cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Menggalakkan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus Deborah Siregar; Ni Gusti Ayu Eka Sulistiyaningtyas; Yenni Ferawati Sitanggang; Peggy Sara Tahulending
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5130

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit endemik yang muncul sepanjang tahun terutama pada musim hujan di berbagai daerah tropis dan subtropis termasuk di Indonesia Penyakit ini berhubungan dengan keadaan lingkungan dan perilaku masyarakat. Tidak ada pengobatan khusus untuk DBD. Pencegahan dan pengendalian dengue bergantung pada tindakan pengendalian vektor yang efektif. Strategi pencegahan dan pengendalian demam berdarah membutuhkan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu penting dilakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue dengan Menggalakkan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus. Metode yang dilakukan adalah webinar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai pencegahan dan penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue. Kegiatan ini dilakukan bulan September 2020 dan jumlah peserta webinar adalah 152 peserta. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah jumlah peserta yang pernah mengalami DBD sebanyak 27 orang dan yang tidak pernah mengalami DBD sebanyak 125 orang. Peserta juga diminta untuk mengikuti pretest dan postest saat webinar. Hasil pengetahuan peserta sebelum webinar adalah 6.8 dan sesudah webinar adalah 7.4. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan peserta meningkat setelah mengikuti webinar. Saran dari peserta webinar adalah agar kegiatan pendidikan kesehatan melalui webinar dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kata kunci:Demam Berdarah Dengue, PSN 3M Plus, Webinar DBD.            ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever is still a public health problem in Indonesia. Dengue Hemorrhagic Fever is an endemic disease that appears throughout the year, especially during the rainy season in various tropical and subtropical regions, including Indonesia. Dengue Hemorrhagic Fever is related to environmental conditions and community behavior. There is no specific treatment for dengue. Dengue prevention and control depends on effective vector control measures. Dengue fever prevention and control strategies require community engagement. Therefore, it is important to provide health education to the public regarding the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever by promoting the 3M Plus Campaign. The method used was a virtual seminar that aimed to increase the knowledge of the community regarding the prevention and control of Dengue Hemorrhagic Fever. This seminar was done in September 2020 with 152 participants. The results obtained were 27 participants who had experienced Dengue Hemorrhagic Fever and 125 people who had never experienced Dengue Hemorrhagic Fever. Participants were also asked to take a pretest and posttest during the virtual seminar. The result of participants' knowledge before the virtual seminar were 6.8 and after the virtual seminar was 7.4. So, it can be concluded that participants' knowledge increased after attending the virtual seminar.  Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, 3M Plus Campaign, Virtual Seminar DHF
Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) Pada Anak Usia 54-72 Bulan di Tk Cikal Cendikia Cileungsi Kab.Bogor Imelda Diana Marsilia; Nurulicha Nurulicha; Dina Martha Fitri; Yulita Nengsih; Eka Maulana Nurzanah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5704

Abstract

 ABSTRAK Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) sangat perlu dilakukan terutama pada usia dibawah lima tahun karena akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini, semua balita dan anak pra sekolah mendapatkan pelayanan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang sesuai dengan usianya. Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak ini bertujuan dalam mendeteksi bayi pada pertumbuhan dan perkembangannya, sehingga akan dilakukan  stimulasi apabila ditemukan adanya penyimpangan dalam pertumbuhan dan perkembangan pada bayi tersebut. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh 28 anak usia dini yang berasal dari TK Cikal Cendikia Cileungsi. Stimulasi yang dilakukan menggunakan KPSP (Kuisioner Pra Skrining Perkembangan). Pada kegiatan ini juga dilakukan penimbangan BB, pengukuran TB dan lingkar kepala. Hasil pemeriksaan pada anak usia dini TK Cikal Cendikia adalah Pertumbuhan anak-anak pada batas normal yaitu pemeriksaan terdiri dari berat badan, panjang badan, lingkar kepala. Perkembangan anak-anak hasil KPSP anak sesuai perkembangan, tes daya lihat 10% anak mengalami kesulitan melihat Huruf E pada baris ke tiga. Tes daya dengar dengan hasil normal anak-anak melakukan instruksi dengan baik dan benar. Kata Kunci:  Perkembangan anak, SDIDTK, KPSP  ABSTRACT Development is an increase in the structure and function of the body which is more complex in the ability of gross motion, fine motion, speech and language as well as socialization and independence. Stimulation, Detection and Early Intervention on Growth and Development (SDIDTK) really need to be done, especially at the age of under five years because it will influence and determine the next child's development. In this community service activity, all toddlers and pre-school children receive stimulation, detection and early intervention services for growth and development deviations according to their age. Early Detection and Intervention on Child Development aims to detect infants in their growth and development, so that stimulation will be carried out if deviations are found in the growth and development of the baby. The implementation of this community service was attended by 28 early childhood children from Cikal Cendikia Kindergarten, Cileungsi. The stimulation was carried out using the KPSP (Pre-screening Development Questionnaire). This activity also carried out weight weighing, TB measurements and head circumference. The results of the examination in early childhood at Cikal Cendikia Kindergarten were that the child's growth was within normal limits, namely examination of weight, body length, head circumference. children's development results KPSP children according to development, vision test 10% of children have difficulty seeing the letter E on the third row. Hearing test with normal results the children carried out the instructions properly and correctly. Key Word : Child growth, SDIDTK, KPSP
Mengatasi Kecemasan pada Ibu Hamil Selama Pandemi Covid-19 di Kelurahan Cibunigeulis, Kota Tasikmalaya Eneng Daryanti; Maria Ulfah Jamil; Asep Mulyana; Rikky Gita; Hilman Mulyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4764

Abstract

ABSTRAK Perubahan psikologis positif pada ibu hamil diantaranya adalah ibu hamil akan merasa senang dan penasaran tentang perubahan pada dirinya dan perkembangan janin secara umum. Namun ternyata banyak juga perubahan psikologi yang bersifat negative diantaranya adalah rasa cemas. Berdasarkan Penelitian  menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 memiliki dampak psikologis yang parah pada 53% ibu hamil. Studi tersebut menyatakan bahwa ibu hamil dapat merasa stres dan cemas, dimana hal tersebut dapat menyebabkan efek buruk seperti intra uterine growth retardation (IUGR), kematian janin atau kelainan janin. Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik dan mentalnya adalah dengan cara ANC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan terhadap 59 orang ibu hamil dan 14 kader posyandu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengertian kepada ibu hamil dan kader posyandu tentang menghindari rasa cemas menghadapi kehamilannya dimasa pandemic covid-19 melalui kegiatan penyuluhan secara bertahap di posyandu dengan memperhatikan protokoler kesehatan. Adapun materi yang disampaikan adalah  tentang perubahan psikologis pada ibu hamil dan cara mendapatkan pelayanan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Penyuluhan yang dilakukan menggunakan media lembar balik. Metode yang dilakukan dengan cara ceramah dan tanya jawab. Ibu hamil dan kader sangat antusias menanggapi penyuluhan yang berikan ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang mereka sampaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat yang cukup luar biasa  mampu meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengalaman terhadap para responden. Ibu hamil yang sudah terlanjur hamil dimasa pandemic-19 ini diharapkan tidak cemas berlebihan dan tetap menjaga protokoler kesehatan serta rutin memeriksakan kehamilannya supaya kesehatan ibu dan janinnya optimal. Kata kunci: Pandemi covid-19, perubahan psikologi cemas ibu hamil, Pemeriksaan Kehamilan      ABSTRACT Positive psychological changes in pregnant women include pregnant women feeling happy and curious about changes in themselves and fetal development in general. But it turns out that there are also many negative psychological changes, including anxiety. Research shows that the Covid-19 pandemic has a severe psychological impact on 53% of pregnant women. The study states that pregnant women can feel stressed and anxious, which can cause adverse effects such as intra uterine growth retardation (IUGR), fetal death or fetal abnormalities. One of the efforts that pregnant women can do to maintain and improve their physical and mental health is through ANC. This community service activity was carried out for 59 pregnant women and 14 Voluntary Community cadres. This activity aims to provide understanding to pregnant women and posyandu cadres about avoiding anxiety about their pregnancy during the COVID-19 pandemic through gradual counseling activities at the posyandu by paying attention to health protocols. The material presented was about psychological changes in pregnant women and how to get ante natal care during the Covid-19 pandemic. Counseling is carried out using flipchart media. The method is done by lecture and question and answer. Pregnant women and cadres were very enthusiastic in responding to the counseling given by the many questions they asked. This community service activity provides quite extraordinary benefits. Keywords: Covid-19 pandemic, psychological changes in pregnant women, Ante Natal Care
Pemanfaatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dalam Mengurangi Kejadian Stunting yang Berwawasan Agronursing di Kawasan Pesisir Desa Watuprapat Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan Dwining Handayani; Erik Kusuma; R.A Helda Puspitasari; Ayu Dewi Nastiti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5392

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi factorial dan bersifat antar generasi. Di Indonesia masyarakat sering menganggap tumbuh pendek sebagai factor keturunan. Persepsi yang salah dimasyarakat membuat masalah ini tidak mudah diturunkan dan membutuhkan upaya besar dari pemerintah dan berbagai sektor terkait. Pendidikan dan pengetahuan ibu yang rendah juga berpengaruh besar terhadap kejadian stunting pada balita. Prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan dipengaruhi oleh jumlah balita stunting yang ada di setiap desa, salah satu desa yang angka prevalensi stunting masih tinggi adalah desa Watuprapat, dimana jumlah balita yang mengalami stunting sebanyak 21 balita dan merupakan salah satu desa yang termasuk fokus penanganan stunting di Kabupaten Pasuruan.  Tujuan dari edukasi kepada kader kesehatan dan guru PAUD diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan dalam mencegah dan mengurangi stunting dengan memanfaatkan hasil pekarangan di sekitar rumah dalam menambah nilai gizi pada balita. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan tentang pemahaman umum stunting, penyebab terjadinya stunting, ciri-ciri penderita stunting dan cara pencegahannya  menggunakan leaflet dan demonstrasi membuat lauk berupa nugget dari daun kelor dan udang. Terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang stunting dan kemampuan mengolah bahan makanan dari hasil pekarangan di rumah dengan hasil rendah 10%, cukup 10% dan baik 80%. Hasil penyuluhan ini diharapkan dapat disosialisasikan kepada masyarakat dalam upaya mencegah dan mengurangi kejadian stunting di desa Watuprapat kecamatan Nguling Kabupaten pasuruan. Kata Kunci : Stunting, KRPL, Balita   ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem caused by multi-factorial and intergenerational. In Indonesia, people often consider growing short as a hereditary factor. The wrong perception in the community makes this problem not easy to solve and requires great efforts from the government and various related sectors. Mother's low education and knowledge also has a big influence on the incidence of stunting in toddlers. The prevalence of stunting in Pasuruan Regency is influenced by the number of stunting toddlers in each village, one of the villages where the stunting prevalence rate is still high is Watuprapat village, where the number of toddlers experiencing stunting is 21 toddlers and is one of the villages that includes the focus of stunting handling in the District Pasuruan. The purpose of education for health cadres and PAUD teachers is expected to be able to add insight and abilities in preventing and reducing stunting by utilizing the results of the yard around the house in increasing nutritional value for toddlers. The activities carried out were in the form of counseling on general understanding of stunting, the causes of stunting, the characteristics of stunting sufferers and how to prevent it using leaflets and demonstrations of making side dishes in the form of nuggets from Moringa leaves and shrimp. There is an increase in the knowledge of cadres about stunting and the ability to process food ingredients from the results of the yard at home with low yields of 10%, 10% sufficient and 80% good. The results of this counseling are expected to be socialized to the community in an effort to prevent and reduce stunting rates in Watuprapat village, Nguling sub-district, Pasuruan Regency. Keywords: Stunting, KRPL, Toddler
Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Nasional Bagi Guru SMP Surabaya Evi Winingsih; Denok Setiawati; Najlatun Naqiyah; Hadi Warsito
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5500

Abstract

ABSTRAK Penulisan artikel jurnal nasional yang dilakukan oleh Guru maih terbilang kecil. Berbagai upaya pemangku kebijakan dari pengaturan regulasi peraturan pemerintah hingga mengadakan berbagai kegiatan dan sosialisasi jurnal. Secara langsung maupun tidak langsung penulisan artikel ilmiah memberikan dampak yang cukup besar bagi seorang profesionalisme terutama guru. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Nasional Bagi Guru SMP Surabaya. Pelaksanaan pelatihan dilakukan ecara Daring. Media yang digunakan adalah power point dan praktik membuat akun dan submite secara langsung pada jurnal nasional. Hasil yang didapatkan dari penelitain ini sebanyak 15 artikel guru terpublikasi pada jurnal nasional dalam kegiatan ini, selain itu terdapat pula peningkatan pemahaman guru SMP tentang publikasi di jurnal nasional. Kata Kunci: Pelatihan, Penulisan Artikel Jurnal, Guru SMP ABTRACT Teacher's writing of national journal articles is still relatively small. Various policy efforts from setting government regulations to various activities and journal socialization. Directly or indirectly, the writing of scientific articles has a considerable impact on a professional, especially a teacher. This community service aims to provide Training on Writing National Journal Articles for Surabaya Middle School Teachers. The training is carried out online. The media used are power points and the practice of creating accounts and submitting directly to national journals. The results obtained from this research were 15 articles published by teachers in national journals in this activity, besides that there was also an increase in the understanding of junior high school teachers about publication in national journals. KeyWords: Training, Journal Article Writing, Middle School Teacher
Edukasi Manajemen Stress Pada Orang Tua Siswa dan Guru Sekolah Dasar Di Era New Normal Pandemi Covid-19 di Kota Tegal Cuciati Cuciati; Dwi Uswatun Khasanah; Trimar Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5567

Abstract

ABSTRAK Perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi online (Pembelajaran jarak jauh) pada fase pandemi covid-19 membuat orangtua siswa merasa stres ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas, disamping harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing- masing di tengah krisis. Edukasi merupakan cara terbaik dalam mengatasi stres orangtua. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua siswa dan guru sekolah dasar di kota Tegal. Metode yang digunakan ada beberapa tahap yaitu sosialisasi dilakukan untuk menyampaikan tujuan dari kegiatan, pemaparan materi edukasi bertujan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua siswa, pendampingan dilakukan untuk mengetahui perkembangan psikologi responden dan Evaluasi bertujan untuk mengetahui keberhasilan dari kegiatan. Hasil dari kegiatan ini efektif, terlihat antusias peserta dalam mengajukan pertanyaan, Adanya penurunan tingkat stress pada 30 responden. Sebelum diberikan edukasi dari 30 responden sebagian besar memiliki tingkat stress sedang yaitu (46,7%) sedangkan yang mengalami stres ringan sebesar (44,3%) dan normal (10%). sedangkan setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil sebagian besar responden memiliki nilai normal (93,3 %) tingkat stres ringan (6,6%). Kata kunci: orangtua siswa; edukasi; manajemen stres ABSTRACT The change in the learning system from face-to-face to online (distance learning) in the COVID-19 pandemic phase made parents feel stressed when accompanying the learning process with assignments, in addition to having to think about the survival of their respective lives and jobs in the midst of a crisis. Education is the best way to deal with parental stress. This activity aims to increase the knowledge of parents and elementary school teachers in the city of Tegal. The method used has several stages, namely, socialization is carried out to convey the purpose of the activity, exposure of educational material aims to increase the knowledge of parents of students, assistance is carried out to determine the psychological development of respondents and evaluation aims to determine the success of the activity. The results of this activity were effective, the participants seemed enthusiastic in asking questions. There was a decrease in stress levels in 30 respondents. Before being given education, most of the 30 respondents had moderate stress levels (46.7%) while those who experienced mild stress were (44.3%) and normal (10%). while after education, the results showed that most of the respondents had normal values (93%) with mild stress levels (2%).                                                                                          Keywords: parents of students; education; stress management
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Akses Informasi Kesehatan Dan Status Gizi Pada Penderita TB Paru Melalui Media Digitalisasi Sobat TB Dan N-TB Di Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kab. Karanganyar Oliva Virvizat Prasastin; Arwin Muhlishoh
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4359

Abstract

ABSTRAK Incidence case penyakit Tuberkulosis (TB) masih menempati urutan pertama dalam klasifikasi penyakit menular pada beberapa Puskesmas di Surakarta selama 4 tahun terakhir. Sementara dalam 4 tahun  terakhir sudah dilakukan upaya-upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan TB Paru, mulai dari case detection, akses dalam mendapatkan pelayanan sampai dengan pengobatan. Salah satu tindakan early prevention dalam penanganan program TB  salah satunya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk bisa lebih mengenal dan paham terkait penyakit TB Paru, khususnya dalam mengakses pelayanan Kesehatan TB Paru dan penanganan status gizi pada penderita TB. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit TB Paru dan implementasi monitoring status gizi pada penderita TB Paru. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, tutorial dan evaluasi.  terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman berdasarkan evaluasi melalui pre-test dan post-test  dengan nilai selisih 14 dari nilai rata-rata 72 menjadi 86. Kesimpulan : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Akses Informasi Kesehatan dan Status Gizi pada Penderita TB Paru Melalui Media Digitalisasi Sobat TB dan N-TB di desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kab. Karanganyar”memberikan hasil yang efektif secara berbasis online yang ditunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman secara signifikan. Kata Kunci : Digitalisasi, Akses Informasi Kesehatan, dan TB Paru ABSTRACT Incidence case of Tuberculosis (TB) still ranks first in the classification of infectious diseases at several health centers in Surakarta for the last 4 years. Meanwhile, in the last 4 years, efforts have been made to improve pulmonary TB health services, starting from case detection, access to services, and treatment. One of the early prevention actions in handling the TB program is through community empowerment activities to be able to know and understand more about pulmonary TB disease, especially in accessing pulmonary TB health services and handling nutritional status in TB patients. This community service aims to increase public knowledge of pulmonary TB disease and the implementation of monitoring nutritional status in patients with pulmonary TB. This community service methode uses the mini lecture, discussion, question and answer, tutorial and evaluation methods. There was an increase in knowledge and understanding based on evaluation through pre-test and post-test with a difference of 14 from the average value of 72 to 86. The community service of "Community Empowerment for  Improving Access of Health Information and Nutritional Status in Pulmonary TB Patients Through TB Sobat and N-TB Digitizing Media  in Wonorejo village, Gondangrejo district, Karanganyar” provides effective results based online which are indicated by a significant increase in knowledge and understanding. Keywords: Digitalization, Access of Health Information, and Pulmonary TB
Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi Melalui Continuity Of Care (COC) Di Puskesmas Pembantu Karot Kabupaten Manggarai Reineldis Elsidianastika Trisnawati; Silvia A.N. Halu; Makrina S. Manggul; Fransiska N. Nanur; Bernadeta Wati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5640

Abstract

ABSTRAK Kehamilan merupakan suatu hal yang fisiologis tetapi ada beberapa masalah yang dapat menyertai kehamilan yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Salah satu masalah kehamilan dengan penyebab tidak langsung adalah usia ibu >35 tahun yang sangat berisiko bagi ibu dan janin seperti perdarahan, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk dapat memberikan asuhan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity Of Care) pada Ny M dengan kehamilan risiko tinggi. Continuity Of Care dapat dilakukan selama kehamilan, persalinan, nifas dan Keluarga Berencana (KB). Pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, observasi langsung dan studi dokumen. Dari kegiatan pendampingan yang dilakukan pada Nyonya M, selama hamil, masa nifas dan neonatus, berjalan normal, tidak ditemukan adanya komplikasi. Ibu juga mengikuti program KB dengan jenis kontrasepsi yang digunakan adalah IUD/Spiral. Kata Kunci: resiko tinggi, kehamilan, persalinan, nifas, KB  ABSTRACT Pregnancy is a physiological thing but there are several problems that can accompany pregnancy, namely direct and indirect causes. One of the pregnancy problems with indirect causes is maternal age >35 years which is very risky for the mother and fetus such as bleeding, premature birth and low birth weight. This mentoring activity aims to be able to provide continuous midwifery care (Continuity Of Care) to Mrs.M with a high-risk pregnancy. Continuity Of Care can be done during pregnancy, childbirth, postpartum and family planning. Data collection can be done through interviews, direct observation and document studies. From the mentoring activities carried out for Mrs. M, during pregnancy, the puerperium and neonates, everything went normally, no complications were found. Mothers also participate in the family planning program with the type of contraception used is the IUD/Spiral. Keywords: high risk, pregnancy, childbirth, postpartum, family planning
Pelatihan Konselor “Ayo, Cegah Stunting!” di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara Marissa Chitra Sulastra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4790

Abstract

ABSTRAK Terdapat periode emas pertumbuhan dan perkembangan manusia yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Periode ini terjadi sejak di dalam kandungan hingga usia 2 tahun setelah dilahirkan. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan 1000 HPK, diperlukan pemberian nutrisi dan stimulasi intensif kepada janin dan bayi. Saat terjadi kekurangan nutrisi dan stimulasi yang parah, maka akan terjadi stunting atau kondisi gagal tumbuh kembang. Masih banyak masyarakat Sulawesi Utara yang belum memahami stunting dan cara pencegahannya. Terlihat dari jumlah kasus stunting sebanyak 21,2% menurut Pemantauan Status Gizi (PSG) (Kemenkes, 2018). Perlu ada pendekatan khusus untuk membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting dan pencegahannya. Pendekatan ini dilakukan melalui kerjasama lintas ilmu, yaitu kedokteran dan psikologi. Dari sudut pandang psikologi, terdapat pendekatan konseling yang bisa membantu terjadinya komunikasi efektif antara pemberi pesan (konselor) dan penerima pesan (masyarakat) melalui proses menyimak (Corey, 2018). Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat Desa Radey dan sekitarnya yang rentan terhadap stunting. Berdasarkan hal tersebut, pengabdi bekerja sama dengan Yayasan Cakrawala Kesehatan (Frontiers for Health), Rotary Club Indonesia dan PT SASA Inti melakukan pengabdian masyarakat untuk pelatihan konseling “Ayo, Cegah Stunting!” kepada konselor di Desa Radey, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai stunting, cara konseling, gizi, dan perkembangan 1000 HPK.  Hasil uji t-test menunjukkan bahwa terjadi perubahan pemahaman yang signifikan antara pre-test dan post-test (t = 2,03; p = 0,02 < 0,05). Artinya, pelatihan yang dilakukan secara aefektif mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai materi yang diberikan. Kata kunci: Stunting, Konseling, 1000 Hari Pertama Kehidupan, Pengasuhan  ABSTRACT There is a golden period of human growth and development known as the First 1000 Days of Life (1000 HPK). This period occurs from the womb until the age of 2 years after birth. To support the growth and development of 1000 HPK, it is necessary to provide nutrition and intensive stimulation to the fetus and baby. When there is a lack of nutrition and severe stimulation, stunting or a condition of failure to thrive will occur. There are still many North Sulawesi people who do not understand stunting and how to prevent it. It can be seen from the number of stunting cases as much as 21.2% according to the Nutrition Status Monitoring (PSG) (Kemenkes, 2018). There needs to be a special approach to increase public understanding of stunting and its prevention. This approach is carried out through interdisciplinary collaboration: medicine and psychology. From a psychological point of view, there is counselling approach that can help to create effective communication between sender (counsellor) and receiver (people) by listening process (Corey, 2018). People in this context are the people of Radey Village and its surroundings who are vulnerable to stunting. Based on this, the service team collaborated with Yayasan Cakrawala Kesahatan (Frontiers for Health), Rotary Club Indonesia and PT SASA Inti to carry out community service for counseling training "Ayo, Cegah Stunting!" to a counselor in Radey Village, South Minahasa, North Sulawesi, Indonesia. The purpose of this activity is to increase participants' understanding of stunting, counselling methods, nutrition, and the development of 1000 HPK. The results of the t-test showed that there was a significant change in understanding between the pre-test and post-test (t = 2.03; p = 0.02 < 0.05). That is, the training that is carried out effectively can increase the participants' understanding of the material provided. Keywords: Stunting, Counselling, First 1000 Days of Life, Parenting
Penyuluhan Swamedikasi Dismenore Di Panti Asuhan Yatim Putri 'Aisyiyah Kadipiro Surakarta Khotimatul Khusna; Rita Septiana; Bella Novela Dwi Utari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5670

Abstract

ABSTRAK  Dismenore adalah kondisi yang terjadi saat menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit di daerah perut atau panggul. Swamedikasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi kepada dokter. Akan tetapi, pelaksanaan swamedikasi seringkali tidak dibersamai dengan pengetahuan yang baik. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah agar anak-anak Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Kadipiro dapat paham cara melakukan swamedikasi saat terjadi dismenore. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan pemberian brosur tentang swamedikasi dismenore. Kegiatan pemberian edukasi penggunaan obat dalam swamedikasi dismenore ini mendapat antusias yang baik dari anak-anak panti. Anak-anak panti memperhatikan penjelasan tentang penerapan swamedikasi rasional pada penanganan dismenore. Keberhasilan pemberian edukasi dapat dilihat dari kemampuan anak-anak panti dalam menjelaskan kembali informasi yang telah diterima tentang swamedikasi, dismenore, macam obat dan penggunaan obat secara rasional. Jadi, dapat disimpulkan kegiatan pengabdian masyarakat ini telah terlaksana dengan baik. Anak-anak panti paham penjelasan tentang dismenore serta paham cara memilih obat dan menggunakan obat saat terjadi dismenore. Saat nyeri haid datang, anak-anak panti memahami langkah yang benar dalam menanganinya. Kata Kunci: Penyuluhan, Swamedikasi, Dismenore, Panti, Aisyiyah ABSTRACT  Dysmenorrhea is a condition that occurs during menstruation and can interfere with activities and requires treatment which is characterized by pain or tenderness in the abdominal or pelvic area. Self-medication is one of the efforts made by a person in treating the symptoms of a disease or disease without first consulting a doctor. However, self-medication is not often carried out with good knowledge. The purpose of this community service is so that the children of the Aisyiyah Kadipiro Orphanage Orphanage can understand how to do self-medication when dysmenorrhea occurs. The method used in this service is counseling with and presenting brochures about dysmenorrhea self-medication. The activity of providing education on the use of drugs in self-medication for dysmenorrhea received good enthusiasm from the children's home. The orphanage children pay attention to the explanation about the application of rational self-medication in the treatment of dysmenorrhea. The success of providing education can be seen from the ability of the orphanage children to re-explain the information that has been received about self-medication, dysmenorrhea, types of drugs and rational use of drugs. So, it can be said that this community service has been carried out well. The orphanage children explained about dysmenorrhea and understood how to take medicine and use drugs when dysmenorrhea occurred. When menstrual pain comes, children understand the correct steps to deal with it. Keywords: Counseling, Self-medication, Dysmenorrhea, orphanage, Aisyiyah

Page 42 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue