cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemberdayaan Kader dalam Meningkatkan Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD di Puskesmas Sako Kota Palembang Rosyati Pastuty; Nurul Komariah; Wilma Wilma; Hendawati Hendawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5214

Abstract

ABSTRAK  Indonesia merupakan negara ke empat di dunia dengan jumlah penduduk terbanyak. Program KB semakin banyak PUS yang menggunakan MKJP maka, program untuk mengatasi masalah penduduk seperti meledaknya penduduk akan berhasil atau setidaknya dapat sedikit teratasi. Ibu yang berpengetahuan baik cenderung akan memilih kontrasepsi IUD. Kader sangat berperan salah-satunya pada untuk memotivasi penggunaan Kontrasepsi IUD. Tujuan Kegiatan Pengabmas ini Meningkatkan pengetahuan kader tentang penggunaan alat kontrasepsi IUD. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan metode FGD dengan Kelompok FGD dibagi dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 12 orang kader dari posyandu yang berbeda.FGD dilaksanakan selama ±60 menit, yang dimulai dengan pembukaan, perkenalan dan penyampaian maksud dan tujuan diadakannya kegiatan serta dilanjutkan dengan pelaksanaan FGD disetiap kelompok. Setiap kelompok di pimpin oleh 1 orang fasilitator dan 1 orang transkiper (pencatat) dan 1 orang yang bertugas mendokumentasikan kegiatan. Tidak ada kendala yang menghambat pada saat pelaksanaan FGD karena peserta sangat aktif dalam berdiskusi. Semua kader memberikan pendapat dengan bebas, tanpa rasa takut atau segan, serta tetap fokus terhadap topik yang didiskusikan. Kata Kunci: FGD, IUD, Kader, Pengetahuan.  ABSTRACT  Indonesia is the fourth country in the world with the largest population. There are more family planning programs that use MKJP, so the program to overcome population problems such as population explosion will be successful or at least can be solved a little. Mothers who have good knowledge tend to choose IUD contraception. Cadres play a very important role, one of which is to motivate the use of IUD Contraception. The purpose of this Community Service Activity was to increase the knowledge of cadres about the use of IUD contraceptives. The implementation of community service activities was carried out using the FGD method with the FGD groups divided into 2 groups, each group consisting of 12 cadres from different posyandu. activities and continued with the implementation of FGDs in each group. Each group was led by 1 facilitator and 1 transkiper and 1 person in charge of documenting activities. There were no obstacles that hindered the implementation of the FGD because the participants were very active in discussing. All cadres give their opinions freely, without fear or reluctance, and stay focused on the topics discussed. Keyword: FGD, IUD, Cadre, Knowledge.
Pelatihan Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa di Kecamatan Siantar Martoba Kelurahan Pondok Sayur Pipin Sumantrie; Martalina Limbong; Mayer Derold Panjaitan; Sharely Nursy Siringoringo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4799

Abstract

ABSTRAK Pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk dapat membantu dalam mensukseskan upaya peningkatan kesehatan masyarakat desa, melalui kegiatan pelatihan kesehatan kepada para masyarakat yang dilakukan, maka akan terbentuknya suatu kebiasaan hidup sehat dikalangan masyarakat.Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu para masyarakat agar dapat lebih meningkatkan status kesehatan mereka, melalui pola hidup sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendekatan secara langsung (direct approach) melalui ceramah dan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan pegabdian masyarakat ini, masyarakat memperoleh informasi mengenai upayah pencegahan serta mempertahankan kesehatannya. Sehingga mereka dapat menjaga kesehatan dan hal ini menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat dalam mempertahankan kesehatan. Kata Kunci: Pemberdayaan, Pelatihan, Kesehatan  ABSTRACT Community empowerment is very necessary to be able to help the success of efforts to improve the health of rural communities, through health training activities for the community will form healthy living habits among the community. The purpose of this community service is to help the community to further improve their health status. , through a healthy lifestyle. The method used in this community service activity is a direct approach through lectures and outreach to the community. From this community service activity, the community gets information about efforts to prevent and maintain their health. So that they can maintain their health and this becomes a new habit for the community in maintaining health. Keywords: Empowerment, Training, Health
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Wanita Di Banjarmasin Fitri Yuliana; Sismeri Dona; Rina Saputri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5201

Abstract

ABSTRAKKesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami oleh semua orang, khususnya remaja Wanita. Banyak remaja mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dari media sosial yang tidak terjamin kebenarannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Mitra kegiatan ini adalah remaja wanita. Metode pengabdian masyarakat dengan mengadakan webinar. Pembicara menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi melalui webinar dan membuat leafleat untuk dibaca oleh mitra. Sebelum mengikuti webinar remaja wanita diuji pengetahuannya mengenai kesehatan reproduksi dengan pretest. Setelah mendapatkan pemaparan materi, dilakukan postest. Hasil analisis pretest didapatkan 70% peserta kurang memahami tentang Kesehatan reproduksi dan hasil dari postest menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan hasil 98% peserta mendapatkan nilai yang sempurna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui webinar dan pembuatan leafleat ini meningkatkan pengetahuan dan wawasan remaja wanita mengenai pentingnya kesehatan reproduksinya. Kata Kunci: Edukasi, Masalah Kesehatan Reproduksi, Remaja Wanita ABSTRACTReproductive health is very important to be understood by everyone, especially young women. Many teenagers get knowledge about reproductive health from social media that is not guaranteed to be true. This community service activity aims to increase the understanding and knowledge of adolescents about reproductive health. The partners of this activity are young women. Method of community service by holding webinars. The speaker delivered material on reproductive health through webinars and made leaflets for partners to read. Before participating in the webinar, young women were tested for their knowledge of reproductive health using a pretest. After getting the presentation of the material, a posttest was conducted. The results of the pretest analysis showed that 70% of participants did not understand about reproductive health and the results of the posttest showed an increase in knowledge with the result that 98% of participants got perfect scores. So it can be concluded that the community service carried out through webinars and the creation of leaflets increases the knowledge and insight of young women about the importance of their reproductive health. Keywords: Education, Reproductive Health Problems, Adolescent Women
Pengenalan Perencanaan Makan Harian Sebagai Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Zuhria Ismawanti; Arwin Muhlisoh; Oktaviana Permatasari; Febriana Sartika Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4862

Abstract

ABSTRAK Penderita Diabetes Melitus mengalami peningkatan selama kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2013-2018 sebesar 1,6%. Penyakit Diabetes melitus apabila tidak tertangani secara benar, maka dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi, baik kronis maupun akut. Penatalaksanaan 5 pilar pengendalian DM tipe 2 ini dapat diterapkan pada penderita DM dalam upaya mencegah komplikasi. Makanan bagi penderita DM juga perlu memperhatikan indeks glukosa untuk menjaga kestabilan gula darah. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan adanya Pengenalan Perencanaan Makan Harian Sebagai Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perencanaan makan harian dalam kontrol glikemik pasien DM tipe 2. Pre-test dan post-test dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman mengenai perencanaan makan harian dalam kontrol glikemik pasien DM tipe 2 yang diberikan. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi perencanaan makan harian dalam kontrol glikemik pasien DM tipe 2. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan sebanyak 20 orang mengikuti kegiatan ini secara keseluruhan, dan berdasarkan nilai hasil pre test diketahui sebanyak 9 peserta memiliki pengetahuan yang baik dan 11 responden memiliki pengetahuan yang cukup, hasil post test terdapat 17 peserta memiliki pengetahuan yang baik dan 3 peserta memiliki pengetahuan yang cukup yang menandakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya perencanaan makan sebagai upaya dalam pengendalian kadar glukosa darah pasien DM tipe 2. Kata kunci : Diabetes Melitus, Perencanaan Makan, Kontrol Glikemik  ABSTRACT Patients with Diabetes Mellitus have increased over the last 5 years, namely 2013-2018 by 1.6%. Diabetes mellitus if not handled properly, it can lead to various kinds of complications, both chronic and acute. The management of the 5 pillars of type 2 DM control can be applied to DM patients in an effort to prevent complications. Food for people with diabetes also needs to pay attention to the glucose index to maintain blood sugar stability. Based on these problems, it is necessary to introduce daily meal planning as glycemic control in type 2 diabetes mellitus patients. This activity was carried out to increase knowledge about daily meal planning in glycemic control in type 2 DM patients. daily meal planning in glycemic control of type 2 DM patients given. The method used is to provide education on daily meal planning in glycemic control of type 2 DM patients. in controlling blood glucose levels in type 2 DM patients. Keywords: Diabetes Mellitus, Meal Planning, Glycemic Control
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Mencapai Wilayah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Kecamatan Tanjungkarang Barat Kota Bandar Lampung Mei Ahyanti; Prayudhy Yushananta; Ahmad Fikri; Sarip Usman; Novita Rudiyanti; M Ridwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5566

Abstract

ABSTRAK Indonesia saat ini tengah giat melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai upaya promotif dan preventif dalam penanggulangan penyakit. Salah satu pilar kunci adalah pengelolaan sampah di rumah tangga. Pilar ini dilaksanakan untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari penyakit infeksi, khususnya berbasis lingkungan. Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang kerap mengancam masyarakat. Dalam menghadapi permasalahan yang ada di Kelurahan Suka Danaham Kecamatan Tanjungkarang Barat Kota Bandar Lampung, solusi yang diberikan adalah melakukan pemeriksaan kualitas air bersih secara mikrobiologi, melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit diare, pemberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan pemberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan potensi sampah yang ada untuk dimanfaatkan kembali. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pegabdian ini adalah pemeriksaan terhadap 30 sampel air bersih, peningkatan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan dengan terbentuknya 1 kelompok pengrajin sampah, hingga terverifikasinya Kelurahan Suka Danaham sebagai Kelurahan STBM. Kata Kunci: pengelolaan, sampah, STBM ABSTRACTIndonesia is currently actively implementing Community-Based Total Sanitation (STBM) as a promotive and preventive effort in disease control. One of the key pillars is household waste management. This pillar is implemented to free the Indonesian people from infectious diseases, especially those based on the environment. Diarrhea is an environment-based disease that often threatens the community. In dealing with the problems that exist in Suka Danaham Village, Tanjungkarang Barat District, Bandar Lampung City, the solutions given are to check the quality of clean water microbiologically, carry out health education about diarrhea prevention, empower the community in organic waste management and empower the community in utilizing the potential of waste generated by the community. exists to be reused. The results obtained from this community service activity were the examination of 30 samples of clean water, increased community independence in the health sector by the formation of 1 group of garbage craftsmen, until the verification of Suka Danaham Villages as STBM Villages. Key word: management, waste, STBM
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Melati Tentang Nutrisi Selama Pandemi Covid-19 Ferdy Firmansyah; Emma Susanti; Erniza Pratiwi; Novia Sinata
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4760

Abstract

ABSTRAK Prevalensi Covid-19 yang muncul pada akhir 2019 terus meningkat hingga saat ini dan masih dikategorikan sebagai pandemi. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari penerapan protokol kesehatan, mengonsumsi vitamin, hingga melakukan aktivitas dari rumah. Upaya tersebut harus dilakukan oleh setiap individu untuk menekan dan memutus rantai penyebaran virus ini. Oleh karena itu perlu diberikan penyuluhan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 serta nutrisi yang diperlukan selama pandemi. Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 responden di Kecamatan Tampan, Pekanbaru dengan menggunakan media leaflet. Pada saat pemberian informasi juga diberikan masker serta vitamin C. Vitamin dapat berfungsi sebagai antioksidan dan digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi. Berdasarkan kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat yang dibuktikan dengan nilai rerata pre-test 44,04 menjadi 92,87 pada saat post-test. Disarankan kedepannya untuk melakukan pengabdian dengan ruang lingkup yang lebih besar. Kata Kunci: Covid-19, Nutrisi, Pengetahuan ABSTRACT The prevalence of Covid-19 which emerged at the end of 2019 continues to increase until now and is still categorized as a pandemic. Various efforts have been made, starting from implementing health protocols, vitamins consumptions, and activities or work from home (WFH). These efforts must be made by each individual to suppress and break the chain of infection stopping covid-19. Therefore, it is necessary to provide counseling with the aim of increasing public awareness and knowledge about Covid-19 and the nutrition needed during the pandemic. This activity was attended by 30 respondents in Tampan District, Pekanbaru using leaflet media. At the time of providing information, masks and vitamin C were also given. Vitamins can function as antioxidants and are used to increase body resistance during a pandemic. Based on the activity, there was an increase in public knowledge as evidenced by the mean value of the pre-test from 44.04 to 92.87 at the time of the post-test. It is recommended in the future to do service with a larger scope. Keywords: covid-19, nutrition, knowledge
Pemanfaatan Sumber Daya Pangan Lokal Tanaman Talas (Colocasia esculenta L.) sebagai Upaya Repitalisasi Ekonomi dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Sungai Tiung Cast Torizellia; Yustin Ari Prihandini; Liana Fitriani Hasymi; Esty Restiana Rusida; Eny Hastuti; Lisa Setia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5611

Abstract

ABSTRAK Ekonomi pangan dan kurang gizi merupakan fenomena yang saling terkait, dalam meningkatkan status gizi suatu masyarakat sangat erat kaitannya dengan upaya peningkatan ekonomi. Tantangan masyarakat di era pandemi adalah menciptakan terobosan untuk terciptanya peluang kerja sehingga masyarakat dapat bertahan dari kesulitan ekonomi dan paparan berbagai macam penyakit. Talas merupakan sumber pangan alternatif tanaman lokal yang banyak tumbuh secara liar di kawasan Kelurahan Sei Tiung namun minimnya informasi dan pengetahuan warga mengenai cara pengolahan dan pengemasan pangan yang inovatif berbahan dasar tanaman lokal Talas sehingga metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Borneo Lestari menitikberatkan pada edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dengan tujuan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengolahan bahan pangan lokal Talas tentang cara pengolahan produk talas yang baik dan inovatif, penggunaan bahan pangan, dan cara pengemasan talas yang menarik serta memiliki nilai jual yang tinggi sehingga dapat membantu perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kelurahan Sei Tiung. Edukasi dan pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi ilmu Kesehatan (STIKES) Borneo Lestari terbukti meningkatkan kemampuan Ibu PKK dan kelompok binaan Galuh Pumpung dan telah memenuhi target indikator evaluasi kegiatan yang telah dilakukan yaitu sebanyak 95%. Kata Kunci: Tanaman Talas, Inovasi Pangan, Olahan Pangan ABSTRACT Food economy and malnutrition are interrelated phenomena, improving the nutritional status of a society is closely related to efforts to improve the economy. The challenge of society in the pandemic era is to create breakthroughs to create job opportunities so that people can survive from economic difficulties and exposure to various diseases. Taro is an alternative food source for local plants that grow wildly in the Sei Tiung Village area, but there is a lack of information and knowledge of residents regarding innovative food processing and packaging methods based on Taro local plants so that the method of community service activities carried out by the School Nutrition Undergraduate Study Program Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Borneo Lestari focuses on education and assistance to the community with the aim of increasing public understanding of the importance of processing local Taro food ingredients about good and innovative processing of taro products, the use of food ingredients, and ways of packaging taro that are attractive and have value. high sales so that it can help the economy and improve the standard of living of the people in Sei Village. Tiung. Education and assistance carried out by the community service team of the Nutrition Study Program Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Borneo Lestari has proven to improve the Galuh Pumpung community's ability and have met the target indicators for evaluating the activities that have been carried out. Keywords: Taro Plant, Food Innovation, Food Processed
Pelatihan Deteksi Dini Gangguan Stress Paska Trauma pada Anak Korban Bencana Banjir di Kalimantan Selatan Ida Yuliana; Maria Ulfah; Endang Pertiwiwati; Irfan Maulana; M Kholilurahman; Nurhkalisa Putri Azzahra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5154

Abstract

ABSTRAK  Kabupaten Banjar tercatat sebagai daerah yang paling terdampak banjir di Kalimantan Selatan di awal tahun 2021 dan wilayah Kecamatan Martapura Barat merupakan wilayah kecamatan yang paling banyak mengalami kerusakan. Anak merupakan kelompok masyarakat yang paling rentan  mengalami gangguan stress paska trauma (PTSD) akibat bencana banjir  sehingga perlu mendapat penanganan yang serius agar akibat yang ditimbulkan tidak berkepanjangan dan menghambat perkembangannya. Ada metode deteksi dini PTSD yang sederhana dengan menggunakan instrumen kuisioner yang bisa dilakukan orang awam sehingga gejala PTSD pada anak dapat segera di ketahui oleh keluarga dan segera mendapat penanganan sesuai tingkat keparahannya. Untuk ini maka dilakukan kegiatan   pengabdian berupa pelatihan cara mendeteksi dini PTSD menggunakan kuisioner PTSD PLC C dengan peserta adalah orang tua/wali anak dari beberapa perwakilan sekolah PAUD dan kader POSYANDU di wilayah Martapura Barat sebanyak 50 orang. Dari hasil nilai pretes dan postes yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan terdapat perbedaan yang bermakna (p=0.00) tentang pemahaman peserta tentang pentingnya mendeteksi dini kondisi trauma akibat banjir pada anggota keluarga mereka.  Berdasarkan hasil kegiatan dapat dikatakan kegiatan pelatihan mampu membuat peserta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dan kesadaran para orang tua tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dalam keluarga mereka akibat trauma paska bencana banjir di Kalimantan Selatan. Kata Kunci: Bencana, Deteksi Dini, Kuisioner PLC C, Trauma, Pelatihan  ABSTRACT Banjar Regency was listed as the area most affected by flooding in South Kalimantan in early 2021 and the West Martapura District was the sub-district area that suffered the most damage. Children are the most vulnerable group of people to experience post-traumatic stress disorder (PTSD) due to floods, so they need to get serious treatment so that the consequences are not prolonged and hamper their development. There is a simple PTSD early detection method using a questionnaire instrument that can be done by ordinary people so that the symptoms of PTSD in children can be immediately recognized by the family and immediately treated according to the severity level. For this, service activities were carried out in the form of training on how to detect PTSD early using the PTSD PLC C questionnaire with the participants being parents/guardians of children from several PAUD school representatives and POSYANDU cadres in the West Martapura area as many as 50 people. From the results of the pretest and posttest scores given before and after the training, there was a significant difference (p=0.00) regarding the participants' understanding of the importance of early detection of trauma conditions due to flooding in their family members. Based on the results of the activity, it can be said that the training activities were able to make the participants increase the knowledge and skills and awareness of parents about the importance of maintaining mental health in their families due to post-flood trauma in South Kalimantan. Keywords: Disaster, Early Detection, PLC C Questionnaire, Trauma, Training
Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Meta Nurbaiti; Ayu Devita Citra Dewi; Raden Surahmat; Putinah Putinah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5462

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 merupakan kondisimeresahkan semua orang, tidak terkecuali di negara Indonesia. Kasus tersebut menyerang semua kalangan, salah satunya adalah ibu hamil. Hal tersebut menyebabkan ibu hamil mengalami rasa cemas bahkan sampai mengalami depresi serta dapat meningkatkan jumlah kematian. Kecemasan akan berdampak negatif pada ibu hamil sejak masa kehamilan hingga persalinan, seperti janin yang gelisah sehingga menghambat pertumbuhannya, melemahkan kontraksi otot rahim, dan lain-lain. Dampak tersebut dapat membahayakan ibu dan janin. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta penyuluhan tentang pemberian teknik relaksasi terhadap untuk menurunkan kecemasan. Metode yang digunakan dilakukan dengan penyuluhan secara online dengan memberikan video dan leafleat serta memperagakan tekhnik relaksasi berupa nafas dalam pada ibu hamil untuk mengurasi kecemasan. Terdapat peningkatan pemahaman serta kemampuan pada seluruh peserta sebanyak 11 orang ibu hamil yang sudah mulai dapat melakukan tekhnik relaksasi nafas dalam yang benar dan optimal. Kata kunci: tekhnik relaksasi nafas dalam, kecemasan, Ibu Hamil, Pandemi ABSTRACTThe Covid-19 pandemic is a condition that worries everyone, including the state of Indonesia. The case attacks all groups, one of which is pregnant women. This causes pregnant women to experience anxiety and even depression and can increase the number of deaths. Anxiety would have a negative impact for pregnant women since pregnancy and childbirth, as a so troubled that, stunted its growth weaken, muscular contraction of the uterus and others. These impacts can harm the mother, fetus and could be an impact of harm the mother and the fetus. The implementation of this event is aimed to give them knowledge and understanding to participants counseling regarding the provision of techniques of relaxation against to lower anxiety. The methodology that was used was done with counseling in an online manner to give video and leaflet and had played some superb football Technik relaxation in the form of his breath for pregnant women to reduce anxiety. There has been increasing understanding as well as the ability to the whole of participants with Technik relaxation with the start of can do his breath for the truth and optimal. Keywords: Deep breathing relaxation techniques, anxiety, pregnant women, Pandemi~19
Penyuluhan Stunting Pada Ibu Usia Subur Di Desa Meurandeh Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa Lina Lina; Elfida Elfida; Eva Sulistiany; Supriyanti Supriyanti; Alfian Helmi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5516

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalah di 72 negara yang ada di dunia, Indonesia merupakan negara ke-5 penyumbang stunting dunia dimana hampir 9 juta anak atau lebih dari sepertiga bawah lima tahun (balita) di Indonesia mengalami stunting dan Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan angka stunting yang sangat tinggi (Pergub Aceh, 2019). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018  diketahui bahwa Aceh menduduki peringkat ke-3 nasional untuk angka stunting balita, dibawah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat (Subar). Prevalensi stunting bayi berusia dibawah 5 tahun (balita) Indonesia tahun 2018 sebesar 30,8%, angka ini berada diatas ambang yang ditetapkan WHO sebesar 20%. Ibu merupakan salah seseorang yang akan menghasil generasi bangsa Indonesia yang sehat, dan harus dipersiapkan secara dini minimal tentang pengetahuan pencegahan terjadinya stunting pada anak mulai sejak didalam kandungan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu–ibu tentang stunting sampai pencegahan terjadinya stunting di Desa Meurandeh Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Peserta kegiatan ini yaitu ibu–ibu usia subur. Metode pengabdian masyarakat yaitu survey awal,  penjajakan,  penyuluhan dan evaluasi hasil penyuluhan. Hasil pretest penyuluhan menunjukan dari 60 orang peserta penyuluhan mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 41 orang (68,3%) peserta, dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 6 orang (10%) peserta. Hasil posttest penyuluhan menunjukan dari 60 orang peserta penyuluhan mayoritas berpengetahuan  baik sebanyak 57 orang (95,0%) peserta, dan berpengetahuan cukup sebanyak 3 orang (5%) peserta dan tidak ada lagi peserta yang memiliki pengetahuan kurang. Diharapkan kepada ibu-ibu untuk mengaplikasikan pengetahuannya tentang stunting dan memberikan informasi yang sudah didapatkannya kepada orang lain. Kata Kunci : Penyuluhan, Stunting, Ibu Usia Subur  ABSTRACT Stunting is a problem in 72 countries in the world, Indonesia is the 5th country that contributes to stunting in the world where nearly 9 million children or more than a third under five years (toddlers) in Indonesia are stunted and Aceh is one of the provinces in Indonesia with stunting rates. very high (Aceh Governor Regulation, 2019). The results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) show that Aceh is ranked 3rd nationally for stunting rates for children under five, under East Nusa Tenggara (NTT) and West Sulawesi (Subar). The stunting prevalence of infants under 5 years old (toddlers) in Indonesia in 2018 was 30.8%, this figure is above the threshold set by WHO of 20%. Mother is one of the people who will produce a healthy generation of Indonesians, and must be prepared early on at least about the knowledge of preventing stunting in children starting in the womb. The purpose of this community service is to increase the knowledge of mothers about stunting to the prevention of stunting in Meurandeh Village, Langsa Lama District, Langsa City. Participants in this activity are women of childbearing age. The community service method is the initial survey, assessment, counseling and evaluation of the results of the extension. The results of the extension pretest showed that of the 60 participants, the majority had poor knowledge of 41 (68.3%) participants, and the minority had good knowledge of 6 (10%) participants. The results of the counseling posttest showed that of the 60 participants, the majority had good knowledge as many as 57 people (95.0%) participants, and 3 people (5%) had sufficient knowledge and no more participants had less knowledge. It is hoped that mothers will apply their knowledge about stunting and share the information they have obtained with others. Keywords: Counseling, Stunting, Mothers of Childbearing Age

Page 45 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue