cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Demam Berdarah Dengue Melalui Podcast di Media Sosial Achmad Mufid; Lalu Sulaiman; Sastrawan Sastrawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.6220

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit menular yang sangat berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes aegypti. Kesalahan penanganan terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dapat berakibat fatal bahkan dapat menyebabkan kematian. Jumlah kasus infeksi demam berdarah dengue dalam beberapa dekade terus meningkat. Orang yang tinggal di daerah tropis dan subtropics beresiko tinggi untuk terinfeksi. Masyarakat diharapkan terus waspada terhadap munculnya wabah demam berdarah dengue. Ketidaktahuan masyarakat dalam penanganan dan pencegahan infeksi demam berdarah dapat berujung pada komplikasi. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang demam berdarah dengue. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yag berada di lingkungan kerja RSUD Dr R Soedjono Selong.  Mitra yang terlibat dalam kegiatan adalah Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu dan tim dokter spesialis penyakit dalam dari RSUD Dr R Soedjono Selong. Kegiatan sosialisasi dan edukasi diberi tema “Ngobrol Pintar Tentang Kesehatan: Waspada Demam Berdarah Dengue”. Sosialisai dan edukasi dilakukan dengan membuat podcast yang dapat disaksikan secara live streaming melalui channel YouTube dan Instagram. Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan masyarakat terkait dengan demam berdarah dengue, cara pencegahan, dan cara penanganan jika terjadi infeksi dapat meningkat, sehingga kasus komplikasi atau kematian akibat infeksi demam berdarah dengue di lingkungan kerja RSUD Dr. R Soedjono Selong dapat menurun. Kata kunci: sosialisasi, edukasi, demam berdarah dengue  ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever is a very dangerous infectious disease. This disease is caused by the dengue virus which is carried by the Aedes aegypti mosquito. Mishandling of infections caused by the dengue virus can be fatal and even lead to death. The number of cases of dengue hemorrhagic fever infection in several decades continues to increase. People living in tropical and subtropical areas are at high risk for infection. The public is expected to continue to be vigilant against the emergence of an outbreak of dengue hemorrhagic fever. Public ignorance in the handling and prevention of dengue fever infection can lead to complications. Based on these problems, it is necessary to socialize and educate the public about dengue hemorrhagic fever. The target of this activity is the people who are in the working environment of RSUD Dr. R Soedjono Selong. Partners involved in the activity were the University of Qamarul Huda Badaruddin Bagu and a team of internal medicine specialists from RSUD Dr. R Soedjono Selong. The socialization and education activities were themed “Smart Chat About Health: Beware of Dengue Fever”. Socialization and education are carried out by creating podcasts that can be watched live streaming through YouTube and Instagram channels. Through this activity, it is hoped that public knowledge related to dengue hemorrhagic fever, prevention, and handling in case of infection can increase, so that cases of complications or deaths due to dengue hemorrhagic fever infection in the work environment of RSUD Dr. R Soedjono Selong can decrease. Keywords : socialization, education, dengue hemorrhagic fever
Penerapan Psikoedukasi Kelompok Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Orang Tua Dalam Menstimulasi Perkembangan Inisiatif Anak Prasekolah Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Buring Kota Malang Muhammad Ari Arfianto; M. Rosyidul Ibad; Sri Widowati; Zahid Fikri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5596

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 menyebabkan aktifitas pembelajaran dilakukan di rumah. Usia pra sekolah masuk pada tahap inisiatif dan membutuhkan banyak stimulasi untuk mengoptimalkannya. Orang tua kurang mampu melakukan stimulasi karena cenderung menyerahkan pada guru. Kurangnya stimulasi perkembangan inisiatif menyebabkan anak tidak terlatih mengatasi stress yang lebih besar pada tahap perkembangan sekolah sehingga berpotensi menjadi masalah kesehatan jiwa anak yang lebih besar. Tujuan kegiatan ini adalah mengaplikasikan Psikoedukasi kelompok Psikoedukasi kelompok untuk meningkatkan kemandirian orang tua dalam menstimulasi perkembangan inisiatif usia pra sekolah selama masa pandemi Covid-19. Kegiatan dilakukan pada bulan November sampai Desember 2020 dengan sasaran kegiatan sebanyak 32 orang tua di daerah Malang Indonesia. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk mengikuti 3 sesi, sesi 1 brainstorming dan identiifikasi masalah, sesi 2 latihan stimulasi perkembangan inisiatif, dan sesi 3 evaluasi dan sharing pengalaman. Setelah melalui 2 kali sesi kegiatan, kemampuan orang tua mengalami peningkatan rata-rata kemampuan menstimulasi perkembangan inisiatif dari 44,19 menjadi 55,84 point. Kegiatan Psikoedukasi kelompok ini telah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang menstimulasi perkembangan psikososial anaknya. Dengan demikian peran orang tua semakin meningkat dalam pembelajaran di rumah selama masa pandemi Covid-19. Kata Kunci: Anak pra-sekolah, pandemi Covid-19, perkembangan inisiatif, psikoedukasi ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has caused learning activities to be carried out at home. Pre-school age enters the initiative stage and requires a lot of stimulation to optimize it. Parents are less able to stimulate because they tend to surrender to the teacher. Lack of initiative development stimulation causes children not to cope with greater stress at the developmental stage and it becomes a bigger mental health problem for children. This goal is to apply psychoeducation to increase the independence of parents in developing early school initiatives during the Covid-19 pandemic. The activity was carried out from November to December 2020 with the target of activities as many as 32 parents in the Malang area of Indonesia. Participants were divided into 3 groups to participate in 3 sessions, session 1 brainstorming and identifying problems, session 2 stimulating the development of initiatives, and session 3 evaluating and sharing experiences. After 2 sessions of activity, the ability of parents experienced an increase in the average ability to stimulate the development of initiative from 44.19 to 55.84 points. This therapeutic activity has increased the knowledge and ability of people to develop their child's psychosocial. Thus, the role of parents increases in learning at home during the Covid-19 pandemic.  Keywords: Covid-19 pandemic, initiative development, preschool children, psychoeducation
Peningkatan Kesadaran PHBS Cuci Tangan dengan Benar pada Anak Usia Sekolah Nourmayansa Vidya Anggraini; Diah Tika Anggraeni; Mareta Dea Rosaline
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5399

Abstract

ABSTRAK Anak merupakan generasi penerus bangsa dimasa akan datang. Akan tetapi, banyak anak-anak yang menderita diare bahkan hingga mengalami kematian. Diare dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya melaksanakan cuci tangan dengan benar menggunakan sabun. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan upaya dalam meningkatkan kesehatan, mencegah dan melindungi dari terjadinya risiko berbagai ancaman penyakit. PHBS perlu diterapkan pada anak sejak dini agar anak paham dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Promosi PHBS banyak dilakukan dengan berbagai media. Salah satu tujuan PHBS adalah memberikan penyadaran pada masyarakat sehingga tercapai kualitas kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa sekolah dalam mengenal dan mencegah penularan diare. Hasil penyuluhan kesehatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan pada anak usia sekolah Setelah kegiatan penyuluhan kesehatan dihasilkan bahwa anak dapat mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan PHBS perlu pantauan orang tua ketika dirumah dan dari guru ketika di sekolah. Dukungan tersebut penting dilakukan supaya anak bisa mempraktekkan PHBS khususnya mencuci tangan dengan langkah yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: PHBS, anak usia sekolah, cuci tangan  ABSTRACT Children are the next generation of the nation in the future. However, many children suffer from diarrhea and even die. Diarrhea can be prevented by a clean and healthy lifestyle, one of which is washing hands properly with soap. Clean and healthy living behavior (PHBS) is an effort to improve health, prevent and protect from the risk of various disease threats. PHBS needs to be applied to children from an early age to understand and apply it in everyday life. PHBS promotions have been widely carried out, both through print and electronic media. The main goal of the PHBS movement is to improve the quality of health through awareness processes in everyday life. This community service program activity aims to increase the knowledge and behavior of school students in recognizing and preventing the transmission of diarrhea. The results of health counseling conducted on school-age children showed an increase in children's knowledge before and after being given health counseling. After health education activities are produced that children can practice in everyday life. The implementation of PHBS needs parental monitoring when at home and from the teacher when at school. This support is important so that children can practice PHBS, especially washing hands in the right way in everyday life. Keywords: PHBS, school-age children, washing hands
Webinar Edukasi Protokol Isolasi Mandiri Covid-19 Pada Masyarakat Umum Lani Natalia Watania; Lina Berliana Togatorop; Eva Chris Gultom; Joice Cathryne; Chriska Roully Adeline Sinaga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5506

Abstract

ABSTRAK Kondisi pandemik di negara Indonesia masih terus berlangsung dan cenderung mengalami kenaikan angka prevalensi kejadian COVID-19. Hal ini berdampak besar pada fasilitas-fasilitas kesehatan yang mulai mengalami kesulitan untuk menghadapi lonjakan pasien sehingga akhirnya dilakukan triase dalam perawatan pasien. Orang yang tidak bergejala (OTG) dan bergejala ringan diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri sesuai dengan protokol yang sudah ada. Akan tetapi, tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai terkait protokol isolasi mandiri yang benar. Kegiatan PKM ini dilakukan secara daring dan menjabarkan materi terkait protokol isolasi mandiri dengan cakupan materi seperti kriteria orang yang melakukan isolasi mandiri, durasi isolasi mandiri dan hal-hal yang dilakukan selama isolasi mandiri. Tujuan utama dari PKM ini adalah peningkatan pengetahuan terkait isolasi mandiri dengan target dari PKM ini adalah sebanyak 70 masyarakat umum yang terjangkau oleh kelompok melalui flyer informasi yang akan disebarkan melalui media sosial. Hasil dari PkM ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 11 poin sebelum dan setelah diberikan edukasi yang ditinjau dari Pre-Post Quiz. Kata Kunci: COVID-19, Isolasi Mandiri, Kesehatan ABSTRACT The prevalence of COVID-19 in Indonesia tends to increase and had major impact on health care facilities overload that leads to inability to accommodate patients. Triage become the last option to sort the patient based on severity and decrease the bed-capacity in hospital. People diagnosed with asymptomatic and mild symptoms of COVID-19 are directed to self-isolate based on existing protocols. However, there are people who do not have adequate knowledge related to self-isolating protocols. This Community service activity is intended to give the basic knowledge related to self-isolating protocols such as criteria of self-isolation, duration, and things to do during self-isolation. The target of this activity is 70 people that willing to join the online webinar through information flyer in social media. The main purpose of this community activity is to increase public knowledge of self-isolation. The knowledge evaluation is carried out by filling the Pre-Post Quiz during webinar.  Keywords: COVID-19, Self-Isolation, Health
Peningkatan Pengetahuan Keluarga Sebagai Caregiver Utama dalam Upaya Pencegahan Komplikasi Pasien Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Oesapa Febtian Cendradevi Nugroho; Emiliandry Febryanti T. Banase; Jane Austen Peni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4877

Abstract

ABSTRAK Jumlah estimasi penderita hipertensi dan diabetes mellitus sangat tinggi. Penderita hipertensi dengan usia lebih dari 15 tahun di Kota Kupang pada tahun 2018 adalah 79.994 orang dengan jumlah terbanyak ada pada Kecamatan Kelapa Lima, yaitu di Puskesmas Oesapa sebanyak 15.512 orang dengan jumlah yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut adalah 1.947 orang. Sedangkan untuk penderita Diabetes Mellitus adalah sebanyak 5.765 orang dan hanya sekitar 398 orang yang mendapat pelayanan kesehatan. Hal ini akan berdampak pada timbulnya berbagai komplikasi baik hipertensi dan diabetes mellitus. Salah satu penyebab komplikasi pada pasien hipertensi adalah rendahnya pengetahuan, rendahnya tindakan pasien hipertensi dalam upaya pencegahan komplikasi, dan rendahnya peran keluarga dalam merawat pasien hipertensi dirumah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Oesapa, Kota Kupang dengan tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan komplikasi pada pasien hipertensi dan diabetes mellitus tipe II. Sejumlah 42 keluarga pasien mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian edukasi yang dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan secara umum sebelum dan sesudah edukasi dilakukan. Sebelum dilakukan edukasi, rata-rata pengetahuan keluarga pasien diabetes mellitus tipe II memiliki nilai 57.49, dan meningkat menjadi 76 setelah dilakukan edukasi. Sedangkan rata-rata nilai pengetahuan keluarga pasien hipertensi sebelum edukasi adalah 81.37 dan setelah edukasi berada pada angka 99.6. Secara umum, sebelum dilakukan edukasi, pengetahuan keluarga berada pada level kurang sebanyak 9.5%, cukup sebanyak 40.5% dan 50% pada level baik. Setelah dilakukan edukasi, tidak ditemukan lagi yang berlevel kurang, 16.7% keluarga pasien berpengetahuan cukup dan 83.3% berpengetahuan baik. Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan keluarga pasien hipertensi dan diabetes mellitus tipe II, sehingga diharapkan keluarga mampu untuk membantu perawatan diri pasien. Kata Kunci: Pengetahuan, Keluarga, Caregiver, Hipertensi, Diabetes Melitus   ABSTRACT Community service activities held in the work area of Oesapa Community Health Center, Kupang City, aimed to increase family knowledge about Diabetes Mellitus tipe II and hypertension. Thus they will be able to prevent the disease’ complications. A total of 42 patient families participated and were gained knowledge through lecturing and discussion activities held by community service team. There were enhancements regarding family’ knowledge before and after education given. Before education was carried out, the average score level of knowledge of the Diabetes family was 57.49, and increased to 76 after that. meanwhile for families of Hypertensive patient, the result were 81.37 before education given and 99.6 after that. Overall, there was 9.5% patient’ families categorized had poor knowledge about the disease, 40.5% had enough knowledge and 50% had good knowledge before education about the disease given. After the education given, there were no family had poor knowledge, 16.7% had enough knowledge and 83,8% had good knowledge. The conclusion of this community service is that the education provided by the team able to enhance diabetic and hypertensive patient’s families knowledge, thus the family are expected to be able to care and to help patient’ self-care. Key word:  Knowledge, Family, Caregiver, Hypertension, Diabetes Mellitus
Young Invesment 2021: Webinar Dan Training Untuk Generation Z Genoveva Genoveva; Fujianti Nur L. Sukarno; M. Akbar Fajrin; Zi Yuan Dong
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5437

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan kondisi pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia membawa berbagai dampak, salah satunya adalah peluang bagi generasi Z dalam mempelajari investasi. Berdasarkan hasil penelitian generasi Z adalah jumlah terbesar yang melakukan investasi yaitu 46,75%. Kemudahan mengakses lembaga keuangan secara digital, termasuk belajar secara mandiri melalui platform digital serta pengaruh sosial media meningkatkan jumlah investor yang berasal dari generasi Z yang sudah akrab dengan teknologi. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil survei pelaksana PKM ke SMA dan perguruan tinggi, dimana para siswa dan mahasiswa sudah melakukan investasi dengan uang saku mereka. Namun, generasi Z sebagai generasi yang masih kurang pengalaman serta secara emosional masih labil memerlukan pendampingan dan pemahaman yang baik mengenai cara berinvestasi. Tim pelaksana PKM mengadakan webinar dan pelatihan untuk memberikan pengetahuan dalam berinvestasi dan memberikan rasa percaya diri ketika mengambil keputusan dalam berinvestasi. Hasil pelaksanaan PKM menyimpulkan bahwa para peserta mempeoleh manfaat berupa bertambahnya pengetahuan dan meningkatnya kepercayaan diri serta kemandirian dalam berinvestasi, disamping itu terdapat manfaat sosial yaitu mendapat teman baru dan relasi. Kata kunci: investasi; generasi Z; Pengabdian kepada masyarakat ABSTRACTThe development of digital technology and the COVID-19 pandemic has brought various impacts to Indonesian citizens, one of which was an opportunity for generation Z to study investment. Research has shown that generation Z makes up the majority of investors today, which is 46.75%. The ease of accessing financial institutions digitally, including learning independently through digital platforms, as well as the influence of social media has increased the number of investors from generation Z who are already familiar with technology. The results of this study are supported by the results of a social community team survey on high schools and colleges, where students have invested with their pocket money. However, generation Z, as a less experienced and emotionally unstable generation, requires assistance and a good understanding of how to invest. Our social community team has been holding webinars and providing training for young investors. The participants have greatly benefited from our social community as well as increased self-confidence and independence in making investment decisions. Keywords: investment; generation Z; social community
Pelayanan Kesehatan dan Gizi Bagi Ibu Anak di Posyandu Tunas Baru Mareta Bakale Bakoil; Ummi Kaltsum S Saleh; Maria Antoneta Batu Mali; Veki Edizon Tuhana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4818

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Kupang dengan jumlah penduduk 305.548 jiwa, pasangan usia subur (PUS) 46.404 pasangan. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan masih sangat rendah yaitu sebesar 50,79 % dengan jumlah ibu bersalin sebanyak 7746 orang.  Rendahnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan bisa mengakibatkan tingginya AKI dan AKB. Tujuan yaitu untuk melakukan pelayanan kebidanan dan gizi bagi ibu-anak di Desa Batakte Kecamatan Kupang Barat. Kegiatan meliputi penyuluhan/edukasi menggunakan materi penyuluhan, leaflet tentang ASI eksklusif, form survei, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan edukasi/penyuluhan kepada ibu-ibu sebanyak 20 orang. Setelah penyuluhan peserta mengisi form survei dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman tentang, kehamilan, persalinan, KB, Anemia, Tablet Tambah Darah, stunting, ASI Eksklusif dan perawatan bayi baru lahir. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet tambah darah, pelayanan kontrasepsi suntikan 3 bulanan. Peserta kegiatan sangat aktif, hasil survei pengetahuan tentang ibu nifas, dan bayi baru lahir rata-rata 78,2% termasuk kategori baik serta pengetahuan tetang kehamilan dan persalinan bayi rata-rata 94,2% termasuk kategori sangat baik.  Kata Kunci: kesehatan, gizi, ibu, anak  ABSTRACT Kupang Regency with a population of 305,548 people, couples of childbearing age 46,404 couples. Coverage of labor assistance by health workers is still very low at 50.79% with the number of mothers giving birth as many as 7746 people. The low coverage of labor assistance by health workers can result in high maternal mortality rate and infant mortality rate. The aim is to provide midwifery and nutrition services for mothers and children in Batakte Village, West Kupang District. Activities include counseling/education using extension materials, leaflets about exclusive breastfeeding, survey forms, discussions and questions and answers. There were 20 educational/counseling activities for mothers. After the counseling, the participants filled out the survey form with the aim of knowing and understanding about pregnancy, childbirth, family planning, anemia, ferrous sulfate, stunting, exclusive breastfeeding and newborn care. The activity continued with pregnancy check-ups, ferrous sulfate, and 3-month injection contraceptive services. The participants of the activity were very active, the results of the survey of knowledge about postpartum mothers and newborns were an average of 78.2% including the good category and knowledge about pregnancy and childbirth an average of 94.2% including the very good category. Keywords: health, nutrition, mother, child
Edukasi Asupan Zat Besi Pada Remaja Menuju Zero Stunting Di SMA Swasta Amanah Tahfidz, Kabupaten Deli Serdang Nurhannifah Rizky Tampubolon; Maya Ardilla Siregar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5671

Abstract

ABSTRAK Upaya percepatan penurunan stunting sudah mengalami peningkatan kinerja dari nilai 66,8 di tahun 2019, menjadi 67,3 di tahun 2020 pada dimensi dari nilai 66,8 di tahun 2019, menjadi 67,3 di tahun 2020 gizi. Sementara pada dimensi pendidikan, upaya ini masih terbatas pada ruang lingkup pendidikan anak usia dini. Salah satu usaha peningkatan pendidikan adalah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi pada remaja untuk mencegah stunting sejak dini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri pada masalah stunting dan mengonsumsi asupan zat besi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Edukasi diberikan pada remaja putri di SMA Swasta Amanah Tahfidz Kabupaten Deli Serdang mengunakan metode ceramah interaktif dan diberikan leaflet pada setiap peserta. Hasil yang diperoleh yaitu terjadi peningkatan pengetahuan >75% terkait masalah stunting dan remaja menyadari pentingnya mengonsumsi zat besi sebagai usaha mencegah lahirnya generasi stunting sejak dini. Kata Kunci: Edukasi Zat Besi, Remaja, Stunting  ABSTRACT Efforts to accelerate the reduction of stunting have increased the performance index from a value of 66.8 in 2019, to 67.3 in 2020 in the dimensions of a value of 66.8 in 2019, to 67.3 in 2020. While in the education dimension, this effort is still limited to the scope of early childhood education. One of the efforts to improve education is through community service activities by providing education to adolescents to prevent stunting from an early age. The purpose of this activity is to increase the knowledge of young women on the problem of stunting and consuming iron intake as an effort to prevent stunting from an early age. Education was given to young women at SMA Swasta Amanah Tahfidz, Deli Serdang Regency. The results obtained are that there is an increase in knowledge related to the problem of stunting and adolescents realize the importance of consuming iron as an effort to prevent the birth of the stunting generation from an early age. Keywords: Iron Education, Adolescent, Stunting
Sistem Informasi Manajemen Berbasis Android Di SMK Kabupaten Peringsewu Riswanti Rini; Hasan Hariri; Eis Nurbanati; Deddy Hermanto; Ujang Efendi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5619

Abstract

ABSTRAKSistem Informasi Manajemen adalah seperangkat prosedur gabungan yang mengumpulkan dan menghasilkan data yang andal, relevan, dan terorganisir dengan baik yang mendukung proses pengambilan keputusan suatu organisasi. Tujuan Sistem informasi manajemen (SIM) digunakan oleh sekolah untuk mendukung serangkaian kegiatan administarasi termasuk pemantauan kehadiran, catatan penilaian, pelaporan, manajemen keuangan, dan alokasi sumber daya dan staf. SIM memberikan informasi yang dibutuhkan manajer untuk mengelola organisasi secara efisien dan eefektif. Metode dalam penelitian ini adalah metode praktek pelatihan dan diskusi sosialisasi. Hasilnya meningkatkan pemahaman tentang SIM Berbasis Android dengan meniingkatan layanan pendidikan yang efektif dan efesian. Saran kedepannya dengan pelatihan SIM Android yang sudah diaplikasikan dapat digunakan di skeolah lainnya. Kata Kunci: SIM, Android, Manajemen ABSTRACTManagement Information System is a set of combined procedures that collects and produces reliable, relevant and well-organized data that supports the decision-making process of an organization. Objectives The management information system (MIS) is used by schools to support a range of administrative activities including attendance monitoring, assessment records, reporting, financial management, and resource and staff allocation. MIS provides the information managers need to manage an organization efficiently and effectively. The method in this research is the method of training practice and socialization discussion. The results increase understanding of Android-Based MIS by increasing effective and efficient educational services. Suggestions in the future with Android SIM training that has been applied can be used in other schools.Key Words: MIS, Android, Management
Edukasi Menjaga Kesehatan Telinga dan Pemeriksaan Telinga pada Anak Panti Asuhan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar Yolazenia Yolazenia; Asmawati Asmawati; Loriana Ulfa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5418

Abstract

ABSTRAK Kesehatan telinga yang tidak dijaga dengan baik, dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran pada anak dapat menyebabkan sulit berkomunikasi dan menerima pelajaran sehingga prestasi menurun. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai menjaga kesehatan telinga dan melakukan pemeriksaan telinga. Kegiatan dilakukan di Panti Asuhan Baiturrahmah yang berlokasi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Kegiatan diawali dengan memberikan penyuluhan mengenai menjaga kesehatan telinga dilanjutkan dengan pemeriksaan telinga. Kegiatan diikuti oleh 42 orang anak. Sebelum dan sesudah penyuluhan diberikan pre dan post test dengan hasil  rata-rata 46,67 dan 70,48, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada anak mengenai kesehatan telinga. Dari hasil pemeriksaan didapatkan 15 orang anak dengan serumen baik pada satu atau kedua telinga diantaranya 3 orang berupa serumen prop, dan 1 orang terdapat benda asing semut di liang telinga. Melalui kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dari anak-anak penghuni panti asuhan mengenai cara menjaga kesehatan telinga dan memiliki telinga yang lebih bersih dan sehat setelah dilakukan pemeriksaan. Kata kunci: panti asuhan, pendengaran, serumen, telinga  ABSTRACT Ear health if not maintained properly, can cause hearing loss. Hearing loss in children can cause difficulties in communicating and receiving lessons so that achievement decrease. The aims of this activity was to provide knowledge about ear health and conduct ear examinations. The activity was carried out at the Baiturrahmah Orphanage located in Rimbo Panjang Village, Tambang District, Kampar Regency, Riau. The activity began with providing counseling on how to maintain ear health followed by ear examination. This activity was attended by 42 children living in the orphanage. Before and after being given education we provided pre and post test with the average result 46.67 and 70.48, there was a significant increase in children's knowledge about ear health. From the results of the examination, it was found that 15 children had cerumen in one or both ears, including 3 in the form of cerumen prop, and 1 person with a foreign body ants in the ear canal. Through this activity there was an increase in the knowledge of the children living in the orphanage about how to maintain healthy ears and have cleaner and healthier ears after the examination. Keywords: cerumen, ear, hearing, orphanage

Page 44 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue