cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
PENILAIAN STATUS GIZI dan DETEKSI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN MURID TK Al- QUR’AN KENAGARIAN KASANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN, PROVINSI PADANG Nur Fadjri Nilakesuma; Ises Reni; Desi Mulyani
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1204

Abstract

 ABSTRAKKekurangan gizi pada anak pra sekolah akan menimbulkan 1- 2 gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang apabila tidak diatasi secara dini dapat berlanjut hingga dewasa, sehingga tidak mampu tumbuh dan berkembang secara optimal. Sehingga diperlukan upaya serius dan strategi perbaikan status gizi. Tujuan pengabdian masyaraka adalah upaya mengukur status gizi dan deteksi keterlambatan perkembangan pada murid TK. Metode yang dilakukan adalah merancang dan pembuatan bahan praktek pengabdian, mengukur tinggi badan, berat badan dan  melakukan deteksi keterlambatan perkembangan serta melakukan penilaian status gizi murid TK. Hasil pengabdian didapatkan Sebagian besar anak TK tersebut memiliki status gizi normal. 5 orang memiliki status gizi kurus, 1 orang dengan status gizi gemuk dan 1 orang dengan status gizi sangat kurus. 2 orang anak TK mengalami gangguan dalam pemusatan perhatian saat belajar. Diperlukan koordinasi yang baik antara guru, orang tua dan tenaga kesehatan dalam pemantauan tumbuh kembang murid TK. Kata Kunci : Status Gizi, Deteksi keterlambatan perkembangan, Murid TK ABSTRACT Malnutrition in pre-school children will cause 1-2 growth and development disorders that if not addressed early can continue to adulthood, so that they are unable to grow and develop optimally. So that serious efforts are needed and strategies to improve nutritional status. The purpose of community service is to measure nutritional status and detect developmental delays in kindergarten students. The method used is to design and manufacture material for service practice, measure height, weight and detect developmental delays and evaluate the nutritional status of kindergarten students. The results of service were obtained. Most of the kindergarten children had normal nutritional status. 5 people have underweight nutritional status, 1 person with fat nutritional status and 1 person with very thin nutritional status. 2 kindergarten children experience disruption in concentration while studying. Good coordination between teachers, parents and health workers is needed in monitoring the growth and development of kindergarten students. Keyword: Nutritional Status, Detection of developmental delay, Kindergarten student
Penyuluhan Tentang Penanganan Dan Pencegahan Covid-19 Anggunan Anggunan; Muh Abu Hanifah Albar Maki; Aswan Jhonet; Neno Fitriyani Hasbie; Eka Silvia; Mardheni Wulandari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3679

Abstract

ABSTRAK Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit jenis baru yang belum teridentifikasi sebelumnya dan saat ini telah menyerang manusia. Untuk angka kejadiannya sampai tanggal 2 September 2020, COVID-19 sudah ditemukan di 216 negara, dengan total kasus konfirmasi sebesar 25.602.665 kasus. Untuk mencegah penyebaran COVID-19: cuci tangan anda secara rutin, gunakan sabun dan air, atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol, selalu jaga jarak aman dengan orang yang batuk atau bersin, kenakan masker jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan, jangan sentuh mata, hidung, atau mulut anda. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan edukasi dan pemahanan kepada masyarakat umum tentang bagaimana cara memutus rantai penularan COVID-19 serta memberi pengetahuan tentang cara memperkuat imunitas tubuh dengan upaya pola perilaku hidup sehat, serta menyediakan vitamin tambahan sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh dan juga selalu memakan makanan yang sehat dan bergizi. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang pencegahan dan penanganan COVID-19, terakhir kita berikan sesi tanya jawab kepada masyarakat. Kata Kunci : Penyuluhan, COVID 19, Masyarakat  ABSTRACT Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is a new type of disease that has not been previously identified and is currently attacking humans. For the number of incidents until September 2, 2020, COVID-19 has been found in 216 countries, with a total of 25,602,665 confirmed cases. To prevent the spread of COVID-19: wash your hands regularly, use soap and water, or an alcohol-based hand sanitizer, always keep a safe distance from people who are coughing or sneezing, wear a mask if physical restrictions are not possible, do not touch eyes, nose, or your mouth. The purpose of this outreach activity is to provide education and understanding to the general public about how to break the chain of transmission of COVID-19 and provide knowledge about how to strengthen the body's immunity with healthy lifestyle habits, and provide additional vitamins as an effort to increase body immunity and always eat a healthy and nutritious diet. This activity began with an opening by the moderator, then continued with the presentation of material on the prevention and handling of COVID-19, finally we gave a question and answer session to the public. Keywords: Counseling, COVID 19, Community
Pemberdayaan Orangtua Melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi Untuk Mencegah Seksual Pranikah Pada Remaja Yuliana Dafroyati; Ririn Widyastuti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4330

Abstract

ABSTRAK Kompleknya permasalahan kesehatan pada remaja memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi. Dampak dari permasalahan remaja adalah terjadinya masalah pada kesehatan reproduksi remaja. Salah satu upaya untuk mencegah perilaku seksual pada remaja adalah optimalisasi peran orang tua khususnya Ibu, selama ini pemberdayaan belum dioptimalkan pada aspek ini sehingga penanganan terhadap risiko yang ditimbulkan oleh perilaku seksual pranikah pada remaja belum mendapat perhatian khusus. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk mengoptimalkan peran orangtua dengan memberdayakan orangtua melalui pendidikan kesehatan reproduksi untuk mencegah seksual pranikah pada remaja Di KUB St. Yakobus Rasul Naimata Kupang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan, konseling informasi dan edukasi (KIE) kepada orangtua di wilayah KUB St. Yakobus Rasul Naimata Kupang. Analisis univariate yaitu data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Analissis bivariate dengan menggunakan uji paired sample t – test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan setelah pemberian penyuluhan dan KIE pada orangtua remaja. Peningkatan rerata pengetahuan orangtua remaja sebelum perlakuan 64.90 dan setelah perlakuan meningkat menjadi 81.00. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna pengetahuan orangtua untuk mencegah seksual pranikah pada remaja di KUB St. Yakobus Rasul Naimata Kupang efektif untuk meningkatkan pengetahuan orangtua remaja  (p < 0,05). Kata Kunci : Pemberdayaan, Orangtua, Remaja, Seksual Pranikah  ABSTRACT The complexities of health problems in adolescents require comprehensive and integrated handling. The impact of adolescent problems is the occurrence of problems on adolescent reproductive health. One of the efforts to prevent sexual behavior in adolescents is to optimize the role of parents, especially mothers, so far empowerment has not been optimized in this aspect so that the handling of the risks posed by premarital sexual behavior in adolescents has not received special attention. The aim of community service is to optimize the role of parents by empowering parents through reproductive health education to prevent premarital sex among adolescents. Yakobus Apostle Naimata Kupang. Implementation of community service activities by giving counseling, information counseling, and education (KIE) to parents in the KUB St. Yakobus Apostle Naimata Kupang. Univariate analysis, namely data obtained from the results of data collection presented in the form of a frequency distribution table. Bivariate analysis using paired sample t-test to determine the differences before and after giving counseling and IEC to adolescent parents. The increase in the mean knowledge of the adolescent parents before treatment 64.90 and after treatment increased to 81.00. The results of the paired samples t-test showed that there were significant differences in parental knowledge to prevent premarital sex among adolescents in KUB St. Yakobus Rasul Naimata Kupang was effective in increasing the knowledge of teenagers' parents (p <0.05). Keywords: Empowerment, Parents, Adolescents, Premarital Sexuals
Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas Pada Balita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Dengan Menggunakan Terapi Rebusan Jahe Madu Di Margorejo Kecamatan Metro Selatan Kota Metro Lidya Ariyanti; Rizka Shelvia Yulita; Rilyani Rilyani; Setiawati Setiawati; Dewi Kusumaningsih; Riska Wandini
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.2801

Abstract

ABSTRAKKejadian  kasus  ISPA  yang  cukup  tinggi terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 15,4%. Angka kejadian ini lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian di provinsi lain seperti Jawa Barat sebesar 11,2%, DKI Jakarta sebesar 8,5% dan Lampung sebesar 7,4%. Pengobatan tradisional terhadap ISPA dapat menggunakan minuman jahe madu karena sangat efektif dan lebih aman untuk digunakan. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian jahe madu dapat untuk meredakan keparahan batuk pada penderita ISPA. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi pembuatan jahe madu. Terdapat penurunan keparahan batuk pada klien ISPA setelah pemberian jahe madu selama 5 hari di Margorejo, metro selatan. Dengan demikian, pemberian jahe madu pada klien ISPA efektif menurunkan keparahan batuk. Kata Kunci: Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Jahe Madu ABSTRACTThe incidence problems of Acute Respiratory Infections ( ARI )  is quite high at East Nusa Tenggara Province (15.4%). This incidence rate is higher compared to events at other provinces such as West Java (11.2%), Jakarta (8.5%) and Lampung (7.4%). Traditional treatments for Acute Respiratory Infections (ARI) can use the honey ginger drink because it is very effective and safer to used. The purpose after after counseling and demonstration, is expected to helping alleviate the severity of cough in ARI's Pasients. The activities carried out involve counseling using leaflets and demonstrations of making honey ginger drinks. There was a reduction in the severity of coughing in  Acute Respiratory Infections (ARI)'s clients after giving honey ginger drinks for 5 days at Margorejo, South Metro. Thus, giving honey ginger drinks to ARI's  clients is effective in reducing the severity of coughing. Keywords: Ineffectiveness of Airway Cleansing, Acute Respiratory Infection (ARI), Honey Ginger
Edukasi Dini Bahaya Formalin Dalam Bahan Pangan Beserta Cara Deteksinya Secara Sederhana Di SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung Fatimah Fatimah; Yunita Dyah Safitri
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3788

Abstract

ABSTRAK Formaldehyde atau biasa dikenal dengan formalin, merupakan bahan kimia yang digunakan pada proses industri dan bukan merupakan tambahan  pada bahan makanan. Namun, formalin seringkali disalahgunakan fungsinya, yakni digunakan sebagai bahan tambahan untuk mengawetkan bahan pangan. Bahan pangan berformalin banyak beredar di pasaran. Formalin diketahui memiliki dampak negatif apabila dikonsumsi. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan adanya edukasi dini dan cara deteksi secara sederhana kandungan formalin pada para siswa-siswi SMP negeri 1 Ngunut, sebagai generasi penerus bangsa agar mengetahui dampak dan bahaya dari penggunaan formalin pada bahan pangan. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas kesehatan para siswa pada sekarang dan masa depan. Program edukasi dilakukan dengan cara membagikan video demonstrasi pengujian formalin pada bahan pangan dengan kalium permanganat dan menggunakan bahan alam bunga Ruella. Pengarahan dilakukan secara online dikarenakan sekolah dilakukan secara daring dan adanya pembatasan perkumpulan kelompok selama pandemi. Evaluasi keberhasilan program dinilai menggunakan kuesioner yang dibagikan pada para siswa. Berdasarkan hasil evaluasi kuesioner dapat diketahui bahwa, program tergolong berhasil. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil kuesioner bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya formalin dan cara deteksi secara sederhana.   Kata Kunci: Formaldehyde, deteksi sederhana, siswa SMP negeri 1 Ngunut  ABSTRACT          Formaldehyde which is known as formalin is a chemical used in the industrial process. However, its function is often misused as an additive to preserve food. Food that contained formalin is widely circulating in the market. Formalin is known to have negative effects when consumed. Based on the condition, it is necessary to conduct an early education and demonstrate a simple detection of formaldehyde contained food. Early education was targeted to SMP Negeri 1 Ngunut students, as the nation’s next generation to know the negative effects of formalin usages in food. So, it can improve the quality of health of students now and in the future. The education program was conducted by distributed demonstration videos of formaldehyde testing on food samples with potassium permanganate and used natural products from Ruella flower extract. The program was done online because schools were conducted online and there were restrictions on group gatherings during the pandemic. Program evaluation success was assessed using a questionnaire distributed to the students. Based on the result of the questionnaire evaluation, it can be seen that the program is categorized as successful. There was an increase in students' understanding of formaldehyde dangers and simple detection methods to detect formaldehyde contains in food. Keywords: Formaldehyde, simple detection methods, SMP negeri 1 Ngunut students
PENYULUHAN GIZI SEHAT DAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA BAYI DAN BALITA DI POSYANDU CARAKA NANDA III KELURAHAN PONDOK BETUNG TANGERANG SELATAN Naziyah Naziyah; Risza Choirunnisa; Dessy Khoirunnisa
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2377

Abstract

Kekurangan gizi diperkirakan menjadi penyebab 3,1 juta kematian anak setiap tahun atau sekitar 45% dari total kematian anak. Pemberian makanan bagi bayi dan balita merupakan kunci untuk memperbaiki kelangsungan hidup anak dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat pada anak. Dua tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan periode yang amat penting, karena nutrisi yang optimal selama periode ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian anak, mengurangi risiko penyakit kronis, serta mendukung perkembangan anak yang lebih baik. Pemberian ASI secara optimal sangatlah penting karena dapat menyelamatkan hidup lebih dari 800.000 balita setiap tahunnya. Untuk itu, WHO dan UNICEF merekomendasikan adalah Inisiasi menyusu dini dalam waktu 1 jam setelah anak lahir. ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Memperkenalkan makanan pendamping ASI (makanan padat) yang aman dan kadar gizinya cukup pada usia 6 bulan dengan tetap melanjutkan ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. Namun, masih banyak bayi dan anak yang tidak mendapatkan nutrisi optimal. Contohnya, hanya sekitar 36% bayi usia 0-6 bulan di seluruh dunia yang mendapat ASI eksklusif pada tahun 2007-2014. Defisit satu indeks antropometri atau lebih merupakan indikasi adanya ‘kekurangan gizi’ dimasyarakat.  Namun keadaan defisit tersebut tidak dapat dikatakan hanya karena kekurangan konsumsi energi atau zat gizi saja, banyak factor yang terkait sebagai penyebab. Rendahnya ukuran antropometri merupakan indikasi kekurangan gizi pada saat ini dan dimasa lampau ditingkat seluler yang disebabkan karena rendahnya konsumsi makanan dan atau serangan infeksi yang berulang-ulang, dan atau karena adanya gangguan absorbsi zat-zat gizi. Kombinasi dan interaksi kekurangan gizi dan infeksi merupakan penyebab utama gangguan pertumbuhan pada bayi dan anak-anak. Karenanya hasil pengukuran antropometri tidak bisa secara langsung digunakan untuk menjelaskan gangguan pertumbuhan: interpretasi tergantung pada indeks antropometri yang digunakan, penyebab gangguan, dan mungkin keadaan social ekonomi masyarakat
Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Melalui Sosialisasi Dan Penyemprotan Rumah Ibadah Rani Kawati Damanik; Adventy Riang Bevy Gulo; Edriyani Yonlafado Simanjuntak
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3744

Abstract

ABSTRAK Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh corona virus yang menjadikan pandemik di seluruh Negara. Covid 19 dapat dicegah dengan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit Covid-19. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan penyemprotan rumah ibadah dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2020 di Mesjid Al Iklas Amal Luhur. Pelaksanaan sosisalisasi pada masyarakat dan petugas mesjid yang belum optimal dalam upaya pelaksanaan pencegahan penularan covid-19. Media dan alat yang disediakan berupa leaflet dan alat penyemprotan, cairan desinfektan. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab kemudian evaluasi selanjutnya melakukan penyemprotan dengan menggunakan cairan desinfektan. Hasil pengabdian masyakat diperoleh bahwa pengetahuan responden sebelum dilakukan sosialisasi dan penyemprotan rumah ibadah diperoleh pengetahuan baik sebanyak 6 orang (40%), pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (40%) dan pengetahuan kurang sebanyak 3 orang (20%). Sedangkan pengetahuan responden sesudah dilakukan sosialisasi dan penyemprotan rumah ibadah dalam upaya pencegahan penularan covid-19 diperoleh pengetahuan baik sebanyak 10 orang (67%), pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (33%). Disarankan kepada masyarakat agar lebih meningkatkan upaya pencegahan penularan covid-19. Kata Kunci : pencegahan, penularan, covid-19, sosialisasi, penyemprotan.   ABSTRACT Covid-19 is a disease caused by the corona virus which has made a pandemic throughout the country. Covid 19 can be prevented with public knowledge and compliance in efforts to prevent Covid-19 disease. Socialization and spraying of places of worship were carried out on December 22, 2020 at the Al Iklas Amal Luhur Mosque. The implementation of socialization among the community and mosque officers has not been optimal in the efforts to prevent the spread of covid-19. The media and tools provided were in the form of leaflets and spraying equipment, disinfectant liquid. The method used is lecture, question and answer, then evaluation, then spraying using a disinfectant solution. The results of community service showed that the knowledge of respondents before the socialization and spraying of places of worship was obtained by 6 people (40%) good knowledge, 6 people (40%) sufficient knowledge and 3 (20%) insufficient knowledge. Whereas the knowledge of respondents after socialization and spraying of places of worship in an effort to prevent the transmission of Covid-19, obtained good knowledge of 10 people (67%), sufficient knowledge of 5 people (33%). It is recommended for the public to further increase efforts to prevent Covid-19 transmission. Keywords: prevention, transmission, covid-19, socialization, spraying.
PENYULUHAN TENTANG MENGENAL BAHAYA SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REPRODUKDI REMAJA DI SMP NEGERI 14 BANDAR LAMPUNG Umi Romayati Keswara; Aryanti Wardiyah
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i2.35

Abstract

ABSTRAKMasa remaja merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yang disertai dengan berbagai perubahan baik secara fisik, psikis maupun sosial. Remaja pada masa peralihan tersebut kemungkinan besar dapat mengalami masa krisis, yang ditandai dengan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang. Kondisi tersebut apabila tidak didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan sifat kepribadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya perilaku dan perbuatan-perbuatan negative yang melanggar aturan dan norma yang ada di masyarakat. Tujuan kegiatan setelah diberikan penyuluhan diharapkan peserta mengenali bahaya seks bebas bagi kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Senin Tanggal 13 Agustus 2018. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah disertai dengan pemutaran video bahaya seks bebas bagi kesehatan reproduksi dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi serta pembagian leaflet kepada peserta. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat perubahan pengetahuan remaja setelah diberikan penyuluhan. Dengan demikian pemberian penyuluhan dapat memberikan peningkatan pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan bahaya seks bebas bagi kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci : Remaja, Seks Bebas, Kesehatan Reproduksi  ABSTRACTAdolescence is period of transition from childhood to adulthood, which is accompanied by various changes both physically, psychologically and socially. Teenagers during the transition period are most likely to experience a crisis, which is characterized by the tendency for deviant behavior to emerge.  If this conditions not supported by a less conducive environment and poor personality traits will trigger behavior and negative actions that violate the rules and norms in society. The objective of this activity after being given counseling is that participants are expected to recognize the dangers of free sex for adolescent reproductive health. This activity was held on Monday, August 13, 2018. Activities carried out using the lecture method accompanied by video screening of the dangers of free sex for reproductive health followed by questions and answers and discussions as well as distribution of leaflets to participants. Results there was a change in the knowledge of adolescents after being given counseling.  Counseling can provide increased knowledge about the dangers of free sex for adolescent reproductive health. Keywords: Teenagers, free sex, reproductive health
Penyuluhan Tentang Pentingnya Mematuhi Protokol Kesehatan di Era Pandemi COVID-19 di UPT Puskesmas Kampung Sawah Bandar Lampung Feri Agustin; Fidia Rara Restuni; Ade Utia Detty; Arti Febriyani Hutasuhut; Ika Artini; Dalfian Dalfian
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3673

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Dalam penanggulan dan pencegahanya Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menerapkan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh masyarakat. Namun, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan tersebut dirasa masih belum memuaskan. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah agar masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Kampung Sawah dapat memahami pentingnya menerapkan serta mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di UPT Puskesmas Kampung Sawah. Kegiatan ini diawali dengan Tanya jawab seputar COVID-19 kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan tentang protokol kesehatan dimasa pandemi COVID-19. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan di era pandemi COVID-19. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah pemberian edukasi sebesar 63,2 %. Harapan dari kegiatan ini tentunya agar mahasiswa, instansi, dan tenaga kesehatan tidak berhenti untuk terus mengedukasi masyarakat khususnya preventif atau pencegahan COVID-19. Sehingga pada akhirnya akan menurunkan angka kejadian COVID-19 di Indonesia.ABSTRACKCOVID-19 is an infectious disease caused by a newly discovered type of coronavirus. In response and prevention, the Indonesian Ministry of Health implements a health protocol that must be obeyed by the public. However, the level of community compliance with the health protocol is still not satisfactory. The purpose of this outreach activity is for the community in the working area of the UPT Puskesmas Kampung Sawah to understand the importance of implementing and complying with health protocols during this pandemic. This community service activity was carried out at the UPT Puskesmas Kampung Sawah. This activity began with questions and answers about COVID-19 then continued with counseling about health protocols during the pendemic of COVID-19. This activity is the first step to increase public knowledge and concern to comply with health protocols in the era of the COVID-19. The result of this activity was an increase in public knowledge before and after the provision of education by 63.2%. The hope of this activity is, of course, that students, agencies, and health workers do not stop to continue to educate the public, especially prevention of COVID-19. So that in the end it will reduce the incidence of COVID-19 in Indonesia.
Penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Pada Kader Posyandu Dan Masyarakat T. Iskandar Iskandar Faisal; Nuswatul Khaira; Niswah Niswah; Alchalidi Alchalidi; Dewita Dewita; Nora Veri
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4336

Abstract

ABSTRAK Salah  satu  langkah  dalam  pencapaian  target  Millenium  Development Goals/MDG’s (goal ke-4) adalah menurunkan kematian anak menjadi 2/3 bagian dari tahun 1990 sampai pada 2020. Dalam mencapai target tersebut, pemerintah salah satunya menerapkan Majemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) yaitu merupakan pendekatan keterpaduan dalam tatalaksana balita sakit yang datang berobat ke fasilitas rawat jalan. Saat ini banyak tenaga kesehatan, kader dan masyarakat yang tidak mengetahui secara menyeluruh tentang penerapan MTBS. Tujuan kegiatan pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kader dalam menerapkan MTBS. Metode pelaksanaan adalah dengan pemberdayaan kader dalam penerapan MTBS sehingga dapar dilakukan upara preventif dan kuratif pada balita sakit. Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan diikuti oleh 100% sasaran kegiatan dan peserta mampu mengikuti kegiatan sampai akhir. Kata Kunci : Manajemen Terpadu Balita Sakit, Diare, Oralit, Kader Posyandu                    ABSTRACT One of the steps in achieving the Millennium Development Goals / MDG's target (goal 4) is to reduce child mortality to 2/3 parts from 1990 to 2020. In achieving this target, the government is one of them implementing the Integrated Management of Sick Toddlers (MTBS), which is an integrated approach in management. sick toddlers who come for treatment at outpatient facilities. Currently, many village health workers and the community do not know thoroughly about the implementation of MTBS. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of village health workers in implementing MTBS. The method of implementation is by empowering village health workers in the implementation of MTBS so that preventive and curative measures can be carried out for sick toddlers. The results of the activity showed that the activity was followed by 100% of the target of the activity and the participants were able to follow the activity until the end. Keywords: Integrated Management of Sick Toddlers, Diarrhea, ORS, village health worker

Page 18 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue