cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024" : 18 Documents clear
Evaluation of Morphological and Cytological Variations in Colchicine-Induced M1 and M2 Generations of Bambara Groundnut (Vigna subterranea L.) Alisha, Tarra Syifa; Saptadi, Darmawan; Damanhuri, Damanhuri
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.53951

Abstract

Kacang bambara (Vigna subterranea L.) memiliki potensi dalam mengamankan pasokan pangan dalam menghadapi perubahan iklim karena memiliki manfaat dari aspek kandungan gizi, kesehatan, dan agronominya. Keterbatasan sumberdaya genetik menghambat pengembangan varietas unggul kacang bambara di Indonesia. Pemuliaan mutasi menggunakan kolkisin merupakan salah satu metode untuk meningkatkan keragaman kacang bambara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman morfologi dan sitologi pada dua generasi kacang bambara yang diinduksi oleh kolkisin pada konsentrasi yang berbeda. Eksperimen dilakukan di dua waktu dan lokasi yang berbeda, yaitu Maret-Juli 2022 di lapangan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan Maret-Juli 2023 di rumah kaca di wilayah Joyo Agung, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Perlakuan kolkisin dilakukan dengan metode tetes pada pucuk apikal bibit dengan konsentrasi yang berbeda (0, 0,1, 0,2, 0,3, dan 0,4%). Pengamatan karakteristik morfologi dan sitologi dilakukan pada generasi M1 dan M2. Perlakuan kolkisin mempengaruhi perubahan morfologi dan sitologi tanaman kacang bambara pada generasi M1 dan M2. Pada generasi M2, perlakuan kolkisin konsentrasi 0,4% meningkatkan lebar daun sebesar 31%, panjang daun sebesar 32%, waktu berbunga sebesar 28%, lebar biji sebesar 29%, panjang biji sebesar 47%, bobot 100 biji sebesar 3%, lebar stomata sebesar 20%, dan panjang stomata sebesar 25% dibandingkan dengan kontrol. Namun, perlakuan kolkisin menurunkan jumlah daun sebesar 30%, tinggi tanaman sebesar 1%, jumlah biji pertanaman sebesar 58%, bobot biji pertanaman sebesar 56%, dan kerapatan stomata sebesar 15% dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan induksi kolkisin menyebabkan peningkatan jumlah kromosom pada generasi M2 sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan variasi dan mengatasi keterbatasan sumber daya genetik kacang Bambara.
Pengaruh Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (Glomus sp.) dan Giberelin terhadap Pertumbuhan Fase Vegetatif Tanaman Porang (Amorphophallus oncophyllus) di Tanah Ultisol Agustini, Fenny; Sembiring, Mariani Br; Damanik, Revandy I.M
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55289

Abstract

Tanaman porang merupakan tanaman semak (herba) yang mempunyai prospek sebagai bahan pangan alternatif dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Umbi tanaman porang yang merupakan bagian yang dimanfaatkan memiliki kandungan polisakarida (glukomanan) yang tinggi dapat digunakan sebagai sumber pangan. Tanaman porang juga sudah banyak dimanfaatkan di bidang industri dan kesehatan. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman porang yaitu minimnya informasi dan teknik budidaya yang baik bagi tanaman porang terutama pada fase pertumbuhan vegetatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) Glomus sp. dan zat pengatur tumbuh giberelin terhadap pertumbuhan fase vegetatif tanaman porang pada tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun V Desa Telaga Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, dimulai pada bulan Februari sampai dengan Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan yang terdiri dari 2 faktor yaitu perlakukan dosis Glomus sp. (M0 = 0 g/tanaman, M1 = 10 g/tanaman, M2 = 20 g/tanaman dan M3 = 30 g/tanaman) dan perlakuan konsentrasi giberelin (G0 = 0 ppm, G1 = 50 ppm, G2 = 100 ppm dan G3 = 150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Glomus sp. dengan dosis 20 g/tanaman memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman porang yaitu meningkatkan bobot umbi sebesar 21,48 g, serapan hara P sebesar 36,19 mg/tanaman dan derajat infeksi akar sebesar 50% atau masing-masing lebih tinggi 93,17%, 42,59% dan 650% dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman porang dan derajat infeksi akar oleh mikoriza di mana infeksi akar tertinggi sebesar 42,50% justru terjadi pada perlakuan tanpa pemberian giberelin.
Pertumbuhan Tanaman Padi pada Dua Periode Tanam di Tanah Sulfat Masam dengan Perlakuan Biochar Sekam Padi dan Beberapa Amandemen Organik Masulili, Agusalim; Irianti, Agnes Tutik Purwani; Abdurrahman, Tatang; Suci, Urai
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55752

Abstract

Pengembangan tanaman padi di tanah sulfat masam membutuhkan perlakuan yang dapat memperbaiki sifat tanah untuk jangka panjang. Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman padi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek biochar sekam padi dan beberapa amandemen organik terhadap pertumbuhan tanaman padi pada dua periode tanam di tanah sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Panca Bhakti, Pontianak yang dilakukan dalam dua kali periode tanam yaitu periode tanam kesatu pada bulan Februari-Mei 2022 dan periode tanam kedua pada bulan Mei-Agustus 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu kontrol, Chromolaena odorata (10 ton/ha), jerami (10 ton/ha), biochar sekam padi (10 ton/ha), abu sekam padi (10 ton/ha), C. odorata (10 ton/ha) + biochar sekam padi (5 ton/ha), jerami (10 ton/ha) + biochar sekam padi (5 ton/ha), C. odorata (10 ton/ha) + abu sekam padi (5 ton/ha), jerami (10 ton/ha) + abu sekam padi (5 ton/ha) yang diulang 3 kali. Pelaksanaan penelitian dua kali periode tanam ini dilakukan pada unit polibag yang sama. Pengamatan penelitian terdiri dari beberapa variabel pertumbuhan tanaman padi pada kedua periode tanam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan C. odorata (10 ton/ha) + biochar sekam padi (5 ton/ha) memberikan efek jangka panjang atau efek residu terbaik terhadap pertumbuhan tanaman padi pada periode tanam kedua. Dengan demikian, penggunaan biochar sekam padi secara tunggal maupun yang dicampur dengan amandemen organik dapat direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi berkelanjutan di tanah sulfat masam.
Aplikasi Pupuk S Elemen pada Budidaya Tiga Varietas Bawang Merah (Allium cepa L.) Manurung, Erpina Delina; Hanum, Hamidah; Sinuraya, Mariati
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54092

Abstract

Teknologi varietas dan pemupukan sulfur telah banyak diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi dan kualitas bawang merah. Secara global, defisiensi sulfur telah dilaporkan terjadi pada lahan-lahan subur pertanian sedangkan tanaman bawang merah membutuhkan sulfur dalam jumlah relatif banyak untuk mendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan sulfur terhadap pertumbuhan, produksi, dan kualitas bawang merah serta perubahan karakteristik tanah. Penelitian dilakukan di UPTD Balai Benih Induk Palawija, Tanjung Slamat, Kabupaten Deli Serdang dari September hingga Desember 2022. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor meliputi varietas bawang merah (V) dan dosis S elemen (S). Varietas terdiri dari Kramat 1 (V1), Maja Cipanas (V2) dan Batu Ijo (V3), sedangkan dosis S elemen terbagi atas empat taraf yaitu 0 (S0), 35 (S1),70 (S2), dan 100 (S3) kg/ha. Berdasarkan taraf setiap faktor, terdapat dua belas perlakuan interaksi yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah anakan, berat brangkasan, ruang warna L* dan a* kulit, kandungan antosianin dan serapan S umbi. Jumlah daun dan anakan varietas Batu Ijo paling sedikit tetapi mampu menghasilkan berat brangkasan tertinggi dan berat basah umbi yang tidak berbeda nyata dengan dua varietas lainnya. Dosis sulfur tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter sedangkan interaksi varietas dan dosis sulfur berpengaruh nyata terhadap serapan S umbi. Serapan S umbi tertinggi sebesar 5,98 mg/tanaman dihasilkan pada perlakuan varietas Batu Ijo dengan dosis S elemen 100 kg/ha. Ketidakefektifan S elemen yang diaplikasikan diduga berkaitan dengan bentuknya yang tidak dapat langsung diserap oleh tanaman dan sangat rendahnya C-organik tanah yang tidak mendukung berjalannya proses oksidasinya.
Struktur Pasar Sawi Hijau di Kelurahan Jatirangga Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi Rachmawati, Erna; Wibowo, Bagas Eka Wira
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.53903

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu jenis sayur yang disukai oleh konsumen. Dalam proses pemasaran sawi hijau, para petani di Kelurahan Jatirangga Kota Bekasi menggunakan lembaga pemasaran yaitu pedagang perantara yang berperan dalam penjualan kepada konsumen. Namun hal ini seringkali menyebabkan harga yang diterima petani menjadi rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji saluran pemasaran dan struktur pasar sawi hijau di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei hingga Juli 2022 di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik survey. Metode pengambilan sampel petani sawi hijau menggunakan total sampling dan pengambilan sampel lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan matematik dengan pendekatan struktur pasar yang meliputi analisis pangsa pasar, indeks herfindahl, konsentrasi rasio (CR4), dan hambatan masuk pasar (minimum efficiency scale/MES). Hasil penelitian menunjukkan sistem pemasaran sawi hijau di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi masih belum efisien. Hal ini diketahui dari hasil analisis struktur pasar yaitu pangsa pasar sawi hijau terbesar dikuasai oleh bandar besar dengan struktur pasar berbentuk oligopoli, nilai indeks Herfindal berada di kisaran 0<HI<1, nilai CR4 bandar besar rata-rata 50%, hambatan masuk pasar bagi pendatang atau pedagang baru yang tinggi dengan nilai MES sebesar 15% (> 10%). Agar pemasaran sawi hijau di lokasi penelitian berjalan efisien dan posisi tawar petani sawi hijau meningkat dapat dilakukan beberapa upaya, antara lain menguatkan atau memberdayakan peran kelompok tani dalam kegiatan usahatani dan pemasaran, disertai dengan pelatihan dan pendampingan pemasaran pada kelompok tani. Selain itu perlu dilakukan kerjasama atau kemitraan pemasaran dengan lembaga pemasaran yang kompeten.
The Potential of Azolla pinnata Powder and Compost as a Carrier-base for Improving N-Fixing and P-Solubilizing Bacteria Performance to Increase Soybean Productivity Suryatmana, Pujawati; Halimah, Ummu ‘Azizah; Kmaluddin, Nadia Nuraniya; Herdiyantoro, Diyan; Setiawati, Mieke Rochimi
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55096

Abstract

Efektivitas inokulan Azotobacter sp. dan Bacillus sp. sering kali berkurang ketika diaplikasikan di tanah asam seperti Inceptisol, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kinerjanya dalam kondisi ini. Salah satu strategi adalah memilih bahan pembawa inokulan yang tepat seperti tepung Azolla pinnata dan kompos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kepadatan populasi inokulan, pembentukan bintil akar, berat kering akar, dan jumlah daun trifoliat pada tanaman kedelai yang diberi perlakuan tepung A. pinnata dan kompos sebagai carrier inokulan Azotobacter sp. dan Bacillus sp. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2022 hingga Januari 2023 di Laboratorium Biologi Tanah dan Kebun Percobaan Ciparanje, Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan Rancanagan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama berupa pemberian pupuk NPK dengan dosis 100% (300 kg/ha), 50% (150 kg/ha) dan 0% (0 kg/ha) dan faktor kedua adalah perlakuan inokulan kultur cair, inokulan dalam kompos, inokulan dalam tepung Azolla, inokulan dalam campuran kompos dan Azolla yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carrier tepung Azolla dan kompos meningkatkan populasi Azotobacter spp. dan Bacillus spp. di rizosfer. Inokulan dalam campuran pembawa kompos dan tepung Azolla menghasilkan berat kering akar dan jumlah bintil tertinggi secara signifikan. Inokulasi kultur cair Azotobacter sp. dan Bacillus sp. atau inokulan padat dengan bahan pembawa tepung Azolla menghasilkan polong kedelai yang setara dengan aplikasi NPK 150 kg/ha. Aplikasi inokulan dalam tepung Azolla, kompos, atau campuran keduanya menghasilkan bobot 100 biji yang tidak berbeda nyata, namun, bobot 100 biji setara dengan perlakuan yang menggunakan dosis NPK 300 kg/ha di Inceptisol
Perbaikan Pertumbuhan dan Hasil Kentang (Solanum tuberosum L.) G0 Varietas Granola L dengan Teknik Pengaturan Pemupukan pada Media Tanam Fadhilah, Nurma Ferdiana; Widhiarso, Danang; Karyawati, Anna Satyana
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55091

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kualitas benih kentang terus dilakukan guna meningkatkan produksi benih G0, salah satunya melalui pemupukan. Sumber pupuk kandang yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda pula dalam hal pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perlakuan penambahan pupuk kandang yang memberikan pengaruh terbaik pada tanaman kentang G0 Granola L, ditinjau dari aspek pertumbuhan, hasil, dan analisis usaha taninya. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis sidik ragam 5% dengan tiga kali ulangan dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%, korelasi, dan analisis usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi secara tunggal dengan dosis 40 ton/ha mendorong tanaman untuk tumbuh lebih tinggi dan luas daun yang optimal, sehingga memberikan hasil yang lebih baik pada jumlah umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, dan persentase umbi standar. Aplikasi pupuk kandang sapi tunggal juga menghasilkan nilai kelayakan usaha tani terbaik. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya korelasi positif antara tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun terhadap kualitas dan kuantitas umbi kentang yang dihasilkan.
Introduksi Varietas Unggul Baru Didukung Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Meningkatkan Produktivitas Padi di Manggarai Barat Sitorus, Alfonso; Lumban Tobing, Jeannette Maryanty; Manurung, Erpina Delina; Purba, Hendri Ferianson; Hutasoit, Rudi Tomson; Purmanto, Dwi
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54057

Abstract

Padi adalah bahan makanan pokok penting di Indonesia, tetapi produktivitasnya di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur masih rendah. Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) dengan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan salah satu kunci peningkatan produksi padi di NTT. Tujuan penelitian ini adalah menemukan varietas yang beradaptasi baik di Manggarai Barat dengan penerapan PTT untuk direkomendasikan sebagai alternatif pilihan petani. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Agustus 2021 di Desa Compang Longgo Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat. Budidaya menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuannya adalah tiga VUB: Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 48 Blas, Inpari IR Nutri zinc, dan satu varietas yang sudah tersebar luas Inpari 32 HDB sebagai pembanding. Semua varietas dibudidayakan dengan menggunakan paket teknologi PTT. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel tinggi tanaman, anakan per rumpun, malai per rumpun, gabah per malai, gabah isi per malai, berat 1.000 butir, dan gabah kering giling (GKG), sementara variabel jumlah panjang malai tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil VUB yang diuji berkisar antara 6,87-7,28 ton GKG/ha lebih tinggi dibandingkan dengan varietas pembanding Inpari 32 HDB. Lebih lanjut, secara ekonomi penerapan VUB dengan teknologi PTT di Manggarai Barat layak diusahakan (B/C>1). Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 48 Blas, Inpari IR Nutri Zinc dengan penerapan PTT mampu beradaptasi baik dan layak diusahakan di Kabupaten Manggarai Barat sebagai alternatif varietas untuk petani.
Analisis Pendapatan Usahatani Bawang Merah di Dataran Tinggi Kota Batu Hasbiy, Khoirul Umam; Hardana, Andrean Eka
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.53760

Abstract

Komoditas bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan untuk sayuran dan menjadi target pengembangan agribisnis bagi Pemerintah Kota Batu. Tujuan penelitian adalah untuk (1) menganalisis kelayakan finansial petani yang berusahatani bawang merah, dan (2) mendeskripsikan manajemen usahatani bawang merah di dataran tinggi Kota Batu. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja yakni di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Metode pengambilan responden usahatani dilakukan dengan pendekatan probability sampling dengan metode rancangan sampel acak sederhana. Metode analisis data yang sesuai untuk penelitian analisis usahatani bawang merah adalah analisis data kuantitatif untuk analisis pendapatan usahatani dan kualitatif untuk deskrispi manajemen usahatani bawang merah. Rata – rata produksi komoditas bawang merah sebesar 14,6 ton/ha, dengan perhitungan total biaya rata – rata usahatani meliputi biaya tetap serta biaya variabel yang dikeluarkan sebesar Rp 54.010.236,2/ha dan penetapan harga jual rata - rata sebesar Rp 7.000. Maka didapatkan perhitungan pendapatan usahatani di daerah penelitian sebesar Rp 47.916.916,2/ha, sehingga data dikatakan usahatani bawang merah menguntungkan. Manajemen usahatani bawang merah di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu telah berjalan sesuai dengan pelaksanaan di lapang, namun terdapat beberapa fungsi manajemen yang harus mendapatkan perhatian seperti fungsi controling yang lebih diperhatikan lagi dalam pelaksanaan di lapang terutama berkaitan dengan aplikasi input usahatani.
Potensi Minyak Atsiri Biji Adas dalam Menginduksi Resistensi Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) terhadap Penyakit Antraknosa (Colletotrichum acutatum J. H. Simmonds) Fahmi, Rahmad Bahaudin; Suganda, Tarkus; Yulia, Endah
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54580

Abstract

Induksi resistensi adalah strategi untuk meningkatkan ketahanan tanaman dengan mengaktifkan mekanisme pertahanan tanaman sehingga dapat mencegah infeksi patogen dari awal pertumbuhan tanaman. Minyak atsiri biji adas adalah salah satu agen penginduksi resistensi yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman. Kandungan senyawa utama dalam minyak atsiri biji adas dilaporkan dapat merangsang produksi metabolit sekunder seperti fenolik dan flavonoid yang memiliki sifat antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan minyak atsiri biji adas sebagai agen penginduksi resistensi pada tanaman cabai, menelusuri cara aplikasi yang optimal guna menekan penyakit antraknosa serta mengidentifikasi perbedaan kandungan metabolit sekunder seperti fenolik dan flavonoid pada daun cabai setelah diinduksi. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2023 hingga Maret 2024 di Laboratorium Fitopatologi dan rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, serta Laboratorium Aplikasi Kimia dan Pelayanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan lima ulangan yaitu kontrol tidak diinokulasi, kontrol yang diinokulasi, perendaman benih, penyemprotan bibit, kombinasi perendaman benih dan penyemprotan bibit serta fungisida M-Bion 1/48 MZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara perendaman benih dan penyemprotan bibit dengan minyak atsiri biji adas efektif meningkatkan ketahanan tanaman cabai terhadap penyakit antraknosa. Perlakuan kombinasi berhasil mengurangi perkembangan total penyakit antraknosa (AUDPC) pada daun cabai sebesar 29,75% dan menekan penyakit antraknosa pada buah cabai sebesar 45,75%. Hasil juga menunjukkan kandungan total fenolik dan flavonoid tertinggi pada perlakuan kombinasi antara perendaman benih dan pemyemprotan bibit dengan minyak atsiri biji adas masing-masing sebesar 0,87% dan 0,56%. Dengan demikian, perlakuan induksi resistensi menggunakan minyak atsiri biji adas memiliki potensi signifikan dalam pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai.

Page 1 of 2 | Total Record : 18