cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
Pengaruh Beberapa Pelarut Ekstrak Daun Nerium oleander L. terhadap Mortalitas, Konsumsi Makan dan Kelulushidupan Spodoptera frugiperda J.E. Smith Subakti Putri, Syifa Nabilah; Susanto, Agus; Bari, Ichsan Nurul; Santriyani, Ai Siti
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41671

Abstract

Tanaman beracun oleander (Nerium oleander) memiliki potensi untuk mengendalikan hama utama tanaman jagung, salah satunya ulat grayak jagung (Spodopetera frugiperda). Namun demikian, studi ekstrak daun N. oleander yang disiapkan dengan menggunakan pelarut yang berbeda belum diketahui efektivitasnya dalam mengendalikan S. frugiperda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berbagai pelarut ekstrak daun N. oleander terhadap terhadap mortalitas, konsumsi makan, dan kelulushidupan larva S. frugiperda. Penelitian melibatkan ekstraksi daun N. oleander berdasarkan perbedaan polaritas pelarut (n-hexane, etanol, metanol, air) untuk lima konsentrasi uji yang berbeda serta perlakuan kontrol yang diulang empat kali menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada larva S. frugiperda instar III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar metanol daun N. oleander memberikan pengaruh penghambatan konsumsi pakan larva S. frugiperda sebesar 0,071 ± 0,028 g dibandingkan kontrol 0,642 ± 0,031 g. Selain itu, ekstrak kasar metanol daun N. oleander menunjukkan persentase mortalitas tertinggi sebesar 97,5 ± 0,50%, diikuti oleh ekstrak kasar air 70 ± 0,82%, ekstrak kasar etanol 57,50 ± 0,96%, dan ekstrak kasar n-hexane 50,00 ± 0,82%. Kelulushidupan larva, pupa, dan imago S. frugiperda menunjukkan nilai persentase terendah sebesar 2-3,4% ketika diaplikasikan ekstrak kasar metanol daun N. oleander. Secara keseluruhan, metanol adalah pelarut yang paling baik untuk mengekstrak daun N. oleander terhadap mortalitas, daya konsumsi, dan kelulushidupan larva S. frugiperda.
Peluang Pengembangan Inpari IR Nutri Zinc dan Perbenihan Padi di Sumatera Utara Chairuman, Novia; Batubara, Siti Fatimah; Aryati, Vivi; Jonharnas, Jonharnas; Helmi, Helmi
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41739

Abstract

Inpari IR Nutri Zinc adalah salah satu varietas padi yang mempunyai keistimewaaan karena berasnya mengandung Zn tinggi sebagai  unsur yang sangat bermanfaat untuk mencegah kekurangan gizi.  Inpari IR Nutri Zinc sebagai produk biofortifikasi, menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting di Indonesia. Varietas Inpari IR Nutri Zinc sangat berpotensi untuk dikembangkan pada berbagai agroekosistem, bila didukung oleh komponen teknologi yang sesuai agar pertumbuhan dan hasilnya maksimal.  Sasaran yang tepat untuk pengembangan Inpari IR Nutri Zinc adalah daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, yaitu golongan masyarakat yang mengandalkan beras sebagai bahan pangan pokok sekaligus sumber mineral yang dapat dikonsumsi setiap hari. Peluang pengembangan varietas ini menghadapi berbagai tantangan, antara lain preferensi petani dan permodalan yang masih rendah, serta teknologi pengolahan hasil untuk mendukung produk olahan berasnya bernilai jual tinggi yang belum berkembang. Hilirisasi varietas Inpari IR Nutri Zinc yang kaya unsur Zn ini belum terlaksana, karena belum berkembangnya varietas di tingkat penangkar benih maupun di tingkat petani, serta belum tersosialisasikannya keunggulan khusus varietas ini.
Hasil dan Kualitas Rumput Gandum akibat Priming dan Pengaturan Suhu Penyimpanan Benih Wicaksono, Fiky Yulianto; Sausan, Nida Hanun; Kadapi, Muhamad
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41683

Abstract

Rumput gandum atau wheatgrass (Triticum aestivum L.) merupakan tanaman gandum muda yang berasal dari benih gandum. Konsumen seringkali tidak dapat menghabiskan langsung benih gandum untuk dijadikan rumput gandum, sehingga benih gandum sisa harus disimpan yang akhirnya menyebabkan kemunduran kualitas rumput gandum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu  penyimpanan benih dan konsentrasi nutrisi terhadap hasil dan kualitas wheatgrass secara hidroponik yang diperoleh dari benih pada dua kondisi suhu  penyimpanan selama empat bulan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diberi enam perlakuan kombinasi suhu penyimpanan dengan konsentrasi nutrisi yang diulang lima kali. Perlakuan suhu penyimpanan terdiri dari suhu ruang (23-28°C) dan suhu rendah (5-6°C), sementara konsentrasi nutrisi AB mix yang digunakan sebagai perlakuan yaitu 0 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu penyimpanan dan penambahan nutrisi memberikan pengaruh terhadap  persentase daya kecambah, tinggi bibit, bobot segar pupus, bobot kering pupus, dan kandungan klorofil, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Penyimpanan benih pada suhu rendah dan penambahan AB mix 500 ppm menunjukkan peningkatan daya kecambah, tinggi bibit, bobot segar pupus, dan bobot kering pupus, serta kandungan klorofil wheatgrass dari benih dibandingkan perlakuan lainnya.
Efisiensi Alokatif Usaha Tani Jagung di Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Sutrantiyas, Roichana Rachma; Masyhuri, Masyhuri; Siregar, Abi Pratiwa
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.42444

Abstract

Kecamatan Bantul merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tren luas panen yang cenderung naik dari tahun 2017 hingga 2019. Meskipun demikian, luas panen yang semakin besar tidak otomatis mengakibatkan produksi yang lebih tinggi, hal ini disebabkan karena terdapat faktor lain yang berpengaruh terhadap produksi jagung. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung dan tingkat efisiensi alokatif penggunaan input pada usaha tani jagung di Kecamatan Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis menggunakan data primer yang berasal dari wawancara dengan petani jagung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode acak (random sampling). Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda, sedangkan efisiensi alokatif dihitung menggunakan nilai indeks efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk kandang, herbisida, dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi jagung. Hasil perthitungan efisiensi alokatif dikelompokkan menjadi tiga nilai indeks yaitu: (a) belum efisien (penggunaan luas lahan, benih, dan pupuk urea), (b) tidak efisien (penggunaan pupuk kandang dan herbisida), serta (c) sudah efisien (penggunaan tenaga kerja).
Analisis Genetik Sifat Ketahanan terhadap Tomato Leaf Curl New Delhi Virus (ToLCNDV) pada Hasil Persilangan Interspesifik Squash dengan Pumpkin Adriansyah, Agung; Kuswanto, Kuswanto; Saptadi, Darmawan
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.42564

Abstract

Perakitan varietas tahan melalui kegiatan persilangan interspesifik antara Cucurbita maxima (squash) dengan Cucurbita moschata (pumpkin) merupakan upaya untuk mendapatkan squash tahan Tomato Leaf Curl New Delhi Virus (ToLCNDV). Persilangan interspesifik tersebut menghasilkan individu yang berkarakter squash dan juga individu yang berkarakter gabungan squash dengan pumpkin. Pengujian dengan penanda SSR dilakukan guna mengetahui keberhasilan perilangan interspesifik pada masing-masing individu tanaman P1 (SQ), P2 (PK), F1 (SQ) dan F1 (PK). Pool DNA sampel diamplifikasi dengan 10 pasang primer SSR polimorf yang dapat membedakan pola DNA P1(SQ) dan P2 (PK) pada pengujian sebelumnya yaitu CMTm7, CMTm48, CMTm52, CMTm54, CMTm60, CMTm65, CMTm102, CMTp175, CMTp201, dan CMTp245. Hasil amplifikasi kemudian divisualisasi dengan 2% gel agarosa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil persilangan squash dengan pumpkin (F1) terdapat pola heterozigot di 10 lokus SSR. Analisis segregasi dengan menggunakan Uji Khi-kuadrat menunjukkan bahwa terdapat pola interaksi gen memiliki nisbah 3 Tahan-(AABB, AaBB) : 1 Rentan-(aaBB), yang mengindikasikan bahwa sifat tahan dikendalikan satu pasang gen dominan penuh. Selain itu pola interaksi gen-gen pengendali ketahanan hasil persilangan antara tetua rentan (squash) dan tetua tahan (pumpkin) mengikuti pola 13 Tahan-(A---, --bb) : 3 Rentan-(aaB-), yang mengindikasikan bahwa sifat tahan dikendalikan satu gen dominan dan satu gen resesif yang berinteraksi secara epistasis.
Analisis Risiko Produksi dan Pendapatan Usahatani Kubis di Desa Pasir Datar Indah Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi Mitra, Yahya; Milla, Amalia Nur; Tsani, Ashrul
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40560

Abstract

Kubis merupakan salah satu komoditas tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Namun, banyak petani yang masih belum bisa mengoptimalkan produksi dan pendapatannya serta masih terdapat kendala di lapangan yang dihadapi petani dalam usahatani kubis yang dapat berpotensi sebagai risiko produksi dan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar risiko yang dihadapi petani dalam usahatani kubis, baik dalam proses produksi maupun pendapatannya serta mengidentifikasi upaya-upaya penanganan oleh petani dalam meminimalisir risiko produksi dan pendapatan. Jumlah sampel sebanyak 30 responden, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi kubis yang mampu dihasilkan petani responden yaitu sebanyak 4.549 kg/0,4 ha/tahun dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 5.479.988/0,4 ha/tahun. Nilai koefisien variasi dari hasil analisis risiko produksi adalah 0,0107 dengan batas bawah sebesar 4.451 Kg/0,4 ha. Nilai koefisien variasi pendapatan dari hasil analisis diperoleh nilai sebesar 0,0726 dengan batas bawah sebesar Rp 4.684.405/0,4 ha. Dari hasil analisis tersebut, risiko terhadap produksi dan pendapatan usahatani kubis relatif rendah.
Pengaruh Cekaman Kekeringan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Hitam Varietas Jeliteng Mudhor, Mohammad Ali; Dewanti, Parawita; Handoyo, Tri; Ratnasari, Tri
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40361

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu faktor cekaman abiotik yang dapat menghambat pertumbuhan serta menurunkan hasil tanaman padi. Penanaman varietas tahan kekeringan dengan beberapa perlakuan ketersediaan air diamati pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji karakter morfologi dan fisiologi tanaman padi varietas jeliteng pada berbagai persentase ketersediaan air. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pemberian air optimum padi (kontrol), 100%, 80%, 60%, dan 40% dari ketersediaan air. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kapasitas lapang 80% tanaman padi varietas jeliteng mengalami penurunan hasil yaitu sebesar 36,67% dibandingkan kontrol. Berdasarkan respon fisiologi, pada ketersediaan air 80% terdapat penurunan jumlah klorofil sebesar 10,54% dan peningkatkan jumlah akumulasi kandungan prolin sebesar 21,21%. Berdasarkan respon morfologi, pada 80% ketersediaan air terdapat penurunan kerapatan stomata sebesar 30,85%. Tanaman padi varietas Jeliteng merupakan varietas yang toleran terhadap cekaman kekeringan, hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya perbedaan nilai yang signifikan pada berbagai parameter komponen hasil padi yang diamati.
Analisis Korelasi Marka Simple Sequence Repeats Molecular Markers dengan Karakter Ketahanan terhadap Wereng Cokelat pada Lima Kultivar Padi Prayoga, Gigih Ibnu; Sari, Santika; Dono, Danar; Carsono, Nono
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41024

Abstract

Hama wereng cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) telah lama menjadi masalah utama dalam budidaya padi di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Merakit tanaman yang memiliki ketahanan terhadap hama ini, dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif dan ramah terhadap lingkungan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbedaan pada karakter penting padi antara kultivar padi tahan dengan kultivar rentan wereng cokelat, selain itu juga untuk mendapatkan marka-marka SSR yang bisa digunakan untuk Marker Assisted Selection (MAS) dan hubungannya dengan karakter penting. Riset ini meliputi pengamatan karakter penting dan skrining delapan marka SSR yang diduga berkaitan dengan gen bph (ketahanan terhadap wereng cokelat) pada lima kultivar padi tetua yaitu PTB-33 (genotipe tahan), IR-64, Pandan Wangi, Ciherang, dan Sintanur. PTB-33 memiliki laju fotosintesis yang lebih tinggi (toleran), trikoma yang lebih panjang, dan kandungan protein yang lebih rendah dibandingkan kultivar lainnya yang diuji. Hasil visualisasi marka RM8213 menunjukkan adanya polimorfisme pita DNA pada genotipe tahan PTB-33 dengan kultivar lainnya. Selain itu, marka RM586 dan RM589 juga menunjukkan adanya polimorfisme pada kultivar PTB-33 dengan kultivar lainnya kecuali dengan kultivar IR-64. Hasil analisis Z-Mantel antara marka SSR dengan karakter penting genotipe uji menunjukkan bahwa gen Qbph4 dan Bph17(t) mempunyai korelasi yang sangat tinggi dengan karakter laju fotosintesis dan panjang trikoma, sedangkan gen gen Bph3 dan bph4 berkorelasi tinggi dengan kandungan protein. Ketiga karakter tersebut diduga berperan penting dalam mekanisme pertahanan terhadap hama wereng cokelat pada padi.
Kajian Ketahanan Pangan Rumah Tangga pada Berbagai Agroekosistem di Kabupaten Lampung Utara Putri, Dewi Lestari; Abidin, Zainal; Prasmatiwi, Fembriarti Erry; Kaskoyo, Hari
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.42579

Abstract

Pencapaian ketahanan pangan merupakan masalah inti yang dihadapi petani terutama petani yang memiliki produktivitas tanaman utama yang rendah. Kemampuan petani untuk memenuhi kebutuhannya dipengaruhi oleh luas lahan dan produksi tanaman yang mereka usahakan. Ketahanan pangan ini harus terwujud untuk menghindari keadaan rawan pangan di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis ketahanan pangan beserta faktor-faktor yang memengaruhinya untuk rumah tangga petani pada berbagai agroekosistem di Kabupaten Lampung Utara. Penelitian dilakukan pada agroekosistem padi di Desa Sinar Jaya Kecamatan Tanjung Raja, agroekosistem singkong di Desa Ratu Jaya Kecamatan Sungkai Tengah, dan agroekosistem lada di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Sungkai Barat. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni – September 2021. Jumlah sampel adalah 105 rumah tangga petani. Metode analisis data yang digunakan, yaitu klasifikasi silang antara pangsa pengeluaran pangan dan tingkat kecukupan energi serta regresi ordinal logistik. Penelitian menyimpulkan bahwa mayoritas rumah tangga petani diklasifikasikan sebagai kurang pangan. Jumlah rumah tangga yang paling banyak terkategori tahan pangan adalah petani agroekosistem padi, sedangkan rumah tangga yang paling banyak terkategori rawan pangan adalah petani agroekosistem singkong. Variabel pendidikan ibu rumah tangga, pendapatan rumah tangga, dan dummy agroekosistem berpengaruh nyata terhadap tingkat ketahanan pangan.
Optimalisasi Populasi Tanaman pada Varietas Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Crindo 19 Kustanto, Heri
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40967

Abstract

Kacang buncis adalah tanaman sayuran yang terkenal dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kacang buncis dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya ialah penggunaan varietas unggul dan cara budidaya yang baik. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman ialah penentuan jarak tanam dan populasi yang tepat. Pengujian jarak tanam dan populasi merupakan salah satu cara pengembangan produk untuk varietas baru hasil pemuliaan tanaman yang akan memasuki pasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jarak tanam dan jumlah populasi yang optimal bagi tanaman kacang buncis varietas Crindo 19. Penelitian ini dilaksanakan pada musim penghujan yaitu pada bulan Maret sampai Juli 2021 di Dusun Kedayon, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Perlakuan percobaan terdiri atas 12 macam perlakuan jarak tanam yang berbeda. Penanaman dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil menunjukkan bahwa jarak tanam dan jumlah populasi yang optimal pada varietas Crindo 19 berkisar 27.777,8 – 30.303,0 tanaman/ha untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada karakter jumlah polong per tanaman, hasil buncis per petak dan hasil panen per hektar. Jika jarak tanam dan jumlah populasi di luar kisaran tersebut maka hasil ketiga karakter di atas akan mengalami penurunan. Terdapat hubungan yang kuat antar karakter komponen biomasa dan hasil dengan karakter hasil panen per hektar.