cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8" : 29 Documents clear
Gambaran Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Konjungtivitis Bakteri Di Klinik JEC Orbita Makassar Wahyuni, Sri Rezky; Fahirah Arsal, Andi Sitti; Kusumawardhani, Sri Irmandha; Akib, Marliyanti Nur Rahmah; Novriansyah, Zulfikri Khalil
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.18988

Abstract

Konjungtivitis bakterialis, atau "mata merah," merupakan kondisi mata umum yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan antibiotik pada pasien dengan konjungtivitis bakterialis di Klinik JEC Orbita Makassar pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel total terhadap 40 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi antibiotik lebih sering diterapkan (57,5%) dibandingkan dengan penggunaan antibiotik tunggal (42,5%). Kombinasi antibiotik seperti neomisin dengan polymyxin B dan gramicidin terbukti lebih efektif dalam mengatasi bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya yang menyatakan bahwa kombinasi antibiotik topikal dapat mengurangi risiko resistensi bakteri lebih baik dibandingkan monoterapi. Kesimpulannya, pendekatan berbasis bukti dalam pemilihan antibiotik dan pemantauan pola resistensi antibiotik lokal sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengobatan konjungtivitis bakterialis dan mencegah resistensi antibiotik di masa depan. Edukasi kepada pasien, terutama orang tua, juga diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan.
Infark Miokard Tanpa Gejala Nyeri pada Pasien Diabetes Tipe-2 dengan Komplikasi Mikroangiopati: Laporan Kasus Setiyadi, Benny; Bilqistiputri, Farah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.21949

Abstract

Pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang berlangsung lama, akan muncul komplikasi mikroangiopati, salah satunya adalah neuropati. Kerusakan saraf ini dapat terjadi di semua bagian tubuh termasuk jantung, Hal ini menyebabkan saat terjadinya serangan jantung, tidak akan muncul gejala nyeri dada yang khas diakibatkan dari neuropati menahun. Pada kasus, wanita usia 53 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas yang dirasakan semakin memberat sejak 3 hari terakhir. Pasien tidak mengeluhkan adanya nyeri dada atau rasa terbakar di dada. Pasien didiagnosis DM sejak 10 tahun yang lalu dan mulai menggunakan terapi Insulin sejak 1 tahun terakhir karena ada gangguan ginjal. Dan pada ekg ditemukan adanya ST elevasi di Lead II, III, AVF. Pasien didiagnosa sebagai STEMI Inferior Killip II. Pada pasien dilakukan tatalaksana infark miokard serta rehabiltasi jantung fase 1 dan 2. Hal ini menyebabkan kualitas hidup pasien paska sakit akan meningkat. Ini menunjukan pentingnya penegakan diagnosa yang tepat pada pasien infark miokard tanpa gejala, salah satunya adalah dengan melakukan EKG dan memonitoring gelmobang evolusi EKG
Hubungan Persepsi Kualitas Pelayanan Anc Dengan Kepuasan Ibu Hamil Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Gang Sehat Kota Pontianak Awaliya, Rizqi Hilya; Prastyan, Emika; Wahyudi, Tri; Irsan, Abror; Pratiwi, Sari Eka
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.19836

Abstract

AKI tercatat sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB sebesar 40 per 1.000 kelahiran. Pada tingkat layanan kesehatan primer, beberapa layanan fasilitas kesehatan, termasuk kesehatan ibu dan anak, tercatat terhenti selama pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi kualitas pelayanan antenatal dengan kepuasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Gang Sehat Kota Pontianak pada tahun 2021. Sampel dipilih dari ibu yang melakukan kunjungan ANC dari bulan Agustus hingga Desember 2021 dengan sampel 90 orang yang diambil dengan teknik konsekutif. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis menghasilkan nilai p-value untuk dimensi persepsi kualitas pelayanan dengan kepuasan p<0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kualitas pelayanan keandalan, daya tanggap, bukti nyata, jaminan, dan empati dengan kepuasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Gang Sehat Kota Pontianak.
Evaluasi Efektivitas Biaya Penambahan Bisoprolol Dalam Kombinasi Terapi Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Dengan Komorbid Congestive Heart Failure Kylalona, Gracylia; Suri, Nurma; Ramdini, Dwi Aulia; Sukohar, Asep
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.18530

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang dikaitkan dengan konsekuensi sosial dan ekonomi khususnya di negara berpendapatan rendah dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cost effectiveness dari 2 pilihan antihipertensi yang paling dibanyak digunakan pasien hipertensi dengan penyakit penyerta congestive heart failure (CHF). Sampel terdiri dari seluruh pasien rawat inap dengan diagnosis hipertensi dan CHF selama periode 2020–2022, yang dipilih melalui metode total sampling. Analisis efektivitas biaya (Cost-Effectiveness Analysis/CEA) dilakukan dengan menggunakan perspektif rumah sakit, mencakup perhitungan biaya medis langsung dan luaran klinis berupa penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Regimen yang dibandingkan adalah Terapi A (kombinasi furosemide, ramipril, dan spironolakton) dan Terapi B (kombinasi bisoprolol, furosemide, ramipril, dan spironolakton). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 sampel yang diperoleh, nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) pada Terapi A lebih rendah dibandingkan Terapi B. Nilai ACER Terapi A untuk penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar Rp212.395/mmHg dan Rp346.948/mmHg, dengan nilai p sebesar 0,46 dan 0,424 secara berurutan. Sementara itu, nilai Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) Terapi A dibandingkan Terapi B untuk tekanan darah sistolik sebesar Rp425.476/mmHg dan untuk tekanan darah diastolik sebesar Rp402.478/mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Terapi A lebih cost-effective dibandingkan Terapi B, meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada nilai ACER antara kedua pilihan terapi.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Derajat Nyeri Pada Pasien Gout Artritis Di Klinik Pratama Aisyiyah Medan Amplas Chumairah, Salsabilah; Lufiana, Fardella
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.20362

Abstract

Artritis gout merupakan penyakit inflamasi sendi yang ditandai oleh nyeri akibat deposisi kristal monosodium urat. Nyeri bersifat subjektif dan bervariasi dalam tingkat keparahannya. Faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, pola makan, dan obesitas—yang ditunjukkan melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi—diduga memengaruhi tingkat keparahan nyeri pada penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan derajat nyeri pada pasien artritis gout di Klinik Pratama Aisyiyah Medan Amplas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan teknik purposive sampling. Pengukuran IMT dilakukan menggunakan timbangan digital dan stature meter, sedangkan derajat nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada kategori overweight (38,6%) dan obesitas (33,3%). Tingkat nyeri yang paling sering dialami adalah nyeri sedang (36,8%) dan nyeri berat (36,8%). Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara IMT dan derajat nyeri (p < 0,001; r = 0,760). Semakin tinggi IMT, semakin tinggi pula tingkat nyeri pada pasien artritis gout
Perbandingan Efektivitas Krim & Gel Aloe Vera Terhadap Luka Bakar Derajat II Pada Mencit (Mus musculus) Nurfadillah, Siti; Yuniati, Lisa; Surdam, Zulfiyah; Abdi, Dian Amelia; Purnamasari, Reeny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.19667

Abstract

Kerusakan jaringan akibat panas dari api, listrik, atau bahan kimia berbahaya dikenal sebagai luka bakar. Proses penyembuhan luka bakar dapat diobati secara alami dengan mengoleskan gel Aloe vera secara topikal, yang telah diteliti mampu mempercepat proses penyembuhan dengan merangsang proliferasi berbagai jenis sel. Menilai efektivitas gel dan krim lidah buaya terhadap luka bakar derajat dua pada tikus (Mus musculus) adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Dua puluh tujuh mencit dengan luka bakar punggung derajat II dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok kontrol menerima larutan natrium klorida (K), kelompok pertama menerima krim Aloe vera (P1), dan kelompok kedua menerima gel Aloe vera (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan krim & gel Aloe vera secara topikal efektif dalam menyembuhkan luka bakar derajat II dengan terjadinya pengecilan luas luka. Kelompok yang mendapatkan terapi gel menunjukkan penyembuhan yang lebih cepat, meskipun perbedaannya dibandingkan dengan kelompok lain tidak signifikan secara statistik (p = 0,461).
Hubungan Tingkat Depresi Dengan Kemunculan Ide Bunuh Diri Pada Mahasiswa Rantau Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Angkatan 2021-2023 Caesara, Vidya Rahayunda; Noerhidajati, Elly; Zulaikhah, Siti Thomas
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.18931

Abstract

Bunuh diri merupakan tindakan mengakhiri hidup secara sengaja, sering kali dikaitkan dengan gangguan jiwa, terutama depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat depresi dengan kemunculan ide bunuh diri pada mahasiswa rantau Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Angkatan 2021, 2022, dan 2023 yang berasal dari luar Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 130 mahasiswa sebagai sampel, yang dipilih menggunakan metode proportionate stratified random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat depresi diukur menggunakan Zung Self-Rating Depression Scale (ZSDS), sedangkan kemunculan ide bunuh diri diukur dengan Suicidal Ideation Scale (SIS). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami depresi ringan (51.5%), sementara 43.8% memiliki tingkat depresi normal, dan hanya 4.6% yang mengalami depresi sedang. Sedangkan, 96.2% mahasiswa tidak memiliki ide bunuh diri, sementara 3.8% lainnya menunjukkan adanya ide bunuh diri. Hasil analisis statistik dengan uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat depresi dengan kemunculan ide bunuh diri, dengan nilai p = 0.024 dan r = 0.198, yang mengindikasikan kekuatan hubungan yang sangat rendah. Kesimpulannya, penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan antara tingkat depresi dengan kemunculan ide bunuh diri pada mahasiswa rantau Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung.
Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Folikulitis Dengan Metode Difusi Sari, Ade Clara Nurfitri Permata; Anggunan, Anggunan; Silvia, Eka; Arivo, Debi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.20622

Abstract

Folikulitis merupakan salah satu bentuk dari pioderma yang terdapat pada folikel rambut. Folikulitis dapat disebabkan karena infeksi bakteri, jamur dan virus. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan folikulitis yaitu S. aureus. Tatalaksana dalam mengatasi penyakit ini yaitu dengan menggunakan antibiotik. Tetapi akibat dari penyalahgunaan serta pemakaian antibiotik berlebih, terjadi peningkatan prevalensi resistensi antibiotik. Berdasarkan dengan kondisi tersebut, perlu untuk dilakukan pencarian alternatif antibiotika lain, yaitu menggunakan zat aktif dari tumbuhan herbal, salah satunya adalah kunyit (C. longa). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas ekstrak rimpang kunyit (C. longa) sebagai antibakteri dalam pertumbuhan bakteri S. aureus penyebab penyakit folikulitis berdasarkan zona hambat yang terbentuk. Studi ini memakai metode eksperimental laboratorik untuk mengkaji pengaruh ekstrak rimpang kunyit terhadap ukuran diameter zona hambat bakteri S. aureus. Hasil studi memperoleh jika kontrol positif (clindamycin) mempunyai rerata zona hambat terbesar, yaitu 19,3 mm, yang menunjukkan efektivitas antibakteri yang tinggi terhadap Staphylococcus aureus. Kontrol negatif (DMSO) tak menimbulkan zona hambat. Ekstrak rimpang kunyit 30% mempunyai  rerata zona hambat 7,4 mm, sementara itu, ekstrak rimpang kunyit 75% dengan rerata zona hambat 8,6 mm, dan ekstrak rimpang kunyit 100% menunjukkan efektivitas antibakteri lebih tinggi dengan rerata zona hambat 9,6 mm. Uji One-Way ANOVA diperoleh nilai < 0,01 (p < 0,05), yang mengindikasikan hubungan antar kelompok uji. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika ekstrak rimpang kunyit konsentrasi (30%, 75%, 100%) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap zona hambat S. aureus, dengan meningkatnya konsentrasi sejalan dengan bertambahnya ukuran zona hambat.
Efektivitas Prenatal Yoga Terhadap Nyeri Pinggang Ibu Hamil Trimester III Di Klinik Keluarga Yolandia, Rita Ayu; Madinah, Madinah; Djunaedi, Hera
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.19272

Abstract

Nyeri pinggang yang dirasakan ibu hamil terjadi karena perubahan hormon terutama tingkat HCG dan Estrogen dalam tubuh ibu hamil memengaruhi ligamen diarea panggul dan sendi. Berlatih yoga pada saat hamil merupakan salah satu solusi yang bermanfaat sebagai media selfhelp yang akan mengurangi ketidaknyamanan selama masa kehamilan, membantu proses persalinan dan bahkan mempersiapkan mental untuk masa-masa awal setelah melahirkan dan saat membesarkan anak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas prenatal yoga untuk menurunkan nyeri pinggang terhadap ibu hamil trimester III. Desain penelitian ini menggunakan Pretest—Posttest karena penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 15 orang.  Lebih dari setengah responden sebelum melakukan prenatal yoga berada pada kategori nyeri berat dengan jumlah responden sebanyak 8 orang (53,3%). Lebih dari setengah responden setelah melakukan prenatal Yoga berada pada kategori nyeri ringan dengan jumlah responden sebanyak 11 orang (73,4%). Hasil Uji statistik menggunakan T-Test Efektivitas prenatal yoga dalam menurunkan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III dengan nilia p value = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05, hal ini menunjukkan bahwa prenatal yoga sangat efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III di Klinik Keluarga.
Peran Literasi Kesehatan Mata Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Mengakses Perawatan Kesehatan Mata Di Tangerang Maryani, Febri; Hermawan, Rangga Adhitia; Abdillah, Bunyamin Rizki; Nugraha, Opep Cahya; Az Zahra, Elza Aulia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.19417

Abstract

Kesehatan mata sangat penting bagi setiap individu dengan demikian, perlu pemeliharaan kesehatan tersebut. Pemeliharaan kesehatan ini salah satunya dipengaruhi oleh tingkat literasi kesehatan mata. Namun, tingkat literasi tentang kesehatan mata pada masyarakat masih cukup rendah sehingga mempengaruhi tingkat kesehatan mata. Individu yang memiliki tingkat literasi yang tinggi akan memiliki status kesehatan yang baik hal ini karena mereka sadar pentingnya untuk pemeliharaan kesehatan salah satu mencari akses fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat peran literasi kesehatan mata, melihat tingkat literasi, dan faktor lain yang mempengaruhi pengambilan keputuasan untuk mengakses perawatan kesehatan mata di Kota Tangerang. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Tangerang, secara kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, jumlah informan sebanyak 5 orang dengan 2 orang sebagai informan kunci, yaitu dari perwakilan Rukun Warga dan Ketua Karang Taruna. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Januari 2025. Hasil penelitian diperoleh bahwa literasi kesehatan mata sangat berperan dalam mengakses pelayanan kesehatan, tingkat literasi pada masyarakat masih kurang, faktor lain yang mempengaruhi pengambilan keputusan yaitu biaya, peran keluarga, dan kegiatan penyuluhan oleh tenaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa ada keterkaitan antara peran literasi kesehatan mata dalam pengambilan

Page 1 of 3 | Total Record : 29


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue