cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
The Effectiveness Of Soybean Tempeh Nugget Consumption On Weight Gain In Undernourished Toddlers Rosalena, Wenny; Yuviska, Ike Ate; Rosmiyati, Rosmiyati; Nurliyani, Nurliyani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.17423

Abstract

ABSTRAK : EFEKTIVITAS KONSUMSI NUGGET TEMPE KEDELAI TERHADAP PERTUMBUHAN BERAT BADAN PADA BALITA KECIL Pendahuluan: Status gizi mengacu pada kondisi tubuh manusia yang dipengaruhi oleh asupan makanan dan pemanfaatan zat gizi yang dikonsumsi oleh seseorang. Angka kejadian gizi buruk di dunia menurut WHO sebanyak 45 juta balita, di Indonesia mencapai 13,8%, Provinsi Lampung mencapai 14,8%. Sedangkan di Kabupaten Pesisir Barat terdapat 13,7% balita dan di Puskesmas Krui Selatan terdapat 5,7% balita mengalami gizi buruk. Gizi buruk pada anak balita dapat menghambat tumbuh kembangnya hingga dewasa dan cenderung bersifat irreversible. Salah satu upaya untuk mengatasi gizi buruk pada balita adalah melalui pemanfaatan olahan tempe kedelai dalam bentuk nugget tempe.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsumsi nugget tempe kedelai terhadap pertambahan berat badan pada balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2024.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasinya adalah anak usia 1-5 tahun gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2024 sebanyak 42 responden dan sampel sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Intervensi berupa nugget tempe kedelai yang diberikan selama 4 minggu dengan asupan 30 g per hari. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata berat badan balita gizi kurang sebelum mengonsumsi nugget tempe kedelai adalah 8630 gram, meningkat menjadi 9256,67 gram setelah dikonsumsi. Hasil uji Paired Sample T-test menunjukkan bahwa konsumsi nugget tempe kedelai efektif meningkatkan berat badan balita gizi buruk di Wilayah Kerja Puskesmas Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2024 dengan p-value sebesar 0,000.Kesimpulan: Konsumsi nugget tempe kedelai efektif meningkatkan berat badan balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2024. Kata Kunci: Nugget, Tempe Kedelai, Berat Badan, Balita, Gizi Kurang ABSTRACT Introduction: Nutritional status refers to the condition of the human body influenced by food intake and the utilization of nutrients consumed by an individual. The incidence of malnutrition in the world according to WHO is 45 million children under five, in Indonesia it reaches 13.8%, Lampung province reaches 14.8%. Meanwhile in Pesisir Barat Regency there are 13.7% of children under five and in the South Krui Health Center there are 5.7% of children under five with malnutrition. Malnutrition in children under five can impede their growth and development into adulthood and tends to be irreversible. One effort to improve undernutrition in toddlers is through the use of processed soybean tempeh in the form of tempeh nuggets.Purpose: The aim of this study was to determine the effectiveness of soybean tempeh nugget consumption on weight gain in undernourished toddlers in the South Krui Community Health Center Working Area, West Pesisir Regency, in 2024.Method: This research employed a quantitative method with a pre-experimental design and a one-group pretest-posttest approach. The population comprised children aged 1-5 years with undernutrition in the South Krui Community Health Center Working Area, West Pesisir Regency, in 2024, with 42 respondents and a sample of 30 individuals. The sampling technique used was purposive sampling. The intervention consisted of soybean tempeh nuggets administered for 4 weeks with an intake of 30 g per day. Data analysis utilized the paired sample t-test.Results: The results of this study indicated that the average weight of undernourished toddlers before consuming soybean tempeh nuggets was 8630 grams, which increased to 9256.67 grams after consumption. The paired sample t-test results showed that the consumption of soybean tempeh nuggets was effective in increasing the weight of undernourished toddlers in the South Krui Community Health Center Working Area, West Pesisir Regency, in 2024, with a p-value of 0.000.Conclusion: Consumption of soybean tempeh nuggets was effective in increasing the weight of undernourished toddlers in the South Krui Community Health Center Working Area, West Pesisir Regency, in 2024. Keywords: Nuggets, Soybean Tempeh, Body Weight, Toddlers, Undernutrition
Mothers Of Infants Knowledge About How To Feed Expressed Breast Milk Mudani, Ni Wayan; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Tirtawati, Gusti Ayu
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19626

Abstract

ABSTRAK : PENGETAHUAN IBU DARI BAYI TENTANG PEMBERIAN ASI PERAH Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi ideal bagi bayi, terutama selama 6 bulan pertama. Namun, cakupan ASI eksklusif masih belum optimal. ASI perah menjadi solusi bagi ibu bekerja untuk tetap memberikan ASI eksklusif, sehingga pengetahuan tentang cara pemberian ASI perah menjadi faktor penting.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan tentang cara pemberian ASI perah pada ibu bayi usia 0-6 bulanMetode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional.  Sampel adalah 35 bu bayi usia 0-6 bulan yang dipilih secara purposive sampling yang datang ke Klinik Mutiara Bunda pada bulan Oktober. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dianalisis secara deskriptif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan software.Hasil: Terdapat 91,4% ibu bayi berusia 20-35 tahun, 57,2% merupakan multipara, 57,1% berpendidikan menengah, 72,4% merupakan ibu yang bekerja. Terdapat 74,3% ibu bayi yang memiliki pengetahuan baikKesimpulan: Ibu bayi dengan pengetahuan kurang cenderung berusia 20-35 tahun, berpendidikan dasar, tidak bekerja, dan pada ibu multipara.Saran: tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemberian KIE tentang cara pemberian ASI untuk mendukung pemberian ASI perah secara efektif. Kata Kunci: Air Susu Ibu, ASI perah, Pengetahuan ABSTRACT Background: Breast milk is the ideal source of nutrition for infants, especially during the first 6 months. However, exclusive breastfeeding coverage is still not optimal. Expressed breast milk is a solution for working mothers to continue providing exclusive breastfeeding, so knowledge about how to provide expressed breast milk is an important factor.Objective: To determine the knowledge about express breastfeeding among mothers of infants aged 0-6 months.Methods: This type of research is descriptive research with cross-sectional design.  The sample was 35 mothers of infants aged 0-6 months selected by purposive sampling who came to Mutiara Bunda Clinic in October 2024. Data were obtained through a questionnaire that had been tested for validity and reliability and analyzed descriptively. The analysis used was descriptive analysis using software assistance.Results: There were 91.4% of mothers aged 20-35 years, 57.2% were multiparous, 57.1% had secondary education, 72.4% were working mothers. There were 74.3% of mothers who had good knowledge.Conclusion: Infant mothers with poor knowledge tend to be 20-35 years old, have primary education, do not work, and are multiparous mothers.Suggestion: Health workers can increase the provision of breastmilk on breastfeeding to support effective breastfeeding. Keywords: Breast Milk, Expressed Breast Milk, Knowledge
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth Putriana, Yeyen; Pranajaya, R; Risneni, Risneni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19873

Abstract

ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of the causes of infant mortality is Low Birth Weight (LBW). The LBW figure in 2020 is 44,000 cases. Low birth weight (LBW) babies are one of the main causes of newborn deaths. If a baby weighs less than 2,500 grams (2.5 kilograms), they are considered to have a low birth weight.Even though infancy is an important period for preventing stunting. An important period in preventing stunting is the 1000th birth period, after the baby is born this is a critical period because the baby undergoes an adaptation process to life outside the uterus. This adaptation causes a decrease in the baby's weight of up to 10% in the first 10 days of the baby's life. Previous research on the effect of murotal therapy on the body weight and body temperature of LBW babies resulted in an increase in body weight and stability of the body temperature of LBW babies within 3 days of treatment at the hospital.The aim of the research was to determine the effect of murottal therapy on the baby's weight during the 10-day adaptation period of birth. Method: quasi-experimental research with one group pre-test and post-test. The intervention given was that respondents were exposed to murotal therapy for 30-60 minutes once a day in the morning for 10 days, then the baby's weight was weighed before and after murottal therapy.  The research population was all LBW babies in the perinatology room at Adadi Tjokrodipo Regional Hospital in 2024. Sample technique used purposive sampling technique.  Data analysis used univariate and bivariate independent T tests.Results: showed that there was a difference in the weight of bbw babies before murottal therapy and after murottal therapy with a v palue of 0.000.Conclusion ; There is an influence on the weight of LBW babies during the 10 day birth adaptation period with Murotttal therapy intervention with no weight loss.Suggestion: Murottal therapy can be given to LBW babies within 10 days of birth to prevent weight loss as a result of physiological adaptation. Keywords : LBW Murottal, Physiological,  ABSTRAK : PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP ADAPTASI FISIOLOGIS TERHADAP BERAT BADAN BAYI BBLR DALAM 10 HARI LAHIR Angka kesakitan dan kematian bayi dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya  keadaan saat dilahirkan dalam hal ini bayi lahir dalam keadaan berat badan yang rendah atau BBLR . Salah satu sebab kematian bayi adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)  .Angka BBLR pada tahun 2020 adalah 44.000 kasus. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir. Jika bayi memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram (2,5 kilogram), mereka dianggap memiliki berat badan lahir rendah . Padahal masa bayi merupakan masa penting untuk pencegahan stunting. Masa penting dalam pencegahan stunting adalah masa 1000 kelahiran, setelah bayi lahir adalah masa genting karena bayi mengalami proses adaftasi terhadap kehidupan di luar uterus. Adanya adaftasi tersebut menyebabkan penurunan berat badan bayi hingga 10 % dalam 10 hari pertama kehidupan bayi. Penelitian terdahulu tentang pengaruh therapi murotal terhadap berat badan suhu tubuh bayi BBLR mendapatkan hasil adanya peningkatan berat badan dan stabilitas suhu tubuh bayi BBLR dalam masa 3 hari perawatan di RS .Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap berat badan  bayi dalam masa adaftasi 10 hari kelahiran. Metode : penelitian quasi eksperimen  dengan one grup pre tes dan post tes. Intervensi yang diberikan adalah responden diperdengarkan terapi murotal selama 30-60 menit  sekali sehari pada waktu pagi hari  selama 10 hari kemudian berat badan bayi ditimbang sebelum dan setelah dilakukan therapi murottal.  Populasi penelitian adalah seluruh bayi BBLR yang ada di ruang perinatology di RSUD Adadi Tjokrodipo pada tahun 2024.  Tehnik Sampel menggunakan tehnik purposive sampling.  Analisis data menggunakan univariat dan bivariat uji T independent.Hasil : menunjukkan ada perbedaan berat badan bayi bblr sebelum therapi murottal dengan setelah therapi murottal dengan v palue 0,000.Kesimpulan ; terdapat pengaruh berat badan bayi BBLR dalam masa adaftasi 10 hari kelahiran dengan intervensi therapi murotttal dengan tidak ada penurunan berat badanSaran : pemberian therapi murottal dapat diberikan kepada bayi BBLR dalam masa 10 hari kelahiran untuk mencegah terjadi penurunan  berat badan sebagai akibat adaftasi fisiologis Kata Kunci : BBLR,Murottal, Fisiologis 
Analysis of Neonatal Death Risk Factors Based on Neonatal Death Report Ekawati, Gusni; Tanesib, Amran Julianto; Kusumayati, Agustin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19475

Abstract

ABSTRAK: ANALISIS FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATAL BERDASARKAN DATA LAPORAN KEMATIAN NEONATAL  Latar Belakang: Kematian neonatal masih termasuk dalam masalah kematian bayi, di mana angka kematian bayi (AKB) digunakan untuk melihat seberapa besar kematian bayi di suatu daerah. AKB sangat diperhatikan karena menjadi salah satu indikator tingkat kesehatan masyarakat sehingga memberikan gambaran mengenai kesehatan penduduk secara umum.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kematian neonatal di Kota Bogor pada Tahun 2023.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi case control.  Populasi penelitian terdiri dari seluruh kasus kematian neonatal yang terjadi pada tahun 2023. Instrumen penelitian menggunakan data laporan kematian neonatal Kota Bogor tahun 2023.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur ibu (p-value 0,024), paritas ibu (p-value 0,002) dengan kematian neonatal. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu (p-value 0,226), usia kehamilan (p-value 0,108) dengan kematian neonatal.Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara umur ibu, paritas ibu dengan kematian neonatal.Saran: Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan beberapa langkah untuk mencegah kematian neonatal di Kota Bogor, yaitu meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan kepada ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan yang rutin dan lengkap, meningkatkan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama bagi ibu hamil dan bayi baru lahir dengan risiko tinggi, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pelayanan persalinan dan perawatan bayi baru lahir dan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kematian neonatal di Kota Bogor. Kata Kunci : Kematian Neonatal, Kota Bogor ABSTRACT Background: Neonatal deaths are still included in the problem of infant mortality, where how much infant mortality in a region can be measured by the infant mortality rate (IMR). IMR is of great concern because it is one of the indicators of the level of public health to provide an overview of the health of the population in general.Purpose: This study aims to identify the factors influencing neonatal mortality in Bogor City in 2023.Methods: The research employs a quantitative method with a case-control study design. The study population consists of all neonatal mortality cases that occurred in 2023. The research instrument uses data from the 2023 neonatal mortality report for Bogor City.Results: The results indicate a significant relationship between maternal age (p-value 0.024), maternal parity (p-value 0.002), and neonatal mortality. However, no significant relationship was found between maternal education level (p-value 0.226), gestational age (p-value 0.108), and neonatal mortality.Conclusion: From these findings, it can be concluded that there is a relationship between maternal age, maternal parity, and neonatal mortality.Suggestions: Based on the results of the study, several steps are recommended to prevent neonatal death in Bogor City, namely Increase health education and promotion for pregnant women regarding the importance of regular and comprehensive antenatal checkups, Improve access to maternal and child health services, especially for pregnant women and newborns at high risk, Improving the quality of maternal and child health services, childbirth services, and newborn care, and Conduct further research to identify other factors that correlate with neonatal mortality in Bogor City. Keywords: Neonatal Mortality, Bogor City
The Effect Of Education On Anemia Prevention In Adolescent Women Septina, Rossi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19804

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA WANITA Pendahuluan: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi pada semua kelompok umur mulai dari balita sampai usia lanjut. Pada remaja putri (rematri) rentan menderita anamia, hal ini dapat disebabkan karena siklus menstruasi setiap bulan yang rentan terjadinya anemia. Anemia dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan produktivitas. Anemia yang terjadi pada rematri dapat bersiko pada saat hamil dan akan berdampak negative terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak.Tujuan: Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang pencegahan anemia.Metode: penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif yang menggunakan kuesioner berbasis pilihan ganda yang terdiri dari 25 pertanyaan, dilakukan pada 38 orang, dilakukan tes sebelum dan sesudah dilakukan edukasi (One-Group Pra-Test dan Pasca-Test). Prenelitian ini dilakukan pada bulan September 2024.Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukan nilai sig (2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaaan rata-rata antara sebelum degan sesudah yang artinya ada pengaruh edukasi. Adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudan dengan nilaiConclusion: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan remaja putri mengalaami perubahan sesudah diberikan edukasi. Diharapkan kepada Petugas Kesehatan untuk sering memberikan edukasi kepada remaja putri tentang pencegahan anemia dan diharapkan dengan pengetahuan yang baik maka akan merubah perilaku remaja putri dalam kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Kata Kunci: anemia, edukasi, remaja putri ABSTRACT Introduction : Anemia is a health problem that can occur in all age groups, from toddlers to old age. Adolescent girls ( rheumats ) are susceptible to suffering from anemia, this can be caused by the monthly menstrual cycle which is prone to anemia. Anemia can cause a decrease in endurance and productivity. The anemia that occurs in rheumatism can be risky during pregnancy and will have a negative impact on the growth and development of the fetus in the womb and has the potential to cause complications in pregnancy and childbirth, even causing death of the mother and child.Objective : The aim of the research was to find out the differences before and after being given education about preventing anemia.Method : This research uses a quantitative analysis method using a multiple choice-based questionnaire consisting of 25 questions, conducted on 38 people, tested before and after education (One-Group Pre-Test and Post-Test). This pre-research was carried out in September 2024.Results : This research shows that the sig (2-tailed) value is 0.000 < 0.05, so H0 is rejected and Ha is accepted. So it can be concluded that there is an average difference between before and after, which means there is an influence of education. There is an increase in knowledge before and after the valueConclusion : The results of this research show that the knowledge of young women experiences changes after being given education. It is hoped that Health Officers will often provide education to young women about preventing anemia and it is hoped that good knowledge will change the behavior of young women in complying with consuming blood supplement tablets. Keywords: anemia, health education, young women
Multidimensional Analysis of Factors Influencing Obesity Among School Children in Kelapa Gading Area in 2025: A Study of Nutritional Aspects, Physical Activity, Social Environment, and Family Lifestyle Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.19238

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada anak sekolah merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di seluruh dunia, termasuk di daerah perkotaan seperti Kelapa Gading. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap obesitas bersifat multidimensional, mencakup kebiasaan nutrisi, tingkat aktivitas fisik, lingkungan sosial, dan gaya hidup keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor multidimensional yang memengaruhi obesitas pada anak sekolah di Kelapa Gading tahun 2025, dengan fokus pada aspek nutrisi, aktivitas fisik, lingkungan sosial, dan gaya hidup keluarga. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada 300 anak sekolah usia 6-12 tahun di Kelapa Gading. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran antropometri, dan wawancara dengan orang tua dan guru. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi asupan makanan (kalori dan distribusi makronutrien), aktivitas fisik (frekuensi dan intensitas), pengaruh sosial (lingkungan teman sebaya dan sekolah), dan gaya hidup keluarga (kebiasaan orang tua, waktu layar, dan pola tidur). Analisis statistik dilakukan menggunakan regresi logistik untuk mengidentifikasi prediktor obesitas yang signifikan. Hasil: Prevalensi obesitas pada populasi penelitian adalah 18,7%. Faktor-faktor utama yang berhubungan signifikan dengan obesitas meliputi asupan kalori yang tinggi (p < 0,01), tingkat aktivitas fisik yang rendah (p < 0,01), waktu layar yang berlebihan (p < 0,05), dan obesitas pada orang tua (p < 0,01). Pengaruh sosial seperti dorongan teman untuk mengonsumsi makanan tidak sehat dan program pendidikan jasmani di sekolah juga berperan. Kesimpulan: Obesitas pada anak sekolah di Kelapa Gading dipengaruhi oleh kombinasi faktor nutrisi, fisik, sosial, dan keluarga. Intervensi komprehensif yang mencakup semua dimensi ini sangat penting untuk mengurangi prevalensi obesitas. Saran: Sekolah perlu meningkatkan program aktivitas fisik, dan keluarga diharapkan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, termasuk pola makan seimbang dan pengurangan waktu layar. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi solusi jangka panjang dan intervensi pada tingkat kebijakan. Kata Kunci : Obesitas, Anak Sekolah, Kebiasaan Nutrisi, Aktivitas Fisik, Lingkungan Sosial, Gaya Hidup Keluarga, Kelapa Gading, Faktor Resiko, Pengaruh Sosial, Waktu Layar, Intervensi kesehatan ABSTRACTBackground: Obesity in school-age children is an increasing public health issue worldwide, including in urban areas like Kelapa Gading. The factors contributing to obesity are multidimensional, including nutritional habits, physical activity levels, social environment, and family lifestyle..Objective: This study aims to analyze the multidimensional factors influencing obesity in school-age children in Kelapa Gading in 2025, focusing on nutrition, physical activity, social environment, and family lifestyle.Methodology: A cross-sectional study was conducted on 300 school-age children aged 6-12 years in Kelapa Gading. Data were collected through questionnaires, anthropometric measurements, and interviews with parents and teachers. Factors analyzed included food intake (calories and macronutrient distribution), physical activity (frequency and intensity), social influences (peer and school environment), and family lifestyle (parental habits, screen time, and sleep patterns). Statistical analysis was performed using logistic regression to identify significant predictors of obesity.Results: The prevalence of obesity in the study population was 18.7%. Key factors significantly associated with obesity included high caloric intake (p < 0.01), low physical activity levels (p < 0.01), excessive screen time (p < 0.05), and parental obesity (p < 0.01). Social influences such as peer pressure to consume unhealthy foods and physical education programs at school also played a role.Conclusion: Obesity in school-age children in Kelapa Gading is influenced by a combination of nutritional, physical, social, and family factors. A comprehensive intervention addressing all these dimensions is crucial to reducing the prevalence of obesity. Recommendations: Schools should enhance physical activity programs, and families are encouraged to adopt healthier lifestyles, including balanced diets and reduced screen time. Further research is needed to explore long-term solutions and policy-level interventions.Keywords: Obesity, School-age Children, Nutritional Habits, Physical Activity, Social Environment, Family Lifestyle, Kelapa Gading, Risk Factors, Social Influences, Screen Time, Health Interventions..
Relationship Between Complementary Feeding Practices And Stunting Incidence Novianti, Eka; Sary, Lolita; Evrianasari, Nita; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11890

Abstract

Latar Belakang  : Data Survei Status Gizi Indonesi (SSGI) oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, di Provinsi Lampung sebesar 15,2%, di Kabupaten Way Kanan sebesar 18,4%, di Kecamatan Negeri Agung sebesar 7,84% serta di wilayah kerja UPT Puskesmas Negeri Agung 8,25%. Survey pendahuluan yang peneliti lakukan pada bulan Februari 2023 belum semua ibu menerapkan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan rekomendasi WHO yaitu tepat waktu dalam pemberian MP-ASI, kualitas makanan MP-ASI yang adekuat, keamanan dalam menyiapkan dan menyimpan MP-ASI, dan responsif feeding.  Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting.Metode : Metode yang digunakan  adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Sampel dalam penelitian ini 211 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling, dimana pengumpulan data  menggunakan kuesioner kemudian dianalisa  dengan uji chi-square. Hasil : Dari hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang signifikan ketepatan waktu dalam pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p value 0,000), terdapat hubungan makanan pendamping ASI yang adekuat dengan kejadian stunting (p value 0,000),  terdapat hubungan yang signifikan keamanan pemberian MPASI yang adekuat dengan kejadian stunting (p value 0,000), terdapat hubungan yang signifikan responsive feeding dengan kejadian stunting (p value 0,000), balita dengan stunting menunjukkan dampak buruk terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kualitas sumber daya manusia. Dari sektor kesehatan perlu adanya peningkatan upaya preventif dan promotif mengenai praktik pemberian MP-ASI sesuai dengan standar agar dapat memperbaiki status gizi anak dan mencegah dampak dari stunting. Stunting bukan hanya masalah sektor kesehatan, intervensi yang tepat dengan penanganan dini dan bertanggung jawab melalui berbagai lintas sektor terkait.Kesimpulan : Terdapat hubungan praktik pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting. Kata kunci : Stunting, Praktik Pemberian MP-ASI,tepat waktu, adekuat, aman,responsive feeding ABSTRACT Background: The Indonesian Nutritional Status Survey (Survei Status Gizi Indonesia) conducted by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2022 indicated a prevalence of stunting in Indonesia at 21.6%. In Lampung Province, it was 15.2%; in Way Kanan Regency, 18.4%; in Negeri Agung District, 7.84%; and in the working area of UPT (Technical Implementation Unit) Negeri Agung Public Health Center, 8.25%. A preliminary survey conducted by the researcher in February 2023 revealed that not all mothers were implementing appropriate complementary feeding practices in accordance with WHO recommendations. These recommendations include timely initiation of complementary feeding, adequate quality of complementary foods, safe preparation and storage of complementary foods, and responsive feeding. The aim of this research was to determine the relationship between complementary feeding practices and the incidence of stunting.Method: The method used was analytical observation with a cross-sectional approach using primary data. The sample in this research comprised 211 respondents selected through an accidental sampling technique. Data was collected using a questionnaire and subsequently analyzed using the chi-square test. Results: From the research results, it was found that there was a significant relationship between the timely initiation of complementary feeding and stunting incidence (p-value 0.000). There was a significant association between appropriate complementary feeding practices and stunting incidence (p-value 0.000). Moreover, a significant relationship was observed between the safe provision of adequate complementary foods and stunting incidence (p-value 0.000) and a significant correlation between responsive feeding and stunting incidence (p-value 0.000). Stunted toddlers demonstrated adverse effects on growth, development, and human resource quality. In the healthcare sector, there is a need for an increase in preventive and promotive efforts regarding appropriate complementary feeding practices in accordance with standards. This is essential for improving children's nutritional status and preventing stunting's impacts. Stunting is not merely a healthcare sector issue; it demands appropriate interventions through early and responsible management across various interconnected sectors.Conclusion: There is a correlation between the practice of providing complementary foods alongside breastfeeding and the occurrence of stunting. Keywords: Stunting, Complementary Feeding Practices timely, adequate, safe, responsive feeding
The Influence Of Using Youth Kits As An Educational Counseling Media On The Attitude Of Preparedness In Facing Floods FarahKeyllah, Dhewitry Elda; Arinta, Illa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i4.20150

Abstract

Latar Belakang : Tindakan melalui pengurangan risiko bencana sangat penting untuk menangani bencana banjir dengan mengurangi ancaman dan kerentanan mereka yang berisiko terkena bencana. Kesiapsiagaan merupakan salah satu tahapan dalam mengantisipasi bencana. Pengetahuan tentang bencana perlu diberikan kepada masyarakat khususnya remaja, karena remaja merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Remaja berisiko mengalami kekerasan seksual, kekerasan fisik-psikologis dan berisiko mengalami perdagangan manusia. Kesiapsiagaan memegang peranan yang sangat penting ketika menghadapi bencana. Semakin baik sikap terhadap bencana maka seseorang akan semakin siap menghadapi bencana. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2024 di SMA Cinta Kasih Tzu Chi Jakarta Barat. Responden dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas XI yang berusia 16-17 tahun. Metode : Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden sebanyak 56 orang. Hasil : Hasil penelitian dengan menggunakan analisis uji t menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap kesiapsiagaan banjir di SMA Cinta Kasih Tzu Chi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value (sig) pada uji t sebesar 0,00 yang lebih kecil dari 0,05. Terdapat pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap kesiapsiagaan banjir di SMA Cinta Kasih Tzu Chi Jakarta Barat tahun 2024 dengan nilai P-Value <sig (0,05) yaitu p-value = 0,01 Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Youth Kit ABSTRACT Background : Actions through disaster risk reduction are essential to deal with flood disasters by reducing the threat and vulnerability of those at risk of disaster. Preparedness is one of the stages in anticipating disasters. Knowledge about disasters needs to be provided to the community, especially adolescents, because adolescents are part of society that has an important role in community life. Adolescents are at risk of experiencing sexual violence, physical-psychological violence and are at risk of human trafficking. Preparedness plays a very important role when facing a disaster. The better the attitude towards disasters, the more prepared a person will be to face disasters. This research is included in the type of quantitative research with a quasi-experimental method with a one group pretest-posttest research design. This research was conducted on December 12, 2024 at SMA Cinta Kasih Tzu Chi, West Jakarta. The respondents in this study were female adolescents in grade XI aged 16-17 years.  Method :The sampling method used was total sampling with a total of 56 respondents. Result : The results of the study using t-test analysis showed an influence of knowledge and attitudes on flood preparedness at SMA Cinta Kasih Tzu Chi. This is indicated by the p-value (sig) in the t-test of 0.00, which is less than 0.05. There is an influence of knowledge and attitudes towards flood preparedness at SMA Cinta Kasih Tzu Chi West Jakarta in 2024 with a P-Value <sig (0.05), namely p-value = 0.01 Keywords: Preparedness, Youth Kit 
Identification Of Perineal Wound Healing Time Pratiwi, Yopi Suryatim; HandayanI, Sri; Zulfiana, Yesvi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20936

Abstract

Latar belakang: Luka perineum dapat menjadi tempat awalnya infeksi pada ibu pasca persalinan. Hal ini disebabkan adanya jaringan terbuka sehingga kuman dan bakteri mudah masuk. Proses penyembuhan luka perineum biasanya bervariasi, ada yang cepat dan lambat, hal ini dapat dipengaruhi beberapa faktor diantaranya yaitu kondisi fisik ibu bersalin, status gizi, kondisi luka dan perawatannya. Pemeriksaan perineum yang sering digunakan adalah skala REEDA sebagai evaluasi pasca melahirkan dalam 7-10 hari. REEDA merupakan singkatan dari kata Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation.Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi lama penyembuhan luka perineum.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling.Jumlah sampel yang penulis tentukan adalah 63 ibu nifas. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan skala REEDA dari kata Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation.Hasil: Hasil penelitian didapatkan usia 20-35 tahun sebanyak 49 orang (70,8%). Pendidikan sebagian besar SMP yaitu sebanyak 29 orang (46%). Pekerjaan sebagian besar ibu tidak bekerja yaitu sebanyak 46 orang (73,1%). Paritas sebagian responden Primipara yaitu sebanyak 44 orang (69,9%). Hasil penelitian dari 63 responden didapatkan kondisi luka perineum yang dinilai menggunakan skala REEDA  pada hari ke 7 yaitu 39 responden memiliki penyembuhan luka baik, 21 responden penyembuhan luka kurang, dan 3 responden penyembuhan luka buruk.Simpulan: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki penyembuhan luka kurang, dimana hasil penilaian skala REEDA yaitu 1-5.Saran: Peneliti selanjutnya disarankan dapat melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi lama penyembuhan luka perineum. Kata Kunci: Luka Perineum, Nifas, REEDA ABSTRACT Background: Perineal wounds can be the initial site of infection in postpartum mothers. This is due to the presence of open tissue so that germs and bacteria can easily enter. The healing process of perineal wounds usually varies, some are fast and some are slow, this can be influenced by several factors including the physical condition of the mother giving birth, nutritional status, wound condition and its care. The perineal examination that is often used is the REEDA scale as a postpartum evaluation within 7-10 days. REEDA is an abbreviation of the words Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation.Objective: The objective of this study was to identify the duration of perineal wound healing.Method: This study used a quantitative descriptive method. Sampling was done by quota sampling. The number of samples determined by the author was 63 postpartum mothers. The data collection tool used in this study was the REEDA scale from the words Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation.Results: The results of the study obtained an age of 20-35 years as many as 49 people (70.8%). Most of the education was junior high school, namely 29 people (46%). Most of the mothers' occupations were unemployed, namely 46 people (73.1%). The parity of some Primipara respondents was 44 people (69.9%). The results of the study from 63 respondents obtained the condition of the perineal wound assessed using the REEDA scale on the 7th day, namely 39 respondents had good wound healing, 21 respondents had poor wound healing, and 3 respondents had poor wound healing.Conclusion: The results of this study found that most respondents had poor wound healing, where the results of the REEDA scale assessment were 1-5.Suggestion : Further researchers are advised to conduct research on factors that affect the duration of perineal wound healing. Keywords: Perineal wound, Postpartum, REEDA
The Effect Of Education Using Animation Videos And Leaflets On Knowledge, Attitudes, Personal Actions Hygiene During Menstruation Suminar, Ari; Kasjono, Heru Subaris; Risnawati, Risnawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20528

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan diri merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk menjaga kondisi fisik dan mental seseorang melalui pemeliharaan kesehatan dan kebersihan diri masing-masing orang. Manfaat menjaga kebersihan diri saat menstruasi adalah terhindar dari infeksi pada sistem reproduksi.Tujuan: untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media video animasi dan leaflet terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan kebersihan diri saat menstruasi pada siswi kelas VII Pondok Pesantren MQ Al-Islami.Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII Pondok Pesantren MQ Al-Islami yang berjumlah 53 orang, dengan metode pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu 26 siswi yang mendapatkan edukasi melalui media video animasi dan 27 siswi yang mendapatkan edukasi melalui media leaflet.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi melalui media video animasi dan leaflet terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai p sebesar 0,013 untuk variabel pengetahuan, 0,025 untuk variabel sikap, dan 0,005 untuk variabel tindakan.Kesimpulan: Ketiga variabel tersebut memiliki nilai p kurang dari 0,05 yang artinya ada pengaruh edukasi menggunakan media video animasi dan media leaflet terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan higiene personal saat menstruasi pada siswi kelas 7 Pondok Pesantren MQ Al-Islami.Saran: Dapat menyebarluaskan leaflet dan video animasi yang telah diberikan peneliti kepada siswi lain mengenai higiene personal saat menstruasi.Kata Kunci: Higiene Personal, Pendidikan Kesehatan, Menstruasi ABSTRACT Background: Personal hygiene is an effort carried out to maintain a person's physical and mental condition through health care and cleanliness of each person. The benefits of maintaining personal hygiene during menstruation are to avoid infections in the reproductive system.Objective: to find out whether there is any influence or noteducationreproductive health using animated video media andleaflettowards knowledge, attitudes and actionspersonal hygieneduring menstruation in class VII female students at the MQ Al-Islami Islamic boarding school.Method: This study used a quasi-experimental method with a two-group pretest-posttest design. The study population included all 53 female students of class VII at the MQ Al-Islami Islamic boarding school, with the sample selection method using the total sampling technique. The sample was divided into two groups, namely 26 female students who received education through animated video media and 27 female students who received education through leaflet media.Results: The results of the study indicate the influence of education through animated video media and leaflets on knowledge, attitudes and actions. This is evidenced by the results of the Wilcoxon test which shows a p-value of 0.013 for the knowledge variable, 0.025 for the attitude variable, and 0.005 for the action variable.Conclusion: The three variables have a p-value of less than 0.05, which means that there is an influence of education using animated video media and leaflet media on knowledge, attitudes and actions of personal hygiene during menstruation in 7th grade female students at the MQ Al-Islami Islamic Boarding School.Suggestion: Can disseminate leaflets and animated videos that have been given by researchers to other female students regarding personal hygiene during menstruation. Keywords :Personal Hygiene, Health Education, Menstruation

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue