cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Cegah Stunting melalui Edukasi Pra NIkah Fitri Fujiana; Muhammad Asroruddin; Nurmainah Nurmainah; Agustina Arundina; Tri Wahyudi; Wiwik Windarti; Desriani Lestari; Tamara Septia Chairunisa; Nadya Eulalia; Virgilius Phasacola Tiko Kafaso
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8295

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah malnutrisi pada anak yang saat ini menjadi issue nasional. Diperlukan adanya intervensi untuk menekan prevalensi stunting agar dapat berkontribusi pada Indonesia Emas tahun 2045 mendatang. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam menekan kejadian stunting yang kian meningkat, salah satunya dengan pelaksanaan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitive.  Tujuan kegiatan adalah melakukan intervensi spesifik dan sensitif pencegahan stunting melalui mahasiswi tingkat akhir. Kegiatan yang dilakukan adalah: skrining status gizi mahasiswi tingkat akhir melalui pemeriksaan kadar hemoglobin, pemberian tablet tambah darah serta pemberian edukasi nutrisi, edukasi kesehatan reproduksi dan pola pengasuhan anak sebagai persiapan pranikah pada mahasiswi tingkat akhir Universitas Tanjungpura. Manfaat dari kegiatan adalah meningkatkan pemahanan mahasiswi tingkat akhir terkait faktor resiko untuk melahirkan generasi stunting sehingga mahasiswi sebagai calon Ibu, bisa mempersiapkan dan mengeliminasi faktor resiko tersebut agar tidak melahirkan anak stunting. Hasil skrining didapatkan sebanyak 19 orang peserta (38%) memiliki kadar Hb dibawah 12 mg/dl dengan kadar ter rendah yaitu 7,1 mg/dl. Hasil evaluasi post test menunjukkan peningkatan nilai rata rata dengan selisih 1,16 yang berarti terdapat pengaruh antara edukasi yang diberikan dengan pengetahuan peserta. Adanya peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal yang cukup bagi calon ibu untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan sebagai langkah awal untuk mencegahh kelahiran stunting dari ibu yang anemia. Kata Kunci: Mahasiswi, Haemoglobin, Anemia, Stunting  ABSTRACT Stunting is a problem of malnutrition in children which is currently a national issue. Interventions are needed to reduce the prevalence of stunting in order to contribute to the Golden Indonesia in 2045. Various efforts have been made by the government in suppressing the increasing incidence of stunting, one of which is the implementation of specific nutrition interventions and sensitive nutrition interventions. The purpose of the activity is to carry out specific and sensitive interventions to prevent stunting through final year students The activities that will be carried out are: screening the nutritional status of final year female students through examination of hemoglobin levels, giving blood supplements and providing nutrition education, education on reproductive health and parenting patterns as premarital preparation for final year students at Tanjungpura University. The benefit of the activity is to increase the understanding of final year female students related to risk factors for giving birth to a stunting generation so that female students as prospective mothers can prepare and eliminate these risk factors so as not to give birth to stunting children. The results of the screening showed that 19 participants (38%) had Hb levels below 12 mg/dl with the lowest level of 7.1 mg/dl. The results of the post test evaluation showed an increase in the average score with a difference of 1.16, which means that there is an influence between the education provided and the knowledge of the participants. The increase in knowledge is expected to be sufficient provision for prospective mothers to continue to the marriage level as the first step to prevent stunting births from anemic mothers. Keywords: Female Student, Hemoglobin, Anemia, Stunting
Pemberdayaan Konselor Sebaya dalam Pencegahan Kejadian Pernikahan Dini dengan Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Kurniadi Kurniadi; Muhamad Hasbi; Ana Triana Wulandari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8335

Abstract

ABSTRAK Fenomena pernikahan di usia muda banyak terjadi di Indonesia terlebih kasus hamil pra nikah, penyebabnya tentu karena faktor ekonomi maupun pergaulan bebas. Masalah di wilayah mitra di Desa Rabakodo Kecamatan Woha adalah tingginya angka kejadian pernikahan dini sebanyak 48 dari 119 remaja dan siswa putus sekolah karena menikah di usia dini. Tujuan pengabdian kepada masayarakat ini adalah untuk memberdayakan konselor sebaya dalam meningkatan pemahaman remaja mengenai pendewasaan usia perkawinan untuk mencegah kejadian pernikahan dini di Desa Rabakodo Kecamatan Woha.Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan penyuluhan kesehatan terhadap remaja dan pelatihan kepada konselor sebaya mengenai pendewasaan usia perkawinan dan kesehatan reproduksi Hasil pengabdian masyarakat didapatkan sebanyak 100% konselor sebaya memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang baik dalam melakukan konseling terhadap teman sebaya. Hasil pre test sebanyak 20% konselor sebaya memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam melakukan konseling terhadap teman sebaya dan hasil post test sebanyak 100% konselor sebaya memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang baik dalam melakukan konseling terhadap teman sebaya. Hasil pre-test sebanyak 24% remaja memahami pendewasaan usia perkawinan dan kesehatan reproduksi, post-test sebanyak 100% remaja memahami pendewasaan usia perkawinan dan kesehatan reproduksi. Seluruh konselor sebaya yang menjadi sasaran telah memahami dan dapat mendemonstrasikan keterampilan pencegahan pernikahan usia dini dengan pendewasaan usia perkawinan dan kesehatan reproduksi remaja, dan remaja yang diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan semakin baik. Hasil pengabdian ini penting untuk membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan pembangunan kesehatan nasional. Kata Kunci: Pemberdayaan Konselor Sebaya, Pernikahan Dini, Pendewasaan Usia Perkawinan     ABSTRACT The phenomenon of marriage at a young age often occurs in Indonesia, especially in cases of pre-marital pregnancy, the cause is of course due to economic factors and promiscuity. The problem in partner areas in Rabakodo Village, Woha District is the high incidence of early marriage as many as 48 out of 119 teenagers and students drop out of school because they marry at an early age. The purpose of this community service is to empower peer counselors in increasing adolescents' understanding of maturation of the age of marriage to prevent the occurrence of early marriage in Rabakodo Village, Woha District. The method used in this community service is health counseling for adolescents and training to peer counselors regarding maturation of the age of marriage and reproduction health. The results of community service were obtained that 100% of peer counselors had good knowledge, attitudes and skills in counseling their peers. Pre test results as much as 20% of peer counselors have knowledge, attitudes and skills in counseling their peers and post test results as many as 100% of peer counselors have good knowledge, attitudes and skills in counseling peers. The results of the pre-test as much as 24% of adolescents understand maturation of marriage age and reproductive health, post-test as many as 100% of adolescents understand maturation of marriage age and reproductive health. All targeted peer counselors understand and can demonstrate skills in preventing early marriage by maturing the age of marriage and adolescent reproductive health, and adolescents who are given counseling have a better level of knowledge. The results of this service are important to assist the government's efforts in improving national health development. Keywords: Peer Counselor Empowerment, Early-age marriage, Maturation Age of Marriage 
Memberdayakan Kader dengan Sosialisasi dan Pendampingan Kader Posyandu untuk Identifikasi Faktor Resiko pada Ibu Hamil Melinda Rosita Wariyaka; Ni Luh Made Diah Putri Anggaraeningsih; Loriana Lorinda Manalor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8234

Abstract

ABSTRAK Semua ibu hamil memerlukan kewaspadaan dan perawatan kebidanan yang berkualitas tetapi ibu hamil berisiko tinggi memerlukan perawatan dan rujukan khusus, Data pada bulan otktober tahun 2020 terjadi 2 kematian ibu karena  perdarahan post partum dan infeksi masa nifas yang harusnya dapat dicegah. Para kader patner bidan belum pernah terpapar dengan materi atau cara untuk menentukan apakah seorang ibu hamil memiliki resiko dalam kehamilannya atau tidak. Memberdayakan kader dalam penggunaan KSPR dengan metode sosialisasi pendampingan dan evaluasi. Evaluasi kegiatan pemberdayaan membuat peningkatan pengetahuan kader mengenal faktor risiko pada ibu hamil, kemampuan menggunakan KSPR dan mengologkan ibu hamil dalam kelompok faktor risiko. Metode sosialisasi, pendampingan dibuktikan bermanfaat meningkatkan pengetahuan , evaluasi untuk mengukur kemampuan kader, ketiga kombinasi tahapan ini dapat dipakai setelah kegiatan ini. Kata Kunci: Risiko Kehamilan, Deteksi Dini, Pemberdayaan   ABSTRACT All pregnant women require vigilance and quality midwifery care but high-risk pregnant women require special care and referrals, Kupang District until the period of October 2020 2 maternal deaths caused by postpartum hemorrhage and puerperal infection which should be able to cause infection. The cadres of partner midwives have never been exposed to materials or methods to determine whether a pregnant woman has a risk in her pregnancy or not.Objective Empowering cadres in the use of KSPR with the method of socialization, mentoring and evaluation. The evaluation of empowerment activities increased the knowledge of cadres to recognize risk factors in pregnant women, the ability to use KSPR and register pregnant women in the risk factor group. Methods of socialization, mentoring that can help increase knowledge, evaluation to measure the ability of cadres, these three combinations can be used after this activity. Keywords: Pregnancy Risk, Early Detection, Cadres Empowerment
Pelatihan Pijat Endorphin dengan Aromatherapy Citrus Aurantium dalam Meredakan Nyeri Persalinan pada Ibu Hamil Trimester Iii di Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung Kota Medan Zuraidah Zuraidah; Sukaisi Sukaisi; Satyawaty Sulubara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8298

Abstract

ABSTRAK Nyeri persalinan merupakan pengalaman yang menyakitkan bagi beberapa Wanita yang disebabkan fisiologi dan psikologis.  Ketakutan akan nyeri persalinan adalah salah satu alasan paling penting yang membuat wanita melakukan operasi caesar. Nyeri yang berlebihan   pada   ibu   bersalin dapat menyebabkan keinginan untuk segera mengakhiri masa persalinan. Persalinan merupakan fenomena alami namun rasa sakit yang menyertai persalinan sering dianggap parah bahkan ekstrim. Terapi komplementer yang non farmakologi untuk meredakan nyeri selama persalinan adalah pijatan. Pijat endorphine pada persalinan mengurangi nyeri dan kecemasan. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil TM III tentang teknik mengurangi kecemasan dan nyeri dalam persalinan, Mengurangi kecemasan dan nyeri pada saat hamil dan persalinan, Suami   bersedia   melakukan   pijat   endorphine   dengan   aromatherapy citrus aurantium pada istrinya. Kegiatan Pengabdian masyarakat berupa penilaian pengetahuan   dan   kecemasan   ibu   hamil sebelum   dan   sesudah   diberikan penyuluhan teknik mengurangi kecemasan dan nyeri dalam persalinan serta tehnik relaksasi dan dilakukan pelatihan pijat endorphine dengan aroma therapy citrus aurantium. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan pengetahuan sebanyak 6 (20%) responden memiliki pengetahuan cukup, dan sebanyak 24 (80%) responden memiliki pengetahuan baik. Setelah diberikan pijat endorphine selama 5 kali diperoleh hasil sebanyak 9 (30%) responden memiliki kecemasan ringan dan sebanyak 21 (70%) responden tidak memiliki kecemasan. Pelatihan bermanfaat meningkatkan pengetahuan ibu dan pijat endorphine menggunakan aroma theraphy citrus aurantium dapat menurunkan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Kata Kunci: Pijat Endorphin, Kecemasan, Ibu Hamil, Citrus aurantium  ABSTRACT Labor pain is a painful experience for some women due to physiology and psychology. Fear of labor pains is one of the most important reasons that make women perform caesarean sections. Excessive pain in childbirth can cause the desire to immediately end the labor period. Labor is a natural phenomenon but the pain that accompanies labor is often considered severe or even extreme. Non-pharmacological complementary therapy to relieve pain during labor is massage. Endorphin massage in labor reduces pain and anxiety. The purpose of this community service is to increase the knowledge of TM III pregnant women about techniques to reduce anxiety and pain in labor, reduce anxiety and pain during pregnancy and childbirth, husbands are willing to do endorphin massage with citrus aurantium aromatherapy on their wives. Community service activities in the form of assessing knowledge and anxiety of pregnant women before and after being given counseling on techniques to reduce anxiety and pain in childbirth as well as relaxation techniques and endorphin massage training with citrus aurantium aroma therapy. The results of community service obtained that there was an increase in knowledge of pregnant women after being given knowledge as many as 6 (20%) respondents had sufficient knowledge, and as many as 24 (80%) respondents had good knowledge. After being given endorphin massage for 5 times, 9 (30%) respondents had mild anxiety and 21 (70%) respondents had no anxiety. Training is useful in increasing mother's knowledge and endorphin massage using citrus aurantium aromatherapy can reduce anxiety for pregnant women in facing the labor process. Keywords: Endorphin Massage, Anxiety, Pregnant Women, Citrus aurantium 
Teknik Relaksasi Nafas dalam dan Kompres Hangat untuk Penurunan Intensitas Nyeri pada Penderita Gastritis di Desa Bumi Sari Kecamatan Natar Lampung Selatan Lisa Yuliana Sari; Andoko Andoko; Aryanti Wardiyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8115

Abstract

ABSTRACT Indonesia in 2019 is gastritis with the fifth position in inpatients, namely dyspepsia, a disease of heartburn consisting of gastritis and other diseases with the number of cases in men 9,954 while in women 15,122. Conducting journal analysis, application of journal interventions, discussion of results comprehensive nursing care with deep breath relaxation techniques and warm compresses against reducing pain intensity in gastritis sufferers in Bumisari Village, South Natar Lampung District in 2022. Student oral case analysis (SOCA) design uses case study design in the form of application by approaching according to descriptive methods, this method is to collect data first, analyze data and then draw data conclusions. The units that are the case are further analyzed and given a therapeutic action. In this nursing care there was 1 patient, namely Mr. K who did not experience a decrease in gastritis pain caused because Mr. K still did not pay attention to the diet pattern consumed daily and was reluctant to do warm compresses because he thought this pain could disappear with his taste. The nursing care performed on Ms. N, Ms.W and Mr. K is to provide therapy using deep breath relaxation techniques and warm compresses to reduce the intensity of the pain felt so that the patient is able to reduce and control the pain felt by the patient. Keywords: Pain, Gastritis, Warm Compresses, Deep Breath Relaxation Techniques, Comprehensive Nursing Care   ABSTRAK Indonesia tahun 2019 adalah gastritis dengan posisi ke lima pada pasien rawat inap yaitu dyspepsia, penyakit sakit ulu hati yang terdiri dari penyakit gastritis dan penyakit lainnya dengan jumlah kasus pada laki-laki 9.954 sedangkan pada perempuan 15.122. Melakukan analisa jurnal, penerapan intervensi jurnal, pembahasan hasil asuhan keperawatan asuhan keperawatan komprehensif dengan teknik relaksasi nafas dalam dan kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita gastritis di Desa Bumisari Kecamatan Natar Lampung Selatan Tahun 2022. Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Dalam asuhan keperawatan ini ada 1 pasien yaitu Tn. K yang tidak mengalami penurunan nyeri gastritis di sebabkan karena Tn. K masih saja tidak memperhatikan pola makanan yang di konsumsi sehari-hari dan enggan melakukan kompres hangat karena di anggapnya nyeri ini bisa hilang dengan sendriinya. Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Nn. N, Nn.W dan Tn. K yaitu memberikan terapi menggunakan teknik relaksasi nafas dalam dan kompres hangat untuk menurunkan intensitas nyeri yang dirasakan sehingga pasien mampu menurunkan dan mengontrol nyeri yang dirasakan oleh pasien. Kata Kunci: Nyeri, Gastritis, Kompres Hangat, Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Asuhan Keperawatan Komprehensif
Senam Sehat Mampu Kendalikan Tekanan Darah pada Lansia di Rw 11 Kelurahan Sukamentri Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Ema Arum R.; Iwan Sholahuddin; Dadang Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8347

Abstract

ABSTRAK Dampak dari penurunan fungsi tubuh yang sering dirasakan oleh kalangan lansia yaitu pada sistem musculoskeletal, hal tersebut terjadi karena berkurangnya masa dan fungsi otot, kehilangan massa tulang sehingga lansia mudah merasa lelah, nyeri pada kaki dan pergerakan menjadi terbatas hal tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari lansia. Kurangnya aktivitas fisik  dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus dan asam urat. Salah satu olahraga yang dapat dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi adalah senam lansia. Senam lansia merupakan olahraga yang ringan dan mudah dilakukan oleh lansia. Senam lansia juga berpengaruh pada tekanan darah lansia terutama pada orang yang memiliki hipertensi. Hal ini terjadi karena senam dapat meningkatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah sehingga tekanan darah menjadi stabil dan menurun. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan  tentang Senam sehat mampu Kendalikan tekanan darah di RW 11 Kelurahan Sukamentri Garut. Metode yang digunaan pada kegiatan ini ialah ceramah dan diskusi serta tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan pendidikan kesehatan melalui pendidikan  kesehatan, para peserta dapat mengetahui dan memahami tentang senam sehat  yang mampu kendalikan tekanan darah serta  bersedia untuk aktif dikegiatan Posbindu dalam kegiatan senam sehat.Kesimpulan Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai senam sehat mampu kendalikan tekanan darah sebesar 23,4 poin. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Senam Sehat                                                ABSTRACT The impact of decreased body function that is often felt by the elderly is on the musculoskeletal system, this occurs due to reduced muscle mass and function, loss of bone mass so that the elderly feel tired easily, leg pain and limited movement, this greatly affects activities elderly everyday. Lack of physical activity can increase the risk of degenerative diseases such as hypertension, diabetes mellitus and gout. One sport that can be done by the elderly who suffer from hypertension is elderly gymnastics. Elderly gymnastics is a light exercise and easy for the elderly to do. Elderly gymnastics also has an effect on elderly blood pressure, especially in people who have hypertension. This happens because exercise can increase the work of the heart and improve blood circulation so that blood pressure becomes stable and decreases. Purpose: The purpose of this activity is to provide health education about healthy gymnastics to be able to control blood pressure in RW 11 Sukamentri Garut Village. Research Methods: The methods used in this activity are lectures and discussions as well as questions and answers. The results achieved after carrying out health education through health education, the participants can know and understand about healthy exercise that is able to control blood pressure and are willing to be active in Posbindu activities in healthy gymnastic activities. Conclusion There has been an increase in knowledge about healthy exercise being able to control blood pressure by 23.4 points. Keywords: Hypertension, Elderly, Healthy Gymnastics
Pendidikan Kesehatan Hipertensi pada Lansia Emira Apriyeni; Dwi Christina Rahayuniingrum; Helena Patricia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8239

Abstract

ABSTRAK  Prevalensi hipertensi pada lansia di Asia diperkirakan sudah mencapai 8-18% dan di Indonesia sebesar 115 juta penduduk (31,7%). Data Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin didapatkan jumlah lansia sebanyak 107 orang dan lebih dari 50% menderita hipertensi. Tingginya kasus disebabkan kurangnya pengetahuan dan sikap lansia dalam pencegahan hipertensi. Hipertensi yang tidak terkendali akan dapat menimbulnya komplikasi penyakit lain dan kematian. Salah satu penanganan dengan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan pada lansia tentang hipertensiagar meningkatkan derajat kesehatan lansia. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan media audio visual dan leaflet. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan pendidikan kesehatan berjalan dan lancar, peserta aktif memberi dan menjawab pertanyaan dan mengikuti kegiatan sampai akhir serta pengetahuan lansia meningkat terkait hipertensi sebesar 8,25. Kegiatan ini sebagai antisipasi terjadinya komplikasi hipertensi lebih lanjut pada lansia. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan dan Pengetahuan  ABSTRACT  Prevalence of elderly’s hypertension in Asia is estimated to have reached 8-18% and in Indonesia by 115 million people (31.7%). Data from the Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Social Institution, it was found 107 elderly and more than 50% suffered from hypertension. The high cases was due to a lack of knowledge and attitudes of the elderly in preventing hypertension. Hypertension was not controlled will lead to complications of other diseases and death. One of treatment was by increasing the knowledge of the elderly about hypertension. The purpose of this activity was to provide health education to the elderly about hypertension in order to improve the health status of the elderly. The counseling methods was used with audio-visual media and leaflets. The results obtained were health education activities running well and smoothly, participants actively gave and answered questions and followed activities until the end and increased knowledge aound 8.25. This activity to anticipated hypertension complication for eldery.  Keywords: Health Education, Hypertension, Knowledge
Peranan Keluarga dan Masyarakat pada Odgj (Orang dengan Gangguan Jiwa) Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Indra Maulana; Sukma Senjaya; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8313

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa yaitu keadaan sejahtera, dimana individu yang memiliki kemampuan untuk menyadari potensi yang dimiliki dalam dirinya, dapat mengatasi tekanan kehidupan yang terjadi kepada individu, dapat bekerja secara produktif serta dapat berkontribusi dalam komunitasnya. Permasalahan – permasalahan kesehatan jiwa  yang sering terjadi salah satunya adalah kemampuan keluarga dalam kelolaan orang dengan gangguan jiwa(ODGJ), stigma yang ada ditengah masyarakat, seperti penggunaan istilah lokal terhadap ODGJ ternyata mempengaruhi ketidaknyamannya. Sikap penolakan masyarakat terhadap ODGJ juga berdampak pada penurunan harga diri dan mengoyak martabatnya. Tujuan penyuluhan  kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang  pentingnya peranan keluarga dan masyarakat  pada  ODGJ. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan  dengan tatap muka. Hasil  kegiatan ini adalah  adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan yaitu sebesar 46,7 point. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang peranan keluarga dalam perawatan ODGJ. Sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan kemampuan masyarakat dalam melakukan perawatan ODGJ. Kegiatan ini dapat dijadikan program tetap yang dilaksanakan secara periodik sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam melakukan perawatan ODGJ di rumah.   Kata Kunci: Keluarga, Masyarakat,Orang dengan Gangguan Jiwa,Peranan  ABSTRACT Mental health is a state of well-being, where individuals have the ability to realize their potential, can cope with the pressures of life that occur to individuals, can work productively and can contribute to their community. One of the mental health problems that often occurs is the ability of families to manage people with mental disorders (ODGJ). The stigma that exists in society, such as the use of local terms for ODGJ, actually affects their discomfort. The attitude of society's rejection of ODGJ also has an impact on reducing self-esteem and destroying their dignity. The purpose of this health education is to increase family knowledge about the importance of the role of the family and community in ODGJ. The method used in this activity is face-to-face counseling. The result of this activity is an increase in the average value of knowledge that is equal to 46.7 points. The conclusion is that there is an increase in family and community knowledge about the role of the family in the care of ODGJ. So it is hoped that there will be an increase in the ability of the community to treat ODGJ. This activity can be used as a permanent program that is carried out periodically as an effort to increase the independence of families and communities in carrying out ODGJ care at home. Keywords: Family, Society, People with Mental Disorders, Role
Efektivitas Teknik Bobath terhadap Masalah Keseimbangan pada Pasien Lansia Pasca Stroke Non Hemoragik di Lempasing Pesawaran Cindy Desmonika; Rika Yulendasari; Eka Yudha Chrisanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8125

Abstract

ABSTRACT Stroke each year, about 12 out of 100,000 people in the United States have a stroke, so the disease is listed as the number three death after heart disease and cancer. Conducting studies, diagnoses, interventions, implementation and evaluation of comprehensive nursing care using the bobath technique against balance problems in non-hemorrhagic post-stroke patients in Lempasing Pesawaran in 2022. Student oral case analysis (SOCA) design uses case study design in the form of application by approaching according to descriptive methods, this method is to collect data first, analyze data and then draw data conclusions. The units that are the case are further analyzed and given a therapeutic action. Based on the results of the widespread evalusion carried out, there is a disturbance of balance in the sebbakan due to nerve disconnection in the brain and even though it has been done laiha bobath diving for 1 week the balance disorder cannot be immediately overcome because storke must be treated properly and correctly. The result that there are insignificant changes, this is due to the fact that the problem of stroke cannot or cannot be completely cured if from the patient himself does not pay attention to the pattern of food, rest and activity at regular intervals. Keywords: Non Hemorrhagic Stroke, Bobath Therapy, Balance, Comprehensive Nursing Care  ABSTRAK Stroke setiap tahunnya, sekitar 12 dari 100.000 orang di Amerika serikat mengalami stroke, sehingga penyakit ini tercatat sebagai pebunuh nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker. Melakukan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi  asuhan keperawatan komprehensif dengan menggunakan teknik bobath terhadap masalah keseimbangan pada pasien pasca stroke non hemoragik di Lempasing Pesawaran Tahun 2022. Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Berdasarkan hasil evaluas yang dilakukan adanya maslah gangguan keseimbangan di sebbakan karena terputusnya syaraf pada otak dan meskipun sudah dilakukan laiha bobath selam 1 minggu gangguan keseimbangan tidak bisa langsung diatasi karena storke harus di obati dengan baik dan benar. Hasil bahwa adanya perubahan yang tidak signifikan, ini disebabkan karena masalah stroke tidak bisa atau belum bisa di sembuhkan secara total jika dari pasiennya sendiri tidak memperhatikan pola makanan, istirahat dan aktivitas secara berkala. Kata Kunci: Stroke Non Hemoragik, Terapi Bobath, Keseimbangan, Asuhan Keperawatan Komprehensif
Peningkatan Pengetahuan Keluarga tentang Metoda Kontrasepsi Jangka Panjang dalam Rangka Meningkatkan Minat MKJP Iin Ira Kartika; Ade Krisna Ginting; Mutianingsih Mutianingsing; Septiwiyarsi Septiwiryasi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8280

Abstract

ABSTRAK Masih rendahnya pengguna MKJP menjadi satu permasalahan di Indonesia. Berdasarkan data SDKI tahun 2017, dari akseptor KB secara keseluruhan berjumlah 57%, yang menggunakan MKJP hanya 14%, terdiri dari memakai KB susuk sebanyak 5%, pengguna  IUD sebanyak 5% ,dan peserta yang melakukan MOW 4%. Berdasarkan hasil survei  SKAP 2019, Mix Metoda Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) hanya 24,6%.  Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan  tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kepada para orangtua mahasiswa di STIKES Bhakti Husada Cikarang. Pengabdian kepada masyarakat menggunakan metoda penyuluhan melalui kegiatan webinar dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi dengan orangtua mahasiswa. Narasumber dalam webinar ini adalah para dosen, para mahasiswa sebagai panitia penyelenggara. Terdapat peningkatan pengetahuan orangtua mahasiswa STIKES Bhakti Husada Cikarang  yang ikut sebagai peserta pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan  respon positif, terlihat dari hasil pre test  orangtua memiliki pengetahuan dengan kategori kurang tentang MKJP sebanyak 45.5% dan pada saat post test orangtua memiliki pengetahuan dengan kategori baik tentang MKJP sebanyak 54.5%. Melalui penyuluhan dengan metoda webinar terdapat peningkatan pengetahuan orangtua mahasiswa STIKES di Bhakti Husada Cikarang tentang pengetahuan penggunaan MKJP. Kegiatan penyuluhan dengan metoda webinar cukup efektif, sehingga direkomendasikan kegiatan penyuluhan melalui webinar untuk meningkatkan pengetahuan mengenai materi yang lain dalam rangka meningkatkan pengetahuan orang tua mahsaiswa STIKES Bhakti Husada. Kata Kunci: Metode Kotrasepsi Jangka Panjang, Pengetahuan  ABSTRACT The low number of MKJP users is a problem in Indonesia. Based on the 2017 IDHS data, out of 57 percent of modern family planning acceptors, only 5% used implants, 5% IUDs, and 4% MOW, so that when added up only 14% of women used MKJP. Based on the results of the 2019 SKAP survey, the Mix of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP) is only 24.6%. This is to increase knowledge about the Long Term Contraception Method (MKJP) to parents of students at the Nursing Academy and the Bhakti Husada Cikarang Midwifery Academy. This community service is in the form of webinar activities with lecture methods, questions and answers, and discussions with parents of students. The resource persons in this webinar are lecturers, students as the organizing committee. There was an increase in the knowledge of parents of STIKES Bhakti Husada Cikarang students who participated in community service activities with a positive response, it was seen from the results of the pre-test that parents had less knowledge about MKJP as much as 45.5% and at the time of post-test parents had knowledge with categories good about MKJP as much as 54.5%. Through counseling using the webinar method, there was an increase in the knowledge of parents of STIKES students at Bhakti Husada Cikarang about knowledge of using MKJP. Extension activities using the webinar method are quite effective, so it is recommended that extension activities through webinars increase knowledge about other materials in order to increase the knowledge of parents of STIKES Bhakti Husada students Keywords: Knowledge, Long Term Contraception Method

Page 87 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue