cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pendampingan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Penyakit Degue Haemoraghic Fever (DBD) Di Dusun 1 Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Bandar Lampung Shanty Chloranyta
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.5520

Abstract

ABSTRAK Deteksi Dini penyakit Dengue Haemoragic Fever di Dusun 1 Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Bandar Lampung belum dilakukan dengan baik di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung. Hambatan yang ditemukan yakni pengetahuan kader kesehatan tidak adekuat, belum tersedianya informasi yang adekuat tentang deteksi dini penyakit dengue haemoragic fever (DBD) pada kader kesehatan. Pelibatan kader kesehatan dalam edukasi mengenai deteksi dini penyakit DBD menentukan keberhasilan dalam penanganan awal DBD. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam pendampingan kader kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran kader kesehatan dalam masyarakat dalam deteksi dini DBD. Kegiatan dilakukan di Kantor Kelurahan Dusun 1 Desa Sukabanjar Kota Bandar Lampung pada bulan Desember 2018. Metode yang dilakukan yakni ceramah, diskusi, praktek cara  melakukan rumpled test. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah bentuk upaya dalam deteksi dini DBD dengan melibatkan kader kesehatan. Kata Kunci : Deteksi Dini, Kader Kesehatan, Rumpled Test  ABSTRACT Early detection of dengue haemoragic fever in Dusun 1, Sukabanjar Village, Gedong Tataan Subdistrict, Pesawaran Regency, Bandar Lampung, has not been carried out properly in the Work Area of the Bernung Health Center. The obstacles found were inadequate knowledge of health cadres, inadequate information on early detection of dengue haemorrhagic fever (DHF) among health cadres. The involvement of health cadres in education regarding early detection of dengue disease determines the success in the initial handling of dengue. The purpose of community service activities carried out in mentoring health cadres is to increase knowledge and the role of health cadres in the community in early detection of dengue fever. The activity was carried out at the Subdistrict Office of Dusun 1, Sukabanjar Village, Bandar Lampung City in December 2018. The methods used were lectures, discussions, practice on how to do a rumpled test. The results of this community service activity were found to increase the knowledge of health cadres about the early detection of dengue. Community service activities carried out are a form of effort in early detection of dengue by involving health cadres. Keyword : early detection, Health cadres, rumpled test
Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK): Partisipasi Masyarakat Dalam Penentuan Prioritas Masalah Kesehatan Di Desa Sidosari Kecamatan Natar Lolita Sary; Anggi Dwi Saputri; Hertiana Dwi Lestari; Monica Kharisma Putri; Zelda Duwieka Restu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4532

Abstract

ABSTRAK Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS - PK) merupakan program pemerintah dalam pembangunan kesehatan yang pendekatannya berfokus pada keluarga inti dengan 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga dan penghitungannya menggunakan Indeks Keluarga Sehat (IKS).  Desa Sidosari yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Hajimena Lampung Selatan juga melakukan pendataan PIS-PK, tetapi belum diketahui identifikasi masalah dan prioritas masalah kesehatan di Desa tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan gambaran partisipasi masyarakat, identifikasi masalaha serta prioritas masalah kesehatan berdasarkan 12 indikator PIS-PK di Desa Sidosari. Metode pengumpulan data pada kegiatan ini dengan observasi dan wawancara pada sampel sebanyak 17 KK yang berlokasi di Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penentuan sampel menggunakan teknik total sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode USG dan diagram fish bone. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti, anggota keluarga yang merokok menjadi prioritas masalah kesehatan di Desa Sidosari karena dari 17 KK, hanya 7 KK (41,17%) yang anggota keluarganya tidak merokok (bukan perokok), yang artinya cakupan indikator tersebut masih rendah. Angka IKS ditemukan sebesar 0,66 dimana termasuk katagori pra sehat. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar diadakannya edukasi kesehatan terkait bahaya merokok yang dilaksanakan secara rutin dengan capaian pembelajaran yang telah dirumuskan serta berkurikulum. Kata Kunci: Partisipasi, PIS-PK, Merokok  ABSTRACT Healthy Indonesia Program with Family Approach (PIS - PK) is a government program with 12 indicators for nuclear families on health status and its calculation using the Healthy Family Index (IKS).  Desa Sidosari is located in the Puskesmas Hajimena, South Lampung, but does not yet know the problems and priority in the village. The purpose was to get an overview of community participation, problems and priorities for health problems based on 12 PIS-PK indicators in Desa Sidosari. The method of collecting data was observation and interviews of 17 families with quota sampling in Desa Sidosari. Analyzed by USG method and fishbone diagrams. The results were family members who smoke are a priority health problem in Desa Sidosari because of the 17 families, only 7 families (41.17%) whose family members do not smoke (non-smokers), which is based on the coverage of these indicators is still low. The IKS figure was found to be 0.66. Therefore, they suggest that health education related to smoking is structured and carried out routinely with the learning achievements that have been formulated. Keywords: Participation, PIS-PK, Smoking
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Tentang Pentingnya Imunisasi untuk Mencegah Covid-19 Di Kota Surabaya Erika Martining Wardani; Difran Nobel Bistara; Riezky Faisal Nugroho
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5408

Abstract

ABSTRAK Wabah covid-19 telah dinyatakan sebagai darurat kesehatan global karena adanya laporan ribuan kasus dan bukti penularan dari manusia ke manusia. Salah satu upaya preventif adalah dengan imunisasi.Masyarakat perlu mengetahui tentang imunisasi untuk mencegah covid-19 dengan baik maka perlu diberikan komunikasi, informasi, dan edukasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Komunikasi, informasi, dan edukasi saat pandemi yang efektif dengan webinar sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dari rumah tanpa harus berkerumun. Tujuan dari pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi untuk mencegah covid-19. Tingkat pengetahuan dinilai setelah peserta mengisi kuesioner melalui google form dengan melakukan perbandingan nilai pre test sebelum kegiatan dan post test setelah kegiatan. Berdasarkan hasil pre test yang diikuti oleh 66 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang pentingnya imunisasi sebesar 14 responden (21,2%) mengerti tentang imunisasi untuk mencegah covid-19 sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 54 responden (81,8%). Hasil uji statistik didapatkan p=0.001, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat sebelum dengan setelah diberikan komunikasi, informasi, dan edukasi menggunakan webinar. Pengabdian masyarakat dengan webinar series ini diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat terutama capaian vaksin di wilayah Kelurahan Bongkaran, Kec Pabean Cantikan, Surabayasehingga diharapkan dapat menurunkan penularan infeksi covid-19. Kata kunci: komunikasi, informasi, dan edukasi, covid-19.  ABSTRACT The covid-19 outbreak has been declared a global health emergency due to reports of thousands of cases and evidence of human-to-human transmission. One of the preventive efforts is immunization. The community needs to know about immunization to prevent covid-19 well, so it is necessary to provide communication, information, and education to overcome these problems. Effective communication, information, and education during the pandemic with webinars so that people can access them from home without having to crowd. The purpose of community service is to increase public knowledge about immunization to prevent covid-19. The level of knowledge was assessed after the participants filled out the questionnaire through the google form by comparing the pre-test scores before the activity and the post-test after the activity. Based on the results of the pre-test which was attended by 66 respondents, it can be stated that the results of the pre-test about the importance of immunization were 14 respondents (21.2%) understood about immunization to prevent covid-19, while based on the post-test results there were 54 respondents (81.8%). Statistical test results obtained p = 0.001, meaning that there is a significant difference between public knowledge before and after being given communication, information, and education using webinars. Community service with this webinar series is expected to improve public health status, especially vaccine achievements in the Bongkaran Village area, Pabean Cantikan District, Surabaya so that it is expected to reduce the transmission of Covid-19 infections. Keywords: communication, information, and education, covid-19.
Peningkatan Pengetahuan Terkait Vaksinasi Covid-19 Di Panti Asuhan Raudatul Aitam Bandar Lampung Rika Yulendasari; Rahayu Rahayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4922

Abstract

ABSTRAKBerawal dari munculnya kasus pneumonia di Wuhan, China yang belum diketahui penyebabnya. Kasus ini terjadi pada akhir tahun 2019, tepatnya pada bulan Desember. Menurut hasil epidemiologi, kasus pneumonia yang terjadi terkait dengan pasar ikan di wilayah Wuhan. WHO menetapkan penyakit ini diberi nama Coronavirus disease 2019 atau bisa juga disebut COVID-19. Tujuan setelah penyuluhan kesehatan adalah untuk menambah pengetahuan terkait vaksinasi COVID-19 dan partisipan penyuluhan dapat mengikuti program vaksinasi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Ada juga kegiatan yang dicoba berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan flip chart dan leaflet. Terjadi peningkatan pengetahuan hingga 80% terkait vaksinasi COVID-19 pada partisipan penyuluhan di panti asuhan Raudatul Aitam.Kata kunci: Pengetahuan; Vaksinasi; COVID-19; Panti Asuhan Anak ABSTRACTStarting from the emergence of cases of pneumonia in Wuhan, China whose cause is not yet known. This case occurred at the end of 2019, precisely in December. According to epidemiological results, the pneumonia cases that occurred were related to a fish market in the Wuhan area. WHO has determined this disease to be named Coronavirus disease 2019 or it can also be called COVID-19. The goal after health education is to increase knowledge regarding COVID-19 vaccination and counseling participants can take part in vaccination programs organized by the government. There are also activities that are tried in the form of health education using flip charts and leaflets. There was an increase in knowledge of up to 80% related to COVID-19 vaccination among counseling participants at the Raudatul Aitam orphanage. Keywords: Knowledge; Vaccinations; COVID-19; Children's Orphanage
Peningkatan Pengetahuan Lansia Dalam Upaya Pencegahan Covid 19 di Gondosuli Tawangmangu Karanganyar Tatik Trisnowati Trisnowati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4552

Abstract

ABSTRAK COVID-19 disebabkan oleh Coronavirus merupakan kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet. Pada lansia seiring dengan pertambahan usia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan. Sistem imun sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Sehingga  orang lanjut usia (lansia) rentan terserang berbagai penyakit, termasuk COVID-19 yang disebabkan oleh virus Corona. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengentahuan lansia dalam upaya pencegahan COVID-19 di Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar. Metode pelaksanaan  yang digunakan berupa ceramah dan demonstrasi. Kegiatan di Gondosuli Tawangmangu Karanganyar sangat bermanfaat bagi lansia dan keluarganya. Terdapat adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia dalam upaya pencegahan COVID-19 dimana sebesar 80% lansia mempunyai pengetahuan dan pemahaman baik. Kata Kunci: Lansia, Pencegahan, COVID-19,  ABSTRACT COVID-19 caused by Coronavirus is a collection of viruses that can infect the respiratory system. In many cases, this virus causes only minor respiratory infections, such as flu. However, this virus can also cause severe respiratory infections, such as lung infections (pneumonia). This virus is transmitted through sputum droplets from the respiratory tract, for example, when in a  closed room with poor air circulation or direct contact with droplets. In the elderly, as they age, the body will experience various decreases due to the aging process. The immune system as a body protector doesn't work as well as when you were young. So that the elderly (elderly) are susceptible to various diseases, including COVID-19 which is caused by the Coronavirus. The purpose of this activity is to increase the knowledge of the elderly in an effort to prevent COVID-19 at Gondosuli Tawangmangu Karanganyar. The method of implementation is lecture and demonstration. Conclusion of health education at Gondosuli Tawangmangu Karanganyar their compliance with the implementation of health protocols and increasing endurance are efforts to prevent COVID-19 where 80% of the elderly have good knowledge and understanding. Keywords:  Elderly, Prevent, COVID-19.
Edukasi Anemia Defisiensi Besi dan Pemeriksaan Hemoglobin sebagai Deteksi Dini Resiko pada Ibu Hamil di Desa Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Dewita Dewita; Henniwati Henniwati; Lili Kartika Sari Hrp; Nora Veri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5356

Abstract

ABSTRAK  Anemia merupakan masalah global terutama bagi ibu hamil. Penyebab utama anemia pada kehamilan adalah defisiensi besi kemudian diikuti oleh defisiensi folat. WHO memperkirakan angka kejadian anemia sekitar 42 % terjadi pada ibu hamil dengan kondisi ekonomi menengah kebawah. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. tentang anemia defisensi besi dan pemeriksaan kadar hemoglobin sebagai deteksi dini mandiri di Desa Matang Seulimeng wilayah kerja Puskesmas Langsa Barat Kota Langsa. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat adalah dengan metode penyuluhan dengan ceramah dan tanya jawab. Sedangkan deteksi dini resiko tinggi dilakukan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dan setelah 2 minggu intervensi dilakukan evaluasi ibu hamil anemia dengan pemeriksaan kadar Hemoglobin. Terjadi perubahan peningkatan pengetahuan baik sebesar 85 % dan hasil pemeriksaan hemoglobin dari 18 ibu hamil anemia setelah evaluasi menjadi 67,8 %  tidak anemia .Penilaian mengenai pemahaman ibu hamil tentang edukasi anemia Defisiensi besi dan pemeriksaan Hemoglobin sebagai deteksi dini resiko pada ibu hamil adalah 3 (tiga) tahap (tahap pretest, tahap penyuluhan, dan tahap posttest serta evaluasi ibu hamil anemia). Adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi anemia defisiensi pada ibu hamil, dan mampu melakukan deteksi dini mandiri tanda gejala anemia sehingga mendapat penanganan sesegera mungkin. Kata Kunci : anemia defisiensi zat besi, kadar hemoglobin, deteksi dini, ibu hamil  ABSTRACT  Anemia is a global problem, especially for pregnant women. The main cause of anemia in pregnancy is iron deficiency followed by folate deficiency. WHO estimates that the incidence of anemia is around 42% in pregnant women with middle to lower economic conditions. The purpose of this service is to increase the knowledge of pregnant women. regarding iron deficiency anemia and hemoglobin level examination as an independent early detection in Matang Seulimeng Village, the working area of Langsa Barat Health Center, Langsa City. The form of community service activities is the extension method with lectures and questions and answers. Meanwhile, early detection of high risk is carried out by examining hemoglobin levels and after 2 weeks of intervention, pregnant women with anemia are evaluated by examining hemoglobin levels. There was an increase in knowledge of both 85% and the results of hemoglobin examination from 18 anemic pregnant women after the evaluation became 67.8% not anemic. An assessment of the understanding of pregnant women about iron deficiency anemia education and hemoglobin examination as early detection of risk in pregnant women is 3 (three) stages (pretest stage, counseling stage, and posttest stage and evaluation of anemic pregnant women). There is an increase in knowledge after being given education on deficiency anemia in pregnant women, and being able to independently detect early signs of anemia so that they get treatment as soon as possible. Keywords: iron deficiency anemia, hemoglobin levels, early detection, pregnant women
Pelatihan Pelaksanaan Pijat Bayi Kepada Ibu Yang Memiliki Bayi di Desa Pondok Keumuning, Pondok Kelapa dan Pondok Nias Fazdria Fazdria; Nora Veri; Cut Mutiah; Dewita Dewita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4518

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, meskipun sejarah pemijatan berawal dari nenek moyang masa lampau, namun pijat bayi yang diperkenalkan bukanlah pijat tradisional yang dilakukan oleh dukun bayi atau dukun pijat yang pijatannya tidak aman. Pijat bayi yang dimasyarakatkan adalah pijat modern yang memadukan antara ilmiah (kesehatan), seni, dan kasih sayang. Pijat bayi akan membuat bayi tidur lebih lelap dan meningkatkan kosentrasi kesiagaan (alertness) atau kosentrasi. Hal ini disebabkan pijatan dapat mengubah gelombang otak. Pengubahan ini terjadi dengan cara menurunkan gelombang alpha dan peningkatan gelombang beta, serta tetha yang dapat dibuktikan dengan penggunaan EEG (electro enchephalogram). Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi di Desa Pondok Kelapa, Pondok Nias dan Pondok Kemuning Kec. Langsa Baro Kota Langsa. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah program pendidikan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan pijat bayi pada ibu bayi dan balita. Hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh Dosen Prodi D-III Kebidanan Langsa pada tanggal 30 September s/d 2 Oktober 2020 didapatkan hasil mayoritas peserta pengabdian kepada masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang pijat bayi yaitu sebanyak 17 orang (56,7%) dan mayoritas terampil dalam melakukan pijat bayi yaitu sebanyak 22 orang (73,3%). Kata Kunci : Pengetahuan, Keterampilan, Pijat Bayi  ABSTRACT In Indonesia, although the history of massage dates back to the ancestors of the past, the baby massage introduced is not a traditional massage performed by a baby shaman or a massage shaman whose massage is not safe. A popularized baby massage is a modern massage that blends scientific (health), art, and compassion. Baby massage will make the baby sleep better and increase alertness or concentration. This is because massage can alter brain waves. This conversion occurs by lowering alpha waves and increasing beta waves, as well as tetha which can be proven by the use of EEG (electroencephalogram). The purpose of the activity is to improve the knowledge and skills of mothers in performing baby massage in Pondok Kelapa Village, Pondok Nias, and Pondok Kemuning Kec. Langsa Baro Langsa City. The method of devotion used in this activity is a community education program through the education and training of baby massage in infants and toddler mothers. The results of community service that has been done by Lecturers of Prodi D-III Midwifery Langsa on September 30 to October 2, 2020, obtained the results of the majority of participants of community service have good knowledge about baby massage that is as many as 17 people (56.7%) and the majority are skilled in performing baby massage that is as many as 22 people (73.3%). Keywords: Knowledge, Skills, Baby Massage
Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Anak Tersedak (Choking) di Madrasah Ibtidaiyah Al Furqan Muhammadiyah Cabang 3 Banjarmasin Suci Fitri Rahayu; Esme Anggeriyane
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5259

Abstract

ABSTRAKTersedak merupakan suatu kondisi terjadinya sumbatan atau hambatan respirasi oleh benda  asing yang menyempit pada saluran napas internal, termasuk faring,  hipofaring,  dan trakea. Penyempitan  jalan  napas bisa berakibat fatal jika itu mengarah pada gangguan serius oksigenasi dan ventilasi. Kondisi tersedak pada anak dapat menimbulkan situasi kegawatdaruratan respirasi yang jika tidak ditangani dengan segera dapat mengancam jiwa ataupun kecacatan anak. Penanganan yang dilakukan biasanya berhasil dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 95%. Untuk melakukan pertolongan terhadap kejadian ini diperlukan teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) penanganan tersedak. Teknik ini, selain harus dikuasai oleh petugas medis, juga penting diketahui oleh orang tua dan guru sebagai pertolongan pertama jika menemukan anak tersedak sebelum mendapatkan penanganan medis selanjutnya. Oleh karena itu orang tua perlu memiliki wawasan yang didapatkan dari pelatihan yang diberikan oleh tim tentang penatalaksanaan tersedak pada anak untuk mengurangi angka kejadian dan kemungkinan perburukan kondisi pada anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui dan mengaplikasikan prosedur pertolongan pertama pada anak tersedak (choking). Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan ceramah, demonstrasi dengan alat peraga dan tanya jawab. Kesimpulan didapatkan orangtua dan guru mampu mengetahui  dan mengaplikasikan pertolongan pertama pada anak tersedak (choking) sesudah diberikan pelatihan. Kata Kunci: Pelatihan, Tersedak, Anak ABSTRACTChoking is a condition of obstruction or obstruction of respiration by a narrowed foreign body in the internal airways, including the pharynx, hypopharynx, and trachea. The narrowing of the airway can be fatal if it leads to serious impairment of oxygenation and ventilation. Choking conditions in children can lead to respiratory emergencies which if not treated immediately can be life-threatening or disabled. Treatment is usually successful and the survival rate is 95%. To help with this incident, a Basic Life Support (BHD) technique is needed to deal with choking. This technique, besides having to be mastered by medical personnel, is also important for parents and teachers to know as first aid if they find a child choking before getting further medical treatment. Therefore, parents need to have the insight gained from the training provided by the team on the management of choking in children to reduce the incidence and possible worsening of the condition in children. The purpose of this community service is to find out and apply first aid procedures to choking children. This community service method is carried out with lectures, demonstrations with props, and questions and answers. The conclusion is that parents and teachers are able to know and apply first aid to choking children after being given training. Keywords: Training, Choking, Children
Pemanfaatan Jeruk Bali (Citrus Grandis) Dan Jeruk Lemon (Citrus Limon) Terhadap Penurunan Mual Muntah Pada Ibu Hamil di Desa Karang Anyar Langsa Baro Kota Langsa Cut Mutiah; Nora Veri; Magfirah Magfirah; Fazdria Fazdria; Emilda AS; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4463

Abstract

ABSTRAKMual muntah merupakan hal yang paling sering dialami oleh ibu selama kehamilan Trimester I. Dari seluruh kejadian mual muntah, 60-80% terjadi pada primigravida dan 40-60% pada multigravida. Sedangkan frekuensi ibu yang hanya mengalami mual sebanyak 27-30% dan muntah 28-52%. Jeruk bali dan Jeruk Lemon dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi mual muntah selama kehamilan. Kandungan Flavonoid, B6 dan limonene yang dapat mengatasi mual muntah. Tujuan kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengatasi mual muntah selama kehamilan di Desa Karang Anyar Kec. Langsa Baro. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan mengukur frekuensi mual muntah dan pengetahuan menggunakan kuesioner dan selanjutnya memberikan edukasi pemanfaatan jeruk bali dan jeruk lemon kepada 20 orang ibu hamil trimester I. Hasil kegiatan diperoleh bahwa mayoritas frekuensi mual muntah ibu hamil mengalami penurunan dari 16 orang (80%) menjadi 2 orang (10%). Pengetahuan tentang cara mengatasi mual muntah dan pemanfaatan jeruk bali dan jeruk lemon meningkat dari sebelum diberi edukasi dengan rata 4,7 dan setelah diberi edukasi menjadi 8,7. Kata Kunci: Mual, muntah, jeruk bali, jeruk lemon ABSTRACTNausea and vomiting is the most common thing experienced by mothers during pregnancy trimester I. Of all incidents of nausea and vomiting, 60-80% occur in primigravidas and 40-60% in multigravidas. Meanwhile, the frequency of mothers who only experienced nausea was 27-30% and vomiting was 28-52%. Citrus Grandis and Citrus Limon can be used as an alternative to treat nausea and vomiting during pregnancy. The content of flavonoids, B6 and limonene that can treat nausea and vomiting. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of pregnant women in overcoming nausea and vomiting during pregnancy in Karang Anyar Kec. Langsa Baro. The method of implementing the activity began by measuring the frequency of nausea and vomiting using a questionnaire and then providing education on the use of pomelo and lemon to 20 trimesters I pregnant women. to 2 people (10%). Knowledge of how to deal with nausea and vomiting and the use of citrus Grandis and citrus Limon increased from 4.7 before education and after education to 8.7 Keywords: Nausea, Vomiting, Citrus Grandis, Citrus Limon
Kampanye Dalam Rangka Hari Kesehatan Telinga dan Penfengaran Nasional Guna Meningkatkan Awareness Pada Masyarakat Terhadap Pemeriksaan Pendengaran Sejak Dini Andi Roesbiantoro; Budhi Setianto; Difran Nobel Bistara; Lono Wijayanti; Akas Yekti Pulih Asih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4659

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO)  menjelaskan  466 Juta Orang mengalami gangguan pendengaran, Salah satu dampak gangguan pendengaran selain pada fungsi telinga, juga berdampak pada sosial, emosional dan ekonomi, karena tidak jarang orang yang memiliki gangguan pendengaran mendapat perlakukan kurang baik dari orang sekitar. Hari pendengaran sedunia yang di peringati pada Tanggal 03 Maret, merupakan salah satu wadah yang perlu dilestarikan untuk meningkatkan kesadaran terkait fungsi pendengaran. Kegiatan yang di lakukan dalam meningkatkatkan kesadaran tersebut adalah dengan melakukan kampanye dengan berbagai media baik off line dan online, dari kegiatan ini diharapkan masyarakat  lebih peduli terhadap kesehatan telinga. WHO telah menyiapkan platform media untuk memperingati  Hari pendengaran  Dunia dengan berbagai  materi menarik yang setiap tahunnya berganti, kegiatan ini penting untuk dilestarikan dan di peringati untuk membangun kesadaran masyarakatu untuk menjaga kesehatan telinga dan mencegah gangguan pendengaran secak dini Kata kunci: Kampanye,  Hari Pendengaran, Kesehatan Telinga  ABSTRACT Quoted from data submitted by the World Health Organization (WHO), it was found that 466 million people experienced hearing loss. less good than people around. World hearing day which is commemorated on March 3, is one of the places that need to be preserved to raise awareness regarding hearing function. Activities carried out in increasing awareness are by conducting campaigns with various media both off line and online, from this activity it is hoped that the public will be more concerned about ear health. WHO has prepared a media platform to commemorate World Hearing Day with a variety of interesting materials that change every year, this activity is important to be preserved and to be commemorated to build public awareness to maintain ear health and prevent early hearing loss. Keywords: Campaign, Hearing Day, Ear Health

Page 39 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue