cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pelatihan Kader Kesehatan Mengenai Penatalaksanaan dan Faktor-Faktor Resiko yang Mempengaruhi Terjadinya Dimensia pada Lansia di Desa Tambakasri Wilayah Kerja Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang Nanik Dwi Astutik; Berliany Venny Sipollo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5198

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat mengenai pelatihan kader kesehatan tentang penatalaksanaan dan faktor-faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya dimensia pada lansia bertujuan untuk meningkatkan kesehatan lansia dan masyarakat di desa tambaksasri wilayah kerja puskesmas tajinan kabupaten malang. Kegiatan ini diawali dengan menghubungi tokoh masyarakat dan petugas Puskesmas untuk mengetahui kondisi dan permasalahan kesehatan di Desa Tambakasri. Hasil survey dan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia menderita hipertensi dan memiliki fungsi kognitif yang mengalami penurunan. Selain itu, ditemukan juga permasalahan bahwa masyarakat dan kader kesehatan masih banyak yang belum memahami mengenai penatalaksanaan dan faktor-faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya dimensia pada lansia. Oleh karena itu, kami mengadakan pelatihan kepada kader kesehatan di Desa Tambakasri Dusun Kalimeri Kabupaten Malang agar kesehatan para warga khususnya lansia dapat termonitor sehingga derajat kesehatan masyarakat terutam dapat meningkat. Metode kegiatan pelatihan ini dilakukan secara daring dan luring sebanyak 3x pertemuan. Karena bersamaan dengan masa PPKM akibat pandemik covid 19, pertemuan ke 1 dan ke 2 dilaksanakan secara daring melalui media zoom sedangkan pertemuan yang ke 3 dilakukan secara luring sekaligus melakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan dan penutupan. Kesimpulan dari hasil dari evaluasi diperoleh pemahaman kader mengenai faktor resiko dimensia pada lansia dan penatalaksanaan dimensia secara non farmakologis meningkat. Guna menindaklanjuti kegiatan ini selanjutnya akan dilakukan pelatihan kader Pokjakes dan pelatihan ini dapat dilakukan secara berkala. Rencana kegiatan pelatihan selanjutnya adalah memberikan pelatihan kepada kader kesehatan khususnya kader yang mengelola posyandu lansia mengenai screening dimensia pada lansia menggunakan mini mental state examination (MMSE). Kata Kunci: Pelatihan, Kader Kesehatan, Lansia, Penatalaksanaan Dimensia       ABSTRACT Community Partnership Program activities regarding training of health cares on management and risk factors that affect the occurrence of dementia in the older adults to improve the health of the older adults and the community in the Tambaksasri village, the working area of the Tajinan Public Health Center, Malang Regency, began by contacting community leaders and Peripheral Hospital officers to find out health conditions and problems. in Tambakasri Village. The results of surveys and studies show that most of the older adults suffer from hypertension and have decreased cognitive function. In addition, it was also found that there were still many problems in the community and care giver who did not understand the management and risk factors that influence the occurrence of dementia in the older adults. Therefore, we held training for care giver in Tambakasri Village, Kalimeri, Malang, so that the health of the residents, especially the older adults, can be monitored so that the health status of the community can improve.This training activity was carried out in 3 meetings. Because it coincided with the social distancing period due to the covid 19 pandemic, the 1st and 2nd meetings were held online via zoom media, while the 3rd meeting was held offline while evaluating the results of the training and closing. The results of the evaluation showed that the understanding of cares regarding risk factors for dementia in the older adults and non-pharmacological management of dementia increased. In order to follow up this activity, care giver training will be conducted and this training can be carried out periodically. The next training activity plan is to provide training to care giver, especially care giver who manage the older adults health department regarding dementia screening in the older adults using a mini mental state examination (MMSE). Keywords: Training, Health Care, Elderly, Management of Dementia
Puu teu ( Tepung tete ungu ) sebagai olahan ubi ungu untuk Makanan Pendamping AIR SUSU IBU (MP-ASI) Pascalina Harming Pranova; Priska Nomor; Meltiana Mena; Eufrasia Prinata Padeng
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5300

Abstract

ABSTRAK Makanan Pendamping ASI menjadi salah satu kebutuhan bayi yang sangat penting ketika bayi mulai menginjak usia 6-24 bulan. Pada usia ini kebutuhan energi bayi menjadi besar dan tidak tercukupi jika hanya dengan ASI (Air Susu Ibu) saja, sehingga diperlukan sumber dari energi lain seperti contohnya dari ubi ungu . Usia 0-11 bulan bayi mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat hingga mencapai puncaknya pada usia 24 bulan. Periode emas ini dapat tercapai secara optimal dengan ditunjang asupan nutrisi yang tepat sejak lahir.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan pengolahan ubi jalar ungu menjadi Makanan Pendamping ASI yang juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Serta meningkatkan karya kreativitas dari masyarakat untuk memanfaatkan ubi ungu. Bahan baku yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah tepung Tete Ungu (Tepung Ubi jalar Ungu). Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan atau pemaparan dan praktik pembuatan makanan pendamping ASI berbasis bahan lokal yaitu dari tepung ubi ungu secara langsung kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian ini , Hal ini bisa dilihat saat pelatihan dimana adanya peran aktif dari para peserta. Selama pelatihan pembuatan MP ASI para peserta menunjukan kemampuan mereka dan pada akhirnya berhasil membuat MP ASI berbahan lokal yaitu dari ubi ungu. Para peserta yang ikut kegiatan pengabdian ini mengerti dan paham terkait pembuatan tepung tete ungu (tepung ubi jalar ungu) serta pembuatan Makanan pendamping ASI berbahan pangan lokal yaitu ubi jalar ungu. Perlu diadakan program kesehatan terkait pembuatan MP ASI berbasis pangan lokal secara berkesinambungan Kata Kunci: Air Susu Ibu,Makanan Pendamping ASI, Tepung Ubi Ungu, Ubi ungu ABSTRACT Complementary food is one of the most important baby needs when babies start to reach the age of 6-24 months. At this age the baby's energy needs become large and cannot be met if only with breast milk, so other sources of energy are needed, such as purple sweet potatoes. Age 0-11 months babies experience a period of rapid growth and development until it reaches its peak at the age of 24 months. This golden period can be achieved optimally with the support of proper nutrition from birth. The purpose of this service activity is to introduce the processing of purple sweet potato into a complementary food for breast milk which also has a high nutritional content. As well as increasing the creativity of the community to use purple sweet potato. The raw material used in this service is Tete Ungu flour (Purple Sweet Potato Flour). The implementation of this activity is carried out through counseling or exposure and the practice of making complementary foods based on local ingredients, namely from purple sweet potato flour directly to mothers who have children under five. The participants were very enthusiastic about participant in this service activity, this could be seen during the training where there was an active role from the participants. During the training on making MP ASI (Complementary food), the participants showed their abilities and in the end succeeded in making MP ASI (Complementary food) made from local ingredients, namely purple sweet potato. The participants who took part in this service activity understood and understood the manufacture of tete ungu flour (purple sweet potato flour) and the manufacture of complementary breast milk made from local food, namely purple sweet potato. It is necessary to hold a health program related to the manufacture of MP ASI based on local food in a sustainable manner Keywords: Breast Feeding, Complementary Foods for Breast Milk, Purple Sweet Potato Flour, Purple Sweet Potatoes
Pelatihan Pengelolaan Kasus Berdasarkan Berpikir Kritis dengan Pendekatan Proses Keperawatan di Santosa Hospital Bandung Central (SHBC) Hemi Fitriani; Asep Badrujamaludin; Fauziah Rudhiati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5535

Abstract

ABSTRAK  Pelatihan praktek langsung merupakan upaya yang sangat strategis dalam meningkatkan kompetensi perawat untuk berpikir kritis dalam pengelolaan kasus menggunakan proses keperawatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengidentifikasi proses pengelolaan kasus yang didasarkan pada berpikir kritis dengan pendekatan proses keperawatan di SHBC  Bandung dengan cara observasi dan pemberian pelatihan berfikir kritis dan terlibat langsung di lapangan SHBC. Maka diadakan pelatihan berfikir kritis terkait dengan kasus dengan pendekatan 3S (Standar Diagnosa keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi keperawatan Indonesia (SIKI). Pelatihan hybrid learning yaitu dengan Online dn Offline. Pelatihan pengabdian ini di fasilitasi oleh Fakultas Ilmu dan Tekhnologi Kesehatan, UNJANI, Departemen keperawatan SHBC dan Diklat SHBC. Pelatihan ini melibatkan 34 orang, terdiri dari KaUnit, CI Unit, Penanggung Jawab Shift dan Perawat pelaksana di lingkungan SHBC dengan melibatkan mereka didapatkan hasil yang signifikan dalam proses berfikir kritis dalam mengelola asuhan keperawatan berdasarkan 3S. Langkah praktis dalam pelatihan ini dengan pemberian materi terkait berfikir kritis, kemudian Pre test dan post test  terkait pengetahuan dan pemaparan 3 Kasus yang di Kelola oleh perawat di ruangan masing masing. Dari hasil pengabdian masyarakat ini terkait  pelatihan ini didapatkan hasil yang baik terkait pengetahaun berfikir kritis dari 50 % menjadi 80 %, 3S dan aplikasi penggunaan 3S dalam pengelolaan asuhan keperawatan, juga peningkatan terkait pengetahuan berfikir Kritis. Kata Kunci : Berfikir kritis, Standar 3S, Pengabdian Masyarakat  ABSTRACT  Direct practical training is a very strategic effort in improving the competence of nurses to think critically in case management using the nursing process. The purpose of this community service is to identify the case management process based on critical thinking with the nursing process approach at SHBC Bandung by observing and providing critical thinking training and being directly involved in the SHBC field. Then a critical thinking training was held related to cases with a 3S approach (Indonesian Nursing Diagnosis Standards (SDKI), Indonesian Nursing Outcomes Standards (SLKI), and Indonesian Nursing Intervention Standards (SIKI). Hybrid learning training, namely Online and Offline. This service training was facilitated by the Faculty of Health Science and Technology, The University of Jenderal Achmad Yani Cimahi, SHBC Nursing Department, and SHBC Training and Education. This training involved 34 people, consisting of Heads of Units, CI Units, Shift Managers, and Nurse Practitioners in the SHBC environment. By involving them, significant results were obtained in the critical thinking process in managing nursing care based on 3S. Practical steps in this training are by providing material related to critical thinking, then pre-test and post-test related to knowledge and exposure of 3 cases managed by nurses in their respective rooms. From the results of this community service related to this training, the results obtained well for pe knowledge of critical thinking from 50% to 80%, 3S and the application of using 3S in the management of nursing care, as well as improvements related to critical thinking knowledge. Keywords: critical thinking, 3S Standard, community service
Pendidikan Kesehatan Tentang Isolasi Mandiri Dalam Upaya Penanganan Covid-19 Di RT 007 Kelurahan Segalamider Kota Bandar Lampung Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; M. Arifki Zainaro; Sandi Esa Prayoga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.4961

Abstract

ABSTRAK Indonesia teridentifikasi COVID-19 pertama dilaporkan di pada tanggal 2 maret 2020. Data terbaru pada tanggal 23 April 2020 kasus terkonfirmasi positif sebanyak 7.775. Kasus COVID-19 di RT 007 Kelurahan Segalamider sudah mulai mengalami peningkatan kasus pada satu minggu terakhir. Hingga tanggal 20 Agustus terdapat empat kasus positif COVID-19 dan satu orang meninggal. RT007 di Kelurahan Segalamider merupakan salah satu wilayah yang terdapat di wilayah Kota Bandar Lampung. Masyarakat banyak belum mengetahui tentang isolasi mandiri. Hal ini tentu akan menimbulkan perluasan penularan kasus di rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bermitra dengan Wali RT007 di Kelurahan Segalamider. Solusi permasalahan sekaligus bentuk kegiatan berupa edukasi kepada masyarakat mengenai isolasi mandiri bagi orang dalam pemantauan (ODP) dalam upaya penanganan COVID-19. Edukasi diberikan melalui media leaflet serta pemberian donasi masker kepada masyarakat yang terkena dampak COVID-19. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai upaya isolasi mandiri jika mengalami gejala mirip COVID-19 atau berkontak dengan penderita COVID-19. Hasil pengabdian kepada masyarakat peserta tentang isolasi mandiri dan mampu mengenali tanda - tanda COVID-19, sehingga penyebaran COVID-19 dapat dicegah, peserta paham tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat sebagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19. Kesimpulan dari penyuluhan ini peserta dapat mengetahui serta mengerti mengenai isolasi mandiri sangat penting bagi orang dalam pengawasan. Kata kunci : COVID-19, Edukasi, Isolasi Mandiri ABSTRACT Indonesia's first identified COVID-19 was reported on March 2, 2020. The latest data on April 23, 2020, was 7,775 positive confirmed cases. The case of COVID-19 in RT 007 of the Allamider Village has begun to increase in cases in the past week. As of August 20, there were four positive cases of COVID-19 and one person died. RT007 in the Village of Allmider is one of the areas in the city of Bandar Lampung. Many people do not know about self-isolation. This will certainly lead to an expansion of the transmission of cases in the household. Community service activities in partnership with Wali RT007 in the Village of Allmider. Solutions to problems as well as activities in the form of educating the public about self-isolation for people under monitoring (ODP) in an effort to handle COVID-19. Education is provided through leaflets as well as donations of masks to people affected by COVID-19. The purpose of this activity is to increase public knowledge about self-isolation efforts if they experience symptoms similar to COVID-19 or come into contact with COVID-19 sufferers. The results of community service participants regarding self-isolation and being able to recognize signs of COVID-19, so that the spread of COVID-19 can be prevented, participants understand about clean and healthy living behavior in the community as an effort to prevent transmission of COVID-19. The conclusion of this counseling is that participants can know and understand that self-isolation is very important for people under supervision. Keyword : COVID-19, Education, Self-Isolation
Pendidikan Gizi Dalam Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Pola Makan Serta Body Image Pada Siswa Remaja Di SMK Hampar Baiduri Maulinda Setyaningrum; Endang Budiati; William Arisandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4937

Abstract

ABSTRAK Permasalahan gizi banyak dijumpai pada usia remaja, diantaranya gizi lebih, obesitas, gizi kurang, anemia, pola makan yang salah dan sebagainya. Data Kecamatan Kalianda memiliki prevalensi 1,2% sangat kurus, 8,9% kurus, 88,5 normal, dan 1,4% gemuk. SMK Hampar Baiduri Kalianda dapatkan dari 125 siswi diketahui 47,2% remaja putri berstatus gizi kurus, 30,4% berstatus gizi normal, dan 22,4% remaja putri berstatus gizi overweight, informasi bahwa delapan siswi dari sepuluh orang siswa sulit menerima kondisi tubuh mereka. Tujuan penelitian diketahui Pengaruh Pendidikan Gizi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pola Makan Serta Body Image Pada Siswa Remaja Di SMK Hampar Baiduri Kalianda Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan jenis metode pendekatan one group pretest-posttest, kegiatan ini telah di lakukan di SMK Hampar Baiduri Kalianda pada bulan Mei-Juni tahun 2021. Jumlah peserta  adalah 33 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Diketahui rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 59,90 dan sesudah adalah 83,07. Rata-rata sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 51,84 sikap sesudah adalah 72,50. Rata-rata body image sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 34,35 dan body image sesudah adalah 50,16. Saran Pihak sekolah bekerja sama dengan instansi kesehatan terkait misalnya Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang gizi dan kesehatan khususnya tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi bagi siswi SMK Hampar Baiduri. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap Pola Makan, Body Image, Siswa Remaja, Pendidikan Kesehatan    ABSTRACT Nutritional problems that are often encountered in adolescents include overnutrition, obesity, malnutrition, anemia, wrong diet, and so on. Data from Kalianda Regency has a prevalence of 1.2% very thin, 8.9% thin, 88.5 normal, and 1.4% obese. Hampar Baiduri Kalianda Vocational School was obtained from 125 students, it was known that 47.2% of adolescent girls were undernourished, 30.4% had normal nutritional status, and 22.4% of adolescent girls were overweight, information that eight students out of ten students found it difficult to accept their body condition. they. The purpose of the study was to determine the effect of nutrition education on knowledge and attitudes towards diet and body image among adolescent students of SMK Hampar Baiduri Kalianda in 2021. This study used a one-group pretest-posttest approach, this activity was carried out at SMK Hampar Baiduri Kalianda in May -June 2021. The number of participants is 33 people. Collecting data using a questionnaire. It is known that the average knowledge before being given health education is 59.90 and after it is 83.07. The average attitude before being given health education was 51.84 the attitude after that was 72.50. The average body image before being given health education was 34.35 and after body image was 50.16. Suggestions The school cooperates with related health offices such as the Puskesmas to provide counseling about nutrition and health, especially about factors related to nutritional status for students of SMK Hampar Baiduri. Keywords: Knowledge, Attitude of Eating Patterns, Body Image, Adolescent Students, Health Education
Pelatihan Training Of Trainer Kader Penyuluh Kesehatan Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Di Kelurahan Kolo Kota Bima Syaiful Syaiful; Martiningsih Martiningsih; Rosalina Edy Swandayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5651

Abstract

ABSTRAK Kader kesehatan adalah tenaga yang berasal dari masyarakat, dipilih oleh masyarakat dan bekerja secara sukarela sebagai promotor kesehatan desa. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan kader dalam penyuluhan kesehatan melalui kegiatan “Pelatihan Training Of Trainer /TOT kader kesehatan”. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mitra pihak Puskesmas dan kelurahan Kolo. Bahan yang digunakan berupa Modul pelatihan, SOP penyuluhan, SAP materi edukasi, spanduk dan brosur kegiatan. Pelatihan TOT kader dengan metode ceramah dan demonstrasi tentang bagaimana melakukan penyuluhan kesehatan yang baik dan tahap II praktek penyuluhan kesehatan langsung pada masyarakat. Pelaksanaan pelatihan TOT diikuti oleh 22 kader, tahap I kegiatan selama 2 hari yang diawali dengan pre test hari pertama dan diakhiri dengan post test pada hari kedua dan dilanjutkan dengan tahap praktek dimana kader mendemonstrasikan penyuluhan kesehatan penyakit Non infeksi dimasing-masing posyandu sesuai jadwal posyandu. Terdapat peningkatan pengetahuan kader dari rerata hasil  pre test 60,91 meningkat dengan rerata nilai post test 97,73. Peningkatkan ketrampilan kader dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan menunjukan nilai rata-rata 77. Disarankan mitra dapat menjadwalkan pertemuan rutin dengan para kader kesehatan,minimal 3 bulan sekali. Kata kunci:    Pelatihan, Training of Trainer, Kader kesehatan, Penyuluhan Kesehatan, pengetahuan ABSTRACT Health cadres are workers who come from the community, elected by the community and work voluntarily as promoters of village health. The purpose of the service activity is to increase the knowledge of cadres in health counseling through the "Training of Trainers / TOT of health cadres" activities. This activity was carried out with partners from the Puskesmas and Kolo village. The materials used are in the form of training modules, counseling SOPs, SAP educational materials, banners and activity brochures. TOT training for cadres using lecture and demonstration methods on how to do good health education and phase II of direct health counseling practices to the community. The TOT training was attended by 22 cadres, phase I activities for 2 days starting with a pre test on the first day and ending with a post test on the second day and continued with the practice phase where the cadres demonstrated health education on tuberculosis and leprosy at each posyandu according to the posyandu schedule. There is an increase in the knowledge of cadres from the average pre-test result of 60.91, increasing to the average post-test value of 97.73. It is suggested that partners can schedule regular meetings with health cadres, at least once every 3 months. Keywords: Training, Training of Trainers, Health cadres, Health Counseling, knowledge
Pelatihan Masyakarat Desa Gebang Tulungagung dalam Pembuatan Sediaan Serum Jerawat Daun Sirih Hijau dan Buah Belimbing Wuluh Dara Pranidya Tilarso
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4847

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan potensi kandungan flavonoid dalam daun sirih dan buah belimbing wuluh, kemudahan untuk dibudidayakan pada lahan perkebunan dan pertanian oleh masyarakat, tanaman daun sirih dan buah belimbing wuluh ini dapat dimanfaatkan ke dalam bahan yang berkhasiat dalam suatu sediaan kosmetika. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai keamanan kosmetik dan pelatihan singkat pembuatan sediaan kosmetika serum dengan bahan alam berkhasiat daun sirih dan belimbing wuluh. Pelatihan dilakukan dengan metode praktik pembuatan serum yang diikuti oleh warga. Kegiatan pelatihan pembuatan kosmetika memberikan pengaruh positif dalam bentuk wawasan dan kreatifitas masyarakat dalam pemanfataan bahan alam sebagai bahan berkhasiat kosmetika. Masyarakat tertarik untuk membudidayakan tanaman daun sirih dan buah belimbing wuluh yang dapat dimanfaatkan dalam penggunaan sehari-hari dalam pengatasan kulit yang berjerawat di lingkungan Desa Gebang, Kecamatan Tulungagung. Kata Kunci: Pelatihan, Serum, Daun Sirih Hijau, Buah Belimbing Wuluh  ABSTRACT Based on the potential flavonoid content in betel leaf and wuluh starfruit, the ease with which it can be cultivated on plantation and agricultural land by the community, this betel leaf, and wuluh starfruit plant can be utilized as a nutritious ingredient in a cosmetic preparation. This activity aims to increase public knowledge about cosmetic safety and brief training in the manufacture of serum cosmetic preparations with natural ingredients efficacious betel leaf and wuluh starfruit. The training was carried out using the practical method of making serum which was followed by the residents. Cosmetics-making training activities have a positive influence in the form of insight and creativity of the community in the use of natural ingredients as cosmetic ingredients. The community is interested in cultivating betel leaf plants and wuluh starfruit which can be used in daily use in treating acne-prone skin in Gebang Village, Tulungagung District. Keywords: Training, Serum, Green Betel Leaf, Wuluh Starfruit
Edukasi Vaksin Covid 19 Dan Penerapan Protokol Kesehatan Dengan 5M Serta Membagikan Masker, Handsanitizer Di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Mersi Ekaputri; Jannaim Jannaim; Rahmaniza Rahmaniza; Arya Ramadia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5682

Abstract

ABSTRAKIndonesia masih menjadi penyumbang angka penderita Covid 19 yang masih terus meningkat di dunia padahal pemerintah dan seluruh elemen masyarakat telah berupaya mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan. Dalam upaya pemutusan penyebaran Covid 19 dinilai masih lemah dan masyarakat pun masih belum sepenuhnya patuh menerapkan protokol kesehatan. Sebagai upaya menanggulangi permasalahan tersebut perlu sosialisasi dan edukasi seputar vaksin Covid 19 dan penerapan protokol kesehatan dengan 5M. Tujuan dari kegiatan ini memberikan informasi dan meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga yang berkunjungnke rumah sakit tentang pentingnya vaksin covid 19 dan penerapan protokol kesehatan dengan 5M. Sasaran kegiatan ini adalah pasien dan keluarga pasien yang datang ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan presentasi materi, membagikan masker dan handsanitizer. Hasil dari kegiatan ini adalah pasien dan keluarga lebih dari separoh (75%) memahami tentang pentingnya vaksin dan penerapan protokol kesehatan dengan 5M dalam kehiduap sehari hari terutama pada kondisi pandemi covid 19. Kata Kunci : Edukasi, Covid 19, Protokol Kesehatan. ABSTRACT Indonesia is still a contributor to the number of COVID-19 sufferers, which is still increasing in the world, even though the government and all elements of society have tried to socialize the implementation of health protocols. In an effort to stop the spread of Covid-19, it is still considered weak and the community is still not fully compliant with implementing health protocols. As an effort to overcome these problems, it is necessary to socialize and educate about the Covid 19 vaccine and the application of the 5M health protocol. The purpose of this activity is to provide information and increase awareness of patients and families visiting hospitals about the importance of the COVID-19 vaccine and the implementation of health protocols with 5M. The target of this activity is patients and their families who come to Arifin Achmad Hospital Pekanbaru. The method used is by presenting the material, distributing masks and hand sanitizer. The result of this activity is that more than half (75%) of patients and families understand the importance of vaccines and the application of health protocols with 5M in their daily lives, especially during the COVID-19 pandemic. Keywords: Education, Covid 19, Health Protocol.
Pemberdayaan Keluarga dalam Memberikan Dukungan Fungsi Keluarga pada Penderita Kanker Payudara Lilis Novitarum; Mestiana Karo; Indra Perangin-angin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4673

Abstract

 ABSTRAK Kanker payudara pada wanita menempati urutan pertama jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak sebesar 48.988 dan menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian terbanyak akibat kanker di Indonesia sebesar 21,4 persen. Rangkaian terapi kanker payudara membutuhkan waktu yang panjang, mulai dari pembedahan, kemoterapi, radioterapi dan kontrol ulang. Hal ini membutuhkan pendampingan keluarga yang adekuat. Keberadaan keluarga membuat pasien merasa lebih tenang dan nyaman dalam menjalani pengobatan. Tujuan setelah pelatihan singkat, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam mendukung penderita kanker payudara komunitas Hope Family Cancer Care (HFCC). Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan singkat menggunakan booklet. Terdapat peningkatan pemahaman keluarga (92%) dalam memberikan dukungan kepada penderita kanker payudara di komunitas HFCC. Kata Kunci: Pemberdayaan, Dukungan Fungsi Keluarga, Kanker Payudara  ABSTRACT Breast cancer in women ranks first type of cancer with the highest number of cases at 48,988 and ranks second as the most common cause of cancer death in Indonesia at 21.4 percent. The series of breast cancer therapy takes a long time, starting from surgery, chemotherapy, radiotherapy and re-control. This requires adequate family assistance. The presence of the family makes the patient feel more calm and comfortable in undergoing treatment. The goal after a short training is to increase the ability of families to support breast cancer sufferers in the Hope Family Cancer Care (HFCC) community. The activities carried out are in the form of short training using booklets. There is an increasing understanding of families (92%) in providing support to breast cancer sufferers in the HFCC community. Keywords: Empowerment, Family Function Support, Breast Cancer
Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Baku Kelor Di Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto Veni Hadju; Muhummad Dassir; Andi Imam Arundhana; Akmal Novrian Syahruddin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5639

Abstract

ABSTRAK Potensi sumber daya  manusia  (SDM)  dan  sumber  daya  sandang  pangan lokal (sektor pertanian) yang dimiliki Kabupaten Jeneponto sangatlah banyak. Diantaranya adalah tanaman kelor yang belum tersentuh  dengan teknologi (teknologi tepat guna) dalam proses pengolahannya sehingga belum memberikan nilai manfaat kesehatan serta nilai jual bagi masyarakat setempat. Desa Turatea dan Desa Bonto Jai, adalah wilayah yang banyak ditumbuhi tanaman kelor, masyarakatnya belum melakukan budidaya sesuai standar sehingga pohon kelor tumbuh dengan tidak terawat. Bahkan masyarakat disana belum pernah melakukan upaya pengolahan pasca panen. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan kelor di tingkat rumah tangga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan yang terdiri demonstrasi dan praktik langsung kepada 21 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan kelompok tani. Terdapat 10 resep olahan kelor yang dipraktikkan. Selain itu diukur juga pengetahuan peserta sebelum dan setelah mengikuti penyuluhan serta pemberian angket untuk mengetahui respon peserta setelah mengikuti pelatihan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan para peserta dengan seksama memperhatikan pemaparan materi penyuluhan yang disampaikan. Terlihat para peserta antusias melakukan tanya jawab dan berdiskusi setelah penyuluhan. Pengetahuan dan pemahaman peserta juga meningkat setelah penyuluhan dimana semua responden menunjukkan pengetahuan baik sebanyak 100%. Para peserta terlihat kompak dan bekerjasama dengan baik pada saat pelatihan dan berhasil membuat kue sesuai resep yang diberikan. Berdasarkan angket, para peserta menyatakan sangat tertarik mengukuti pelatihan karena selama ini mereka hanya mengolah kelor menjadi sayur. Mereka berminat untuk mengembangkan hasil pelatihan ini dengan mempraktikkan langsung membuat kue di rumah, menjualnya dan membuat kebun kelor sendiri dirumah. Kata kunci: Penyuluhan, Pelatihan, Kelor, Pengetahuan      ABSTRACT The potential of human resources (HR) and local food and clothing resources owned by Jeneponto Regency is very helpful. Among them are Moringa plants that have not utilized technology (appropriate technology) in the processing process so they have not provided health benefits and selling value for the local community. Turatea Village and Bonto Jai Village were areas that are widely planted with Moringa plants, the people have not cultivated according to standards so that Moringa trees grow unkemptly. Even the people there have never made post-harvest processing efforts. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of the community in the use of Moringa at the household level. The method used in this activity is an extension and training method consisting of demonstrations and direct practice to 21 participants consisting of PKK women and farmer groups. There were 10 recipes for processed Moringa that are practiced. In addition, the measurement of participants' knowledge before and after attending the counseling and presenting a questionnaire to find out the participants' responses after attending the training. The results of this service showed that the participants carefully paid attention to the delivery of the material presented. It was seen that the participants were enthusiastic in conducting questions and answers and training after the counseling. knowledge and understanding of participants also increased before and after counseling. The participants looked compact and understood well during the training and succeeded in making cakes according to the given recipe. Based on the questionnaire, the participants stated that they were very interested in participating in the training because so far they had only processed Moringa into vegetables. They were interested in developing the results of this training by directly making cakes at home, selling them and making their own Moringa gardens at home. Keywords: Counseling, Training, Moringa, Knowledge

Page 43 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue