carry out the dissemination of information about Covid-19 in the form of increasing public awareness of the dangers of COVID 19. Activities carried out are in the form of socialization by providing information about safe buying and selling transactions by visiting each buyer and seller directly, placing posters in strategic places. There is a change in knowledge about safe buying and selling transactions in the community of Panorama traditional markets and Pasar Minggu against COVID 19 entering a new normal phase, thus the socialization of safe buying and selling transactions against COVID 19 entering a new normal phase in the traditional market is very effective for increasing knowledge and changing habitual patterns traders and buyers to follow safe ways of transacting in an effort to prevent and break the chain of the spread of COVID 19. Keywords: socialization, transactions, COVID 19, traditional markets
Kajian Pemenuhan Kebutuhan Oksigen Skala Rumah Tangga Sebagai Upaya Peduli Lingkungan Melalui Pemanfaatan Area Pekarangan Yanti Hermayanti; Asih Purwandari Wahyoe Puspita; Tirta Adikusuma Suparto
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4071

Abstract

ABSTRAK Penghijauan di sekitar rumah adalah salah satu upaya pengelolaan lingkungan hidup yang bisa dilakukan oleh keluarga. Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh setiap keluarga, maka salah satu kebutuhan lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan oksigen, dapat difasilitasi dan dipenuhi bersama. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada keluarga dalam memenuhi kebutuhan oksigen. Metode yang digunakan adalah deskriptif, berfokus pada penerapan suatu tindakan. Penghijauan dapat dilakukan pada area depan rumah, pada area samping dan pinggir jalan, dan pada area tanah. Pada area depan bisa ditanam berbagai macam tanaman hias dan produktif. Pada area samping dan pinggir jalan bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran dan obat. Pada area tanah bisa di tanam jenis pohon yang lebih besar dan produktif. Penanaman berbagai macam jenis pohon di tempat terbuka dan pemilihan tanaman akan membantu dalam memenuhi kebutuhan oksigen per rumah tangga, menambah kesejukan, kelembaban, kenyamanan lingkungan. Mengingat besarnya manfaat tersebut, perlu adanya program-program promosi penghijauan di sekitar rumah oleh Pemerintah RI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota/Kabupaten, dan organisasi terkait lainnya. Kata Kunci: kebutuhan oksigen, rumah tangga, lingkungan, pemanfaatan                      area pekarangan  ABSTRACT Greening around the house is one of the environmental management efforts that can be done by families. If these activities are carried out by each family, then one of the environmental needs to fulfill oxygen needs can be facilitated and fulfilled together. This article aims to provide an overview for families in meeting their oxygen needs. The method used is descriptive, focusing on the implementation of an action. Greening can be done in the front area of the house, on the side and roadside areas, and on the land area. In the front area, various kinds of ornamental and productive plants can be planted. In the side and roadside areas, it can be used to plant various types of vegetable and medicinal plants. In the land area, larger and more productive tree species can be planted. Planting various types of trees in the open and selecting plants will help meet the oxygen demand per household, add coolness, humidity, and environmental comfort. Given these benefits, it is necessary to have green promotion programs around the house by the Government of the Republic of Indonesia, the Provincial Government, Kota/Kabupaten Governments, and other related organizations. Keywords: oxygen demand, household, environment, utilization of the yard area
MENGENAL STUNTING DAN EFEKNYA PADA PERTUMBUHAN ANAK DI DESA ROMANG LOE KECAMATAN BONTO MARANNU KABUPATEN GOWA Suntin Suntin; Fauziah Botutihe; Mirna Awalianti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2587

Abstract

ABSTRAK Secara global prevalensi 22,9% atau 154,8 juta anak di bawah usia 5 tahun menderita stunting. Masalah stunting dialami oleh sebagian besar anak di Negara miskin dan berkembang seperti Indonesia. Prevalensi stunting yang terjadi di Afrika selatan sebesar 18,6 %, di Ethiopia sebesar 26,4%, di Nigeria (22.2%). Sedangkan terdapat 6 juta di Amerika Latin dan karibia. Prevalensi di Asia seperti India (38,4% 2015), Pakistan (45% 2012), Bangladesh (36,1% 2014), Malaysia (20,7% 2016), Philipina, Thailand (10,5% 2017), Indonesia 30,8%. Hasil penelitian pendahuluan membuktikan bahwa faktor keturunan berperan sebesar 15%, penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan zat gizi, hormon pertumbuhan dan adanya penyakit infeksi. Adapun Variabel pengaruh paparan asap rokok maupun polusi asap juga berpengaruh terhadap kejadian stunting namun belum banyak dilakukan penelitian yang lebih jauh. Tujuan dilakukan penyuluhan ini adalah untuk memberikan pemahaman  masyarakat terhadap Stunting dan Efeknya Pada Pertumbuhan Anak di Desa Romang Loe Kecamatan Bonto Marannu Kabupaten Gowa. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan poster sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang Stunting dan Efeknya Pada Pertumbuhan Anak di Desa Romang Loe Kecamatan Bonto Marannu Kabupaten Gowa.

Page 19 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue