cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Factors Related To Stunting Incidence Sifitri, Hellen; Yantina, Yuli; Utami, Vida Wira
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11733

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena  kekurangan  asupan  gizi  dalam waktu  lama,  infeksi berulang,  dan kurangnya stimulus psikososial. Anak  stunting akan    memiliki tingkat  kecerdasan yang tidak maksimal.  Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak menjadi stunting, diantaranya adalah dari faktor ibu yakni kurangnya gizi ibu selama masa kehamilan karena tidak tahu tentang makanan yang seharusnya dikonsumsi semasa hamil. Angka kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pinang Jaya tahun 2021 yaitu sebesar 2,8% (15 kasus dari 530 balita), di tahun 2022 sebesar 3,6% (24 kasus dari 663 balita), sedangkan pada bulan Januari 2023 sebesar 3% (21 kasus dari 686 balita).Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja PuskesmasPinang Jaya.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan rancangan case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita stunting dan tidak stunting masing-masing 21 responden, menggunakan purposive sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah pendidikan, ASI esklusif, berat badan lahir, pendapatan dan pengetahuan, Variabel dependen adalah stunting. Uji stastistik menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Ada hubungan pendidikan ibu (p=0,029; OR=5,20), ASI esklusif (p=0,014; OR=6,2), pengetahuan (p=0,012; OR=6,9) dan tidak ada hubungan berat badan lahir (p=0,408), pendapatan (p=0,751) dengan stunting. Saran bagi ibu hamil khususnya yang berisiko tinggi untuk memeriksakan kehamilannya setiap bulan dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Kata Kunci: Pendidikan, ASI Eksklusif, Pendapatan, Berat Badan Lahir, Pengetahuan, Stunting ABSTRACT Background: Stunting is a disorder  of  growth and brain development  in children caused by  prolonged malnutrition, repeated infections, and lack of psychosocial stimulus. Stunted children will have a level of intelligence that is not optimal. There are several factors that can cause children to become stunted, including the mother's factor, namely the mother's lack of nutrition during pregnancy because she does not know about the food that should be consumed during pregnancy. The incidence of stunting in the Pinang Jaya Community Health Center work area in 2021 was 2.8% (15 cases out of 530 toddlers), in 2022 it was 3.6% (24 cases out of 663 toddlers), while in January 2023 it was 3% (21 cases of 686 toddlers).Objective: Determine the factors related to stunting incidence in the working area of the Pinang Jaya CommunityHealth Center.Method: This type of research is quantitative, using a case-control design. The population of this study were all mothers who had stunted and non-stunted toddlers, each of 21 respondents, used purposive sampling. The independent variables in this study were education, exclusive breastfeeding, birth weight, income and knowledge. The dependent variable is stunting. Statistical test using the Chi-Square test.Results: There is a relationship between mother's education (p=0.029; OR=5.20), exclusive breastfeeding (p=0.014; OR=6.2), knowledge (p=0.012; OR=6.9) and no relationship to body weight birth (p=0.408), income (p=0.751) with stunting. Advice for pregnant women, especially those at high risk, to have their pregnancy checked every month and to live a clean and healthy life. Keywords: Education, Exclusive Breastfeeding, Income, Birth Weight, Knowledge, Stunting
The Effect Of Baby Massage With Lavender Aromatherapy On Baby Sleep Quality Selvianti, Dita; Widyaningsih, Sari; Miranda, Miranda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20129

Abstract

Latar belakang : Kualitas tidur bayi merupakan mutu dari keadaan fisiologis yang didapatkan selama bayi tidur, yang memulihkan proses-proses tubuh yang terjadi pada waktu bayi bangun dengan jumlah tidur yang tepat. Pijat bayi yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender yang mengandung senyawa linalol asetat yang mempunyai peran memunculkan efek anti cemas atau relaksan dan mempengaruhi gelombang otak meningkatkan hormon melatonin untuk meningkatkan kualitas tidur bayi. Tujuan : pijat bayi dengan aromaterapi Lavender membantu bayi untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik yang membantu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Metode : Metode Pre Eksperimental dengan desain one-group pre test-post test control group design. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan rumus slovin jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian : Hasil analisa univariat, dari 30 bayi sebagian besar 22 (73,3%) bayi memiliki kualitas tidur baik dan sebagian besar 8(26,6%)bayi memiliki kualitas tidur buruk. Hasil analisa bivariat data dilakukan uji normalitas dengan menggunakan saphiro-wilk. Data terdistribusi normal dengan p value 0,08 > 0,05 maka menggunakan uji paired sample t-tes. Kesimpulan : Ada pengaruh pijat bayi dengan aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur bayi. Saran: diharapkan pemberian aroma terapi lavender dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi masalah kualitas tidur bayi. Kata kunci : Aromaterapi, Kualitas, Lavender, Pijat Bayi,Tidur ABSTRACT Background: Baby sleep quality is the quality of the physiological state obtained during baby sleep, which restores the body processes that occur when the baby wakes up with the right amount of sleep. Baby massage combined with lavender aromatherapy containing linalol acetate compounds that have a role in causing anti-anxiety or relaxant effects and affecting brain waves increasing the hormone melatonin to improve baby sleep quality. Objective: Baby massage with Lavender aromatherapy helps babies to get good sleep quality which helps the baby's growth and development process. Method: Pre-Experimental method with one-group pre-test-post-test control group design. Sampling using purposive sampling technique with the slovin formula, the number of samples was 30 people. Results: The results of univariate analysis, out of 30 babies, most 22 (73.3%) babies had good sleep quality and most 8 (26.6%) babies had poor sleep quality. The results of bivariate data analysis were tested for normality using Saphiro-Wilk. The data were normally distributed with a p value of 0.08> 0.05, then using the paired sample t-test. Conclusion: There is an effect of baby massage with lavender aromatherapy on the quality of baby's sleep. Suggestion: It is expected that giving lavender aromatherapy can be used as an alternative to overcome the problem of baby's sleep quality. Keywords: Aromatherapy, Quality, Lavender, Baby Massage, Sleep
Relationship Between Parity And Labor Pain Level In Mothers In Giving Birth Fatimah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i4.20026

Abstract

Latar Belakang: Proses persalinan merupakan peristiwa alamiah yang menyertai siklus kehidupan seorang wanita untuk mengeluarkan hasil konsepsi (janin dan plasenta). Proses persalinan memberikan makna yang berbeda bagi setiap individu dan menjadikan suatu pengalaman yang unik hal ini disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah rasa nyeri pada saat proses persalinan. Sehingga banyak yang belum siap untuk menjalaninya karena membayangkan rasa nyeri yang dialami pada saat proses melahirkan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dengan tingkat nyeri persalinan pada ibu bersalin di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Tahun 2024Metode:  Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan melakukan observasi dan wawancara atau point time approach. Populasi penelitian ini adalah ibu bersalin di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes pada bulan Juni 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental (tidak disengaja) dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian.Hasil: Hasil penelitian ini adalah adanya hubungan antara paritas dengan tingkat nyeri persalinan. Sebagian besar ibu hamil mengalami tingkat nyeri pada paritas multipara 43,75% dan 50% ibu hamil saat persalinan mengalami tingkat nyeri berat dengan nilai chi square hitung > chi square tabel (20,72 > 15,51) dan nilai signifikansi < 0,001.Kesimpulan: diharapkan dalam proses persalinan harus memperhatikan kebutuhan seorang wanita dalam proses persalinan yaitu terpenuhinya kebutuhan fisik, kehadiran pendamping secara terus menerus, terbebas dari nyeri, penerimaan sikap dan perilaku, pemberian informasi tentang kesediaan persalinan dan nifas. Kata Kunci : Paritas, Ibu Hamil, Tingkat Nyeri ABSTRACT The process of childbirth is a natural event that is accompanied by a woman's life cycle to issue conception (fetus and placenta). The delivery process gives a different meaning for each individual and makes a unique experience this is caused by various faultors one of them is the pain during the delivery process. So many are not yet ready to have it because they imagine the pain experienced during the birth process.The purpose of this study was to determine the relationship of parity with the level of labor pain in maternity in Sitanggal Village, Larangan District, Brebes Regency in 2024.This study uses a cross sectional approach by conducting observations and interviews or point time approach. The population of this study was maternity mother in Sitanggal Village, Larangan District, Brebes Regency in June 2024. Sampling technique is to use accidental accidental (accidental) techniques by taking cases or respondents who happen to exist or are available in a place in accordance with the context of researchThe results of this study are the relationship between parity and the level of pain in maternity. Most pregnant women experience pain levels in multipara parity 43.75% and 50% of pregnant women during labor experience severe pain level with chi square count> chi square table (20.72> 15.51) and significant value <0.001.The results of this study are expected that in the delivery process must pay attention to the needs of a woman in the delivery process, namely the fulfillment of physical needs, the presence of a companion continuously, relief from pain, acceptance of attitudes and behavior, providing information about the willingness of labor and childbirth. Keywords: Parity, Pregnant Women, Pain Level 
Overview Of The Incidence Of Anemia In Women Of Childbearing Age Putri, Elsya Bela; Kurniasari, Devi; Iqmy, Ledy Octaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.17093

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita sampai usia lanjut. usia subur wanita adalah pada saat mereka berusia 15-49 tahun. Sementara puncak masa subur dan kualitas telur terbaik wanita berada pada 20-30 tahun.Tujuan: untuk mengetahui gambaran kejadian anemia pada Wanita usia subur di puskesmas rawat inap way kandis pada bulan januari tahun 2024.Metode: Jenis penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif, menggunakan datu sekunder. Pengumpulan data menggunakan rekam medis pasien yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. Penelitian ini disajikan dalam bentuk analisis univeriat dengan menggunakan metode desktiftif retrospekif mengunakan Variable kadar Hb, dan umur.Hasil: dari 56 responden yang kadar hemoglobin atau anemia ringan (11-11.9 gr/dL) sebanyak 26 (46.43%), anemia sedang (8-10.9 gr/dL) sebanyak 30 (53.57%), anemia berat (8 gr/dL) sebanyak 0. Dan dari 56 responden yang memiliki usia beresiko rendah (20-35 tahun) sebanyak 48 (85.71%). Sedangkan responden usia beresiko tinggi (20 tahun - 35 tahun) sebanyak 8 (14.29%) responden. Kesimpulan: WUS dengan anemia di puskesmas way kandis didominasi anemia sedang anemia sedang (8-10.9 gr/dL) sebanyak 30 (53.57%) dan didominasi oleh umur dengan resiko rendah (20-35 tahun) sebanyak 48 (85.71%). Kata kunci: Anemia, Wanita, Wanita Usia Subur ABSTRACT Background: Anemia is one of the public health problems in Indonesia that can be experienced by all age groups from toddlers to the elderly. The fertile age of women is when they are 15-49 years old. Meanwhile, the peak of the fertile period and the best egg quality of women is at 20-30 years.Objective: to find out the picture of the incidence of anemia in women of childbearing age at the Way Kandis inpatient health center in January 2024.Methods: The type of research used is quantitative, using secondary datu. Data collection uses patient medical records that are in accordance with the researcher's needs. This study is presented in the form of a univenirate analysis using a retrospective descriptive method using Variable Hb levels, and age.Results: out of 56 respondents whose hemoglobin or anemia levels were mild (11-11.9 gr/dL) as many as 26 (46.43%), moderate anemia (8-10.9 gr/dL) as many as 30 (53.57%), severe anemia (8 gr/dL) as many as 0. And of the 56 respondents who have a low-risk age (20-35 years), as many as 48 (85.71%). Meanwhile, respondents of high-risk age (20 years - 35 years) were 8 (14.29%) respondents.Conclusion: WUS with anemia in the Way Kandis Health Center was dominated by moderate anemia (8-10.9 gr/dL) as much as 30 (53.57%) and dominated by low-risk age (20-35 years) as much as 48 (85.71%). Keywords: Anemia, Women, Women of Childbearing Age.
Overview Of Knowledge Of Pregnant Women In The 3rd Trimester About Imd (Early Initiation Of Breastfeeding) Yuliasari, Dewi; Yuviska, Ike Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20407

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya pengetahuan ibu tentang IMD, tingkat pendidikan ibu, dukungan tenaga kesehatan dan keluarga, konseling menyusui yang belum berjalan dengan baik, metode persalinan, dan tempat persalinan merupakan beberapa faktor yang menghambat pelaksanaan IMD (Sinaga & Siregar, 2020) (Novianti, Mujiati, 2019) (Swandy. dkk., 2019). Hasil penelitian Lestariningsih (2016) di ruang bersalin menemukan bahwa tidak semua pasien mendapat informasi dari petugas kesehatan tentang IMD sebelum melahirkan. Konseling yang diberikan oleh petugas kesehatan kepada pasien inpartu biasanya dilihat pertama kali pada kondisi ibu yang akan melahirkan, jika masih kooperatif maka konseling pertama yang diberikan adalah tentang proses persalinan atau teknik mengejan (Lestariningsih, 2016). Penelitian Damayanti (2016) menemukan bahwa pelaksanaan IMD belum maksimal, masih 60% dilakukan oleh seluruh bidan (Damayanti, 2016).Tujuan: Mengetahui Pengetahuan Ibu Hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini di Praktek Bidan Mandiri Varia Mega Lestary Natar Lampung Selatan.Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden.Hasil : Hasil penelitian yang diperoleh dari 30 responden tentang Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Inisiasi Menyusui Dini Di Puskesmas Way Kandis Tahun 2024 didapatkan kesimpulan bahwa Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Inisiasi Menyusui Dini di Jalan Puskesmas Kandis tahun 2024 berpengetahuan dengan kategori baik sebanyak 0 responden, berpengetahuan cukup sebanyak 5 responden (16,7%), berpengetahuan kurang sebanyak 25 responden (83,3%).Kesimpulan: Banyak faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu seperti usia ibu, tingkat pendidikan akhir, pekerjaan dan pengalaman ibu dalam hamil dan menyusui. Rendahnya pengetahuan pada responden penelitian ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor internal, salah satunya berdasarkan fakta di lapangan bahwa sebagian besar ibu hamil mempunyai pendidikan terakhir SMA dan pendidikan tinggi diatas SMA sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan dan pemahaman. dari informasi yang diperoleh.Saran : Diharapkan ibu hamil dapat menambah pengetahuannya mengenai hal ini dengan mencari informasi tentang inisiasi menyusui dini seperti umur, pekerjaan, pendidikan, paritas. Kata Kunci: Pengetahuan, IMD, ibu hamil. ABSTRACT Background: Low maternal knowledge about IMD, maternal education level, support from health workers and family, breastfeeding counseling that is not running well, delivery methods, and place of delivery are several factors that hinder the implementation of IMD (Sinaga & Siregar, 2020) (Novianti, Mujiati, 2019) (Swandy et al., 2019). The results of Lestariningsih's (2016) research in the delivery room found that not all patients received information from health workers about IMD before giving birth. The counseling given by health workers to in-partum patients is usually first looked at the condition of the mother who is about to give birth. If she is still cooperative then the first counseling given is about the birth process or pushing techniques (Lestariningsih, 2016). Damayanti's research (2016) found that the implementation of IMD was not optimal, still 60% was carried out by all midwives (Damayanti, 2016).Objective: To determine the knowledge of pregnant women regarding early initiation of breastfeeding at the independent midwife practice Varia Mega Lestary Natar, South Lampung.Method: The research was conducted quantitatively using a questionnaire distributed to respondents.Results: The results of research obtained from 30 respondents regarding the knowledge of third trimester pregnant women regarding early initiation of breastfeeding at Way Kandis Community Health Center in 2024 concluded that 0 respondents had knowledge of third trimester pregnant women regarding early initiation of breastfeeding at Jalan Kandis Community Health Center in 2024. , 5 respondents (16.7%) had sufficient knowledge, 25 respondents (83.3%) had less knowledge.Conclusion: Many factors influence maternal knowledge such as maternal age, final education level, occupation and maternal experience in pregnancy and breastfeeding. The low level of knowledge among respondents in this study can also be influenced by internal factors, one of which is based on facts in the field that the majority of pregnant women have a high school education or higher education above high school, which can influence knowledge and understanding. from the information obtained.Suggestion: It is hoped that pregnant women can increase their knowledge regarding this matter by looking for information about early initiation of breastfeeding such as age, occupation, education, parity. Keywords: Knowledge, IMD, pregnant women. 
The Relationship Between Knowledge And Behavior Of Women Of Reproductive Age About Cervical Cancer In The Iva Test Hartati, Hartati; lathifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11503

Abstract

Latar belakang: Tingginya angka kematian akibat kanker serviks disebabkan karena 95% wanita tidak menjalani deteksi dini sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dari kanker serviks. Metode Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) merupakan salah satu metode yang efektif dan efisien untuk mendeteksi dini kanker serviks. Banyak faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan ibu untuk ikut serta pada tes IVA di antaranya adalah pengetahuan dan perilaku Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan Perilaku wanita usia subur tentang kanker serviks dalam pelaksanaan IVA tes di puskesmas ogan lima tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua sasaran Wanita Usia Subur (WUS) berusia 30-50 tahun yang sudah menikah di Puskesmas Ogan Lima tahun 2023 yaitu sebanyak 2577 WUS. sampel pada penelitian ini adalah sebanyak  106 WUS. Teknik sampling yang digunakan adalah Acidental Sampling. Aanalisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil didapatkan Frekuensi responden yang melakukan pemeriksaan IVA  yaitu sebanyak 42 (39,6%) responden, dan responden yang tidak melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 64 (60,4%) responden. Frekuensi responden yang memilili pengetahuan baik yaitu sebanyak 48 (45,3%) responden, dan responden yang memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 58 (54,7%) responden. Frekuensi perilaku dalam melakukan pemeriksaan IVA, yang mendukung yaitu sebanyak 36 (34%) responden dan yang tidang mendukung yaitu sebanyak 70 (66%) responden Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemeriksaan IVA yaitu dapat dilihat dari nilai p.value 0,000 (α <0,05). Ada hubungan antara perilaku dengan pemeriksaan IVA yaitu dapat dilihat dari nilai p.value 0,001 (α <0,05).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan perilaku wanita usia subur tentang kanker serviks dalam pelaksanaan IVA tes di  Puskesmas Ogan Lima tahun 2023.Saran: mensosialisasikan mengenai pentingnya pemeriksaan IVA melalui penyuluhan-penyuluhan tentang  kanker servik, pemeriksaan IVA  secara bertahap selama 2x dalam 1 tahun   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Pemeriksaan IVA ABSTRACT Background: The high mortality rate from cervical cancer is caused by 95% of women not undergoing early detection, causing a delay in the diagnosis of cervical cancer. Acetic Acid Visual Inspection Method (IVA) is an effective and efficient method for early detection of cervical cancer. Many factors related to the participation of mothers to take part in the IVA test include knowledge and behavior. Purpose: The aim of the study was to determine the relationship between knowledge and behavior of women of childbearing age regarding cervical cancer in carrying out the IVA test at Puskesmas Ogan Lima in 2023.Methods: This type of research is quantitative with a cross sectional research design. The population used in this study were all target women of childbearing age (WUS) aged 30-50 years who were married at Puskesmas Ogan Lima in 2023, namely 2577 WUS. the sample in this study was 106 WUS. The sampling technique used is Acidental Sampling. Data analysis used the Chi Square test.Result: The results showed that the frequency of respondents who carried out IVA examinations was 42 (39.6%) respondents, and respondents who did not carry out IVA examinations were 64 (60.4%) respondents. The frequency of respondents who had good knowledge was 48 (45.3%) respondents, and respondents who had less knowledge were 58 (54.7%) respondents. The frequency of behavior in carrying out VIA examinations, which supports 36 (34%) of respondents and those who do not support, namely 70 (66%) of respondents. There is a relationship between knowledge and IVA examination, which can be seen from the p.value of 0.000 (α <0, 05).Conclusion: There is a relationship between the knowledge and behavior of women of childbearing age regarding cervical cancer in the implementation of the IVA test at Puskesmas Ogan Lima in 2023. Suggestion: Socialize the importance of IVA examinations through counseling about cervical cancer, IVA examinations in stages for 2x in 1 year  Keywords: Knowledge, Behavior, IVA Examination
The Relationship Between Physical Activity 7 Days Before Delivery And The Duration Of Active Phase Of First Stage Labor In Primipara Mothers Jundyah, Nazhifa Zalfa; Indahwati, Lilik; Rahayu, Indriati Dwi; Nurseta, Tatit
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i4.19867

Abstract

Latar belakang: Persalinan yang berlangsung terlalu lama dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin, namun risiko tersebut dapat diminimalkan melalui aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi kemampuan aerobik dan kardiorespirasi tubuh, yang mengakibatkan peningkatan maksimal asupan oksigen maksimum yang selanjutnya dapat meningkatkan pasokan energi. Pasokan energi ini penting untuk mendukung kontraksi otot miometrium selama persalinan, terutama pada tahap awal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan durasi persalinan kala I fase aktif pada ibu primipara. Metode: Penelitian menggunakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 30 ibu primipara di fasilitas kesehatan Malang. Hasil: Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner PPAQ (Pregnancy Physical Activity Questionnaire) dan dianalisis menggunakan uji rank spearman. Hasil uji analisis diperoleh p = 0,049 (p < 0,05) yang berarti ada hubungan aktivitas fisik 7 hari sebelum persalinan terhadap durasi persalinan kala I fase aktif pada ibu primipara di Fasilitas Kesehatan Malang. Kesimpulan: Kesimpulan yang didapat yaitu semakin tinggi kategori aktivitas fisik 7 hari sebelum persalinan, maka durasi kecepatan persalinan kala I fase aktif semakin meningkat. Kata kunci: Aktifitas fisik, durasi persalinan kala I fase aktif, primipara. ABSTRACT Background: Prolonged labor can increase the risk of complications for the mother and fetus, but these risks can be minimized through physical activity that can affect the body's aerobic and cardiorespiratory capabilities, resulting in an increase in maximum maximum oxygen intake which can further increase energy supply. This energy supply is important to support myometrial muscle contractions during labor, especially in the early stages. Objective: This study aims to determine the relationship between physical activity and the duration of labor in active phase I in primiparous mothers. Methods: The study used observational research with a cross-sectional approach on 30 primiparous mothers in Malang health facilities. Results: Data were collected by filling out the PPAQ (Pregnancy Physical Activity Questionnaire) questionnaire and analyzed using the spearman rank test. The results of the analysis test obtained p = 0.049 (p < 0.05) which means that there is a relationship between physical activity 7 days before delivery on the duration of labor in active phase I in primiparous mothers in Malang Health Facility. Conclusion: The conclusion obtained is that the higher the category of physical activity 7 days before labor, the duration of the active phase I labor speed increases. Keywords: Physical activity, duration of active phase I labor, primipara.  
Importance Family Planning Education On Women Childbearing Age In Increasing Knowledge And Contraceptive Selection Munawaroh, Robiatul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20635

Abstract

 Latar belakang: Program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi penting dalam pengendalian pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas kesehatan reproduksi. Meskipun beragam metode kontrasepsi tersedia, tingkat pengetahuan dan penggunaan kontrasepsi di kalangan Wanita Usia Subur (WUS) masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa angka kehamilan tidak direncanakan dan komplikasi kesehatan akibat jarak kelahiran yang terlalu dekat masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Kurangnya pemahaman komprehensif tentang berbagai metode kontrasepsi, manfaat, efek samping, serta ketepatan dalam pemilihan metode yang sesuai dengan kondisi individu menjadi faktor utama permasalahan ini.Tujuan: Menganalisis efektivitas pendidikan Keluarga Berencana (KB) dalam meningkatkan pengetahuan dan keputusan memilih kontrasepsi pada perempuan usia subur (WUS).Metode: Desain penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-test post-test, penelitian dilakukan pada 15 WUS di TPMB Hj.Robiatul Munawaroh yang berlokasi di Ketapang Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur 67222. Intervensi tersebut berupa program pendidikan KB intensif selama satu bulan.Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari 56,4 (pre-test) menjadi 82,7 (post-test) dengan nilai p<0,05. Dari 15 responden tersebut, 11 orang (73,3%) memutuskan untuk memasang alat kontrasepsi setelah mengikuti program pendidikan. Metode kontrasepsi yang paling banyak dipilih adalah MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) sebanyak 7 orang (63,6% dari mereka yang melakukan pemasangan).Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan KB komprehensif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong keputusan pemilihan kontrasepsi di WUS, meskipun dalam ukuran sampel yang terbatas.Saran: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk: (1) Mengintegrasikan program pendidikan KB yang komprehensif ke dalam layanan kesehatan primer dengan melibatkan berbagai media pembelajaran; (2) Meningkatkan keterlibatan suami/pasangan dalam sesi edukasi KB untuk memperkuat dukungan keluarga; (3) Menguatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan konseling KB yang berkualitas melalui pelatihan berkala; (4) Mengembangkan materi edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik sosial-budaya masyarakat setempat; dan (5) Melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas program pendidikan KB untuk perbaikan berkelanjutan. Kata kunci : Pendidikan Keluarga Berencana, Wanita Usia Subur, Pengetahuan Kontrasepsi dan Pemilihan Alat Kontrasepsi ABSTRACT Background: The Family Planning Program (KB) is an important strategy in controlling population growth and improving the quality of reproductive health. Although a variety of contraceptive methods are available, the level of contraceptive knowledge and use among Women of Childbearing Age is still not optimal. Data shows that unplanned pregnancies and health complications due to too close a birth distance are still a significant public health problem. The lack of a comprehensive understanding of various contraceptive methods, benefits, side effects, and accuracy in choosing a method that suits individual conditions are the main factors in this problem.Objective: To analyze the effectiveness of Family Planning (KB) education in improving knowledge and decision to choose contraception in women of childbearing age (WUS).Methods: Pre-experimental research design with a one-group pre-test post-test approach, the research was conducted at 15 WUS at TPMB Hj.Robiatul Munawaroh located in Ketapang Kademangan, Probolinggo City, East Java 67222. The intervention is in the form of an intensive family planning education program for one month.Results: The results showed a significant increase in knowledge score from 56.4 (pre-test) to 82.7 (post-test) with a value of p<0.05. Of the 15 respondents, 11 people (73.3%) decided to install contraceptives after participating in an educational program. The most chosen contraceptive method was MKJP (Long-Term Contraceptive Method) as many as 7 people (63.6% of those who did the installation).Conclusions: This study concluded that comprehensive family planning education was effective in increasing knowledge and driving contraceptive selection decisions in WUS, albeit in a limited sample size.Suggestion: Based on the results of the study, it is recommended to: (1) Integrate a comprehensive family planning education program into primary health services by involving various learning media; (2) Increase the involvement of husbands/spouses in family planning education sessions to strengthen family support; (3) Strengthening the capacity of health workers in providing quality family planning counseling through periodic training; (4) Developing educational materials that are adapted to the socio-cultural characteristics of the local community; and (5) Conduct continuous monitoring and evaluation of the effectiveness of family planning education programs for continuous improvement. Keywords : Family Planning Education, Women Of Childbearing Age, Contraceptive Knowledge And Contraceptive Selection 
Optimization Of Cold Compress In Labor Pain Management Nurliyani, Nurliyani; Rosnani, Rosnani; Latifah, Neneng Siti; Yuliasari, Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i4.17818

Abstract

Nyeri persalinan merupakan kondisi fisiologis. Data dari Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo menunjukkan bahwa dari 15 ibu bersalin, 13 orang (86,7%) mengalami nyeri disertai kecemasan, dengan tingkat nyeri sedang 6, dan 2 orang (13,3%) mengalami nyeri ringan dengan tingkat nyeri 3. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pemberian kompres dingin untuk penanganan nyeri persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Lampung Selatan, tahun 2024.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain praeksperimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dan sampel penelitian adalah 30 orang ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, dengan pengambilan data dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Juli 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji t dependen.Rata-rata skor nyeri persalinan sebelum dilakukan kompres dingin adalah 7,50, yang menunjukkan bahwa responden secara umum mengalami nyeri berat. Setelah dilakukan pemberian kompres dingin, skor nyeri rata-rata menurun menjadi 6,13 yang berarti responden merasakan nyeri berat. Hasil uji statistik didapatkan nilai p sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa optimalisasi kompres dingin efektif dalam mengatasi nyeri persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Lampung Selatan tahun 2024. Disarankan agar penggunaan kompres dingin dilanjutkan dan disertai dengan intervensi lain seperti sugesti pada trimester ketiga, pijat punggung, aromaterapi lavender, terapi musik, dan lain-lain. Kata Kunci : Kompres dingin, Nyeri, Persalinan ABSTRACT Labor pain is a physiological condition. Data from the Working Area of Sidomulyo Inpatient Primary Health Care show that out of 15 laboring mothers, 13 (86.7%) experienced pain with anxiety, with a moderate pain level of 6, and 2 (13.3%) experienced mild pain with a level of 3. This study aims to assess the optimization of cold compresses for managing labor pain in the Working Area of Sidomulyo Inpatient Primary Health Care, South Lampung, in 2024.This is a quantitative study with a pre-experimental design using a one group pretest-posttest approach. The population and sample comprised 30 laboring mothers from the Working Area of Sidomulyo Inpatient Primary Health Care, with data collection conducted from February to July 2024. Sampling was conducted using purposive sampling. Data analysis included univariate and bivariate analysis using dependent t-tests.The average labor pain score before administering the cold compress was 7.50, indicating that respondents generally experienced severe pain. After applying the cold compress, the average pain score reduced to 6.13, suggesting that respondents experienced heavy pain. Statistical testing revealed a p-value of 0.000, indicating that the cold compress optimization effectively alleviated labor pain in the Working Area of Sidomulyo Inpatient Primary Health Care, South Lampung, in 2024. It is recommended that the use of cold compresses continue and be complemented with other interventions, such as suggestions during the third trimester, back massage, lavender aromatherapy, music therapy, and others. Keywords : Cold compress, Pain, Labor 
The Intention Of Women To Undergo Cervical Cancer Screening Based On The Theory Of Planned Behavior Astuti, Yuli; Aisyaroh, Noveri; Setianingsih, Eka
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20497

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan kanker dengan urutan kedua yang mengancam kesehatan wanita Indonesia dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Namun tingkat intensi wanita dalam melakukan skrining kanker serviks masih rendah karena berbagai alasan.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi intensi wanita usia subur dalam melakukan skrining kanker serviks berdasarkan Theory of Planned Behavior.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan tipe studi analitik menggunakan desain Cross Sectional, populasi penelitian wanita usia subur berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik random sampling besar sebanyak 44 wanita. Penelitian dilakukan selama pada bulan Maret 2023 dan analisa data menggunakan software komputer dengan uji statistik Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara norma subjektif (p=0.036) dan persepsi kontrol perilaku (p=0.002) dengan intensi wanita usia subur dalam melakukan skrinning kanker serviks. Sementara itu tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap (p=0.180) dengan intensi wanita usia subur dalam melakukan skrining kanker serviks.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara norma subjektif dan control perilaku terhadap intensi Wanita usia subur dalam melakukan skrining kanker serviks.Saran: Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan sikap wanita dengan melibatkan orang-orang berpengaruh, sehingga dapat meningkatkan intensi wanita untuk melakukan skrining kanker serviks.  Kata Kunci: intensi, kanker serviks, skrining, theory of planned behavior ABSTRACT Background: Cervical cancer is the second cancer threatening Indonesian women's health with high morbidity and mortality rates. However, women's intention in cervical cancer screening is still low for various reasons.Purpose: This research aims to determine the factors influencing the intention of women of childbearing age in screening for cervical cancer based on the theory of planned behavior.Methods: This study is observational with an analytical study type using a cross-sectional design. Forty-four women who were suitable for inclusion criteria were enrolled in this study. The study was conducted in March 2023, and data was analyzed through a Chi-Square statistical test using a computer program.Result: There is a significant relationship between subjective norms (p = 0.036) and perceptions of behavioral control (p = 0.002) with the intention of women skrinning cervical cancer. At the same time, there is no relationship between attitudes (p = 0.180) and intentions of women of childbearing age in cervical cancer screening.Conclution: There is correlation between subjective norms and perceptions of behavior control with the intention of women skrinning cervical cancer.Suggestion: Efforts are needed to improve women's attitudes by involving influential people to increase women's intentions to do cervical cancer screening. Keyword: Intention, screening, cervical cancer, theory of planned behavior 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue