cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023" : 18 Documents clear
Pengaruh Pemberian Asam Humat, Asam Fulvat, dan Pupuk Hayati pada Media Tanam terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah, Hasil, dan Kualitas Buah Stroberi (Fragaria ananassa) Setiawati, Mieke Rochimi; Rachelita, Nadia; Fitriatin, Betty Natalie; Nurbaity, Anne; Yuniarti, Anni; Suryatmana, Pujawati; Hindersah, Reginawanti
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.46734

Abstract

Aplikasi senyawa organik yang mengandung asam humat dan pupuk hayati dilaporkan mampu meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi media tanam, meningkatkan hasil tanaman, serta mengurangi dosis pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi senyawa organik yang mengandung asam humat, asam fulvat, dan pupuk hayati terhadap N-total dan P-total pada media tanam, serta hasil buah pada tanaman stroberi. Percobaan dilaksanakan di rumah kasa kebun stroberi di Cisarua, Kecamatan Lembang, Provinsi Jawa Barat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan. Perlakuan percobaan terdiri dari senyawa organik yang mengandung 2% asam humat dengan dosis 0,9 kg/ha, senyawa organik yang mengandung 1% asam fulvat 1 l/ha, pupuk hayati Bion Up 3 l/ha, berbagai kombinasi asam humat, asam fulvat dan pupuk hayati, pada masing-masing perlakuan ditambahkan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 125 kg/ha, serta perlakuan kontrol berupa pupuk NPK 125 kg/ha. Hasil percobaan menunjukkan kombinasi asam humat, asam fulvat, pupuk hayati, dan pupuk NPK memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan N-total (1,27%) dan P-total (5,88%) media tanam, serta bobot buah stroberi per tanaman (34,97 g) dibandingkan perlakuan lainnya.
Ekstrak Air Biji Adas (Foeniculum vulgare Mill.) Efektif Menekan Jamur Colletotrichum sp., Penyebab Penyakit Antraknosa Cabai dalam Uji In-Vitro Suganda, Tarkus; Rizqullah, Ahmad Fauzan; Widiantini, Fitri
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.48575

Abstract

Antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp., merupakan penyakit yang sangat merugikan pada tanaman cabai.  Mengingat pentingnya nilai ekonomi tanaman cabai, maka untuk mengendalikan penyakit antraknosa, fungisida sintetik digunakan secara intensif sehingga dapat menyebabkan berbagai dampak yang merugikan. Untuk mengurangi dampak negatif dari aplikasi fungisida sintetik, pestisida nabati menjadi salah satu pilihan. Tanaman adas (Foeniculum vulgare) yang dilaporkan memiliki efek antifungal telah diuji coba secara in-vitro terhadap pertumbuhan koloni, produksi, dan perkecambahan konidia jamur Coletotrichum sp. isolat cabai di Laboratorium Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan Februari - April 2023. Empat konsentrasi ekstrak air biji adas (w/v), yaitu 2,5%, 5,0%, 7,5% dan 10% dengan kontrol tanpa ekstrak dan pembanding fungisida propineb 0,14% telah diuji coba dalam suatu percobaan experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat ulangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak air biji adas dapat menghambat pertumbuhan koloni, produksi konidia, dan perkecambahan konidia jamur Colletotrichum sp. Ekstrak air biji adas konsentrasi 10% memiliki daya hambat paling tinggi terhadap pertumbuhan koloni dengan daya hambat 63,3% (kuat), produksi konidia dengan daya hambat 76,5% (sangat kuat) dan perkecambahan konidia dengan daya hambat 58,5% (kuat) berdasarkan kriteria Antifungal Activity (AFA).
Fungsi Hubungan Sifat Kimia Tanah dan Penggunaan Pestisida dengan Kandungan Kadmium Pada Lahan Sawah Mulyani, Oviyanti; Machfud, Yuliati; solihin, Muhammad Amir
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.46370

Abstract

Polusi logam berat pada tanah pertanian merupakan salah satu tantangan berat dalam budi daya pertanian berkelanjutan. Akan tetapi, seringkali penggunaannya tidak dapat dihindarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) fungsi hubungan yang memberikan pendekatan terbaik terhadap sifat kimia tanah dan pemberian pestisida terhadap kandungan Cd di tanah; dan (2) mekanisme hubungan seperti apakah yang terjadi antara sifat kimia tanah dan penggunaan pestisida terhadap kandungan logam berat Cd di tanah.  Metode penelitian mengacu kepada metode kualitatif dan kuantitatif seperti C organik, pH, Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan kandungan Cd di tanah sawah Desa Batu Karut Ciparay yang diujikan pada 6 model yang berbeda baik linier maupun non linier. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji T dan uji F untuk melihat pengaruh penggunaan pestisida dan sifat kimia tanah terhadap Cd di tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model campuran adalah yang paling baik untuk menggambarkan hubungan antara penggunaan pestisida dan beberapa sifat tanahnya, dilihat dari faktor signifikansinya terhadap semua faktor dibandingkan model yang lainnya, Berdasarkan model campuran tersebut, seluruh variabel pestisida dan variabel pH, KTK dan Cd tanah memiliki hubungan positif dengan signifikansi yang tinggi dari setiap variabel peubah bebasnya terhadap kandungan Cd di dalam tanah. Pada kajian ini juga memperlihatkan kandungan Cd dipengaruhi oleh variasi penggunaan pestisida pada sistem budi daya dan variabel  pH dan KTK di dalam  tanah.
Formulasi Insektisida Nabati Kombinasi Daun Brugmansia suaveolens Bercht. & J. Presl dan Daun Swietenia macrophylla King untuk Mengendalikan Hama Hypothenemus hampei Ferr. Ainiyah, Roisatul; Nugroho, Endik Deni; Fathurrohman, Amang; Ahwan, Zainul; Dayat, Muhammad; Wibisono, Mulyono; Aji, Fafit Rahmat; Kasiman, Kasiman; Anam, Khoirul
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.43158

Abstract

Hama utama yang menyerang tanaman kopi adalah Hypothenemus hampei Ferr. Keberadaan hama ini menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya produksi kopi. Pengendalian yang umum dilakukan adalah menggunakan insektisida sintetik yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Semnetara itu, tanaman kecubung gunung (Brugmansia Suaveolens) dan mahoni (Swietenia macrophylla) mengandung metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai bahan insektisida nabati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia dan efektivitas insektisida nabati kombinasi daun B. suaveolens dan daun S. macrophylla dalam mengendalikan H. hampei. Penelitian dilakukan selama November 2021 sampai Januari 2022 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan dan Laboratorium Biologi ITSNU Pasuruan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima formulasi perbandingan daun B. suaveolens dan S. macrophylla, yaitu F1 (500 g : 0 g), F2 (350 g : 150 g), F3 (250 g : 250 g), F4 (150 g : 350 g), dan F5 (0 g : 500 g) serta pelakuan kontrol negatif (air) dan kontrol positif (insektisida berbahan aktif karbaril 85%), masing-masing diulang tiga kali. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder sedangkan uji efektivitas dilakukan untuk mengetahui tiga parameter uji yaitu intensitas serangan, lethal time (LT50), dan mortalitas. Data dianalisis menggunakan Anova dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima formulasi insektisida nabati mengandung senyawa fenol, tanin, saponin, alkaloid, flavonoid, triterpenoid, dan steroid (kecuali F1 tidak mengandung saponin). Hasil uji efektivitas menunjukkan formulasi F2 dapat mengendalikan H. hampei dengan intensitas serangan sebesar 4,7 lubang gerekan mendekati kontrol positif (4,3 lubang gerekan), lethal time LT50 14,6 jam, dan mortalitas sebesar 53,3%.
Aplikasi Jamur Entomopatogen Lecanicillium lecanii pada Berbagai Kerapatan Konidia dan Frekuensi Aplikasi terhadap Hama Kutukebul (Bemisia tabaci) pada Tanaman Tomat Sudarjat, Sudarjat; Hersanti, Hersanti; Nurazizah, Rahmalia
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.47658

Abstract

Kutukebul (Bemisia tabaci) merupakan hama penting pada tanaman tomat. Pengendalian B. tabaci umumnya dilakukan secara kimia menggunakan insektisida sintetik. Sementara itu, pemanfaatan agensia hayati seperti jamur entomopatogen direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Jamur entomopatogen Lecanicillium lecanii dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan B. tabaci. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan kerapatan konidia dan frekuensi aplikasi L. lecanii yang paling tepat dalam menekan populasi kutukebul pada tanaman tomat. Percobaan ini dilakukan di rumah kaca Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Agustus hingga Oktober 2022. Percobaan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas sepuluh perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan terdiri atas jamur entomopatogen L. lecanii dengan kerapatan 107 konida/ml, 108 konidia/ml, dan 109 konidia/ml dengan frekuensi aplikasi 1 minggu, 2 minggu, dan 3 minggu sekali, serta perlakuan kontrol yang diaplikasikan pada stadia nimfa B. tabaci. Hasil penelitian didapatkan jamur entomopatogen L. lecanii dengan kerapatan 107 konidia/ml dengan frekuensi waktu aplikasi 3 minggu sekali efektif dan dianggap efisien mengendalikan populasi nimfa B. tabaci serta memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat serta hasil panen buah tomat.
Efikasi Ekstrak Air dan Pupuk Organik Cair Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Patogen Alternaria solani secara In Vitro dan In Vivo Erawati, Alfira Dewi; Yulia, Endah; Dono, Danar
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.48596

Abstract

Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Alternaria solani merupakan penyakit penting pada tomat. Alternaria solani mampu menginfeksi tanaman tomat pada setiap fase pertumbuhan tanaman sejak dari benih, bibit hingga fase generative pada hampir setiap musim tanam. Pengendalian penyakit bercak daun umum dilakukan dengan menggunakan pestisida sintetik namun aplikasi yang tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Pemanfaatan pestisida nabati dapat menjadi alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan. Tanaman kelor merupakan tanaman yang berpotensi dalam menekan pertumbuhan jamur patogen karena mengandung senyawa antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak air dan pupuk organik cair (POC) daun kelor dalam menghambat pertumbuhan A. solani serta meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi dan rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor dari bulan Januari-April 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Pengujian pengaruh ekstrak air daun kelor terhadap A. solani dilakukan menggunakan metode makanan beracun dan pengujian pengaruh ekstrak dan POC daun kelor dengan metode perlakuan benih dan aplikasi pada tanah dan tanaman. Perlakuan berupa lima konsentrasi ekstrak 1-5%, kontrol dan fungisida propineb 0,25% serta aplikasi POC konsentrasi 5 ml/l pada pengujian in vivo. Hasil penelitian in vitro menunjukkan bahwa konsentrasi 2-5% menghambat pertumbuhan koloni jamur A. solani mencapai 46,8% dan menyebabkan malformasi hifa jamur A. solani. Hasil penelitian in vivo menunjukkan bahwa ekstrak kelor 5% + POC mampu menekan kejadian penyakit hingga 77,8% serta meningkatkan vigor bibit tanaman tomat dengan pertumbuhan bibit yang lebih tinggi, jumlah daun yang lebih banyak serta bobot basah bibit yang lebih besar.
Pola Usahatani Sayur di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa Rumallang, Ardi; Akbar, Akbar; Saleh, Muhammad Ikmal; Ratnawati, Ratnawati
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.47384

Abstract

Pengelolaan usahatani sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Salah satu cara yang dilakukan petani sayur dalam meningkatkan pendapatannya adalah dengan melakukan pola usahatani. Penelitian ini akan mengkaji tentang pola usahatani dan pendapatan petani sayur di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah petani sayur sebanyak 301 dengan sampel yang diambil sebesar 10% dari total populasi. Jumlah sampel 30 orang petani sayur ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola usahatani sayur di Desa Erelembang yaitu tumpang sari kentang dan buncis, tumpang sari tomat dan kubis serta pergiliran tanaman pada lahan berpengairan dan lahan nonirigasi. Total pendapatan petani sayur di lokasi penelitian sebesar Rp 168.720.042 per musim per ha dengan pendapatan berdasarkan lahan berpengairan sebesar Rp 92.009.664 dan lahan nonirigasi sebesar Rp 76.710.378 per ha.
Kejadian dan Uji Hipersensitivitas Bakteri yang Berasosiasi dengan Penyakit Busuk Batang Jagung di Sumbawa Nusa Tenggara Barat Fitri, Elysa; Widiantini, Fitri; Yulia, Endah
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.48717

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas penting yang mendukung perekonomian nasional di Indonesia, khususnya bagi masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Keberadaan penyakit tanaman pada tanaman jagung dikhawatirkan menjadi ancaman terhadap produktivitas jagung di NTB. Salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan kerugian hasil yang tinggi pada tanaman jagung adalah penyakit busuk batang yang dilaporkan disebabkan oleh patogen bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kejadian penyakit dan menguji hipersensitivitas bakteri yang berasosiasi dengan penyakit busuk batang pada tanaman jagung di Kabupaten Sumbawa. Observasi di lapangan dilakukan di Kabupaten Sumbawa NTB sementara percobaan laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Karantina Tumbuhan Sumbawa dan Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, pada rentang waktu dari Februari hingga April 2023. Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa gejala penyakit busuk batang ditemukan pada 13 lokasi pertanaman jagung di Kabupaten Sumbawa termasuk Kecamatan Moyo Hulu, Utan, Labangka, Labuhan Badas, Unter Iwes dan Potatano dengan kejadian penyakit yang masih rendah. Hasil uji Gram menunjukkan 13 isolat yang diperoleh adalah Gram negatif yang merupakan karakteristik umum bakteri patogen. Hasil uji hipersensitivitas pada daun tembakau menunjukkan gejala positif untuk 13 isolat bakteri tersebut.
Cekaman Genangan dan Pemberian Pupuk N, P, K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jewawut (Setaria italica L) di Inceptisols Ahadiyat, Yugi R.; Rif’an, Muhammad; Alam, Surya Nur
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.42795

Abstract

Genangan merupakan salah satu stress abiotik yang dapat memengaruhi hasil panen tergantung frekuensi dan luasnya genangan, serta jenis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi cekaman genangan dan pemberian pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jewawut di Inceptisols. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan April sampai Desember 2020. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu empat taraf dosis pupuk N, P, K (N, P, K = 25%, 50%, 75%, 100%) dan empat taraf tingkat genangan (tanpa genangan, genangan 1 – 2 cm, genangan 2 – 3 cm, genangan 4 – 5 cm) dan diulang sebanyak tiga kali. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, luas daun, bukaan stomata, kerapatan stomata, umur berbunga, umur panen, panjang malai, bobot malai, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman. Terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk N, P, K dengan tingkat genangan pada variabel luas daun, bukaan dan kerapatan stomata. Perlakuan tingkat genangan secara mandiri mempengaruhi variabel tinggi tanaman, bobot basah dan bobot kering tanaman, serta karakter hasil yaitu umur berbunga, umur panen, panjang dan bobot malai. Cekaman genangan menyebabkan terjadinya penurunan pada karakter pertumbuhan, fisiologis maupun karakter hasil pada tanaman jewawut. Penurunan terbesar terjadi pada karakter bobot basah tanaman (81,6%), bobot kering tanaman (80,1%), dan bobot malai (89,6%).
Eksplorasi-Karakterisasi Morfologi Kopi Robusta Lokal di Pulau Bangka Zasari, Maera; Kartika, Kartika; Altin, Darus
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.43179

Abstract

Genetik tanaman merupakan faktor yang memengaruhi keberhasilan pengembangan tanaman kopi.  Eksplorasi-karakterisasi akan mempermudah penyediaan materi genetik untuk pengembangan kopi robusta lokal di Bangka. Karakterisasi berguna mendapatkan ciri atau karakter morfologi dari aksesi, klon, dan/atau varietas untuk menentukan tingkat keragaman sifat kualitatif maupun kuantitatif. Eksplorasi dan karakterisasi morfologi ditujukan untuk identifikasi keragaman kopi lokal Bangka sebagai upaya meningkatkan efisiensi pemanfaatan materi genetik lokal. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksplorasi dengan pengambilan sampel secara langsung dan sengaja (purposive sampling) terhadap tiga tanaman kopi yang sehat dan vigour pada tiap-tiap kebun petani. Eksplorasi untuk memperoleh passport tanaman kopi terdiri dari nomor aksesi, nama aksesi, lokasi asal, nama pemilik, umur tanaman dan luas lahan. Sementara itu, karakterisasi untuk memperoleh identitas karakter morfologi bersifat kualitatif dan kuantitatif dari daun, bunga, buah, dan biji mengacu pada “Descriptors for Coffee (Coffea spp. and Psilanthus spp.)” by the International Plant Genetic Resources Institute. Hasil eksplorasi-karakterisasi mendapatkan sepuluh aksesi kopi robusta lokal Bangka, yaitu aksesi Melabun, Lampur, Munggu, Celuak, Puput, C1, Pading, Petaling Banjar, Mengkubung, dan Paku. Karakter morfologi sepuluh aksesi kopi robusta lokal Bangka tersebut cukup beragam. Karakter morfologi kuantitatif sepuluh aksesi kopi robusta lokal di Bangka memiliki variabilitas genetik dan fenotipe yang sempit. Cluster kopi robusta lokal Bangka terbagi dalam dua grup utama, yaitu Grup I terdiri atas aksesi Melabun, C1, Pading, dan Mengkubung, sementara Grup II terdiri atas aksesi Lampur, Munggu, Petaling Banjar, Paku, Celuak, dan Puput.

Page 1 of 2 | Total Record : 18