cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Identification Of The Mother's Metal And Physical Preparations Before Delivery Herlina, Siskha Maya; Ulya, Yadul; Yunika, Regina Pricilia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i10.17798

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan ke-3 Sustainable Development Goals (SDGs), target yang akan dicapai yaitu mengurangi angka kematian ibu secara global dari 218 menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup hingga kurun waktu 2030 (WHO, 2018).Tingginya angka kematian ibu merupakan masalah kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Di perkirakan 830 wanita meninggal diseluruh dunia setiap harinya dikarenakan komplikasi selama kehamilan atau persalinan. Dimana 99 % kematian terjadi di negara bepenghasilan menengah kebawah dan hampir dua pertiga terjadi di Afrika (WHO, 2018).Tujuan: mengidentifikasi persiapan mental dan fisik ibu hamil trimester III  menjelang persalinanMetode: Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester yang berjumlah  40 orang.Hasil: persiapan fisik dan mental ibu menjelang persalinan terdapat 25 (62,5%), Hasil yang didapatkan sebanyak 15 (37,5%) ibu hamil. 25 ibu hamil yang lain belum dikatakan siap secara fisik karena komponen dari Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) belum terpenuhiKesimpulan: berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan. Ibu hamil sebagaian besar lebih banyak yanag mampu mempersiapkan persalinanya secara mental, sedangankan persiapan secara fisik masih belum banyak dilakukan karena beberapa komponen  dari P4K belum terpenuhi.Saran: persiapan secara fisik dan metal harus dilakuakan oeh tenaga kesehatan kepada ibu hamail dalam mempersiapkan persalinananya, karena hal ini mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun bayinya. Kata Kunci: persiapan fisik, persiapan mental, ibu bersalin                                                                             ABSTRACT Background: The maternal mortality rate is one of the targets that has been determined in the 3rd goal of the Sustainable Development Goals (SDGs), the target to be achieved is to reduce the global maternal mortality rate from 218 to less than 70 per 100,000 live births until 2030 (WHO, 2018). The high maternal mortality rate is a world health problem, especially in developing countries. An estimated 830 women die worldwide every day due to complications during pregnancy or childbirth. Where 99% of deaths occur in lower-middle-income countries and almost two-thirds occur in Africa (WHO, 2018).Objective: identifying the mental and physical preparation of pregnant women in the third trimester before deliveryMethod: This type of research uses a descriptive type of research. The sample in this study is 40 pregnant women in the trimester.Results: The physical and mental preparation of mothers before childbirth was 25 (62.5%), the results obtained were 15 (37.5%) pregnant women. The other 25 pregnant women have not been said to be physically ready because the components of the Childbirth Planning and Complications Prevention (P4K) Programme have not been fulfilledConclusion: Based on the results of the research that has been carried out. Most pregnant women are able to prepare for their labor mentally, while physical preparation is still not much done because some components of P4K have not been fulfilled.Suggestion: Physical and metal preparations must be made by health workers to Hamail's mother in preparing for her delivery, because this can reduce the risk of complications for the mother and her baby. Keywords: Physical preparation, mental preparation, maternity
Effects Of Prenatal Yoga Adherence On Postpartum Maternal Mental Health Hasanah, Siti Noor; Azhimia, Faida; Friscila, Ika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i10.17790

Abstract

Latar Belakang: Ketidaknyamanan psikologis pada ibu postpartum atau disebut depresi postpartum jika tida ditangani dapat berdampak pada kondisi yang kronis. Ketidaknyamanan secara psikologis dapat dicegah atau ditangani dengan cara non-farmakologis salah satunya yoga terapi tubuh dan pikiran yang menggabungkan postur fisik (Asana), teknik pernapasan (Pranayama), dan meditasi atau relaksasi.Tujuan: untuk menganalisis pengaruh keaktfian mengikuti prenatal yoga terhadap tingkat kesehatan mental bagi ibu nifas.Metode:  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptrif kuantitatif untuk mengetahui gambaran kesehatan mental pada ibu post natal dengan kuisioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), serta dibandingkan dengan metode HADS (Hospital Anxiety and Depression Scale) and CES-D (Center for Epidemiologic Studies Depression Scale).Hasil: skor rata-rata CES-D minggu ke-2, untuk kelompok kontrol (tanpa prenatal yoga) di semua tempat melahirkan adalah 21,00, yang menunjukkan bahwa pada periode awal postpartum, banyak ibu yang mengalami tingkat gejala depresi yang cukup tinggi. skor rata-rata CES-D minggu ke-2 adalah 13,83, menunjukkan bahwa pada awal postpartum, ibu yang mengikuti prenatal yoga memiliki gejala depresi ringan hingga sedang. Skor rata-rata CES-D minggu ke-6 adalah 8,83, yang menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam gejala depresi seiring dengan waktu. Skor rata-rata EPDS minggu ke-6 adalah 4,00, jauh di bawah ambang batas 10 yang mengindikasikan risiko depresi postnatal. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang mengikuti prenatal yoga tidak mengalami risiko depresi signifikan. HADS-A (kecemasan) rata-rata adalah 4,17, yang menunjukkan tingkat kecemasan yang rendah pada ibu yang mengikuti prenatal yoga. HADS-D (depresi) rata-rata adalah 3,50, juga berada dalam rentang normal tanpa tanda-tanda depresi klinis yang signifikan.Kesimpulan: Berdasarkan CES-D, EPDS, dan HADS, ibu yang tidak mengikuti prenatal yoga cenderung memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi selama periode postpartum. Ibu yang mengikuti prenatal yoga menunjukkan penurunan yang signifikan dalam skor depresi dari minggu ke-2 hingga minggu ke-6, terutama berdasarkan skor CES-D. Ini menunjukkan bahwa prenatal yoga dapat membantu menurunkan gejala depresi pada ibu postnatal. Namun, secara keseluruhan, prenatal yoga membantu menekan tingkat depresi dan kecemasan di semua tempat melahirkan.Saran: Diperlukan penelitian kualitatif berdasarkan pengalaman ibu nifas yang telah mengikuti prenatal yoga. Kata Kunci : Ibu Nifas, Prenatal Yoga, Tingkat Kesehatan Mental ABSTRACT Background: Psychological discomfort in postpartum mothers or called postpartum depression if not treated can have an impact on chronic conditions. Psychological discomfort can be prevented or treated in a non-pharmacological way, one of which is yoga body and mind therapy that combines physical postures (Asana), breathing techniques (Pranayama), and meditation or relaxation.Purpose:  To analyze the impact of prenatal yoga participation on postpartum maternal mental health.Methods:  A quantitative descriptive study was conducted to assess maternal mental health using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) and to compare the results with the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) and the Center for Epidemiologic Studies Depression Scale (CES-D).Results: "The mean CES-D score at week 2 for the control group (no prenatal yoga) across all birthing locations was 21.00, indicating a relatively high level of depressive symptoms in the early postpartum period. In contrast, the mean CES-D score at week 2 for the prenatal yoga group was 13.83, suggesting mild to moderate depressive symptoms in the early postpartum period. By week 6, the mean CES-D score for the prenatal yoga group decreased significantly to 8.83, indicating a substantial reduction in depressive symptoms over time. The mean EPDS score at week 6 was 4.00, well below the cut-off score of 10 for postpartum depression risk. This suggests that the majority of mothers who participated in prenatal yoga were not at significant risk for postpartum depression. The mean HADS-A (anxiety) score was 4.17, indicating low levels of anxiety in mothers who participated in prenatal yoga. Similarly, the mean HADS-D (depression) score was 3.50, which falls within the normal range and does not indicate significant clinical depression.Conclusion: Based on CES-D, EPDS, and HADS scores, mothers who did not participate in prenatal yoga tended to have higher levels of depression and anxiety during the postpartum period. Mothers who participated in prenatal yoga demonstrated a significant decrease in depression scores from week 2 to week 6, particularly as measured by the CES-D. This suggests that prenatal yoga may be effective in reducing depressive symptoms in postpartum mothers. Overall, prenatal yoga was associated with lower levels of depression and anxiety across all birthing locations.Suggestions; A qualitative study is needed to explore the experiences of postpartum women who have participated in prenatal yoga. Keywords:    Mental Health Level, Postpartum Mothers, Prenatal Yoga  
The Role Of Mother Toddler Classes In Stimulating Child Growth And Development Yuliana, Fitri; Agustini, Lia; Hestiyana, Nita; Kusvitasari, Hairiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i1.18459

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan orang tua terutama ibu dalam melakukan stimulasi maupun deteksi dini tumbuh kembang anak masih sangat rendah, hal ini sesuai dengan data dari Puskesmas Tanah Habang bahwa kasus gangguan perkembangan menduduki posisi kedua tertinggi di Kabupaten Balangan dengan presentase 2,1%. Pemanfaatan Buku KIA dan Kelas Balita sebagai media informasi stimulasi tumbuh kembang sangat diperlukan oleh Ibu agar memudahkan dalam melakukan intervensi dini adanya gangguan tumbuh kembang pada anak.Tujuan: menganalisis pengaruh kelas ibu balita terhadap pengetahuan ibu dalam stimulasi tumbuh kembang anak usia 0-24 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanah Habang.Metode: Penelitian eksperimen dengan rancangan Pre Eksperiment One-group pretest-posttest design, pengambilan sampel 20 orang menggunakan purposive sampling, instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Hasil penelitian diperoleh pengetahuan sebelum Kelas Ibu Balita dalam kategori baik sebanyak 19 orang (95%), kategori cukup sebanyak 1 orang (5%) dan hasil pengetahuan setelah Kelas Ibu Balita adalah 100% kategori baik (20 orang). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah Kelas Ibu Balita.Simpulan: Pemanfaatan Kelas Ibu Balita memiliki pengaruh terhadap pengetahuan ibu dalam stimulasi tumbuh kembang anak, semakin baik pengetahuan ibu dapat berdampak terhadap perilaku ibu sehingga pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara optimal.Saran: Informasi melalui kelas balita dapat meningkatkan kesadaran orangtua dalam mendeteksi kelainan tumbuh kembang pada anak Kata Kunci: Kelas Ibu Balita, pengetahuan, stimulasi tumbuh kembang ABSTRACT Background: The ability of parents, especially mothers, to stimulate and detect early child development is still very low, this is in accordance with data from Tanah Habang Health Center that cases of developmental disorders are in the second highest position in Balangan Regency with a percentage of 2.1%. The use of KIA Books and Toddler Classes as a medium for information on growth and development stimulation is very much needed by mothers to make it easier to intervene early in the presence of growth and development disorders in children.Objective: Analyzing the influence of mother-to-toddler classes on mothers' knowledge in stimulating the growth and development of children aged 0-24 months in the working area of the Tanah Habang Health Center.Methods: Experimental research with Preexperiment One-group pretest-posttest design, sampling of 20 people using purposive sampling, data collection instruments using questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test.Results: The results of the study obtained knowledge before the Mother Toddler Class in the good category of 19 people (95%), sufficient category of 1 person (5%) and the results of knowledge after the Mother Toddler Class were 100% good category (20 people). The results of the Wilcoxon Signed Rank Test obtained a Sig. (2-tailed) value of 0.000 which is smaller than 0.05. This shows that there is a significant difference between before and after the Mother Toddler Class.Conclusion: UtilizationThe Mother and Toddler Class has an influence on mothers' knowledge in stimulating children's growth and development. The better the mother's knowledge, the better the impact on the mother's behavior so that monitoring of children's growth and development can be carried out optimally.Suggestion: Information through toddler classes can increase parents' awareness in detecting growth and development disorders in children Keywords: Mother toddler class, knowledge, growth and development stimulation 
Analysis Of The Impact Of Marketing Mix On Patient Visit Interest Indah, Sonia Fillahi; Wahyudi, Bayu; Widjaja, Yani Restiani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i12.18593

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pemasaran marketing mix yang terdiri dari variabel produk, harga, tempat, dan promosi terhadap minat kunjung pasien di Klinik "Bintang Beauty" Bali. Minat kunjungan pasien merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan klinik dalam menarik pelanggan. Oleh karena itu, pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat pasien sangat penting bagi pengembangan strategi pemasaran klinik.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana variabel-variabel marketing mix berpengaruh terhadap minat kunjung pasien di Klinik "Bintang Beauty" Bali.Metode:  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden yang merupakan pasien Klinik "Bintang Beauty" Bali. Analisis dilakukan untuk menguji pengaruh variabel produk, harga, tempat, dan promosi terhadap minat kunjung pasien.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel dalam marketing mix (produk, harga, tempat, dan promosi) memiliki pengaruh signifikan terhadap minat kunjung pasien di Klinik "Bintang Beauty" Bali. Nilai t hitung untuk produk, harga, tempat, dan promosi lebih besar dari t tabel, dan nilai signifikansi untuk semua variabel kurang dari 0,05.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran marketing mix yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat kunjung pasien di Klinik "Bintang Beauty" Bali. Oleh karena itu, pengelola klinik perlu memperhatikan dan mengoptimalkan aspek-aspek tersebut dalam strategi pemasaran mereka untuk meningkatkan minat kunjung pasien.Saran: Disarankan agar pihak klinik lebih meningkatkan kualitas produk dan layanan, menetapkan harga yang kompetitif, serta memperhatikan aksesibilitas tempat dan promosi yang tepat untuk menarik lebih banyak pasien. Kata Kunci : Marketing mix, minat kunjung pasien, produk, harga, klinik, promosi. ABSTRACT Background: This study aims to analyze the influence of marketing mix strategies, including the variables of product, price, place, and promotion, on patient visit intention at "Bintang Beauty" Clinic in Bali. Patient visit intention is a crucial factor in determining the clinic's success in attracting customers. Therefore, understanding the factors influencing patient interest is essential for developing effective marketing strategies.Purpose:  The objective of this study is to determine the extent to which the marketing mix variables influence patient visit intention at "Bintang Beauty" Clinic in Bali.Methods:  This research employs a quantitative approach with linear regression analysis. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents, who are patients of "Bintang Beauty" Clinic in Bali. The analysis was conducted to test the influence of product, price, place, and promotion variables on patient visit intention.Results: The results indicate that all variables in the marketing mix (product, price, place, and promotion) have a significant influence on patient visit intention at "Bintang Beauty" Clinic in Bali. The calculated t-values for product, price, place, and promotion are greater than the t-table, and the significance values for all variables are less than 0.05.Conclusion: It can be concluded that the marketing mix strategy, consisting of product, price, place, and promotion, significantly influences patient visit intention at "Bintang Beauty" Clinic in Bali. Therefore, clinic management should pay attention to and optimize these aspects in their marketing strategies to increase patient visit intention.Suggestions: It is recommended that the clinic enhance the quality of products and services, set competitive prices, and improve the accessibility of the location and promotion strategies to attract more patients. Kata kunci/Keywords: Marketing mix, patient visit intention, product, price, clinical beauty, promotion. 
Adolescent Characteristics And The Role Of Friends In Behavioral Efforts Prevention Of Hiv/Aids Metri, Deni; Hasan, Amrul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19798

Abstract

 ABSTRAK : KARAKTERISTIK REMAJA DAN PENGARUH TEMAN SEBAYA  DALAM UPAYA  PENCEGAHAN PENULARAN HIV AIDS Latar Belakang: Remaja adalah masa dimana tanda-tanda seksual sekunder seseorang sudah berkembang mengalami kematangan secara fisik, psikologis, maupun sosial.  Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Pada usia itu permasalahan yang sering terjadi pada remaja  yang dikenal dengan  Tiga Permasalahan Kesehatan Reproduksi atau yang disebut juga dengan TRIAD KRR yaitu seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA. Adanya peningkatan Kasus HIV/AIDS pada remaja di Indonesia sebesar 3,8 % pada tahun 2022  dari pada tahun sebelumnya.  Kementerian Kesehatan menyebutkan  sekitar 1.929  pada rentang usia  15-24. tahun yang terinfeksi HIV. Jenis kelamin menentukan  perilaku pencegahan HIV aids. Perilaku positif terhadap pencegahan HIV/AIDS paling banyak dilakukan jenis kelamin perempuan dari pada laki-laki. Pendidikan sangat diperlukan untuk mendapatkan informasi dan . Semakin tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi (Wawan 2010).  Menurut teori L.Green di Notoadmodjo ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja yaitu faktor predisposisi (jenis kelamin, tingkat pendidikan)  dan faktor pendorong peran teman sebaya dalam upaya pencegahan penularan HIV Aids. Tujuan: Menganalisis karakteristik remaja dan peran teman sebaya dalam upaya pencegahan penularan HIV AidsMetode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan atau desain cross sectional study.  Populasi penelitian adalah Ramaja yang berusia 10-18 tahun di wilayah kerja puskesmas Negara Ratu  Lampung Utara Jumlah total populasi. 141 orang. Sampel  pada penelitian ini menggunakan  rumus Vincent Gaspersz, didapatkan 57 responden. Analisis data dengan univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dengan confidence interval 95%,  digunakan batas kemaknaan α = 0,05.Hasil: ada hubungan yang bermakna antara peran teman sebaya dengan perilaku pencegahan penularan HIV Aids.Kesimpulan:  peran teman sebaya berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV Aids pada remajaSaran: Meningkatkan pemberian edukasi tentang perilaku pencegahan HIV Aids dan bahaya HIV pada remaja  sehingga dapat meningkatkan pengetahuan sebagai upaya pencegahan HIV Aids dan dapat menjadi salah satu intervensi alternatif untuk  meningkatkan  perilaku  kesehatan dalam   mencegah  HIV Aids   Kata kunci , karakteristik, peran teman, pencegahan HIV Aids ABSTRACT Background:: Adolescence is a period when a person's secondary sexual characteristics have developed and become physically, psychologically and socially mature.  According to the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 25 of 2014, teenagers are residents in the age range 10-18 years. At that age, the problems that often occur in teenagers are known as the Three Reproductive Health Problems or also known as the TRIAD KRR, namely sexuality, HIV/AIDS and narcotics. There will be an increase in HIV/AIDS cases among teenagers in Indonesia by 3.8% in 2022 compared to the previous year.  The Ministry of Health said around 1,929 were in the age range 15-24. years infected with HIV. Gender determines HIV AIDS prevention behavior. Positive behavior towards preventing HIV/AIDS is most often carried out by women than men. Education is very necessary to obtain information and . The higher a person's education, the easier it is to receive information (Wawan 2010).  According to L.Green's theory in Notoadmodjo, there are several factors that influence HIV/AIDS prevention behavior in adolescents, namely predisposing factors (gender, level of education) and factors that encourage the role of peers in efforts to prevent the transmission of HIV/AIDS.Objective: Analyzing the characteristics of adolescents and the role of peers in efforts to prevent HIV/AIDS transmissionMethod: This research uses quantitative methods, with a cross sectional study approach or design.  The research population was Ramaja aged 10-18 years in the working area of the Negara Ratu Health Center, North Lampung. Total population. 141 people. The sample in this study used Vincent Gaspersz's formula, obtaining 57 respondents. Data analysis using univariate and bivariate. The statistical test used was chi-square with a confidence interval of 95%, a significance limit of α = 0.05 was used.Results: There is a significant relationship between the role of peers and behavior to prevent HIV/AIDS transmission.Suggestion: Increasing the provision of education about HIV Aids prevention behavior and the dangers of HIV in adolescents so that it can increase knowledge as an effort to prevent HIV Aids and can be an alternative intervention to improve health behavior in preventing HIV Aids Keywords: characteristics, role of friends, prevention of HIV Aids 
Factors Affecting The Incidence Of Anemia In Pregnant Women Tibar, Sri Linda Azzahra; Maternity, Dainty; Isnaini, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.7900

Abstract

ABSTRAK : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU  Latar Belakang: Anemia pada kehamilan memiliki efek negatif terhadap kesehatan ibu dan anak serta dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. dampak anemia pada masa kehamilan bagi bayi yaitu meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah, IUFD, skor AFGAR rendah pada 5 menit pertama, IUGR, serta menyebabkan kejadian stunting. Prevalensi anemia di Indonesia pada ibu hamil yaitu 40,1%.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sukaraja Nuban Kabupaten Lampung Timur tahun 2022.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan 37-42 minggu di Puskesmas Sukaraja Nuban tahun 2022 dengan jumlah 73 orang dengan sampel 48 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat (chi-square). Hasil: terdapat 15 (31,3 %) responden mengalami anemia, 29 (60,4%) responden dengan usia tidak berisiko, 33 (68,8%) responden dengan IMT tidak berisiko, 34 (70,8%) responden dengan paritas tidak berisiko, 37 (77,1%) responden dengan LILA berisiko, dan 28 (58,3%) responden mengkonsumsi suplemen zat besi dalam kategori tidak berisiko. Ada pengaruh usia (p=0,004), IMT (p=0,000), paritas (p=0,005), LILA (p=0,003), dan konsumsi suplemen zat besi (p=0,000) dengan kejadian anemia pada ibu hamil.Kesimpulan: Ada pengaruh usia, IMT, paritas, LILA, dan konsumsi suplemen zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kata Kunci           : Usia, IMT, paritas, LILA, Konsumsi Suplemen Zat Besi dan Anemia ABSTRACT Backgrounds:Anemia in pregnant women has negative effects on maternal and child health and can increase the risk of maternal and infant mortality. The effect of anemia during pregnancy for infants includes increasing the risk of premature birth, low birth weight, IUFD, low APGAR score in the first 5 minutes, IUGR, and stunting. The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia is 40.1%.Purpose:To determine the factors affecting the incidence of anemia in pregnant women at Sukaraja Nuban in-patient public health center, Lampung Timur Regency in 2022.Methods:This study is a quantitative study with a cross-sectional design. The population in this study were 73 pregnant women with the gestational age of 37-42 weeks at Sukaraja Nuban in-patient public health center in 2022. Then, the sample in this study was 48 pregnant women. The sampling technique used in this study was accidental sampling. The data analysis in this study used univariate and bivariate (chi-square test).Results:This study showed that 15 (31.3%) pregnant women had anemia, 29 (60.4%) pregnant women were at an age of having no risk of anemia, 33 (68.8%) pregnant women had BMI of having no risk of anemia, 34 ( 70.8%) pregnant women had parity of having no risk of anemia, 37 (77.1%) pregnant women had MUAC in the risky category, and 28 (58.3%) pregnant women consumed iron supplements were categorized into the non-risk category. The results of the chi-square test showed that there was an effect of age (p-value= 0.004), BMI (p-value= 0.000), parity (p-value = 0.005), MUAC (p-value = 0.003) , and consumption of iron supplements (p-value = 0.000) with the incidence of anemia in pregnant women.Conclusion:there was an effect of age, BMI, parity, MUAC, and consumption of iron supplements with the incidence of anemia in pregnant women. Keywords              : Age, Anemia,BMI, Consumption of iron supplements,Parity, MUAC 
The Effect Of The Combination Of Turmeric Powder Drink, Milk Powder, And Granulated Sugar (KAK-TUSI) On The Healing Of Laceration Wounds And Perineal Pain In Postpartum Mothers Katmini, Katmini; Wijayanegara, Hidayat; Aziz, Alamsyah; Herawati, Yanti; Nurlatifah, Teni; Stusisna, Ma'nun
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.16747

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH KOMBINASI MINUMAN BUBUK KUNYIT, SUSU BUBUK DAN GULA PASIR (KAK-TUSI) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA LASERASI DAN NYERI PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM Pendahuluan: Nyeri laserasi perineum merupakan masalah yang cukup banyak di Asia, 50% dari kejadian nyeri laserasi perineum di dunia terjadi di Asia, di Indonesia 75% ibu melahirkan pervaginam mengalami laserasi perineum, 57% ibu dengan nyeri jahitan aserasi perineum. Perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lokhea menjadi lembab akan sangat menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum. Obat-obatan tradisional telah banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan selain obat kimia. Kandungan sucrosa dalam gula mampu memberikan efek osmotik yang berkaitan dengan aktivitas air (aω) dalam luka untuk mengontrol tumbuhnya bakteri mampu mensekresi TGF-α, menarik makrofag  ke jaringan luka dan mengekspresikan reseptor integrin α2 dan β1 yang berfungsi dalam proliferasi fibroblas dan sintesis kolagen. Kandungan yang terdapat dalam susu bubuk dapat membantu menjaga kelembapan yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka. Kunyit sudah terbukti secara signifikan sebagai anti inflamasi, antioksidan, anti karsinogenik, anti infeksi dan anti koagulan. Kunyit juga telah terbukti secara signifikan memiliki sifat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui Pengaruh minuman serbuk KAK- TUSI dalam Penyembuhan laserasi dan Nyeri Perineum Pada Ibu Postpartum Di KPRI Najwa Medika.Metode: Penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain Pretest-Posttest Control Group menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan November – Desember 2023 di Klinik Pratama Rawat Inap Najwa Medika. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Analisis uji statistik menggunakan uji        independent T Test dengan pendekatan paired t-test.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pemberian minuman serbuk KAK- TUSI selama 7 hari secara rutin berpengaruh terhadap penyembuhan laserasi dan nyeri perineum derajat I pada ibu postpartum di KPRI Najwa Medika   dilihat dari hasil uji statistic nilai kelompok intervensi sebesar 0.39 lebih kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu sebesar 1.52 pada penyembuhan luka perineum dan nilai kelompok intervensi sebesar 0.35 lebih kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu sebesar 1.35Simpulan: pada penyembuhan nyeri luka perineum dengan p value 0.000 maka dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol terhadap lama penyembuhan luka luka dan nyeri perineum jika nilai p value < 0.05. Minuman serbuk KAK- TUSI berpengaruh Terhadap Penyembuhan laserasi dan Nyeri Perineum Pada Ibu Postpartum Di KPRI Najwa Medika. Kata Kunci: Laserasi perineum, minuman serbuk KAK- TUSI, nyeri perineum, penyembuhan
Factors Associated With The Incidence Of Risky Pregnancy Mulyati, Mulyati; Rahmawati, Shinta Alifiana; Amalia, Amirul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19588

Abstract

ABSTRAK: FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN BERISIKO Latar Belakang: Kehamilan merupakan proses fisiologis yang dialami oleh wanita. Setiap kehamilan berisiko mengalami gangguan yang disebut komplikasi, yang dapat menjadi penyebab langsung kematian ibu.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian kehamilan berisiko.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Karangbinangun Kabupaten Lamongan pada bulan September - Desember tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Karangbinangun Kabupaten Lamongan bulan Juni-Agustus 2024 berjumlah 139 orang. Teknik sampling digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling berjumlah104 orang responden. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki kehamilan risiko rendah dengan pendidikan menengah sebanyak 30 responden (28,8%), dan sebagian kecil responden memiliki kehamilan dengan risiko sangat tinggi dan berpendidikan tinggi sebanyak 2 responden (1,9%). Sebagian besar responden memiliki kehamilan risiko rendah dengan status gizi yang baik sebanyak 40 responden (38,5%), dan sebagian kecil responden memiliki kehamilan dengan risiko sangat tinggi dan berstatus gizi kurang sebanyak 1 responden (1,0%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa seluruh faktor memiliki nilai p>0,05.Kesimpulan: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian kehamilan namun terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian kehamilan berisiko di Puskesmas Karangbinangun Kabupaten Lamongan Tahun 2024.Saran: Diharapkan upaya dalam memberikan edukasi serta informasi mengenai kehamilan berisiko dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan oleh layanan kesehatan, guna menurunkan angka kehamilan dengan berisiko diwilayah Puskesmas Karangbinangun Kabupaten Lamongan. Kata Kunci: Kehamilan; Risiko Kehamilan; Pendidikan; Status Gizi. ABSTRACT Background: Pregnancy is a physiological process experienced by women. Every pregnancy carries the risk of complications, which can be a direct cause of maternal death.Objective: This study was to find out what factors are associated with the incidence of risky pregnancies.Methods: This study employs a quantitative research design with a cross-sectional approach and was carried out at the Karangbinangun Health Center, Lamongan Regency in September - December 2024. This study focuses on a population that includes all pregnant women in the Working Area of the Karangbinangun Health Center, Lamongan Regency in June-August 2024, totaling 139 people. This study used a purposive sampling technique, selecting 104 respondents. This study uses the Chi-Square test.Results: The study findings showed that most respondents had low-risk pregnancies with secondary education as many as 30 respondents (28.8%), and a small number of respondents had very high-risk pregnancies and higher education as many as 2 respondents (1.9%). Most of the respondents had low-risk pregnancies with good nutritional status as many as 40 respondents (38.5%), and a small number of respondents had very high-risk pregnancies with poor nutritional status as many as 1 respondent (1.0%). The results of the statistical test showed that all factors had a value of p>0.05.Conclusion: The results of the statistical test show that there is no relationship between education level and the incidence of pregnancy but there is a relationship between nutritional status and the incidence of risky pregnancies at the Karangbinangun Health Center, Lamongan Regency in 2024.Suggestion: Efforts to provide education and information about high-risk pregnancies are expected to be maintained and improved by healthcare services, in order to reduce the rate of at-risk pregnancies in the Karangbinangun Health Center area, Lamongan Regency. Keywords: Pregnancy; Pregnancy Risk; Education; Nutritional status.
The Effectiveness Of Baby Masssage At 3-12 Month Of Age With Telon Lavender Oil Aromatherapy On Baby’ S Sleep Quality Ginting, Ade Krisna; Yuliani, Susanti; Mulyani, Puput Sri; Fitriani, Dewi Rubi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19592

Abstract

ABSTRAK : EFEKTIVITAS PIJAT BAYI PADA USIA 3-12 BULAN DENGAN AROMATERAPI MINYAK TELON LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI Latar Belakang: Hasil penelitian menyatakan bahwa 52% bayi mengalami masalah tidur, yakni bayi tidur kurang dari 9 jam, serta bayi terbangun tiga kali sehari selama lebih dari satu jam di malam hari. Pijat bayi merupakan salah satu upaya non-farmakologi dalam mengatasi permasalahan tidur bayi.  Stimulus yang tepat untuk membuat bayi tidur nyenyak adalah pemijatan dan aromaterapi. Aromaterapi menyebarkan molekul-molekul wangi dan mengaktifkan sistem saraf pusat, yang membantu bayi tidur.Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas pijat bayi pada usia 3-12 bulan dengan aromaterapi minyak telon lavender terhadap kualitas tidur bayi.Metode: Metode penelitian ini menggunakan  quasi experiment dengan desain penelitian pre-test post-test one group. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi berusia 3-12 bulan yang mengalami gangguan tidur, besar sampel yang digunakan dalam penelitian sebesar 32 bayi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi dan kuesioner yang telah teruji validitas dan reabilitasnya.Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa pijatan pada bayi usia 3-12 bulan dengan aroma terapi minyak telon lavender efektif terhadap peningkatan kualitas tidur bayi dengan p value 0,000.Kesimpulan: Pijat bayi usia 3-12 bulan dengan aromaterapi minyak telon lavender efektif meningkatkan kualitas tidur bayi.Saran : Pijat bayi dengan aromaterapi minyak telon lavender disarankan sebagai alternatif untuk mengurangi gangguan tidur pada bayi usia 3-12 bulan Kata Kunci : Pijat bayi; aromaterapi; minyak lavender; kualitas tidur ABSTRACT Background: The research results stated that 52% of babies experienced sleep problems, namely babies slept less than 9 hours, and babies woke up three times a day for more than an hour at night. Baby massage is a non-pharmacological effort to overcome baby sleep problems.  The right stimulus to make a baby sleep soundly is massage and aromatherapy. Aromatherapy disperses fragrant molecules and activates the central nervous system, which helps babies sleepPurpose: The aim of this research was to determine the effectiveness of baby massage aged 3-12 months with lavender telon oil aromatherapy on the quality of baby sleep.Methods: This research method uses quasi-experiment with a one group pre-test post-test research design. The sample in this study was babies aged 3-12 months who experienced sleep disorders. The sample size used in the study was 32 babies. Data collection is carried out by conducting observations and questionnaires whose validity and reliability have been tested. Data analysis in this study used dependent t-test analysis (paired t-test).Results: The results of the study stated that massage for babies aged 3-12 months with lavender telon oil aroma therapy was effective in improving the quality of baby's sleep with a p value of 0.000.Conclusion: The  massage for babies aged 3-12 months with lavender telon oil aromatherapy is effective in improving the quality of baby sleep.Suggestions : Baby massage with telon lavender oil aromatherapy is recommended as an alternative to reduce sleep disorders in babies aged 3-12 months Keywords : Baby Massage, Aromatherapy: Lavendder Oil, Sleep Quality
Factors That Influence Awareness Of Women Of Fertile Age In Conducting Iva Tests Norhidayah, Norhidayah; Iswandari, Novita Dewi; Yuliana, Fitri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19551

Abstract

ABSTRAK : FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN WUS DALAM MELAKUKAN IVA TES Latar Belakang: Berdasarkan data World health Organization (WHO) tahun 2020 menyebutkan bahwa kanker serviks menempati penyakit kanker teratas penyebab kematian pada perempuan di Indonesia sebanyak 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian yang disebabkan oleh kanker serviks. Hal ini berdasarkan fakta bahwa lebih 50% perempuan yang terdiagnosa kanker serviks tidak pernah melakukan penapisan atau skrinning.Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Tes di Puskesmas Guntung Manggis Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Sampel penelitian ini adalah wanita usia subur usia 30-50 tahun yang sudah menikah dan berkunjung ke Puskesmas Guntung Manggis yaitu 49 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan perhitungan uji statistic chi square.Hasil: Sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik dalam melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 29 orang (59,2%), sebagian besar ibu memiliki sikap positif dalam melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 35 orang (71,4%).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan Dan Sikap dengan kesadaran Wanita Usia Subur dalam pemeriksaan IVA.Saran: Kegiatan pendidikan kesehatan tentang deteksi dini kanker leher rahim metode IVA oleh tenaga kesehatan kepada pasangan usia subur dapat dilakukan melalui penyuluhan, konseling, atau mengajak untuk ikut melakukan pemeriksaan IVA. Kata Kunci: Pemeriksaan IVA, Pengetahuan, Sikap ABSTRACT Background: Based on 2020 World Health Organization (WHO) data, it is stated that cervical cancer is the top cancer cause of death in women in Indonesia with 604,000 new cases and 342,000 deaths caused by cervical cancer. This is based on the fact that more than 50% of women diagnosed with cervical cancer have never undergone screening or screening.Objective: Identify factors that influence the awareness of women of childbearing age in taking the IVA (Visual Inspection of Acetic Acid) Test at the Guntung Manggis Health CenterMethod: This study is a quantitative study with a cross-sectional research design. In this study, the sampling technique used was accidental sampling. The sample of this study was women of childbearing age aged 30-50 years who were married and visited the Guntung Manggis Health Center, namely 49 respondents. The data analysis used in this research is univariate and bivariate analysis using the chi square test calculation.Results: Most mothers have good knowledge in taking the IVA examination as many as 29 people (59.2%), Most mothers have a positive attitude in taking the IVA examination as many as 35 people (71.4%). Based on chi square analysis with ρ value = 0.001 <α = 0.05, which means there is a relationship between knowledge and awareness of WUS in the IVA examination. While the results of the chi square analysis with ρ value = 0.004 <α = 0.05, which means there is a relationship between attitude and awareness of WUS in the IVA examination.Conclusion: There is a relationship between knowledge and attitudes with the awareness of women of childbearing age in IVA examination.Suggestion: Health education activities about early detection of cervical cancer using the IVA method by health workers for fertile couples can be carried out through counseling, education, or inviting them to participate in IVA examinations. Keywords: IVA Examination, Knowledge, Attitude

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue