cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,576 Documents
Program Peningkatan Pengetahuan Hubungan Periodontitis dengan Kesehatan Tubuh melalui Media Buku Saku Adisty Restu Poetri; Rosa Pratiwi; Irma Dewi Ratnawati; Ade Ismail Abdul Kodir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23684

Abstract

ABSTRAK Penyakit periodontal adalah infeksi kronis pada jaringan penyangga gigi, seperti gusi dan tulang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan gigi goyang hingga tanggal. Penyakit periodontal tidak hanya berdampak pada rongga mulut, tetapi juga memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bakteri dan infeksi pada jaringan periodontal dapat masuk ke aliran darah dan memicu peradangan sistemik, sehingga berpotensi meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan kehilangan gigi prematur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru SMP mengenai penyakit periodontal dan dampaknya terhadap kesehatan tubuh. Metode penelitian yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, distribusi buku saku, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Setelah dilakukan intervensi edukasi melalui metode ceramah dan penggunaan buku saku, terjadi peningkatan rerata antara pre-test dan post-test sebesar 69,61%. Analisis statistik menggunakan paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p 0,001). Intervensi edukasi melalui pemaparan materi yang didukung dengan penggunaan media buku saku terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan guru SMP mengenai hubungan timbal balik antara periodontitis dan kesehatan tubuh. Kata Kunci: Buku Saku, Penyakit Periodontal, Kesehatan Tubuh.  ABSTRACT Periodontal disease is a chronic infection of the tissues supporting the teeth, such as gums and bone. If left untreated, this disease can cause teeth to become loose and eventually fall out. Periodontal disease not only affects the mouth but also impacts overall body health. Bacteria and infections in periodontal tissues can enter the bloodstream and trigger systemic inflammation, potentially increasing the risk of diabetes, heart disease, and premature tooth loss. To increase junior high school teachers' knowledge of periodontal disease and its impact on overall body health. The research methods used were interactive education, distribution of pocket books, and question-and-answer discussion sessions. Evaluation is conducted thru pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement. After the educational intervention using lectures and a pocketbook, there was an average increase of 69.61% between the pre-test and post-test scores. Statistical analysis using a paired t-test showed a significant difference among respondents (p = 0.000). Educational intervention through material presentation supported by the use of a pocketbook proved effective in increasing junior high school teachers’ knowledge regarding the bidirectional relationship between periodontitis and overall systemic health Keywords: Pocket Book, Periodontal Disease, Body Health.
Gambaran Pengetahuan Remaja tentang Diabetes Melitus sebagai Dasar Pelaksanaan Edukasi Kesehatan Rosyidah Rosyidah; Liena Sofiana; Ummul Khair; Erni Gustina; Yuniar Wardani; Ahmad Ahid Mudayana; Suci Musvita Ayu; Ardyawati Wira Oktaviana; Ratna Muliyaningsih; Muhammad Miftah Rais
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25475

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang terus meningkat dan memerlukan upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi kesehatan. Pengetahuan remaja dan mahasiswa tentang diabetes melitus menjadi dasar penting dalam penyusunan materi edukasi yang tepat sasaran. Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa tentang diabetes melitus sebagai dasar pelaksanaan edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Desember di Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan dengan melibatkan 165 mahasiswa. Metode yang digunakan berupa pengisian kuesioner pengetahuan tentang diabetes melitus yang terdiri atas 15 item pertanyaan, kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan oleh Dinas Kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif. Mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 141 orang (85,50%), sedangkan laki-laki sebanyak 24 orang (14,50%). Sumber informasi terbanyak berasal dari guru sebanyak 71 orang (43,00%). Tingkat pengetahuan peserta secara umum tergolong sangat baik, ditunjukkan oleh tingginya proporsi jawaban benar pada hampir seluruh item pertanyaan. Pengetahuan mahasiswa tentang diabetes melitus tergolong sangat baik, tetapi masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat. Edukasi kesehatan penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman secara lebih menyeluruh dan mendukung pembentukan perilaku hidup sehat. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengetahuan, Mahasiswa, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease that continues to increase and requires early prevention efforts through health education. The knowledge of adolescents and university students about diabetes mellitus is an important basis for developing appropriate and targeted educational materials. To identify the level of students’ knowledge about diabetes mellitus as a basis for implementing health education. This activity was conducted on December 15 at Campus 3 of Universitas Ahmad Dahlan and involved 165 students. The method used consisted of administering a diabetes mellitus knowledge questionnaire with 15 items, followed by health education provided by the Health Office. The data were analyzed descriptively. Most participants were female, with 141 students (85.50%), while 24 students (14.50%) were male. The main source of information was teachers, reported by 71 students (43.00%). Overall, the participants’ level of knowledge about diabetes mellitus was very good, as shown by the high proportion of correct answers on almost all questionnaire items. Students’ knowledge about diabetes mellitus was generally very good, although several aspects still need improvement. Health education is important to enhance students’ understanding more comprehensively and to support the development of healthy lifestyle behaviors. Keywords: Diabetes Mellitus, Knowledge, Students, Health Education.
Edukasi Tersedak Pada Anak dengan Tehnik Hemlich Manuver di Posyandu Anggrek Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Indah Wahyuninsih; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.15989

Abstract

ABSTRAK Tersedak adalah kondisi darurat yang sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun. Pengetahuan mengenai teknik Heimlich manuver sebagai pertolongan pertama sangat penting untuk mengurangi risiko fatalitas akibat tersedak. Penyuluhan  ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua dan  pengasuh,  mengenai teknik Heimlich manuver  melalui penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi, demonstrasi langsung, dan latihan praktik dengan anak salah satu peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Pengapdian Masyarakat  ini menyimpulkan bahwa penyuluhan teknik Heimlich manuver efektif dalam meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat tersedak pada anak. Kata Kunci: Edukasi, Anak,Tersedak, Tehnik Hemlich Manuver.  ABSTRACT Choking is an emergency condition frequently occurring in children, particularly those under five years old. Knowledge of the Heimlich maneuver as a first aid technique is crucial to reduce the risk of fatality from choking. This study aims to educate parents, caregivers, and teachers about the Heimlich maneuver technique through an outreach program. The methods included material presentations, live demonstrations, and hands-on practice with mannequins. The results showed a significant increase in participants' knowledge and skills. This study concludes that Heimlich maneuver training is effective in improving preparedness for choking emergencies in children. Keywords: Education, Child,Choking, Heimlich Maneuver Technique.
Pemberdayaan Peran Kader dalam Meningkatkan Produksi ASI melalui Teknik Pijat Laktasi Optimalkan Kesehatan Bayi Kurniyati Kurniyati; Wenny Indah Purnama Eka Sari; Indah Fitriandini; Farida Esmianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25420

Abstract

ABSTRAK Pemberian ASI ekslusif merupakan salah satu global target for nutrition dari Majelis Kesehatan Sedunia atau World Health Assembly yaitu meningkatkan angka ASI ekslusif untuk bayi sampai dengan umur 6 bulan. Cakupan ASI eksklusif tidak lepas dari masalah yang terjadi dalam proses menyusui diantaranya kepercayaan yang salah bahwa ASI keluar sedikit atau ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi. Produksi ASI yang sedikit menjadi penyebab paling sering terhadap terjadinya kegagalan dalam menyusui. Pijat Laktasi merupakan salah satu upaya efektif dalam meningkatkan produksi ASI. Kader posyandu merupakan kader kesehatan yang berasal dari warga masyarakat yang dipilih masyarakat serta bekerja dengan sukarela untuk membantu peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Posyandunya, sehingga kehadiran kader akan sangat mudah diterima oleh masyarakat. Kader mempunyai peran sebagai penggerakan masyarakat, penyuluhan, dan pemantauan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan peran kaderdalam meningkatkan produksi ASI melalui teknik pijat laktasi dalam mengoptimalkan kesehatan bayi, dengan khalayak sasaran adalah 23 orang kader kesehatan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan selama 2 hari dengan materi tentang upaya meningkatkan produksi ASI dengan pijat laktasi dan praktikum langsung tehnik pijat laktasi serta pendampingan kader dalam penerapan pijat laktasi pada ibu menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam upaya peningkatan produksi ASI dengan tehnik pijat laktasi dalam optimalkan kesehatan bayi setelah dilakukan pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan kader kesehatan yang telah di latih dapat menerapkan langsung apa yang sudah diajarkan kepada ibu menyusui. Kata Kunci: Pemberdayaan Kader, Produksi ASI, Pijat_Laktasi, Kesehatan Bayi.  ABSTRACT Exclusive breastfeeding is one of the global nutrition targets of the World Health Assembly, which aims to increase exclusive breastfeeding rates for infants up to 6 months of age. Exclusive breastfeeding coverage is inseparable from issues that arise during the breastfeeding process, including the misconception that breast milk production is low or insufficient for the baby's needs. Low milk production is the most common cause of breastfeeding failure. Lactation massage is an effective way to increase breast milk production. Integrated health service post (Posyandu) cadres are community-selected health workers who volunteer to help improve public health in their area. Their presence is easily accepted by the community. Cadres play a role in community mobilization, outreach, and monitoring. The purpose of this community service is to empower the role of cadres in increasing breast milk production through lactation massage techniques to optimize infant health, with the target audience being 23 health cadres. Methods: The implementation of the training activities for 2 days with material on efforts to increase breast milk production with lactation massage and direct practice of lactation massage techniques and mentoring cadres in applying lactation massage to breastfeeding mothers. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of cadres in efforts to increase breast milk production using lactation massage techniques to optimize infant health after the trainingThis community service activity went well, and the trained health cadres were able to directly apply what they had learned to breastfeeding mothers. Keywords: Cadre Empowerment, Breast Milk Production, Lactation Massage, Infant Health.
Optimalisasi Kesehatan Remaja melalui Edukasi Reproduksi Sehat Pada Remaja Putri di SMA YPK Sentani Hasnia Hasnia; Wiwit Vitania; Yustika Rahmawati Pratami; Endah Purwanti Handayani; Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik; Susi Lestari; Tiyan Febriyani Lestari; Arum Surya Utami; Fetty Satu Ryan Utami; Harlinda Widia Putri; Fenny Dinge; Pranita Kartika Candra Nurhijrahaeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24735

Abstract

ABSTRAK Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi akibat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada masa pubertas serta keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan remaja putri melalui edukasi reproduksi sehat di SMA YPK Sentani. Dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan materi meliputi pubertas, menstruasi, personal hygiene saat menstruasi, serta pencegahan masalah kesehatan reproduksi. Menunjukkan bahwa remaja putri memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti edukasi dan aktif dalam sesi diskusi. Evaluasi secara deskriptif menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan diri saat menstruasi dan perilaku hidup sehat. Edukasi reproduksi sehat yang dilaksanakan di lingkungan sekolah terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung optimalisasi kesehatan remaja putri.  Kata Kunci: Edukasi tentang Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi.   ABSTRACT Adolescent girls are a vulnerable group to reproductive health problems due to the physical and psychological changes that occur during puberty and their limited knowledge. This Community Service activity aims to optimize the health of adolescent girls through healthy reproductive education at YPK Sentani High School. This activity was conducted through interactive lectures, discussions, and QA sessions covering puberty, menstruation, personal hygiene during menstruation, and preventing reproductive health problems. The adolescent girls demonstrated high enthusiasm during the education and actively participated in the discussion sessions. Descriptive evaluation showed an increase in participants' knowledge and understanding of the importance of maintaining reproductive health, particularly personal hygiene during menstruation and healthy lifestyle behaviors. Healthy reproductive education implemented in the school environment has proven effective as a promotive and preventive effort in supporting the optimization of adolescent girls' health. Keywords: Reproductive Health Education, Knowledge, Adolescent Girls, Reproductive Health.
Screening Stress Berbasis Android Pada Anak yang Mengalami Kejadian Bullying atau Perundungan di SMPIT Baitul Jannah Islamic School Bandar Lampung Eka Yudha Chrisanto; Susilawati Susilawati; Vera Sandayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.12521

Abstract

ABSTRAK Fenomena bullying di sekolah merupakan fenomena yang sudah tidak asing lagi, seperti memaki,  menampar, menebar gosip, mencibir,  memukul, mengancam, mengucilkan, dan lain sebagainya sudah sering terjadi di lingkungan sekolah. Perilaku ini dapat berdampak serius bagi korban bullying baik secara fisik  maupun  psikologis. Berdasarkan data yang diperoleh dari UNICEF (United Nations Emergency Children’s fund)  tahun  2015  (40%) sedangkan tahun 2016 meningkat (41-50%) terjadi pada anak sekolah pada rentang umur 13 sampai 15 tahun. Data dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)  menyebutkan  bahwa perilaku bullying tahun 2018 sebanyak 1.589 kasus.  Berdasarkan permasalah yang ada, masih tingginya angka kejadian stress pada siswa yang mengalami bullying atau perundungan di sekolah, maka diperlukan kegiatan yang dapat mengurangi angka kejadian stress pada siswa.  untuk meningkatkan kesehatan mitra dengan cara mengurangi angka kejadian stress melalui sosialisasi edukasi yang dilakukan oleh tim dosen pengusul dari bidang keilmuan keperawatan, kebidanan dan psikologi melalui aplikasi andoid yang ramah lingkungan karena bersifat paperless pada siswa yang mengalami stress akibat perilaku bullying atau perundungan di SMPIT Islamic School Bantul Jannah Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan Metodekegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan melalui aplikasi virtualmenggunakan platform dengan metode ceramah, Tanya jawab, diskusi dan demonstrasi. Jumlah audience 60 orangAudience sebelum dilakukan kegiatan peserta belum mengenal tentang upaya srceaning stress pada anak yang mengalami bullying (perundungan), setelah di lakukan edukasii peserta secara keseluruhan dapat memahami denganbenar. peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Peserta mengikuti penyuluhan dengan senang hati karena penyuluhan dilaksanakan dengan menyenangkan. Kegiatan penyuluhan berjalan kondusif karena pesertamemperhatikan materi yang disampaikan dengan baik. Kata Kunci: Stress, Bullying, Perundungan.  ABSTRACT The phenomenon of bullying in schools is a familiar phenomenon, such as cursing, slapping, spreading gossip, sneering, hitting, threatening, isolating, and so on which often occur in the school environment. This behavior can have serious impacts on victims of bullying both physically and psychologically. Based on data obtained from UNICEF (United Nations Emergency Children's Fund) in 2015 (40%) while in 2016 the increase (41-50%) occurred in school children aged 13 to 15 years. Data from KPAI (Indonesian Child Protection Commission) states that bullying behavior in 2018 was 1,589 cases. Based on existing problems, there is still a high incidence of stress among students who experience bullying or harassment at school, so activities are needed that can reduce the incidence of stress among students. Objective: to improve the health of partners by reducing the number of stress incidents through educational outreach carried out by a team of proposing lecturers from the scientific fields of nursing, midwifery and psychology through an andoid application that is environmentally friendly because it is paperless for students who experience stress due to bullying or bullying behavior at SMPIT Islamic School Bantul Jannah Bandar Lampung. This research uses a method of health promotion activities carried out by providing health education through virtual applications using a platform with lecture, question and answer, discussion and demonstration methods. Total audience was 60 people. Before the activity, the participants did not know about efforts to relieve stress in children who experience bullying. After education, the participants as a whole were able to understand correctly. Participants seemed enthusiastic about participating in the activity. Participants took part in the counseling with pleasure because the counseling was carried out in a fun way. The extension activities were conducive because the participants paid attention to the material presented well. Keywords: Stress, Bullying, Harassment.
Pendidikan Seks Bagi Orangtua yang Memiliki Remaja Berkebutuhan Khusus Christin Florentin Meinarty Bebok; Reineldis Trisnawati; Makrina Sedista Manggul; Maria Opylira Susanto; Maria Freinafreshty Piamat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16614

Abstract

ABSTRAK Pendidikan seksual ini juga merupakan hak dari anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka diharapkan mampu memahami diri mereka sendiri, nilai- nilai dan perilaku yang diharapkan dari mereka. Walau demikian pendidikan seksual bagi anak berkebutuhan khusus ini memang masih merupakan perdebatan, mengingat masih harus dilakukan perbaikan kurikulum dan sumberdaya manusia/para guru/pendidik, pelatihan Penerapan pendidikan seksual oleh guru dan orang tua bagi anak berkebutuhan khusus dan persiapan bagi guru-guru, pengukuran dampak pengajaran, dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan seksual itu sendiri. Tujuan diberikannya pendidikan seksualitas ini adalah untuk memahamkan Orangtua pentingnya mengajarkan seks pada anak yang berkebutuhan khusus serta memberikan pengetahuan mengenai materi apa saja yang perlu untuk diajarkan pada anak berkebutuhan khusus mengenai pendidikan seks dan cara mengajarkannya pada anak. Psikoedukasi diberikan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab tanpa pelatihan. Metode ceramah bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada ranah kognitif sehingga sesuai dengan permasalahan dan fokus intervensi yakni memberikan pemahaman pentingnya mengajarkan seks serta memberikan pengetahuan mengenai materi apa saja yang perlu diajarkan sesuai dengan anak usia remaja.  Hasil yang didapat   bahwa terjadi  pertambahan pengetahuan pada peserta atau orangtua yang ditandai dengan peningkatan jumlah jawaban yang benar pada hasil rerata keseluruhan peserta.  Berdasarkan hasil analisa deskriptif terhadap hasil pretest, posttest dan Follow up dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi yang dilakukan berhasil memberikan pengaruh sesuai dengan tujuan dilakukannya intervensi yakni memberikan pengetahuan pada orangtua mengenai materi pendidikan seks dan cara mengajarkannya pada anak berkebutuhan khusus. Kata Kunci: Pendidikan Seksualitas, Psikoedukasi, Orangtua, Anak Berkebutuhan Khusus.  ABSTRACT Sexual education is also the right of children with special needs, so that they are expected to be able to understand themselves, the values and behavior expected of them. However, sexual education for teenagers with special needs is still a matter of debate, considering that improvements to the curriculum and human resources/teachers/educators still need to be made, training in the application of sexual education by teachers and parents for children with special needs and preparation for teachers, measurement the impact of teaching, and parental involvement in sexual education itself. The aim of providing this psychoeducation is to understand parents about the importance of teaching sex to children with special needs and to provide knowledge about what material needs to be taught to children with special needs regarding sex education and how to teach it to children. psychoeducation is provided using lecture and question and answer discussion methods without training. The lecture method aims to provide knowledge in the cognitive domain so that it is appropriate to the problem and focus of the intervention, namely providing an understanding of the importance of teaching sex and providing knowledge about what material needs to be taught according to teenagers. The results obtained showed that there was an increase in knowledge among participants or parents, which was marked by an increase in the number of correct answers in the overall average results of the participants.  Based on the results of descriptive analysis of the results of the pretest, posttest and follow-up, it can be concluded that the psychoeducation carried out was successful in having an influence in accordance with the aim of the intervention, namely providing knowledge to parents regarding sex education material and how to teach it to children with special needs. Keywords: Sexuality Education, Psychoeducation, Parents, Children with Special Needs.
Pengenalan dan Pencegahan Obesitas Pada Kalangan Remaja Keni Ida Cahyani; Pandu Nurdiansyah; Witri Fajarwati; Yunita Safitri; Yolanda Febriana; Yadi Aditya Prawira; Widia Ningsih; Nurfaiza Safitri; M. Hilmy Alfaridzi; Ani Mulyani; Fatwa Rachmawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.14868

Abstract

ABSTRAK Pada kegiatan promosi kesehatan dengan tema "Pengenalan dan Pencegahan Obesitas Pada Kalangan Remaja" yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/siswi SMK Muhammadiyah Tasikmalaya tentang obesitas dan cara pencegahannya. Metode pelaksanaan meliputi edukasi mengenai obesitas, pengukuran tinggi dan berat badan, tanya jawab, games, dan pemberian doorprize. Kegiatan dilaksanakan dengan lancar dan disambut dengan antusiasme oleh 59 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa/siswi terhadap obesitas. Hasil kegiatan menunjukkan kesuksesan dalam penyampaian materi, partisipasi aktif siswa/siswi, dan pemahaman yang meningkat. Kendala yang dihadapi, yaitu absennya sebagian peserta, berhasil diatasi dengan memanggil siswa/siswi dari kelas lain. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pola hidup bersih dan sehat di kalangan remaja. Kata Kunci: Obesitas, Remaja, Penyebab, Resiko.  ABSTRACT In health promotion activities with the theme "Introduction and Prevention of Obesity Among Adolescents" carried out by Students of the Pharmacist Profession Study Program at Bakti Tunas Husada Tasikmalaya University which aims to increase the understanding of Muhammadiyah Tasikmalaya Vocational School students about obesity and how to prevent it. Implementation methods include education about obesity, measuring height and weight, questions and answers, games, and giving door prizes. The activity was carried out smoothly and was welcomed with enthusiasm by 59 participants. Evaluation is carried out through pre-tests and post-tests to measure students' understanding of obesity. The results of the activity showed success in delivering the material, active student participation, and increased understanding. The obstacles faced, namely the absence of some participants, were successfully overcome by calling students from other classes. This activity is expected to have a positive impact on improving clean and healthy lifestyles among teenagers. Keywords: Obesity, Adolescents, Causes, Risk.
Adolescent Empowerment through Simulation-Based Household Emergency Response in Rimbo Recap Village Leli Mulyati; Fatimah Khoirini; Derison Marsinova
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25230

Abstract

ABSTRACT Adolescents play an important role in assisting in the initial handling of emergencies. However, limited knowledge and skills in emergencies among adolescents remain a problem, especially in Rimbo Recap Village, Rejang Lebong Regency. Many adolescents do not yet have the basic knowledge and skills in handling emergencies such as fires, serious injuries, heart attacks, or other urgent medical situations. As a result, when an emergency occurs, treatment is often slow and inappropriate, which can be fatal for the victim and worsen the situation. Adolescent Knowledge and Skills are increased, at least 50% of adolescents in Rimbo Recap Village are expected to have basic knowledge and skills in handling emergencies at home, and are expected to reduce the rate of fatalities and serious injuries due to delays or errors in handling. The activity was conducted over 2 days (18-19 October 2025), with preparation, implementation, and evaluation stages. The first day focused on theory, and the second on practical activities for handling emergencies. Evaluation was conducted through pretests and posttests, participant skill observation, and follow-up monitoring, involving a total of 25 participants. There was a significant increase in adolescent knowledge after the training, with an average score increasing from 62.80 ± 11.00 in the pretest to 78.80 ± 4.10 in the posttest. The paired t-test showed a significant difference between the pretest and posttest scores (p-value 0.001). Emergency training is effective in improving adolescent knowledge and skills in handling emergencies at home. This activity has the potential to strengthen adolescents’ and village communities’ preparedness to face emergency conditions on an ongoing basis. Keywords: Emergency Nursing, Household Emergency, First Aid, Adolescents.
Pelatihan Deteksi dan Edukasi Pencegahan Penularan Tuberkulosis pada Kader Kesehatan di Posyandu Aster, Kelurahan Lempake,Kota Samarinda Khumaidi Khumaidi; Bahtiar Bahtiar; A. Ismail Lukman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24040

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Indonesia menempati urutan kedua dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia setelah India. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat dan kader kesehatan terkait deteksi dini serta pencegahan penularan TB menyebabkan tingginya angka kejadian penyakit ini di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan Posyandu Aster, Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, dalam mendeteksi dini dan memberikan edukasi pencegahan penularan TB kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan penjajakan, koordinasi, pelatihan, dan coaching terhadap sepuluh kader yang dibentuk menjadi Tim GEBET (Gerakan Berantas TBC). Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, simulasi, dan diskusi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 66% menjadi 97% dengan peningkatan sebesar 31%. Kemampuan deteksi dini berada pada kategori sangat baik (60%) dan baik (40%), sedangkan kemampuan edukasi berada pada kategori sangat baik (30%) dan baik (70%). Pelatihan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pencegahan penularan TB serta memperkuat peran kader sebagai agen perubahan menuju Indonesia Bebas TB 2030. Kata Kunci: Tuberkulosis, Kader Kesehatan, Edukasi, Deteksi Dini, Pelatihan.  ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains one of the major public health problems in Indonesia. The country ranks second in the world after India in the number of TB cases. Low levels of public and health cadre knowledge regarding early detection and prevention of TB transmission contribute to the high incidence of this disease within communities. This community service activity aimed to improve the capacity of health cadres at Posyandu Aster, Lempake Village, Samarinda City, in conducting early detection and providing education on TB prevention to the community. The program included preliminary assessment, coordination, training, and coaching for ten cadres organized into the GEBET Team (Gerakan Berantas TBC). Training was carried out using interactive lectures, simulations, and case discussions. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure improvement in cadres’ knowledge and skills. The average knowledge score of cadres increased from 66% to 97%, showing a 31% improvement. Detection ability was categorized as very good (60%) and good (40%), while educational ability was very good (30%) and good (70%). The training effectively improved cadres’ knowledge and skills in TB prevention and strengthened their role as agents of change in achieving the Indonesia Free TB 2030 goal. Keywords: Tuberculosis, Health Cadres, Education, Early Detection, Training.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue