cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
Dampak Perbedaan Pola Budidaya Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap Sifat Kimia dan Populasi Cacing Tanah di Desa Komba-Manggarai Timur Onesimus Ke Lele; Fany Juliarti Panjaitan; Rizki Adiputera Taopan; Dewi Rofita
Agrikultura Vol 32, No 1 (2021): April, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i1.29781

Abstract

Praktek budidya tanaman telah banyak dilaporkan dapat mempengaruhi sifat tanah maupun keragaman organisme di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pola budidaya tanaman cengkeh terhadap sifat kimia dan populasi cacing tanah. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019 - Februari 2020 terdiri dari 2 tahapan, yaitu pengamatan total populasi cacing tanah dan analisis sifat kimia tanah. Pengamatan total populasi cacing tanah dilakukan dengan membuat lubang sekitar 50 cm x 50 cm pada kedalaman 30 cm pada kebun cengkeh yang ditanam secara monokultur dan polikultur kemudian cacing tanah dimasukkan ke dalam botol yang telah berisi alkohol dan diberi label. Pengambilan sampel tanah menggunakan metode purposive sampling untuk analisis sifat kimia tanah. Parameter yang diamati adalah pH (H2O, KCl); C-organik (metode Walkley dan Black); N-total tanah (metode Kjeldahl); P2O5-tersedia (metode Olsen); kation basa Ca2+, Mg2+, K+, Na+ dan KTK (metode N NH4OAc pH 7.0); kation asam H+ dan Al3+ (metode N KCl), dan populasi cacing tanah. Hasil penghitungan populasi cacing tanah pada lokasi budidaya cengkeh polikultur dan monokultur masing-masing sebanyak 14,4 ekor dan 7,75 ekor. Sifat kimia tanah seperti pH (H2O, KCL), C-Organik, nisbah CN, P2O5-tersedia, kation basa Ca2+, Mg2+, K+, Na+, kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB) pada pola budidaya polikultur cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan monokultur. Kation asam Al3+ pada pola budidaya secara polikultur dan monokultur <0,05 ppm dan kation asam H+ pada pola polikultur lebih rendah dibandingkan monokultur. Pola budidaya tanaman cengkeh secara polikultur menciptakan kondisi sifat kimia dan populasi cacing tanah lebih baik dibandingkan monokultur dan dapat dijadikan sebagai rekomendasi bagi petani dalam budidaya cengkeh.
Prioritas Strategi Pengembangan Agroindustri Manggis di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Roni Kastaman; Ahmad Thoriq
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.30525

Abstract

Manggis merupakan tanaman buah yang termasuk ke dalam pangan fungsional karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sebagian besar buah manggis dijual dalam bentuk buah segar, padahal buah manggis dapat diolah menjadi beberapa produk sehingga dapat meningkatkan nilai tambah buah manggis. Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi potensial, prioritas dan arah pengembangan agroindustri manggis di Kabupaten Tasikmalaya. Penentuan lokasi potensial dilakukan menggunakan metode Location Quotient (LQ) and Differential Shift (DS), penentuan prioritas produk agroindustri manggis dilakukan menggunakan metode perbandingan ekponensial, strategi pengembangan agroindustri manggis dilakukan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan pemilihan prioritas strategi pengembangan agroindustri manggis dilakukan menggunakan Analytical Network Process (ANP). Hasil analisis LQ dan DS menunjukkan bahwa lokasi potensial pengembangan agroindustri manggis terdapat pada empat Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yaitu Kecamatan Sodonghilir, Tanjungjaya, Sukaraja, dan Kecamatan Jatiwaras. Prioritas pengembangan produk agroindustri manggis berdasarkan analisis metode perbandingan ekponensial secara berurutan adalah ekstrak kulit manggis (9,63), sari buah/ jus manggis (9,56), sirup buah manggis (9,53), buah kaleng manggis (9,51), puree manggis (9,50), es krim kulis manggis (9,48), dodol biji manggis (9,47), dan tepung kulit manggis (9,45). Berdasarkan analisis SWOT dan ANP diperoleh prioritas strategi pengembangan agroindustri manggis bagi petani, yakni : 1) branding dan promosi produk, 2) Peningkatan kualitas produk melalui penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Cleaner Production, 3) Pengembangan dan inovasi produk, 4) Peningkatan kualitas sumber daya manusia, 5) Peningkatan kesejahteraan petani, 6) Bibit unggul yang mampu adaptif terhadap lingkungan, 7) Peningkatan harga jual buah manggis.
Pengujian Air Sulingan Kulit Buah Kopi dengan Metode Destilasi Air dan Efeknya sebagai Atraktan Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) (Curculionidae:Scolytiidae) Siska Rasiska Suwantapura; Jemia Afdhila Darmawan; Endah Yulia
Agrikultura Vol 32, No 1 (2021): April, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i1.29960

Abstract

Penggerek buah kopi/PBKo (Hypothenemus hampei Ferr.) adalah hama utama pada tanaman kopi Arabika yang dapat menyebabkan kerusakan hingga mencapai 40%. Pemanfaatan kulit buah kopi sebagai atraktan PBKo diduga dapat menjadi salah satu cara pengendalian PBKo dengan cara memengaruhi perilakunya. Salah satu metode isolasi senyawa sumber atraktan dari bahan tanaman adalah metode destilasi baik itu destilasi air maupun destilasi air dan uap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi fitokimia kulit buah kopi dengan metode isolasi destilasi air dan efeknya terhadap ketertarikan hama betina PBKo. Percobaan dilaksanakan pada bulan November 2019 hingga Maret 2020 di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan tujuh perlakuan yang terdiri dari kontrol air sulingan kulit buah kopi sehat 4 ml, 8 ml dan 12 ml, serta air sulingan kulit buah kopi sakit 4 ml, 8 ml dan 12 ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air sulingan kulit buah kopi sehat mengandung alkaloid dan saponin, sedangkan air sulingan kulit buah kopi terinfestasi PBKo mengandung alkaloid, triterpenoid dan steroid. Efeknya, hama betina PBKo tidak memiliki ketertarikan terhadap air sulingan kulit buah kopi dengan metode destilasi air.
Kandungan Prolin, Klorofil, dan Hasil Tanaman Tomat Mutan IAA9 pada Kondisi Cekaman Suhu Tinggi Erni Suminar; Syariful Mubarok; Anne Nuraini; Hiroshi Ezura; Fitri Widya Fitriatin
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.30924

Abstract

Cekaman suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan pada kandungan prolin, klorofil tanaman tomat sehingga mempengaruhi produksi buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan klorofil dan prolin sebagai respon fisiologi tanaman tomat mutan iaa9-3 dan iaa9-5, serta WT-MT terhadap kondisi cekaman suhu tinggi yaitu berkisar  40-45oC. Perlakuan terdiri dari tiga genotipe tomat asal introduksi dan masing-masing terdiri dari  12 unit tanaman, sedangkan analisis data hasil pengamatan menggunakan analisis Student’s T-Test. Pada penelitian ini digunakan dua mutan tomat iaa9  yaitu mutan iaa9-3 dan iaa9-5 serta WT-MT sebagai kontrol yang diberi perlakuan kondisi cekaman suhu tinggi suhu berkisar 40-45 oC dimana rata-rata suhu maksimum 42,84 oC, sedangkan rata-rata suhu minimum yaitu 22.57 oC dan rata-rata kelembaban maksimum yaitu  82,84 % sedangkan rata-rata kelembaban minimum yaitu 61,57 %. Hasilnya menunjukkan bahwa pada mutan iaa9-5 memiliki kandungan prolin yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan WT-MT dan iaa9-3, sedangkan kandungan klorofil mutan iaa9-5 dan iaa9-3 lebih tinggi daripada WT-MT. Jumlah dan bobot buah pada mutan iaa9-5 lebih tinggi daripada mutan iaa9-3, sedangkan pada WT-MT mengalami kegagalan membentuk buah.
Kemampuan Bacillus subtilis dan Trichoderma harzianum dalam Campuran Serat Karbon dan Silika Nano untuk Meningkatkan Ketahanan Tanaman Padi Terhadap Penyakit Blas (Pyricularia oryzae) Hersanti Wartono; Nurul Safitri; Luciana Djaya; Martua Suhunan Sianipar
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29483

Abstract

Penyakit blas yang disebabkan Pyricularia oryzae merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia.  Pengendalian yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit blas ialah menggunakan agens biokontrol. Dalam penelitian ini bakteri Bacillus subtilis dan jamur Trichoderma harzianum diformulasikan dengan bahan pembawa berupa serat karbon dan diperkaya dengan unsur hara mikro berupa silika dalam ukuran nano. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kemampuan B. subtilis dan T. harzianum yang diaplikasikan secara tunggal maupun kombinasi, dengan dan tanpa campuran serat karbon dan silika nano, dalam meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas. Pengujian pada tanaman padi dilakukan dengan merendam benih dan akar semai padi dalam delapan perlakuan formulasi. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi B. subtilis dan T. harzianum, baik secara tunggal maupun kombinasi, mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas dengan penghambatan penyakit berkisar antara 15,64% - 21,59%. Selain itu, aplikasi tunggal maupun kombinasi B. subtilis dan T. harzianum yang diformulasikan dengan serat karbon dan silika nano mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas, dengan penghambatan penyakit berkisar antara 18,75% - 25,12%.
Pengembangan Kemasan Nata De Coco dengan Pendekatan Value Engineering Alifa Putri Anarghya; Roni Kastaman; Efri Mardawati
Agrikultura Vol 32, No 1 (2021): April, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i1.32406

Abstract

Persaingan pasar nata de coco di Indonesia semakin kompetitif yang membuat produsen nata de coco harus lebih kreatif dan inovatif. Permasalahan produk nata de coco produksi UD Graha Agri Industri yaitu terkait penampilan kemasan yang kurang menarik minat konsumen di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada produsen dalam bentuk rancangan kemasan baru yang memiliki nilai tertinggi menurut penilaian konsumen. Pengembangan kemasan dilakukan dengan metode rekayasa nilai (value engineering) dengan bantuan diagram FAST, analisis morfologi, analisis Zero-One dan tabel kombinasi konsep. Dihasilkan 5 dari 12 kemungkinan alternatif konsep yang dapat dibuat yang kemudian diseleksi untuk menentukan satu konsep terbaik dari segi biaya dan performansi. Hasil penelitian menunjukkan alternatif konsep K4M2 merupakan konsep terpilih dengan NIRR terbesar yaitu 1,40. Konsep tersebut memiliki spesifikasi: kemasan dengan bahan plastik PET, berbentuk jar ukuran 1000 ml dilengkapi segel selotip, pencantuman label pada badan dan tutup kemasan, dan terdapat gambar dan kombinasi three warna.
Potensi Mikrob Asal Air Rendaman Limbah Jamur Tiram untuk Menghambat Alternaria solani Sorr. in Vitro dan Penyakit Bercak Cokelat pada Tomat Noor Istifadah; Santa Monica; Fitri Widiantini; Sri Hartati
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29198

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan oleh Alternaria solani Sorr. merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman tomat. Salah satu cara pengendalian yang ramah lingkungan adalah pengendalian biologi. Bahan organik termasuk limbah jamur tiram merupakan salah satu sumber yang potensial untuk mendapatkan mikrob yang bersifat antagonistik terhadap patogen tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikrob dari air rendaman limbah jamur tiram yang dapat menghambat pertumbuhan Alternaria solani secara in vitro dan menekan penyakit bercak cokelat pada buah dan daun tomat. Percobaan terdiri dari beberapa tahap antara lain isolasi mikrob dari air rendaman limbah jamur tiram, seleksi awal dan uji lanjutan kemampuan isolat mikrob untuk menghambat pertumbuhan A. solani secara in vitro dengan metode dual culture. Isolat hasil seleksi in vitro diuji kemungkinan patogensitasnya pada buah tomat dan isolat non patogenik yang dapat menghambat infeksi A. solani diuji lebih lanjut pada tanaman tomat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa di antara 23 isolat mikrob yang diperoleh dari air rendaman limbah jamur tiram terdapat delapan isolat yang dapat menghambat pertumbuhan A. solani  secara in vitro dengan tingkat penghambatan berkisar antara 70,1% sampai  81,2%.  Pada pengujian di buah tomat, dua isolat jamur berhifa (Rhizopus spp.) bersifat patogenik dan tiga isolat mikrob non patogenik dapat menghambat infeksi A solani pada buah tomat sebesar  78,4% dan 83,7%. Pada percobaan di tanaman tomat, hanya dua isolat (isolat jamur TJ4 dan isolat bakteri TB25) yang dapat menekan penyakit bercak cokelat masing-masing sebesar 54,8% dan 37,9%.
Cara Penggunaan Pestisida dan Analisis Residu pada Cabai Merah (Capsicum annuum L.) (Studi Kasus: Desa Saleh Mukti, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin) Abu Umayah; Wagiyanti Wagiyanti
Agrikultura Vol 32, No 1 (2021): April, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i1.32566

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Dalam upaya meningkatkan hasil kualitas dan kuantitas cabai agar tidak terserang hama dan penyakit, para petani menggunakan pestisida kimia sebagai pengendalian terakhir. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat meninggalkan adanya residu pada tanaman sehingga dapat menyebabkan gangguan Kesehatan bagi manusia yang mengkonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penggunaan pestisida dan kandungan residu pestisida pada cabai merah. Aplikasi pestisida dilakukan pada lahan petani Desa Saleh Mukti Kecamatan Air Salek dan pengujian residu di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG) Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penggunaan pestisida oleh petani belum sesuai dengan 5 Tepat dan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) masih kurang memadai. Hasil analisis residu terhadap bahan aktif yang digunakan (profenopos dari golongan organofosfat dan difenokonazol golongan triazole, tidak terdeteksi adanya residu yang tertinggal pada buah cabai, baik dari buah yang dicuci maupun yang tidak dicuci, sehingga buah cabai layak dikonsumsi konsumen.
Analysis of Cinnamomum Land Suitability and The Conservation Efforts at Eka Karya Bali Botanic Garden Ayyu Rahayu
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.30546

Abstract

Cinnamomum is an aromatic plants that have high economic value. At the Eka Karya Bali Botanic Garden Plant Conservation Center, the Cinnamomum collection has a problem, that is drought and deciduous leaves. The purpose of this study is to determine the land suitability class and climate of the growth of Cinnamomum collections. The method used is by matching the Cinnamomum growth conditions data to the actual data on the condition of the land. The results show that the level of land suitability for Cinnamomum collections is S3 (marginally suitable) with a limiting factor is water availability. Strategies that can be used to reduce the impact of excess water are water management and the application of organic matter.
Keragaan Padi Varietas Inpari 24 dan Varietas Mantap pada Budidaya Berbasis Organik Swisci Margaret; Ade Ruskandar
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.27225

Abstract

Varietas yang dapat beradaptasi dengan perubahan pengelolaan lingkungan budidaya berbasis organik tanpa mempengaruhi produktivitas dan kualitasnya diperlukan untuk mendukung penanaman padi berbasis organik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh budidaya padi berbasis organik terhadap pertumbuhan dan hasil varietas Inpari 24 yang merupakan varietas beras fungsional dan varietas Mantap yang merupakan varietas potensi hasil tinggi. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Sukamandi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) pada bulan Juni hingga September 2019. Percobaan menggunakan rancangan tersarang dimana budidaya padi (berbasis organik dan budidaya eksisting) sebagai petak utama dan varietas (Inpari 24 dan Mantap) sebagai anak petak. Pengamatan dilakukan terhadap karakteristik tanah, pertumbuhan tanaman, hasil dan komponen hasil. Pengambilan contoh dilakukan sebanyak enam ulangan untuk setiap perlakuan budidaya dan varietas. Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dibandingkan budidaya eksisting, budidaya padi berbasis organik menurunkan kemampuan varietas Inpari 24 dan Mantap untuk tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Penurunan hasil pada varietas padi fungsional Inpari 24 mencapai 53,60%, sedangkan varietas potensi hasil tinggi Mantap mengalami penurunan hasil sebesar 23,43%. Penurunan hasil ini selaras dengan penurunan kemampuan pembentukan anakan dan pembentukan malai, berkurangnya bobot gabah 1000 butir serta kemampuan mempertahankan kehijauan daun bendera hingga panen. Persentase penurunan hasil yang lebih kecil pada varietas Mantap menunjukkan bahwa varietas tersebut lebih beradaptasi terhadap perubahan pengelolaan lingkungan yang terjadi pada budidaya organik.